Claim Missing Document
Check
Articles

EFEK EDUKASI KARTUN ISLAMI TERHADAP KECERDASAN SPIRITUAL ANAK SDN 1 PURWOSARI KABUPATEN KUDUS Indah Risnawati; Sukarmin Sukarmin; Sri Karyati; Zuliana Zuliana
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 4, No 1 (2020): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v4i1.1002

Abstract

Latar Belakang : Kecerdasan spiritual adalah aplikasi adaptif spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari. Ini melibatkan menggunakan spiritualitas dalam memecahkan masalah, membuat rencana dan beradaptasi tentang hidup. Azzet 2010, upaya dalam meningkatkan dan mengembangkan kecerdasan spiritual bisa dilakukan dengan membimbing anak menemukan makna hidup dengan cara berpikir positif, melatih anak untuk berbuat baik kepada semua orang tanpa mengharapkan suatu imbalan, dan melibatkan anak dalam beribadah dengan keimanan serta kesadaran yang tumbuh dari pribadi anak. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek Edukasi Kartun Islami Terhadap Kecerdasan Spiritual Pada Anak SD N 1 Purwosari Kabupaten Kudus . Metode : Metode penelitian ini menggunakan Quasi Experiment yang berdesain pre test-post control group. Teknik sampling dalam penelitian ini diambil secara Non Probability Sampling dengan metode Purpossive Sampling. Jumlah sampel 32 responden yang merupakan siswa SD kelas 5 di SDN Purwosari Kudus. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada kecerdasan spiritual sebelum dan sesudah edukasi kartun islami dengan p value sebesar 0,034 α (0,05). Kesimpulan : Terdapat perbedaan Pengaruh Edukasi Kartun Islami Terhadap Kecerdasan Spiritual Pada Anak Kelas V di SD N 1 Purwosari Kabupaten Kudus.
PERAN QARYAH THAYYIBAH AISYIYAH POSYANDU BALITA MENINGKATKAN PARTISIPASI KUNJUNGAN IBU BALITA : STUDI KUALITATIF Noor Azizah; Sri Karyati; Dwi Astuti; Salis Nur Hidayah
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 8, No 1 (2024): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v8i1.2495

Abstract

Aisyiyah fights for the rights of men and women where equality of rights is based on ability, regardless of appearance or gender. One of the aisyiyah qaryah thayyibah programs in the health sector is the establishment of a posyandu for toddlers. The purpose of this study is to find out the role of aisyiyah in the formation of qaryah thayyibah in the health sector through the activities of posyandu toddlers. This research is a qualitative phenomenology research. Subject selection using purposive sampling. Data collection using in-depth interviews and observations. An in-depth interview was conducted with the person in charge of the posyandu program, posyandu cadres, and posyandu visitors. Observations were made on the activities of the Posyandu for toddlers. Analyze data using Content Analysis. The results in this study are that QTA posyandu for toddlers was established by PDA Kudus through the Health Council and established in PRA Cendono, the implementation of posyandu once a month on the 13th, the obstacle to the number of cadres has not been maximized. Conclusion of Qaryah Thayyibah Aisyiyah posyandu toddler at PRA Cendono as a form of Aisyiyah's work on maternal and child health. The participation of cadres, infrastructure facilities and funds for the provision of additional food for toddlers is a supporting factor in the implementation of posyandu. The implementation of posyandu in the afternoon increases participation for mothers who have babies because they have free time after work. QTA Posyandu toddlers need to be trained to improve the abilities and skills of cadres and develop to the elderly posyandu adolescents so that Aisyiyah in the health sector pays attention to health from infants to the elderly. 
ISOLASI MANDIRI TERPUSAT SHELTER UMKU SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN PENYEBARAN COVID DI KABUPATEN KUDUS Sri Karyati; Heny Siswanti; Anny Rosiana Masithoh
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i2.1720

Abstract

Abstrak Angka penyebaran covid-19 di Kudus yang awalnya sudah mulai menurun mengalami lonjakan yang sangat tinggi pasca lebaran akibat peningkatan arus mudik dan adanya varian baru. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah pelaksanaan isolasi mandiri bagi mereka yang terkonfirmasi covid dengan tanpa gejala atau dengan gejala ringan. Tidak semua orang atau keluarga siap dan tertib untuk melakukan isolasi mandiri. Untuk itu perlu disiapkannya tempat isolasi terpusat, salah satunya shelter UMKU. Shelter UMKU yang dikelola oleh persyarikatan Muhammadiyah memiliki beberapa kelebihan dibanding tempat isolasi mandiri terpusat lain, yaitu adanya edukasi serta pendampingan, pemantauan dan evaluasi secara rutin pada santri penghuni shelter. Edukasi tentang penyakit covid, cara pencegahan penularan, cara meningkatkan daya tahan tubuh, serta upaya untuk mengatasi rasa cemas, takut, dan kesepian diberikan untuk meningkatkan pengetahuan santri. Pendampingan dan pemantauan kesehatan dilakukan secara berkala 3x sehari. Santri juga mendapatkan pendampingan spiritual dan psikososial. Kegiatan tersebut terbukti dapat menurunkan kecemasan dan kesepian mereka. Pengalaman yang baik selama di shelter serta edukasi yang diberikan menjadikan mereka edukator yang efektif di masyarakat. Kegiatan isolasi mandiri terpusat shelter UMKU merupakan bentuk peranserta persyarikatan Muhammadiyah khususnya Universitas Muhammadiyah dalam membantu pemerintah untuk menurunkan angka penyebaran covid-19. Kata Kunci: shelter UMKU, covid-19, edukasi, pendampingan kesehatan Abstract The spread of Covid-19 in Kudus experienced a very high spike after Eid al-Fitr due to increased population mobility and new variants. One of the government's problems is the implementation of self-isolation for those who are confirmed positive for Covid. Not everyone or family is ready and orderly to self-isolate. It is necessary to prepare a centralized isolation place, one of which is the UMKU shelter. Managed by the Muhammadiyah Association. It has several advantages over others, in the form of education and assistance, regular monitoring and evaluation of all living in shelters. Education about COVID-19, how to prevent transmission, increase endurance, as well as efforts to overcome anxiety, fear, and loneliness are given to increase their knowledge. Assistance and health monitoring are carried out regularly 3 times a day. they also receive spiritual and psychosocial assistance. all of which can reduce their anxiety and loneliness. Good experience while in the shelter and education provided make them effective educators in the community. The centralization of self-isolation activities at the UMKU shelter is a form of participation from Muhammadiyah organizations, especially Muhammadiyah University in helping the government suppress the spread of COVID-1. Keywords: UMKU shelter, covid-19, education, health assistance
PENDAMPINGAN PEMBUATAN BLACK GARLIC PADA IBU PKK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT HIPERTENSI Heny Siswanti; Sri Karyati; Anny Rosiana Masithoh
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i1.1498

Abstract

Hipertensi adalah istilah medis dari penyakit tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat mengakibatkan berbagai komplikasi kesehatan yang membahayakan nyawa sekaligus meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, bahkan kematian. Black Garlic telah dievaluasi penggunaannya dapat digunakan untuk pengobatan penyakit tekanan darah tinggi. Data dari Puskesmas Mayong 1 pada tahun 2020 jumlah penderita Hipertensi desa Pelang kecamatan Mayong kabupaten Jepara berjumlah 157. Sehingga perlu edukasi konsumsi Black Garlic mengingat khasiatnya yang besar dalam mencegah dan mengobati hipertensi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi pembuatan Black Garlic secara mandiri untuk kemudian dikonsumsi untuk pencegahan hipertensi. Uji laboratorium menunjukkan hasil Black Garlic memiliki prosentase antioksidan dan phenol yang lebih tinggi daripada bawang putih.Praktek langsung pembuatan Black Garlic oleh ibu PKK desa Pelang didapatkan hasil proses pembuatan selama kurun waktu 14 hari berupa olahan bawang putih yang telah terfermentasi menjadi bawang hitam (Black Garlic). Rasa Black Garlic yang manis dan asam dengan tekstur yang kenyal seperti Jenang atau dodol yang bisa dikonsumsi sehari-hari untuk memperlancar peredaran darah sehingga dapat mencegah penyakit hipertensi.
Gadget Use and Social Interaction and Social Emotional Conditions in Preschool Children: Penggunaan Gadget dan Interaksi Sosial serta Kondisi Sosial Emosional Anak Prasekolah Nugraheni, Sofiana Dewi; Indanah, Indanah; Karyati, Sri
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 27 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v27i1.1829

Abstract

General Background: Preschool children undergo rapid social and emotional development during early childhood while simultaneously experiencing increasing exposure to digital technology. Specific Background: Gadget use has become a routine activity among preschool children and is commonly associated with variations in social interaction behavior and social-emotional conditions in both home and school environments. Knowledge Gap: Previous studies tend to examine gadget use in general populations, with limited evidence focusing on specific kindergarten settings that concurrently assess social interaction behavior and social-emotional conditions. Aims: This study aimed to examine the relationship between gadget use, social interaction behavior, and social-emotional conditions among preschool children at Aisyiyah Bustanul Athfal V Gondangmanis Kindergarten. Results: Employing a quantitative correlational design with a cross-sectional approach involving 68 preschool children, the findings indicated a significant negative relationship between gadget use and social interaction behavior (r = −0.288; p = 0.017) and a significant positive relationship between gadget use and social-emotional problems (r = 0.334; p = 0.005). Novelty: This study integrates gadget use, social interaction behavior, and social-emotional conditions within a specific kindergarten context, providing localized empirical evidence. Implications: The findings underline the importance of structured parental and teacher guidance in regulating gadget use to support healthy social interaction and social-emotional development in preschool children. Highlights • Higher gadget use was associated with lower levels of social interaction behavior• Increased gadget use corresponded with a higher occurrence of social-emotional problems• The kindergarten-based context revealed distinctive behavioral and emotional patterns Keywords Gadget Use; Social Interaction; Social Emotional Conditions; Preschool Children; Early Childhood Development
Ambang Batas Presiden Pada Pemilihan Umum Serentak Ammar Surya Sorimuda Lubis; Gusti Ayu Ratih Damayanti; Sri Karyati
Unizar Law Review Vol. 6 No. 2 (2023): Unizar Law Review
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Al-Azhar Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36679/ulr.v6i2.58

Abstract

Dimulai dari 2019 pemilu serentak diadakan di Indonesia yakni antara legislatif dan eksekutif dipilih oleh masyarakat secara bersamaan. Keberadaan ketentuan Presidential threshold sebagai syarat partai politik untuk mengajukan kandidat capres dan cawapres yang masih diterapkan di pemilu serentak menimbulkan kerancuan dalam mekanismenya, hal yang dipermasalahkan adalah bahwa ketentuan didalam pasal 222 UU nomor 7 tahun 2017 menyatakan bahwa partai politik baru boleh mengajukan capres dan cawapresnya ketika sudah memenuhi kursi parlemen 20% atau suara sah nasional 25% “pada pemilu legislatif sebelumnya”. Ketentuan perolehan suara untuk partai politik pada pemilu sebelumnya menjadi berubah karna pemilu yang diadakan menjadi serentak antara legislatif dan eksekutif, hal ini yang menjadi kabur terhadap norma yang ada. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaturan Presidential threshold dalam hukum positif Indonesia dan untuk mengetahui implikasi Presidential threshold dalam penyelenggaraan pemilu serentak. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif, dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analisis konsep hukum. Ketentuan Presidential threshold merupakan media bagi pemerintah untuk menyderhanakan partai politik sebagai pendukung stabilitas sistem presidensil dan kepemerintahan, Namun sayangnya ketentuan Presidential threshold menciderai hak yang telah dilindungi oleh negara didalam Konstitusi Undang-undang Dasar 1945, “setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan”. Selain itu mekanisme pengambilan hasil suara untuk penentuan presidential threshold tidak sejalan dengan prinsip keberlangsung pemilu yaitu prinsip “langsung”, maka hal ini menjadikan presidential threshold tidak relevan di pelaksanaan pemilu serentak di Indonesia.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Stressor Pada Pasien DM Tipe 2 Di RSI Sunan Kudus Putri Ani; Heny Siswanti; Sri Karyati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3044

Abstract

Jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Pada tahun 2019, Indonesia menempati urutan ketujuh dunia dalam jumlah kasus. Diabetes bisa disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat, faktor keturunan, usia, obesitas, kurang olahraga, dan stres. Salah satu cara membantu pasien adalah dengan melibatkan keluarga dan tenaga kesehatan dalam program perawatan secara bersama-sama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga tingkat stressor pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSI Sunan Kudus. Metode yang digunakan adalah pendekatan cross-sectional dengan alat ukur Perceived Social Support Family Scale (PSS-Fa) dan Perceived stress scale (PSS-10) yang terdiri dari 81 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Analisa data menggunakan uji Spearman Rho melalui program SPSS . Hasil uji korelasi Spearman Rho diperoleh nilai rhitung sebesar -0,328 dengan tingkat signifikansi (p-value) 0,003. Nilai signifikansi uji (p-value) lebih kecil dari 0,05 (0,003 < 0,05) maka keputusan uji adalah H0 ditolak yang bermakna bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat stressor pada pasien DM Tipe 2 adalah diterima.
Efektifitas Edukasi Dampak Anemia Dengan Media Video Terhadap Perilaku Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 2 Demak Muhammad Maulana Saparudin; Noor Hidayah; Sri Karyati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4573

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius. Pemerintah Indonesia telah menjalankan program suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri dan wanita usia subur. Namun, tingkat kepatuhan konsumsi TTD masih rendah. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan perilaku konsumsi TTD pada remaja SMA. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode quasy-eksperimental pre-posttest with control group. Penelitian di lakukan di SMA Negeri 2 Demak pada bulan April 2025. Jumlah sampel adalah 69 responden, dengan teknik sampling purposive sampling. Kriteria Inklusi: siswi kelas 10, bersedia mengikuti seluruh tahapan penelitian. Kriteria Eksklusi: siswi yang memiliki riwayat penyakit kronis atau gangguan kesehatan serius, tidak mengikuti edukasi, tidak hadir saat evaluasi, dan tidak memberikan persetujuan untuk berpartisipasi dalam penelitian. Instrumen menggunakan kuesioner kejadian anemia dan perilaku konsumsi tablet tambah darah. Analisis univariat untuk mendeskripsikan distribusi setiap variabel penelitian secara terpisah. Untuk mengetahui perbedaan pre dan postest digunakan uji wilcoxon, sedangkan untuk mengetahui efektifitas edukasi menggunakan uji Mann Whitney Test. Penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar siswi baik pada kelompok intervensi (52,6%) maupun kontrol (76,3%) belum mengonsumsi TTD sesuai anjuran. Setelah edukasi kesehatan, perilaku konsumsi TTD pada kelompok intervensi meningkat signifikan hingga 97,4% sesuai anjuran, sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami perubahan berarti. Uji statistik menunjukkan adanya pengaruh signifikan edukasi kesehatan terhadap perilaku konsumsi TTD (p = 0,000).
The Implementation of Regional Regulation Number 5 of 2021 Concerning Prevention of Child Marriage to Improve the Human Development Index in West Nusa Tenggara Karyati, Sri; Ulum, Hafizatul; Susilawati, Ika Yuliana
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 2 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i3.4847

Abstract

Child marriage is a problem that has a negative impact on social and economic development, especially in the West Southeast Nusa Province. The high child marriage rate in West Nusa Southeast contributes to the low Human Development Index (HDI) in the region. To address this problem, the local government issued Regional Regulation (Perda) No. 5 of 2021 on Prevention of Child Marriages. The study aims to evaluate the implementation of the Perda and assess its impact on the increase in the Human Development Index in West Southeast Nusa. The method used in this research is a normative supported by empirical research. Based on the implementation of District Regulation No. 5 of 2021 on the prevention of child marriage in West Nusa Tenggara, so far it has not been implemented optimally both politically and institutionally. As a result, the objective of District Regulation No. 5 for 2021 has not been achieved optimally. Therefore, the political will of the West Southeast Nusa region's government needs to be committed to both legal policy, education policy, health policy and budgetary policy in favour of child marriage prevention.
Hubungan antara Pola Komunikasi dan Keharmonisan Keluarga dengan Kondisi Mental Emosional pada Anak Zulfia Ningrum; Muhammad Purnomo; Sri Karyati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.53766

Abstract

Meningkatnya kerentanan anak terhadap gangguan mental emosional dalam beberapa tahun terakhir  menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Fenomena ini diduga berkaitan dengan buruknya pola komunikasi dan keharmonisan dalam keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah guna menganalisis hubungan antara pola komunikasi dan keharmonisan keluarga dengan kondisi mental emosional pada anak. Penelitian kuantitatif korelasional ini melibatkan 57 siswa yang dipilih melalui penggunaan teknik two-stage cluster sampling. Instrumen penelitian memakai kuesioner skala Likert untuk mengukur tiga variabel penelitian: pola komunikasi keluarga, keharmonisan keluarga, dan kondisi mental emosional anak. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya pola komunikasi dan keharmonisan keluarga mayoritas berada pada kategori sedang (70%), sedangkan kondisi mental emosional siswa berada pada kategori ambang (borderline) sebesar 75%. Uji korelasi memperlihatkan adanya hubungan signifikan antara pola komunikasi keluarga dengan kondisi mental emosional (p = 0,001; r = –0,419) dan antara keharmonisan keluarga dengan kondisi mental emosional (p < 0,001; r = –0,502). Karena skor tinggi pada variabel kondisi mental emosional menandakan keadaan yang lebih abnormal, maka skor rendah menunjukkan kondisi yang lebih baik. Oleh sebab itu, semakin baik pola komunikasi dan keharmonisan keluarga, semakin baik pula kondisi mental emosional pada anak.
Co-Authors Ahlul Nazar Ali Solikin Althofia, Zanadira Ammar Surya Sorimuda Lubis Andriyani, A Anny Rosiana M Anny Rosiana Masithoh Anny Rosiana Masithoh Anny Rosiana Masithoh Arham, Zawil Ary Wahyudi Aswadi, Khairul Aulia, Qurrotu A'yuni Bidara, Tanaya Trustha Darwin Witarsa Dewi Hartinah Dewi, Yetty Kusuma Dhina Megayati Diah Andriani Kusumastuti Diah Andriani Kusumastuti, Diah Andriani Diana Lestari Diana Lestari, Diana Diana Tri Lestari Dwi Astuti Dwi Astuti Dwi ASTUTI Dzulfania, Rishma Edi Wibowo Suwandi Edy Soesanto Eka Nihayatur Rohmah Endang Sulandari Estetika Putri Eswanti, Noor Eva Untar Fadhilah Sekar Aji Widyawati Fauziyah, Aulia Fera Wardana Fuji Nurul Hidayah Gayla Fredella Gusti Ayu Ratih Damayanti Hadi Sabdo Haerani, Ruslan Hafizatul Ulum Hanifah, Sirli Heny Siswanti Hidayah, Fuji Nurul Ika Ristiyaningsih IKA RISTIYANINGSIH Ika Widyawati Ika Yuliana Susilawati Ikhsan Kamil, Muhammad Indah Risnawati Indanah Irma Istihara Zain Islami Islami Islami, Islami Ismiyati Haniah Itrawadi, Itrawadi Junariah Junariah Kamil, M. Ikhsan Kusuma, Jauhari Dewi Kusumaningrum, Rafika Putri Ayu L, Nur Rochma Hestu Listyaninsih, Siti Luluk Ulya Lulut Yatmiatun M. Octaviano Eka Mahendra Maryani, Wiwin Mela Dwi Puspita Miftahul Jannah Muhamad Jauhar Muhammad Hanafi Muhammad Hanafi Muhammad Kamil Muhammad Maulana Saparudin Muhammad Purnomo Muhammad Purnomo Muhammad Purnomo Naela Hidayati Noor Azizah Noor Azizah Noor Azizah Noor Cholifah Noor Cholifah Noor Cholifah Noor Hidayah Noor Hidayah Novie Afif Mauludin Nugraheni, Sofiana Dewi Nur Astu Dwi Rahma Nur Rochma Hestu L Nurfaiz Najunda Sari Nurfajri Lutfiana Pranata, Vicky Riyan Pri Astuti pri Astuti Puji Krisbiantoro Purnomo, M. Putri Ani Putri, Estetika Qurrotu A'yuni Aulia R Rusnoto Rahmasari, Lutfir Fitri Rina Yuliana Rinda Rizky Ananda Riyan, Vicky Rizka Himawan Rochmawati, Lia Rohmah, Eka Nihayatur Rokhani, Siti rusnoto rusnoto Rusnoto, R S Sukarmin S. Januar Ashadi Saepul Rahman Safitri, Adinda Anisa Salis Nur Hidayah Sari, Nurfaiz Najunda Septiningsih, Yuni Setyowati Setyowati Setyowati Setyowati Shofanida, Nabila Adisty Sholihah - Sholihah Sholihah SHOLIHAH SHOLIHAH, SHOLIHAH Sigit Yuliardi Cahyo Siti Listyaninsih Siti Rokhani Sri Handayani Dwi Astuti Sridamayanti, Kardina Putri Subiwati Subiwati Suhardiman Sukarmin Sukarmin Sukarmin Sukarmin, S Sukarmo , I Gede Sukarmo, I Gede Sukesih Sukesih Sukesih Sukesih, Sukesih Suranto - Suranto Suranto Suranto Suranto Tukiyo Tukiyo Umi Faridah Vicky Riyan Vicky Riyan Pranata Wahana, Haryo Srijaya Wardana, Fera Widaningsih Widaningsih Wina Yuliati Wiwin Maryani Wulandari, Ni Luh Risma Melda Y Yusminah Yuliati, Wina Yulisetyaningrum Yuni Rustianawati Yuni Septiningsih Yusminah, Y Z Zuliana Zulfia Ningrum Zuliana Zuliana Zuliana, Z