Articles
PENINGKATAN MINAT BELAJAR DAN KEAKTIFAN MELALUI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN WEB QUIZIZZ
Ramadhania, Aliffia Salsabila;
Joko, Joko;
Rijanto, Tri;
Haryudo, Subuh Isnur
Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 15 No. 03 (2026): Jurnal Pendidikan Teknik Elektro (Desember 2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan membentuk sumber daya manusia unggul, namun pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan peserta didik masih banyak dijumpai. Pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengetahuan teoretis, tetapi juga untuk membekali peserta didik dengan keterampilan praktis sesuai bidang keahlian masing-masing. Salah satu solusi untuk meningkatkan minat dan keaktifan belajar adalah penerapan metode teams games tournament (TGT) berbantuan web quizizz. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan minat belajar dan keaktifan peserta didik setelah diterapkannya metode pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) berbantuan web quizizz di kelas X TITL SMKN 7 Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest using a nonequivalent dependent variable design. Teknik pengumpulan data memakai angket dan lembar pengamatan, analisis data menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, uji hipotesis, dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada uji n-gain minat belajar sebesar 0,22 nilai ini ada pada kriteria rendah dan kriteria sedang dengan nilai rata-rata sebesar 0,66 untuk keaktifan. Berdasarkan uji hipotesis menggunakan paired sample t test memperoleh nilai sig. 0,000, maka disimpulkan H1 diterima. Hal ini menunjukkan penerapan metode Teams Games Tournament (TGT) berbantuan web quizizz dapat meningkatkan minat belajar peserta didik dan penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament berbantuan web quizizz dapat diterapkan dalam meningkatkan keaktifan.
Pengaruh Model Pembelajaran Based Learning (PBL) Terhadap Penguatan Keterampilan Literasi Digital dan Berpikir Komputasional pada Mata Pelajaran Informatika
Wahyudha, Okky;
Rijanto, Tri;
Noor Satria, Muhammad Tyone;
Kholis, Noer;
Khonsa, Nuha Hanifatul;
Muslichah, Nur Wachidatul;
Nurahmad, Nurahmad;
Chusaini, Mochamad
Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati
Publisher : Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kramat Jati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55943/jipmukjt.v6i1.366
Digital literacy and computational thinking are essential learning elements in the Informatics subject for Phase E, especially for Vocational High School (SMK) students. To become Well-Being and Wise Digital Citizens and Computationally Literate Creators, digital literacy and computational thinking are fundamental skills that SMK students must possess in the Industry 4.0 era to be prepared for a technology-driven workforce. This study aims to analyze the impact of implementing the Problem-Based Learning (PBL) model on strengthening Digital Literacy and Computational Thinking in the Informatics subject. The research method used is quantitative, with a quasi-experimental design. This study involved a sample of 52 students from SMK Barunawati Surabaya, consisting of two classes: X AK and X MP. Based on the research findings, it can be concluded that the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model significantly influences the enhancement of Digital Literacy and Computational Thinking skills in the Informatics subject, leading to improved student learning outcomes. Keywords: Problem Base Learning (PBL), Digital Literacy, Computational Thinking, Informatics Abstrak : Literasi digital dan berpikir komputasional merupakan elemen pembelajaran yang ada pada mata pelajaran Informatika fase E terutama bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Untuk menjadi Well-Being And Wise Digital Citizen dan Computationally Literate Creators literasi digital dan berpikir komputasional juga merupakan keterampilan mendasar yang harus dimiliki oleh siswa SMK di era Revolusi Industri 4.0 agar siap menghadapi dunia kerja yang berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan model pembelajaran Problem Base Learning (PBL) terhadap penguatan Literasi Digital dan Berpikir Komputasional pada mata pelajaran Informatika. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain yang digunakan adalah Eksperimen Semu (Quasi Eksperimental). Penelitian ini melibatkan sampel 52 siswa SMK Barunawati Surabaya berasal dari 2 kelas X AK dan X MP. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Base Learning (PBL) terhadap penguatan ketrampilan Literasi Digital dan Berpikir Komputasional pada mata pelajaran Informatika memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa.
Pengaruh Academic Engagement dan Behavior Engagement terhadap Academic Performance Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Sidoarjo
Muiz, Muhammad Rafif;
Wrahatnolo, Tri;
Joko, Joko;
Rijanto, Tri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28335
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan academic engagement dan behavior engagement terhadap academic performance siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan yaitu survei. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 1 Sidoarjo, Sampel penelitian ini berjumlah 70 siswa kelas XI Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Pengumpulan data dilakukan melalui angket respon siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa academic engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap academic performance (p=0,001), behavior engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap academic performance (p=0,028). Secara bersama-sama (simultan) academic engagement dan behavior engagement berpengaruh signifikan terhadap academic engagement terhadap academic performance (p=0,000 < 0,05). Penelitian ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat keterlibatan akademik dan perilaku siswa, semakin baik pula kinerja akademik yang dicapai. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya peran guru dalam upaya peningkatan proses belajar mengajar (akademik) seperti academic engagement dan behavior engagement siswa siswi SMK perlu diprioritaskan dalam kebijakan pendidikan untuk meningkatkan academic performance dalam mencapai hasil belajar yang optimal.
Evaluasi Proyek Pembangunan Gedung Stroke Center (Paviliun Flamboyan) Menggunakan Metode Critical Path Method (CPM) Dan Crashing
Sa'adah, Nihayatus;
iqrammah, Evany;
Rijanto, Tri
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/proteksi.v3n2.p55-62
Abstrak Kegiatan pembangunan proyek konstruksi sering terjadi keterlambatan. Pelaksanaan proyek konstruksi dibatasi oleh waktu dengan rencana biaya yang sudah ditentukan dalam perencanaan. Pengendalian yang tepat dapat mengurangi risiko terjadinya keterlambatan serta pembengkakan biaya. Salah satu proyek yang mengalami keterlambatan adalah pembangunan Gedung Stroke Center (Paviliun Flamboyan) RSUD Jombang. Faktor yang menjadi penyebab yaitu: (1) kurangnya kesiapan alat yang digunakan untuk mengakses ke tempat pembangunan, (2) posisi struktur tidak sesuai dengan perencanaan sehingga terjadi pembongkaran dan pengecoran ulang, (3) jalur mobilitas traffic alat berat yang sulit untuk mengakses ke tempat pembangunan sehingga berdampak terhadap pelaksanaan. Tujuan penelitian ini adalah (1) memperoleh informasi waktu pekerjaan pelaksanaan (2) mengetahui perbandingan biaya dan waktu adanya percepatan waktu pelaksanaan proyek. Metode yang dipakai adalah metode CPM (Critical Path Method) yang digunakan untuk menganalisis lintasan kritis yang fokus pada pekerjaan struktur beton dan menggunakan metode Crashing untuk mengetahui perbandingan biaya dan waktu akibat adanya percepatan (crashing). Hasil analisa pada penelitian ini diperoleh durasi pelaksanaan pekerjaan bangunan proyek secara normal. Dari analisa dengan alternatif penambahan tenaga kerja dan jam kerja (lembur) yaitu lebih hemat menggunakan alternatif jam kerja lembur dengan perbandingan sebesar 0.010%. Kata Kunci: Critical Path Method (CPM), Crashing, Waktu, Biaya.
Analisis Penempatan Recloser Terhadap Keandalan Sistem Tenaga Listrik Jaringan Distribusi 20kV di PT.PLN (Persero) ULP AMUNTAI
Arman, Arman;
Rijanto, Tri
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol. 13 No. 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jte.v13n2.p130-134
Pemadaman listrik yang lama dan ketidakstabilan tegangan listrik mencerminkan kurangnya keandalan dan kualitas listrik kurang baik. Objektif dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi lokasi optimal pemasangan recloser dalam jaringan energi listrik menggunakan indeks keandalan. Hal ini dilakukan dengan menggunakan perhitungan indeks Standar Durasi Gangguan Rata-rata (SAIDI) dan Standar Frekuensi Gangguan Rata-rata (SAIFI), yang digunakan sebagai standar untuk menilai ketahanan dan frekuensi gangguan dalam sistem tenaga listrik. Penentuan lokasi terbaik untuk pemasangan recloser ditentukan oleh nilai terendah dari SAIDI dan SAIFI. Dengan melakukan perhitungan SAIDI dan SAIFI pada setiap komponen proteksi. Semakin kecil nilai SAIDI dan SAIFI, semakin optimal lokasi pemasangan recloser tersebut. Lokasi ideal recloser pada posisi transformator nomer 9, dengan nilai SAIDI dan SAIFI terkecil, nilai SAIDI 0,000529 Jam/tahun, dan nilai SAIFI 0,000264 Kali/tahun. Kata Kunci: Keandalan, Sistem distribusi, SAIDI, SAIFI, Recloser
Rancang Bangun Prototype Sistem Kontrol Aliran Air dan Volume Air Berbasis Fuzzy Logic Controller
Rahmat, Jalaluddin;
Rijanto, Tri
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol. 14 No. 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jte.v14n2.p140-145
Latar belakang pada penelitian ini terdapat fenomena adanya FLC menawarkan fleksibilitas yang tinggi karena dapat bekerja dengan data yang tidak pasti dan memberikan keluaran kontrol yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun prototipe sistem kontrol yang tidak hanya efisien dan adaptif, tetapi juga dapat berkontribusi pada penggunaan air yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental Penelitian eksperimental dilakukan untuk menguji efektivitas sistem kontrol penggunaan air yang dikembangkan dengan menggunakan sensor flowmeter yang bekerja sebagai timer pergerakan motor dan motor servo berbasis logika fuzzy. Hasil pengujian menunjukkan bahwa volume air aktual yang diukur tidak sepenuhnya sesuai dengan target literasi (1000ml hingga 10.000 ml). Misalnya, target 1000 ml menghasilkan rata-rata 971 ml, dan target 2000 ml menghasilkan rata-rata 1940 ml. Sistem tetap menunjukkan pola peningkatan yang proporsional, menandakan respons servo dan sensor cukup baik memiliki nilai error sensor yang signifikan hingga mencapai 3% Kata kunci: Rancangan Bangun Prototype, Sistem Kontrl Flow, Volume Air, Fuzzy
Motivation Measurement model to Learn Basic Buliding Construction and Survey Engineering using Confirmatory Factor Analysis
Iqrammah, Evany;
Rijanto, Tri
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol. 1 No. 7 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/ijevs.v1i7.1754
The purpose of this study was to produce an instrument of learning motivation in the subject of Basic Building Construction and Survey Engineering (DKBT) using factor analysis. Conceptually, the learning motivation instrument developed has two factors, specifically intrinsic and extrinsic. The subjects of the research were the 11th grade students of SMKN 3 Jombang second semester 2018/2019 totaling 62 people. Data were analyzed using SPSS 24, including instrument reliability indicators (Cronbach Alpha), Kaiser-Meyer-Olkin (KMO), percentage of construction variance, and item validity (loading factor). The results showed that the Cronbach Alpha value in the classification was higher than 0.70 that was 0.93, the KMO price was 0.681, the construction variance percentage was 68.39%, and the factor load was all items ‰¥0.3. Thus the measurement model is suitable for measuring the learning motivation of DKBT students in the Modeling Design and Building Information.
The Effect of Business Center on Entrepreneurial Readiness for Vocational Students
Mafahir, Muhammad Alil;
Rijanto, Tri;
Munoto, Munoto;
Nurlaela, Lutfiyah
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol. 2 No. 3 (2020): March 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/ijevs.v2i3.2157
In August 2017, there were 7.4 million educated unemployed including vocational graduates. Why are there so many educated unemployed. Are there no vocational high school (SMK) graduates who can become entrepreneurs? The Vocational High School is the right place to develop entrepreneurship education. This study aims to determine the extent of the influence of the Business Center that can increase vocational entrepreneurship readiness. This research was conducted through a literature review and relevant research results and continued through a Focus Group Discussion (FGD). The data analysis technique used is descriptive-qualitative analysis technique. The study found that the Business Center can increase the entrepreneurial readiness of vocational students, which means that increasing the entrepreneurial readiness of vocational students can be done through improving skills through the Business Center.
Student Readiness Vocational High School toward Industrial Revolution 4.0
Prabowo, Samsul Yudi;
Susuila, I Wayan;
Muhaji, Muhaji;
Rijanto, Tri;
Munoto, Munoto;
Nurlaela, Lutfiyah
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol. 2 No. 3 (2020): March 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/ijevs.v2i3.2160
The 4.0 industrial revolution is currently underway, the Industrial Revolution 4.0 is an industry that combines automation technology with cyber-physical technology. In accordance with the objectives of the Industrial Revolution 4.0 which was coined by Professor Klaus Schwab, a German economist and founder of the World Economic Forum, that the world would be focused on increasing production by utilizing the latest technology. Technological progress is faster then humans should be able to adapt faster. The challenges and opportunities of industry 4.0 greatly impacted people's lives, one of which was the problem of unemployment. The purpose of this study was to determine the readiness of Krian 1 Vocational School Students to face the Industrial Revolution 4.0. Criteria for measuring industry readiness 4.0 A method that compares the skills possessed by vocational students and the demands of life in the 21st century that have been reviewed by several experts. The study found that: (1) improvement of the learning process in vocational schools in the context of facing the 21st century and the 4.0 revolution and (2) improving the quality of teachers related to 21st century skills demands.
The Application of Problem-Based Learning Method for Hygiene Sanitation Learning Eyes
Siregar, Azwar;
Nurlela, Luthfiyah;
Marniati, Marniati;
Rijanto, Tri;
Munoto, Munoto
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol. 2 No. 2 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/ijevs.v2i2.2331
The post-millennial generation or currently known as the Z generation, is the generation born in the 2000s, the future generation born in the Internet age. This post-millennial generation does not like rigid rules, tends to think creatively and openly and is very easy to comment on. An important point in dealing with the post-millennial generation by providing specific direction for understanding ethics in social life. In the learning process, post millennial generation has visual characteristics, tries and sees the results of the process, wants the teacher as a facilitator, learning starts with "how", and is very easy to get information / knowledge. This is a challenge in determining the right learning strategy for them. With the problem-based learning method it is expected that students / vocational high school (SMK) students will be able to create something different to produce rewards in the form of money as well as personal satisfaction and freedom. Students are required to understand the importance of maintaining health by maintaining and protecting food hygiene, through controlling environmental factors that can or can cause illness and health problems.