p-Index From 2021 - 2026
15.819
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DIKSI Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Equator Journal of Management and Entrepreneurship Journal of Educational, Health and Community Psychology KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Geoplanning : Journal of Geomatics and Planning Jurnal Dakwah Risalah KOMUNITAS JURNAL PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM REKAYASA PSYMPATHIC Jurnal Al-Ijtimaiyyah At-Taqaddum Isamic Communication Journal Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies International Journal Ihya' 'Ulum al-Din Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Jurnal SOLMA Journal Of Nursing Practice JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Kamaya: Jurnal Ilmu Agama JURNAL PAUD AGAPEDIA An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Lembaran Masyarakat: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam MUHARRIK: JURNAL DAKWAH DAN SOSIAL Jurnal Ilmu Dakwah Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Revitalisasi : Jurnal Ilmu Manajemen Riayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan REMIK : Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Widya Aksara: Jurnal Agmaa Hindu Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Ta'lim al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban 'A Jamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Jurnal At-Taghyir : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam TADBIR: Jurnal Manajemen Dakwah FDIK IAIN Padangsidimpuan ADDIN Iqtishadia: Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Islam Journal of Advanced Guidance and Counseling Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Integral : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Acitya Bhakti Prosperity: Journal of Society and Empowerment Journal of Education Research Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Jurnal Komunikasi Islam Pelita Teknologi : Jurnal Ilmiah Informatika, Arsitektur dan Lingkungan Jurnal Manajemen Dakwah Alhiwar: Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Jurnal Peradaban Masyarakat (JPM) Unisia Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Sociocouns: Journal of Islamic Guidance and Counseling Ekalaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia INDEV: International Journal of Islamic Community Development Innovative: Journal Of Social Science Research Al-Musyrif : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam HIKMAH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam JAZIRAH: JURNAL PERADABAN DAN KEBUDAYAAN Islah: Journal of Islamic Literature and History Indev: Literasi Media Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Journal of Islamic Studies and Civilization Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat MEDIAKOM : Jurnal Ilmu Komunikasi Journal of Islamic Studies and Civilization TRJ (Tourism Research Journal) Refleksi: Jurnal Riset dan Pendidikan Journal of Arabic Studies Kolaborasi Masyarakat Journal of Nutrition and Public Health Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Jurnal empower : jurnal pengembangan masyarakat Islam Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : isamic communication journal

Study of da'wah texts on muslim.or.id: The perspective of Sara Mills' critical discourse analysis Rifqi Syauqi Nur; Agus Riyadi
Islamic Communication Journal Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2023.8.1.16258

Abstract

The massive transformation towards digitalization has brought about many innovative media approaches in preaching, such as the emergence of preaching websites and other platforms. The ease and fast process of publication have resulted in diverse texts of preaching, each with its unique characteristics. One of these websites is muslim.co.id, which focuses on discussing the virtues of men and glorification. This research is a qualitative study utilizing the critical discourse analysis model proposed by Sara Mills. The findings of this study reveal that the choice of words or phrases used and the focus of several articles on the Muslim.co.id website tend to exhibit a strong patriarchal tendency. This is evident through the gender issues in the texts and the superiority of men. Gender issues identified in the analysis include the subordination of women, stereotyping, and neglecting.  This study contributes to efforts to encourage the presence of egalitarian online religious media in accordance with religious (Islamic) principles that reject all forms of injustice. ***Transformasi besar besaran menuju digital memunculkan banyak inovasi media dakwah seperti hadirnya situs dakwah ataupun dalam platform yang lainnya. Kemudahan serta proses yang cepat untuk publikasi berdampak pada teks dakwah yang semakin beragam dengan keunikannya masing masing. Salah satu situs tersebut ialah muslim.co.id. Situs media dakwah tersebut mempunyai corak dakwah yang cukup konsen dalam membahas keutamaan laki laki dan glorifikasinya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan critical discourse analysis model Sara Mills. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa diksi atau kalimat yang dipakai serta konsen dari beberapa artikel yang ada di situs Muslim.or.id memuat tendensi patriarkal yang cukup lekat. Hal tersebut dibuktikan dengan objektifikasi perempuan dalam sebuah teks dan superioritas laki laki. Adapun isu gender yang dapat dideteksi ialah subordinasi perempuan, stereotiping, dan neglecting. Kajian ini berkontribusi bagi upaya mendorong hadirnya media keagamaan online yang egaliter sesuai dengan prinsip keagamaan (Islam) yang menolak segala bentuk ketidakadilan.
Da'wah in the digital era: Analysis of Husain Basyaiban's da'wah message in TikTok content Amelia, Riska; Riyadi, Agus; Murtadho, Ali
Islamic Communication Journal Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2024.9.1.18930

Abstract

This study is motivated by the development of social media as a means of preaching, including Husain Basyaiban's Tiktok. This study aims to find out what da'wah messages are contained in the TikTok content in terms of the meaning of denotation, connotation, and myth. Therefore, this study is library research with a descriptive qualitative approach. The semiotic analysis used is the Roland Barthes model, a theoretical framework that examines signs and their meanings in cultural contexts. In this analysis, we identified and interpreted the signs (visual and textual elements) in Husain Basyaiban's TikTok video, considering their cultural and social contexts. The results of the analysis show that the video contains several meanings and messages, namely: mutual respect between religious communities, not insulting other people's beliefs, respecting other people's religious rituals when religion is insulted, fighting, being careful in protecting your beliefs, the importance of conscience in maintaining tolerance, Islam is the true religion, there is no prejudice against religions other than Islam, preaching is an obligation, and Muslims carry a great trust. Then, in Husain Basyaiban's TikTok video, researchers also found the meaning of the video's denotation, connotation, and myth. With the meaning obtained, this study implies the importance of disseminating da'wah content through social media. Social media like TikTok can display short moral content but with deep meaning.*****Studi ini dilatarbelakangi oleh perkembangan media sosial sebagai sarana dalam berdakwah diantaranya adalah Tiktok Husain Basyaiban. Studi ini bertujuan untuk mengetahui apa saja pesan dakwah yang terkandung dalam konten tiktok tersebut dilihat dari makna denotasi, konotasi, dan mitos. Oleh karenanya studi ini merupakan studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Analisis yang digunakan merupakan analisis semiotika dengan model Roland Barthes. Hasil analisis menunjukkan bahwa di dalam video tersebut mengandung beberapa makna dan pesan, yakni: saling menghormati antar umat beragama, tidak menghina keyakinan orang lain, menghormati ritual agama orang lain, ketika agama dihina wajib dilawan, berhati-hati dalam menjaga akidah, pentingnya hati nurani dalam menjaga toleransi, Islam adalah agama yang benar, tidak berburuk sangka terhadap agama selain Islam, berdakwah merupakan suatu kewajiban dan umat Islam mengemban amanah yang besar. Kemudian dalam video tiktok Husain Basyaiban, peneliti juga menemukan makna denotasi, konotasi dan mitos dari video tersebut. Dengan makna yang didapat tersebut, studi ini mengimplikasikan pentingnya diseminasi konten dakwah melalui media sosial. Media sosial seperti TikTok dapat menampilkan konten moral singkat tetapi dengan makna yang mendalam.
Deradicalization da'wah: Religious rehabilitation efforts for former terrorism convicts Rozi, Fachrur; Supena, Ilyas; Riyadi, Agus
Islamic Communication Journal Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2024.9.2.23317

Abstract

Terrorist acts that often claim religious grounds have become a significant threat to national stability. Based on data from the National Counterterrorism Agency (BNPT), Indonesia, terrorist attacks not only cause casualties but also have an impact on public perception of Islam. This study aims to understand why radical ideology often persists among former terrorist convicts and how deradicalization preaching plays a role in their rehabilitation. This descriptive qualitative study uses a sociological approach, using data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that radical ideology persists due to limited social support, non-holistic deradicalization programs, ideological backgrounds, and social stigma. External factors such as the lack of special programs, limited officer training, and inconsistent funding also contribute. Deradicalization preaching plays a crucial role by teaching peaceful religious values, empowering socially and economically, reducing social stigma, and involving families and communities. For effective rehabilitation, deradicalization preaching must be holistic, involve various parties, and consider cultural, social, and economic aspects to address the root causes of radicalization. ***** Aksi terorisme yang sering mengklaim landasan agama telah menjadi ancaman besar terhadap stabilitas nasional. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Indonesia, serangan teror tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga berdampak pada persepsi publik terhadap Islam. Penelitian ini bertujuan untuk memahami mengapa faham radikal sering kali tetap bertahan di kalangan mantan narapidana terorisme dan bagaimana dakwah deradikalisasi berperan dalam rehabilitasi mereka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologis, menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faham radikal tetap bertahan disebabkan oleh dukungan sosial yang terbatas, program deradikalisasi yang tidak holistik, serta latar belakang ideologi dan stigma sosial. Faktor eksternal seperti kurangnya program khusus, keterbatasan pelatihan petugas, dan pendanaan yang tidak konsisten juga berkontribusi. Dakwah deradikalisasi memainkan peran krusial dengan mengajarkan nilai-nilai agama yang damai, memberdayakan secara sosial dan ekonomi, mengurangi stigma sosial, dan melibatkan keluarga serta komunitas. Untuk rehabilitasi yang efektif, dakwah deradikalisasi harus holistik dan melibatkan berbagai pihak, serta mempertimbangkan aspek budaya, sosial, dan ekonomi untuk mengatasi akar penyebab radikalisasi secara menyeluruh.
Da'wah in the digital era: Analysis of Husain Basyaiban's da'wah message in TikTok content Amelia, Riska; Riyadi, Agus; Murtadho, Ali
Islamic Communication Journal Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2024.9.1.18930

Abstract

This study is motivated by the development of social media as a means of preaching, including Husain Basyaiban's Tiktok. This study aims to find out what da'wah messages are contained in the TikTok content in terms of the meaning of denotation, connotation, and myth. Therefore, this study is library research with a descriptive qualitative approach. The semiotic analysis used is the Roland Barthes model, a theoretical framework that examines signs and their meanings in cultural contexts. In this analysis, we identified and interpreted the signs (visual and textual elements) in Husain Basyaiban's TikTok video, considering their cultural and social contexts. The results of the analysis show that the video contains several meanings and messages, namely: mutual respect between religious communities, not insulting other people's beliefs, respecting other people's religious rituals when religion is insulted, fighting, being careful in protecting your beliefs, the importance of conscience in maintaining tolerance, Islam is the true religion, there is no prejudice against religions other than Islam, preaching is an obligation, and Muslims carry a great trust. Then, in Husain Basyaiban's TikTok video, researchers also found the meaning of the video's denotation, connotation, and myth. With the meaning obtained, this study implies the importance of disseminating da'wah content through social media. Social media like TikTok can display short moral content but with deep meaning.*****Studi ini dilatarbelakangi oleh perkembangan media sosial sebagai sarana dalam berdakwah diantaranya adalah Tiktok Husain Basyaiban. Studi ini bertujuan untuk mengetahui apa saja pesan dakwah yang terkandung dalam konten tiktok tersebut dilihat dari makna denotasi, konotasi, dan mitos. Oleh karenanya studi ini merupakan studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Analisis yang digunakan merupakan analisis semiotika dengan model Roland Barthes. Hasil analisis menunjukkan bahwa di dalam video tersebut mengandung beberapa makna dan pesan, yakni: saling menghormati antar umat beragama, tidak menghina keyakinan orang lain, menghormati ritual agama orang lain, ketika agama dihina wajib dilawan, berhati-hati dalam menjaga akidah, pentingnya hati nurani dalam menjaga toleransi, Islam adalah agama yang benar, tidak berburuk sangka terhadap agama selain Islam, berdakwah merupakan suatu kewajiban dan umat Islam mengemban amanah yang besar. Kemudian dalam video tiktok Husain Basyaiban, peneliti juga menemukan makna denotasi, konotasi dan mitos dari video tersebut. Dengan makna yang didapat tersebut, studi ini mengimplikasikan pentingnya diseminasi konten dakwah melalui media sosial. Media sosial seperti TikTok dapat menampilkan konten moral singkat tetapi dengan makna yang mendalam.
Deradicalization da'wah: Religious rehabilitation efforts for former terrorism convicts Rozi, Fachrur; Supena, Ilyas; Riyadi, Agus
Islamic Communication Journal Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2024.9.2.23317

Abstract

Terrorist acts that often claim religious grounds have become a significant threat to national stability. Based on data from the National Counterterrorism Agency (BNPT), Indonesia, terrorist attacks not only cause casualties but also have an impact on public perception of Islam. This study aims to understand why radical ideology often persists among former terrorist convicts and how deradicalization preaching plays a role in their rehabilitation. This descriptive qualitative study uses a sociological approach, using data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that radical ideology persists due to limited social support, non-holistic deradicalization programs, ideological backgrounds, and social stigma. External factors such as the lack of special programs, limited officer training, and inconsistent funding also contribute. Deradicalization preaching plays a crucial role by teaching peaceful religious values, empowering socially and economically, reducing social stigma, and involving families and communities. For effective rehabilitation, deradicalization preaching must be holistic, involve various parties, and consider cultural, social, and economic aspects to address the root causes of radicalization. ***** Aksi terorisme yang sering mengklaim landasan agama telah menjadi ancaman besar terhadap stabilitas nasional. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Indonesia, serangan teror tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga berdampak pada persepsi publik terhadap Islam. Penelitian ini bertujuan untuk memahami mengapa faham radikal sering kali tetap bertahan di kalangan mantan narapidana terorisme dan bagaimana dakwah deradikalisasi berperan dalam rehabilitasi mereka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologis, menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faham radikal tetap bertahan disebabkan oleh dukungan sosial yang terbatas, program deradikalisasi yang tidak holistik, serta latar belakang ideologi dan stigma sosial. Faktor eksternal seperti kurangnya program khusus, keterbatasan pelatihan petugas, dan pendanaan yang tidak konsisten juga berkontribusi. Dakwah deradikalisasi memainkan peran krusial dengan mengajarkan nilai-nilai agama yang damai, memberdayakan secara sosial dan ekonomi, mengurangi stigma sosial, dan melibatkan keluarga serta komunitas. Untuk rehabilitasi yang efektif, dakwah deradikalisasi harus holistik dan melibatkan berbagai pihak, serta mempertimbangkan aspek budaya, sosial, dan ekonomi untuk mengatasi akar penyebab radikalisasi secara menyeluruh.
News coverage of the Palestinian conflict with Israel: A framing analysis of the October 7, 2023, Hamas attack Ibrahim, Malik; Riyadi, Agus; Andriani, Kiki; Elma Fitriani, Nanda; Alif, Aslikhatul Ummah Sofi
Islamic Communication Journal Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2025.10.2.25118

Abstract

One of the prolonged conflicts between Palestine and Israel has yet to find a solution. This study aims to explore Indonesian online media in framing news about the Palestinian-Israeli conflict during the Hamas attack on October 7, 2023. It analyzes the factors that influence framing, public opinion, and foreign policy. This study uses qualitative research with a framing analysis approach. As for data collection techniques through observation, digital searches, news selection, and documentation. Data analysis uses Robert N. Entman's framing model, and data validity uses audit trails. The results show that Indonesian media frames the conflict with different emphases within a strong pro-Palestinian consensus. Kompas.com and CNBC Indonesia emphasize the cycle of structural violence, Liputan6.com focuses on the humanitarian tragedy, SINDOnews.com sees it as a geopolitical maneuver, and Metrotvnews.com sees it as a struggle for independence. Although varied, all media outlets show sympathy for Palestine with ambiguous diction for Hamas and encourage diplomatic solutions. This framing is shaped by a national consensus based on religious solidarity, anti-colonial identity, and alignment between public opinion, government policy, and media coverage. This study contributes to Islamic communication scholarship by showing how religious solidarity, justice, and anti-colonialism shape media framing and mediate the relationship between Muslim public opinion, state policy, and media discourse. ***** Salah satu konflik berkepanjangan antara Palestina dan Israel belum menemukan solusi. Penelitian ini bertujuan  mengeksplorasi media online Indonesia dalam membingkai berita konflik Palestina-Israil pada serangan Hamas tanggal 7 Oktober 2023. Menganalisis faktor yang mempengaruhi framing, opini publik dan kebijakan luar negeri. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis framing. Teknik pengumpulan data dengan observasi, pencarian digital, seleksi berita dan dokumentasi. Analisis data dengan model framing Robert N. Entman, dan validitas data dengan audit trail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, media Indonesia membingkai konflik dengan penekanan berbeda dalam konsensus pro-Palestina yang kuat. Kompas.com dan CNBC Indonesia menekankan siklus kekerasan struktural, Liputan6.com fokus pada tragedi kemanusiaan, SINDOnews.com melihatnya sebagai manuver geopolitik, dan Metrotvnews.com sebagai perjuangan kemerdekaan. Meski variatif, semua media menunjukkan simpati pada Palestina dengan diksi ambigu untuk Hamas serta mendorong solusi diplomatik. Framing ini dibentuk oleh konsensus nasional berbasis solidaritas agama, identitas anti-kolonial, dan keselarasan antara opini publik, kebijakan pemerintah, serta pemberitaan media. Penelitian ini berkontribusi pada kajian komunikasi Islam dengan menunjukkan bagaimana solidaritas keagamaan, keadilan, dan anti-kolonialisme membentuk framing media serta memediasi hubungan antara opini publik Muslim, kebijakan negara, dan wacana media.  
Co-Authors Aat, Aat Abdul Karim Abdul Karim Abdul Rozak Abdul Rozaq Abdullah Hadziq Achmad Tubagus Surur Adawiyah Adawiyah, Rabiya Tul Adawiyah, Umi Robiatul Adelina Hasyim Adeni, Adeni Adi Slamet Kusumawardana Adissa, Kurnia Nur Afiani, Kiki Dhea Agus Nurhadi Ahmad Faqih Ahmad Faqih Ahmad Hariyadi Ahmad Khumaidi Alamsyah, Sirhan Ali Murtadho Ali Murtadho Ali, Mukti Alif, Aslikhatul Ummah Sofi Amalia, Nadwa Mutiara Anas Ahmad Andri Firmansyah ANDRIANI, KIKI Anggun Sari, Putri Apriliani, Alma Arief Ajie Pamungkas Emnoor Aroyandini, Elvara Norma Artamevia, Neng Syifa Aryapranata, Aryawan Asaniah, Alwah Asep Firmansyah Aulia, Sulthon Awaludin Pimay Azhari, Faiz Baehaqi Barokah, Sulih Nur Bilqis Amalia Hasna Budiman, Surya Fajar Dedy Susanto Devita Gantina Dyah Yulia Ningsih Elda Nurmalinda Elma Fitriani, Nanda Endarto Adi Nugroho Fachrur Rozi Fajriani, Sania Dina Fania Mutiara Savitri Fatimah, Titim Siti Fetty Asmaniati Fuat Rejeki Haeruddin Hamid, Nur Hamsa Haryono, Joko Hasanuddin, H. Muh. Iqbal Hashim, Mohmadisa Hasyim Hasanah Hatta Abdul Malik Helena Vidya Sukma Hendri Hermawan Adinugraha Heni Fitrianti Hidayatul Khasanah Hikmah, Nadia Nur Hilwa Widad Hutagalung, Husen Ilma’nun, M. Lulu Ilyas Supena Imam Anas Hadi, Imam Anas Intan Lestari Irfal, Irfal Isnani Jauza', Nur Faridatul Juhadi Juhadi Kamelia Cindy Astuti Karim, Abdul Karmiati, Karmiati Karmiati, Karmiati Karmiati, Karmiati Kasmuri Kasmuri Kasmuri Kasmuri Kasmuri Kasmuri, Kasmuri Khasanah, Hidayatul Labib, Refa Mughni Leengaedayee, Paisul Lijea, Isma. Ae. Lintang Mustika Lukmanul Hakim Lukmanul Hakim Lutfiyanah Lutfiyanah Mahat, Hanifah Malik Ibrahim Malik Ibrahim Masruroh, Emas Matori, Matori Maulidah, Sopi Napilah Mawarni, Aprilia Tri Melinda Sandra Aeni Mochammad Imron Awalludin Mudhofi, M. Mudhofi, Mudhofi Muhamad Ridwan Muhammad Anam Alhakim Muhammad Syaifudin Muhammad Syarifuddin Muhammad Syarifuddin Mukaromah, Muslikatul Munadi Munadi Mursyid, Achmad Yafik Murthado, Ali Mustafirin Mustafirin, Mustafirin Mustolehudin Mustolehudin Musyafak, Najahan Nada, Winda Qotrun Najwa Sulthon Najwa Zain, Aulia Nanda Arinal Haqi Neng Fitria Nida, Nushrotun Nilam Sari, Dewi Nisa Aulia Ningsih Nova Indriyanti Nugraha, Rahmat Mulya Nur Ariyanto Eva Nuriatulfajr Nur Chamidah NUR HAMID Nurbaeti Nurbaeti Nurbini Nurhidayanti, Nisa Nurohman, Nurohman Octarina, Dian Oktavia, Riska Pangkerego, Eduard R Parida, Hasna Pradhipta, RMW Agie Puadah, Sri Samrotul Purwo susongko Pusparani, Pusparani Putra, Muhammad Rinaldy Putri, Fitri Ariana qurrotin ummah idah Rachman, Arief Faizal Rahayu, Nurti Rahmani, Tafida Kayla Rahmat Ingkadijaya Raihan, Muhammad Respati, Iklima Nur Reyza, Fadilla Arfa Rianto Rianto Rifqi Syauqi Nur Rina Susanti Riska Amelia Rizqi , Anggi Maulana Rizqi, Anggi Maulana Robiatul Adawiyah Rohmah, Umi Amanatur Rusmadi Rusmadi Rusmadi Rusmadi Saerozi Saerozi Saerozi Saerozi Sahib, Muzdalipah Samsul Bahri Saputri, Jihan Irwana Sari, Nur Nilam Sari, Putri Anggun Setyastama, R. Shulthoni , Muhamad Siti Nur Aisa Sobaruddin, Miftah solihat, siti Sugeng, Novita Widyastuti Sugiarso Sugiarso Sugiarso, Sugiarso Sugirin Sugirin Sulistio Sulistio Sulistio Sulistio Sulton Djasmi Suprihatiningsih, Suprihatiningsih Syahrul Ganda Sukmaya Syifa Mardhiyah Toha Saifudin Tri Djoko Sulistiyo, Tri Djoko Verdino, Fadhel Wahyuni, Andi Indri Wigati, Yunika Indah Winastu, Hadna Trie Winda Qotrun Nada Windy Ernaeny Wisnu Wardani, Dewi Ayu Wulandari, Ayu Niken Yudan Hermawan Yuli Nurkhasanah, Yuli Yuliani, Trika Yulianti Yulianti Yunika Indah Wigati Yunika Wigati Yusup Iswanto, Ahmad Zamroni, Hakim Zulfikar Ganna Priyangga