Claim Missing Document
Check
Articles

Evolusi Madrasah di Indonesia: Analisis Historis Komparatif terhadap Dinamika Kelembagaan, Kurikulum, dan Pedagogi (1945–2025) Delvia, Melda; Samad, Duski; Mamad, Firdaus Sutan; Wahyuni, Denny; Sartini, Titi
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 23 No. 1 (2025): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i1.571

Abstract

Madrasah di Indonesia telah berevolusi signifikan dari Orde Lama (1945–1965), Orde Baru (1966–1998), hingga Era Reformasi (1998–2025), mencerminkan adaptasi terhadap dinamika sosial-politik dan kebutuhan pendidikan. Penelitian ini menganalisis perkembangan kelembagaan, kurikulum, pendanaan, dan profesionalisasi guru menggunakan pendekatan kualitatif historis-komparatif berbasis studi kepustakaan, dengan data dari dokumen resmi (UU No. 4/1950, UU No. 2/1989, UU No. 20/2003), literatur akademik, dan laporan kebijakan periode 1945–2025, dianalisis melalui triangulasi sumber dan analisis konten kualitatif. Hasilnya menunjukkan pengakuan formal madrasah melalui kebijakan tersebut, dengan kemajuan kurikulum yang mengintegrasikan pendidikan agama dan keterampilan serta digitalisasi melalui Program ekstrakurikuler seperti kegiatan keagamaan, seni Islami, dan lain-lain. Meskipun demikian tantangan disparitas infrastruktur dan pendanaan masih ada, terutama di daerah terpencil. Madrasah telah menjadi institusi adaptif dan kompetitif, namun memerlukan kebijakan inklusif untuk mengatasi ketimpangan regional dan meningkatkan daya saing global sesuai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Menelusuri Kedalaman Ilmu Kalam; Antara Esensi Dan Eksistensinya Dalam Islam Nabilah Jihana; Samad, Duski; Zulheldi
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 1 No 1 (2024): 2024
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qazi.v1i1.123

Abstract

Ilmu Kalam adalah Ilmu yang membahas soal-soal keimanan yang sering juga disebut Ilmu Aqaid atau Ilmu Ushuluddin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kedalaman ilmu kalam, dengan fokus pembahasannya antara esensi dan eksistensinya dalam Islam. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), dimana seluruh data diambil melalui buku, jurnal dan dokumen yang berkaitan dengan tema penelitian, teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa ilmu kalam sebuah ilmu yang mengkaji tentang yang bersangkutan dengan Tuhan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan Tuhan, hubungan manusia dengan Tuhan, dan hubungan Tuhan dengan manusia. Esensi ilmu kalam terdapat adanya pertanyaan-pertanyaan yang berfokuskan hanya pembahasan ketauhidan saja. oleh sebab itu, adanya para pemikir Islam dapat membantu memeberikan jawaban sebagai penguat pemahaman umat Islam secara lebih dalam dan kritis. Adapun aliran ilmu kalam, yaitu khawarij, syi’ah, murji’ah, jabariyah, qadariyah, dan mu’tazilah. Eksistensinya ilmu kalam memiliki bukti melalui sejarahnya, dengan adanya pemikiran dan perdebatan para pemikir Islam yang membahas tentang ketauhidan
Telaah Kritis Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia Sa'adah, Nailus; Samad, Duski; Zulheldi
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 1 No 1 (2024): 2024
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qazi.v1i1.144

Abstract

Masuknya Islam ke Indonesia merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah bangsa ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jalur dan proses penyebaran Islam di Indonesia serta dampaknya terhadap perubahan sosial dan budaya masyarakat setempat. Metode penelitian ini menggunakan library riset atau studi Pustaka, untuk menganalisis berbagai sumber sejarah, seperti catatan perjalanan, kronik kerajaan, serta literatur sejarah yang tersedia untuk mengungkap proses penyebaran Islam di berbagai wilayah Indonesia. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Masuknya Islam ke IndonesiaIslam masuk ke Indonesia melalui beberapa jalur, yaitu jalur perdagangan, perkawinan, dan dakwah. Perdagangan menjadi jalur utama penyebaran Islam karena pedagang Muslim dari Arab, India, dan Persia berdagang di pelabuhan-pelabuhan besar di Indonesia, terutama di Sumatra, Jawa, dan Maluku. Proses ini berlangsung sejak abad ke-13 hingga ke-15. Proses Islamisasi yang Berbeda di Setiap Wilayah. Proses Islamisasi di Indonesia tidak seragam. Di Aceh, misalnya, Islam berkembang lebih cepat dengan pengaruh kerajaan Islam yang kuat, sementara di Bali dan beberapa bagian Indonesia Timur, proses Islamisasi lebih lambat dan sering kali melibatkan interaksi budaya serta kebiasaan Masyarakat. Pengaruh Islam terhadap Masyarakat Indonesia Islam membawa perubahan besar dalam struktur sosial dan budaya masyarakat Indonesia. Penyebarluasan islam di Indonesia dipengaruhi oleh tokoh-tokoh agama yang ikut berkontribusi, peran walisongo serta Kesultanan-kesultanan Islam di Indonesia, seperti Kesultanan Demak, Mataram, Aceh, dan Ternate, memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Indonesia.
Pesantren: Asal Usul, Pertumbuhan Kelembagaan dan Karakteristik Tiffani, Tiffani; Samad, Duski; Nurhasnah, Nurhasnah; Mardianto, Mardianto; Mindayula , Efry
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk. Melihat eksistensi pesantren, terkait dengan asal usul pesantren, pertumbuhan kelembagaan dan karakteristik pesantren. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (library research). Secara keseluruhan, pesantren memegang peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Islam Indonesia. Sebagai pusat pendidikan dan penyiaran Islam, surau tidak hanya menjadi tempat untuk memperdalam pengetahuan agama, tetapi juga untuk menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat luas. Selain itu, sebagai pusat tarekat, surau memberikan ruang bagi pengembangan spiritualitas individu dan pengamalan ajaran mistik Islam. Di samping itu, surau juga berfungsi sebagai pusat pembinaan adat dan budaya Minangkabau, menjaga keberlangsungan dan melestarikan tradisi lokal. Dengan peran ganda sebagai pusat agama dan kebudayaan, surau menjadi landasan yang kokoh dalam memelihara identitas agama dan budaya masyarakat Minangkabau.
Pesantren: Kitab Kuning, Kiyai dan Tarekat dan Pengaruhnya Dalam Kehidupan Sosial Keagamaan Siregar, Zulfahman; Samad, Duski
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

xx
Evolusi Madrasah di Indonesia: Analisis Historis Komparatif terhadap Dinamika Kelembagaan, Kurikulum, dan Pedagogi (1945–2025) Delvia, Melda; Samad, Duski; Mamad, Firdaus Sutan; Wahyuni, Denny; Sartini, Titi
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 23 No. 1 (2025): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i1.571

Abstract

Madrasah di Indonesia telah berevolusi signifikan dari Orde Lama (1945–1965), Orde Baru (1966–1998), hingga Era Reformasi (1998–2025), mencerminkan adaptasi terhadap dinamika sosial-politik dan kebutuhan pendidikan. Penelitian ini menganalisis perkembangan kelembagaan, kurikulum, pendanaan, dan profesionalisasi guru menggunakan pendekatan kualitatif historis-komparatif berbasis studi kepustakaan, dengan data dari dokumen resmi (UU No. 4/1950, UU No. 2/1989, UU No. 20/2003), literatur akademik, dan laporan kebijakan periode 1945–2025, dianalisis melalui triangulasi sumber dan analisis konten kualitatif. Hasilnya menunjukkan pengakuan formal madrasah melalui kebijakan tersebut, dengan kemajuan kurikulum yang mengintegrasikan pendidikan agama dan keterampilan serta digitalisasi melalui Program ekstrakurikuler seperti kegiatan keagamaan, seni Islami, dan lain-lain. Meskipun demikian tantangan disparitas infrastruktur dan pendanaan masih ada, terutama di daerah terpencil. Madrasah telah menjadi institusi adaptif dan kompetitif, namun memerlukan kebijakan inklusif untuk mengatasi ketimpangan regional dan meningkatkan daya saing global sesuai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
EXPLORING SUFISTIC VALUES IN THE CONTEXT OF ADAT BASANDI SYARAK: A STUDY OF IBN TAYMIYYAH'S SUFISM AND ITS RELEVANCE TO SOUTHEAST ASIAN ISLAMIC TRADITIONS Hadi, Rahmad Tri; Samad, Duski; Gazali, Gazali; Ahmad
Al-A'raf : Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/ajpif.v21i2.10419

Abstract

This study explores Sufistic values within the Minangkabau philosophy of “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” (ABS-SBK) through the lens of Ibn Taymiyyah’s Sufism. Known for his critiques of excessive mysticism, Ibn Taymiyyah also advocates a balanced Sufism that integrates devotion to God with social benefit. This research adapts his ideas to the Minangkabau context, emphasizing the compatibility between Islamic spirituality and local traditions. Using a descriptive-analytical method with an integrative approach, the study draws on Ibn Taymiyyah’s works as primary sources, supplemented by relevant secondary literature. The findings highlight key Sufistic elements in ABS-SBK, including self-purification, simplicity in living, the integration of spirituality with social responsibilities, critical engagement with bid‘ah, alignment of adat (custom) with syarak (Islamic law), and the pivotal roles of religious scholars (ulama) and cultural leaders (pemangku adat). Additionally, it identifies Sufistic dimensions in the cultural role of Bundo Kanduang in Minangkabau society. This study offers a novel perspective by bridging Ibn Taymiyyah’s moderate Sufism with Minangkabau’s local wisdom, providing a model for harmonizing Islamic principles with indigenous traditions. Its implications extend to broader discussions on contextualizing Islamic spirituality within diverse cultural settings.
PESANTREN DAN PEMBAHARUANNYA ARAH DAN IMPLIKASI KASUS PESANTREN GONTOR Hendrayadi, Hendrayadi; Samad, Duski
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.29377

Abstract

Penelitian ini membahas peran dan perubahan Pesantren Gontor sebagai institusi pendidikan agama dan kebudayaan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pesantren Gontor memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pendidikan agama dan kebudayaan Islam. Selain itu, Pesantren Gontor telah mengalami beberapa perubahan, termasuk perubahan kurikulum, metode pengajaran, dan penggunaan teknologi, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan partisipasi siswa.
Local Wisdom 'Sumbang Duo Baleh' Its Role in Shaping the Religious Character of Elementary School Students Wahyuni, Resti; Samad, Duski; Zalnur, Muhammad
International Journal of Islamic Studies Higher Education Vol. 4 No. 2 (2025): July
Publisher : Islamic Studies and Development Center in collaboration with Department of Islamic Education Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/insight.v4i2.237

Abstract

Religious character is an important dimension in basic education that aims to shape students to be faithful, pious, and have noble character in accordance with the values of Islamic teachings. This study aims to analyze the role of local wisdom Sumbang Duo Baleh in shaping the religious character of elementary school students. Sumbang Duo Baleh is twelve Minangkabau customary prohibitions rooted in the philosophy of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. The study was conducted at elementary school, which integrates local Minangkabau content into the curriculum. The research method used a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that although there are still obstacles in the form of limited teaching materials and differences in the level of teacher understanding, the implementation of Sumbang Duo Baleh contributes significantly to strengthening students' religious character. The values instilled include behavior that respects others, maintains politeness in dress and speech, and fosters awareness of personal responsibility before Allah SWT. This integration of local wisdom also fosters positive habits in students' daily lives, such as disciplined worship, polite speech, and avoiding reprehensible behavior. These findings confirm that the use of Sumbang Duo Baleh as local content is relevant and effective in supporting the development of students' religious character while simultaneously strengthening Minangkabau cultural identity amidst the currents of modern education.
PERAN TAREKAT DALAM MEMBANGUN SPIRITUALITAS UMAT ISLAM KONTEMPORER Hasanah, Uswatun; Samad, Duski; Zulheldi, Zulheldi
FIKRAH Vol 8 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v8i1.20612

Abstract

Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan diiringi dengan munculnya perubahan sosial, budaya, dan pertumbuhan ekonomi merupakan bukti bahwa teknologi dan informasi di indonesia mulai tumbuh ke arah positif. Sufisme telah melahirkan berbagai kepribadian yang besar dan mempunyai intelektual serta gagasan yang hebat salah satunya yaitu memberikan penawaran gagasan pembebasan kepada masyarakat. Keagungan sufi seringkali diukur melalui kebenaran yang diterimanya dan memiliki jalan spiritual yang bersumber pada AlQur’an dan sunnah nabi. Terdapat beberapa doktrin yang disusun oleh para sufi diantaranya yaitu doktrin yang mengkonfirmasi dan menjabarkan kebenaran sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah. berkepanjangan ditambah dengan menurunnya bimbingan spiritual sehingga menyebabkan berbagai bentuk perilaku asusila yang meningkat secara drastis. Selain itu juga ditambah dengan berbagai macam situasi perkembangan zaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran tarekat dalam membangun spiritualitas umat islam kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Hasil dari penelitian ini yaitu tarekat memiliki peranan dalam membangun spiritualitas seperti moral, pendidikan, kesabaran, ketaatan, memperbaiki hubungan dengan Allah, memperbaiki hubungan dengan sesama.