Claim Missing Document
Check
Articles

Herbal Extract as An Antibacterial Against Gram Positive Bacteria Causing Dermatitis Complex I Nyoman Suartha; I GustiKetut Suarjana; Luh Made Sudimartini; I Made Merdana; I Made Dira Swantara
Journal of Veterinary and Animal Sciences Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Institute for Research and Community Service, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JVAS.2017.v01.i01.p07

Abstract

Study in order to evaluate the antibacterial effect of herbal extract from leaves of three different species of plant namely neem(Azadirachtaindica A. Juss), gotu-kola (Centellaasiatica), andsoursop (Annona muricata L) against bacteria causing dermatitis complex in dogs have been undertaken. The antibacterial activities of the herbal extract were evaluated using the agar diffusion test with extract at three different concentrations 5%, 10%, and 25%, respectively.Staphylococcus aureus was isolated from the dermatitis complex cases in dogs. The results showed various antibacterial activities of all the herbal extract at all concentration as indicated by the diameter of inhibition haloes produced around the orifice. The average inhibition haloes for each herbal extract concentration was 2.19± 0.53 mm; 4.32± 0.84 mm; 5.86± 0.79 mm, respectively. It can be concluded that herbal extract from the three plants is a potential antimicrobial against agents causing dermatitis complex.
Perubahan Lesi Makroskopis pada Anjing Kampung Penderita Dermatitis Setelah Dimandikan dengan Eco Enzyme Annisa Budiani; I Nyoman Suartha; Sri Kayati Widyastuti
Jurnal Veteriner Vol 25 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2024.25.1.62

Abstract

Penyakit yang paling umum dijumpai pada hewan kesayangan salah satunya ialah penyakit kulit (dermatitis). Gabungan klinis dari lesi primer dan lesi sekunder dapat teramati sebagai tanda klinis pada anjing penderita dermatitis. Penelitian ini bertujuan mengetahui perkembangan kesembuhan lesi yang dilihat dari perubahan lesi makroskopis pada kulit anjing penderita dermatitis pascapemberian eco enzyme. Anjing yang dijadikan sebagai objek penelitian merupakan anjing kampung dengan rentang umur 5-6 bulan, dan berjeniskelamin betina. Objek penelitian adalah anjing dermatitis yang memiliki keparahan lesi spesifik yaitu lesi yang kompleks gabungan antara lesi primer dan lesi sekunder dengan penyebaran lesi berupa multifokal-ektensif. Sampel penelitian sebayak lima ekor anjing penderita dermatitis dibagi menjadi dua kelompok. Pada Kelompok A, terdiri atas tiga sampel anjing dermatitis dimandikan dengan eco enzyme 10% tiga hari sekali. Pada Kelompok B yaitu terdiri atas dua sampel anjing dermatitis dimandikan dengan eco enzyme10% tiga hari sekali, sebanyak tiga kali mandi kemudian dilanjutkan dimandikan dengan eco enzyme 2% satu minggu sekali. Kedua kelompok diamati setiap tiga hari sekali dimulai dari hari ke-0 hingga hari ke-33. Data dianalisis dengan Uji Friedman dan Uji Wilcoxon, kemudian dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian eco enzyme dapat membantu dalam perbaikan kondisi lesi hingga lesi mengering, papula, eritema dan krusta berkurang, merangsang pertumbuhan rambut hingga tidak dijumpai lagi adanya lesi primer maupun lesi sekunder. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan pemberian eco enzyme berpengaruh nyata terhadap proses kesembuhan lesi anjing penderita dermatitis dan didapatkan bahwa eco enzyme dengan konsentrasi 2% efektif digunakan untuk pengobatan dermatitis.
Laporan Kasus: Urolithiasis dan Infeksi Bakteri Penyebab Penyakit Saluran Perkencingan Bagian Bawah pada Kucing Jantan Mixbreed Apriliana, Kadek Soma; Jayanti, Putu Devi; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 12 (4) 2023
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2023.12.4.535

Abstract

Seekor kucing persia mix British shorthair berjenis kelamin jantan berumur 7 tahun dengan berat badan 4,75 kg, dibawa ke Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Udayana dengan keluhan dysuria, hematuria, nafsu makan dan minum menurun. Pemeriksaan klinis dan fisik menunjukkan kucing kasus tampak lemas, dehidrasi dan mengalami distensi pada abdomen. Pada pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan vesika urinaria penuh berisi urin karena retensi urin. Hasil pemeriksaan hematologi menunjukkan bahwa kucing mengalami leukositosis, limfositosis, MCH dan MCHC turun. Pemeriksaan kimia urin menunjukkan pH 8,0 dan tidak normal pada leukosit, nitrit, protein, dan eritrosit. Pada pemeriksaan sedimentasi urin ditemukan adanya kristal struvit, serta kultur urin ditemukan adanya bakteri Escheria coli dan Staphylococcus sp. Berdasarkan anamnesis, hasil pemeriksaan klinis, dan pemeriksaan penunjang, kucing kasus didiagnosis mengalami urolithiasis dan infeksi bakteri yang menyebakan Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD) dengan prognosis fausta. Penanganan dilakukan dengan pemberian terapi cairan Ringer Lactate, pemasangan cateter urine, injeksi antibiotik cefotaxim, antiinflamasi dexamethasone, dan vitamin K. Obat oral yang diberikan yaitu antibiotik cefadroxil, antiinflamasi dexamethasone, obat herbal yang mengandung ekstraks kejibeling dan suplement yang mengandung zat besi, dan pakan urinary care. Satu minggu pasca terapi kucing dalam kondisi baik, urinasi lancar dan tidak adanya indikasi rasa sakit saat urinasi dan hasil pemeriksaan organoleptik, sedmentasi dan kimia urin tidak adanya keabnormalan.
Laporan Kasus: Otitis Eksterna Bilateral karena Infeksi Otodectes cynotis pada Kucing Persia Saputra, I Nyoman Dwi Eka; Widyastuti, Sri Kayati; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 12 (5) 2023
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2023.12.5.745

Abstract

Otitis adalah peradangan yang terjadi pada saluran telinga. Otitis eksterna adalah peradangan pada saluran eksternal telinga, di luar gendang telinga (membran timpanika). Hewan kasus adalah kucing persia dengan jenis kelamin jantan berumur 20 bulan dan memiliki bobot badan 3,4 kg. Kucing kasus datang ke Rumah Sakit Hewan Pendidikan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana dengan kondisi sering memiringkan kepala ke sebelah kiri sejak tiga bulan yang lalu dan sering menggaruk telinga. Pada pemeriksaan klinis, telinga kucing kasus secara inspeksi terdapat serumen pada saluran telinga kanan dan kiri. Serumen berwarna kecokelatan dan berbau khas serumen telinga yang sangat menyengat. Pemeriksaan secara palpasi pada telinga kiri terdengar suara krepitasi. Pada pemeriksaan penunjang dilakukan swab serumen telinga kanan dan kiri diperiksa di bawah mikroskop cahaya dan menunjukkan kucing terinfeksi tungau Otodectes cynotis. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis, dan pemeriksaan penunjang, kucing kasus didiagnosis mengalami otitis eksterna bilateral. Terapi kausatif diberikan dengan obat tetes telinga yang mengandung kombinasi ivermectin dan chloramphenicol dengan pemberian sebanyak dua tetes setiap dua kali sehari pada telinga kiri dan kanan selama tujuh hari. Hasil setelah dilakukan pengobatan selama tujuh hari menunjukkan perubahan pada kondisi kucing kasus. Setelah dievaluasi dari gejala klinis kucing yang berjalan dengan kepala miring ke kiri sudah semakin membaik dibandingkan sebelum dilakukan pengobatan dan tingkat pruritus pada kucing kasus semakin berkurang.
Laporan Kasus: Penanganan Infeksi Parvovirus pada Anjing Kacang Umur Tiga Bulan Insani, Widia; Anthara, Made Suma; Suartha, I Nyoman; Kamaliana, Baiq Reni
Indonesia Medicus Veterinus Vol 12 (6) 2023
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2023.12.6.820

Abstract

Canine parvovirus (CPV) merupakan virus yang sangat infeksius, penyebab kematian tertinggi pada bangsa anjing di seluruh dunia. Infeksi parvovirus prevalensinya lebih tinggi ditemukan pada anjing umur di bawah enam bulan. Seekor anjing lokal diperiksa di tempat Praktek Dokter Hewan Ari Sapto Nugroho dengan keluhan; tidak nafsu makan, muntah dan lemas. Hasil pemeriksaan fisik; membran mukosa mulut pucat, Capillary Refill Time (CRT) lebih dari 2 detik, dan anjing lemah. Pemeriksaan hematologi rutin menunjukkan terjadi anemia mikorsitik hipokromik, trombositopenia, leukopenia, limfositosis dan monositosis. Pemeriksaan tes kit menunjukkan hasil positif mengandung antibodi Canine Parvo Virus sehingga anjing kasus didiagnosis terinfeksi Canine Parvovirus (CPV). Terapi yang diberikan pada anjing kasus yaitu terapi cairan menggunakan cairan fisiologis (Ringer Lactate, PT. Widatra Bhakti, Jawa Timur). Cairan fisiologis diberikan melalui rute intra vena selama 5 hari . Selain itu diberikan juga obat antiemetik berupa Maropitant Citrate (Prevomax® 10 mg/mL, LeVet Pharma, Oudewater, Belanda) dengan dosis anjuran 1 mg/kg bb, jumlah pemberian sebesar 0,32 mL [IV; q24h; 5 hari], antibiotik amoxicillin (Amoxicillin 15% LA® 150 mg/mL, Vetoquinol, Amerika) dengan dosis 30 mg/kg bb, jumlah pemberian 0,64 mL [IM; q72h; 2 kali pemberian], Hematodin (Hematodin® 100 ml, PT Romindo Primavet, Jakarta, Indonesia) dengan dosis label 0,5-2 mL/kg bb, jumlah pemberian sebesar 1,6 mL [IM; q24h; 8 hari] dan injeksi Vitamin B kompleks (viamin-34 Inj® 100 ml, Samyang Anipharm, Korea Selatan) dengan dosis label 0,3ml/kg bb, jumlah pemberian sebesar 0,96 ml [SC; q24h; 8 hari]. Selama menjalani masa rawat inap yaitu delapan hari memberikan hasil yang memuaskan terhadap kesehatan anjing kasus dari segi nafsu makan yang membaik, serta menunjukkan tingkah laku menjadi lebih aktif.
EFEKTIVITAS VIDEO EDUKASI TENTANG ANEMIA TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL DALAM MENCEGAH ANEMIA DI PUSKESMAS ABANG 1 KARANGASEM Putu Adi Cahya Dewi; I Nyoman Windhu Paramarta; I Nyoman Suartha
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 3: JULY 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i3.203

Abstract

Anemia in pregnancy can adversely affect maternal and fetal mortality and morbidity. Lack of knowledge of pregnant women about preventing anemia is one of the factors that cause the high incidence of anemia in pregnancy. The purpose of this study was to determine the effectiveness of educational videos on pregnancy anemia on the knowledge of pregnant women in preventing anemia. The research method was Pre-Experimental One-Group Pretest-Postest Design. The research sample was pregnant women in the first, second and third trimesters who were recorded visiting the MCH Poli of Puskesmas 1 Abang Karangasem who met the sample criteria of 20 people selected by purposive sampling technique. Data were collected with knowledge and attitude questionnaires. Data were analyzed by the Wilcoxon Signed Rank Test statistical test. The results showed that the mother's knowledge in preventing anemia increased after the provision of educational videos, where statistically educational videos on pregnancy anemia were effective on the knowledge of pregnant women in preventing anemia (p value = <0.001; α = 0.05). Suggestions to health workers to improve the provision of education and information to pregnant women about anemia in pregnancy through the use of educational media tailored to technology and counseling targets.
Diet-related feline lower urinary tract disease in a mixed-breed angora cat: a case report Sachio, Drevani Angelika; Suartha, I Nyoman; Arjentinia, I Putu Gede Yudhi
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 4 (2024): ARSHI Veterinary Letters - November 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.4.91-92

Abstract

Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD) encompasses bladder and urethral disorders in cats and is influenced by factors such as diet, care, litter hygiene, and activity levels. An eight-year-old mixed-Angora queen weighing 4.1 kg presented with haematuria at the Udayana University Veterinary Teaching Hospital. Despite being active and displaying typical vital signs, the cat experienced abdominal discomfort on palpation. Diagnostic evaluations including macroscopic and microscopic urine analyses revealed haematuria, proteinuria, and struvite crystals. Radiographic and ultrasonographic examinations identified radiopaque material and uroliths in the bladder, with concurrent bladder wall thickening, although the blood parameters were normal. The cat was diagnosed with FLUTD due to urolithiasis and cystitis, and underwent dietary management, increased water intake, and daily CYSTAID Plus® supplementation. In this case, the prognosis remained positive (fausta). After 14 days, a significant improvement was noted in the absence of haematuria, and the urine appeared bright yellow without turbidity.
A Case Report: Treatment of Anaplasmosis and Ectoparasitic Infestation in Mixed-Breed Golden Retriever Dog Situmorang, Fernando Jose Immanuel Clinton; Suartha, I Nyoman; Jayanti, Putu Devi
Media Kedokteran Hewan Vol. 35 No. 3 (2024): Media Kedokteran Hewan
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mkh.v35i3.2024.281-293

Abstract

Anaplasmosis is a disease in dogs caused by intracellular gram-negative bacteria belonging to the Anaplasmataceae family. A 6-month-old mixed-breed golden retriever was examined at the Laboratory of Veterinary Internal Medicine, Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University, with complaints of itching, tick infestation, weakness, and decreased appetite. The clinical examination revealed pale mucous membranes in the mouth and eye conjunctiva, as well as an infestation of Rhipicephalus ticks on the skin. Routine hematological examination indicated the presence of anemia and thrombocytopenia. Blood smear examination confirmed the presence of Anaplasma sp. Treatment was provided in a causative and supportive manner. Causative therapy involved the administration of doxycycline at a dose of 10 mg/kg body weight orally for twenty-eight days, ivermectin at a dose of 0.2 mg/kg body weight injected subcutaneously every two weeks for four weeks. Supportive therapy included the daily administration of Fufang E'jiao Jiang ®(Dong E Ejiao Co, Ltd., Shandong, China) at 2 ml/day and Sangobion® (PT. Merck Tbk, Jakarta, Indonesia) at  one tablet per day for fourteen days. Treatment with doxycycline, ivermectin, Fufang E'jiao Jiang® (Dong E Ejiao Co, Ltd., Shandong, China), and Sangobion® (PT. Merck Tbk, Jakarta, Indonesia) resulted in a positive outcome for the dog, with improved activity, hair growth, good appetite, and the absence of ticks.
Case Report: Ehrlichia ewingii Infection in a Shih Tzu Mix Dog Nazara, Nonitema; Jayanti, Putu Devi; Suartha, I Nyoman
Media Kedokteran Hewan Vol. 35 No. 2 (2024): Media Kedokteran Hewan
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mkh.v35i2.2024.167-178

Abstract

Ehrlichiosis is a dog disease caused by Ehrlichia, a gram-negative intracellular bacterium, and transmitted by ticks of the genus Rhipicephalus sanguineus. This case report aims to identify the infectious agent and describe the treatment for a case of ehrlichiosis. The examination results showed signs of ehrlichiosis in a male shih tzu mix dog aged three months. The dog had been suffering from itching, weakness, decreased appetite, and tick infestations over the entire body for the past month. The physical examination showed that the dog was limping and had pale oral mucosa. Meanwhile, the routine hematological examination showed signs of neutrophilia, hypochromic microcytic anemia, and thrombocytopenia. In addition, the blood smear examination showed intracytoplasmic bodies in the neutrophils of the dog. Blood tests using the test kit showed a positive result for ehrlichiosis. The dog was diagnosed with ehrlichiosis with a good prognosis. The treatment included doxycycline at a dose of 10 mg/kg BW q24h PO for 28 days, Livron B.plex at a dose of 1 tablet per day PO for 14 days, Fufang Ejiao Jiang at a dose of 1 ml per day PO for 14 days, and Bravecto Spot-on. The condition of the dog improved after seven days of treatment. However, the routine hematological examination on day seven still showed signs of anemia and thrombocytopenia, necessitating continued supportive drugs.
Diagnosa dan penanganan Ehrlichiosis pada seekor anjing Pug Dewanti, Desak Gede Bintang Pradnya; Arjentinia, I Putu Gede Yudhi; Suartha, I Nyoman
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.13-14

Abstract

Infestasi caplak pada anjing selain merusak kulit, menimbulkan reaksi inflamasi, dan anemia, caplak juga merupakan vektor parasit darah seperti Ehrlichia spp. sebagai Ehrlihciosis.Tulisan ini melaporkan kasus seekor anjing Pug betina berumur 5 tahun dengan kondisi tubuh dipenuhi caplak. Hasil pemeriksaan klinis ditemukan infestasi caplak pada wajah, telinga, punggung, abdomen, kaki dan interdigital. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan yaitu pemeriksaan complete blood count (CBC), buffy coat smear dan test kit. Hasil pemeriksaan CBC menunjukkan anjing kasus mengalami leukositosis, neutrofilia, anemia mikrositik hipokromik dan trombositopenia. Pemeriksaan buffy coat smear menunjukkan adanya morula Ehrlichia dalam sitoplasma monosit anjing dan hasil test kit positif mengandung antibodi Ehrlichia sehingga anjing didiagnosis menderita Ehrlichiosis. Penanganan dilakukan dengan pemberian antibiotika Doxycycline, Intervetta Dr. Choice Ferro-B dan Fu Fang Ejiao Jiang, PO selama 21 hari. Pasca penanganan, parameter hematologi berupa leukosit, neutrofil, eritrosit dan trombosit sudah kembali dalam rentang normal.
Co-Authors A A N G D Wisesa A A N O Pujawan A A S I Pradnyantari Abram Hary Batistuta Adi Setiawan Adnyana, Ida Bagus Nararya Primastana Agatha Seren Lumban Tobing Agatha Serena Lumban Tobing Aida Lousie Tenden Rompis Alya Nita Shena Gayanti Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Gde Oka Dharmayudha Anak Agung Sagung Istri Pradnyantari Anak Agung Sagung Kendran Anak Agung Sagung Kendran Ananta, Muhammad Ghufron angelina serlin Anita Dwi Handayani Annisa Budiani Annisa Putri Cahyani Annisa Putri Cahyani Apriliana, Kadek Soma Arini Nur Handayani Arini Nur Handayani Arini Nurhandayani Arini Nurhandayani Ayu Fitriani Baiq Indah Pertiwi Bambang Pontjo Priosoeryanto Bhakty, Zatya Wira Bhaskara, Audrey Febiannya Putri BIBIANA W LAY Boro, Saptarima Eka Estiani Cahyaniarta, I Kade Candra Cyrilus Jefferson Bour Daniel Raja Bonar Nainggolan Dewa Odiec Purnawan Dewanti, Desak Gede Bintang Pradnya Dewi, Desak Made Wiga Puspita Dewi, Putu Ayu Purbani Novia Diana Mustikawati Duarsa, Bima Satya Agung DWI SURYANTO Dyah Utami Dewi EKA MAHARDHIKA RATUNDIMA Emy Sapta Budiari Eustokia Yulisa Madu, Eustokia Yulisa Fajar Mubarok Fatmawati Aras Fernandes, Nuno G.A.M.K. Dewi Gede Herdian Permana Putra Gusti Ayu Kencana Gusti Ayu Mayani Kristina Dewi Gusti Ayu Yunianti Kencana Gusti Ayu Yuniati Kencana Heparandita, Ananda Agung Dextra I Gede Soma I Gede Soma I Gusti Agung Arta Putra I Gusti Agung Ayu Suartini I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Badiwangsa Temaja I Gusti Ngurah Bagus Trilaksana I GUSTI NGURAH DIBYA PRASETYA I GUSTI NGURAH KADE MAHARDHIKA I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Gusti Ngurah Mahardika I Gusti Ngurah Mahardika I Gusti Ngurah Narendra I Gusti Ngurah Narendra Putra I Gusti Ngurah Narendra Putra I Gusti Ngurah Narendra Putra I Gusti Ngurah Narendra Putra1, I Gusti Ngurah Narendra, I Gusti Ngurah I Gusti Ngurah Sudisma I GustiKetut Suarjana I K. SUATHA I KADEK SAKA WIRYANA I Ketut Eli Supartika I Ketut Gunata I Ketut Gunatha I Ketut Suada I Ketut Tomy Caesar Ramanda I Komang Wahyu Yuliana I Made Dira Swantara I Made Kardena I Made Merdana I Made Sukada I MADE SUMA ANTARA I Made Suma Anthara I Nengah Sudarmayasa i Nengah Wandia I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suarsana I Nyoman Windhu Paramarta I Putu Gede Yudhi Arjentinia I Putu Indra Parmayoga I Putu Sudiarta I Putu Wira Adi Wibawa I W Y Semarariana I Wayan Batan I Wayan Bebas I Wayan Gorda I Wayan Suardana I wayan Teguh Wibawan I Wayan Wirata I. B. K. Suardana I.A.M.L. Dewi I.A.P. Apsari I.A.P. Gayatri I.B.K. Suardana I.G.A.A. Idayati I.H. Utama I.W. Batan Ida Ayu Dian Kusuma Dewi Ida Ayu Pasti Apsari Ida Ayu Sri Candra Dewi Ida Ayu Sri Chandra Dewi Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Ngurah Swacita Ida Bagus Oka Winaya Ida Bagus Windia Adnyana Iman Bayu Prakoso Darmono Insani, Widia Iwan Harjono Utama Kadek Karang Agustina Kamaliana, Baiq Reni Ketut Budiasa Ketut Sepdyana Kartini Kevin Dominika Komang Andika Purnama Kristiana Yoaltiva Jinorati Kristina Kristina Ledi Natalia Surbakti Levina, Stephanie Luh Dewi Anggreni Luh Gde Sri Surya Heryani Luh Kadek Nanda Laksmi Luh Made Sudimantini Luh Made Sudimartini Lusiana Lasmari Siahaan Luwis, Jeremy Christian M P A Yunikawati M Windhu M.D. Rudyanto Madania, Reydanisa Noor MADE KOTA BUDIASA Made Ririn Sri Wulandari Made Suma Anthara Made Suma Anthara Margaretha Dhea Sinthalarosa Marmanto, Tessa Saputri Mawar Datu Allo Dendang Megariyanthi, Ni Putu Arie Melkias Oagay Melkias Oagay Muh Ramadhan Muhammad Ulqiya Syukron Musdalifa, Annisa Nareswari, Ayu Widya Nazara, Nonitema Nengah Tegar Saputra Ni Ketut Dias Nursanty Ni Ketut Suwiti Ni Ketut Suwiti Ni Komang Ade Juliantari Ni Luh Eka Setiasih Ni Luh Putu Dharmawati Ni Luh Putu Kusuma Clara Dewinda Ni Luh Putu Sriyani Ni Luh Putu Yunita Listiana Dewi Ni Luh Watiniasih Ni Made Ayu Sintya Paramita Ni Made Ernawati Ni Made Restiati Ni Made Rita Krisna Dewi Ni Made Ritha Krisna Dewi Ni Made Ritha Krisna Dewi Ni Made Ritha Krisna Dewi Ni Made Ritha Krisna Dewi2 Ni Nyoman Werdi Susari Ni Nyoman Werdi Susari Ni Putu Ayu Dewi Wijayanti Ni Putu Tiara Indriana Ni Wayan Tatik Inggriati Norawigaswari, Nengah Desy Nyoman Sadra Dharmawan P S Dwipartha P T E Sucitrayani P.I.S.S. Oka P.K. Pebyanthi Patabang, Denselina Lilis Prasatya, I Gde Made Abdi Priska Mariane Serang Putrawan, Baja Sadhayu Putri Utami Putri, Ayu Chitra Adhitya Putu Adi Cahya Dewi Putu Adrian Junaedi Putu Ayu Sisyawati Putriningsih Putu Devi Jayanti Putu Gede Yudhi Arjentinia Putu Hendrywaesa Sudipa Putu Henrywaesa Sudipa Putu Henrywaesa Sudipa Putu Henrywaesa Sudipa Putu Henrywaesa Sudipa Rahim, M. Andry Ratu Shinta Mayasari Remontara, Al Afuw Niha Reny Septyawati Retno Damayanti Soejoedono Rui Daniel de Carvalho S.K. Widyastuti Sachio, Drevani Angelika Samosir, Hartina Saputra, I Nyoman Dwi Eka Saweng, Cikal Farah Irian Jati Sawitajaya, I Made Sayu Raka Padma Wulan Sari, Sayu Raka Padma Wulan Septianingsih, Ni Luh Putu Diah Sheira Tannia Welfalini Sibarani, Oktryna Hodesi Sitohang, Martina Tiodora Situmorang, Fernando Jose Immanuel Clinton Sri Kayati Widyastuti Sri Kayati Widyastuti Sry Agustina Suarniti, Ni Luh Putu Sukoco, Hendro Sutadisastra, Nisha Aisya Suwartini, Ni Komang Swandewi, Ni Kadek Meita Syamsidar Syamsidar Syarif Lalu Hidayatullah T. Sari Nindia Tahlia, Ninis Arsyi Taruklinggi, Utari Resky Tiara L Rona Tjok Gde Oka Pemayun Tjokorda Sari Nindhia TRI KOMALA SARI Tri Suci Galingging, Tri Suci Valerie Xylia Tay Vivi Indrawati Widyanti, Agnes Indah Wijaya, Dhyana Ayu Manggala Willy Moris Nainggolan Wirawan, I Gede WIWIK SUSANAH RITA Wulandari Wulandari Yekhonya Rehuel Sidjabat Yoana Pratiwi Clara Pakpahan Yoga Pratama Nuradi Yosaphat L.S Kote Zumara Mufida Hidayati