Claim Missing Document
Check
Articles

DETEKSI DINI STATUS KESEHATAN, PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TERKAIT COVID-19 I.N. Suartha; I.N. Suarsana; I.G.A.A. Idayati; I.A.P. Gayatri; P.I.S.S. Oka; P.K. Pebyanthi; I.A.M.L. Dewi
Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 2 (2021): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3277.189 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2021.v20.i02.p03

Abstract

Wabah virus corona (Covid-19) yang menginfeksi hampir seluruh negara di dunia, dan dinyatakan sebagai pandemic. Penyebaran yang terjadi di Bali sedang marak akibat transmisi lokal. Pencegahan penularan sangat dipengaruhi oleh sikap, pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status dini kesehatan, pengetahuan dan sikap masyarakat Desa Gulingan berhubungan dengan wabah pandemic COVID-19. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan ke enam banjar masing-masing 20 kuisioner setiap banjar. Data yang dikumpulkan berupa demografi responden, kondisi kesehatan masyarakat berhubungan dengan Covid-19, Pengetahuan, sikap dan perilaku dalam penerapan protocol kesehatan. Pengambilan data kuisioner dilakukan bulan Juli sampai Agustus 2020. Hasil kegiatan surveillance didapatkan sebanyak 94,4% memiliki resiko rendah, 0,8% memiliki resiko sedang. Tingkat pengetahuan masyarakat desa Gulingan seputar Covid-19 tergolong baik sebanyak 69,9%, sedangkan pengetahuan kurang baik sebanyak 30,1%. Perilaku masyarakat dalam menyikapi pandemi Covid-19, didapatkan sebanyak 65,9% telah mematuhi aturan, dan menerapkan protokol kesehatan di dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan sebanyak 34,1% masih tergolong kurang baik. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah: Status kesehatan masyarakat Desa Gulingan terkait Covid-19 memiliki resiko rendah, dengan tingkat pengetahuan baik dan taat protocol kesehatan tinggi. Kata kunci : Covid-19, Pengetahuan, sikap, Surveilance, deteksi dini
PELAYANAN KESEHATAN SAPI DI BANJAR BUANGGA, DESA GETASAN, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG I W. Suardana; I G.N. Sudisma; I K. Suatha; I N. Suartha; Tj. S. Nindhia; I N. Suarsana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 3 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.68 KB)

Abstract

Kesehatan ternak merupakan salah satu faktor penting yang amat menentukan tingkat keberhasilan jalannyasuatu usaha peternakan disamping faktor lainnya seperti pakan, manajemen, bibit, dan lain-lain. BanjarBuangga sebagai salah satu Banjar di Desa Getasan merupakan salah satu daerah potensial untukpengembangan ternak khususnya sapi sehingga menjadikan program pelayanan kesehatan di wilayah tersebutsangat potensial untuk dilakukan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat terhadap ternak sapi di Banjar ini,memperlihatkan respon positif yang dicirikan dengan cukup banyaknya jumlah ternak yang memperolehpelayanan yaitu sejumlah 44 ekor sapi dari 27 petani ternak. Jenis pelayanan yang dilakukan meliputi:pemberian vitamin terhadap semua ternak sapi yaitu 44 ekor (100%), disusul dengan pemberian obat cacingpada 37 ekor (84%), tindakan spraying berupa pemberian gusanex sebanyak 10 ekor (22,8%), pemberianobat butok sebagai anti lalat sebanyak 7 ekor (15.9%), serta pemberian delladryl dan Ivermectin masingmasingpada 2 ekor sapi (4,5%). Hasil ini mengindikasikan bahwa program pengabdian yang dilakukancukup efektif dapat menyentuh kebutuhan dasar petani ternak, sehingga benar-benar dapat dirasakanmanfaatnya.
PENYULUHAN DAN VAKSINASI NEWCASTLE DISEASE PADA AYAM BURAS DI DESA MARGA KECAMATAN MARGA KABUPATEN TABANAN G.A.Y. Kencana; I.N. Suartha; I.A.P. Apsari; A.A.S Kendran; I.B.K. Suardana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 1 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.115 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i01.p06

Abstract

The purpose of this community service is to prevent the incidence of Newcastle Disease in domestic poultryin Marga Dauh Puri Village, Marga Subdistrict, Tabanan Regency. Newacastle disease is highly contagiousand can cause high mortality in poultry. Kampong chickens has the potential as a transmitter of Newcastledisease because the maintenance system is semi extensive. Banjar Ole is part of the village of Marga DauhPuri, where there are many kampong chickens kept extensively. The village of Marga Dauh Puri is highlypotential for contracting Newcastle disease, as it is a chicken trade traffic route from Penebel to Denpasar.Community service activities carried out on September 24, 2017, covering the ways of raising chickens andpreventing Newcastle Disease by vaccination. Noted there are 450 poultry in Banjar Ole, as many as 372(82.6%) successfully vaccinated. This is due to some kampong chickens not extensively so not all can bevaccinated. The amount is sufficient for vaccination coverage to produce group immunity. In order to proofthat the vaccination program is appropriate, ten blood samples were collected and antibody titer was testedprior vaccination (was found to have a mean antibody titer of 22.2 HI units) which means under protective titer(24 HI units).
PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT FLU BURUNG OLEH UNGGAS MELALUI PENYULUHAN DAN VAKSINASI AYAM BURAS NYAMBU G.A.Y. Kencana; I.N. Suartha; I.A.P. Apsari; A. A. S. Kendran; I. B. K. Suardana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 2 (2021): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2723.108 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2021.v20.i02.p01

Abstract

Hospes utama penyakit Flu Burung adalah unggas termasuk ayam buras yang berpotensi tinggi sebagai penular dan penyebar penyakit karena sistim pemeliharannya secara semi intensif. Kasus kematian manusia akibat Flu Burung pernah terjadi di Banjar Batugaing Desa Beraban Kecamatan Kediri. Desa Nyambu terletak di Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Populasi ayam buras di Kecamatan Kediri sebanyak 30.171 ekor pada tahun 2016. Mengingat potensi Desa Nyambu dengan penduduk yang kebanyakan memelihara ayam buras secara semi intensif, maka sangat rentan terjadinya penyebaran penyakit Flu Burung di Desa tersebut. Tujuan pengabdian masyarakat di Desa Nyambu adalah untuk mencegah timbulnya penyakit Flu Burung yang ditularkan oleh unggas. Sasaran utama adalah masyarakat yang memelihara ayam buras. Kegiatan pengabdian masyarakat diawali dengan penyuluhan yang dilakukan pada tanggal 28 Juli 2018 di Kantor Desa Nyambu. Peserta penyuluhan adalah aparat Desa beserta masyarakat setempat. Materi penyuluhan meliputi pengenalan gejala klinis penyakit Flu Burung dan cara mencegah dengan vaksinasi. Vaksinasi pada ayam buras dilakukan dari satu rumah ke rumah lainnya (door to door) dengan menggunakan vaksin AI inaktif melalui suntikan intramuskuler pada paha. Sebanyak 230 ayam buras berbagai umur telah berhasil divaksinasi.
Penerapan Teknologi Reproduksi untuk Mempertahankan Ketersediaan Ayam Upakara di Bali I N. Suartha; I W Bebas; I. G.N.K. Mahardika
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 1 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.461 KB)

Abstract

Chicken is important part in Balinese Hindu ceremony. Chicken were used as ceremony are chicken with black feather (siap selem), red feather (siap biing), white feather (siap putih) that a white feather chicken with white colour feet, yellow feather (siap putih siungan), that a white feather chicken with yellow colour feet, and chicken with mixed colour of those four colour (siap brumbun). Limitations of technology owned by community makes the chicken’s breeding doesn’t provide economic added value. The purpose of this service is to provide innovation of artificial insemination technology of chicken production for ceremony. The Innovation is given through counseling and workshops . The results showed that people knowledge about disease and breeding management was increased. The farmer have been able to do artificial insemination and vaccination in chicken. The participant were very enthusiastic in following the activities and understand the disease and how to prevent diseases in chickens. These skills are need to trained constantly to find the comfortable thechnique. The conclusions is farmers have been able to perform artificial insemination in chicken.
Laporan Kasus: Penanganan Dipylidiasis pada Kucing Anggora dengan Praziquantel Annisa Putri Cahyani; I Nyoman Suartha; Nyoman Sadra Dharmawan
Jurnal Sains dan Teknologi Peternakan Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi Peternakan
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.468 KB) | DOI: 10.31605/jstp.v1i1.540

Abstract

Dipylidiasis is a tapeworm disease that attacks cats and dogs and classified as a zoonotic disease because it can be transmitted to humans. A 2 years old female angora cat weighing 3 kg was examined with complaints of bloody diarrhea for 2 weeks. The results of native faecal examination showed the presence of D. caninum worm eggs. Animals diagnosed with dipylidiasis. Cat cases were treated by administering 50 mg praziquantel therapy with the recommendation of 1 tablet for 10 kg/BW orally. In conclusion, the treatment of dipylidiasis by administering praziquantel therapy has proven to be effective.
Studi kasus: Canine chronic ulcerative stomatitis pada anjing Pomeranian Zumara Mufida Hidayati; I Nyoman Suartha; I Gede Soma
Jurnal Sains dan Teknologi Peternakan Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Peternakan
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jstp.v2i2.941

Abstract

Chronic inflammation of the oral cavity accompanied by ulcers called Canine Chronic Ulcerative Stomatitis (CCUS). A Pomeranian dog was examined at the Animal Hospital, Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University with complaints of decreased appetite and drinking accompanied, in the dog that would not close his mouth. Clinical examination showed that there is bleeding and swelling of the gums and lips, torn sores and ulcer on the lower lip, redness on the edge of the tongue, blackish plaque in almost all of his teeth, halitosis, and enlargement of the mandibular lymph nodes, and routine hematological examination showed a normochromic and normocytic anemia, elevated monocyte levels, and neutrophilia, so dogs were diagnosed with CCUS. Treatment using Amoxicillin, Meloxicam, Vitamin C, Ferrous Sulfate, and fluid therapy using NaCl initially gave quite good results, but the dog died on the sixth day after therapy which possibly due to severe malnutrition and anemia.
Studi Kasus: Terapi Kombinasi Cefodroxil, Dexamethasone, dan Aminophylline Pada Kucing Lokal Yang Menderita Bronkopneumonia Syarif Lalu Hidayatullah; Fatmawati Aras; I Nyoman Suartha; Sri Kayati Widyastuti; Hendro Sukoco; Annisa Putri Cahyani
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 19, No 36 (2022): Desember
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v19i36.888

Abstract

Penyakit bronkopneumonia pada hewan dapat menunjukkan gejala klinis yang berbeda-beda, dan seringkali   gejala  klinis   yang  terlihat  sering diabaikan   karena  terlihat  sepele. Tetapi, akan  sangat berbahaya  jika  mengabaikannya,  karena  perjalanan  penyakit  akan  terus berlangsung bila tanpa  dilakukan  pengobatan  yang tepat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi cefodroxil, dexamethasone, dan aminophylline pada kucing lokal yang menderita Bronkopneumonia. Penelitian ini menggunakan kucing jantan bernama itam, ras lokal, umur 5 tahun, bobot badan 3 kg, berwarna hitam. Adapun gejala yang timbul seperti bersin-bersin, batuk, hidung mengeluarkan leleran bening, mata terlihat mengeluarkan leleran/belekan serta nafsu makan menurun. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik ditemukan frekuensi pernapasan mengalami peningkatan, terdengar suara berisik saat inspirasi dan terdengar suara stidor pada saat diauskultasi pada bagian thoraks, pada pemeriksaan x-ray ditemukan ada bercak– bercak putih pada bagian paru-paru. Hasil pemeriksaan pada kasus kucing item terdiagnosa bronkopneumonia. Pengobatan yang diberikan bersifat simptomatis dan supportif yaitu cefodroxil, antiradang dexamethasone 4mg per oral, serta aminophylline 4mg per oral, diberikan selama 5 hari. Kucing juga dilakukan pemberian Vit B-kompleks. Kucing menunjukkan adanya kesembuhan setelah pemberian terapi. 
REVALENSI PORCINE CIRCO VIRUS SECARA SEROLOGIS PADA PETERNAKAN BABI DI BALI I Nyoman Suartha; I Made Suma Anthara; Wayan Wirata; Ni Made Ritha Krisna Dewi; I Gusti Ngurah Narendra; I Gusti Ngurah Mahardika
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 1 (2015): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.488 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i1.2790

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui seroepidemiologi infeksi porcine circo virus (PCV-2) dua pada peternakan babi di Bali. Pada penelitian ini sampel yang dianalisis sebanyak 295 sampel. Sampel berasal dari peternakan babi rakyat sebanyak 98 dan dari peternakan babi intensif sebanyak 197. Sampel berasal dari delapan kabupaten dari sembilan kabupaten yang ada di Bali. Deteksi antibodi dilaksanakan dengan uji enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) dan deteksi virus dilakukan dengan polymerase chain reaction (PCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seroprevalensi antibodi anti-PCV-2 adalah 84,1%, dengan sebaran di peternakan rakyat dan peternakan intensif masingmasing sebesar 70,4 dan 91,2%. Semua peternakan babi intensif menunjukkan antibodi positif. Prevalensi virus PCV-2 di seluruh Bali sebesar 1,7% dengan sebaran pada peternakan rakyat peternakan intensif masing-masing sebesar 3,1 dan 1,0%. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa infeksi PCV-2 pada peternakan babi di Bali bersifat endemis.
PEMILIHAN ADJUVANT PADA VAKSIN AVIAN INFLUENZA I Nyoman Suartha; I Wayan Teguh Wibawan; I Gusti Ngurah Narendra Putra; Ni Made Ritha Krisna Dewi; I Gusti Ngurah Kade Mahardika
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 5, No 2 (2011): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.415 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v5i2.733

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan respon antibodi yang ditimbulkan oleh vaksin AI dengan seed virus AI H5N1 Indonesia yang dicampur dengan adjuvant berbeda. Formula vaksin yang dicobakan pada penelitian ini adalah monovalen dan polivalen. Tiga isolat virus HPAI subtipe H5N1 yang digunakan adalah Chicken/Denpasar/Unud-01/2004, Chicken/Klungkung/Unud-12/2006, dan Chicken/Jembrana/Unud-17/2006. Adjuvant yang digunakan yaitu Freund's complete dan incomplete adjuvant, aluminium hidroksida, dan immunostimulating complexs (Iscoms). Vaksin monovalen dibuat dengan cara masing-masing isolat virus AI yang telah diinaktivasi dicampur dengan masing-masing adjuvant. Vaksin campuran (polivalen) dibuat dengan mencampur ketiga isolat dengan masing-masing adjuvant. Vaksin disuntikkan secara subkutan pada ayam layer jenis Isa Brown umur 3 minggu dan diulang pada umur ayam 5 minggu  masing-masing sebanyak 0,5 ml/ekor. Pengambilan serum untuk pengujian titer antibodi dilakukan setiap 1 minggu setelah vaksinasi. Pengujian antibodi poliklonal dilakukan dengan uji hambatan hemaglutinasi (HI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam percobaan yang divaksinasi dengan adjuvant aluminium hidroksida mempunyai GMT anti-H5 paling tinggi baik pada vaksin monvalen atau polivalen. Adjuvant aluminium hidroksida adalah adjuvant terbaik untuk pembentukan antibodi anti-AI subtipe H5N1 pada ayam.
Co-Authors A A N G D Wisesa A A N O Pujawan A A S I Pradnyantari Abram Hary Batistuta Adnyana, Ida Bagus Nararya Primastana Agatha Seren Lumban Tobing Agatha Serena Lumban Tobing Aida Lousie Tenden Rompis Ali Junaedi Alya Nita Shena Gayanti Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Gde Oka Dharmayudha Anak Agung Sagung Istri Pradnyantari Anak Agung Sagung Kendran Anak Agung Sagung Kendran Ananta, Muhammad Ghufron angelina serlin Anita Dwi Handayani Annisa Budiani Annisa Putri Cahyani Annisa Putri Cahyani Apriliana, Kadek Soma Arini Nur Handayani Arini Nur Handayani Arini Nurhandayani Arini Nurhandayani Ayu Fitriani Baiq Indah Pertiwi Bambang Pontjo Priosoeryanto Bhakty, Zatya Wira Bhaskara, Audrey Febiannya Putri BIBIANA W LAY Boro, Saptarima Eka Estiani Cahyaniarta, I Kade Candra Cyrilus Jefferson Bour Daniel Raja Bonar Nainggolan Dewa Odiec Purnawan Dewanti, Desak Gede Bintang Pradnya Dewi, Desak Made Wiga Puspita Dewi, Putu Ayu Purbani Novia Diana Mustikawati Duarsa, Bima Satya Agung DWI SURYANTO Dyah Utami Dewi EKA MAHARDHIKA RATUNDIMA Emy Sapta Budiari Eustokia Yulisa Madu, Eustokia Yulisa Fajar Mubarok Fatmawati Aras Fernandes, Nuno G. Gunawan G.A.M.K. Dewi Gede Herdian Permana Putra Gusti Ayu Kencana Gusti Ayu Mayani Kristina Dewi Gusti Ayu Yunianti Kencana Gusti Ayu Yuniati Kencana Heparandita, Ananda Agung Dextra I Gede Soma I Gede Soma I Gusti Agung Arta Putra I Gusti Agung Ayu Suartini I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Badiwangsa Temaja I Gusti Ngurah Bagus Trilaksana I GUSTI NGURAH DIBYA PRASETYA I GUSTI NGURAH KADE MAHARDHIKA I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Gusti Ngurah Mahardika I Gusti Ngurah Mahardika I Gusti Ngurah Narendra I Gusti Ngurah Narendra Putra I Gusti Ngurah Narendra Putra I Gusti Ngurah Narendra Putra I Gusti Ngurah Narendra Putra1, I Gusti Ngurah Narendra, I Gusti Ngurah I Gusti Ngurah Sudisma I GustiKetut Suarjana I K. SUATHA I KADEK SAKA WIRYANA I Ketut Eli Supartika I Ketut Gunata I Ketut Gunatha I Ketut Suada I Ketut Tomy Caesar Ramanda I Komang Wahyu Yuliana I Made Dira Swantara I Made Kardena I Made Merdana I Made Sukada I MADE SUMA ANTARA I Made Suma Anthara I Nengah Sudarmayasa i Nengah Wandia I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suarsana I Nyoman Windhu Paramarta I Putu Gede Yudhi Arjentinia I Putu Indra Parmayoga I Putu Sudiarta I Putu Wira Adi Wibawa I W Y Semarariana I Wayan Batan I Wayan Bebas I Wayan Gorda I Wayan Suardana I wayan Teguh Wibawan I Wayan Wirata I. B. K. Suardana I.A.M.L. Dewi I.A.P. Apsari I.A.P. Gayatri I.B.K. Suardana I.G.A.A. Idayati I.H. Utama I.W. Batan Ida Ayu Dian Kusuma Dewi Ida Ayu Pasti Apsari Ida Ayu Sri Candra Dewi Ida Ayu Sri Chandra Dewi Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Ngurah Swacita Ida Bagus Oka Winaya Ida Bagus Windia Adnyana Iman Bayu Prakoso Darmono Insani, Widia Iwan Harjono Utama Kadek Karang Agustina Kamaliana, Baiq Reni Ketut Budiasa Ketut Sepdyana Kartini Kevin Dominika Komang Andika Purnama Kristiana Yoaltiva Jinorati Kristina Kristina Ledi Natalia Surbakti Levina, Stephanie Luh Dewi Anggreni Luh Gde Sri Surya Heryani Luh Kadek Nanda Laksmi Luh Made Sudimantini Luh Made Sudimartini Lusiana Lasmari Siahaan Luwis, Jeremy Christian M P A Yunikawati M Windhu M.D. Rudyanto Madania, Reydanisa Noor MADE KOTA BUDIASA Made Ririn Sri Wulandari Made Suma Anthara Made Suma Anthara Margaretha Dhea Sinthalarosa Marmanto, Tessa Saputri Mawar Datu Allo Dendang Megariyanthi, Ni Putu Arie Melkias Oagay Melkias Oagay Muh Ramadhan Muhammad Ulqiya Syukron Musdalifa, Annisa Nareswari, Ayu Widya Nazara, Nonitema Nengah Tegar Saputra Ni Ketut Dias Nursanty Ni Ketut Suwiti Ni Ketut Suwiti Ni Komang Ade Juliantari Ni Luh Eka Setiasih Ni Luh Putu Dharmawati Ni Luh Putu Kusuma Clara Dewinda Ni Luh Putu Sriyani Ni Luh Putu Yunita Listiana Dewi Ni Luh Watiniasih Ni Made Ayu Sintya Paramita Ni Made Ernawati Ni Made Restiati Ni Made Rita Krisna Dewi Ni Made Ritha Krisna Dewi Ni Made Ritha Krisna Dewi Ni Made Ritha Krisna Dewi Ni Made Ritha Krisna Dewi2 Ni Nyoman Werdi Susari Ni Nyoman Werdi Susari Ni Putu Ayu Dewi Wijayanti Ni Putu Tiara Indriana Ni Wayan Tatik Inggriati Norawigaswari, Nengah Desy Nyoman Sadra Dharmawan P S Dwipartha P T E Sucitrayani P.I.S.S. Oka P.K. Pebyanthi Patabang, Denselina Lilis Prasatya, I Gde Made Abdi Priska Mariane Serang Putrawan, Baja Sadhayu Putri Utami Putri, Ayu Chitra Adhitya Putu Adi Cahya Dewi Putu Ayu Sisyawati Putriningsih Putu Devi Jayanti Putu Gede Yudhi Arjentinia Putu Hendrywaesa Sudipa Putu Henrywaesa Sudipa Putu Henrywaesa Sudipa Putu Henrywaesa Sudipa Putu Henrywaesa Sudipa Rahim, M. Andry Ratu Shinta Mayasari Remontara, Al Afuw Niha Reny Septyawati Retno Damayanti Soejoedono Rui Daniel de Carvalho S.K. Widyastuti Sachio, Drevani Angelika Samosir, Hartina Saputra, I Nyoman Dwi Eka Saweng, Cikal Farah Irian Jati Sawitajaya, I Made Sayu Raka Padma Wulan Sari, Sayu Raka Padma Wulan Septianingsih, Ni Luh Putu Diah Sheira Tannia Welfalini Sibarani, Oktryna Hodesi Sitohang, Martina Tiodora Situmorang, Fernando Jose Immanuel Clinton Sri Kayati Widyastuti Sri Kayati Widyastuti Sry Agustina Suarniti, Ni Luh Putu Sukoco, Hendro Sutadisastra, Nisha Aisya Suwartini, Ni Komang Swandewi, Ni Kadek Meita Syamsidar Syamsidar Syarif Lalu Hidayatullah T. Sari Nindia Tahlia, Ninis Arsyi Taruklinggi, Utari Resky Tiara L Rona Tjok Gde Oka Pemayun Tjokorda Sari Nindhia TRI KOMALA SARI Tri Suci Galingging, Tri Suci Valerie Xylia Tay Vivi Indrawati Widyanti, Agnes Indah Wijaya, Dhyana Ayu Manggala Willy Moris Nainggolan Wirawan, I Gede WIWIK SUSANAH RITA Wulandari Wulandari Yekhonya Rehuel Sidjabat Yoana Pratiwi Clara Pakpahan Yoga Pratama Nuradi Yosaphat L.S Kote Zumara Mufida Hidayati