Articles
Pengaruh Pemberian Mineral Makro (Ca dan Mg) terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Ransum pada Domba Ekor Tipis Jantan
Afif, Dwi Agustina; Muhtarudin, Muhtarudin;
Liman, Liman;
Erwanto, Erwanto
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.365-374
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mineral makro (Ca dan Mg) dalam ransum terhadap kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO) ransum pada domba ekor tipis jantan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada September-November 2023 di Kandang dan Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Sebagai unit percobaan yaitu domba ekor tipis jantan sebanyak 15 ekor. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 : ransum basal 100%; P1: ransum basal 100% + CaCl2 25,7 ml/kg ransum dan MgCl2 6,5 ml/kg ransum; dan P2: ransum basal 100% + Ca lysinat 25,7 ml/kg ransum dan Mg lysinat 6,5 ml/kg ransum. Parameter yang diamati yaitu kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dianjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa ransum basal yang diberi penambahan makro mineral (Ca dan Mg) berpengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap nilai kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO) pada domba ekor tipis jantan.
PENGARUH PEMBERIAN MINERAL MAKRO (Ca dan Mg) TERHADAP KECERNAAN SERAT KASAR DAN PROTEIN KASAR RANSUM PADA DOMBA EKOR TIPIS JANTAN
Rizky Amelia, Aniza; Muhtarudin, Muhtarudin;
Liman, Liman;
Erwanto, Erwanto
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.375-383
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mineral makro (Ca dan Mg) dalam ransum terhadap kecernaan serat kasar dan protein kasar pada domba ekor tipis jantan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September - November 2023 di kandang domba Jurusan Peternakan, dan analisis proksimat dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini dilakukan menggunakan 15 ekor domba ekor tipis jantan dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) berdasarkan bobot badan yang terdiri dari 3 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan pada penelitian ini yaitu P0 : Ransum Basal 100%, P1 : Ransum Basal 100% + CaCl2 25,7 ml/kg ransum dan MgCl2 6,25 ml/kg ransum, P2 : Ransum Basal 100% + Ca lysinat 25,7 ml/kg ransum dan Mg lysinat 6,5 ml/kg ransum. Peubah yang diamati yaitu Kecernaan Protein Kasar dan Kecernaan Serat Kasar. Pada perlakuan P2 menunjukkan hasil tidak berbeda nyata dari P0 dan P1 terhadap nilai Protein Kasar (PK). Pada perlakuan P2 menunjukkan hasil berbeda nyata juga dari P0 dan P1 terhadap kecernaan Serat Kasar (SK). Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa penambahan mineral makro organik (Ca dan Mg) dalam ransum domba ekor tipis jantan menghasilkan rata-rata daya cerna protein tertinggi yaitu pada P2 sebesar 76,63%, P1 sebesar 75,58%, dan P0 sebesar 74,07%. Sedangkan pada serat kasar rata-rata daya cerna tertinggi yaitu P2 sebesar 80,87%, P1 sebesar 80,60%, dan P0 sebesar 79. 49%.
Pengaruh Pemberian Silase Pucuk Tebu (Saccharum officinarum) yang Diperkaya Zat Aditif terhadap Kecernaan NDF dan ADF pada Sapi Potong
Irawan, Bayu Hadi Setya;
Liman, Liman;
Erwanto, Erwanto; Muhtarudin, Muhtarudin
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.355-364
Penelitian ini dilaksanakan di Margolembu 99, Desa Adi Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah pada Oktober 2023, bertujuan untuk mengetahui pengaruh silase pucuk tebu penambaahan zat adiktif (Amonium sulfat, Urea, dan Dolomit) terhadap kecernaan NDF dan ADF pada sapi potong. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAK) yang terdiri dari 3 percobaan dan 6 ulangan, setiap ulangan berjumlah 18 unit percobaan. Adapun rancangan perlakuan yang digunakan sebagai berikut: P1: Pucuk Tebu Hijauan 40% + 60% Konsentrat; P2: Silse Pucuk Tebu Formula 1 (Molases, Za, Urea) 40% + 60% Konsentrat; P3: Pucuk Tebu Formula 2 (Molases, Za, Urea, Dolomit) 40% + 60% Konsentrat. Parameter yang diamati adalah kecernaan NDF dan ADF pada sapi potong. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan fermentasi silase pucuk tebu berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan NDF dan ADF sapi potong. Dapat disimpulkan bahwa perlakuan terbaik untuk menambah kecernaan NDF dan ADF pada pucuk tebu yaitu dengan perlakuan NDF P0: 82,38% dan ADF P2: 72,77%.
Pengaruh Suplementasi Rumput Laut Eucheuma cottonii terhadap Kadar VFA dan NH3 Cairan Rumen Sapi Potong
Afrianti, Zulvina; Muhtarudin, Muhtarudin;
Liman, Liman;
Erwanto, Erwanto
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.346-354
This study aims to determine the supplementation of seaweed (Eucheuma cottonii) against levels of Volatile Fatty Acid (VFA) and ammonia (NH3) of beef cattle rumen fluid. This research will be carried out in October – December 2023 at the Maju Sejahtera Livestock Production Cooperative, Damai Jaya Village, Tanjung Sari District, South Lampung Regency. This study was conducted using Randomized Group Design consisting of 3 treatments and 6 repeats, using 18 local beef cattle. The treatment given is P1; pakchong grass + concentrate (ratio 70% : 30% BK feed), P2; pakchong grass + concentrate (ratio 70% : 30% BK feed) + seaweed Eucheuma cottonii (4% BK feed) and P3; pakchong grass + concentrate (ratio 70% : 30% BK feed) + seaweed Eucheuma cottonii (4% BK feed) + biochar (0.05% BK feed). Variables observed include levels of Volatile Fatty Acid (VFA) and Ammonia (NH3) of beef cattle rumen fluid. The data obtained were analyzed using Analysis of Variance at the level of 5%. The results of this study showed that seaweed supplementation (Eucheuma cottonii) was not significantly different (P>0.05) from Volatile Fatty Acid (VFA) levels and ammonia (NH3) levels. P3 treatment can potentially increase Volatile Fatty Acid (VFA) and Ammonia (NH3) levels in beef cattle rumen fluid.
Pengaruh Suplementasi Rumput Laut terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Ransum Sapi Potong
Alamanda, Raddien Laduni;
Erwanto, Erwanto;
Liman, Liman; Muhtarudin, Muhtarudin
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.337-345
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian rumput laut dalam ransum terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pada sapi potong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2023 di KPT Maju Sejahtera Lampung Selatan dan analisis proksimat dilakukan di Laboratorium Nutrisi LabTIAP Serpong, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 6 ulangan, dengan menggunakan 18 ekor sapi potong lokal. Perlakuan yang diberikan yaitu P1; rumput pakchong + konsentrat (perbandingan 70%:30% BK pakan), P2; rumput pakchong + konsentrat (perbandingan 70% : 30% BK pakan) + rumput laut eucheuma cottonii (4% BK pakan) dan P3; rumput pakchong + konsentrat (perbandingan 70% : 30% BK pakan) + rumput laut Eucheuma cottonii (4% BK pakan) + biochar (0,05% BK pakan). Variabel yang diamati yaitu Kecernaan Bahan Kering (KcBk) dan Kecernaan Bahan Organik (KcBo). Pada perlakuan P3 menunjukkan hasil tidak berbeda nyata dari P1 dan P2 terhadap nilai kecernaan bahan kering. Pada perlakuan P3 menunjukkan hasil tidak berbeda nyata juga P1 dan P2 terhadap kecernaan bahan organik. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa penambahan rumput laut dalam ransum sapi potong menghasilkan rata-rata kecernaan bahan kering tertinggi yaitu pada P3 sebesar 64,95%; P2 sebesar 63,41%, dan P1 sebesar 61,34%, sedangkan pada bahan organik kecernaan tertinggi yaitu P3 sebesar 65,94%; P2 sebesar 63,62%, dan P1 sebesar 62,59%.
PENGARUH PEMBERIAN SILASE KULIT PISANG TERHADAP KECERNAAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR PADA DOMBA EKOR TIPIS
Siregar, Dea Pratiwi;
Adhianto, Kusuma;
Erwanto, Erwanto;
Tantalo, Syahrio
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.384-392
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian silase kulit pisang terhadap kecernaan protein kasar dan serat kasar domba ekor tipis. Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2023-Januari 2024 yang berlokasi di Kandang Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penilitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 3 perlakuan dan 5 ulangan, dengan menggunakan 15 ekor domba ekor tipis jantan. Perlakuan yang digunakan yaitu P0 : konsentrat 50% + silase tebon jagung 50%, P1 : konsentrat 50% + silase tebon jagung 35% + silase kulit pisang 15%, dan P2 : konsentrat 50% + silase tebon jagung 20% + silase kulit pisang 30%. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA). Hasil penelitian pada kecernaan protein kasar (P0: 88,36%, P1: 85,98%, dan P2: 88,87%) dan kecernaan serat kasar (P0: 82,07%, P1: 85,25%, dan P2: 78,02%). Kesimpulan pada penelitian ini adalah perlakuan pemberian silase kulit pisang tidak berpengaruh nyata terhadap kecernaan protein kasar tetapi, berpengaruh nyata terhadap kecernaan serat kasar domba ekor tipis.
Pengaruh Silase Pucuk Tebu (Saccharum Officinarum) terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik pada Sapi Potong
Alya, Anggit;
Erwanto, Erwanto; Muhtarudin, Muhtarudin;
Tantalo, Syahrio
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/jrip.2025.9.1.130-139
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh silase pucuk tebu(Saccharum officinarum) terhadap kecernaan bahan kering dan bahanorganik pada sapi potong. Penelitian ini dilaksanakan di Margolembu99, Desa Adi Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten LampungTengah pada November--Desember 2023. Rancangan penelitian yangdigunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok(RAK) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 5 ulangan/kelompok, jumlahsapi yang digunakan 15 ekor. Adapun perlakuan yang digunakan sebagaiberikut: P0: Pucuk Tebu Hijauan (segar) 40% + Konsentrat 60%; P1:Silase Pucuk Tebu Formula ESTOSI 1 (Molases, Za, Urea) 40% +Konsentrat 60%; P2: Pucuk Tebu Formula ESTOSI 2 (Molases, Za,Urea, Dolomit) 40% + Konsentrat 60%. Analisis sampel dilaksanakandi Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan, Institut Pertanian Bogor,Bogor. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dengan taraf nyata5% apabila perlakuan berbeda nyata (P<0,05), maka diuji lanjut denganuji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian silase pucuktebu pada sapi berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap kecernaan bahankering P0: 67,79%, P1: 71,06%, dan P2: 73,51% dan bahan organiknyaP0: 68,74%, P1: 71,81%, dan P2: 74,64%. Pemberian silase pucuk tebuESTOSI 2 (P2) menjadi perlakuan terbaik berdasarkan pengaruhnyadengan nilai rata-rata tertinggi terhadap kecernaan bahan kering danbahan organik pada sapi potong
Efektivitas Suplementasi Temu Ireng (Curcuma Aeruginosa) Dalam Ransum Terhadap Kecernaan Bahan Kering Dan Kecernaan Bahan Organik Pada Kambing Jawarandu Jantan
FAIZ, HARUN; Muhtarudin, Muhtarudin;
Erwanto, Erwanto;
Tantalo, Syahrio
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/jrip.2025.9.1.140-148
This study aims to determine the effect of providing ginger ireng supplementation on dry matter digestibility and organic matter digestibility of male Jawarandu goats. This research was carried out in April 2024 - May 2024 at the Margo Lembu cage, Adijaya, Central Lampung. This research was carried out using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments and 3 replications, using 12 male Jawarandu goats. The treatments used were P0: 100% basal ration, P1: 100% basal ration + 750mg temu ireng /head/day, P2: 100% basal ration + 1,500 mg temu ireng/head/day and P3: 100% basal ration + 2,250 mg ireng meeting/tail/day. The data obtained were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). Results of research on the effectiveness of supplementation of temu ireng (cucurma aeruginosa) in rations on dry matter digestibility (P0: 79.42%, P1: 80.98%, P2: 84.94% and P3: 83.34%) and organic matter digestibility ( P0: 73.41%, P1: 76.57 %, P2: 82.38% and P3: 78.43%). The conclusion of this study was that the treatment of curcuma ireng supplementation had no significant effect (P>0.05) on the digestibility of dry matter and the digestibility of organic matter. P2 treatment on dry matter digestibility and organic matter digestibility with the addition of a 1,500mg dose of temu ireng was the best treatment compared to other treatments because it was able to increase dry matter digestibility and organic matter digestibility of male Jawarandu goats.
Pengaruh Suplementasi Temu Ireng (Curcuma aeruginosa) dalam Konsentrat terhadap Total Leukosit dan Deferensial Leukosit pada Darah Kambing Jawarandu
Mariska, Refi;
Siswanto, Siswanto; Muhtarudin, Muhtarudin;
Erwanto, Erwanto
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/jrip.2025.9.1.102-114
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas suplementasi temu ireng (Curcuma aeruginosa) dan untuk mengetahui level terbaik suplementasi temu ireng (Curcuma aeruginosa) pada ransum terhadap total leukosit dan diferensial leukosit kambing Jawa Randu.. Penelitian ini dilakukan pada Maret – Mei 2024 yang berlokasi peternakan kambing Desa Adi Jaya, Kecamatan Terbangi Besar, Kabupaten Lampung Tengah. Pemeriksaan total leukosit, dan diferensial leukosit yang dilaksanakan di Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi, Fakultas Kedokteran Hewan, Unversitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 4 perlakuan dan 3 kali pengulangan sehingga terdapat 12 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0: Konsentrat; P1: Konsentrat + 750 mg/hari/ekor Temu ireng (Curcuma aeruginosa); P2: Konsentrat + 1.500 mg/hari/ekor Temu ireng (Curcuma aeruginosa); P3: Konsentrat + 2.250 mg /hari/ekor Temu ireng (Curcuma aeruginosa). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA). Apabila terdapat beda nyata antar perlakuan maka analisis akan dilanjutkan menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi temu ireng tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total leukosit dan deferensial leukosit.
Efektivitas Suplementasi Temu Ireng (Curcuma aeruginosa) dalam Konsentrat terhadap Total Eritrosit, Hemoglobin, Packed Cell Volume Darah Kambing Jawarandu
Sazena, Mayang;
Siswanto, Siswanto;
Erwanto, Erwanto;
Liman, Liman
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/jrip.2025.9.1.173-182
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan level terbaik pemberian suplementasi temu ireng (Curcuma aeruginosa) dalam konsentrat terhadap total eritrosit, hemoglobin, dan Packed Cell Volume pada kambing Jawarandu. Penelitian ini dilaksanakan pada Maret – Mei 2024 di Desa Adijaya, Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung. Pemeriksaan total eritrosit, hemoglobin, dan packed cell volume dilaksanakan di RSH Prof. Soeparwi Universitas Gadjah Mada. Percobaan dilakukan pada 12 ekor kambing Jawarandu jantan, dengan Rancangan Acak Kelompok berdasarkan bobot badan dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan P0 : Konsentrat, P1 : Konsentrat + 750 mg/ekor/hari Temu ireng (Curcuma aeruginosa), P2 : Konsentrat + 1.500 mg/ekor/hari Temu ireng (Curcuma aeruginosa), P3 : Konsentrat + 2.250 mg/ekor/hari Temu ireng (Curcuma aeruginosa). Peubah yang diamati adalah total eritrosit, hemoglobin, dan packed cell volume. Hasil penelitian diperoleh bahwa penambahan tepung temu ireng dalam konsentrat pada kambing Jawarandu memiliki nilai rata-rata jumlah hemoglobin dan packed cell volume dalam kisaran normal, sedangkan pada rata-rata total eritrosit berada diatas kisaran normal.