p-Index From 2021 - 2026
6.153
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Buletin Peternakan BIMASTER Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan QUALITY QIJIS (Qudus International Journal Of Islamic Studies) Jurnal Sain Peternakan Indonesia Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan The Journal of Educational Development Jurnal Bina Praja ELLITE: Journal of English Language, Literature, and Teaching JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI JURNAL PENELITIAN MUWAZAH: Jurnal Kajian Gender ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Jurnal Ecoment Global: Kajian Bisnis dan Manajemen JURNAL SURYA ENERGY SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Jurnal 'Aisyiyah Medika Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Jurnal Akuakultura Universitas Teuku Umar Jurnal Ide Bahasa Journal of Sport Coaching and Physical Education Journal Coaching Education Sports WASIS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Electoral Governance : Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP) Unnes Journal of Mathematics Education Cakrawala: Jurnal Studi Islam Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK) Mujtama': Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesian Research Journal on Education Jurnal Riset Manajemen Akuntansi Indonesia Jurnal Studi Manajemen Bisnis JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Jurnal Intelek Insan Cendikia Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah (JKPD) Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Rainbow : Journal of Literature, Linguistics and Culture Studies JAIM: Jurnal Aliansi Ilmu Multidisiplin JESS al Hairy | Journal of Islamic Law
Claim Missing Document
Check
Articles

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MODEL TPS BERBANTUAN GEOMETER’S SCETCHPAD PADA PENCAPAIAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Muhlisin, Muhlisin; Asikin, Mohammad; Kartono, Kartono
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 2 No 1 (2013): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujme.v2i1.3318

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) pembelajaran dengan model TPS berbantuan software GSP dapat mencapai ketuntasan belajar pada aspek kemampuan pemecahan masalah, (2) pembelajaran dengan model TPS berbantuan software GSP lebih baik dari pada pembelajaran dengan model TPS dan pembelajaran dengan metode ekspositori pada aspek kemampuan pemecahan masalah. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 4 Demak tahun pelajaran 2012/2013 yang terdiri dari delapan kelas. Sampel dalam penelitian ini diambil secara cluster random sampling dan terpilih kelas VII F sebagai kelas eksperimen 1 yang diajar dengan pembelajaran model TPS berbantuan software GSP, kelas VII E sebagai kelas eksperimen 2 yang diajar dengan pembelajaran model TPS dan kelas VII C sebagai kelas kontrol yang diajar dengan pembelajaran metode ekspositori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tes kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen 1 telah mencapai ketuntasan belajar dan lebih baik daripada kelas eksperimen 2 dan kelas kontrol. Simpulan yang diperoleh adalah pembelajaran dengan model TPS berbantuan software GSP dapat mencapai ketuntasan belajar dan lebih baik daripada pembelajaran dengan model TPS dan pembelajaran dengan metode ekspositori pada materi keliling dan luas segitiga.
KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PERLINDUNGAN MASYARAKAT ADAT DI PROVINSI BANTEN: STUDI KASUS MASYARAKAT ADAT BADUY DAN CITOREK Muhlisin Muhlisin; Helmy Faizi Bahrul Ulumi; Ayatullah Humaeni
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 1 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/jkpd.v1i1.4

Abstract

Perlindungan terhadap masyarakat adat terpencil dewasa ini masih sekadar menganggap masyarakat adat terpencil sebagai suku terasing yang merupakan aset budaya yang harus dilindungi tanpa melihat adanya penghormatan terhadap hak-haknya. Kabupaten Lebak sudah memilikidua peraturan daerah yang berkaitan dengan perlindungan masyarakat adat Baduy dan Kasepuhan Banten Kidul. Namun demikian, belum ada payung hukum di tingkat Provinsi Banten baik berupa Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur tentangMasyarakat Hukum Adat. Selain itu pula belum ada pedoman pelaksanaan untuk kedua payung hukum tersebut, sehingga payung hukum yang ada belum mangokomodir keseluruhan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat adat yang kompleks. Untuk mengetahui kebijakan Daerah mengenai perlindungan masyarakat adat dilakukan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan dan wawancara. Pengambilan data lapangan dilakukan pada 15 Mei – 15 Juli 2016 di Desa Kanekes dan Kasepuhan Citorek dengan mewawancari 13 informan kunci. Hasil studi menunjukkan bahwa secara umum, perhatian pemerintah Kabupaten Lebak terkait masyarakat adat/kasepuhan sudah dilakukan dengan mengeluarkan dua Perda dan Peraturan Desa Kanekes. Namun, Perda terkait masyarakat Baduy baru mengakomodir masalah hak ulayat, belum pada hal-hal lain yang sebenarnya sangat krusial dan perlu segera diatasi. Masyarkat Baduy dan Masyarakat Kasepuhan Citorek secara umum menilai bahwa dua Perda tersebut sudah membantu mengatasi permasalahan yang ada, walaupun dalam tataran teknis masih ditemui beberapa permasalahan. Masyarakat adat/kasepuhan berharap ada Perda lain yang dapat mengatasi berbagai permasalahan yang muncul terkait masyarakat adat. Selain itu juga pemerintah perlu proaktif mengawal iplementasi Perda tersebut.
Peningkatan Output Daya PLTS Menggunakan Sistem Tracker Dan Reflektor Cahaya Matahari Despa, Dikpride; Muhlisin, Muhlisin; Setyawan, FX Arinto
JURNAL SURYA ENERGY Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jse.v6i2.3955

Abstract

Kebutuhan energi listrik tidak dapat dilepaskan pada kehidupan sehari-hari manusia. Hampir pada setiap rumah dapat dipastikan menggunakan atau memiliki peralatan yang memerlukan listrik. Oleh karena itu, konsumsi listrik setiap tahunnya terus meningkat sejalan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi sosial sehingga perlu dilakukan peningkatan suplai energi listrik. Pemanfaatan sumber energi listrik terbarukan seperti cahaya matahari dengan bantuan sel surya adalah salah satu cara untuk mengatasi pemberdayaan energi listrik. Namun dalam praktiknya energi cahaya matahari tidak dapat diserap secara optimal oleh sel surya sehingga perlu adanya inovasi PLTS untuk meningkatkan output daya dari sel surya itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengadakan prototipe PLTS yang dilengkapi dengan sensor LDR sebagai sistem tracker arah matahari dan lensa Fresnel untuk meningkatkan intensitas cahaya matahari yang di serap sel surya. Berdasarkan hasil pengujian prototipe PLTS yang dibuat dalam studi ini terbukti dapat meningkatkan irradiance rata-rata 29%, arus rata-rata 18,94%, tegangan rata-rata 11,57%, dan daya dengan rata-rata 44,32%. Setiap data disimpan berdasarkan waktu pada secure digital card melalui datalogger Pembandingan dilakukan menggunakan  prototipe pembanding yang tidak dilengkapi sistem tracker dan lensa Fresnel.
KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PERLINDUNGAN MASYARAKAT ADAT DI PROVINSI BANTEN: STUDI KASUS MASYARAKAT ADAT BADUY DAN CITOREK Muhlisin Muhlisin; Helmy Faizi Bahrul Ulumi; Ayatullah Humaeni
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 1 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v1i1.4

Abstract

Perlindungan terhadap masyarakat adat terpencil dewasa ini masih sekadar menganggap masyarakat adat terpencil sebagai suku terasing yang merupakan aset budaya yang harus dilindungi tanpa melihat adanya penghormatan terhadap hak-haknya. Kabupaten Lebak sudah memilikidua peraturan daerah yang berkaitan dengan perlindungan masyarakat adat Baduy dan Kasepuhan Banten Kidul. Namun demikian, belum ada payung hukum di tingkat Provinsi Banten baik berupa Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur tentangMasyarakat Hukum Adat. Selain itu pula belum ada pedoman pelaksanaan untuk kedua payung hukum tersebut, sehingga payung hukum yang ada belum mangokomodir keseluruhan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat adat yang kompleks. Untuk mengetahui kebijakan Daerah mengenai perlindungan masyarakat adat dilakukan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan dan wawancara. Pengambilan data lapangan dilakukan pada 15 Mei – 15 Juli 2016 di Desa Kanekes dan Kasepuhan Citorek dengan mewawancari 13 informan kunci. Hasil studi menunjukkan bahwa secara umum, perhatian pemerintah Kabupaten Lebak terkait masyarakat adat/kasepuhan sudah dilakukan dengan mengeluarkan dua Perda dan Peraturan Desa Kanekes. Namun, Perda terkait masyarakat Baduy baru mengakomodir masalah hak ulayat, belum pada hal-hal lain yang sebenarnya sangat krusial dan perlu segera diatasi. Masyarkat Baduy dan Masyarakat Kasepuhan Citorek secara umum menilai bahwa dua Perda tersebut sudah membantu mengatasi permasalahan yang ada, walaupun dalam tataran teknis masih ditemui beberapa permasalahan. Masyarakat adat/kasepuhan berharap ada Perda lain yang dapat mengatasi berbagai permasalahan yang muncul terkait masyarakat adat. Selain itu juga pemerintah perlu proaktif mengawal iplementasi Perda tersebut.
Pengembangan Kapasitas Mushola sebagai Pusat Kegiatan Komunitas Masyarakat Petani Hutan Siswanto, Edhi; Muhlisin, Muhlisin
Mujtama Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2024): Mujtama’ Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/mujtama.v4i1.22669

Abstract

Lokasi hutan sebagai tempat tinggal merupakan ciri khas petani hutan, yang mengandalkan sektor pertanian. Sebagai pekerjaan dan penghasilan utama masyarakat di Tancak dusun Tenap Desa Sucopangepok Jember. Keberadaan Mushola“Jabal Nur” yang menjadi pusat kegiatan yang memberikan kontribusi terhadap ketersediaan fasilitas sosial yang dapat digunakan oleh masyarakat petani hutan. Fungsi Musholasebagai fasilitas sosial dapat mewadahi kegiatan baik sosial maupun keagamaan, serta pendidikan non formal. Upaya dalam mendorong terwujudnya Musholasebagai pusat kegiatan masyarakat, perlu peningkatan kapasitas, khususnya sarana prasarana sehingga dapat memperlancar pelaksanan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Salah satu kelengkapan sarana dan prasarana yang sangat dibutuhkan oleh Mushola“Jabal Nur” dalam meningkatkan kualitasnya sebagai fasilitas sosial adalah tempat wudhu dan ketersediaan buku-buku untuk belajar mengaji dan peningkatan literasi bagi anak usia sekolah. Kegiatan pengabdian ini juga menginginkan dengan ketersediaan sarana prasarana yang memadai.  Harapan besar, dapat menunjang kemudahan dalam menjembatani komunikasi antar anggota masyarakat dan pelaksanaan kegiatan keagamaan sehingga berdampak pada konstruksi sosial masyarakat yang mencerminkan nilai-nilai pancasila. Adapun hasil kegiatan ini dapat menjadikan Musholasebagai pusat kegiatan yang dilengkapi dengan sarana prasarana yang mencukupi. Sebagai fasilitas sosial akan mendorong sinergisitas dan intensitas kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan yang dilakukan, sehingga secara eksplisit dapat menjaga kerukunan sosial masyarakat petani hutan.
Pengaruh Metode Latihan High-Intensity Interval Training (Tabata) terhadap Peningkatan VO2max Atlet Handball Jawa Tengah Shauma, Faizal; Muhlisin, Muhlisin; Aprianti, RR Noer Indah; Purnama, Yudhi; Kurniawan, Rian; Listyarini, Dian
Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK) Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ijok.v4n2.p35-42

Abstract

Background: This study aimed to measure the effect of High-Intensity Interval Training (HIIT) with the Tabata protocol on increasing Volume Oxygen Maximum (VO2max) in Central Java handball athletes. The main problem faced is the need for handball athletes to have optimal physical endurance and cardiovascular fitness to support performance during matches. The conclusion of this study is that the HIIT (Tabata) training method has a significant effect on increasing VO2max and can be implemented in handball athlete training programs to improve physical fitness and athlete performance on the field. Methods: The method used was an experiment with a one-group pretest-posttest design, involving 14 Central Java handball athletes selected using the Saturation Sampling technique. The data collection instrument was the Multistage Fitness Test (Beep Test), which was conducted before and after an 8-week intervention period. Data analysis was performed using the Shapiro-Wilk normality test and the paired sample t-test hypothesis test using SPSS version 17. Results: The results showed a significant increase in VO2max in handball athletes after being given HIIT training with the Tabata protocol, with an average increase of 8.8% from pretest to posttest. Conclusions: The conclusion of this study is that the HIIT (Tabata) training method has a significant effect on increasing VO2max and can be implemented in handball athlete training programs to improve physical fitness and athlete performance on the field.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK PADA RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG Muhlisin, Muhlisin; Khoirin, Khoirin; Pauziah, Arpa
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 15, No 1 (2023): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v15i1.1202

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini fokus pada upaya sosialisasi dan pendampingan yang dilakukan dalam rangka mengimplementasikan Rekam Medis Elektronik (RME) di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. RME merupakan sebuah terobosan teknologi dalam pengelolaan data medis yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Namun, untuk berhasil menerapkan RME di lingkungan Rumah Sakit, penting untuk memahami dan mengatasi tantangan sosial dan teknis yang mungkin timbul. Metode penelitian ini adalah studi kasus dengan mengumpulkan data melalui wawancara dengan staf Rumah Sakit, observasi, dan analisis dokumen terkait pelaksanaan RME. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi RME di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang melibatkan pelatihan intensif bagi staf Rumah Sakit, pertemuan rutin untuk mendiskusikan perkembangan, serta pemberian informasi kepada pasien tentang manfaat RME. Pendampingan teknis dilakukan melalui tim ahli yang memberikan dukungan teknis, perbaikan sistem, dan pemecahan masalah sehari-hari. Hasil dari implementasi ini adalah peningkatan yang nyata dalam efisiensi pengelolaan data medis, pengurangan kesalahan manusia, dan peningkatan pelayanan pasien. Sosialisasi dan pendampingan merupakan komponen penting dalam kesuksesan penerapan RME di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang, dan pengalaman ini dapat memberikan panduan bagi Rumah Sakit lain yang berencana untuk mengadopsi teknologi serupa. Kata Kunci : Sosialisasi, Pendampingan, Rekam Medis Elektronik
Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Madrasah Aliyah An Najah Pati Tahun 2024 Muhlisin, Muhlisin
QUALITY Vol 12, No 1 (2024): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Managerial Competence of Madrasah Principal in Improving Learning Quality at Madrasah Aliyah An Najah Pati in 2024. Learning quality is a measure of the quality of the teaching and learning process to achieve educational goals. This study uses a descriptive qualitative approach to examine the role of the madrasah head in improving the quality of learning at Madrasah Aliyah An Najah Pati in the 2023/2024 academic year. The research subjects included the madrasah head, deputy head, teachers, and students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and tested for validity using source triangulation techniques. The results showed that madrasah principals have an important role through conceptual skills, humanitarian skills, and technical skills. Good technical skills from madrasah principals have a positive effect on the quality of learning. Supporting factors include adequate facilities and infrastructure, support from educators and education personnel, and teachers' willingness in lesson planning. However, there are inhibiting factors such as low student input, limited internet network, and lack of teacher skills in information technology. Improving the quality of learning includes planning the learning process, implementing learning by teachers, and assessing learning outcomes to measure students' competency achievement and improve the learning process.Mutu pembelajaran adalah ukuran kualitas proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengkaji peran kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pembelajaran di Madrasah Aliyah An Najah Pati Tahun Pelajaran 2023/2024. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, wakil kepala, guru, dan peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta diuji keabsahannya dengan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah memiliki peran penting melalui keterampilan konsep, keterampilan kemanusiaan, dan keterampilan teknis. Keterampilan teknis yang baik dari kepala madrasah berpengaruh positif terhadap mutu pembelajaran. Faktor pendukung meliputi sarana dan prasarana yang memadai, dukungan dari pendidik dan tenaga kependidikan, serta kemauan guru dalam perencanaan pembelajaran. Namun, ada faktor penghambat seperti input siswa yang rendah, keterbatasan jaringan internet, dan kurangnya kemampuan guru dalam teknologi informasi. Peningkatan mutu pembelajaran meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran oleh guru, dan penilaian hasil pembelajaran untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik serta memperbaiki proses pembelajaran.
Navigating the Nexus: Government Policies in Cultivating Religious Moderation Within State Islamic Higher Education Muhlisin, Muhlisin; Kholis, Nur; Rini, Juwita
QIJIS Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/qijis.v11i1.12677

Abstract

This study aims to analyze the implementation of religious moderation at the State Islamic Higher Education (PTKIN) in Indonesia through academic policies in the fields of education, research, and community service programs. It is based on the empirical examination of the spread of radical, extreme, and exclusive religious sects among higher education civitas academica in Indonesia. The research combines qualitative and quantitative approaches (mixed methods) simultaneously. Data sources were randomly obtained from leaders, lecturers, and students at PTKIN through interviews, observations, questionnaires, documentation, and focus group discussions. Data analysis was carried out through data reduction, data display, and data verification, as well as statistical analysis using the t-test with the SPSS 17.0 program. The results show that religious moderation has been promoted through academic policies in education, research, and community services, which aligns with Pancasila values as the Indonesian state philosophy. This finding is strengthened by the acquisition of a significant t-test < 0.05, which indicates that the academic policies provide crucial support for implementing religious moderation at PTKIN. Overall, this study confirms the idea that promoting religious moderation should be seen as a crucial shared agenda since it plays a pivotal role in determining the long-term viability of a country.
PERTAUTAN YANG LEGAL DAN YANG ETIS: PEMAKNAAN REGULASI KPU DAN BAWASLU DALAM PUTUSAN DKPP muhlisin, Muhlisin; Luqman Hakim; Rian Adhivira Prabowo
Bahasa Indonesia Vol 4 No 1 (2022): Electoral Governance: Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia
Publisher : Komisi Pemilihan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46874/tkp.v4i1.546

Abstract

Dalam konteks kelembagaan Penyelenggara Pemilu di Indonesia, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) merupakan satu kesatuan fungsi penyelenggaraan Pemilu. Masing-masing lembaga tersebut memiliki tugas, fungsi, dan kewenangan tersendiri, di sisi lain terdapat peran saling mengimbangi di antara ketiganya. Tulisan ini hendak memotret pertautan antara etika dan hukum yang terkandung dalam Putusan DKPP. Meskipun pandangan umum biasanya memisahkan antara yang legal dengan yang etis, namun penulis hendak mengajukan pendapat sebaliknya. Bahwa berdasarkan pengalaman desain kelembagaan Penyelenggara Pemilu di Indonesia, terdapat kaitan yang kuat antara keduanya, yaitu bahwa yang etis mempengaruhi yang legal. Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis menggunakan pendekatan hukum doktrinal yaitu dengan melacak Putusan-Putusan DKPP yang memberikan pemaknaan terhadap regulasi yang diterbitkan oleh KPU dan Bawaslu. Hasil koleksi tersebut kemudian dipilah lebih jauh untuk menemukan pola dan kaidah etis terhadap regulasi. Studi ini menemukan bahwa terdapat irisan antara Putusan DKPP (etis) dan regulasi yang diterbitkan oleh KPU dan Bawaslu (hukum) berdasarkan pada dua hal. Pertama, pola yang terdapat dalam Putusan DKPP, baik yang merekomendasikan perbaikan regulasi, maupun yang merupakan pemaknaan etis terhadap bagaimana regulasi seharusnya diimplementasikan. Kedua, sekaligus masih berhubungan dengan yang pertama, bahwa pertimbangan-pertimbangan yang termaktub dalam Putusan DKPP seharusnya turut digunakan sebagai pedoman implementasi regulasi oleh para penyelenggara pemilu.
Co-Authors Abdul Khobir Adinda Mutia Gani Afrinaldi, Rolly Ahmad Takrifin Akbari, Tauny Amirullah, Arul Aprianti, RR Noer Indah ARDYANTO, SOFYAN Aryaningtyas, Uyuni Asih Kurniawati Ayatullah Humaeni Ayatullah Humaeni Aziiz, Qowiyyun Azis, Diachi Azli Anisah Budi Handrianto Catur Wahyu Priyanto Damayani, Febiana Eka Deporos, Saprolla Rollie C. Devi Triady Bahrudin, Devi Triady Dewi Yuliana Fitri Dikpride Despa Dwi Novitasari Fadil, Bani Ikhwanul Fatah Syukur, Fatah Fernanto, Guntur Fibri, Dwi Larasatie Nur Fitri Arniati Fitriani, Resti Habibah Habibah Helmy Faizi Bahrul Ulumi Helmy Faizi Bahrul Ulumi Hendri Hermawan Adinugraha I Nyoman Switrayana Juwita Rini Kardiyono Kardiyono, Kardiyono Kartono - Kertati Sumekar Khoirin, Khoirin Listiyariny, Dian Listyarini, Dian Luqman Hakim M. Sulthoni Mafaakhir, Abul Maharani, Aulia Raziva Mahdani, Mahdani Maman Rahman, Maman Maryani Maryani Maskhur, Maskhur Maslahat, Gina Masyruroh, Anis Maulana, Amir Mauzaniah, Haliza Miftahul Ula Moh. Nasrudin Mohamad Siroj Mohammad Asikin Mohammad Ziad Anwar Mufrodah, Nur Muhamad Wisnu Alfiansyah MUHAMMAD ULIN NUHA Muhlisin Muhyani, Muhyani Mustofa, Makmur Sofyan Mutho'in, Mutho'in Nafi’a, Zidni Ilman Ni Ketut Putri Nila Sudewi Ni Nyoman Widani, Ni Nyoman Ningtyas, Ria Ratna Nugraha, Widitya Tri Nur Kholis Nurhendriawati, Naela Nurliyani Nurliyani Pangestu Widodo, Pangestu Pasaribu, Ahmad Muchlisin Natas Pauziah, Arpa Pauziah, Arpa Anggriani Permana, Jaka Prasetyo, Tommy Rizki Purnama, Desi Pursitawati, Lia Rahmawati, Alviani Dyah Rasdi Ekosiswoyo Rian Adhivira Prabowo Rian Kurniawan Rif'iy Qomarrullah Rini Adriani Auliana Romadhon, Sahrul Rosita, Meri S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Safitri, Maiya Sahrowiyah, Titin Saputro, Riki Edo Sawir, Lestari Wulandari Setyawan, FX Arinto Shauma, Faizal Shobirin, Ma’as Sholikhatun, Sholikhatun Sidik, Halik Siswanto, Edhi Sofi, Muhammad Jauhari Sugiana Sugiana, Sugiana Sugiyo Sugiyo, Sugiyo Suroso Mukti Leksono Syamsurrijal Syamsurrijal, Syamsurrijal Tri Anggraeni Kusumastuti Tridjoko Wisnu Murti Valency, Alvin Wicaksono, Galuh Hendityo Widhi, Bidari Andaru Widya Safitri Wiya Suktiningsih Yasin, Muhammad Noor Yos Wandik Yudhi Purnama Yulianto, Ari Yuny Erwanto Yustina Yuni Surandiyah Zahidah, Baiq Sulis Eka ZAHRA, SYARIFAH Zainuddin Abdussamad Zainuri Zainuri, Zainuri Zulfitri Aima