Articles
Motivation as Mediator between Family Support to the Readiness of Pregnant Woman in Exclusive Breastfeeding
Sri Mulyani;
A. A. Subiyanto;
Sapja Anantanyu;
Supriyadi Heri Respati;
Budiyanti Wiboworini
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 6, No 2: June 2017
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (347.816 KB)
|
DOI: 10.11591/ijphs.v6i2.7638
The success of the implementation of exclusive breastfeeding in the community is depend on the readiness of pregnant mothers in exclusive breastfeeding. This readiness is influenced by several factors including motivation and support exclusive breastfeeding by family. This study aimed to examine the empirical model that shows the motivational role as mediators of the relationship between family support of readiness pregnant mothers in exclusive breastfeeding. Cross-sectional study performed on pregnant women in Surakarta. A sample of 150 respondents mother in her first time pregnancy. The closed questionnaire of Likert scale developed to measure three variables of the study. Path analysis procedure used to test the hypothesis of motivational role as mediator relations between two other variables. The results showed that all three variables had a significant relation (p <0.001). The relationship between family support to readiness pregnant women after entering motivation as covariates remained significant but decreased significantly path coefficient (β = 0.365; p <0.001 becomes β = 0.260; p = 0.001). Thus the motivation become a mediator relationship with the family support of readiness pregnant mothers in exclusive breastfeeding.
Emotional eating, snacking behavior and nutritional status among adolescents
Yulia Rachmawati;
Sapja Anantanyu;
Kusnandar Kusnandar
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 8, No 4: December 2019
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (408.484 KB)
|
DOI: 10.11591/ijphs.v8i4.20398
The tendency to eat in response to stress known as emotional eating (EmE). Individuals with EmE usually has been change their dietary pattern towards more unhealthy snacking which contribute to overweight. This study aims to examine the interrelationship between EmE, snacking behavior and nutritional status among adolescents. This was an analytic observational with a cross sectional design study. It was conducted in Surakarta, on August 2019. Total 140 adolescents aged 14-17 years were selected. The data ofEmE were measured by Emotional Eater Questionnaire (EEQ), data of snacking behaviour measured by food frequencies questionnaire (FFQ),and BMI were measured using weight scale and microtoice. Data wereanalyzed by descriptive, bivariate and binary logistic using SPSS v.23. There was significantly difference of EmE and snacking behavior in underweight, normal, and overweight adolescents. We found that underweight (4.17±3.16) and normal individuals (4.97±4.19) were not an emotional eater, and less sweet snacks and sweet drinks consumption while overweight individuals were an emotional eater (14.26±6.04) and eat more sweet snacks, and sweet drinks (p<0.001) during negative emotional states. It was shown that emotional eating and snacking behavior were found higher in overweight than underweight and normal individuals.
Pemanfaatan Livelihood Assets Sebagai Strategi Bertahan Hidup Petani Daerah Konservasi DAS Solo di Desa Beruk Kecamatan Jatiyoso Kabupaten Karanganyar
Ainina Izzati;
Suwarto Suwarto;
Sapja Anantanyu
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Agrovital Volume 6, Nomor 2, November 2021
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35329/agrovital.v6i2.2039
Daerah Aliran Sungai (DAS) hulu merupakan daerah yang perlu dikelola dengan prinsip konservasi. Konservasi pada daerah DAS penting guna menjaga kondisi lingkungan agar tidak terdegradasi terutama sumber daya lahan dan sumber daya air. Desa Beruk merupakan salah satu kawasan DAS Solo bagian hulu yang berada pada ketinggian 998 mdpl dan terletak pada kemiringan kemiringan lereng kelas V atau >45% yang menyebabkan Desa Beruk termasuk dalam wilayah zona merah longsor. Kondisi lahan yang demikian justru dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Beruk untuk kegiatan usahatani. Pendapatan sebagai petani di Desa Beruk tidak stabil sehingga petani harus memanfaatkan livelihood assets (modal alam, modal manusia, modal fisik, modal finansial, dan modal sosial) guna mempertahankan kehidupan dengan mencapai livelihood outcome. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji pemanfaatan livelihood assets sebagai strategi bertahan hidup untuk mencapai livelihood outcome. Metode dasar penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode penentuan informan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan cara in depth interview, observasi, dan studi dokumentasi yang kemudian akan dianalis dengan teknik analisis data interaktif. Validasi data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Petani memanfaatkan livelihood assets dengan mengkombinasikan berbagai aset penghidupan yang dimiliki. Aset penghidupan yang dimanfaatkan petani di Desa Beruk yaitu modal alam, modal manusia, modal fisik, modal finansial, dan modal sosial. Kelima modal tersebut dimanfaatkan oleh petani untuk bertahan hidup secara aktif, pasif, dan jaringan. Tujuan petani di Desa Beruk menerapkan strategi bertahan hidup yaitu untuk mencapai livelihood outcome yang meliputi peningkatan penghidupan serta pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Asupan protein dan kalsium serta aktivitas fisik pada anak usia sekolah dasar
Muhammad Thonthowi Jauhari;
Santoso Santoso;
Sapja Anantanyu
Ilmu Gizi Indonesia Vol 2, No 2 (2019): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.356 KB)
|
DOI: 10.35842/ilgi.v2i2.86
Latar Belakang: Salah satu karakteristik anak usia sekolah dasar adalah memiliki aktivitas fisik yang tinggi, yang diperlukan untuk meningkatkan perkembangan motorik dan kognitif mereka. Asupan makanan yang cukup, khususnya pemenuhan protein dan kalsium memainkan peranan penting dalam meningkatkan aktivitas fisik anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan protein dan kalsium dengan aktivitas fisik anak sekolah dasar. Metode: Desain penelitian menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini melibatkan 84 anak sekolah dasar usia 9–12 tahun yang duduk di kelas V dan VI di Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. Data asupan protein dan kalsium diperoleh dengan wawancara menggunakan form recall 2x24 jam dan data aktivitas fisik diperoleh menggunakan kuesioner Physical Activity Questionnaire for Children (PAQ-C). Analisis data menggunakan uji Chi Square dan regresi logistik berganda dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Persentase aktivitas fisik anak kategori tinggi lebih banyak dibandingkan kategori aktivitas fisik rendah (masing-masing 54% dan 46%). Asupan protein kurang secara signifikan meningkatkan risiko penurunan aktivitas fisik anak sekolah sebanyak 2,623 kali dibandingkan anak dengan asupan protein cukup (95%CI=1,003–6,862; p=0,049). Kesimpulan: Asupan protein berhubungan positif dengan aktivitas fisik anak sekolah dasar.
Pengaruh Teknik Bernyanyi dan Permainan Kartu Bergambar Terhadap Sikap dan Perilaku Gizi Pada Anak Taman Kanak-Kanak
Eri Virmando;
Sapja Anantanyu;
Kusnandar Kusnandar
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 14 No. 2: JUNI 2018
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (261.13 KB)
|
DOI: 10.30597/mkmi.v14i2.3884
Nutrition education in kindergarten children is an effort to increase awareness of healthy living behaviorin consumption of fruits and vegetables through Communication, Information, and Education (CIE). This studyaims to analyze the effect of nutritional education through the technique of singing and picture card games to theattitudes and nutritional behavior of kindergarten children. The design in this study was quasi-experimental, withpre-post test design with control group design. The subjects of this study were 68 students from 4 kindergartenschools in Tempilang Subdistrict, this study was conducted in January - March 2018. Nutrition education used wasa technique of singing, card game, and joint intervention. The results show that there are differences in nutritionalattitudes and behaviors in nutritional education. The combined intervention has the highest score on the attitudesand nutritional behavior of 7.38 ± 0.98 and 49.06 is significantly different from other intervention media. Therewas a change of good nutrition that increased after intervention (97,1%) from before intervention (95,6%) andchange of good nutrition behavior that increased after intervention (45,6%) before intervention (79,4%). Nutritioneducation through joint intervention provides a change in the improvement of nutritional attitudes and behaviorsin child kindergartens.
MODEL PARTISIPASI PETANI LAHAN KERING DALAM KONSERVASI LAHAN
Suwarto Suwarto;
Suwarto Suwarto;
Sapja Anantanyu
Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Vol 13, No 2 (2012): JEP Desember 2012
Publisher : Muhammadiyah University Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/jep.v13i2.170
The study intends to describe the participation of farmers in the dryland crop based Land Conservation Index (LCI), describes the factors that affect the implementation of land conservation, and develop models to improve the participation of farmers in land conservation. Research carried out in Sub DAS upstream of Solo river. All of the food crop farmers from the Pundung villages totaling 68 family heads as respondents. The results of a study of farmers in conserving land at a moderate level. Model to improve the implementation of land conservation is increasing: land area, ownership ruminants, a family member who worked, and level of education, and empowerment to increase participation in land conservation in the parameter is still low, namely: planting plants to strengthen terracing, mulching or manure, planting annual crops on sloping land, crop rotation, and a sense of responsibility of farmers.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI PADA USAHA BATIK TULIS: UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN DAN KEMANDIRIAN
Hanifah Ihsaniyati;
Arip Wijianto;
Suminah Suminah;
Sapja Anantanyu
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/e-dimas.v8i1.1373
Kelompok Batik (tulis)“Mutiara 1" dan “Mutiara 2" adalah adalah kelompok usaha batik tulis yang masing-masing beranggotakan 10 orang wanita tani yang baru bebas dari buta huruf (tindak lanjut dari program pasca keaksaraan fungsional/buta huruf). Kelompok ini berlokasi di Desa Wonolopo Kecamatan Tirtomoyo sudah terbentuk mulai Tahun 2011. Usaha batik tulis yang dikelola selama ini belum dikembangkan potensinya sebagai produk sandang yang kompetetitif dan bernilai ekonomis dengan mengikuti kaidah Good Manufacturing Practices (GMP's), seperti penggunaan berbagai alat teknologi tepat guna untuk membatiksehingga selama ini kelompok hanya menjual dalam bentuk batik mentah dengan harga yang relatif murah yaitu berkisar antara Rp 75.000,- sampai Rp 80.000,-, sementara harga batik yang sudah di finishing seharga Rp 250.000 sampai Rp 300.000,-. Perlu pendampingan kelompok tersebut agar pendapatan meningkat. Kegiatan pendampinganyang telah dilakukan adalah pelatihan finishing batik tulis, introduksi alat finishing batik, pameran (expo), dan pendampingan yang dilakukan dengan beberapa teknik pendekatan.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Pencarian Informasi Berbasis Digital oleh Penyuluh Pertanian Provinsi Jawa Tengah
Mohamad Triaji;
Dwiningtyas Padmaningrum;
Sapja Anantanyu
AGRIBEST Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/agribest.v5i1.4294
Perkembangan pesat dunia digital memberikan tantangan bagi penyuluh dalam mencari, mengakses, dan memanfaatkan informasi. Penyuluh pertanian dituntut terampil dalam menggunakan perangkat digital untuk melakukan pencarian Informasi dalam memenuhi kebutuhan Informasi petani. Literasi digital menjadi kunci keberhasilan penyuluh dalam menyampaikan Informasi kepada petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor pembentuk perilaku pencarian Informasi terhadap perilaku pencarian Informasi berbasis digital oleh penyuluh pertanian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis data menggunakan regresi linier berganda. Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan jenis accidental sampling. Penelitian ini mengambil sampel 155 responden yang merupakan penyuluh pertanian anggota PERHIPTANI di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital, tingkat pendidikan formal, dan pengalaman kerja memiliki pengaruh yang signifikan, sedangkan usia dan tingkat penggunaan media tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku pencarian informasi berbasis digital oleh penyuluh pertanian.
Pemberdayaan Kelompok Tani Bendungan oleh Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor di Desa Lemahduhur Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor
Wida Pradiana;
Sapja Anantanyu
Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Prospect Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (455.375 KB)
|
DOI: 10.55381/jpm.v1i2.21
Kelompok tani yang berada di Desa Lemahduhur Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor, masih belum mencirikan kelompok tani yang berdaya, kerena masih ada anggota kelompok tani belum memiliki kemampuan dan potensi yang baik dalam mengelola usahataninya. Hal ini di sebabkan karena partisipasi anggota dalam melakukan kegiatan usahataninya secara bersama rendah, disamping itu kurang mendapatkan pelatihan-pelatihan dari narasumber ahli dibidangnya. Hal lain yang terjadi pada Kelompoktani Bendungan di Desa Lemahduhur belum terlihat program-program yang terlaksana didalamnya secara inten dan berkelanjutan. Demikian juga kegiatan penyuluhan oleh penyuluh pertanian nampaknya masih perlu ditingkatkan frekwensinya, sehingga dengan dilaksanakannya penguatan kelembagaan kelompoktani melalui pendekatan partisipatif dilaksanakan kegiatan pemberdayaan kelompok secara terpadu melalui kegiatan penyuluhan meliputi kegiatan bimbingan teknis, pengembangan kelembagaan kelompoktani, temu bisnis hingga fasilitas bantuan ternak bibit dan alat mesin pertanian (Alsintan) dilaksanakan terprogram dengan melibatkan dinas/instansi terkait.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Inovasi Sosial “Kampung Pangan Inovatif” di Plaju Ulu, Palembang, Sumatera Selatan
Miftah Faridl Widhagdha;
Sapja Anantanyu
Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Prospect Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (659.482 KB)
|
DOI: 10.55381/jpm.v1i2.23
Inovasi sosial adalah kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dapat menyelesaikan permasalahan/kebutuhan sosial dengan lebih efektif dibandingkan solusi yang ada saat ini serta mendorong perbaikan kapabilitas dan hubungan sosial, pemanfaatan aset serta sumber daya dengan lebih baik. Kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi sosial yang dilakukan di Sentra Industri Tempe Tradisional Kelurahan Plaju Ulu, Kota Palembang, Sumatera Selatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri tempe yang ada di wilayah tersebut serta menyelesaikan permasalahan lingkungan seperti lingkungan yang kumuh dan tata kelola limbah yang sembarangan. Kegiatan pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui pendampingan, perbaikan sarana dan prasarana, pelatihan hingga pemasaran produk untuk meningkatkan daya saing industri tempe tradisional. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pemberdayaan masyarakat ini adalah terciptanya inovasi sosial berupa “Kampung Pangan Inovatif” yang menjadi sentra kuliner tradisioinal di Kota Palembang yang inovatif dengan berbagai produk turunan tempe seperti keripik, nugget hingga tauco. Selain itu, keberhasilan “Kampung Pangan Inovatif” juga dilihat dari keberhasilan kampung ini mendapatkan penghargaan PROKLIM dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia pada tahun 2021 untuk kategori Utama.