Claim Missing Document
Check
Articles

Tengku Dayah : Era Society dan Ruang Semeubeut Nasir, Mohd; Muhibuddin, Muhibuddin; Al-Khalidi, M Wali
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i01.4300

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi pada era society berdampak sangat besar terhadap ruang pembelajaran tengku dayah. Adanya transformasi ini merupakan indikasi keberterimaan tengku terhadap kemajuan teknologi yang selama ini ditentang. Tulisan ini mendeskripsikan peran tengku dayah salafiah dalam merespons digitalisasi pembelajaran di era society. Kesarjanaan tentang Aceh kontemporer memperlihatkan besarnya peran tengku dayah terhadap pendidikan di Aceh. Tetapi sejauh ini, studi yang membahas tema tersebut belum memberi perhatian yang memadai tentang peran tengku yang dihubungkan dengan era society 5.0 menggunakan teori Anthony Giddent. Berdasarkan data kualitatif yang dikumpulkan melalui wawancara dengan teungku, observasi dan dokumentasi, tulisan ini mengajukan argumen bahwa perubahan pola semeubeut yang dilakukan tengku dayah di Aceh merupakan sebuah kesadaran modernisasi yang dimiliki tenngku dalam merespon kebutuhan di masa yang akan datang demi mempertahankan eksistensi dayah. Artikel ini menyimpulkan bahwa kesadaran yang dibentuk teungku dayah beroperasi dalam tiga kesadaran yang saling berkoneksi  satu  sama  lain,  yaitu;  kesadaran  diskursif  (discursive consciousness), kesadaran praktis (practical consciousness) serta motivasi tindakan.
Strategi Orang Tua Dalam Mengatasi Kebiasaan Temper Tantrum Pada Anak Usia Dini di Kecamatan Langsa Baro Zainuddin, Zainuddin; Mulyadi, Mulyadi; Muhibuddin, Muhibuddin; Nasir, Mohd.; Susilawati, Susilawati
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5348

Abstract

The habit of temper tantrums carried out by children aged 2 to 6 years is an attitude that must be controlled well by parents, so that children can grow and develop emotionally well. Certain strategies are needed to overcome the child's temper tantrum habits. The purpose of this study was to determine the form of parenting style in dealing with temper tantrum behavior in early childhood and to determine the supporting and inhibiting factors of parenting parents in overcoming temper tantrum behavior in early childhood in Kecamatan Langsa Baro. This research uses a qualitative approach. The subjects (respondents) of the study consisted of three villages in Kecamatan Langsa Baroe, namely Geudubang Jawa, Geudubang Aceh and Paya Bujok Tunong. The research subjects are children with temper tantrum behavior, parents and community experts (psychologists). Data collection techniques using observation, interviews and documentation. While the data analysis technique is used to interpret the results of the study which consists of: data reduction, data presentation, and inference. The results of this study indicate that: 1) The form of parenting style in dealing with temper tantrum behavior in early childhood in Langsa BarÔ District is the tendency of parenting parents to overcome temper tantrum behavior such as authoritarian, permissive, and democratic. The supporting factors for parenting parents in overcoming temper tantrum behavior in early childhood in Langsa BarÔ District are: a) Parents' self-efficacy. b) Parents' social support. c) The role of the community of experts (psychologists). While the inhibiting factors include: a) Parents' mistakes because they always comply with the wishes of the child, b) Parents are too authoritarian towards children, c) The inability of children to express their expressions, d) Busy parents so that they pay less attention to children. The conclusion is that there are three strategies used by parents in dealing with children who have a temper tantrum, namely, first, using an authoritarian strategy where the child is forced to follow the wishes of the parents, Second, a permissive strategy, namely the child is given freedom to carry out his wishes, although sometimes the parents also help the child to fulfill their desires, and thirdly, a democratic strategy, where parents give children the freedom to fulfill their desires but under the control of the parents.
PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING LEARNING PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS VIII SMP NEGERI 4 KUTA MAKMUR Muhibuddin, Muhibuddin; M. Daud, Al Husaini; Ma’awiyah, Aisyah
Journal of Contemporary Indonesian Islam Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Contemporary Indonesian Islam
Publisher : Postgraduate Program UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/jcii.v2i2.2368

Abstract

ABSTRAK Tesis ini mengkaji Penerapan Model Contextual Teaching Learning dalam Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VIII SMP Negeri 4 Kuta Makmur. Dalam pendekatan pembelajaran kontekstual, peran guru tidak lagi sebagai otoritas tunggal, melainkan sebagai pendamping yang mendengarkan peserta didiknya. Guru bukan satu-satunya penentu kemajuan peserta didik, melainkan pendamping dalam mencapai kompetensi dasar. Penelitian ini merumuskan tiga masalah utama: penerapan model tersebut, kendala yang dihadapi guru, dan upaya guru mengatasi kendala tersebut. Penerapan model pembelajaran mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Kendala yang dihadapi guru termasuk kesulitan siswa memahami materi PAI dan keterbatasan sarana/prasarana. Upaya guru untuk mengatasi kendala melibatkan melaporkan ke kepala sekolah agar menyediakan LCD proyektor, mengelompokkan siswa secara heterogen, memberikan bimbingan dalam diskusi, memberikan umpan balik intensif, dan mengoptimalkan waktu pembelajaran. Tujuan penelitian mencakup pemahaman penerapan model pembelajaran, identifikasi kendala guru, dan pemahaman upaya guru mengatasi kendala dalam Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VIII SMP Negeri 4 Kuta Makmur. Metode penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif, menggunakan analisis data model Miles dan Huberman, termasuk reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. ABTRACT learning, the teacher's role shifts from being the ultimate authority to a listener who values students' input. Teachers no longer singularly dictate students' progress but serve as companions in achieving basic competencies. The study formulates three main problems: the model's implementation, obstacles faced by teachers, and teachers' efforts to overcome these obstacles. The research aims to understand the application of the model, identify teacher obstacles, and comprehend teachers' efforts in Class VIII Islamic Religious Education at SMP Negeri 4 Kuta Makmur. This qualitative descriptive research employs the Miles and Huberman model, involving data reduction, presentation, verification, and conclusions. Findings include the multi-stage implementation of the model, obstacles such as varying student abilities and inadequate facilities, and teacher efforts, such as reporting for an LCD projector, heterogeneous student grouping, comprehensive guidance, and increased feedback to optimize learning time.
STRATEGI DAKWAH BERBASIS MEDIA DIGITAL DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KEAGAMAAN GENERASI Z DI INDONESIA Jumhadi, Agus Idwar; Geun, An Sun; Muhibuddin, Muhibuddin; Nisa, Fariza Khoirun; Hijjiriyah, Nur Aisyah
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v6i3.5255

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mempengaruhi pola komunikasi dan penyebaran pengetahuan keagamaan, terutama di kalangan Generasi Z yang dikenal sebagai digital natives. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi dakwah berbasis media digital dalam meningkatkan pemahaman keagamaan Generasi Z di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi konten dakwah digital, wawancara semi-terstruktur dengan konten kreator dan audiens, serta dokumentasi interaksi di platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah yang efektif meliputi penggunaan video pendek (micro-content), kolaborasi dengan influencer, kajian interaktif melalui live streaming, serta pemanfaatan budaya populer dalam konten dakwah. Konten dakwah yang komunikatif, kontekstual, dan berbasis interaksi terbukti meningkatkan pemahaman keagamaan Generasi Z, meskipun tantangan tetap ada terkait otoritas ilmiah dan literasi digital. Penelitian ini menegaskan perlunya integrasi antara kreatifitas media, otoritas keilmuan, dan pemahaman karakter audiens dalam pengembangan strategi dakwah digital yang relevan dan berkelanjutan di era globalisasi.
METODE PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF HADITS SEBAGAI SUMBER UTAMA PEMBELAJARAN DALAM ISLAM Muhibuddin, Muhibuddin; Hidayatullah, Hidayatullah; Lubis, Zulkarnain; Anim, Sarbini; Fahanulloh, Farhanulloh
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v5i3.5299

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan metode pendidikan dalam perspektif hadits sebagai sumber utama pembelajaran dalam Islam. Hadits sebagai pernyataan, perbuatan, atau persetujuan Nabi Muhammad SAW menjadi landasan penting dalam pendidikan Islam. Melalui studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis, tulisan ini mengkaji beberapa metode pendidikan yang dipraktikkan Rasulullah SAW, seperti ceramah, dialog, storytelling, analogi, pengulangan, pembiasaan, pembelajaran bertahap, hingga keteladanan. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode-metode tersebut bersifat aplikatif, relevan, inklusif, dan mampu membentuk karakter peserta didik. Implikasi penelitian ini merekomendasikan integrasi metode Rasulullah dalam sistem pendidikan modern untuk memperkuat aspek nilai, etika, dan spiritualitas dalam proses pembelajaran.
EPISTEMOLOGI FIQH DALAM LINTAS SEJARAH: DARI FORMALISASI DOKTRIN HINGGA DINAMIKA KONTEMPORER Muhibuddin, Muhibuddin; Hamid, Abdul; Mastori, Mastori; Kohari, Khalis; Kurniawan, Heri
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v4i3.5311

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan epistemologi fiqh sebagai hukum formil dalam sejarah hukum Islam, sejak masa Nabi Muhammad SAW hingga era modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis-normatif, mengkaji sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi fiqh mengalami dinamika yang signifikan, dimulai dari fase pembentukan dasar-dasar hukum pada masa Nabi dan Khulafaur Rasyidin, yang bersumber langsung pada Al-Qur'an dan Sunnah. Fase selanjutnya ditandai dengan perkembangan madzhab-madzhab fiqh yang mensistematisasikan metode istinbath hukum seperti qiyas, ijma, dan istihsan. Pada periode kolonial dan modern, hukum Islam menghadapi tantangan untuk beradaptasi dengan sistem hukum Barat dan tuntutan kontemporer, memunculkan gerakan reformasi dan kodifikasi. Artikel ini menyimpulkan bahwa sebagai hukum formil, fiqh memiliki karakter yang dinamis dan responsif terhadap perubahan sosial, dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip universal (maqashid al-shari'ah). Fleksibilitas epistemologis inilah yang memungkinkan hukum Islam tetap relevan dalam menjawab persoalan kekinian.
Akupunktur sebagai Terapi Pendukung Rehabilitasi Stroke: Laporan Kasus Perbaikan Fungsi Motorik Aji Legowo, Nurcahyo; Prisilia K.N, Ayunda; Muhibuddin, Muhibuddin
Teewan Journal Solutions Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ghdm3k12

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan pada usia lanjut yang ditandai dengan kelemahan anggota gerak dan penurunan kualitas hidup. Penelitian ini merupakan laporan kasus pada pasien laki-laki usia 75 tahun dengan riwayat stroke iskemik dan hipertensi tidak terkontrol yang menjalani delapan sesi terapi akupunktur dengan elektroakupunktur. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan signifikan berupa penurunan tekanan darah dari 170/100 mmHg menjadi 140/90 mmHg, peningkatan kekuatan otot ekstremitas kiri dari 3/10 menjadi 8/10, serta perbaikan kemampuan berjalan dan aktivitas harian pasien. Temuan ini mengindikasikan bahwa akupunktur dapat menjadi terapi komplementer yang efektif dalam rehabilitasi stroke iskemik, khususnya untuk perbaikan fungsi motorik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case report pada seorang pasien laki-laki berusia 75 tahun dengan riwayat stroke iskemik dan hipertensi tidak terkontrol. Pasien menjalani delapan sesi terapi akupunktur dengan titik utama dan pendukung LI4 (Hegu), LI11 (Quchi), ST36 (Zusanli), GB34 (Yanglingquan), SP6 (Sanyinjiao), KI3 (Taixi), DU20 (Baihui), dan PC6 (Neiguan), LR3 (Taichong), HT7, (Geshu), SP10 (Xuehai), RN6 (Qihai) yang sebagian diberikan stimulasi elektroakupunktur. Evaluasi dilakukan melalui pemeriksaan tanda vital, observasi fungsi motorik, serta wawancara mengenai perubahan subjektif pasien. Hasil: Setelah delapan kali terapi, pasien menunjukkan perbaikan signifikan. Tekanan darah menurun dari 170/100 mmHg menjadi 140/90 mmHg, nadi dan respirasi lebih stabil, serta kekuatan otot ekstremitas kiri meningkat dari skala 3/10 menjadi 8/10. Pasien mampu berdiri, berjalan dengan bantuan tongkat, dan melakukan aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri. Pasien juga melaporkan peningkatan energi, kualitas tidur, dan berkurangnya keluhan pusing serta kelelahan. Kesimpulan: Terapi akupunktur terbukti bermanfaat dalam memperbaiki fungsi motorik dan mendukung proses rehabilitasi pasien pasca-stroke iskemik. Akupunktur dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer yang efektif apabila dikombinasikan dengan pendekatan medis konvensional dan rehabilitasi multidisiplin.    
NILAI-NILAI ANTI DISKRIMINASI DALAM SURAT AL-HUJURAT AYAT 13 Muhibuddin, Muhibuddin; Mawaddah, Sri
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4350

Abstract

Diskriminasi merupakan tantangan serius yang menghambat kehidupan sosial masyarakat modern, muncul dalam berbagai bentuk seperti rasisme, seksisme, dan intoleransi agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai anti-diskriminasi dalam QS Al-Hujurat ayat 13, yang menekankan kesetaraan dan penghormatan terhadap keragaman manusia. Meskipun ajaran ini telah ada, tantangan yang dihadapi dalam implementasinya sangat kompleks, termasuk ketidakpahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Qur’ani, serta praktik diskriminasi yang masih marak di berbagai sektor, seperti pendidikan dan dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis, membandingkan penafsiran klasik dan kontemporer dari para mufasir, seperti Ibnu Katsir dan M. Quraish Shihab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat konsensus mengenai penolakan terhadap diskriminasi, penerapan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari masih menghadapi hambatan, seperti fanatisme kelompok dan stigma sosial. Oleh karena itu, penting untuk menginternalisasi nilai-nilai ini dalam kurikulum pendidikan dan kebijakan publik guna membangun masyarakat yang inklusif dan adil. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menjawab problematika sosial melalui pendekatan nilai-nilai Qur’ani yang humanis dan transformatif.Discrimination is a serious challenge that hampers the social life of modern society, appearing in various forms such as racism, sexism, and religious intolerance. This study aims to examine the anti-discrimination values in QS Al-Hujurat verse 13, which emphasizes equality and respect for human diversity. Despite the existence of this teaching, the challenges faced in its implementation are very complex, including people's lack of understanding of Qur'anic values, as well as discriminatory practices that are still rampant in various sectors, such as education and the world of work. This research uses a descriptive-analytical approach, comparing classical and contemporary interpretations from mufasirs, such as Ibn Kathir and M. Quraish Shihab. The results show that although there is consensus on the rejection of discrimination, the application of these values in daily life still faces obstacles, such as group fanaticism and social stigma. Therefore, it is important to internalize these values in the education curriculum and public policies in order to build an inclusive and just society. This research is expected to contribute in addressing social problems through a humanist and transformative Qur'anic values approach.
Ekologi Media Sosial Dan Wacana Makan Bergizi Gratis (MGB) Di Indonesia: Analisis Transformasi Ruang Publik, Identitas, Dan Pola Kognisi Digital Muhibuddin, Muhibuddin; Solihin, Muchtar; Munir
AdZikra : Jurnal Komunikasi & Penyiaran Islam Vol. 16 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the discourse of Free Nutritious Meals (FNM) in Indonesia through the lens of media ecology, focusing on the transformation of public space, digital identity, and cognitive patterns in the social media era. Using a qualitative approach and critical discourse analysis of social media content, this study reveals how digital platforms such as Twitter, Instagram, and TikTok not only serve as information channels but also shape symbolic ecosystems that influence how society perceives issues of health, nutrition, and public policy. The findings indicate that social media has shifted the authority of nutrition discourse from experts and the government to the public, creating participatory dynamics that are vulnerable to misinformation and polarization. Digital identity is constructed through personalized narratives and visual campaigns, while public cognition is driven toward preferences for short, emotional, and viral content. This article offers policy recommendations based on ecological media literacy and sustainable platform design to support inclusive and evidence-based FNM discourse.
Accountability of Financial Management at Babul Khair Mosque in Gorontalo City Baculu, Irwan M.A; Muhibuddin, Muhibuddin
Jurnal Ilmiah AL-Jauhari: Jurnal Studi Islam dan Interdisipliner Vol. 10 No. 1 (2025): Journal Ilmiah AL-Jauhari
Publisher : Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/jiaj.v10i1.6994

Abstract

 This article examines the financial accountability of the Babul Khair Mosque located in Tenda Village, Gorontalo City. This study aims to identify the financial management practices of the mosque and the level of transparency and accountability applied in the management of mosque funds. Using qualitative methods, data were collected through interviews with mosque administrators, direct observation of financial activities, and analysis of available financial reports. The study's results show that mosque financial management still faces various challenges. Although efforts are being made to maintain transparency, financial information has not been fully disclosed to the congregation, resulting in a decline in trust. Accountability in the recording and use of funds also shows deficiencies that could pose a threat to fund allocation. This study is expected to provide a clear picture of the importance of accountability in mosque financial management, as well as provide recommendations for administrators to improve financial management practices that are more transparent and accountable. Thus, it is hoped that this will increase congregational participation and strengthen trust in mosque administrators' management of funds.
Co-Authors Abdul Hamid Abubakar, Alauddin Aji Legowo, Nurcahyo Akhbar, Muhammad Akmal, Syarifah Al Musawa, Nabiel Al-Khalidi, M Wali Amanda, Aura Andik Bintoro Anim, Sarbini Arif Rahman Arnita Arnita Auliani, Delina Baculu, Irwan M.A Berutu, Muhammad Rizky Dhiauddin Dhiauddin, Dhiauddin Erizon, Nelvi Fahanulloh, Farhanulloh Farhana, Nurfitria Fatahillah, Fatahillah Febrianton, Adi Gemasih, Mawardi Geun, An Sun Gunawan, Bakti Hadi Iskandar Handayani, Firda Heri Kurniawan, Heri Herinawati, Herinawati Hidayat Hidayat Hidayat, Khairul hidayatullah, Hidayatullah hidayatullah Hidayatullah, Putra Hijjiriyah, Nur Aisyah Intan Wulansari Irwansyah, Defi Jamaluddin Jamaluddin Johari Johari Jumhadi, Agus Idwar Kamarullah, Reza Khairunnisa, Izmi Kohari, Khalis M. Daud, Al Husaini M. Nur, Nainunis Mahmud Malahayati Malahayati Mastori, Mastori Ma’awiyah, Aisyah Miftahul Jannah Mohd. Nasir Muhammad Haikal Muhammad Hatta MUHAMMAD TAUFIK Muksalmina Muksalmina Mulyadi Mulyadi Munir Nabila, Adinda Nasir, Mohd Nazih, Abdullah Ghulam Nisa, Fariza Khoirun Nofri Helmi, Nofri Nur Aksa, Fauzah Nurani, Dewi Prisilia K.N, Ayunda Purwantono, Purwantono Rahman, Saidfatur rahmati, nurul Ramli Ramli Rifyal, Rifyal Rijal, Muhammad Rinaldi Rinaldi Rizki Ramadhan Sabani, Nazwa Saefullah, Awwab Safrida Safrida Saifuddin Muhammad Jalil Saifuddin Saifuddin Sastro, Marlia Selamat Meliala Shabira, Afra Sinaga, Jufri Solihin, Muchtar Sri Mawaddah Taufiq Taufiq Triskova, Ellya Yanti, Safrina Zahratul Fitri, Zahratul Zainal Abidin Zainuddin, Zainuddin Zulfadli Zulfikar Ali Buto