Claim Missing Document
Check
Articles

METODE PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF HADITS SEBAGAI SUMBER UTAMA PEMBELAJARAN DALAM ISLAM Muhibuddin, Muhibuddin; Hidayatullah, Hidayatullah; Lubis, Zulkarnain; Anim, Sarbini; Fahanulloh, Farhanulloh
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v5i3.5299

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan metode pendidikan dalam perspektif hadits sebagai sumber utama pembelajaran dalam Islam. Hadits sebagai pernyataan, perbuatan, atau persetujuan Nabi Muhammad SAW menjadi landasan penting dalam pendidikan Islam. Melalui studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis, tulisan ini mengkaji beberapa metode pendidikan yang dipraktikkan Rasulullah SAW, seperti ceramah, dialog, storytelling, analogi, pengulangan, pembiasaan, pembelajaran bertahap, hingga keteladanan. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode-metode tersebut bersifat aplikatif, relevan, inklusif, dan mampu membentuk karakter peserta didik. Implikasi penelitian ini merekomendasikan integrasi metode Rasulullah dalam sistem pendidikan modern untuk memperkuat aspek nilai, etika, dan spiritualitas dalam proses pembelajaran.
EPISTEMOLOGI FIQH DALAM LINTAS SEJARAH: DARI FORMALISASI DOKTRIN HINGGA DINAMIKA KONTEMPORER Muhibuddin, Muhibuddin; Hamid, Abdul; Mastori, Mastori; Kohari, Khalis; Kurniawan, Heri
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v4i3.5311

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan epistemologi fiqh sebagai hukum formil dalam sejarah hukum Islam, sejak masa Nabi Muhammad SAW hingga era modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis-normatif, mengkaji sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi fiqh mengalami dinamika yang signifikan, dimulai dari fase pembentukan dasar-dasar hukum pada masa Nabi dan Khulafaur Rasyidin, yang bersumber langsung pada Al-Qur'an dan Sunnah. Fase selanjutnya ditandai dengan perkembangan madzhab-madzhab fiqh yang mensistematisasikan metode istinbath hukum seperti qiyas, ijma, dan istihsan. Pada periode kolonial dan modern, hukum Islam menghadapi tantangan untuk beradaptasi dengan sistem hukum Barat dan tuntutan kontemporer, memunculkan gerakan reformasi dan kodifikasi. Artikel ini menyimpulkan bahwa sebagai hukum formil, fiqh memiliki karakter yang dinamis dan responsif terhadap perubahan sosial, dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip universal (maqashid al-shari'ah). Fleksibilitas epistemologis inilah yang memungkinkan hukum Islam tetap relevan dalam menjawab persoalan kekinian.
Akupunktur sebagai Terapi Pendukung Rehabilitasi Stroke: Laporan Kasus Perbaikan Fungsi Motorik Aji Legowo, Nurcahyo; Prisilia K.N, Ayunda; Muhibuddin, Muhibuddin
Teewan Journal Solutions Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ghdm3k12

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan pada usia lanjut yang ditandai dengan kelemahan anggota gerak dan penurunan kualitas hidup. Penelitian ini merupakan laporan kasus pada pasien laki-laki usia 75 tahun dengan riwayat stroke iskemik dan hipertensi tidak terkontrol yang menjalani delapan sesi terapi akupunktur dengan elektroakupunktur. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan signifikan berupa penurunan tekanan darah dari 170/100 mmHg menjadi 140/90 mmHg, peningkatan kekuatan otot ekstremitas kiri dari 3/10 menjadi 8/10, serta perbaikan kemampuan berjalan dan aktivitas harian pasien. Temuan ini mengindikasikan bahwa akupunktur dapat menjadi terapi komplementer yang efektif dalam rehabilitasi stroke iskemik, khususnya untuk perbaikan fungsi motorik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case report pada seorang pasien laki-laki berusia 75 tahun dengan riwayat stroke iskemik dan hipertensi tidak terkontrol. Pasien menjalani delapan sesi terapi akupunktur dengan titik utama dan pendukung LI4 (Hegu), LI11 (Quchi), ST36 (Zusanli), GB34 (Yanglingquan), SP6 (Sanyinjiao), KI3 (Taixi), DU20 (Baihui), dan PC6 (Neiguan), LR3 (Taichong), HT7, (Geshu), SP10 (Xuehai), RN6 (Qihai) yang sebagian diberikan stimulasi elektroakupunktur. Evaluasi dilakukan melalui pemeriksaan tanda vital, observasi fungsi motorik, serta wawancara mengenai perubahan subjektif pasien. Hasil: Setelah delapan kali terapi, pasien menunjukkan perbaikan signifikan. Tekanan darah menurun dari 170/100 mmHg menjadi 140/90 mmHg, nadi dan respirasi lebih stabil, serta kekuatan otot ekstremitas kiri meningkat dari skala 3/10 menjadi 8/10. Pasien mampu berdiri, berjalan dengan bantuan tongkat, dan melakukan aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri. Pasien juga melaporkan peningkatan energi, kualitas tidur, dan berkurangnya keluhan pusing serta kelelahan. Kesimpulan: Terapi akupunktur terbukti bermanfaat dalam memperbaiki fungsi motorik dan mendukung proses rehabilitasi pasien pasca-stroke iskemik. Akupunktur dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer yang efektif apabila dikombinasikan dengan pendekatan medis konvensional dan rehabilitasi multidisiplin.    
NILAI-NILAI ANTI DISKRIMINASI DALAM SURAT AL-HUJURAT AYAT 13 Muhibuddin, Muhibuddin; Mawaddah, Sri
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4350

Abstract

Diskriminasi merupakan tantangan serius yang menghambat kehidupan sosial masyarakat modern, muncul dalam berbagai bentuk seperti rasisme, seksisme, dan intoleransi agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai anti-diskriminasi dalam QS Al-Hujurat ayat 13, yang menekankan kesetaraan dan penghormatan terhadap keragaman manusia. Meskipun ajaran ini telah ada, tantangan yang dihadapi dalam implementasinya sangat kompleks, termasuk ketidakpahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Qur’ani, serta praktik diskriminasi yang masih marak di berbagai sektor, seperti pendidikan dan dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis, membandingkan penafsiran klasik dan kontemporer dari para mufasir, seperti Ibnu Katsir dan M. Quraish Shihab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat konsensus mengenai penolakan terhadap diskriminasi, penerapan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari masih menghadapi hambatan, seperti fanatisme kelompok dan stigma sosial. Oleh karena itu, penting untuk menginternalisasi nilai-nilai ini dalam kurikulum pendidikan dan kebijakan publik guna membangun masyarakat yang inklusif dan adil. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menjawab problematika sosial melalui pendekatan nilai-nilai Qur’ani yang humanis dan transformatif.Discrimination is a serious challenge that hampers the social life of modern society, appearing in various forms such as racism, sexism, and religious intolerance. This study aims to examine the anti-discrimination values in QS Al-Hujurat verse 13, which emphasizes equality and respect for human diversity. Despite the existence of this teaching, the challenges faced in its implementation are very complex, including people's lack of understanding of Qur'anic values, as well as discriminatory practices that are still rampant in various sectors, such as education and the world of work. This research uses a descriptive-analytical approach, comparing classical and contemporary interpretations from mufasirs, such as Ibn Kathir and M. Quraish Shihab. The results show that although there is consensus on the rejection of discrimination, the application of these values in daily life still faces obstacles, such as group fanaticism and social stigma. Therefore, it is important to internalize these values in the education curriculum and public policies in order to build an inclusive and just society. This research is expected to contribute in addressing social problems through a humanist and transformative Qur'anic values approach.
Ekologi Media Sosial Dan Wacana Makan Bergizi Gratis (MGB) Di Indonesia: Analisis Transformasi Ruang Publik, Identitas, Dan Pola Kognisi Digital Muhibuddin, Muhibuddin; Solihin, Muchtar; Munir
AdZikra : Jurnal Komunikasi & Penyiaran Islam Vol. 16 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the discourse of Free Nutritious Meals (FNM) in Indonesia through the lens of media ecology, focusing on the transformation of public space, digital identity, and cognitive patterns in the social media era. Using a qualitative approach and critical discourse analysis of social media content, this study reveals how digital platforms such as Twitter, Instagram, and TikTok not only serve as information channels but also shape symbolic ecosystems that influence how society perceives issues of health, nutrition, and public policy. The findings indicate that social media has shifted the authority of nutrition discourse from experts and the government to the public, creating participatory dynamics that are vulnerable to misinformation and polarization. Digital identity is constructed through personalized narratives and visual campaigns, while public cognition is driven toward preferences for short, emotional, and viral content. This article offers policy recommendations based on ecological media literacy and sustainable platform design to support inclusive and evidence-based FNM discourse.
Accountability of Financial Management at Babul Khair Mosque in Gorontalo City Baculu, Irwan M.A; Muhibuddin, Muhibuddin
Jurnal Ilmiah AL-Jauhari: Jurnal Studi Islam dan Interdisipliner Vol. 10 No. 1 (2025): Journal Ilmiah AL-Jauhari
Publisher : Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/jiaj.v10i1.6994

Abstract

 This article examines the financial accountability of the Babul Khair Mosque located in Tenda Village, Gorontalo City. This study aims to identify the financial management practices of the mosque and the level of transparency and accountability applied in the management of mosque funds. Using qualitative methods, data were collected through interviews with mosque administrators, direct observation of financial activities, and analysis of available financial reports. The study's results show that mosque financial management still faces various challenges. Although efforts are being made to maintain transparency, financial information has not been fully disclosed to the congregation, resulting in a decline in trust. Accountability in the recording and use of funds also shows deficiencies that could pose a threat to fund allocation. This study is expected to provide a clear picture of the importance of accountability in mosque financial management, as well as provide recommendations for administrators to improve financial management practices that are more transparent and accountable. Thus, it is hoped that this will increase congregational participation and strengthen trust in mosque administrators' management of funds.
Nurturing Resilient Women: Single Parents from the Perspective of Islamic Education Buto, Zulfikar Ali; Muhibuddin, Muhibuddin; Taufiq, Taufiq
Saree: Research in Gender Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Saree: Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/saree.v7i2.6326

Abstract

The phenomenon of single mothers is on the rise in modern society, bringing complex challenges in economic, psychological, social, and spiritual aspects. This article aims to examine the role and strength of women who live as single parents in educating their children based on Islamic educational principles. This research uses qualitative methods with Critical literature review to highlight the importance of spiritual education, moral strengthening, social skills development, life skills, and support from institutions and communities based on Islamic values. Based on a review of classical and contemporary Islamic educational literature, it was found that Islamic teachings give women a very noble position, especially as the main educators in the family environment, even without the presence of a spouse. Islam not only glorifies the role of mothers, but also emphasizes their pivotal role in shaping the character and personality of their children. The mental toughness, emotional independence, and spiritual intelligence of a single mother are formed through a comprehensive Islamic tarbiyah process, covering the spiritual, intellectual, and physical aspects. Through comprehensive education, women are able to raise a quality generation and build a just and civilized society. AbstrakFenomena ibu tunggal (single mother/parent) semakin meningkat di masyarakat modern, membawa tantangan kompleks dalam aspek ekonomi, psikologis, sosial, dan spiritual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran dan kekuatan perempuan yang hidup sebagai orang tua tunggal dalam mendidik anak-anak mereka berdasarkan prinsip-prinsip pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tinjauan literatur kritis untuk menyoroti pentingnya pendidikan spiritual, penguatan moral, pengembangan keterampilan sosial, keterampilan hidup, dan dukungan dari lembaga dan komunitas berdasarkan nilai-nilai Islam. Berdasarkan tinjauan kritis terhadap sumber tulisan ilmiah dibidang pendidikan Islam klasik maupun kontemporer, ditemukan bahwa ajaran Islam memberikan posisi yang sangat mulia bagi perempuan, terutama sebagai pendidik utama dalam lingkungan keluarga, bahkan tanpa kehadiran suami. Islam tidak hanya mengagungkan peran ibu, tetapi juga menekankan peran sentral mereka dalam membentuk karakter dan kepribadian anak-anak mereka. Ketahanan mental, kemandirian emosional, dan kecerdasan spiritual seorang ibu tunggal terbentuk melalui proses tarbiyah Islam yang komprehensif, mencakup aspek spiritual, intelektual, dan fisik. Melalui pendidikan yang komprehensif, perempuan mampu mendidik generasi berkualitas dan membangun masyarakat yang adil dan beradab.
IMPLEMENTASI AL-QUR’AN DAN HADIST DALAM PRAKTIK DAKWAH: TELADAN NABI MUHAMMAD SAW Nurani, Dewi; Muhibuddin, Muhibuddin; Wulansari, Intan; Nazih, Abdullah Ghulam; Triskova, Ellya
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL SEPEKTRA
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/1ertjc22

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Qur'an and Hadith in the practice of da'wah and examine the example of the Prophet Muhammad SAW which can be used as a guideline for da'i and da'wah practitioners today. The focus of this study is to analyze how the values ​​of Islamic teachings are applied concretely in various forms of da'wah interactions, both in the personal and social realms, which include the relationship between da'i and mad'u, da'wah communication patterns, strategies for conveying religious messages, and the community's response to da'wah in the context of everyday life. The application of these values ​​is not only understood as the delivery of normative teachings, but also as an effort to ground Islamic principles such as noble morals, justice, tolerance, and wisdom in diverse social realities. This study uses a descriptive qualitative approach with a literature study method, through data collection from the Qur'an, Hadith, tafsir books, da'wah literature, and related scientific journals. The analysis is carried out using content analysis techniques to interpret the relevant Qur'anic and Hadith arguments, and compare them with the da'wah practices of the Prophet Muhammad SAW. The results of the study show that da'wah based on the Qur'an and Hadith emphasizes the principles of patience, gentleness, honesty and wisdom, which are reflected in the Prophet's various strategies such as a personal approach, delivering da'wah in stages, and emulating noble morals.
Co-Authors A.L, Nurcahyo Abdul Hamid Abidin, Idrus Abubakar, Alauddin Afniratri, Atika Aidina, Faiza Aji Legowo, Nurcahyo Akhbar, Muhammad Akmal, Syarifah Al Musawa, Nabiel Al-Khalidi, M Wali Amanda, Aura Andik Bintoro Anhar Anhar Anim, Sarbini Arafah, Mudrikatul Arif Rahman Arnita Arnita Auliani, Delina Baculu, Irwan M.A Ben, Hasbaini Berutu, Muhammad Rizky Budhiarti Nababan, Erna Deni Rahman Dhiauddin Dhiauddin, Dhiauddin Erizon, Nelvi Fahanulloh, Farhanulloh Fahmi Fahmi Farhana, Nurfitria Fatahillah, Fatahillah Febrianton, Adi Gemasih, Mawardi Geun, An Sun Gunawan, Bakti Hadi Iskandar Hadinata, Teuku Eka Panny Handayani, Firda Heri Kurniawan, Heri Herinawati, Herinawati Hidayat Hidayat Hidayat, Khairul hidayatullah, Hidayatullah hidayatullah Hidayatullah, Putra Hijjiriyah, Nur Aisyah Intan Wulansari Irwansyah, Defi Jamaluddin Jamaluddin Jannah, Dina Miftahul Johari Johari Jumhadi, Agus Idwar Kamarullah, Reza Khairunnisa, Izmi Kismullah, Fazil Kohari, Khalis M. Daud, Al Husaini M. Nur, Nainunis Mahmud Malahayati Malahayati Mansyur, Anaway Irianti Masluchah, Lulu Mastori, Mastori Ma’awiyah, Aisyah Miftahul Jannah Mohd. Nasir Mudrika Mudrika Muhammad Haikal Muhammad Hatta Muhammad Saleh MUHAMMAD TAUFIK Muhammad Yudi Ali Akbar Muksalmina Muksalmina Mulyadi Mulyadi Munir Nabila, Adinda Nasir, Mohd Nazih, Abdullah Ghulam Nisa, Fariza Khoirun Nofri Helmi, Nofri Nur Aksa, Fauzah Nur Halizah, Afifah Nurani, Dewi Nurhaidah, Siti Nuri Prisilia K.N, Ayunda Purwantono, Purwantono Rahman, Saidfatur rahmati, nurul Ramli Ramli Rifyal, Rifyal Rijal, Muhammad Rinaldi Rinaldi Rizki Ramadhan Sabani, Nazwa Saefullah, Awwab Safrida Safrida Saifuddin Muhammad Jalil Saifuddin Saifuddin Saparudin, Imam Sastro, Marlia Selamat Meliala Sepri Kurniadi Shabira, Afra Sinaga, Jufri Solihin, Muchtar Sri Mawaddah Susilawati, Susilawati Taufiq Taufiq Triskova, Ellya Ummi Kalsum Vikia Murti, Mehdya Wardi, Miftahussa’adah Yanti, Safrina Zahratul Fitri, Zahratul Zainal Abidin Zainuddin, Zainuddin Zulfadli Zulfikar Ali Buto