p-Index From 2021 - 2026
13.561
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Penelitian Agama Jurnal KOMUNIKA Jurnal INSANIA Irfani Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan JIEM (Journal of Islamic Education Management) JURNAL IQRA´ MAGHZA: Jurnal Ilmu Al-Qur´an dan Tafsir Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar IQRO: Journal of Islamic Education Alignment: Journal of Administration and Educational Management Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Studia Insania Journal on Education EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Media Manajemen Pendidikan Matan: Journal of Islam and Muslim Society Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang International Journal of Social Science and Religion (IJSSR) Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Mozaic : Islam Nusantara CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurnal Ekonomi Syariah Pelita Bangsa LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Jawda: Journal of Islamic Education Management Transformasi Manageria: Journal of Islamic Education Management Thawalib: Jurnal Kependidikan Islam Tarbiatuna: Journal of Islamic Education Studies Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Juwara : Jurnal Wawasan dan Aksara Jurnal Penelitian Inovatif Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Ilmiah Indo-MathEdu Intellectuals Journal NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Journal of Education Research Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Komunika: Jurnal Dakwah dan Komunikasi INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Jurnal Penelitian Agama Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak Jurnal Kependidikan Maghza: Jurnal Ilmu al-Qur'an and Tafsir HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Jurnal Sejarah Islam Innovative: Journal Of Social Science Research Asian Journal of Applied Education Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business Jurnal Sosial, Politik dan Budaya (SOSPOLBUD) IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Al-lubab : Jurnal Penelitian Pendidikan Dan Keagamaan Islam QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora VISA: Journal of Vision and Ideas RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting Jurnal Dirosah Islamiyah EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Indonesian Journal of Interdisciplinary Islamic Studies (IJIIS) Jurnal Terobosan Peduli Masyarakat (TIRAKAT) Technopreneurship and Educational Development Review (TENDER) Global: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Quranic Edu Al-Lubab: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Keagamaan Islam Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Tarbiatuna: Journal of Islamic Education Studies Transformasi Manageria: Journal of Islamic Education Management LEADERIA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Journal of Islamic Education Research Tapis : Jurnal Penelitian Ilmiah
Claim Missing Document
Check
Articles

Kepemimpinan Demokratis dalam Pengembangan Pondok Pesantren Raudlatul Huda Tiparkidul Nizar Nabilla; Muhammad Hanif
Global: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2024): Global: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Media Kreatif Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/qz303m74

Abstract

Dalam setiap kelompok organisasi, keberadaan seorang pemimpin adalah hal yang pasti. Hal yang sama berlaku untuk pesantren, di mana kiai memainkan peran sentral sebagai tokoh utama di pondok pesantren. Sebenarnya, tidak ada pesantren yang dapat berdiri tanpa adanya seorang kiai. Sistem pendidikan Islam yang paling lama ada di Indonesia dan masih eksis hingga hari ini adalah pesantren. Dalam kepemimpinan Pondok Pesantren, figure kiai sangat vital. Perkembangan pesantren juga terpangaruh oleh gaya kepemimpinan seorang kyai. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena yang terjadi dengan menggambarkan realitas yang tepat menggunakan kata-kata. Data yang relevan dengan situasi alamiah dikumpulkan dan dianalisis secara kualitatif oleh peneliti. Peneliti mengumpulkan data langsung di lapangan tentang Pondok Pesantren Raudlatul Huda. Gaya Kepemimpinan demokratis dapat membantu pengembangan pesantren agar lebih maju dan guyub.
Model Manajemen Pembiayaan Pendidikan (Analisis Konsep dan Implikasinya Terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan) di SMP Negeri 2 Karanglewas Purwi Istiyarini; Muhammad Hanif
Global: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2024): Global: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Media Kreatif Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/cw37dv81

Abstract

Pendidikan yang berkualitas tidak hanya di tentukan oleh sumber daya manusia saja, melainkan juga di tentukan oleh pembiayaan pendidikan itu sendiri. Pembiayaan pendidikan bukan saja tanggung jawab pemerintah semata melainkan tanggung jawab semua pihak, baik pemerintah, orangtua dan masyarakat. Jika pembiayaan pendidikan hanya berasal dari salah satu pihak saja maka pendidikan yang berlangsung tidak optimal. Karena pendidikan yang berkualitas membutuhkan biaya yang tinggi. Dalam konteks lembaga atau organisasi, sekolah setiap tahun menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) yang menunjukkan bagaimana perencanaan pendapatan dan penggunaan biaya untuk kebutuhan operasional sekolah. Penggunaan biaya tersebut menggambarkan pola pembiayaan dalam pendidikan. Dengan demikian pada semua tingkatan penyelenggaraan pendidikan pembiayaan merupakan hal yang sangat penting untuk turut menjamin terlaksananya pendidikan. Pendidikan tidak akan berjalan tanpa adanya biaya. Metode dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan pemaparan pada penelitian manajemen pembiayaan pendidikan dalam meningkatkan mutu lembaga pendidikan di SMP Negeri 2 Karanglewas dapat disimpulkan bahwa manajemen pembiayaan merupakan sebuah proses dalam mengoptimalkan sumber dana yang ada, mengalokasikan dana yang tersedia dan mendistribusikannya sebagai fasilitas atau sarana pendukung proses pembelajaran sehingga tercipta proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Untuk mencapai mutu sekolah yang baik, biaya pendidikan harus dikelola dengan optimal. Oleh karena itu, tahapan pada manajemen pembiayaan pendidikan perlu diperhatikan. Penggunaan dana efektif setiap lembaga pendidikan, SMP Negeri 2 Karanglewas seharusnya menetapkan rencana yang menjadi prioritas pembiayaan pendidikan secara komprehensif.
Relevansi Nilai-Nilai Pancasila dalam Pendidikan Islam di Pondok Darussalam Purwokerto Ahmad Muzajjad Faqihudin; Muhammad Hanif
Global: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2024): Global: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Media Kreatif Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/nr1jq833

Abstract

Pancasila merupakan pilar ideologi dasar NKRI. Pancasila sendiri terususun melalui dua kata dari Bahasa sansekerta yaitu panca yang bermakna lima serta Sila yang artinya prinsip. Sedangkan penddikan islam adalah proses pembelajaran, Pendidikan, dan arahan bagi umat manusia mencakup jiwa dan raga berlandaskan nilai nilai ajaran dan doktrin agama Islam. Tujuan penelitian ini untuk melihat dan mengamati relevansi nilai makna Pancasila pada pendidikan Islam didalam pondok Darussalam Purwokerto. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskripsi atau deskriptif melalui bentuk pendekatan kualitatif. Hasil daripada penelitian yang telah diteliti oleh penulis ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila dari sila I sampai V memiliki relevansi dengan nilai-nilai Pendidikan Islam yang diajarkan kepada para santri di Pondok Darussalam Purwokerto.
Manajemen Stress Guru Sekolah Luar Biasa Untuk Membimbing Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Purba Adhi Suta Purbalingga Ermit Three; Muh. Hanif
Journal on Education Vol 6 No 4 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 4 Mei-Agustus 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i4.6178

Abstract

The focus of this research is to find out how Lazarus and Folkman's theory is applied to stress management in special schools in guiding children with special needs at SLB Purba Adhi Sita Purbalingga. Another focus is to find out how the mindfulness program popularized by Kabat-Zinn can be developed to help students deal with stress related to their special needs and the third is, How self-efficiency theory can be used to increase children's self-confidence. with special needs at SLB Purba Adhi Suta Purbalingga about their ability to deal with stressful situations, as well as how increasing self-efficacy can help them become more confident and more effective in dealing with stress related to their special needs. By implementing appropriate coping strategies in accordance with Lazarus and Folkman's theory, teachers can guide students in achieving learning goals effectively and efficiently. In this research, the interview method is the right step to obtain answers regarding the research focus. This research is a qualitative descriptive study. The appropriate data collection method is interviews that will be conducted with the principal, head of student affairs, guidance and counseling teachers, subject teachers and homeroom teachers who have more meeting time with students at SLB Purba Adhi Sita Purbalingga. The three theories above can also be applied to public school management, if obstacles are found in the learning process. The results of this research will certainly add general insight to all educational institutions in Indonesia, both SLB Purba Adhi Sita Purbalingga and state schools.
Aplikasi Evaluasi Model CIPP Pada Program Keagamaan di SMK Ma’arif 1 Kroya Siti Musarofah; Muhammad Nurhalim; M. Hanif
Al-Lubab : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Keagamaan Islam Vol 6 No 2 (2020): Al-Lubab
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Tempurrejo Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/al-lubab.v6i2.4338

Abstract

Evaluation is a tool or procedure used to find out and measure something in a predetermined manner and rules. While program evaluation is a systematic investigative activity about something valuable and valuable from an object. Program evaluation is here to provide input, considerations and decisions in determining whether a program is feasible to continue or terminate. In the study of evaluation, there are many different evaluation models, one of which is the CIPP (Context, Input, Process and Product) evaluation model. The importance of a program evaluation in educational institutions aims to determine the extent to which the educational program has been implemented. Educational institutions if there is a good and excellent program, it will make the school of quality and produce something in accordance with the objectives to be achieved. Religion has a very important role in life, therefore an educational institution needs a program that aims to create a generation that is moral, courteous, and has noble character, such as religious education and religious programs
Pengembangan Ranah Afektif untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Pendidikan Agama Islam di SMA YA BAKII 1 Kesugihan Muhammad Labib Mashum; Muh Hanif
Transformasi Manageria:   Journal of Islamic Education Management Vol 4 No 3 (2024): Transformasi Manageria: Journal of Islamic Education Management 
Publisher : PKP Fakultas Syariah LPPM IAI Nasional Laa Roiba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/manageria.v4i3.6798

Abstract

This study aims to describe the development of the affective domain in Islamic Religious Education learning at SMA Ya BAKII 1 Kesugihan Cilacap and find out the supporting and inhibiting factors for the development of the affective domain. The type of research used is qualitative research with qualitative descriptive method. Data collection is done through observation, interview, and documentation. Based on the research that has been carried out, it can be concluded that the development of the affective domain in Islamic Religious Education (PAI) learning has gone well. This development is carried out with a habituation approach, such as habituation of greetings, praying before and after learning, habituation of duha and duhur prayers in congregation, ziaroh muais, and istighosah. Supporting factors for the development of the affective domain consist of internal and external factors. Internal factors include students' own willingness to do good things, while external factors include a good family, a pesantren-based school environment with habituation and supporting infrastructure, and a good living environment such as pesantren. The inhibiting factors consist of internal factors, such as closed student personalities, low student willingness to learn, and unresponsive students, as well as external factors, such as bad living environment, less harmonious families, and unwise use of technology. Keywords: Development, Affective Domain, Islamic Religious Education Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan ranah afektif pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Ya BAKII 1 Kesugihan Cilacap dan mengetahui faktor pendukung serta penghambat pengembangan ranah afektif tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa pengembangan ranah afektif pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sudah berjalan dengan baik. Pengembangan ini dilakukan dengan pendekatan pembiasaan, seperti pembiasaan uluk salam, berdo’a sebelum dan sesudah belajar, pembiasaan sholat duha dan duhur berjama’ah, ziaroh muais, dan istighosah. Faktor pendukung pengembangan ranah afektif terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi kemauan diri sendiri siswa untuk menjalankan hal-hal baik, sedangkan faktor eksternal mencakup keluarga yang baik, lingkungan sekolah berbasis pesantren dengan pembiasaan dan sarana prasarana yang mendukung, serta lingkungan tempat tinggal yang baik seperti pesantren. Adapun faktor penghambat terdiri dari faktor internal, seperti kepribadian siswa tertutup, rendahnya kemauan siswa untuk belajar, dan siswa yang tidak responsif, serta faktor eksternal, seperti lingkungan tempat tinggal yang tidak baik, keluarga kurang harmonis, dan penggunaan teknologi yang tidak bijak. Kata Kunci: Pengembangan, Ranah Afektif, Pendidikan Agama Islam
Kekerasan dalam Dunia Pendidikan (Studi Peran dalam Mencegah Bullying di SDN 2 Kalikesur Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas) Munjidah; Hanif, Muh.
Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v10i2.8201

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh maraknya kasus bullying yang ada di Indonesia. Kekerasan dalam pendidikan merupakan fenomena yang banyak diperbincangkan di semua kalangan. Antara tahun 2016 hingga 2020, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendapat pengaduan 80 pelajar korban dari bullying pada sekolah. Peran yang dimiliki guru sangat penting untuk proses pembelajaran, diantaranya: sebagai sumber belajar dan sebagai fasilitator. Sedangkan pendidikan adalah kunci sebuah bangsa, tanpa pendidikan kita tidak bisa membayangkan akan seperti apa negara ini. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi kasus. studi menggunakan observasi beserta wawancara. Menganalisis data melalui reduksi data, penyajian data beserta kesimpulan dari data tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan (1). Bullying fisik meliputi memeluk bahu teman, memukul teman, dan menginjak kaki teman. Saat ini bullying bersifat verbal, seperti menyebut nama, menggunakan nama, meminjam nama secara paksa, atau memanggil nama orang tua dengan suara keras. (3) Strategi seorang guru dalam menghadapi perilaku bullying adalah mengintervensi antar siswa yang terlibat dalam peristiwa bullying, mengambil air cucian, meminta kedua belah pihak untuk menjelaskan, dan membuat pelaku memahami kesalahannya permintaan maaf.
Kekerasan dalam Dunia Pendidikan (Studi Peran dalam Mencegah Bullying di SDN 2 Kalikesur Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas) Munjidah; Hanif, Muh.
Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v10i2.8201

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh maraknya kasus bullying yang ada di Indonesia. Kekerasan dalam pendidikan merupakan fenomena yang banyak diperbincangkan di semua kalangan. Antara tahun 2016 hingga 2020, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendapat pengaduan 80 pelajar korban dari bullying pada sekolah. Peran yang dimiliki guru sangat penting untuk proses pembelajaran, diantaranya: sebagai sumber belajar dan sebagai fasilitator. Sedangkan pendidikan adalah kunci sebuah bangsa, tanpa pendidikan kita tidak bisa membayangkan akan seperti apa negara ini. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi kasus. studi menggunakan observasi beserta wawancara. Menganalisis data melalui reduksi data, penyajian data beserta kesimpulan dari data tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan (1). Bullying fisik meliputi memeluk bahu teman, memukul teman, dan menginjak kaki teman. Saat ini bullying bersifat verbal, seperti menyebut nama, menggunakan nama, meminjam nama secara paksa, atau memanggil nama orang tua dengan suara keras. (3) Strategi seorang guru dalam menghadapi perilaku bullying adalah mengintervensi antar siswa yang terlibat dalam peristiwa bullying, mengambil air cucian, meminta kedua belah pihak untuk menjelaskan, dan membuat pelaku memahami kesalahannya permintaan maaf.
Adapting to Challenges: The Development of Islamic Senior High Schools in Indonesia During the COVID-19 Pandemic Hanif, Muh; Asdlori; Efendi, Arief
International Journal of Social Science and Religion (IJSSR) 2024: Volume 5 Issue 2
Publisher : Indonesian Academy of Social and Religious Research (IASRR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53639/ijssr.v5i2.266

Abstract

COVID-19 pandemic has changed the situation and order of economic, health, and educational life and raised various new problems in the context of education. The situation of schools that are not ready to face emergencies in the form of the Covid 19 pandemic related to the lack of preparation of internet network infrastructure, online learning systems, and the readiness of educators to carry out learning exacerbates the situation of students. This study aims to reconstruct the resilience of Islamic senior high schools during the COVID-19 pandemic. This research is a qualitative study using a phenomenological approach. The selection of research subjects using a purposive sampling technique, namely the principal, vice principal for curriculum, vice principal for student affairs, teachers, and student council administrators. Data collection techniques used interviews, observation, and documentation. Data were analyzed based on the interactive analysis model developed by Miles, Huberman & Saldana (2014), namely data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. Each component interacts with each other and forms a cycle. The results showed: that the reconstruction of the resilience of Islamic private high schools during the Covid 19 pandemic was realized through internal school strengthening, simplifying the curriculum, determining affordable learning media platforms, improving services, and synergizing with the participation of student guardians and community leaders.
APEL PAGI SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI KEPALA SEKOLAH UNTUK MENUMBUHKAN JIWA KEDISIPLINAN DAN MOTIVASI GURU KARYAWAN SMP MUHAMMADIYAH RAWALO CHRISTANTI, ANDI DWINAMURTI; HANIF, MUH.
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i2.2929

Abstract

The school principal has a central role in creating a school environment that is conducive, disciplined and highly motivated. One strategy that can be used to achieve this goal is to carry out effective communication with teachers and employees. Morning assembly is one of the right moments to carry out this communication. Developing a spirit of work discipline and increasing the work motivation of teacher employees in a school is the main key to achieving superior quality education. Rawalo Muhammadiyah Middle School is committed to achieving this by using morning assembly as an effective communication strategy. The aim of this research is to analyze the strategies used by school principals to communicate with morning assembly in an effort to foster a spirit of discipline and work motivation of teachers and employees at Rawalo Muhammadiyah Middle School. In this case study, qualitative research methods use observation, interviews, and documents. The research results show that morning assembly is an effective way for school principals to communicate, provide motivation, foster a spirit of discipline and build positive relationships with employee teachers. By implementing this strategy, communication and cooperation between teachers increases, motivation and morale increases, the sense of ownership and responsibility for the school increases, and the school environment becomes better. ABSTRAKKepala sekolah memiliki peran sentral dalam menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, disiplin, dan bermotivasi tinggi. Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan ini adalah dengan melakukan komunikasi yang efektif dengan guru dan karyawan. Apel pagi merupakan salah satu momen yang tepat untuk melakukan komunikasi tersebut. Menumbuhkan jiwa disiplin kerja dan meningkatkan motivasi kerja guru karyawan dalam sebuah sekolah merupakan kunci utama untuk mencapai kualitas pendidikan yang unggul. SMP Muhammadiyah Rawalo berkomitmen untuk mencapai hal ini dengan menggunakan apel pagi sebagai strategi komunikasi yang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi yang digunakan kepala sekolah untuk berkomunikasi dengan apel pagi dalam upaya menumbuhkan jiwa disiplin dan motivasi kerja guru dan karyawan SMP Muhammadiyah Rawalo. Dalam studi kasus ini, metode penelitian kualitatif menggunakan observasi, wawancara, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apel pagi adalah cara yang efektif bagi kepala sekolah untuk berkomunikasi, memberikan motivasi, menumbuhkan jiwa disiplin dan membangun hubungan positif dengan guru karyawan. Dengan menerapkan strategi ini, komunikasi dan kerja sama antar guru meningkat, motivasi dan semangat kerja meningkat, rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap sekolah meningkat, dan lingkungan sekolah menjadi lebih baik.
Co-Authors Abdul Qodir Abu Dharin Addina, Najwah Adib, Shohibul Ahmad Junaidi Ahmad Muzajjad Faqihudin Alam, M. Sandi Nur Ali Abdurroziq Ali Masngud Almaududi Ausat, Abu Muna Alya Mahirotun Numa Amanatul Maula Annabil, Fatih Shidqi Anwar Fauzi Ardani, Ahmad ARIANI , ATUN Arief Efendi Arlini, Rizka Riza ARROMAL, M FARIS Asdlori Asngad, To'in Astuti, Devi Idiah Ausat, Abu Muna Almaududi Az Zaakiyyah, Hizbul Khootimah Barokah, Nur Isnaeni Binti Rofingatun Ningamah Budi Permana Cahyo Wibowo, Rochmat CHRISTANTI, ANDI DWINAMURTI Daffa Nurdiansyah, Muhammad Hafidza Devi Idiah Astuti Dewi Astuti Dian Kurniati Diasworo, Oeky Eni Kusrini Eni Kusrini, Eni Ermit Three Evaliya Isni Alhidayah Farah Nuril Izzah Fauzi, Muhamad Fikri Halwan Florian Pohl Hani Prasetianingtiyas Heni Widiastuti Hidayah, Sarofatul Hidayat, Fahri Hidayati, Isnaini Nurul HIKMAH, IQLIMA AVIATUL Himatun Aliyah Humam, Muhamad Syafiqul Ikrimatul Aola Ischak Suryo Nugroho Ismawati Izadi, Ifanda Zulfan Jaelani, Jaelani Kamaludin Karimah, Fatimah Azzahra Khamid, Anwar Kraugusteeliana Kraugusteeliana Kubro, Syaikhul Kurweni Ukar Laila Nadzifatus Syarifah Lian Hidayatun Lidyaningsih, Windy Lies Ning Ujiyanti Lutfi Aulia Rahmadhani M. Slamet Yahya, M. Slamet Maela, Siti Nur Maela, Siti Nur Maela Mahfud Mahfud Mahmudah, Annisa Marjuki Masdub Maulidina, Muliya Meti Muji Pangestika Mr, Yazid Abdul Qadir Jawaz Mualifah, Mualifah Mufidah, Diroyatul Muflih Nurriza Pahlawi Muhamad Syafiqul Humam Muhammad Labib Mashum Muhammad Labib Ma’shum Muhammad Nurhalim Nailis Syafi’ah Naningsih, Septi Naufal, Tama Nisaul Mukaromah Nizar Nabilla Nugroho, Sapto Sri NUR, ALFIAN FIKRI Nurhayati, Ani Nursanto Sukmawardana, Kukuh Oktiawati, Oktiawati Permana, Budi Purwi Istiyarini Rahayuningsih, Esti Rahma Kemala Dewi Rahmadhani, Lutfi Aulia Rahmania, Fatmaya Anisa riswanto riswanto Rizma, Rahma Sivatur Rofiqoh, Nadilatur Rosadi, Tahrir Saifullah, Ammar Salim Akhmadiyanto Sarjono SETIANINGSIH, EMY Setyaningrum, Ari Eka Siminto Siswadi Siswadi Siti Musarofah Sofa Mei Ika Sari Suharto, Abdul Wachid Bambang Suherlan Sulung Aji Pangestu Suparyo, Suparyo Suratno Suratno Susatyo Adhi Pramono, Susatyo Adhi Syamsu Rijal Tia Mugi Winasih Ukar, Kurweni Wilda Fazmi Luvita Wulan, Rahajeng Hapsari Yazid Abdul Qadir Jawaz Mr Yuli hana puji utami utami Yusuf, Affandy Zidni Choiron Nafi