p-Index From 2021 - 2026
13.46
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Berkala Epidemiologi Equilibrium: Jurnal Pendidikan Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Manuju : Malahayati Nursing Journal JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF) Jurnal Bidan Cerdas Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang JURNAL PENELITIAN KESMASY MEDIC MEdical Dedication Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Kesmas Jambi Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) KESANS : International Journal of Health and Science Jurnal Inovasi Pembelajaran di Sekolah Journal of Applied Nursing and Health JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN TERPADU Jurnal Salam Sehat Masyarakat (JSSM) Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR) Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) ASMAT: Jurnal Pengabmas International Journal of Health Science (IJHS) PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat International Journal of Medicine and Health Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Electronic Journal Scientific of Environmental Health And Diseases Riset Informasi Kesehatan International Journal of Health, Engineering and Technology MEDALION JOURNAL: Medical Research, Nursing, Health and Midwife Participation Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Gema Kesehatan JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports JOURNAL OF Mental Health Concerns Journal of Health Sciences and Epidemiology MOTORIK Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy Biodik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Jurnal Bidan Cerdas Jurnal Binakes Environmental Research and Planetary Health (ERPH) Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat International Journal of Health Science Klinik: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

FACTORS ASSOCIATED WITH STROKE PREVALENCE IN URBAN AND RURAL AREAS OF INDONESIA : AN ANALYSIS OF THE 2023 INDONESIAN HEALTH SURVEY Yesalia Septia Sari; Muhammad Syukri; Rd. Halim; Adelina Fitri; Herman Herman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57021

Abstract

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa distribusi faktor risiko stroke dapat berbeda-beda antarwilayah geografis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stroke pada penduduk usia ≥15 tahun di wilayah perkotaan dan perdesaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional berdasarkan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 yang mencakup 638.178 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan complex sampling, uji chi-square, dan regresi logistik multivariat untuk menghasilkan adjusted prevalence odds ratio (adj POR) beserta 95% confidence interval (CI). Prevalensi stroke secara keseluruhan adalah 0,8%, dengan prevalensi lebih tinggi di daerah perkotaan (1,0%) dibandingkan daerah perdesaan (0,6%). Pada populasi perkotaan, faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan stroke meliputi usia lanjut (≥75 tahun: adj POR 1,96; 95% CI: 1,29–2,98; 65–74 tahun: adj POR 3,44; 95% CI: 2,67–4,45; 55–64 tahun: adj POR 3,22; 95% CI: 2,56–4,04), hipertensi (adj POR 15,9; 95% CI: 12,7–20,01), diabetes melitus (adj POR 2,23; 95% CI: 1,74–2,85), penyakit jantung (adj POR 2,26; 95% CI: 1,67–3,06), aktivitas kurang (adj POR 1,51; 95% CI: 1,19–1,91), dan merokok (setiap hari: adj POR 1,42; 95% CI: 1,16–1,74; tidak setiap hariq: adj POR 1,40; 95% CI: 1,02–1,92). Pada populasi perdesaan, faktor-faktor yang berhubungan signifikan meliputi usia lanjut (≥75 tahun: adj POR 4,36; 95% CI: 2,45–8,73; 65–74 tahun: adj POR 3,64; 95% CI: 2,16–5,99; 55–64 tahun: adj POR 3,19; 95% CI: 2,36–4,31), hipertensi (adj POR 17,4; 95% CI: 11,7–25,8), diabetes melitus (adj POR 2,01; 95% CI: 1,33–3,06), penyakit jantung (adj POR 2,23; 95% CI: 1,32–3,76), aktivitas fisik kurang (adj POR 1,64; 95% CI: 1,14–2,35), dan merokok tidak setiap hari (adj POR 2,30; 95% CI: 1,48–3,57).
DETERMINANTS OF COMPLETE ANTENATAL CARE VISITS IN INDONESIA : A CROSS-SECTIONAL ANALYSIS OF THE 2023 INDONESIAN HEALTH SURVEY Rahma Anelia Pulungan; Muhammad Syukri; Helmi Suryani Nasution; Adelina Fitri; Herman Herman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57022

Abstract

Cakupan kunjungan Antenatal Care (ANC) lengkap (K6) di Indonesia masih sangat rendah yaitu 17,6% jauh dibawah target Standar Pelayanan Minimal (SPM) 100%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan Antenatal Care (ANC) lengkap di Indonesia. Studi ini menggunakan desain analisis data sekunder cross-sectional berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Sebanyak 23.007 ibu hamil dimasukkan dalam analisis. Data dianalisis menggunakan analisis regresi logistik univariat, bivariat, dan multivariat dengan mempertimbangkan desain survei yang kompleks dan bobot sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kunjungan ANC lengkap berhubungan dengan usia (p =0,034; Adj PR = 2,7; 95% CI: 1,1-6,6), tingkat pendidikan (p =0,001; Adj POR = 1,8 ; 95% CI : 1,2-2,8), status pekerjaan  (p < 0,001; Adj POR = 2,5 ; 95% CI : 2,2-2,8), paritas (P < 0,001; Adj POR = 1,4 ; 95% CI : 1,2-1,8), sosial ekonomi (p < 0,001; Adj POR = 1,8 ; 95% CI : 1,3-2,3), kepemilikan asuransi kesehatan (p < 0,001; Adj POR = 4,5 ; 95% CI : 3,5-5,9), waktu tempuh ke faskes (p = 0,021; Adj POR = 1,2 ; 95% CI : 1,0 - 1,4), area tempat tinggal (p = 0,002; Adj POR = 1,2; 95% CI : 1,0-1,4), dan dukungan pendampingan kelas ibu hamil oleh suami atau keluarga (p < 0,001; Adj POR = 1,2 ; 95% CI: 1,1-1,4). Kepemilikan asuransi kesehatan merupakan faktor terkuat yang berhubungan dengan kunjungan ANC lengkap. Oleh karena itu, intervensi untuk memperluas dan mengoptimalkan cakupan program asuransi kesehatan pemerintah harus berfokus pada pengurangan hambatan akses dan penguatan dukungan sosial dan ekonomi bagi ibu hamil untuk meningkatkan cakupan ANC lengkap.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SADARI PADA SISWI SMAN 8 KOTA JAMBI Auliya Maharani Harahap; Adelina Fitri; Hendra Dhermawan Sitanggang; Marta Butar Butar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57602

Abstract

Kasus kanker secara global mencapai 19.976.499 kasus dengan angka kematian sebesar 9.743.832 jiwa pada tahun 2022. Di Indonesia kanker payudara menjadi kanker dengan kasus paling tertinggi yang meningkat dari 65.858 kasus pada tahun 2020 menjadi 66.271 kasus pada tahun 2022. Meskipun demikian, prevalensi periksa payudara sendiri (SADARI) di Indonesia pada tahun 2022 masih tergolong rendah, yaitu sebesar 43,14%. Menurut laporan Survei kesehatan Indonesia (2023) prevalensi kanker di provinsi Jambi yaitu sebesar 0,7%. Dinas Kesehatan Provinsi Jambi melaporkan bahwa pada tahun 2025 terdapat sebanyak 1.007 wanita usia 30–69 tahun dengan kecurigaan kanker payudara. Adapun tujuan dari penelitian iniadalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara pada siswi SMA Negeri 8 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswi SMA Negeri 8 Kota Jambi sebanyak 757 siswi, dengan sampel 106 siswi yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket yang sudah melewati tahap uji validitas dan reabilitas. Analisis data pada penelitian ini berupa analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, serta multivariat menggunakan regresi Cox . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65,0%% responden memiliki perilaku SADARI kurang baik. Analisis bivariat menunjukkan hubungan bermakna antara sikap (p=0,004), sumber media informasi (p=0,025), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,034) dengan perilaku SADARI. Analisis multivariat menunjukkan sikap merupakan faktor paling dominan dengan nilai (PR=1,52, CI=1,13-2,04).
FAKTOR LINGKUNGAN KUALITAS UDARA DALAM RUANG (PARAMETER CO DAN PM 2.5) SERTA KONDISI FISIK RUMAH DENGAN GEJALA ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAHTUL YAMAN KOTA JAMBI TAHUN 2025 Zidan Ar'razaaq; Fajrina Hidayati; Hendra Dhermawan Sitanggang; Adelina Fitri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58265

Abstract

nfeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyumbang utama tingginya angka kesakitan pada balita di negara berkembang. Secara nasional, kasus ISPA pada balita melonjak hingga mencapai angka 34,2% di tahun 2023. Di wilayah Kota Jambi sendiri, Puskesmas Tahtul Yaman secara konsisten mencatatkan persentase kejadian tertinggi yang mencapai 64,84% pada tahun 2024. Penelitian kuantitatif ini dilakukan dengan tujuan utama untuk mengkaji kaitan antara kualitas udara dalam rumah, kondisi fisik bangunan, dan faktor perilaku dengan munculnya gejala ISPA pada balita. Studi cross-sectional ini melibatkan sampel sebanyak 109 balita yang ditarik melalui metode cluster random sampling. Variabel lingkungan dinilai secara objektif lewat pengukuran langsung di lapangan, sementara pengumpulan data perilaku menggunakan instrumen kuesioner terstruktur. Hasil uji Chi-Square memperlihatkan bahwa terdapat 44,0% balita di area ini mengalami gejala ISPA. Temuan utama membuktikan adanya hubungan korelasi yang bermakna antara gejala ISPA balita dengan ketersediaan ventilasi rumah (p=0,042; PR=1,63) dan jenis bahan bakar untuk memasak (p=0,006; PR=2,08). Di sisi lain, faktor PM2.5, CO, suhu, kelembapan, kebiasaan merokok, membakar sampah, dan obat nyamuk tidak memiliki kaitan signifikan (p>0,05). Kesimpulannya, sirkulasi udara yang minim serta penggunaan bahan bakar memasak yang kotor merupakan faktor pemicu utama tingginya kasus ISPA balita. Oleh karena itu, direkomendasikan pentingnya membuka jendela rutin.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Komplikasi Kehamilan Pada Ibu di Indonesia (Analisis Data Sekunder SDKI Tahun 2017) Adelina Fitri; Irene Marcella Faomasi Nazara; Hendra Dhermawan Sitanggang
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.166

Abstract

Komplikasi kehamilan merupakan segala sesuatu penghambat kesehatan yang terjadi selama masa kehamilan ibu yang dapat menganggu bahkan mengancam kesehatan janin atau ibu serta akan berdampak pada masaa persalinan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian komplikasi kehamilan pada ibu di Indonesia berdasarkan data SDKI Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan pendekatan analitik serta menggunakan data sekunder Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2017. Analisis dilakukan secara univariat dan uji chi square. Prevalensi kejadian komplikasi kehamilan pada ibu sebesar 17.8%. Faktor yang berhubungan dengan kejadian komplikasi kehamilan pada ibu di Indonesia adalah kunjungan antenatal care (p-value = 0.02, PR = 0.417 (95% CI: 0.216–0.806); PR = 0.709 (95% CI: 0.539–0.934)), jarak kehamilan (p-value = 0.02, PR = 0.804 (95% CI: 0.656–0.985)), dan pendidikan (p-value < 0.001, PR = 0.722 (95% CI: 0.633–0.824); PR = 0.623 (95% CI: 0.364–1.067); PR = 0.871 (95% CI: 0.784–0.967)). Faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian komplikasi yaitu usia ibu dan paritas. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel kunjungan antenatal care, jarak kehamilan, dan pendidikan dengan kejadian komplikasi kehamilan pada ibu di Indonesia berdasarkan analisis data SDKI Tahun 2017.
Hubungan masa kerja, beban kerja, dan stres kerja dengan kelelahan kerja pada tenaga non medis di rumah sakit Eka Andini Putri; Willia Novita Eka Rini; Adelina Fitri; Budi Aswin Sanrus
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 7 (2026): July Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i7.3187

Abstract

Background: Occupational fatigue is a condition of decreased physical and mental capacity that can impact productivity and workplace safety. Non-medical staff in hospitals are at risk of experiencing fatigue due to administrative work demands, workload, and psychological stress. Purpose: To determine the relationship between length of service, workload, and job stress with job fatigue in non-medical staff. Method: This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The sample in this study was 149 non-medical staff at Sekayu Regional Hospital. The sampling technique used accidental sampling. Data analysis was performed using the Chi-square test with a significance level of 0.05. Results: There was a relationship between length of service, workload, and job stress with job fatigue. Respondents with long tenure, high workload, and high job stress tended to experience more severe job fatigue. Conclusion: Length of service, workload, and job stress are associated with job fatigue in non-medical staff at Sekayu Regional Hospital.   Keywords: Length Of Service; Work Fatigue; Work-Related Stress; Workload.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian carpal tunnel syndrome (CTS) pada pegawai badan perencanaan pembangunan daerah (BAPPEDA) Elsa Putri; Budi Aswin; Adelina Fitri; Usi Lanita
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 7 (2026): July Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i7.3218

Abstract

Abstract   Background: Public sector employees often face high work demands, particularly in computer-based tasks. One of the health problems commonly associated with these activities is Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) is a regional technical institution responsible for regional development planning, involving intensive administrative activities such as data processing, report preparation, and virtual meetings, which often require computer use for 4–8 hours per day. Purpose: to analyze the factors associated with the occurrence of Carpal Tunnel Syndrome (CTS) among employees of Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA). Method: This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 75 employees selected using a total sampling technique. Data were collected through questionnaires and observations, then analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. Results: The majority of respondents reported CTS complaints (72%). The results showed significant relationships between age (p=0.000), gender (p=0.005), work period (p=0.000), and repetitive movements (p=0.002) with the occurrence of Carpal Tunnel Syndrome (CTS) among employees of Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA). Meanwhile, medical history (p=0.097) and body mass index (BMI) (p=0.697) did not show significant relationships with the occurrence of CTS. Conclusion: Age, gender, work period, and repetitive movements were significantly associated with the occurrence of Carpal Tunnel Syndrome (CTS) among employees of Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA). In contrast, medical history and body mass index (BMI) were not significantly associated with CTS.   Keywords: Age; Bappeda Employees; Carpal Tunnel Syndrome; Gender; Repetitive Motion; Risk Factors; Work Duration.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan pernapasan pada petugas penyapu jalan Leony Shadira; Fajrina Hidayati; Oka lesmana; Adelina Fitri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 7 (2026): July Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i7.3249

Abstract

Background: Data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) showed a prevalence of 887,531 respiratory tract infections in Indonesia, while in Jambi Province the prevalence was 11,588 cases. According to data from the Indonesian Ministry of Health in 2024, four of the ten most common diseases are related to the respiratory system: COPD, lung cancer, pneumonia, and asthma. Upper respiratory tract infections are infectious diseases that infect the initial part of the respiratory tract, from the nose to the alveoli, as well as structures such as the sinuses, middle ear cavity, and pleura. Purpose: To determine factors associated with respiratory complaints in street sweepers. Method: This quantitative study used a cross-sectional design. The sampling technique used was random sampling, so that the entire population meeting the inclusion criteria, totaling 84 respondents, was selected as the study sample. Data collection was conducted using a questionnaire through direct interviews and analyzed univariately and bivariately using the chi-square test. Results: Bivariate analysis showed a significant relationship between respiratory complaints in street sweepers with gender (p value = 0.007; PR 0.44; 95%CI 0.24-0.76), smoking habits (p value = 0.020; PR 0.521; 95%CI 1.128-3.377), and use of personal protective equipment (p-value = 0.032; PR 1.46; 95%CI 0.30-0.94). There was no significant relationship between respiratory complaints in street sweepers with age (p-value = 0.313; PR 0.21; 95%CI 0.58-7.65), and length of service (p value = 0.127; PR 0.625; 95%CI 0.354-1.104). Conclusion: Gender, smoking habits, and use of PPE are associated with respiratory complaints in street sweepers.   Keywords:  Respiratory Complaints, Street Sweeper
Co-Authors . Asparian, . Abdul Haris Adelia Debora Siagian Adila Solida Affifah Khairani Afrilia, Lisa Agatha, Veronica Ahmad Hidayat Ainna Rahmini Aisya, Nakhlatul Ajeng Tri Yani Safitri Alfita Sari Alga, Nur’aini Alyasha Shaghira Amanta, Shakira Zahra Amany, Natasya Zalta Andika Rahmat Andika Rahmat Andree Aulia Rahmat Andree Aulia Rahmat Andy Amir Anggi Syahdia Damanik Aprilianti, Dewi Arnati Wulansari Arnild Augina Mekarisce Ashar Nuzulul Putra Asmaripa Ainy Asri C. Adisasmita ATTIYA ISTARINI Auffa Nabila Auliya Maharani Harahap Beny Rahim Br Barus, Erika Besty Budi Aswin Budi Aswin Sanrus Butar Butar, Marta Butar, Marta Butar Butar, Marta Butar Carey Louise Arroyo Cristine Sianturi Delta Intan Putri Desi Ramadani Diani Salsadila Dilma’aarij Agustia DinaMarthaFitri1 ErnyElviany2 Edo Riyandani Eka Andini Putri Eka Putri, Fitria Eksadela, Monika Elsa Putri Emilia Septina Erny Kusdiah Evy Wisudariani Evy Wisudariani Fahrul Rusdianto Fajrina Hidayati Fajrina Hidayati Fajrina Hidayati Fajrina Hidayati Fajrina Hidayati Fita, Alfita sari Fitriyani Fitriyani Freety Septika Rahayu Girsang, Monica Evi Fania Gultom, Mauliate DC Gusmawati, Putri Guspianto Guspianto Halim, Rd. Helmi Suryani Nasution Helmi Suryani Nasution Helmi Suryani Nasution Hendra Dhermawan Sitanggang Hendra Dhermawan Sitanggang Hendra Dhermawan Sitanggang Hendra Dhermawan Sitanggang Hendra Dhermawan Sitanggang Herman Herman Herman Herman Herwansyah Hubaybah Hubaybah Hubaybah, Hubaybah Ikhsan, Mulyadi Ima Maria Imelda Agustin Ingrid Arum Askary Irene Marcella Faomasi Nazara Ismi Nurwaqiah Ibnu Kasyani Kasyani Kasyani Kasyani, Kasyani Katherin Salsabilah La Ode Reskiaddin Leony Shadira Lesmana S, Oka Lista Oktarina Luri Mekeama M. Ridwan M. Ridwan Ridwan Marta Butar Butar Marta Butar Butar Mauliate DC Gultom Mawarti Perdana, Silvia Mellina mellina Manurung Mochammad Dzikri Andiatama Monica Evi Fania Girsang Monica Evi Fania Girsang Monika Eksadela Muhammad Agung Perdana Muhammad Agung Perdana Muhammad Alhada Fuadilah Habib Muhammad Dony Oktari Muhammad Rifqi Azhary Muhammad Rifqi Azhary Muhammad Rizky muhammad rizky, muhammad Muhammad Syukri Muhammad Syukri Muhammad Syukri Muhammad Syukri Nadya Pramesti Najhoa Sonia Putri Najmah Najmah Najmah, Najmah Nanda Agustian Simatupang Nasution, Helmi Suryani Natasya Zalta Amany Nindya Aryanty Ningsih , Vinna Rahayu Ningsih, Vina Rahayu Nour Abdeljawad novita, willia Nugroho, Purwo Setiyo Nurchafifah, Evi nurmaya sari Octaviana, Tarra Oka Lesmana Oka Lesmana S. Oka Lesmana, Oka Pagan, Putri Nurul Aqla Puspita Sari Puspita Sari Puspita Sari Puspita Sari Puti Zunina Putra, Rio Mapin Putri , Fitria Eka Putri Andini, Putri Putri Vira Nanda Putri, Fatma Az-zahrani Putri, Fitria Eka Rahim, Beny Rahma Anelia Pulungan Rahma Puja Afdilla Ramadani, Latifa Fitri Ramadani Ramadhani, Marina Ramadhani, Muhammad Ridho Rd Halim Rd. Halim Rd. Halim Rd. Halim Rd. Halim Renti Mahkota Ridhatul Fitri Rinaldi, Shirin Ebadi Rindu Desilva Nabila Rini, Willia Novita Eka Rusdianto, Fahrul S, Hendra Dhermawan S, Oka Lesmana Salsabilah, Katherin Saputri, Serly Ananda Sembiring, Santha Remicha Br Sembiring Serly Ananda Saputri Serly Marisa Pataysia Sihotang Shaghira, Alyasha Shirin Ebadi Rinaldi Siagian, Adelia Debora Sihotang, Serly Marisa Pataysia Silvia Mawarti Perdana Siti Nurizati N A Siti Nurizati N A Sri Rezeki Tarawifa, Susan Tarigan, ayu ipana Ummi Kalsum Ummi Kalsum Ummi Kalsum Usi Lanita Veronica Agatha Vinna Rahayu Ningsih Vinna Rahayu Ningsih Vinna Rahayu Ningsih, Vinna Rahayu Widya Dina Fitri Witri Zuama Qomarania Yenni Herlina Marbun Yesalia Septia Sari Yessa Praditha Putri Yuliana . Yuliana Yuliana Zidan Ar'razaaq Zunina, Puti