p-Index From 2021 - 2026
9.032
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan Kelola: Journal of Islamic Education Management JKIE (Journal Knowledge Industrial Engineering) Jurnal TAMBORA Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal Jurnal Abdi Insani Jurnal Penelitian Ekonomi Akuntansi (JENSI) Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Majalah Ilmiah UPI YPTK Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI) Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan PEDAMATH: Journal on Pedagogical Mathematics Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan PANDU: Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum Cendekia: Journal of Law, Social and Humanities As-Siyadah: Jurnal Politik dan Hukum Tata Negara Journal of Health Sciences and Epidemiology Academica : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ekonomi Bisnis Manajemen dan Akuntansi (Jebisma) kawanad Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Malik Al-Shalih Hikamatzu Journal of Multidisciplinary Research Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia (JKMC) Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC) IJLSH Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara JREP Bildung: Jurnal Ilmu Pendidikan AR-RA'YU : Jurnal Hukum Keluarga Islam Frontiers on Healthcare Research e-Journal of Linguistics
Claim Missing Document
Check
Articles

Deteksi Dini Dan Edukasi Penyakit Tidak Menular Pada Anak Remaja Pasca Pandemi Covid-19 Di Kota Padang Tomi Jepisa; Linda Wati; Ririn; Husni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring meningkatnya derajat kesehatan dan kesejahteraan penduduk akan berpengaruh pada peningkatan Usaha Harapan Hidup (UHH) di Indonesia. Penyakit Tidak Menular adalah penyakit yang bukan disebabkan oleh penularan vektor, virus atau bakteri, namun lebih disebabkan oleh perilaku dan gaya hidup. Penyakit Tidak Menular yang utama adalah kardiovaskuler, Diabetes Mellitus, Hipertensi, PPOK. Indonesia saat ini menghadapi beban ganda penyakit, yaitu penyakit menular dan tidak menular. Perubahan Pola penyakit tersebut sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan, perilaku masyarakat, transisi demografi, teknologi, ekonomi dan sosial budaya. Faktor risiko PTM antara lain kurang aktivitas fisik, diet yang tidak seimbang, merokok, konsumsi alkohol, obesitas. Peningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk melaksanakan deteksi dini faktor risiko PTM secara mandiri dan berkesinambungan menjadi tahapan sangat penting dalam pengendalian faktor risiko PTM. Meningkatnya kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) secara signifikan menambah beban masyarakat dan pemerintah, karena penanganannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar, biaya yang besar dan teknologi tinggi. Kasus PTM memang tidak ditularkan namun mematikan dan mengakibatkan individu menjadi tidak atau kurang produktif namun PTM dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko melalui deteksi dini. Dalam upaya Pencegahan dan Pengendalian PTM di Indonesia maka perlu di lakukan edukasi dan skrining atau deteksi dini PTM tersebut pada anak remaja
Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Melalui Skrining Ptm Pada Lansia Yang Tinggal Di PSTW Tomi Jepisa; Ririn; Monarisa; Linda Wati; Husni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 2 No. 5 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil Riskesdas 2018 Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes mellitus, jantung dan lainya sangat tinggi terjadinya pada lansia. PTM membunuh lebih dari 36 juta setiap tahun. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini berupa screening penyakit tidak menular pada lansia. Metode yang digunakan adalah pengukuran dan pemeriksaan serta pemberian upaya peningkatan kualitas hidup lansia melalui edukasi. Metode kegiatan pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, timbang berat badan, ukur tinggi badan, dan ukur lingkar perut serta dilakukan edukasi tentang pola hidup sehat pada lansia di PSTW Kasih Sayang ibu Batusangkar. Pengabdian masyarakat ini dapat memberikan manfaat untuk masyarakat
Penerapan Posisi Head Up 30° Terhadap Perubahan Status Hemodinamik Pada Pasien Stroke Erni Buston; Maghfira Ramadhania; Henri Heriyanto; Husni
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1468

Abstract

Stroke salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Cedera cerebrovaskuler terjadi ketika suplai darah ke otak terhambat, yang mengakibatkan berhentinya fungsi saraf otak secara tiba-tiba dan cepat. Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan posisi head up 30° terhadap perubahan status hemodinamik pada pasien stroke. Metode penelitian kualitatif dengan menggunakan rancangan studi kasus dengan menggunakan 1 orang partisipan dengan penyakit stroke yang dirawat di ICU. Metode pengumpulan data yang digunakan pada studi kasus ini adalah data primer diperoleh langsung dari pasien, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari keluarga dan rekam medis pasien. Instrumen penelitian yang digunakan format pengkajian data fokus status hemodinamik pasien stroke di ICU, SOP posisi head up 30°, lembar observasi, dan lembar klasifikasi tekanan darah, frekuensi pernapasan, denyut nadi, suhu tubuh dan lembar klasifikasi tingkat kesadaran (GCS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan status hemodinamik pada pasien stroke setelah diberikan penerapan posisi head up 30°. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menerapkan posisi head up 30° terhadap status hemodinamik pada pasien lain.
Praktik Bagi Hasil Maw’ah Blang di Desa Alue Keurinyai dalam Perspektif Islam Badriah; Zulfiani; Husni; Khairil Fata; Munawar Rizki Jailani; Lia Safrina
Jurnal Penelitian Ekonomi Akuntansi Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jensi.v8i2.10635

Abstract

This study aims to see how the practice of profit-sharing maw'ah blang in the agricultural sector in Alue Keurinyai village is from an Islamic perspective. This study is a qualitative study with a field study approach. Data collection was carried out through interviews and documentation. The results of the study showed that: 1) in carrying out the practice of maw'ah blang, the contract was carried out verbally, and the most frequently used cooperation system is muzara'ah, which is a collaboration between landowners and cultivators where the seeds come from the landowner with a profit sharing agreement according to mutual agreement. The profit-sharing system is carried out in two ways—first, 1/3:2/3 with 1/3 for the cultivator and 2/3 for the landowner. Second, 50%:50% using after getting the harvest, it is reduced by the initial capital, after getting the net results, it is divided 50%:50%. 2) If seen from the practices carried out by the Alue Keurinyai village community in general, it is by the theory of muzara'ah and mukhabarah discussed in the books of fiqh, while the method of profit sharing that they practice is in two forms. The first form is by the theory of muzara'ah or mukhabarah, while the second form is not in accordance, because profit sharing is carried out after deducting the initial capital, so that if the harvest does not meet the target, one of the parties will be harmed. This research is limited to the land maw'ah and in the village of Alue Keurinyai. Subsequent researchers can conduct it on other assets and in different places.
PENGARUH UREA DAN STARBIO TERHADAP KANDUNGAN SELULOSA DAN LIGNIN JERAMI PADI Husni; Amin, Muhammad
Jurnal TAMBORA Vol 8 No 3 (2024): EDISI 23
Publisher : Wakil Rektor 3, Direktorat Riset, Publikasi dan Inovasi, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/tambora.v8i3.3966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan urea dan starbio terhadap kandungan selulosa dan lignin jerami padi. Penelitian ini memberikan informasi yang berkenaan dengan pemanfaatan dan pemberdayaan limbah pertanian (jerami padi) sebagai pakan ternak di Desa Boak Kecamatan Unter Iwis Kabupaten Sumbawa, selain itu sebagai data pembanding bagi peneliti selanjutnya. Penelitian ini dilakukan dalm 2 tahap. Tahap pertama adalah tahap fermentasi, pada tahap ini jerami padi yang telah diketahui bahan keringnya dipotong-potong sekitar 3 – 5 cm yang dilanjutkan dengan penimbangan masing-masing 250 gr (berat kering) sebanyak 12 sampel. Sampel dibagi menjadi 4 perlakuan dan terdiri dari 3 ulangan, sampel kemudian dikukus untuk disterilkan selanjutnya ditambahkan starbio dan urea sesuai dengan level yang telah ditemukan. Hasil campuran dari masing-masing perlakuan diikubasi dengan cara dimasukkan ke dalam plastik selama 3 minggu. Tahap kedua adalah analisa kandungan hemiselulosa, selulosa dan lignin. Kedua tahap ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Mataram. Adapun level starbio digunakan adalah 13 gr urea dan 1,5 gr starbio. Analisa kandungan hemiseliulosa, selulosa dan lignin dilakukan dengan analisa Van Soest. Hasil penelitian ini dianalisa dengan analisa sidik ragam atas dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dan apabila terdapat beda nyata antara perlakuan akan dilanjutkan dengan uji jarak Berganda Duncan’s. Rata-rata kandungan hemiselulosa dan jerami padi pada perlakuan A (kontrol), B, C, dan D adalah 15,4091%; 15,1603%; 15,3201%; dan 13,7764% untuk kandunan hemiselulosa serta 40,0269%; 38,3040%; 36,0080% dan 40,6177%; untuk kandungan selulosa, seperti 14,0612%; 7,0250%; 13,2289%; dan 8,2204% untuk kandungan lignin. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penurunan nilai kandungan selulosa, dan lignin jerami padi yang difermentasi dengan starbio dan urea sedalam tiga minggu memberikan hasil yang berbeda nyata (P<0,05), tetapi pada kandungan hemiselulosa tidak berbeda nyata (P<0,05).
STRATEGI INOVASI DALAM MENINGKATKAN PEMASARAN PARIWISATA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT MELALUI SUSTAINABLE SMART TOURISM Muhammad Fadillah Ghifari; Hudaya, Chairul; Husni
Jurnal TAMBORA Vol 8 No 3 (2024): EDISI 23
Publisher : Wakil Rektor 3, Direktorat Riset, Publikasi dan Inovasi, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/tambora.v8i3.4822

Abstract

Industri pariwisata memainkan peran penting dalam peningkatan sektor ekonomi masyarakat dan daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui ragam kekayaan dan keindahan alam. Pasca penurunan angka kunjungan wisatawan ke Provinsi Nusa Tenggara Barat pada masa pandemi covid-19 tahun 2020-2021, saat ini sektor pariwisata kembali merangkak naik. Di sisi lain kebaharuan pada sektor pariwisata harus selalu ditingkatkan, guna meningkatkan daya saing dan minat kunjungan wisatawan. Salah satunya yakni digitalisasi yang memainkan peran penting sebagai pusat promosi pariwisata. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji pengaruh antara pemanfaatan pariwisata digital dan integrasi digital terhadap peningkatan angka kunjungan wisatawan dan menguraikan strategi pemasaran pariwisata yang terus berinovasi sesuai dengan perkembangan zaman. Penelitian ini, menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling melalui pengambilan 100 data responden. Berdasarkan hasil kajian perbandingan nilai F hitung dengan F tabel, diketahui nilai F hitung adalah sebesar 10,966. Karena nilai F hitung 10,966 > F tabel 3,94, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima atau dengan kata lain pemanfaatan pariwisata digital (X1) dan integrasi digital (X2) secara simultan berpengaruh terhadap peningkatan kunjungan wisatawan (Y). Selain itu berdasarkan analisa SWOT yang dilakukan terhadap dinas pemerintah, wisatawan, pelaku usaha, content creator, dan masyarakat, maka didapati strategi dalam menarik minat wisatawan, yakni melalui pengembangan layanan pariwisata, pemanfaatan sumber daya manusia, dan keterhubungan layanan melalui akses integrasi moda transportasi, jaringan internet, fasilitas layanan publik, dan pengenalan kebudayaan secara digital.
Hubungan Self-Efficacy Dan Depresi: Studi Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Tomi Jepisa; Husni; Linda Wati
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v3i2.1553

Abstract

Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang umum terjadi pada lansia, terutama mereka yang tinggal di panti sosial. Salah satu faktor psikologis yang berperan dalam memengaruhi tingkat depresi pada lansia adalah self-efficacy, yaitu keyakinan seseorang terhadap kemampuan diri dalam mengatasi tantangan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dan depresi pada lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha. Penelitian ini menggunakan desain studi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian total populasi sebanyak 70 lansia. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas lansia memiliki self-efficacy tinggi (68,57%) dan sebagian besar tidak mengalami depresi (64,29%). Analisis bivariat menggunakan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara self-efficacy dan depresi pada lansia (pp-value = 0,000). Lansia dengan self-efficacy tinggi memiliki risiko depresi yang lebih rendah dibandingkan lansia dengan self-efficacy rendah, dengan nilai odds ratio (OR) sebesar 8,14 (95% CI: 2,60–25,42). Hasil penelitian ini mendukung teori Bandura tentang self-efficacy dan penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa self-efficacy tinggi dapat melindungi individu dari risiko depresi dengan meningkatkan kemampuan mengatasi stres. Penelitian ini juga sejalan dengan temuan bahwa lansia dengan self-efficacy rendah lebih rentan mengalami pola pikir negatif dan ketidakberdayaan, yang merupakan faktor risiko utama depresi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa self-efficacy merupakan faktor protektif yang signifikan terhadap depresi pada lansia. Oleh karena itu, intervensi yang bertujuan meningkatkan self-efficacy, seperti pelatihan keterampilan hidup, terapi kognitif, dan peningkatan dukungan sosial, sangat penting untuk diterapkan di panti sosial. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis dan kualitas hidup lansia secara keseluruhan.
Pemberdayaan Caregiver Dalam Meningkatkan Kesehatan Lansia Hipertensi Jepisa, Tomi; Linda Wati; Husni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 12 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v3i12.1535

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami oleh lansia di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Kuranji, Padang. Penyakit ini sering kali menyebabkan komplikasi serius pada lansia, seperti stroke dan penyakit jantung, yang dapat mengurangi kualitas hidup mereka secara signifikan (Kementerian Kesehatan RI, 2020). Mengingat lansia memiliki keterbatasan dalam mengelola kesehatannya secara mandiri, keberadaan caregiver atau pengasuh sangatlah penting dalam membantu mereka menjalani perawatan sehari-hari. Namun, kurangnya pengetahuan dan keterampilan caregiver mengenai perawatan hipertensi menjadi tantangan utama dalam upaya meningkatkan kesehatan lansia (Darmawan & Setyowati, 2022). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan caregiver melalui edukasi dan pelatihan mengenai perawatan hipertensi pada lansia. Dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan caregiver, diharapkan mereka dapat memberikan perawatan yang lebih baik dan efektif bagi lansia hipertensi di Puskesmas Kuranji. Pemberdayaan ini juga mencakup peningkatan pemahaman tentang pengelolaan tekanan darah, pengenalan gejala hipertensi, dan metode pencegahan komplikasi melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat (Purwanto & Lestari, 2021). Metode yang digunakan dalam program ini meliputi edukasi dan pelatihan praktis bagi caregiver. Program edukasi ini melibatkan pemberian informasi mengenai faktor risiko, pencegahan, dan penanganan hipertensi. Selain itu, pelatihan praktis dilakukan untuk mengajarkan teknik pemeriksaan tekanan darah, pemantauan diet, serta latihan fisik yang dianjurkan bagi lansia hipertensi (Setiawan et al., 2023). Edukasi diberikan secara interaktif menggunakan media seperti leaflet, video tutorial, dan sesi tanya jawab, sehingga caregiver dapat memahami dan mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam perawatan sehari-hari.
Platelet-to-Lymphocyte Ratio in Pediatric Dengue Patients: A Key Indicator of Disease Severity Silma Farraha; Husni; Deswita Sari; Rikarni; Zelly Dia; Dwi Yulia
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 9 No. 5 (2025): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/bsm.v9i5.1278

Abstract

Background: Dengue infection remains a significant health concern in Indonesia, with a high mortality rate. Early identification and prediction of severe dengue are crucial for effective management and mortality reduction. The platelet-to-lymphocyte ratio (PLR) has emerged as a potential biomarker for assessing dengue severity due to its association with inflammatory responses. Methods: This descriptive study included 48 pediatric patients diagnosed with dengue hemorrhagic fever (DHF) and dengue shock syndrome (DSS) at Dr. M. Djamil General Hospital Padang between March and August 2024. Patients were included if they were aged 0-18 years, had a confirmed diagnosis of DHF or DSS, and underwent complete blood count and serological testing for dengue. Patients with chronic diseases or other comorbidities were excluded. Complete blood counts were performed using flow cytometry, and PLR was calculated by dividing the platelet count by the absolute lymphocyte count. Clinical data were obtained from medical records. Results: The majority of patients were aged 6-18 years (68.8%), with 20 (41.7%) presenting with DHF and 28 (58.3%) with DSS. The median platelet count was lower in DSS patients (26,000/mm3) compared to DHF patients (35,500/mm3). The median PLR was also significantly lower in DSS patients (8.95) compared to DHF patients (15.61). A PLR value <20 was more frequently observed in DSS patients (89.3%) than in DHF patients (75%). Conclusion: A lower PLR value was associated with more severe clinical manifestations of dengue infection, particularly DSS. PLR can serve as a valuable biomarker for assessing dengue severity, utilizing readily available and cost-effective complete blood count results.
The Triglyceride-Glucose Index: A Potential Simple Screening Tool for Insulin Resistance in Young Adults Kenny; Efrida; Elfira Yusri; Rismawati Yaswir; Husni; Syofiati
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 9 No. 5 (2025): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/bsm.v9i5.1281

Abstract

Background: Insulin resistance is a key factor in the development of metabolic diseases, which are increasingly prevalent in young adults. Early detection is crucial for timely intervention. The triglyceride-glucose (TyG) index, calculated from fasting triglyceride and glucose levels, has emerged as a potential alternative to the more complex homeostasis model assessment of insulin resistance (HOMA-IR). This study aimed to evaluate the agreement between the TyG index and HOMA-IR in detecting insulin resistance in young adults. Methods: A cross-sectional study was conducted on 102 non-diabetic young adults (aged 18-22 years). Fasting blood samples were collected to measure triglyceride, glucose, and insulin levels. The agreement between the TyG index and HOMA-IR was assessed using the Kappa coefficient. Results: The median age of the participants was 20 years, with 65.7% being female. The prevalence of insulin resistance was 79.4% based on the TyG index (cut-off value of 4.25) and 43.1% based on HOMA-IR (cut-off value of 2.2). The agreement between the two indices was slight (Kappa = 0.155, p = 0.001). Conclusion: The TyG index showed a higher prevalence of insulin resistance compared to HOMA-IR in this population. However, the agreement between the two indices was low. Further research is needed to validate the TyG index as a screening tool for insulin resistance in young adults.
Co-Authors A. R. Jatnika Abdul Azis Abdul Majid, Basrul Abdulrauf , Rukayya Adebisi Ade Yeni Afiqah Jumatul Saadah Afriani, Nita Ahmaniyah Akhyar Ali, Masri ALI, NURDIN Arianto Syahruddin Arif, Zainal Asmawati Azwar Anwar Badriah Bastiar Bukhari Buston, Erni Dandi Bahtiar Desi Suryani, Desi Desiekawati Deswita Sari Desywar Dian Pertiwi Dwi Yulia Efrida Elfira Yusri Fatahillah Fatma Azzahra Fatma Azzahra Febryanto, Muhammad Desto Habibi Firman syah, Firman Fitriana, Maya Hartini Hendra Permana Hendri Heriyanto Henri Heriyanto Hudaya, Chairul I. Munandar Ida Rahmah Burhan Ihsan, Rafiq Indrawati Noor Kamila IRMA DEWI ISKANDAR Jarnawi Jarnawi Jepisa, Tomi Johari Kenny Khairil Fata Khaulah Karimah Kurniawan, Eka L. Abdullah Lia Safrina Lili Novri Yanti Lilis Nurteti Linda Wati M. Nizar Machmud Maghfira Ramadhania Mardiani Masri Ibrahim Mayviza, Liza Monarisa Muammar Muhamad Adnan bin Daud Muhammad Amin Muhammad Fadillah Ghifari Muhammad Hatta Muhammad Nur MUHAMMAD RIZAL Muhammad Saleh Muhibbuddin Muhibuddin Mukhtasar Munawar Rizki Jailani Munawir Mustafa Nasrah Nasution, Elvy Sahnur Nengsih, Reska Multia Novita Laily Shalatiah Nurarafah Nurjannah Oliver B. Wren Pardosi, Sariman Parida, Elin Putra, T. Edisah R. Priyanto Rahma Anisa Ramalinggam Rajamanickam Reza , Mohamad Reza, T. Surya Rikarni Ririn Rismawati Yaswir Romi Asmara Roswati Ruliati, Ruliati S. Nealma Sabri Sahade Sahran Satria Utomo Selamet Septiyanti Silma Farraha Siregar, Askari Guna Siregar, Fadhilaturrizqie Siti Safaria Sofia Ratna Awaliyah Fitri Sofyan Jafar Subaidi, Joelman Sulaiman Thalib Sumiadi Syahrizal Syarli, Setiadi Syarwani Syofiati Tating Rohaeti Teuku Yudi Afrizal tomi jepisa Tomi Jepisa Ujang Endang Ujuh Ilham Simak Ummi Kalsum Vania Ilmi Basri Wahid , Irza Widia Lestari Yoshie Anto Chicamy Yulia, Dwi Yulianti Yunengsih, Yuyun Yusuf Zahara, Annisa Zainal Abidin Zelly Dia Zelly Dia Rofinda Zul Akli Zulfadhli Zulfan Zulfiani