p-Index From 2021 - 2026
11.24
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN JIPTEK : Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Jurnal Pendidikan Indonesia Mimbar Sekolah Dasar Edulib Indonesian Journal of Science and Technology Mimbar Pendidikan: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan Jurnal Penelitian Pendidikan REFLEKSI EDUKATIKA Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Jurnal Ilmiah Peuradeun EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik PAEDAGOGIA Jurnal Moral Kemasyarakatan SOSIOHUMANIKA EDUCARE PEDAGOGIA Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT JURNAL PETIK Jurnal Basicedu Pustabiblia: Journal of Library and Information Science JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Literasi : Jurnal Ilmu Pendidikan Sukma: Jurnal Pendidikan COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Edsence: Jurnal Pendidikan Multimedia Jurnal Pendidikan dan Konseling Journal of Elementary School (JOES) Jurnal Paedagogy Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Indonesian Journal of Social Sciences LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya Journal of Disruptive Learning Innovation (JODLI) Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Elementary Journal : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Basicedu Eduvest - Journal of Universal Studies West Science Interdisciplinary Studies MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE) West Science Interdisciplinary Studies West Science Social and Humanities Studies Pustabiblia: Journal of Library and Information Science Sukma: Jurnal Pendidikan Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Curricula: Journal of Curriculum Development Inovasi Kurikulum
Claim Missing Document
Check
Articles

School readiness analysis in implementing differentiated learning in Kurikulum Merdeka Sisworo Hadi; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.68994

Abstract

The principle of differentiated learning is fundamental to the implementation of the Merdeka curriculum. Organizational readiness analysis became crucial before the implementation of differentiated instruction. This research aims to determine the school's readiness as an institution or organization to implement Differentiated Learning in Kurikulum Merdeka. This research was conducted at SMP Penggerak in Bogor City. The research is quantitative research with a survey method. The level of school readiness will be measured using the Readiness Framework Thinking Tool from Scaccia et al. R=MC2 readiness framework is the framework for the instrument adopted. (R: Readiness; C: Innovation Specific Capacity; C: General Capacity). Based on research on School Readiness Levels), the percentage of readiness levels for the three elements of readiness levels is 80.1 percent for motivation elements, 83.7 percent for general capacity elements, and 87.4 percent for particular capacity elements. Using an Interactive System Framework (ISF) and Quality Implementation Framework (QIF), the implementation is divided into 4 phases. In phase 1, all processes are related to internal preparation. In phase 2, schools can develop teams under learning committees. In phase 3, the development of a sustainable strategy, and in phase 4, it is necessary to develop a pattern for the future.   Abstrak Prinsip pembelajaran berdiferensiasi menjadi sangat penting pada implementasi kurikulum merdeka. Sebelum implementasi sebuah inovasi seperti pembelajaran berdiferensiasi, sangat perlu dilakukan analisis bagaimana tingkat kesiapan sekolah untuk mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapan sekolah sebagai lembaga atau organisasi dalam menerapkan Pembelajaran Diferensiasi di Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menganalisis kesiapan SMP Penggerak di Kota Bogor dalam menerapkan pembelajaran Diferensiasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Tingkat kesiapan sekolah akan diukur dengan menggunakan Readiness Framework Thinking Tool dari Scaccia, et. Kerangka kesiapan R=MC2 merupakan kerangka instrumen yang diadopsi. (R: Kesiapan; C: Kapasitas Khusus Inovasi; C: Kapasitas Umum). Berdasarkan hasil penelitian Tingkat Kesiapan Sekolah), persentase tingkat kesiapan ketiga unsur tingkat kesiapan adalah 80,1 persen unsur motivasi, 83,7 persen unsur kapasitas umum, dan 87,4 persen unsur kapasitas khusus. Dengan menggunakan Interactive System Framework (ISF) dan Quality Implementation Framework (QIF), proses pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di SMP Penggerak Kota Bogor dapat dibagi menjadi 4 tahap. Pada tahap 1 semua proses yang berkaitan dengan persiapan internal harus dilakukan. Pada fase 2, sekolah dapat mengembangkan tim di bawah komite pembelajaran. Pada fase 3 pengembangan strategi berkelanjutan dan pada fase 4 perlu dikembangkan pola implementasi untuk masa depan. Kata Kunci: kurikulum merdeka; pembelajaran berdiferensiasi; SMP penggerak
Interrelation between report book and teacher performance Witzir Sumadisastro Subran; Dinn Wahyudin; Lia Susanti; Dudun Najmudin
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.65584

Abstract

Teacher report cards are a means of communication and evaluation between the principal and teachers that can improve teacher performance and impact student learning achievement. SDIT Nurul 'Ilmi Jambi has implemented teacher report cards for over ten years, which are given at the beginning of each month along with the receipt of monthly teacher rights. This study aims to determine the relationship or influence of report cards on the performance of SDIT Nurul 'Ilmi Jambi teachers. This study uses a mixed method, where data collection is carried out by distributing questionnaires. Then, to analyze the data, SPSS tools are used with validity tests, reliability tests, and Spearman rank correlation tests. In the qualitative method, interviews were conducted with teachers to determine the factors that contribute to teacher performance. The study's results indicate that there is a relationship or influence of report cards on the performance of SDIT Nurul 'Ilmi Jambi teachers, and there is a powerful positive influence. Other things that influence teacher performance based on the interview results are awareness, concern, and spiritual values such as sincerity and charity for the teacher himself.   Abstrak Rapor guru merupakan sarana komunikasi dan evaluasi antara kepala sekolah dan guru yang dapat meningkatkan kinerja guru serta akan berdampak kepada prestasi belajar siswa. SDIT Nurul ‘Ilmi Jambi telah melaksanakan penerapan rapor guru selama lebih dari 10 tahun yang diberikan pada tiap awal bulan bersamaan dengan penerimaan hak bulanan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh rapor terhadap kinerja guru SDIT Nurul ‘Ilmi Jambi. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods), di mana pengumpulan data dilakukan menyebarkan kuesioner, kemudian untuk menganalisis data digunakan alat bantu berupa SPSS dengan uji validitas, uji reliabilitas, dan uji korelasi rank spearman. Sedangkan metode kualitatif, dilakukan wawancara dengan guru untuk mengetahui faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kinerja guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan atau pengaruh rapor terhadap kinerja guru SDIT Nurul ‘Ilmi Jambi dan adanya pengaruh positif sangat kuat. Hal lain yang memengaruhi kinerja guru dari hasil wawancara adalah kesadaran, kepedulian, dan nilai-nilai spiritualitas seperti keikhlasan dan amal jariyah bagi guru itu sendiri. Kata Kunci: guru sekolah dasar; rapor guru; sekolah dasar
The urgency of anti-corruption education as a local subject in secondary education in Lampung Province Aida Ratna Zulaiha; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71162

Abstract

Anti-corruption education is a mandatory local content subject in formal secondary schools in Lampung Province based on the Governor's Regulation. Implementing anti-corruption subjects is carried out by strengthening anti-corruption behavior through a cycle of knowledge, skills, and attitudes to form an anti-corruption attitude in each individual based on their understanding and awareness. This study aimed to determine the implementation process and output of anti-corruption education in senior high schools and vocational high schools in Lampung and to analyze the urgency of anti-corruption education as a local content subject in relation to the objectives of anti-corruption education that have been set. The method used is a combination of analysis of legal documents, modules, and strategies related to anti-corruption education, followed by a survey conducted on schools implementing the program. In most senior high schools and vocational high schools in Lampung that have implemented anti-corruption education as a local content subject, the most dominant aspects taught are attitudes and knowledge, but less for the skills aspect. Based on the objectives of the anti-corruption education set, implementing anti-corruption education only in the form of anti-corruption subjects in local content is not enough. The effectiveness of anti-corruption education in educational units will be achieved if anti-corruption education is implemented comprehensively through curriculum implementation, a conducive ecosystem that supports the internalization of anti-corruption values, and the governance of secondary education units with integrity.   Abstrak Pendidikan Antikorupsi merupakan mata pelajaran muatan lokal wajib pada sekolah menengah formal di Provinsi Lampung yang didasarkan pada Peraturan Gubernur. Implementasi mata pelajaran antikorupsi dilakukan dalam bentuk penguatan perilaku antikorupsi, melalui siklus pengetahuan, keterampilan dan sikap, dengan tujuan terbentuknya sikap antikorupsi pada setiap individu yang didasarkan pada pemahaman dan kesadaran yang dimiliki. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui proses implementasi dan output dari pendidikan antikorupsi di SMA dan SMK di Lampung serta menganalisis urgensi pendidikan antikorupsi sebagai mata pelajaran muatan lokal dikaitkan dengan tujuan pendidikan antikorupsi yang ditetapkan. Metode yang dilakukan merupakan kombinasi antara analisis terhadap dokumen hukum, modul dan strategi terkait pendidikan antikorupsi dengan survei yang dilakukan terhadap sekolah pelaksana program. Mayoritas SMA dan SMK di Lampung yang sudah mengimplementasikan pendidikan antikorupsi sebagai mata pelajaran muatan lokal, aspek yang paling dominan diajarkan adalah sikap dan pengetahuan, namun kurang untuk aspek keterampilan. Berdasarkan tujuan dari pendidikan antikorupsi yang ditetapkan, mengimplementasikan pendidikan antikorupsi hanya dalam bentuk mata pelajaran antikorupsi pada muatan lokal tidak cukup. Efektivitas pendidikan antikorupsi di satuan pendidikan akan tercapai jika pendidikan antikorupsi dilaksanakan secara komprehensif melalui implementasi kurikulum, ekosistem kondusif yang mendukung internalisasi nilai antikorupsi, serta tatakelola satuan pendidikan menengah yang berintegritas. Kata Kunci: muatan lokal; pendidikan antikorupsi; peserta didik; sekolah menengah
Balancing control and freedom: conditional autonomy in curriculum management in an Islamic private school in Indonesia Khairil Azhar; Mohammad Ali; Eero Ropo; Dinn Wahyudin; Angga Hadiapurwa
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75491

Abstract

This study examines the complexities of teacher autonomy in curriculum management at a private Islamic school in Indonesia, positioned within an educational environment shaped, to a certain extent, by Indonesia's shifting educational policies—oscillating between centralization and decentralization—and various religious frameworks. Through qualitative analysis of data obtained from focused group discussions involving teachers and school management, this research reveals how teacher autonomy is both supported and constrained by institutional policies, religious values, and resource availability. The main finding of this study is the emergence of a conditional autonomy model, where teachers exercise a negotiated form of autonomy within certain boundaries. On one hand, teachers’ autonomy is influenced by national educational policies, institutional frameworks, and cultural-religious norms, indicating that this autonomy is conditional rather than absolute. On the other hand, due to practical field needs, teachers make adjustments in designing curriculum content, applying various teaching methods and strategies, and adapting teaching and assessment methods based on student conditions and time availability. These dynamics are influenced by factors such as school and foundation policies, educational supervision, resource availability, and teacher creativity. This study highlights unique challenges within the Indonesian context, where teacher autonomy in curriculum management requires a deeper, context-specific approach. A balance is needed between the demands for innovation and flexibility and the support and control mechanisms that do not restrict the space for the growth of teacher agency.   Abstrak Studi ini mengkaji kompleksitas otonomi guru dalam pengelolaan kurikulum di sebuah sekolah Islam swasta di Indonesia, yang diposisikan sebagai satu lingkungan pendidikan yang sampai taraf tertentu terbentuk oleh ragam kebijakan pendidikan di Indonesia yang bergerak seperti pendulum—sentralistik-desentralistik—serta faktor berbagai kerangka keagamaan. Melalui analisis kualitatif atas data yang diperoleh dari diskusi kelompok terpumpun (focused group discussion), yang melibatkan guru-guru dan manajemen sekolah, penelitian ini mengungkapkan bagaimana otonomi guru didukung sekaligus dibatasi oleh kebijakan institusi, nilai-nilai agama, dan ketersediaan sumber daya. Temuan utama dari studi ini adalah munculnya suatu model conditional autonomy (otonomi kondisional), di mana para guru menerapkan otonomi yang dinegosiasikan dalam batas-batas tertentu. Di satu sisi, otonomi para guru tidak terlepas dari pengaruh kebijakan pendidikan nasional, kerangka institusi, dan norma budaya-religius, yang menunjukkan bahwa otonomi tersebut bukanlah mutlak melainkan bersyarat. Namun, di sisi lain, karena kebutuhan praktikal di lapangan, para guru melakukan penyesuaian-penyesuaian dalam merancang isi kurikulum, menerapkan berbagai metode dan strategi pengajaran, serta menyesuaikan metode pengajaran dan penilaian berdasarkan kondisi siswa dan ketersediaan waktu. Dinamika ini sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kebijakan sekolah dan yayasan, supervisi pendidikan, ketersediaan sumber daya, dan kreativitas guru. Studi ini menunjukkan tantangan unik dalam konteks Indonesia, di mana otonomi guru dalam pengelolaan kurikulum memerlukan pendekatan yang lebih mendalam dan konteks-spesifik, di mana perlu keseimbangan antara kebutuhan akan inovasi dan fleksibilitas dengan mekanisme dukungan dan kontrol yang tidak menyempitkan ruang bagi pertumbuhan agency guru. Kata Kunci: agensi guru, kerangka keagamaan, manajemen kurikulum, otonomi guru, otonomi kondisional, otonomi kurikulum, sekolah Islam swasta
Analysis of teacher training needs for peace education in early childhood education (PAUD) Muhamad Kosim Gifari; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.71227

Abstract

In the Indonesian context, peace education is becoming increasingly relevant considering the existing cultural, religious, and ethnic diversity. Teachers are a critical sector and have a significant role in instilling peace education in schools. So, competent skills are needed by every teacher who teaches the students about peace education. Then, this study aims to analyze the need for teacher training in peace education in early childhood education. This study uses a quantitative method with a survey approach to explore the need for teacher training related to peace education in early childhood education (PAUD). Data collection was carried out using a Likert scale-based questionnaire. The population of this study is PAUD teachers of RA Al-Hikam Soreang in the Bandung Regency area. The research respondents were taken using the census technique.  The respondents were 5 (five) people or all teachers of RA Al-Hikam Soreang. This research reveals a significant need to improve teacher training in peace education in early childhood education.   Abstrak Dalam konteks Indonesia, pendidikan perdamaian menjadi semakin relevan mengingat keragaman budaya, agama, dan etnis yang ada. Guru adalah sektor yang sangat penting dan memiliki peran utama dalam menanamkan pendidikan perdamaian di sekolah. Sehingga diperlukan keterampilan yang kompeten untuk dimiliki oleh setiap guru yang akan mengajarkan kepada siswa tentang pendidikan perdamaian. Kemudian penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlunya pelatihan guru bagi pendidikan perdamaian pada pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei untuk menganalisis kebutuhan pelatihan guru terkait pendidikan perdamaian di pendidikan anak usia dini (PAUD). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert. Populasi penelitian ini adalah guru PAUD RA Al-Hikam Soreang di wilayah Kabupaten Bandung. Responden penelitian diambil dengan menggunakan teknik sensus. Jumlah responden yang diambil sebanyak 5 (lima) orang atau seluruh guru RA Al-Hikam Soreang. Penelitian ini mengungkapkan bahwa ada kebutuhan yang signifikan untuk meningkatkan pelatihan guru dalam pendidikan perdamaian di pendidikan anak usia dini. Kata Kunci: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD); pendidikan perdamaian; pelatihan guru
Cimahi elementary school teachers' perceptions of differentiated learning Sandry Adhitya; Dinn Wahyudin; Erda Ilma Herfia
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.79331

Abstract

Teachers' deep understanding of differentiated learning will make its implementation more effective in meeting the diverse needs of students. The success of differentiated learning also depends on teachers' ability to plan, implement, and evaluate learning. Therefore, it is important to know teachers' perceptions related to understanding differentiated learning as a basis for optimizing the implementation of student-focused learning. Based on this background, this study aims to analyze teachers' perceptions of differentiated learning, focusing on understanding the purpose, content, process, and evaluation of learning. This research also explores the extent to which teachers understand and implement differentiated learning and the obstacles faced. The method used is descriptive, with data collected through questionnaires to 52 elementary school teachers in Cimahi City using a random sampling technique. Data analysis was conducted to calculate the percentage and average score. The results showed that teachers' perceptions of differentiated learning were in the high category, with a good understanding of learning objectives, content, strategies, and evaluation. However, improvement in understanding, especially in mastering differentiated learning strategies, is still needed. Continuous online and offline training and utilizing the Platform Merdeka Mengajar can support the implementation of the Kurikulum Merdeka more effectively.   Abstrak Pemahaman guru yang mendalam mengenai pembelajaran terdiferensiasi akan menjadikan implementasinya lebih efektif dalam memenuhi keragaman kebutuhan siswa. Kesuksesan pembelajaran terdiferensiasi pun tergantung pada kemampuan guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui persepsi guru terkait pemahaman pembelajaran terdiferensiasi sebagai dasar untuk mengoptimalkan pelaksanaan pembelajaran yang berfokus pada siswa. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru terhadap pembelajaran terdiferensiasi dengan fokus pada pemahaman tujuan, isi, proses, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini juga menggali sejauh mana guru memahami dan menerapkan pembelajaran terdiferensiasi serta kendala yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah deskriptif, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 52 guru sekolah dasar di Kota Cimahi menggunakan teknik sampling acak. Analisis data dilakukan untuk menghitung persentase dan skor rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan persepsi guru terhadap pembelajaran terdiferensiasi berada pada kategori tinggi, dengan pemahaman yang baik tentang tujuan, isi, strategi, dan evaluasi pembelajaran. Namun, peningkatan pemahaman, terutama dalam menguasai strategi pembelajaran terdiferensiasi, masih dibutuhkan. Pelatihan berkelanjutan, baik secara online maupun offline, serta pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar, dapat mendukung penerapan Kurikulum Merdeka secara lebih efektif. Kata Kunci: kurikulum merdeka; pembelajaran terdiferensiasi; persepsi guru
The influence of self-efficacy on sixth graders’ mathematical communication skills Siti Muhdiati; Dinn Wahyudin; Nurul Umrotullatifah
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.78691

Abstract

Mathematical communication skills are essential for students' success in problem-solving, critical thinking, idea articulation, and addressing challenges. These skills are a key component of 21st-century competencies, supporting mathematical literacy from an early age. This study investigates the effect of self-efficacy on students' confidence in completing academic tasks and the mathematical communication skills of grade VI elementary school students. Using a quantitative approach with an ex post facto method, data were collected via questionnaires to assess self-efficacy and tests to measure mathematical communication skills. The results showed a significant positive effect of self-efficacy on mathematical communication skills, with a significance value and a positive coefficient. The R Square value indicates that self-efficacy accounts for the variance in mathematical communication skills. These findings highlight the critical role of self-efficacy in enabling students to confidently and competently communicate mathematical concepts. To enhance students' mathematical communication skills, teachers should employ learning strategies that build confidence and reinforce self-efficacy. Strengthening self-efficacy boosts academic performance and equips students with the tools to excel in mathematics and related challenges.   Abstrak Kemampuan komunikasi matematis tidak hanya berperan dalam keberhasilan peserta didik menyelesaikan soal-soal matematika, tetapi juga mendukung kemampuan berpikir kritis, menyampaikan ide, serta memecahkan masalah. Di era yang menuntut kompetensi abad ke-21 ini, kemampuan komunikasi matematis menjadi salah satu pilar utama untuk mendukung literasi matematika peserta didik sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-efficacy terhadap kemampuan komunikasi matematis peserta didik kelas VI Sekolah Dasar. Self-efficacy, mengacu pada keyakinan diri peserta didik dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik, dipandang sebagai salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan pembelajaran matematika. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode ex post facto. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat self-efficacy dan tes kemampuan komunikasi matematis. Hasil uji regresi linear menunjukkan signifikansi dengan koefisien self-efficacy sehingga dapat dikatakan bahwa self-efficacy peserta didik berpengaruh positif secara signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Nilai R Square menunjukan bahwa self-efficacy peserta didik berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Temuan ini menunjukan bahwa self-efficacy memiliki peran penting dalam meningkatkan rasa percaya diri peserta didik dalam mengomunikasikan konsep matematis. Sehingga guru perlu menguatkan self-efficacy peserta didik melalui strategi pembelajaran yang menumbuhkan kepercayaan diri dan meningkatkan kemampuan komunikasi matematis. Kata Kunci: komunikasi matematis; pembelajaran matematika; peserta didik SD; self-efficacy
Research trends on RME and self-confidence in the Mathematics education curriculum Rohim Abdurohim; Dinn Wahyudin; Lia Susanti
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.79455

Abstract

Realistic Mathematics Education (RME) has been recognized as an innovative approach that effectively improves mathematical skills and students' self-confidence. This study aims to analyze scientific trends related to the application of RME and its impact on self-confidence in mathematics education curriculum. A bibliometric approach was used to analyze 200 articles published between 2020-2024. Data were obtained using the Publish or Perish tool and analyzed with VOSviewer to evaluate citation metrics, collaboration patterns between authors, and relationships between keywords. The analysis results showed 2,314 citations with an average of 11.57 citations per article and active collaboration patterns with an average of 2.6 authors per article. This study found that the Realistic Mathematics Education (RME) approach significantly increased students' confidence in learning mathematics and improved problem-solving skills and in-depth concept understanding. The bibliometric analysis showed that research topics related to RME and student confidence have received extensive academic attention, with high citation rates and significant contributions to the development of mathematics education theory and practice. The findings confirm the importance of RME as an innovative approach in supporting students' cognitive and affective learning outcomes while providing a basis for developing mathematics education practice.   Abstrak Realistic Mathematics Education (RME) telah dikenal sebagai pendekatan inovatif yang efektif dalam meningkatkan kemampuan matematis sekaligus kepercayaan diri (self-confidence) peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren ilmiah terkait penerapan RME dan dampaknya terhadap self-confidence dalam kurikulum pendidikan Matematika. Pendekatan bibliometrik digunakan untuk menganalisis 200 artikel yang diterbitkan pada rentang waktu 2020–2024. Data diperoleh menggunakan perangkat Publish or Perish dan dianalisis dengan VOSviewer untuk mengevaluasi metrik sitasi, pola kolaborasi antarpenulis, dan hubungan antar kata kunci. Hasil analisis menunjukkan total 2.314 sitasi dengan rata-rata 11,57 sitasi per artikel, serta pola kolaborasi aktif dengan rata-rata 2,6 penulis per artikel. Penelitian ini menemukan bahwa pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran Matematika, selain meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan pemahaman konsep secara mendalam. Analisis bibliometrik menunjukkan bahwa topik penelitian terkait RME dan kepercayaan diri peserta didik telah mendapatkan perhatian akademik yang luas, dengan tingkat sitasi yang tinggi dan kontribusi signifikan terhadap pengembangan teori dan praktik pendidikan Matematika. Temuan ini menegaskan pentingnya RME sebagai pendekatan inovatif dalam mendukung hasil belajar kognitif dan afektif peserta didik, sekaligus memberikan dasar bagi pengembangan praktik pendidikan Matematika. Kata Kunci: analisis bibliometrik; kepercayaan diri; pendidikan matematika; realistic mathematics education; RME
Effect of clinical supervision in improving the pedagogical competence of SDN 2 Cigedug teachers Eli Latipah; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.79098

Abstract

Pedagogical competence is one of the competencies that teachers must possess, according to Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. In fulfilling these competencies, teachers can make efforts by developing independently, participating in competency development activities organized by the government, or by guidance from direct supervisors or school principals. This study aims to analyze the effect of clinical supervision on teachers' pedagogical skills at SDN 2 Cigedug. Clinical supervision is an approach principals take to help teachers improve competence based on the results of reflection on planning, implementing, and evaluating their learning in the classroom to improve the quality of learning. This research approach uses descriptive qualitative. Data collection through interviews, observation, and documentation. The results showed that clinical supervision generally has a positive effect on improving teachers' pedagogical competence. However, the level of improvement varies depending on individual conditions and other factors that influence its effectiveness.   Abstrak Kompetensi pedagogik adalah salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh guru menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Dalam memenuhi kompetensi tersebut, guru dapat berupaya dengan pengembangan secara mandiri, mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi yang diselenggarakan oleh pemerintah, ataupun atas pembinaan dari atasan langsung atau kepala sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh supervisi klinis terhadap kemampuan pedagogis guru di SDN 2 Cigedug. Supervisi klinis merupakan suatu pendekatan yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam membantu guru meningkatkan kompetensi berdasarkan hasil refleksi atas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajarannya di kelas dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Supervisi klinis secara umum berpengaruh positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru, meskipun tingkat peningkatannya bervariasi tergantung pada kondisi individu dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi efektivitasnya. Kata Kunci: kompetensi pedagogik; peningkatan kualitas pembelajaran; supervisi klinis
The influence of the STAD learning model towards improving mathematics learning outcomes Nina Rostiana; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.79416

Abstract

Mathematics is still a difficult and tedious subject for elementary school students, which leads to low learning outcomes. Many factors influence students' mathematics learning outcomes. Analyzing the influence of the Student Teams Achievement Division (STAD) learning model on the mathematics learning outcomes of grade 5 elementary school students is the aim of this research. This study adopted a quasi-experimental design by comparing two unequal groups of students. Data is collected through various methods, including tests and observations. Data analysis was carried out statistically to test research hypotheses and determine the effectiveness of a particular treatment. There is a very statistically significant difference between the experimental and control groups' average post-test scores. These results support the hypothesis that the STAD learning model effectively increases learning achievement. Apart from that, cooperative learning in STAD can increase student interaction, learning motivation, and a deeper understanding of mathematical concepts. The implications of this research indicate that STAD can be an alternative learning strategy teachers implement to improve student learning outcomes.   Abstrak Pelajaran matematika masih menjadi pelajaran sulit dan menjenuhkan bagi peserta didik SD, yang berujung pada hasil belajar rendah. Banyak faktor memengaruhi hasil belajar matematika peserta didik. Menganalisis pengaruh model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas 5 SD adalah tujuan penelitian ini. Penelitian ini mengadopsi desain kuasi-eksperimental dengan membandingkan dua kelompok peserta didik yang tidak setara. Data dikumpulkan melalui berbagai metode, termasuk tes dan observasi. Analisis data dilakukan secara statistik untuk menguji hipotesis penelitian guna mengetahui efektivitas suatu perlakuan tertentu. Terdapat perbedaan sangat signifikan secara statistik antara rata-rata nilai post-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil ini mendukung hipotesis bahwa model pembelajaran STAD efektif meningkatkan prestasi belajar. Selain itu, pembelajaran kooperatif dalam STAD mampu meningkatkan interaksi antar peserta didik, motivasi belajar, serta pemahaman konsep matematika secara lebih mendalam. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa STAD dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang diterapkan guru untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Kata Kunci: hasil belajar; matematika peserta didik SD; STAD
Co-Authors -, Matahari Abdul Azis Abdul Karim Ace Suryadi Adriana Gandasari Agnesti Bilqis Agustinus Tanggu Daga Aida Ratna Zulaiha Alief Ya Nur Latifah An an Herliani Andi Suwirta, Andi Andri Suryadi Andri Suryadi Andri Suryadi, Andri Angga Hadiapurwa Anissa Indri Ayuningtias A.S. Anita Yosepha Aristo, Thomas Joni Verawanto Asep Herry Hernawan As’ari Djohar Aulina Roudlotul Jannah Ayu Sukma Trisna Bachrudin Musthafa Bachrudin Mustofa Baeihaqi, Baeihaqi Bakri, Zainal Cantika, Varary Mechwafanitiara Cepi Riyana Cepi Riyana, Cepi Cucu Maryam Dadang Sukirman Dadi Mulyadi Dani Gunawan Deni Darmawan Deni Kurniawan Dewi, Maftuhah Dian Rahadian Dian Rahadian Dian Rahadian, Dian Dimyati, Endang Dina Thaib, Dina Dini Saraswati Handayani Djohar, As’ari Donna Crosnoy Sinaga Dudun Najmudin E. Maryani Edi Setiadi Eero Ropo Eero Ropo Effy Mulyasari Efrita Norman Eli Latipah Erda Ilma Herfia Evan Firdaus Fiony Fitri Novilia Fitria Fii Silmi Kaaffah Kamilia Fitria Fii Silmi Kaaffah Kamilia Gandasari, Adriana Gunawan Anggia Rahman Gunawan, Dani Gupi Rohman Nurmansyah GUSTI AYU PUTU SUKMA TRISNA . Hamdayani, Masitoh Hasibuan, Jose Bonatua Ikmal Redzuan Indah Namira Sari Ismayani, Ani Jayanti Jayanti Johan, Riche Cyhntia Johar Maknun, Johar Khairil Azhar Kustiaman, Aditya Irfan Laksmi Dewi Laksmi dewi Laksmi Dewi, Laksmi Leni Anggraeni Lestari, Indah Beti Lia Susanti Maosul, Asep Mariana Widjaja Marpaung, Roberto W. Maryani, E. Mawardi Megawati, Anita Melkius Ayok Mochamad Sobari Mohammad Ali Mohammad Ali Muhamad Kosim Gifari Mukhidin - Munir Munir Mustika Nuramalia Handayani Mustofa, Bachrudin Namira Sari, Indah Nasrulloh, iman Nina Rostiana Nirmalasari Norce Lenora Saleky Novilia, Fitri Nur Azmi Afifah Diens Nurdiansah, Yusup Nurdin, Encep Syarif Nurihsan, Achmad Juntika Nurul umrotullatifah Prisilia, Sindi Regina Putra, Tarekh Febriana R. Rahmat R. Rusman Rahmat Rahmat Rahmat Rahmat Rahmawati, Rahmawati Rifky Serva Tuju Rifky Serva Tuju Risda, Dianni Riyanti, Yanti Rohana, Rena Surya Rohim Abdurohim Ropitasari, Anna Rosyad, Ramlan Rosyanto Rosyanto Rosyanto, Rosyanto Rudi Susilana, Rudi Rusman Rusman Rusman Rusman Rusman Salsabila, Syifa Sandra Yusepana Sandry Adhitya Santi Hardiani Saputra, Yori Andes Selvi, Anastasia Sisworo Hadi Siti Muhdiati Suherman, Yuyus Sumadisastro, Witzir Sunarto Sunarto Supiandi, Markus Iyus Syamsidah Lubis Ursula Dwi Oktaviani, Ursula Dwi Veithzal Rivai Zainal Veronika Meo Wadu, Ludovikus Bomans Widjaja, Mariana Widya Puji Astuti Witzir Sumadisastro Witzir Sumadisastro Subran Yori Andes Saputra Yulia Rahmawati, Yulia Yusepana, Sandra Zonalia Fitriza