Claim Missing Document
Check
Articles

Phytochemical Profile and Biological Activities of Ethylacetate Extract of Peanut (Arachis hypogaea L.) Stems: In-Vitro and In-Silico Studies with Bibliometric Analysis Idin Sahidin; N. Nohong; Marianti A. Manggau; A. Arfan; W. Wahyuni; Iren Meylani; M. Hajrul Malaka; Nur Syifa Rahmatika; Agung W. M. Yodha; Nur Upik En Masrika; Abdulkadir Kamaluddin; Andini Sundowo; Sofa Fajriah; Rathapon Asasutjarit; Adryan Fristiohady; Rina Maryanti; Nur Indri Rahayu; M. Muktiarni
Indonesian Journal of Science and Technology Vol 8, No 2 (2023): (ONLINE FIRST) IJOST: September 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijost.v8i2.54822

Abstract

The utilization of the stems, leaves, and hulls of peanuts (Arachis hypogea) is not as popular as the seeds. This study aimed to investigate the chemical contents and pharmacological activities of A. hypogaea stems in-vitro and in-silico. This study was also completed with bibliometric analysis. The methanol extract (ME) was reextracted by ethylacetate to get ethyl acetate extract (EAE). The chemical contents of EAE were analyzed by phytochemical screening, Liquid Chromatography-Mass Spectroscopy (LC-MS/MS), TPC (Total Phenolic Content), and TFC (Total Flavonoid Content). In-vitro and in-silico studies evaluated antioxidant potency, toxicity, and cytotoxicity toward MCF-7 cell lines. The results showed that EAE contained terpenoids, flavonoids, alkaloids, and phenolics which were supported by LC-MS/MS data. The EAE was categorized as a very strong antioxidant and moderately active in both cytotoxicity and toxicity.
Essential Oils of Alpinia monopleura and Their Antibacterial and Antioxidant Activity Agung Wibawa Mahatva Yodha; Esti Badia; Musdalipah Musdalipah; Muhammad Azdar Setiawan; Nur Saadah Daud; Angriani Fusvita; Adryan Fristiohady; Sahidin Sahidin
Molekul Vol 18 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2023.18.1.6265

Abstract

Alpinia monopleura is an endemic plant which widespread and abundant in Sulawesi. Nevertheless, previous studies have not studied the chemical compound and biological activity. This study describes the chemical compounds and antibacterial and antioxidant properties of the essential oils isolated from A. monopleura. The essential oil was obtained by the hydro distillation method and interpreted by GCMS. Antibacterial properties were determined by the agar diffusion method, while DPPH and ABTS determined antioxidant activity. The most important components are α-caryophyllene, β-pinene, limonene, α-pinene, β-caryophyllene and caryophyllene oxide. Essential oils of leaves and fruit showed excellent antibacterial properties with a MIC strength of 31.3 μg/mL against Staphylococcus aureus ATCC 25023 and Escherichia coli ATCC 35218. The highest antioxidant effect was also shown by inhibiting ABTS and DPPH radicals, with IC50 strength ​​of essential oil obtained from the leaf being 15.60 and 19.42 μg/mL, respectively, while from the fruit were 10.44 and 11.93 μg/mL. These antibacterial and antioxidant properties indicate that essential oils have advantages in their use in the food and pharmaceutical industries.
Apotek Hidup: Upaya Pelestarian Penggunaan Obat Tradisional di Masyarakat melalui Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga Idin Sahidin; Gusti Ray Sadimantara; Muhammad Hajrul Malaka; Muhammad Azdar Setiawan; Nur Saadah Daud; Adryan Fristiohady; Yulianti Fauziah; Sernita Sernita; Musdalipah Musdalipah; Agung Wibawa Mahatva Yodha; Wahyuni Wahyuni
Jurnal Abdi dan Dedikasi kepada Masyarakat Indonesia Vol 1 No 1 (2023): NADIKAMI: Januari 2023
Publisher : POLITEKNIK BINA HUSADA KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penduduk Desa Lamomea Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara sebagian besar masyarakatnya berpendidikan minimal rata-rata lulusan SMA, sehingga pengetahuan tentang budidaya dan pemanfaatan tanaman obat masih sangat kurang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu pelaksanaan program pemerintah terkait pemanfaatan tanaman obat. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menyampaikan informasi tentang tanaman obat melalui sosialisasi, diskusi, dan praktik langsung budidaya tanaman obat keluarga di pekarangan rumah. Evaluasi peningkatan pengetahuan masyarakat dilakukan dengan pre-test dan post-test. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dasar tentang jenis, manfaat, dan cara membuat ramuan. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya keberhasilan dan sangat bermanfaat, karena adanya peningkatan pengetahuan dengan skor rata-rata lebih dari 60 yaitu skor rata-rata post-test 86.11 dibandingkan saat sebelum kegiatan dari nilai rata-rata pre-test 59.72. Masyarakat menunjukkan keterampilan yang memadai saat melakukan praktik langsung mulai dari penanaman, hingga pemeliharaan tanaman. Hasil budidaya tanaman obat ini, selain merupakan upaya pelestarian tanaman obat tradisional, juga mampu menghasilkan produk kosmetik yang kemudian dapat di manfaatkan sebagai produk herbal atau dijual untuk menambah nilai ekonomi.
Sosialisasi Pemanfaatan Potensi Tanaman Desa di Desa Laimeo Adryan Fristiohadi; Muhammad Hajrul Malaka; Wahyuni Wahyuni; Muhammad Israwan Aziz; La Ode Muh. Fitrawan; Astrid Indalifiany; Sahidin Sahidin; Agung Wibawa Mahatva Yodha; Rahmat Muliadi; Fadhliyah Malik
Jurnal Abdi dan Dedikasi kepada Masyarakat Indonesia Vol 1 No 2 (2023): NADIKAMI: Juli 2023
Publisher : POLITEKNIK BINA HUSADA KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laimeo merupakan sebuah wilayah yang ada di pesisir laut. dikarenakan hal tersebut, mayoritas mata pencaharian masyarakat setempat adalah nelayan. Sementara itu, terdapat kekayaan alam lain yang dapat dimanfaatakan potensinya dalam bidang kesehatan dan inovasi usaha lainnya. Obat-obatan tradisional Indonesia umumnya memiliki peranan yang sangat besar terutama dalam kaitannya dengan pelayanan kesehatan masyarakat. Namun demikian tampaknya pemanfaatan tanaman obat di Indonesia masih belum dilakukan secara optimal untuk kesehatan. Padahal saat ini biaya pengobatan modern cukup mahal di tambah lagi dengan krisis ekonomi yang belum sepenuhnya berakhir. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan meningkatkan pemahaman terhadap potensi tanaman desa dalam bidang kesehatan dan beragam inovasi usaha. Metode Pengabdian dilakukan dengan memberi sosiaisasi (ceramah dan tanya jawab) pada kelompok masyarakat di desa Laimeo, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara. Hasil pengabdian yang dilakukan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat desa laimeo tentang tanaman obat yang ada disekitarnya.
Pelatihan Pembuatan Biskuit dari Daun Kedondong Hutan (Spondias pinnata (Linn. F.) Kurz) Sebagai Cemilan Antidiabetes pada Masyarakat Desa Kasumewuho Musdalipah Musdalipah; Murtafia Murtafia; Eny Nurhikma; Nur Saadah Daud; Nirwati Rusli; Agung Wibawa Mahatva Yodha; Reymon Reymon; Randa Wulaisfan; Syamsu Alam
Jurnal Abdi dan Dedikasi kepada Masyarakat Indonesia Vol 1 No 2 (2023): NADIKAMI: Juli 2023
Publisher : POLITEKNIK BINA HUSADA KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun kedondong hutan merupakan salah satu tanaman herbal untuk mengobati penyakit diare, rematik, demam dan diabetes. Secara empiris daun kedondong hutan digunakan masyarakat Desa Kasumewuho sebagai bahan tambahan untuk menambah cita rasa pada masakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat LPPM Politeknik Bina Husada bertujuan dalam rangka pemanfaatan daun kedondong hutan untuk dijadikan cemilan antidiabetes di desa Kasumewuho. Potensi pengembangan biskuit kedondong hutan sebagai makanan alternatif memiliki peluang untuk dijadikan cemilan yang sangat baik untuk kesehatan yang bisa dikonsumsi oleh semua kalangan usia. Metode kegiatan dilakukan dengan sosialisasi pembuatan biskuit daun kedondong hutan pada masyarakat desa Kasumewuho sebanyak 22 orang. Kegiatan dilakukan dimulai dari pemanenan, sortasi basah, sortasi kering, pengeringan, pemotongan dan penyerbukan daun kedondong hutan. Daun kedondong hutan dibuat dengan 3 (tiga) konsentrasi yaitu A (1 g), B (3 g), dan C (5 g) dan selanjutnya dilakukan pengujian organoleptik meliputi warna, bau, rasa dan bentuk sediaan. Hasil kegiatan menunjukkan masyarakat Desa Kasumewuho memiliki antusias yang tinggi mengikuti kegiatan ini. Hasil pengujian organoleptik menunjukkan biskuit A berwarna kuning, B (kuning kehijauan), C (coklat kehijauan). Dari segi rasa biskuit A, B, C memiliki bau khas susu. Uji kesukaan menunjukkan biskuit A(33%), B(70%), C(17%). Pada uji kerenyahan menunjukkan rasa renyah 100% pada biskuit A, B, C. Pada uji kekerasan menunjukkan biskuit A, B, C memiliki tekstur yang keras (0%) dan lembut dikonsumsi (100%) pada biskuit A, B, C. Biskuit daun kedondong hutan dapat diformulasikan dalam bentuk biskuit sebagai cemilan antidiabetes serta mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.
Traditional Medicinal Plants as an Element of Thematic Garden Landscapeat SMAN 1 Pondidaha, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara Faslih, Arman; Al Ikhsan, Ainussalbi; M, Agung Yodha; Wahyuni, Wahyuni
Jurnal Vokasi Indonesia Vol. 5, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Knowledge of traditional medicinal plants among teenagers are quite low, that caused by the information is very limited as well as the difficulty of obtaining real-life examples of traditional medicinal plants. Those inspired us to cooperate with SMAN 1 Pondidaha District Konawe (Sulawesi Tenggara) in an effort to provide solutions to these problems. SMAN 1 Pondidaha has vacant land large enough. Through IbM program (Ipteks bagi Masyarakat, science and technology for the People) Ministry or Research and Technology and Higher Education, we made thematic landscape in SMAN 1 Pondidaha locations using traditional medicinal plants as fillers garden or park. The method was conducted on the survey and measurement, search species of plants data that suitable with the design, preparation of location and soil for planting of medicinal plants, labeling and maintenance. The results showed there are 6 types of medicinal plants are required for the design, namely 1) medicinal plants such as jarak (Jatropha curcas), jarak merah (J. gossypifolia), jarak tintir (J. multifida) and bougainvillea (Bougenvillea spectabilis), 2) medicinal plants and aesthetics, for example kembang sepatu (Hisbiscus rosasinensis), kembang nusa endah (Mussaenda philippia), tapak dara (Catharanthus roseus), 3) Barrier crops include gandaruso (Justisia gandarusso), Ashoka (Saraca asoca), teh- tehan (Duranti erecta), kroton (Codiacum variegatum), mangkokan (Notophanax scutellarium), 4) Vertical garden Plants include lavender (Lavendula angustifolia), selasih (Ocium sp.), pancawarna (Hydrongea macrophylla), cabe hias (Solanum pseudo-capsicum), 5) Shade plants, for example pule (Alstonia scholaris), ketapang (Terminalia catappa), kelapa (Cocus nucifera), kamboja (Plumeria sp.), beringin (Ficus benjamina) and 6) Cover crops such as bunga kriminil (Althenantera amoena), rumput gajah (Pennisetum purpureum), rumput jepang (Zoysia japonica). These plants are used by the people as a remedy for various diseases.
Total Phenolic and Flavonoid Content, Antioxidant, and Toxicity Test with BSLT of Meistera chinensis Fruit Fraction from Southeast Sulawesi Musdalipah Musdalipah; Selfyana Austin Tee; Karmilah Karmilah; Sahidin Sahidin; Adryan Fristiohady; Agung Wibawa Mahatva Yodha
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2021): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v4i1.1686

Abstract

Zingiberaceae have a large number of species and still need research to reveal their chemical content. Meistera chinensis is one of the new generations of the Zingiberaceae family, a local and widespread plant in Konawe Regency, Southeast Sulawesi. Empirically, M. chinensis is used as a flavor enhancer in food, aches, and increases body immunity. There are no reports of chemical content or its biological activity. In this study, the fruit of M. chinensis was tested for phytochemicals, antioxidants using the ABTS test, total phenolic, total flavonoid content, and toxicity test with a lethal test for brine shrimp (BSLT). Meistera chinensis was extracted with ethanol and fractionated by ethyl acetate solvent using vacuum liquid chromatography. Phytochemical screening was carried out qualitatively by using the calorimetric method. The fraction toxicity was monitored by BSLT. These fractions for the ABTS method obtained fractions 1-8 (F1-F8) and ascorbic acid were used as controls. The results showed radical scavenging activities fraction of M. chinensis fruit was a very strong activity with IC50 of 42.7±3.53 mg/L (F8). The total phenolic and flavonoid contents were 30.72±1.07 mgGAE/g and 8.02±0.48 mgQE/g, respectively. The phytochemical evaluation contains terpenoids, saponins, phenolics, steroids, alkaloids, and flavonoids. The BSLT toxicity test was found to be very toxic, with an IC50 of 5.2±0.72 mg/L. These findings indicate that the fruit of M. chinensis acts as an antioxidant and toxicity agent.
Potensi Hepatoprotektor dan Antioksidan dari Rimpang Olae (Etlingera calophrys (K. Schum) A. D. Poulsen) Loly Subhiaty Idrus; Adryan Fristiohady; Arfan Arfan; Sitti Raodah Nurul Jannah; Irvan Anwar; Nurramadhani A. Sida; Wahyuni Wahyuni; Idin Sahidin; Agung Wibawa Mahatva Yodha
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.409

Abstract

Tanaman dari genus Etlingera terbukti memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan memiliki peran dalam melindungi sel dari stres oksidatif dan peradangan yang disebabkan oleh kerusakan hati sehingga berkontribusi terhadap efek hepatoprotektif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dan hepatoprotektor dari ekstrak etanol Etlingera calophrys (EEEC) pada mencit jantan galur BALB/c usia 8-10 minggu yang diinduksi karbon tetraklorida (CCl4). Pengujian antioksidan dilakukan menggunakan metode ABTS. Pengujian hepatoprotektor menggunakan tiga variasi dosis EEEC (100, 250 dan 500 mg/kgBB) yang diberikan secara oral selama tujuh hari berturut-turut dan kemudian dilakukan evaluasi parameter biokimia darah yaitu SGOT, SGPT dan ALP. Setelah itu, hasil yang didapatkan dianalisis menggunakan oneway ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan EEEC memiliki nilai IC50 sebesar 20,03 mg/L. EEEC juga memiliki efek hepatoprotektor pada dosis dosis 100 mg/kgBB yang ditunjukan dengan adanya penurunan kadar SGOT, SGPT, dan ALP secara signifikan (p < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol Etlingera calophrys memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dan berpotensi sebagai hepatoprotektor dengan mekanisme yang melibatkan aktivitas antioksidan dan kandungan flavonoid serta fenolik yang ditemukan dalam ekstrak.
Standarisasi Ekstrak Rimpang Wundu Watu (Alpinia monopleura) dan Aktivitasnya sebagai Antiinflamasi Secara In Vitro Musdalipah Musdalipah; Agung Wibawa Mahatva Yodha; Muh. Azdar Setiawan; Selfyana Austin Tee; Reymon Reymon; Randa Wulaisfan; Muh. Arnas; Lisa Wulansari Siregar; Eny Nurhikma; Yulianti Fauziah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.414

Abstract

Tanaman Alpinia, khususnya Alpinia monopleura, merupakan tanaman endemik yang dapat ditemukan dengan mudah di Sulawesi Tenggara, sebarannya luas dan melimpah. Tanaman ini merupakan tanaman endemik dan dikenal dengan nama wundu watu. Secara empiris, rimpang wundu watu digunakan untuk mengurangi pegal-pegal dan sebagai bumbu masakan. Studi pendahuluan pada minyak atsiri daun dan buah wundu watu menunjukkan sifat antibakteri, antioksidan dan antiinflamasi. Komposisi dan studi farmakologi tanaman ini belum diketahui sepenuhnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan standarisasi untuk menjamin mutu dan keamanan esktrak dan khasiatnya sebagai antiinflamasi. Tujuan penelitian ialah melakukan standarisasi ekstrak wundu watu (Alpinia monopleura) dengan parameter spesifik dan non spesifik sesuai persyaratan Farmakope Indonesia serta aktivitas antiinflamasinya terhadap penghambatan denaturasi protein. Jenis penelitian ialah eksperimen. Rimpang wundu watu di ekstraksi dengan pelarut metanol menggunakan metode maserasi. Hasil penelitian menunjukkan standarisasi dengan parameter spesifik diperoleh yaitu berbentuk ekstrak kental, berwarna coklat, dan berbau khas, senyawa larut air yaitu 6,7%, senyawa larut metanol yaitu 10,35%. Kandungan metabolit sekunder positif mengandung senyawa alkaloid, flavanoid, saponin, tanin dan steroid. Pada parameter non spesifik diperoleh susut pengeringan 68,30%, kadar air 23%, kadar abu  total 11,94%, kadar abu tidak larut asam 0,327% dan cemaran logam Pb 0,00076 mg/L, logam Cd 0,00052 mg/L, dan logam Hg 0,00062 mg/L. Ekstrak etanol rimpang Alpinia menopleura memiliki aktivitas antiinflamasi dengan nilai IC50 sebesar 8.47 mg/L dan natrium diklofenak (kontrol) dengan nilai IC50 sebesar 8,46 mg/L. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan standarisasi ekstrak rimpang wundu watu secara spesifik dan non spesifik memenuhi persyaratan sesuai Farmakope Herbal Indonesia serta memiliki khasiat sebagai antiinflamasi.
Chemical Profiles and Biological Activities of Microalga Chlorella sp. from Southeast Sulawesi Haslianti, Haslianti; Asnani, Asnani; Fristiohady, Adryan; Sadarun, Baru; Sutariati, Gusti Ayu Kade; Sundowo, Andini; Yodha, Agung Wibawa Mahatva; Baharum, Syarul Nataqain; Idin, Sahidin
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 29, No 2 (2024): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.29.2.233-240

Abstract

Microalgae Chlorella sp. grows in the seas of South-East Sulawesi, Indonesia. However, information on the chemical and pharmaceutical aspects of this species from this region is still limited. Therefore, this research aims to explore the chemical contents and biological activities of Chlorella sp. The sample was collected from the Kali Biru and Nambo waters, Kendari. The microalgae were isolated by the agar plating technique and extracted by ethanol. Chemical content was analyzed by phytochemical screening, Liquid Chromatography-tandem Mass Spectroscopy (LC-MS/MS), Total Phenolics Content (TPC) and Total Flavonoids Contents (TFC). Biological activities evaluation includes antioxidant, toxicity, cytotoxicity and antimicrobial. Antioxidant potency was evaluated by DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) radicals and ABTS (2,2’-azino-bis-3-ethylbenzthiazoline-6-sulphonic acid). Toxicity and cytotoxicity properties were analyzed by BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) and MTT (3-(4,5-Dimethylthiazol-2-yl)-2,5-diphenyltetrazolium bromide) assays against Breast cancer (MCF-7) cell lines. Antimicrobial potency was tested towards E. coli, S. aureus and C. albicans. The result showed that ethanol extract of Chlorella sp. (EEC) contained phenolics, flavonoids, alkaloids and terpenoids/steroids which were supported by LC-MS/MS data, TPC and TFC with value 150.33 and 33.18 mgGAE.g-1 extract. Seven of ten identified major compounds caused this extract to have antioxidant and anticancer including xanthin, 1,1-Diethyl-3-oxo-2- triazanolate, Azelaic acid, ruspolinone, 6-keto prostaglandin F1a and glycol stearate. In general, the biological activity of EEC is less active than the positive controls for each assay. However, the EEC is more potential to be developed as antioxidant such as sunscreen and anticancer especially breast cancer with IC50 value 151-200 ppm and 100-500 ppm, respectively. 
Co-Authors Abdulkadir Kamaluddin Adryan Fristiohadi Adryan Fristiohady Adryan Fristiohady Adryan Fristiohady Adryan Fristiohady Adryan Fristiohady Adryan Fristiohady Adryan Fristiohady Adryan Fristiohady Adryan Fristiohady Adryan Fristiohady Agustini Ajeng Diantini, Ajeng Anas Subarnas Andini Sundowo Andini Sundowo Andini Sundowo Andini Sundowo Andini Sundowo Andini Sundowo Angriani Fusvita Angriani Fusvita Ani Umar Anwar, Irvan Arba, Muhammad Arfan Arfan ARFAN ARFAN Arfan Arfan Arfan Arfan Ari Sartinah Ari Sartinah ARMAN FASLIH, ARMAN Asasutjarit, Rathapon Asnani Asnani Astrid Indalifiany Austin Tee, Selfyana Badia, Esti Bafadal, Mentarry Baharum, Syarul Nataqain Baru Sadarun Baru Sadarun Baru Sadarun Baru Sadarun Budipramana, Krisyanti Daud, Nur Saadah Dhea, Alisha Dian Munasari Diasty Nuraisya Dzaky Aulia Rahman Elfahmi Elfahmi, Elfahmi Eny Nurhikma Euis Julaeha Fadhliyah Malik Fajri Fitra Amalia Fauzia Azzahra, Fauzia Fauziah, Yulianti Firasmi Sangadji Firda Yanti Firdayanti, Firdayanti Fitrawan, La Ode Muhammad Fitrawan, La Ode Muhammad Fitria Nurcahyani Frangky Sangande Fristiohady, Adryan Gusti Ayu Kade Sutariati Gusti Ray Sadimantara Hariana Hariana Hariana Hariana Hariana Hariana Hariana Hariana, Hariana Harnita, Wa Ode Haruna, Lidya A. Haruna, Lidya Agriningsih Hasidu, La Ode Abdul Fajar Haslianti Haslianti, Haslianti I Sahidin I W. Sutapa I. Sahidin I. Sahidin Idin Sahidin Idin Sahidin Idin Sahidin Idin, Sahidin Idris, Sri Aprilianti Ikhsan, Ainussalbi Al Ilyas Y, Muhammad Imran Indra Ardiansyah Iren Meylani Irnawati Irnawati Irnawati Irvan Anwar Jafriati Jeoun Jung Jumadil Jumriani Jumriani Jumriani, Jumriani Junli Hong Karmilah KARMILAH KARMILAH Karmilah, Karmilah Kasnia Kaatu Kemal Idris Balaka Kraichat Tantrakarnapa La Ode Muh. Fitrawan La Ode Muhammad Fitrawan La Ode Muhammad Julian Purnama La Ode Muhammad Julian Purnama La Ode Muhammad Julian Purnama La Ode Muhammad Julian Purnama La Ode Muhammad Julian Purnama Lidya Agriningsih Haruna Lidya Agriningsih Haruna Lisa Wulansari Siregar Loly Subhiaty Idrus Loly Subhiaty Idrus M. Hajrul Malaka Maharani Maharani Malaka, Muh. Hajrul Malaka, Muhammad Hajrul Malaka, Muhammad Hajrul Marianti A Manggau Marianti A. Manggau Masrika, Nur Upik En Maulidyah Maulidyah Maulidyah Maulidyah Mega Fatimah Rosana Melati Octapian Simanjuntak Mentarry Bafadal Mohammad Ghozali Muamar Abdillah Muh. Arnas MUH. AZDAR SETIAWAN Muhammad Azdar Setiawan Muhammad Azhar MUHAMMAD HAJRUL MALAKA Muhammad Hajrul Malaka Muhammad Hajrul Malaka Muhammad Hajrul Malaka Muhammad Hajrul Malaka Muhammad Hajrul Malaka Muhammad Ilyas Y Muhammad Israwan Azis Muhammad Sultanul Aulya Muktiarni, Muktiarni Munasari, Dian Murtafia Murtafia Musdalipah MUSDALIPAH MUSDALIPAH MUSDALIPAH MUSDALIPAH N. Nohong NASRUDIN Nirwati Rusli Nohong Nur Af’idah Anas Nur Illiyyin Akib Nur Indri Rahayu NUR SAADAH DAUD Nur Syifa Rahmatika Nur Syifa Rahmatika Nur Syifa Rahmatika Nuralifah Nuralifah Nurcahyani, Fitria Nurpajriani, Nurpajriani Nurramadhani A. Sida Nursaadah Daud Parawansah Parawansah Pascayantri, Asniar Pryangan, Wulandari Purnama, La O. M. J. Purnama, La Ode Muh. Julian Purnama, La Ode Muhammad Julian Raden Maya Febrianti RAHMAT MULIADI, RAHMAT Rahmatika, Nur S. Ramadhan Tosepu Randa Wulaisfan Raodatul Jannah Rathapon Asasutjarit Rathapon Asasutjarit REYMON REYMON Reymon, Reymon Riezki Amalia Rina Andryani Rina Maryanti RINI HAMSIDI Rini Hamsidi Rissyelly Rissyelly Sahidin Sahidin Sahidin . Sahidin Sahidin Sahidin Sahidin Sahidin Sahidin Sahidin Sahidin Sahidin Sahidin Sahidin Sahidin SAHIDIN SAHIDIN Sahidin, Idin Santi Oktaviani, Santi Saripuddin SELFYANA AUSTIN TEE Selfyana Austin Tee Sernita Seren Setiawan, Muh. Azdar Sitti Raodah Nurul Jannah Sofa Fajriah Sofa Fajriah Sofa Fajriah Solo, Dian Munasari Sri Aprilianti Idris Sukrasno Sukrasno SURYANI Suryani Suryani Suryani Suryani Susanti Susanti Susanti Susanti Syaikhul Aziz SYAMSU ALAM Syamsu Alam Syarul Nataqain Baharum Tee, Selfyana Austin Thamrin Azis Tien Tien Tuti Dharmawati W. Wahyuni Wa Ode Mutiara WAHYUNI wahyuni wahyuni Wahyuni Wahyuni Wahyuni Wahyuni Wenty, Darmayanita Yuni Elsa Hadisaputri YURIKA SASTYARINA Zeptiano, Zeptiano