Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Antioxidant and Anti-inflammatory Activities of Diarylheptanoid from Etlingera calophrys Fruit Karmilah, Karmilah; Yodha, Agung Wibawa Mahatva; Hamsidi, Rini; Daud, Nur Saadah; Malaka, Muhammad Hajrul; Musdalipah, Musdalipah; Sahidin, Sahidin
Molekul Vol 19 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2024.19.3.12413

Abstract

Diarylheptanoids compounds from the genus Etlingera have attracted widespread attention due to their various structural diversity and potential pharmacological effects. This is certainly an important part to continue to study, especially from Sulawesi endemic species, one of which is Etlingera calophrys. The fruit of E. calophrys is widely utilized in the Sulawesi community. The lack of information on the content of chemical compounds and their pharmacological activities, so the study is very important. Diarylheptanoid compounds were obtained by chromatography technique, molecular structure interpretation by spectroscopy technique while pharmacological activity was tested against radical scavenging as antioxidant and inhibition of protein denaturation as anti-inflammatory. Two diarylheptanoid compounds were successfully isolated from E. calophrys fruit namely 1-(3'-methoxy-4'- hydroxyphenyl)-7-phenyl- 3-heptanone and 1-(3'-methoxy-4'- hydroxyphenyl)-7-(4"-hydroxyphenyl)- 3-heptanone. Antioxidant properties showed very strong ability with IC50 values of 32.21 ± 0.42 and 21.64 ± 0.63 µg/mL, respectively, while anti-inflammatory properties were strongly shown by the compound with IC50 values of 25.71 ± 0.54 and 15.28 ± 0.66 µg/mL, respectively. The presence of diarylheptanoid content that has good pharmacological activity can support the used of E. calophrys as a nutraceutical source. Keywords: Anti-inflammatory, antioxidant, diarylheptanoid, Etlingera calophrys, fruit
Pengaruh Ekstrak Metanol Batang Etlingera alba (Blume) A. D. Poulsen Terhadap Penekanan Genicaspase-3 sebagai Penanda Apoptosis pada Lini Sel Kanker Payudara T47D Secara In Vitro Nurcahyani, Fitria; Fristiohady, Adryan; Sahidin, Sahidin; Wahyuni, Wahyuni; Yodha, Agung Wibawa Mahatva; Solo, Dian Munasari; Arba, Muhammad; Irnawati, Irnawati
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.705

Abstract

Kanker merupakan suatu penyakit yang bersifat ganas dan ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal secara cepat dan terus-menerus yang dapat merusak jaringan dan organ di sekitarnya. Ciri khas dari kanker yaitu mampu menghindari mekanisme apoptosis. Salah satu gen penanda apoptosis yaitu Caspase-3. Penggunaan kemoterapi untuk mengobati kanker masih memiliki banyak efek samping yang merugikan. Oleh karena itu dibutuhkan alternatif pengobatan yang lebih efektif dan efek samping yang lebih kecil seperti terapi target. Tumbuhan E. alba diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder yang memiliki potensi sebagai antikanker. Tujuan penelitian ini untuk melihat potensi penekanan ekspresi gen dari E. alba tehadap penanda gen apoptosis Caspase-3 pada lini sel kanker T47D. Pengujian ini dilakukan menggunakan sampel batang E. alba yang dimaserasi dengan pelarut metanol. Ekstrak metanol batang E. alba dibuat dalam tiga konsentrasi yaitu 50 ppm; 100 ppm; dan 200 ppm. Selanjutnya dilakukan pengujian ekspresi gen secara in vitro dengan menggunakan metode RT-PCR, lalu diukur nilai CT. Hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu pada konsentrasi ekstrak 50 ppm mampu menekan ekspresi gen 1,677 kali, ekstrak 100 ppm mampu menekan ekspresi gen 1,859 kali, sedangkan ekstrak 200 ppm mampu menekan ekspresi gen 1,601 kali. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol batang E. alba mampu menekan ekspresi gen Caspase-3 pada lini sel kanker payudara T47D, dengan konsentrasi ekstrak yang paling baik yaitu 100 ppm dengan hasil pengujian ekspresi gen 1,859 kali dari DMSO 2%.
POTENSI ANTIOKSIDAN DAN FOTOPROTEKTIF EKSTRAK METANOL DAUN JAMBU METE (Annacardium occidentale Linn.) SECARA IN VITRO Fitria Nurcahyani; Adryan Fristiohady; Wahyuni; Nasrudin; Suryani; Nur Illiyyin Akib; Loly Subhiaty Idrus; Agung Wibawa Mahatva Yodha
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 4 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/h7ckzq31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan ABTS, serta mengkaji potensi tabir surya alami dari ekstrak metanol dan fraksinya dari daun jambu mete (Anacardium occidentale L.) pada konsentrasi 12,5; 25; 50; dan 100 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol memiliki aktivitasantioksidan yang kuat dengan nilai IC 50 sebesar 71,94 ± 5,41 ppm (DPPH) dan 89,24 ± 1,49 ppm (ABTS). Fraksi n-heksana menunjukkan aktivitas antioksidan kategori sedang dengan nilai IC 50 sebesar 131,64 ± 5,39 ppm (DPPH) dan 124,20 ± 2,08 ppm (ABTS). Fraksi etil asetat juga menunjukkan aktivitas sedang, dengan nilai IC 50 sebesar 193,65 ± 3,86 ppm (DPPH) dan 128,82 ± 1,59 ppm (ABTS). Fraksi air menunjukkan aktivitas sedang dengan nilai IC 50 sebesar 115,53 ± 12,63 ppm (DPPH) dan 107,98 ± 1,22 ppm (ABTS). Sebagai perbandingan, vitamin C sebagai kontrol positif menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat, dengan nilai IC 50 sebesar 11,68 ± 5,92 ppm (DPPH) dan 15,40 ± 3,09 ppm (ABTS). Nilai Sun Protection Factor (SPF) dari ekstrak metanol sebesar 4,24 ± 0,00, dikategorikan sebagai perlindungan sedang. Persentase penghambatan eritema menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi etil asetat memiliki potensi sebagai tabir surya (sunblock), sedangkan fraksi n-heksana dan fraksi air memberikan perlindungan ekstra. Namun, tidak ada ekstrak maupun fraksi yang memenuhi kriteria perlindungan terhadap pigmentasi kulit.
POTENSI RADICAL SCAVENGING DAN AKTIVITAS ANTI-INFLAMASI MELALUI PENGHAMBATAN NITRIC OXIDE DARI MADU HUTAN ASAL KABUPATEN KONAWE Hariana; Adryan Fristiohady; Wahyuni; La Ode Muhammad Fitrawan; Loly Subhiaty Idrus; Agung Wibawa Mahatva Yodha
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 4 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/fr4myn94

Abstract

Madu hutan dikenal sebagai produk alami yang kaya akan berbagai senyawa bioaktif, seperti flavonoid dan fenolik, yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Kabupaten Konawe, yang terletak di Sulawesi Tenggara, merupakan salah satu wilayah potensial penghasil madu hutan. Namun, informasi ilmiah mengenai aktivitas biologisnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi aktivitas penangkap radikal bebas dan efek antiinflamasi dari madu hutan asal Konawe melalui uji in vitro. Aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan metode DPPH dan ABTS, sedangkan aktivitas antiinflamasi dievaluasi melalui uji stabilisasi membran eritrosit (HRBC), inhibisi denaturasi protein albumin serum sapi (BSA), dan inhibisi produksi nitric oxide (NO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu hutan Konawe memiliki nilai IC50 sebesar 71,69 ± 2,73 mg/L pada uji DPPH dan 58,90 ± 9,11 mg/L pada uji ABTS, yang mengindikasikan aktivitas antioksidan sedang hingga kuat. Pada uji stabilisasi membran, madu ini menunjukkan tingkat stabilisasi sebesar 90,31 ± 0,03% pada konsentrasi 100 mg/L, sementara pada uji denaturasi protein menghasilkan nilai IC50 sebesar 48,37 ± 0,42 mg/L. Uji inhibisi produksi NO menunjukkan nilai IC50 sebesar 6,65 ± 2,38 mg/L, yang dikategorikan sangat kuat. Analisis statistik menggunakan uji t independen menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05) antara madu hutan Konawe dan kontrol positif pada seluruh parameter yang diuji. Secara keseluruhan, hasil ini mendukung potensi madu hutan Konawe sebagai sumber alami antioksidan dan antiinflamasi yang menjanjikan.
Isolation of Secondary Metabolite Compounds from the Soft Coral Isis sp., Antimicrobial Testing and Molecular Docking Studies Imran; Amalia, Fajri Fitra; Sahidin; Yodha, Agung Wibawa Mahatva; Nohong; Sutapa, I Wayan; Azis, Thamrin
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 7 (2025): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i7.10830

Abstract

Soft coral Isis sp. is a type of soft coral that contains many chemical compounds with various benefits that have not been widely studied. This study aims to identify and isolate secondary metabolite compounds contained in the ethyl acetate extract fraction of Isis sp. soft coral, determine of antimicrobial activity, and molecular docking study. Compound separation was carried out by maceration followed by fractionation using Liquid Vacuum Chromatography (LVC). The fractions obtained were identified by Liquid Chromatography Tandem-Mass Spectrometry (LC-MS/MS) technique. Four compounds were successfully identified through LC-MS/MS analysis namely Deoxyadenosine (C10H13N5O3), Spinasterol (C29H48O), Pseudoionone (C11H16O) and Isosalsoline (C11H15NO2). Antimicrobial activity test was conducted against Staphylococcus aureus, and Escherichia coli. The results of the antimicrobial activity test showed strong activity against S.aureus bacteria and E. coli bacteria with the same MIC value of 2 µg/mL. Based on molecular docking analysis can be predicted that compounds isolated from soft coral Isis sp., namely pseudoinone compounds have a role as anti-bacterial S. aureus (PDB: 6KVS). This compound also shows a strong ability as an anti- gram positive bacteria than gram negative. Isosalsoline compounds have a role as anti-bacterial E. coli (PDB: 5BNM). This compound also shows a strong ability as an anti-gram negative bacteria rather than gram positive.
Immunomodulatory Activity of Xestospongia sp. Ethanolic Extract Towards Interferon-gamma (IFN- γ) and Tumor Necrosis Factor-alpha (TNF-α) Levels in Wistar Male Rats Fristiohady, Adryan; Jumadil; Wahyuni; Malaka, Muh. Hajrul; Harnita, Wa Ode; Sadarun, Baru; Yodha, Agung Wibawa Mahatva; Saripuddin; Purnama, La Ode Muhammad Julian; Sahidin, Idin
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal) Vol. 6 No. 2 (2020): (October 2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24428744.2020.v6.i2.15231

Abstract

Xestospongia sp. is one of marine sponge belongs to demosponges class that mainly found in Southeast Sulawesi and the secondary metabolites contained in Xestospongia sp. suspected to have immunomodulatory activity. A previous study exhibited the immunomodulatory of Xestospongia sp. ethanolic extract (XEE) at dose of 300 and 400 mg/Kg BW by affecting the phagocytic activity of macrophages. Thus, this study aims to investigate the effect of XEE towards interferon-gamma (IFN-γ) and tumor necrosis factor-alpha (TNF-α) at dose of 300 and 400 mg/Kg BW. Wistar male rats are divided into 4 groups (n=6) randomly and treated for 7 days orally each as follow: group I (XEE dose of 300 mg/KgBW); group II (XEE dose of 400 mg/KgBW); group III (0.5% NaCMC); and group IV (commercial phylantii extract). On day 8, animals were infected with Staphylococcus aureus and left for 1 hour. Animals were sacrificed and the blood was drawn by cardiac puncture (3 mL), followed by analyzed under ELISA Kit for IFN-γ and TNF-α. Collected data were analyzed statistically using SPSS®. The IFN-γ levels obtained were 350.113; 392.970; 118.416; and 61.958 ρg/mL, respectively and the TNF-α were 2808; 1308; 778; and 845.5 ρg/mL, respectively. According to results obtained, both doses of XEE are affecting the IFN-γ and TNF-α levels (p<0.05) compared to group III as negative control, and group IV as positive control. As conclusion, XEE of both doses is increasing IFN-γ and TNF-α levels of animals that respond to phagocytic activity
STUDI IN VITRO: POTENSI ANTIINFLAMASI EKSTRAK RIMPANG TANAMAN WUNDU WATU (Alpinia monopleura) MELALUI PENGHAMBATAN NITRIC OXIDE Nur Af’idah Anas; Wahyuni; Irnawati; Loly Subhiaty Idrus; Agung Wibawa Mahatva Yodha
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 5 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/y40jt323

Abstract

Wundu watu (Alpinia monopleura) merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Sulawesi. Secara empiris, rimpangnya dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk meredakan pegal-pegal dan sebagai bahan tambahan dalam kuliner. Namun, laporan ilmiah mengenai aktivitas biologis dan kandungan aktif tanaman ini masih terbatas. Berdasarkan pendekatan etnofarmakologis dan kesamaan genus, tanaman ini diperkirakan berpotensi sebagai antiinflamasi. Inflamasi merupakan mekanisme pertahanan biologis akibat cedera jaringan atau infeksi, ditandai dengan aktivasi sel imun dan peningkatan mediator inflamasi, salah satunya nitric oxide (NO). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi antiinflamasi ekstrak metanol rimpang wundu watu (EMRWW) melalui penghambatan NO secara in vitro. Uji antiinflamasi dilakukan menggunakan metode Griess pada seri konsentrasi 6,25; 12,25; 25; 50; dan 100 mg/L dengan asam askorbat sebagai kontrol positif. Pengukuran kadar NO dilakukan menggunakan microplate reader. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EMRWW memiliki nilai IC₅₀ sebesar 33,01±5,6 mg/L yang tergolong kuat, sementara asam askorbat memberikan nilai IC₅₀ 6,83±2,3 mg/L dan termasuk kategori sangat kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa ekstrak rimpang wundu watu berpotensi sebagai agen antiinflamasi melalui mekanisme penghambatan produksi NO. 
Steroidal and Potential Anti-inflammatory Properties of Carteriospongia sp from the Southeast Sulawesi Sea Coast Daud, Nur Saadah; Yodha, Agung Wibawa Mahatva; Musdalipah, Musdalipah; Fusvita, Angriani; Firdayanti, Firdayanti; Sahidin, Sahidin; Arfan, Arfan; Fristiohady, Adryan; Sadarun, Baru
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 30, No 3 (2025): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.30.3.453-464

Abstract

Marine sponges are an abundant yet underutilized resource in Southeast Sulawesi, Indonesia, despite their ecological roles and pharmacological potential. Steroidal metabolites are dominant in many sponge species and have been widely recognized for their strong anti-inflammatory activity. However, the chemical composition and biological potential of Carteriospongia sp from Indonesian waters remain unexplored. Carteriospongia sp was extracted using the Soxhlet method, and the chemical profile was analyzed by Gas Chromatography–Mass Spectrophotometry (GC-MS). Anti-inflammatory activity was evaluated in vitro using the Bovine Serum Albumin (BSA) protein denaturation assay, with methylprednisolone as the positive control. Molecular docking studies were performed to assess the interactions between steroidal compounds and BSA protein. GC-MS analysis identified eight steroidal compounds such as 2-methylenecholestan-3-ol (S1), stigmasterol (S2), 4,4-dimethyl-cholesta-8,24-dien-3-ol (S3), 8,14-seco-3,19-epoxyandrostane-8,14-dione, 17-acetoxy-3ß-methoxy-4,4-dimethyl (S4), cholic acid ethyl ester (S5),  (3ß,5Z,7E)-9,10-secocholesta-5,7,10(19)-triene-3,24,25-triol (S6), stigmastan-3-en-6-ol (S7), ß-sitosterol (S8). The extract demonstrated concentration-dependent inhibition of protein denaturation, achieving 84.81% inhibition at 128 mg.L-1. The IC50 value was 3.71 mg.L-1, comparable to methylprednisolone (IC50 4.45 mg.L-1). Molecular docking revealed that compound S1 and S4 exhibited lower binding energies than other steroids, suggesting stronger stabilization of BSA protein. The findings demonstrate that Carteriospongia sp extract possesses significant anti-inflammatory potential, comparable to methylprednisolone. This study provides novel insights into the bioactive potential of Indonesian marine sponges and emphasizes the importance of further pharmacological and molecular studies to develop sponge-derived steroidal compounds as alternative or complementary anti-inflammatory therapeutics.
Aktivitas Antibakteri Rimpang Meistera chinensis terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25023 dan Eschericia coli ATCC 35218 Secara Difusi Agar Karmilah; Reymon; Daud, Nur Saadah; Badia, Esti; Yodha, Agung Wibawa Mahatva; Setiawan, Muh. Azdar; Tee, Selfyana Austin; Musdalipah
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 8, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v8i1.5651

Abstract

Meistera chinensis merupakan generasi baru famili Zingiberaceae yang tumbuh di Sulawesi Tenggara. Ekstrak buah mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, terpenoid, alkaloid, steroid, dan tanin yang memiliki efektivitas sebagai antioksidan dan antibakteri. Namun, belum ada laporan tentang antibakteri pada bagian rimpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang M. chinensis. Serbuk kering rimpang M. chinensis diekstraksi dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak dipekatkan menggunakan rotary vacuum evaporator. Metode analisis aktivitas antibakteri menggunakan difusi agar dengan konsentrasi ekstrak 10%, 20%, 30%, dan kontrol positif (Ciprofloxacin 30µg) terhadap Staphylococcus aureus ACTT 25023 dan Escherichia coli ACTT 35218 selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang M. chinensis mengandung flavonoid, saponin, alkaloid, steroid, dan fenol, Ekstrak terbukti menghambat pertumbuhan E. coli dengan diameter zona hambat rata-rata secara berturut-turut pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30% sebesar 6,08±1,79; 8,16±0,11 dan  10,57±1,34 mm. Pada S. aureus, zona hambat masing-masing konsentrasi 10%, 20%, dan  30% sebesar 5,02±0,79; 6,01±0,69; 8,03±0,76. Analisis One Way ANOVA menunjukkan perbedaan aktivitas antibakteri yang signifikan antar konsentrasi ekstrak pada E. coli dan S. aureus. Dapat disimpulkan rimpang M. chinensis memiliki aktivitas sebagai antibakteri. 
Pogostemon cablin from North Konawe Targets MCF-7 Cells and Inflammatory Responses Through Protein Denaturation and Membrane Stabilization Fristiohady, Adryan; Jafriati, Jafriati; Anwar, Irvan; Asasutjarit, Rathapon; Purnama, La Ode Muhammad Julian; Haruna, Lidya Agriningsih; Yodha, Agung Wibawa Mahatva; Hariana, Hariana; Bafadal, Mentarry
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 8 No. 4 (2025): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v8i4.10168

Abstract

Pogostemon cablin (Patchouli), a medicinal plant traditionally used in Indonesia, is gaining scientific attention for its potential pharmacological activities. This study aimed to investigate the anti-inflammatory and anticancer effects of P. cablin ethanolic leaf extract specifically sourced from North Konawe, Southeast Sulawesi. To evaluate its anti-inflammatory activity, two in vitro models were used: the protein denaturation inhibition assay, simulating inflammatory protein response, and the human red blood cell (HRBC) membrane stabilization assay, which mimics lysosomal membrane stability in inflamed tissues. The extract showed significant, dose-dependent inhibition of protein denaturation, with an IC50 value of 62.98 µg/mL. In the HRBC assay, the extract demonstrated membrane stabilization activity with a maximum inhibition of 64.24% at the highest tested concentration (100 µg/mL). The cytotoxic potential was assessed using the MTT assay on MCF-7 hormone-responsive breast cancer cells. The extract exhibited potent anti-proliferative activity, with an IC50 value of 91.56 ± 1.31 µg/mL, indicating its effectiveness in inhibiting breast cancer cell growth. These findings highlight P. cablin from North Konawe as a promising natural source of anti-inflammatory and anticancer agents, with the potential to contribute to the development of plant-based therapeutics. However, this study is limited to in vitro analyses; further investigations are needed to isolate active compounds and confirm efficacy through in vivo and mechanistic studies.
Co-Authors Adryan Fristiohadi Adryan Fristiohady Adryan Fristiohady Adryan Fristiohady Adryan Fristiohady Adryan Fristiohady Adryan Fristiohady Agustini Amalia, Fajri Fitra Andini Sundowo Andini Sundowo Andini Sundowo Angriani Fusvita Anwar, Irvan Arba, Muhammad Arfan Arfan Arfan Arfan Arfan Asasutjarit, Rathapon Asnani Asnani Astrid Indalifiany Austin Tee, Selfyana Azdar Setiawan, Muh. Badia, Esti Bafadal, Mentarry Baharum, Syarul Nataqain Baru Sadarun Baru Sadarun Budipramana, Krisyanti Daud, Nur Saadah Dhea, Alisha Dian Munasari Elfahmi Elfahmi, Elfahmi Eny Nurhikma Esti Badia Esti Badia Fadhliyah Malik Fauziah, Yulianti Firasmi Sangadji Firdayanti, Firdayanti Fitrawan, La Ode Muhammad Fitria Nurcahyani Frangky Sangande Fristiohady, Adryan Fusvita, Angriani Gusti Ayu Kade Sutariati Gusti Ray Sadimantara Hariana Hariana, Hariana Harnita, Wa Ode Haruna, Lidya Agriningsih Haslianti Haslianti, Haslianti I Sahidin I Wayan Sutapa I. Sahidin Idin Sahidin Idin Sahidin Idin Sahidin Idin, Sahidin Idris, Sri Aprilianti Ilyas Y, Muhammad Imran Irnawati Irnawati Irnawati Irvan Anwar Jafriati Jumadil Junli Hong Karmilah Karmilah Karmilah Karmilah, Karmilah La Ode Muh. Fitrawan La Ode Muhammad Fitrawan La Ode Muhammad Julian Purnama Lisa Wulansari Siregar Loly Subhiaty Idrus Loly Subhiaty Idrus Malaka, Muh. Hajrul Malaka, Muhammad Hajrul Malaka, Muhammad Hajrul Muamar Abdillah Muh. Arnas Muh. Azdar Setiawan Muhammad Azdar Setiawan Muhammad Azhar Muhammad Hajrul Malaka Muhammad Hajrul Malaka Muhammad Hajrul Malaka Muhammad Ilyas Y Muhammad Israwan Azis Murtafia Murtafia Musdalipah Musdalipah Musdalipah Musdalipah Musdalipah Musdalipah Musdalipah, Musdalipah NASRUDIN Nirwati Rusli Nohong Nur Af’idah Anas Nur Illiyyin Akib Nur Saadah Daud Nur Saadah Daud Nur Syifa Rahmatika Nur Syifa Rahmatika Nurcahyani, Fitria Nurpajriani, Nurpajriani Nurramadhani A. Sida Nursaadah Daud Pascayantri, Asniar Pryangan, Wulandari Purnama, La Ode Muh. Julian Purnama, La Ode Muhammad Julian Rahmat Muliadi Randa Wulaisfan Reymon Reymon Rina Andryani Rini Hamsidi Rissyelly Rissyelly Sahidin Sahidin . Sahidin Sahidin Sahidin Sahidin Sahidin Sahidin Sahidin Sahidin Sahidin, Idin Santi Oktaviani, Santi Saripuddin Selfyana Austin Tee Sernita Sernita Setiawan, Muh. Azdar Sitti Raodah Nurul Jannah Solo, Dian Munasari Sukrasno Sukrasno SURYANI Susanti Susanti Syaikhul Aziz Syamsu Alam Syarul Nataqain Baharum Tee, Selfyana Austin THAMRIN AZIS WAHYUNI Wahyuni Wahyuni wahyuni wahyuni Wenty, Darmayanita Yulianti Fauziah Zeptiano, Zeptiano