Claim Missing Document
Check
Articles

LAPORAN KASUS : ANALISIS KASUS FRAKTUR DALAM PERSPEKTIF MEDIS, BIOETIK DAN ISLAM Wardayani, Wardayani; Putra, Fadil Mula; Mappaware, Nasrudin Andi; Rijal, Syamsu; Mokhtar, Shulhana; Makmun, Armanto; Syamsu, Rachmat Faisal
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.26918

Abstract

Fraktur adalah kerusakan kontinuitas susunan tulang yang terjadi karena trauma, stres berulang dan kelemahan abnormal pada tulang (fraktur patologis). Dalam kaidah dasar bioetik diketahui terdapat 4 aspek, yaitu: Beneficence, non-maleficence, autonomy, dan justice. Dalam perspektif islam yaitu surah Al- Qasas ayat 77, surah Asy-Su'ara ayat 80, surah Al-Maidah ayat 2, dan H.R Bukhari. Maqasid  Al Shariat mengandung 5 nilai yaitu Hifz ad din, Hifz an nafs, Hifz al maal, hifz al nasl dan hifz al aql. Dalam  perspektif  ilmu  fiqih  terdiri  atas  lima  kaidah  yaitu Al-Umuru  Bi  Maqashida,  La  Dharar  wala Dhirara,  Al-Masyaqqah  Tajlibut  Tasyir,  Al-Yaqinu  La  yuzalu  bi  syak  dan  Al-Adatu  Muhakkamah Laporan kasus ini adalah laki laki usia 21 tahun dengan sulit berjalan akibat terjatuh dari tangga saat memasang lampu sekitar 3 bulan yang lalu. Pemeriksaan fisik d regio femur dextra tampak deformitas (+), edema (-), bone exposure (-), nyeri tenderness (-),  ROM terbatas, sensibilitas baik, pulsasi arteri radialis dan ulnaris teraba, CRT < 2 detik. Pada pemeriksaan foto polos femur dextra didapatkan kesan Fraktur transversa nonunion 1/3 proksimal os femur dextra dengan displacement fragmen proksimal ke anterior. Untuk itu pasien di diagnosis fraktur femur non union. Untuk tatalaksana pada pasien, dilakukan Tindakan ORIF. Dalam perspektif kaidah dasar bioetik autonomy  dan beneficence, serta  memenuhi  nilai  Maqasid  Al  Shariat  yaitu Hifz  an  nafs serta  kaidah fiqih La Dharar wala Dhirara. Kesimpulan dari kasus ini bahwa seorang laki laki dengan fraktur femur non union, dilakukan tindakan sesuai indikasi medis, memenuhi kaidah dasar bioetik, etika klinik dan kaidah fiqih.
The Effectiveness of Olive Oil in Preventing Atherosclerosis: A Literature Review Syamsu, Rachmat Faisal; Thahira, Yugni Maula; Nasruddin, Hermiaty; Dahlia, Dahlia; Indarwati, Rezky Putri; Palloge, Salahuddin Andi; Nurdin, Abbas Zavey; Makmun, Armanto; Bahar, Burhanuddin
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 4 (2024): February
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i4.3532

Abstract

Olive oil is a rich source of oleic acid and polyphenols. Extra virgin olive oil is rich in phenolic compounds which are known to have anti-inflammatory, anti-cancer, and antioxidant effects. Olive oil has been used for thousands of years as a food source and is reported to have beneficial effects on cardiovascular disease. This review aims to provide a comprehensive overview of the current literature on the use of olive oil in the prevention and treatment of cardiovascular diseases and prevention of atherosclerosis. The methodology is employed by searching the article at Google Scholar, PubMed, Semantic Scholar, teaching materials, and research gate. Studies included the consumption of olive oil, by using qualitative and quantitative methodologies, were published in journals between 2013 and 2024 to obtain the latest information and relevant contents of the articles as well as the empirical data that indicate the effectiveness of olive oil. This research has a varying result, such as the high level of cholesterol and low-density lipoprotein cholesterol (LDL-C). Olive oil polyphenols also increase HDL particle size increase HDL stability by producing a triglyceride-poor core, and improve HDL antioxidant status by increasing the olive oil polyphenol metabolite content of lipoproteins, and it can intake of several foods also positively modulates platelet reactivity and may be the basis for the reduced cardiovascular risk reported in individuals on diets that increase the intake of plant foods, such as the Mediterranean diet. The olive oil which contains MUFA in the form of oleic acid and polyphenols has anti-atherogenic properties to prevent cardiovascular disease.
Comparison of Antioxidants in Red Ginger Powder Preparations with the Addition of Sucrose and Red Ginger Powder Preparations Without the Addition of Sucrose Kamaluddin, Irna Diyana Kartika; Nawawi, Nurafni Maharani; Syamsu, Rachmat Faisal; Royani, Ida; Bima, Irmayanti Haidir
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 4 (2024): February
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i4.3554

Abstract

Antioxidants are compounds that can inhibit oxidation reactions in the human body. Antioxidants can be obtained from food intake. Intake containing antioxidant compounds can also be found in red ginger. Red ginger is available in the form of instant powder obtained through a crystallization process using sucrose as the main agent. Granulated sugar has a sucrose content of 99.95% and functions as a sweetener as well as a crystallization agent that affects the speed of crystallization. This study aims to determine the comparison of antioxidant levels contained in red ginger powder with the addition of sucrose and without the addition of sucrose. The research design used was experimental research design by testing the comparison of antioxidant compound activity between red ginger powder added sucrose and red ginger powder without added sucrose using DPPH reagent measured by spectrophotometer. The measurement of antioxidant content showed that red ginger powder without added sucrose has a very strong IC50 value of antioxidant activity with a value of 46.12 ppm while red ginger powder without added sucrose has a weak IC50 value of antioxidant activity with a value of 205.47 ppm. The results of antioxidant activity testing on both red ginger powders were then statistically tested using the unpaired T-Test test with a p-value <0.05 which means significant. It can be concluded that there is a significant difference in antioxidant activity values ​​between red ginger powder without added sucrose and red ginger powder with added sucrose.
TOKSISITAS SENYAWA DMBA (7,12 DIMETHYLBENZ[A]ANTHRACENE) SEBAGAI LARUTAN KARSINOGENESIS KANKER KOLOREKTAL PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NOVERGICUS) Rifai B, Muh.; Syamsu, Rachmat Faisal; Karim, Marzelina; Gani, Azis Beru; Hasbi, Berry Erida
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22209

Abstract

Kanker kolorektal (colorectal cancer/CRC) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang ada di Indonesia dan saat ini menempati urutan keempat kanker tertinggi. Kanker merupakan penyakit yang disebabkan akibat proliferasi sel multiseluler sehingga menimbulkan perubahan sifat sel yang tidak terkendali. Kadar Malondialdehyde (MDA) merupakan salah satu marker biokimia yang digunakan untuk penelitian profil kanker. Senyawa DMBA (7,12-Dimethylbenz[a]anthracene) adalah salah satu agen Polycyclic Aromatic Hydrocarbon (PAH) yang banyak digunakan untuk mempelajari karsinogenesis. Reagen DMBA dilarutkan dengan minyak jagung dan diinduksikan 1 kali dalam seminggu secara subkutan pada tikus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui toksisitas senyawa DMBA (7,12-dimethylbenz[a]anthracene) sebagai larutan karsinogenesis kanker kolorektal pada tikus putih (rattus novergicus). Penelitian yang dilakukan adalah penelitian true experimental dengan menggunakan rancangan pre dan post-test control group design untuk melihat perbedaan pada sampel sebelum dan setelah pemberian perlakuan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan senyawa DMBA dengan dosis 20 mg/kgBB memiliki dosis letal karena pada minggu ke-3 terjadi mortalitas yang paling tinggi dari minggu sebelumnya, yaitu pada minggu ke-1 angka kematian tikus putih mencapai 4 ekor, minggu ke-2 terdapat 9 ekor tikus putih yang mati, minggu ke-3 terdapat 10 tikus ekor yang mati dan minggu ke-4 terdapat 5 ekor tikus yang mati. Selain itu senyawa DMBA juga dapat menurunkan berat badan secara signifikan, dimana hasil uji Analisa one way Anova didapatkan nilai P-value 0,000. Senyawa DMBA juga dapat meningkatkan kadar MDA darah pada tikus putih, dari hasil uji Analisa Mann whitney U test didapatkan nilai p-value 0,001. Senyawa DMBA (7,12-dimethylbenz[a]anthracene) sebagai larutan karsinogenesis kanker kolorektal memiliki efek toksisitas pada tikus putih (rattus novergicus).
PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA PADA KURMA AJWA, SUKARI, KHALAS, MEDJOOL, DAN GOLDEN VALLEY Ahyar, Farah Firjatillah; Syamsu, Rachmat Faisal; Safitri, Asrini; N, Hermiaty; Nurmadilla, Nesyana; Arifin, Arina Fathiyyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25447

Abstract

Karbohidrat paling sederhana dikenal sebagai monosakarida atau gula, dan mereka memiliki rumus umum (CnH2nOn). Yang paling umum mengandung enam atom karbon. Monosakarida adalah karbohidrat sederhana yang mengandung antara tiga dan delapan atom karbon, tetapi hanya mereka yang memiliki lima atau enam atom karbon yang umum. Dua dari yang paling penting dalam makanan adalah gula enam karbon glukosa dan fruktosa. Glukosa adalah karbohidrat terpenting pada biokimia mamalia karena hampir semua karbohidrat dalam proses biokimiawi makanan diubah menjadi glukosa untuk metabolisme. Kurma merupakan salah satu buah yang menjadi favorit Nabi Muhammad SAW, dengan kandungan gula sebagian besar gula – gula monosakarida, sehingga mudah dicerna oleh tubuh. Menggunakan metode penelitian eksperimental jenis komparatif dengan analisa kuantitatif dengan kurma ajwa, sukari, medjool, khalas, dan golden valley sebagai kurma yang digunakan sebagai sampel dengan teknik non probability sampling yaitu teknik purposive dengan masing – masing kurma ditimbang sebanyak 10 gram, lalu dihitung dengan kadar glukosa yang menggunakan reagen anthrone yaitu; (1) persiapan sampel untuk penetapan gula, (2) pembuatan larutan blanko, dan (3) pembuatan kurva standar dan akan dihitung dengan menggunakan spektrofotometer. Hasil yang didapatkan yaitu dengan pengujian Kruskal Wallis dengan nilai signifikasi untuk kadar glukosa pada setiap kurma adalah sebesar 0.406 > taraf nyata dan mendapatkan nilai glukosa tertinggi pada kurma ajwa sebesar 0.15% lalu diikuti dengan sukkari, khalas, medjool, dan golden valley.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ZAITUN (OLEA EUROPAEA L.) JENIS EXTRA VIRGIN TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Salam, Annisa Salsabilah; Syamsu, Rachmat Faisal; Ikram, Dzul; Mangarengi, Yusriani; Muchtar, Amrizal
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25609

Abstract

Staphylococcus aureus adalah flora normal kulit yang mampu menjadi patogen dan menyebabkan infeksi kulit ringan maupun infeksi berat dengan tanda khas peradangan, abses, dan nekrosis.  Bakteri Staphylococcus aureus resisten terhadap banyak antibiotik sehingga menimbulkan masalah terapi terhadap infeksi, seperti MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus). Minyak zaitun diketahui mengandung senyawa yang mampu menghambat bahkan membunuh bakteri, yaitu oleuropein, hidroksitirosol dan tirosol, flavonoid, dan minyak atsiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri minyak zaitun (Olea europaea L.) jenis Extra Virgin terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan dengan true experimental post test menggunakan metode disc diffusion (metode Kirby Bauer) untuk melihat efektivitas minyak zaitun jenis Extra Virgin dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Dilakukan uji identifikasi bakteri menggunakan pewarnaan gram, uji katalase metode slide, uji katalase metode tabung, dan uji koagulase. Tampak bakteri berbentuk bulat dan berwarna ungu (gram positif) yang bergerombol seperti gambaran rantai anggur, gambaran hasil positif untuk bakteri Staphylococcus aureus. Uji katalase metode slide dan tabung terinterpretasi positif. Hasil dari penelitian ini diperoleh rata-rata zona hambat minyak zaitun extra virgin sebesar 2,64 mm (media 1), 2,62 mm (media 2), 1,94 mm (media 3), dan 1,36 mm (media 4) dengan interpretasi resisten. Pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus mampu dihambat dengan minyak zaitun (Olea europaea L.) jenis Extra Virgin, namun daya hambat sangat lemah.
Analisis Suhu Tubuh Dan Jumlah Leukosit Pada Pasien Appendisitis Di RS. Ibnu Sina Makassar Syamsu, Rachmat Faisal; Pramono, Sigit Dwi; Pratama, Andry
Wal'afiat Hospital Journal Vol 1 No 2 (2020): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.898 KB) | DOI: 10.33096/whj.v1i2.41

Abstract

Appendisitis tetap merupakan salah satu penyakit yang paling umum yang dihadapi oleh ahli bedah dalam praktek. Pengukuran suhu tubuh merupakan salah satu pemeriksaan yang dilakukan pada kasus-kasus dengan kecurigaan appendisitis. Kenaikan suhu tubuh melebihi suhu normal terjadi sebagai tanda adanya infeksi seperti pada appendisitis. Meskipun pemeriksaan dilakukan dengan cermat dan teliti, diagnosis klinis appendisitis masih mungkin salah pada sekitar 15-20% kasus. Pemeriksaan jumlah leukosit membantu menegakkan diagnosis appendisitis. Pada kebanyakan kasus terdapat leukositosis, terlebih pada kasus dengan komplikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis suhu tubuh dan jumlah leukosit pasien appendisitis di RS. Ibnu Sina Makassar. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar dengan sampel 113 data rekam medik yang dipilih secara total sampling. Data penelitian ini diperoleh melalui data sekunder dari data rekam medik pasien appendisitis di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Hasil penelitian menunjukkan sampel kategori hipotermi dan leukosit normal sebanyak 3 orang (27.3%) sedangkan kategori hipotermi dan leukosit meningkat sebanyak 8 orang (72.7%). Sampel kategori suhu tubuh normal dan leukosit normal sebanyak 20 orang (24.7%) sedangkan kategori suhu tubuh normal dan leukosit meningkat sebanyak 61 orang (75.3%). Sampel kategori suhu tubuh meningkat dan leukosit normal sebanyak 2 orang (9.5%) sedangkan kategori suhu tubuh meningkat dan leukosit meningkat sebanyak 19 orang (90.5%). Hasil análisis menggunakan uji Chi-Square didapatkan nilai signifikan 0.229 (p kurang dari 0.05) yang secara statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara suhu tubuh dan jumlah leukosit pada pasien appendisitis. Pada penelitian ini tidak didapatkan hasil yang signifikan antara suhu tubuh dan jumlah leukosit pada pasien appendisitis.
Hubungan Jenis Kelamin, Usia Dan Jumlah Leukosit Pada Pasien Apendisitis Perforasi Dan Apendisitis Non Perforasi Bima, Irmayanti Johar; Syamsu, Rachmat Faisal; Pramono, Sigit Dwi; Purnamasari, Reeny; Juliani, Sri; Nasruddin, Hermiaty; Rizki Salsabilah R, Andi Fatihah
Wal'afiat Hospital Journal Vol 2 No 1 (2021): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.379 KB) | DOI: 10.33096/whj.v2i1.56

Abstract

Apendisitis adalah salah satu kasus kegawatdaruratan. Diagnosis ditegakkan dengan mengenal gejala penyakit ini sejak dini untuk menghindari perburukan dari apendisitis akut menjadi apendisitis perforasi. Mengetahui hubungan jenis kelamin, usia dan jumlah leukosit dengan pasien apendisitis non perforasi dan pasien apendisitis perforasi di RS.Ibnu Sina Makassar tahun 2014 – 2018. Penelitian ini dengan rancangan penelitian cross sectional yaitu pengambilan sampel total sampling dengan total 125 sampel. Analisis data menggunakan uji chi square dengan p value hubungan jenis kelamin dengan apendisitis : 0.01, hubungan usia dengan apendisitis : 0.02 dan hubungan jumlah leukosit dengan apendisitis : 0.00 menggunakan program SPSS. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar pada bulan September-November 2019. Hasil penelitian menunjukkan sampel apendistis perforasi pada laki-laki 39 orang (65%) sedangkan pada perempuan 21 orang (35%). Hasil análisis menggunakan uji Chi-Square nilai signifikan 0.01 (p kurang dari 0.05) yang secara statistik menunjukkan terdapat hubungan antara suhu tubuh dan jumlah leukosit pada pasien appendisitis Sampel apendisitis perforasi usia 0-11 8 orang (13.3%), pada usia 12-25 18 orang (30%), pada usia 26-45 13 (21.7%) dan pada usia ≥46 21 (35%). Hasil análisis menggunakan uji Chi-Square nilai signifikan 0.02 (p kurang dari 0.05) yang secara statistik menunjukkan terdapat hubungan antara suhu tubuh dan jumlah leukosit pada pasien appendisitis. Sampel apendisitis perforasi dan leukosit kurang dari 11.000 1 orang (1.3%) dan pada ≥11.000 59 orang (98.7%). Hasil análisis menggunakan uji Chi-Square nilai signifikan 0.00 (p kurang dari 0.05) yang secara statistik menunjukkan terdapat hubungan antara suhu tubuh dan jumlah leukosit pada pasien appendisitis. Terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian apendistis perforasi, terdapat hubungan antara usia dengan kejadian apendistis perforasi dan terdapat hubungan antara jumlah leukosit dengan kejadian apendistis perforasi.
The Effects of Olive Oil (Olea Europaea L.) on Cathallase Enzyme Levels in White Rats (Rattus Norvegicus) Wistar Strain of Obese Male Salmalia, Raisya Zahra; Gayatri, Sri Wahyuni; Zulfahmidah, Zulfahmidah; Syamsu, Rachmat Faisal; Rasfayanah, Rasfayanah
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 3 No. 8 (2024): August 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v3i8.11023

Abstract

Obesity is a condition of the body resulting from excessive fat accumulation which leads to health problems. The increase in fat metabolism affects increased production of free radicals in the circulation and in adipocyte cells. Free radicals that increase in the body are not in line with antioxidant enzymes, causing a condition called oxidative stress. The body's defense mechanism against free radicals is the synthesis of antioxidants. When there is a decrease in the activity of endogenous antioxidants such as the catalase enzyme, it provides a strong indication of oxidative stress. The presence of polyphenols and monounsaturated fatty acids in olive oil is useful for preventing chronic damage that causes oxidative stress. The catalase enzyme can be used as a parameter for an uncontrolled increase in ROS (Reactive Oxygen Species) or disruption of the function of the antioxidant defense system. To determine changes in levels of the catalase enzyme in an obese male Wistar strain white rat (Rattus norvegicus) animal model that was given olive oil. This research used a true experimental laboratory with a pre- post test design. The results of the study were significant changes in catalase enzyme levels in the olive oil intervention group (p-value 0.003<0.05) on day 14 and day 28 with (p-value 0.002<0.05 and 0.005<0.05). In the group given olive oil, the effect on the level of catalase enzyme was most significant on day 28 (p-value 0.002<0.05).
Monitoring, Evaluation, and Analysis of BPJS Referral Implementation at Primary Healthcare Facilities: Literature Review Norman, Fadhilah; Palloge, Salahuddin Andi; Syamsu, Rachmat Faisal
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 3 No. 11 (2024): November 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v3i11.11780

Abstract

The Social Security Administering Body (BPJS) is a social institution in Indonesia that organizes social security programs. The National Health Insurance Program (JKN) aims to improve community welfare through a capitation financing system at First Level Health Facilities (FKTP). The high number of referrals suggests that the referral system at Puskesmas has not been properly implemented, highlighting the need for monitoring and evaluation. This study aims to assess the implementation of BPJS referrals at FKTP. A literature review was conducted using Google Scholar to find relevant articles published from 2020 to 2024, resulting in the collection of seven journals. Findings indicate that while monitoring and evaluation of BPJS referrals are ongoing, implementation is not optimal and faces challenges.
Co-Authors 'Aisy S.Day, Siti Rahadatul Abdillah, Andi Rachmat Abdullah, A. Adila Permata Abdullah, Rezky Putri Indrawati Adriana, Delvi Ahmad Ahmad Ahyar, Farah Firjatillah Akbar, Muhammad Alief Alfaruq, Zulfi Zain Alhumaerah, Musdalifah Alie, Nuzul Shafira Alimun, Sity Rahmatia Amaliyah B, Ilma Khaerina Amrin, Alisa Febriana Amrizal Muchtar Ancha, Annisa Andry Pratama, Andry Anggita, Dwi Aqillah Rahis, Fadiah Dewi Arfah, Arni Isnaini Arifin, Arina Fathiyyah Arifuddin Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Astri Wahyuni Azis, Arung Anugrah Al Bamahry, Aryanti R. Bazith, Akhmad Bima, Irmayanti Haidir Bima, Irmayanti Johar Bonita, Nita Burhanuddin Bahar Dahlia Dahlia Dahliah, Dahliah Darariani Iskandar Dewi, Anna Sari Domu, Anugrah Julistiar Aksan Efendy, Rizki Amalia Evi Sulastri fatimah Fatimah Fattah, Nurfachanti Fauziyah, Nailatul febriyanti febriyanti G. Gunawan Gani, Azis Beru Gayatri, Sri Wahyuni Hadi, Santriani Hakim, Dwi Ashariyanti Hamsah, M. Hasbi, Berry Erida Hawaidah, Hawaidah Hikmah, Annisa Duratul Ida Royani Ikram, Dzul Ilda, Khusnul Indarwati Abdullah, Rezky Putri Indarwati, Rezky Putri Irna Diyana Kartika Jam’an Laoh, Abulkahiril Jannah, Reza Miftahul Jaya, Muh. Alim Jaya, Muhammad Alim Juliani, Sri Julyani, Sry Kamaluddin, Irna Diyana Kartika Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin Karim, Marzelina Kartika, Andy Visi Khalid, Nur Fadhillah Laddo, Nirwana Latief, Shofiyah Lausiri, Satharia Listin, Nurhalisa M. Yogi Riyantama Isjoni Makmun, Armanto Mamile, Rahmawati Mangarengi, Yusriani Mappaware, Nasrudin Andi Maulidiah, Nurul Farah Mayo, Abbas Ali Ma’ruf, Dwi Pratiwi Mochammad Erwin Rachman, Mochammad Erwin Mochtar, Shulhana Mokhtar, Shulhana Mubarok, Rizqi Muchsin, Achmad Harun Mukhtar, Shulhana Mulyadi, Farah Ekawati Musa, Inna Mutmainnah Muthalib, Iqra Muhamad Zulmadhani Z. N, Hermiaty N. Hamzah, Pratiwi Namirah, Hanna Aulia Nasruddin, Hermiaty Nawawi, Nurafni Maharani Noor, Raehana Norman, Fadhilah Nulanda, Mona Nurdin, Abbas Zavery Nurdin, Abbas Zavey Nurfadhilah, Nadiyah Nurhikma, Nurhikma Nurmadilla, Nesyana Ode Arli, Rosmelidian Safari Oktaviani, Mentari Dwi Palloge, Salahuddin Andi Palo, Nurul Aisyah Pramono, Sigit Dwi Purnamasari, Reeny Putra, Fadil Mula Putri, Fadila Ananda Putri, Riski Astriani Rachman, Moch. Erwin Rachmat, Rizqah Aulyna Rafiqah, Rafiqah Rahman, Dinda Briliani Rahman, Dinda Briliany Rahman, Mochammad Erwin Rasfayanah, Rasfayanah Rifai B, Muh. Rizki Salsabilah R, Andi Fatihah Saad, Lucky Amelia Safitri, Asrini Saifullah, Yayan Yustika Sakti, Muhammad Reyhan Salam, Annisa Salsabilah Salmalia, Raisya Zahra Salsabila, Lu’lu Luqyana Amirah Saputra, Adrian Shamad, Muhammad Ishaq Sholehah, Mar'atun Siska Nuryanti, Siska Sodiqah, Yani Sri Wahyu Surdam, Zulfiyah Suryo, Ersya Putri Alifya Susanto, Ham Fransiskus Syamsu Rijal Tebi, Tebi Thahir, Ilyas Thahira, Yugni Maula Utami, Dian Fahmi Utami, Nurfika Wardayani Wardayani, Wardayani Wello, Eny Arlini Yusuf, Andini Zahiyah, Azzah Zulfahmidah, Zulfahmidah Zulfitriani Murfat