Claim Missing Document
Check
Articles

Inovasi Pentol Ikan Patin Asap dengan Kelakai: Solusi Gizi Berbasis Lokal untuk Mengatasi Stunting Mahdiyah, Dede; Darsono, Putri Vidiasari; Yuliana, Fitri; Redjeki, Dwi Sogi Sri; Mukti, Bayu Hari; Jaelani, Achmad; Widaningsih, Neni; Ilhamiyah, Ilhamiyah
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.16936

Abstract

Ikan patin merupakan sumber protein tinggi yang berlimpah di Indonesia, namun konsumsi di kalangan anak-anak masih rendah karena minimnya variasi olahan menarik. Untuk mengatasi masalah stunting yang masih tinggi di Indonesia, inovasi pentol ikan patin asap dengan daun kelakai (Stenochlaena palustris) diusulkan sebagai solusi gizi lokal. Tujuan dari program kosabangsa ini adalah meningkatkan akses pangan bergizi melalui produk inovatif yang disukai anak-anak. Metode pelaksanaan melibatkan identifikasi lokasi, pengumpulan data status gizi awal, penyusunan rencana kegiatan, pengembangan produk, serta pelatihan dan edukasi masyarakat mengenai cara pengolahan dan manfaat gizi produk. Produk dibuat dari ikan patin yang diasap dan dicampur dengan daun kelakai, yang dikenal kaya akan nutrisi dan serat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan minat masyarakat, terutama ibu dan anak, dalam mengonsumsi produk berbasis ikan ini. Edukasi dan pelatihan juga meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pentingnya protein hewani dan serat nabati untuk mencegah stunting. Kolaborasi lintas sektor memperkuat jaringan dukungan dan keberlanjutan program ini. Inovasi pentol ikan patin asap dengan kelakai efektif meningkatkan konsumsi pangan bergizi di masyarakat, dan dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah serta edukasi masyarakat, produk ini berpotensi berkontribusi pada penurunan angka stunting di Indonesia.
Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pagatan Nurhikmah; Yayuk Puji Lestari; Dwi Sogi Sri Redjeki; Desilestia Dwi Salmarini
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.283

Abstract

Latar Belakang: Tingginya prevalensi balita yang Stunting, disebabkan oleh factor eksternal dan internal yang meliputi malnutrisi kronis yang dialami ibu sebelum konsepsi yang ditandai dengan intra uterine growth restriction (IUGR), asupan nutrisi yang tidak tercukupi sesuai kebutuhan serta penyakit infeksi. Faktor eksternal meliputi pemberian ASI eksklusif, status ekonomi keluarga, tingkat pendidikan, anemia. Tujuan: Menganalisis factor yang berhubungan dengan kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Perawatan Pagatan. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Pagatan. Jumlah sampel yaitu 100 pada kelompok control, 50 pada kelompok Kasus total sampelnya 150 balita, dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Riwayat anemia berhubungan dengan kejadian stunting dengan p-value 0,039, OR 2.089 (95% CI 1.031-4.217), ASI eksklusif berhubungan dengan kejadian stunting dengan p-value 0,021, OR 2.263 (95% CI 1.124-4.554)., dan riwayat infeksi berhubungan dengan kejadian stunting dengan p-value 0,000, OR 4.148 (95% CI 2.022-8.510). Faktor dengan besar risiko paling besar terhadap kejadian stunting adalah riwayat infeksi (95% CI 2.022-8.510) berpeluang 4.148 kali pada balita yang memiliki Riwayat infeksi dari pada balita yang tidak memiliki Riwayat infeksi. Simpulan: faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita yaitu riwayat anemia, ASI ekslusif, dan riwayat infeksi pada balita.  
Uji Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Pegagan (Centella Asiatica(L.)Urban) terhadap Pseudomonas Aeruginosa dan Staphylococcus Epidermidis Marselino, Doni Irawan Prancisco; Mahdiyah, Dede; Redjeki, RR.Dwi Sogi Sri; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Farmasetis Vol 13 No 4 (2024): Jurnal Farmasetis: November 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/far.v13i4.3528

Abstract

Permasalahan global yang sedang dihadapi adalah resistensi bakteri terhadap antibiotik baik pada negara berkembang maupun negara maju oleh karena itu dibutuhkan beberapa tindakan untuk mengurangi masalah ini untuk pengobatannya adalah back to nature atau artinya Kembali ke pengobatan tradisional yaitu melalui pengujian antibakteri. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagain tanaman obat adalah daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) mengandung senyawa antibakteri sehingga banyak digunakan sebagai tanaman obat. Dari penelitian sebelumnya Tanaman pegagan (C. asiatica) mengandung metabolit sekunder seperti saponin, triterpenoid, flavonoid, dan alkaloid dengan pereaksi uji fitokimia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun pegagan terhadapbakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus epidermidis. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus epidermidis. Penelitian menggunakan 3 kelompok perlakuan terdiri dari kontrol positif (kloramfenikol), Kontrol negative (DMSO) dan ekstrak daun pegagan. Menggunakan metode difusi semuran dan metode dilusi untuk menentukan KHM dan KBM. Data dianalisis menggunakan uji One Way Anova, kruskall wallis Test dan dan Mann Whitney Test. Hasil penelitian etanol daun pegagan (Centella asiatica (L.)Urban) memiliki metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tannin dan steroid. Serta memiliki daya hambat dan memiliki kemampuan sebagai antibakteri namun tidak mampu membunuh. Simpulan dalam penelitian ini yaitu ekstrak Etanol Daun Pegagan (Centella asiatica (L.)Urban) memiliki nilai konsentrasi hambat minimum sebesar 25% terhadap pseudomonas aeruginosa dan staphylococcus epidermidis.
STRATEGI PEMBINAAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBENTUK GURU HEBAT UNTUK PENDIDIKAN UNGGUL MENUJU INDONESIA KUAT Rahmi, Agustina; Redjeki, Dwi Sogi Sri; Rasuna, Rasuna; Amalia, Rizky; Sholikah, Anis
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v5i1.18210

Abstract

Tujuan penelitian ini membahas tentang strategi pembinaan kepala sekolah, keterlibatan guru dan dampak strategi pembinaan kepala sekolah dalam membentuk guru hebat untuk pendidikan unggul menuju indonesia kuat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembinaan kepala sekolah di SDN Semangat Dalam 2, yaitu: a) supervisi kelas, limkimgam kelas, b) meminta guru untuk mengikuti pelatihan, seminar, diklat dan workshop , c) membentuk tim kalaborasi guru, d) memberikan support/ dorongan, dan e) memberikan fasilitas dan sarana prasaran yang dibutuhkan secara maksimal. Sedangkan keterlibatan guru di SDN Semangat Dalam 2, yaitu dengan: a) kepala sekolah mengikutsertakan guru untuk mengikuti kegiatan, dan b) Kepala sekolah membuka ruang diskusi untuk membuat rencana tindak lanjut. Terakhir, dampak strategi pembinaan kepala sekolah, yaitu: a) guru dapat mengembangkan kompetensinya, b) guru memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk dapat mengembangkan diri dan saling berbagi, dan c) meningkatkan mutu sekolah 
STRATEGI KOMUNIKASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENDORONG KETERLIBATAN AKTIF ORANGTUA TERHADAP PRESTASI NON AKADEMIK SISWA Rahmi, Agustina; Redjeki, Dwi Sogi Sri; Ikawati, Prisma; Said, Said; Sabariah, Sabariah; Eshariyani, Eshariyani
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v4i2.15275

Abstract

 Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi strategi komunikasi kepemimpinan kepala sekolah SDN 1 Syamsyuddin Noor dalam mendorong keterlibatan aktif orangtua terhadap prestasi non akademik siswa, implementasi dan mengidentifikasi faktor-faktor penghambat serta solusi yang ditawarkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi kepemimpinan kepala sekolah SDN 1 Syamsyuddin Noor yaitu dengan: komunikasi yang bersifat terbuka, menerima saran/ masukan, menyisipkan pesan dan motivasi kepada orangtua untuk mendukung prestasi non akademik siswa. Sedangkan, implementasi strategi komunikasi kepemimpinan kepala sekolah SDN 1 Syamsyuddin Noor yaitu dengan: menyelenggarakan pertemuan sekolah dan orangtua, memfasilitasi komunikasi via virtual/ online, membentuk komite sekolah dan orangtua dan mengadakan acara ataupun pameran hasil karya siswa. Adapun, solusi yang dilakukan kepala sekolah apabila terdapat tantangan dan hambatan yaitu:  membangun komunikasi, mendorong orangtua memberikan masukan yang bersifat membangun, mengapresiasi dan memberikan penghargaan atas dukungan dan keterlibatan orangtua.
KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN IKLIM ORGANISASI SEKOLAH MELALUI NILAI KEARIFAN LOKAL BATATULUNGAN Rahmi, Agustina; Madihah, Husnul; Hariyanti, Mawar; Redjeki, Dwi Sogi Sri; Rasuna, Rasuna; Hariyadi, Hariyadi
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v4i2.15274

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi keterampilan komunikasi interpersonal kepala sekolah SMKN 1 Binuang dalam membangun iklim organisasi sekolah melalui nilai kearifan lokal batatulungan, implementasi dan mengidentifikasi faktor-faktor penghambat serta solusi yang ditawarkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi interpersonal kepala sekolah SMKN 1 Binuang yaitu dengan: membuka ruang diskusi, bersikap empati dan membentuk budaya tim. Sedangkan, implementasi keterampilan komuniasi interpersonal yang dilakukan oleh kepala sekolah  yaitu dengan: menciptakan komunikasi yang bersifat terbuka, melakukan identifikasi terhadap permasalahan, mengklasifikasian pendekatan, melakukan pendampinagan, mentoring dan memberikan umpan balik, memberikan nilai-nilai dan memberikan motivasi serta membuat kebijakan yang dapat menciptakan iklim organisasi yang mendukung Adapun, solusi yang dilakukan kepala sekolah apabila terdapat tantangan dan hambatan yaitu dengan berusaha memahami/ mendengarkan, melakukan penanganan secara sistematis/ bertahap, berupaya mencari solusi yang bersifat konstruktif, adil dan bijaksana, serta membuat iklim sekolah yang penuh dukungan dan penghargaan sebagai upaya preventif.
Identifikasi Kriteria Kelayakan Medis Terhadap Penggunaan Kontrasepsi Akseptor KB Suntik 3 Bulan Di Puskesmas Sungai Bilu Vriska Nata; Nurul Hidayah; Noval; Dwi Sogi Sri Redjeki
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.307

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan hasil yang sudah didapatkan dengan 51 responden kriteria kelayakan medis kategori I sebanyak 34 responden (66,6%) Kondisi tidak ada pembatasan apapun dalam penggunaan metode kontrasepsi, Kategori II sebanyak 3 responden (5,8%) Kondisi dimana penggunaan kontrasepsi lebih besar manfaatnya dibandingkan dengan resiko, Kategori III sebanyak 14 responden (27,8%) Kondisi dimana penggunaan kontrasepsi lebih besar manfaatnya dibandingkan dengan resiko, Kategori IV Kondisi dengan resiko kesehatan yang tidak dapat diterima pada suatu penggunaan metode kontrasepsi. Tujuan: Mengidentifikasikan kriteria kelayakan medis pada pengguna kontrasepsi akseptor KB suntik 3 bulan. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 51 responden diambil dengan total sampling. Pengumpulan data menggunakan chekclist dan roda klop KB. Teknik analisis data secara univariat. Hasil: Dari hasil penelitian berdasarkan umur terbanyak yaitu tidak beresiko yaitu 31 responden (60,7%), berdasarkan paritas terbanyak yaitu multipara 33 responden (64,7%), berdasarkan pendidikan terbanyak yaitu SMA 21 responden (41,1%), berdasarkan pekerjaan terbanyak yaitu IRT 44 responden (86,2%), berdasarkan kriteria kelayakan medis terbanyak kategori I yaitu 34 responden (66,6%). Simpulan: Berdasarkan kriteria kelayakan medis kategori I sebanyak 34 responden (66,6%), Kategori II sebanyak 3 responden (5,8%), Kategori III sebanyak 14 responden (27,8%), Kategori IV Kondisi dengan resiko kesehatan yang tidak dapat diterima pada suatu penggunaan metode kontrasepsi.
Inovasi Pentol Ikan Patin Asap dengan Kelakai: Solusi Gizi Berbasis Lokal untuk Mengatasi Stunting Dede Mahdiyah; Putri Vidiasari Darsono; Fitri Yuliana; Dwi Sogi Sri Redjeki; Bayu Hari Mukti; Achmad Jaelani; Neni Widaningsih; Ilhamiyah Ilhamiyah
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.16936

Abstract

Ikan patin merupakan sumber protein tinggi yang berlimpah di Indonesia, namun konsumsi di kalangan anak-anak masih rendah karena minimnya variasi olahan menarik. Untuk mengatasi masalah stunting yang masih tinggi di Indonesia, inovasi pentol ikan patin asap dengan daun kelakai (Stenochlaena palustris) diusulkan sebagai solusi gizi lokal. Tujuan dari program kosabangsa ini adalah meningkatkan akses pangan bergizi melalui produk inovatif yang disukai anak-anak. Metode pelaksanaan melibatkan identifikasi lokasi, pengumpulan data status gizi awal, penyusunan rencana kegiatan, pengembangan produk, serta pelatihan dan edukasi masyarakat mengenai cara pengolahan dan manfaat gizi produk. Produk dibuat dari ikan patin yang diasap dan dicampur dengan daun kelakai, yang dikenal kaya akan nutrisi dan serat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan minat masyarakat, terutama ibu dan anak, dalam mengonsumsi produk berbasis ikan ini. Edukasi dan pelatihan juga meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pentingnya protein hewani dan serat nabati untuk mencegah stunting. Kolaborasi lintas sektor memperkuat jaringan dukungan dan keberlanjutan program ini. Inovasi pentol ikan patin asap dengan kelakai efektif meningkatkan konsumsi pangan bergizi di masyarakat, dan dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah serta edukasi masyarakat, produk ini berpotensi berkontribusi pada penurunan angka stunting di Indonesia.
EDUKASI MASYARAKAT TENTANG DAGUSIBU OBAT SKABISIDA TOPIKAL DI DESA GUDANG HIRANG Dede Mahdiyah; Bayu Hari Mukti; Dwi Sogi Sri Redjeki
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 9, No 1 (2023): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v9i1.8229

Abstract

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau yaitu Sarcoptes scabiei varietas hominis yang menyebabkan masalah kesehatan masyarakat di wilayah beriklim tropis dan subtropis. Permetrin merupakan salah satu obat yang dapat digunakan untuk terapi skabies. Saat ini, masyarakat masih sering salah dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar (DAGUSIBU). Oleh karena itu, perlu diadakan kegiatan pengabdian masyarakat untuk memberikan edukasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertempat di Desa Gudang Hirang RT 02. Peserta atau sasaran kegiatan adalah warga Desa Gudang Hirang RT 02.  Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai DAGUSIBU obat skabisida topikal. Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan yaitu identifikasi masalah, intervensi berupa pemberian edukasi dengan ceramah dan diskusi tanya jawab, kemudian melaksanakan evaluasi hasil kegiatan dengan memberikan pre-test serta post-test. Pemberian materi meliputi definisi, prevalensi, etiologi, patofisiologi, pengobatan dan efek samping penyakit skabies serta cara mendapatkan obat dengan benar, cara menggunakan obat dengan benar, cara menyimpan obat dengan benar dan cara membuang obat dengan benar. Pengetahuan masyarakat mengalami peningkatan setelah diberikan edukasi tentang DAGUSIBU obat skabisida. Masyarakat Gudang Hirang memperoleh pengetahuan yang baik tentang DAGUSIBU obat skabisida.
Unmet need in fertile age couples based on PK-21 data at stunting locus in Tapin Regency Palimbo, Adriana; Marlena, Leny; Redjeki, Dwi Sogi Sri; Tambun, M S M O Siska Selvija
Health Sciences International Journal Vol. 3 No. 1: February 2025
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v3i1.50

Abstract

Background: Unmet need for family planning remains a significant public health issue, particularly in regions with high population growth and stunting prevalence. Tapin Regency in South Kalimantan Province experiences challenges in achieving family planning targets, with unmet need contributing to elevated fertility rates and population growth. Objective:  This study aims to analyze the unmet need for family planning among fertile age couples in stunting locus sub-districts of Tapin Regency, focusing on the distribution of unmet need for spacing and limiting, and identifying potential areas for targeted intervention. Method:  A descriptive survey design was employed using secondary data from the PK-21 (Pendataan Keluarga 2021 [En: Family Cencus – 2021]) database provided by the National Population and Family Planning Board (BKKBN). The study analyzed data from 12 sub-districts identified as stunting loci in Tapin Regency. The data included total unmet need, unmet need for spacing, and unmet need for limiting, which were quantitatively processed and presented as percentages. Results:  The analysis revealed that the total unmet need in Tapin Regency reached 9.5%. The unmet need for limiting (65.1%) was significantly higher than for spacing (34.8%). Among the sub-districts, Binuang recorded the highest total unmet need (19.2%), while South Candi Laras had the lowest (3.5%). Sub-districts with higher unmet need were found to have greater challenges in family planning program implementation, necessitating targeted interventions. Conclusion: Unmet need for limiting dominates the family planning challenges in Tapin Regency, particularly in sub-districts with high fertility rates. Addressing these unmet needs requires tailored strategies, including enhancing awareness, accessibility, and cultural sensitivity of family planning programs. 
Co-Authors Achmad Jaelani Achmad Jaelani Adriana Palimbo Adriana palimbo Adriana Palimbo Adriana Palimbo Adriana Palimbo, Adriana Afni Anggraini Agus Saputra Ahmad Syahlani Ahmad Syahlani Ainun Faridah Al Kahfi, Rina Amaliah, Meina Anggrita Sari Anggrita Sari Arapah, Siti Arum Kartikasari Arum Kartikasari, Arum Bagus Rahmat Santoso Bayu Hari Mukti Bayu Hari Mukti Cahyaningrum, Yuniana Cenny Kiantoro Dede Mahdiyah Dede Mahdiyah Dede Mahdiyah Dede Mahdiyah Dede Mahdiyah, Dede dini rahmayani Dwi Salmarini, Desilestia Eirene E. M. Gaghauna Elvine Ivana Kabuhung Eni Wulandari Eshariyani, Eshariyani Fanlia Prima Jaya Faridah, Ainun Fitri Yuliana Fitri Yuliana Fitri Yuliana, Fitri Hairiana Kusvitasari Hairiana Kusvitasari, Hairiana Hariyanti, Mawar Herlina Lusiana Hestiyana, Nita Husin Husin Husin Husin, Husin Husnul Madihah Husnusyaziah, Husnusyaziah Ika Friscila Ika Friscila, Ika Ikawati, Prisma Ilhamiyah Irawan, Angga Istiqamah, Istiqamah Kamsariaty Kamsariaty Kamsariaty, Kamsariaty Khuzaini khuzaini, Khuzaini Latifah, Antung Laurensia Yunita Laurensia Yunita, Laurensia Lestari, Yayuk Puji Linda Kusumawati Luthfia Hidayati Rahman Malisa Ariani Mardani Mardani Marlena, Leny Marselino, Doni Irawan Prancisco Maya Safitri Mega Fatimah Rosana Muhammad Riduansyah Muliyana, Sari Muliyani, Sari Neni Widaningsih Nisa Rahmadayanti Nita Hestiyana Nita Hestiyana Nita Hestiyana Noor Aisyah Noval Novita Dewi Iswandari Nurhikmah Nurul Hidayah Nurul Hidayah Nuur Aini Onieqie Ayu Dhea Manto Palimbo, Adriana Pariyani, Riska Varna Patmawati, Endang Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Rahmi, Agustina Rapika, Nor Rasuna Rasuna, Rasuna RINI RINI Rini Rini Riska Herusanti Riska Herusanti, Riska Rizky Amalia Rizky Puteri Anggarani Rizky Puteri Anggarani, Rizky Puteri Ruhmayanti, Nila Rumi Amanda Sabariah Sabariah Said Said, Said Sari, Anggrita Sari, Anggrita Sholikah, Anis Sismeri Dona, Sismeri Siti Wahdaniyati Sulastini Sulastini, Sulastini Susanti Suhartati, Susanti Syafari Yunita Syahlani, Ahmad Syahrial Shaddiq Tambun, M S M O Siska Selvija Tasalim, Rian Umi Hanik Fetriyah Vriska Nata Widodo, Heriadi Winda Maolinda, Winda Yayuk Puji Lestari Yuliana, Fitri Yuni Riska Nur Fariana Zulianur, Riska Ali Zulliati Zulliati