Claim Missing Document
Check
Articles

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG GELATIK TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA TANAH ALUVIAL Oktavia, Yeni; Anggorowati, Dini; Listiawati, Agustina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49257

Abstract

ABSTRAKTerung (Solanum melongena) adalah jenis sayuran yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Pemanfaatan tanah Aluvial sebagai media tumbuh untuk budidaya terung gelatik dihadapkan pada sejumlah kendala, seperti kesuburan yang bervariasi dari satu daerah ke daerah lainnya dengan ketersediaan unsur hara yang umumnya rendah. Upaya mengatasi kekurangan unsur hara pada tanah aluvial dapat dilakukan dengan penambahan Pupuk Organik Cair Hormon Tanaman Unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi Pupuk Organik Cair Hormon Tanaman Unggul yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil terung gelatik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Gang Asia Jaya, Jalan Harapan Jaya Kota Baru Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari satu faktor dengan 5 taraf perlakuan konsentrasi Pupuk Organik Cair yaitu p1 = 1 ml/liter; p2 = 2 ml/liter; p3 = 3 ml/liter; p4 = 4 ml/liter; p5 = 5 ml/liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Pupuk Organik Cair Hormon Tanaman Unggul berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman 2 mst, namun berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun,volume akar, waktu berbunga, berat kering tanaman, tinggi tanaman 3 mst, tinggi tanaman 4 mst , jumlah buah pertanaman, berat per buah dan berat buah. Tinggi tanaman tertinggi terdapat pada pemberian Pupuk Organik Cair Hormon Tanaman Unggul dengan konsentrasi 3 ml/liter menghasilkan tinggi tanaman terung gelatik sebesar 7,43 cm. Kata Kunci: Aluvial, Pupuk Organik Cair, Terung Gelatik
PENGARUH PEROMPESAN DAUN ENTRES DAN PEMBERIAN Benzyl Amino Purin (BAP) TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK LANGSAT Hadi, Irfan Setia; Listiawati, Agustina; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49327

Abstract

KONSENTRASI DAN FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK PELENGKAP CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN ANGGREK Dendrobium sp. Mardhiyyaturrosyidah, Ummu; Listiawati, Agustina; Asnawati, Asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49571

Abstract

Dendrobium merupakan salah satu genus anggrek yang umumnya dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Anggrek merupakan tanaman hias yang memiliki pasar konsumen yang relatif stabil tidak tergantung musim. Dendrobium secara genetis memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang lambat, sehingga diperlukan upaya budidaya dengan pemupukan, salah satunya yaitu pupuk pelengkap cair (PPC). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi konsentrasi dan frekuensi PPC terbaik untuk pertumbuhan anggrek Dendrobium sp. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 Juli s.d. 30 November 2018 di rumah penelitian. Rancangan penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap. Faktor pertama adalah konsentrasi PPC (K), sedangkan faktor kedua yaitu frekuensi PPC (F). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan 2 tanaman sampel, sehingga didapatkan 54 unit percobaan. Faktor konsentrasi PPC (K) yaitu: k1 (1 ml/l), k2 (2 ml/l), k3 (3 ml/l). Faktor frekuensi PPC (F) terdiri yaitu: f1 (3 hari sekali), f2 (5 hari sekali), f3 (7 hari sekali). Variabel yang diamati dalam penelitian yaitu pertambahan jumlah daun (helai), pertambahan panjang daun (cm), pertambahan jumlah anakan (anakan), dan waktu muncul anakan (hari). Hasil penelitian menunjukkan, tidak terjadi interaksi antara pemberian konsentrasi dan frekuensi pemberian PPC terhadap pertumbuhan anggrek Dendrobium sp. Konsentrasi PPC memberikan pertumbuhan yang baik terhadap jumlah daun dan waktu muncul anakan. Konsentrasi PPC efektif untuk pertumbuhan anggrek yaitu 1 ml/l. Frekuensi pemberian PPC memberikan pertumbuhan yang sama pada semua variabel pengamatan, sehingga tidak ditemukan frekuensi terbaik. Namun, kombinasi perlakuan konsentrasi 1 ml/l dan frekuensi 7 hari sekali sudah cukup efisien untuk mempengaruhi pertumbuhan anggrek Dendrobium sp.Kata kunci: Anggrek Dendrobium sp, Frekuensi, Konsentrasi, Pupuk Pelengkap Cair
PENGARUH PERBANDINGAN PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS JAGUNG MANIS PADA LAHAN GAMBUT Surya, Muhammad Rasta; Asnawati, Asnawati; Listiawati, Agustina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49575

Abstract

Budidaya tanaman jagung di tanah gambut dihadapkan pada masalah fisik dan kimia tanah yang kurang baik. Pemberian pupuk organik dan anorganik pada tanah gambut diharapkan dapat memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah sehingga pertumbuhan tanaman jagung dapat lebih optimal. Pemilihan varietas yang tepat juga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil budidaya jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pupuk organik dan anorganik yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Petani di Desa Rasau Jaya II Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya dimulai sejak tanggal 12 Mei - 9 Agustus Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Split Plot dengan 2 faktor perlakuan dan setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan terdapat 10 tanaman sampel. Faktor pertama yaitu varietas jagung manis (v1= varietas bonanza, v2= varietas secada), dan faktor kedua perbandingan pupuk organik dan anorganik (p1= 0%+100%, p2= 25%+75% , p3= 50%+50%, p4= 75%+25%, p5= 100%+0%). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, kadar klorofil daun, berat kering tanaman, luas daun total, volume akar, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, diameter tongkol dan berat tongkol per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap semua variabel kecuali klorofil daun. Perlakuan perbandingan pupuk organik dan anorganik berpengaruh nyata terhadap semua variabel. Berdasarkan hasil pengamatan varietas secada dengan pemberian 100% pupuk organik dan 75% pupuk organik + 25% pupuk anorganik memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung yang sama baiknya pada tanah gambut.
PENGARUH DOSIS KOMPOS TKKS DAN NPK PLUS TERHADAP PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI PRE NURSERY PADA TANAH PMK Pratama, Yoshafat Andika; Listiawati, Agustina; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57761

Abstract

Pembibitan awal atau pre nursery merupakan tahap awal pada budidaya kelapa sawit. Tanah PMK merupakan salah satu media tanam yang banyak diusahakan pada pembibitan pre nursery karena ketersediaanya yang luas terutama di Kalimantan Barat. Pengunaan tanah PMK sebagai media tanam memiliki permasalahan pada sifat fisik dan kimia tanahnya sehingga diperlukan penambahan kompos TKKS dan NPK plus. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan interaksi kompos tandan kosong kelapa sawit dan pupuk NPK plus yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery pada tanah PMK.Penelitian yang dilakukan menggunakan metode eksperimen lapangan dengan percobaan Faktorial Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 2 faktor yaitu kompos tkks (K) dan NPK plus (N) dengan 3 taraf pemupukan kompos tkks serta 3 taraf pemupukan NPK plus sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan yaitu kompos TKKS 20 ton + NPK plus 60 kg, kompos TKKS 20 ton + NPK plus 120 kg, kompos TKKS 20 ton + NPK plus 180 kg, kompos TKKS 30 ton + NPK plus 60 kg, kompos TKKS 30 ton + NPK plus 120 kg, kompos TKKS 30 ton + NPK plus 180 kg, kompos TKKS 40 ton + NPK plus 60 kg, kompos TKKS 40 ton + NPK plus 120 kg, kompos TKKS 40 ton + NPK plus 180 kg.Variabel yang diamati pada penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah pelepah daun, diameter bonggol, volume akar, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi kompos TKKS 30 ton + NPK plus 120 kg memberikan pertumbuhan terbaik terhadap bibit kelapa sawit di pre nursery.
PENGARUH PEMBERIAN BOKASHI DECANTER SOLID DAN PUPUK MAGNESIUM TERHADAP PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI MAIN NURSERY PADA TANAH PMK Susanto, Ery; Listiawati, Agustina; Basuni, Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.57835

Abstract

Pemanfaatan tanah PMK sebagai media pembibitan memiliki beberapa kendala seperti tingkat kesuburan rendah. Kendala ini bisa di atasi dengan pemberian bahan organik seperti bokashi decanter solid. Penambahan magnesium juga dibutuhkan di main nursery, karena magnesium berfungsi dalam proses fotosintesis dan berbagai reaksi enzimetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis interaksi yang terbaik antara pemberian bokashi decanter solid dan pupuk magnesium terhadap pertumbuhan kelapa sawit di main nursery pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di Dusun Sungai Mayam, Kecamatan Meliau, Kalimantan Barat pada tanggal 26 Oktober 2021 sampai 26 Februari 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Faktor pertama adalah bokashi decanter solid yang terdiri dari 3 taraf yaitu : 27 ton/ha, 83 ton/ha dan 139 ton/ha. Faktor kedua adalah pupuk magensium yang terdiri dari 3 taraf yaitu : 220 kg/ha, 420 kg/ha, dan 620 kg/ha, sehingga ada 9 kombinasi perlakuan. Variabel pengamatan meliputi : pertambahan tinggi tanaman, pertambahan diameter batang, jumlah pelepah daun, volume akar dan berat kering. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara bokashi decanter solid dan pupuk magnesium pada variabel pertambahan tinggi tanaman 2, 3, dan 4 bulan setelah tanam. Pemberian dosis bokashi decanter solid 83 ton/ha dan pupuk magnesium 420 kg/ha memberikan hasil terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan kelapa sawit di main nursery pada tanah PMK.
PENGARUH BERBAGAI KOMPOS LIMBAH KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH OVERBURDEN Fahlevi, Reza; Listiawati, Agustina; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58323

Abstract

ABSTRAK Tanah bekas tambang (overburden) merupakan tanah yang telah terdegradasiakibat kegiatan pertambangan. Tanah overburden memiliki permasalahan yangkompleks terutama pada sifat fisik. Perbaikan sifat fisik tanah dapat dilakukandengan pemberian bahan organik. Penambahan bahan organik mampu meningkatkankemampuan tanah untuk mengikat air dan hara sehingga dapat mengatasipermasalahan pada sifat fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jeniskompos limbah kelapa sawit yang tebaik untuk pertubuhan lobak putih padaoverburden. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Sungai Mayam Desa SungaiMayam Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat.Penelitan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4perlakuan dan 6 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 5 sampel tanamansehingga terdapat 120 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah A= KomposTandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS), B= Kompos Wet Decenter Solid (WDS), C=Kompos Kernel Kelapa Sawit (KKS) dan D= Kompos Pelepah Kelapa Sawit (PKS)masing- masing perlakuan diberikan sebanyak 2500 gram/polybag. Variabel yangdiamati pada peneltian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), beratsegar umbi (gram), diameter umbi (cm), panjang umbi (cm) dan berat kering bagianatas tanaman (gram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai jeniskompos limbah kelapa sawit berpengaruh nyata pada variabel tinggi tanaman, jumlahdaun, berat segar umbi, panjang umbi dan berat kering bagian atas tanamansedangkan pada variabel diameter umbi berbeda tidak nyata. Pemberian kompos WetDecenter Solid memberikan hasil terbaik terhadap variabel pengamatan tinggitanaman, jumlah daun, panjang umbi, berat segar umbi dan berat kering bagian atastanaman.Kata Kunci : kompos limbah kelapa sawit, lobak, tanah bekas tambang (overburden)
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH PADA MEDIA SERBUK GERGAJI Ngaing, Rhalmundus Sain; Warganda, Warganda; Listiawati, Agustina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i2.61327

Abstract

Media tumbuh merupakan salah satu aspek penting yang menentukan tingkat keberhasilan budidaya jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) perlu dilakukan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang kurang selama masa pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan frekuensi pemberian POC terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih pada media serbuk gergaji. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan dari tanggal 14 Februari "“ 16 Juni 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 6 taraf konsentrasi dengan 4 ulangan. Masing-masing ulangan terdiri dari 3 sampel. Jadi total keseluruhan yang diperoleh 72 baglog. Perlakuan p1 (Frekuensi pemberian POC setiap 1 hari), p2 (Frekuensi pemberian POC setiap 2 hari), p3 (Frekuensi pemberian POC setiap 3 hari), p4 (Frekuensi pemberian POC setiap 4 hari), p5 (Frekuensi pemberian POC setiap 5 hari), dan p6 (Frekuensi pemberian POC setiap 6 hari). Variabel penelitian meliputi umur panen (hari), berat segar jamur tiram (g), diameter tudung buah jamur tiram (cm), dan jumlah tubuh buah jamur tiram (buah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang paling efisien untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih pada media serbuk gergaji adalah frekuensi pemberian POC setiap 2 hari di variabel berat segar jamur tiram dengan rerata nilai 361,82 g
PENGARUH KONSENTRASI AIR KELAPA TERHADAP KECEPATAN TUMBUH BIBIT NANAS ASAL SETEK BATANG PADA MEDIA TANAM PMK Ronaldi, Yohanes; Listiawati, Agustina; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i2.61996

Abstract

Nanas merupakan salah satu tanaman daerah tropis yang tumbuh di Kalimantan Barat pada lahan gambut. Perbanyakan tanaman nanas secara setek batang masih jarang dilakukan. Hal ini dikarenakan proses pertumbuhannya sangat lambat sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan bibit dalam waktu singkat, sehingga memerlukan hormon auksin dan sitokinin untuk mempercepat pertumbuhan setek asal batang nanas. Salah satu tanaman yang banyak mengandung auksin dan sitokinin adalah air kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi air kelapa yang terbaik terhadap pertumbuhan setek asal batang nanas pada media tanam PMK. Penelitian ini dilaksanakan pada Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan faktor pemberian konsentrasi air kelapa yang terdiri dari 6 taraf perlakuan dan setiap taraf perlakuan diulang sebanyak 5 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 sampel setek tanaman sehingga total tanaman keseluruhan berjumlah 120 unit setek tanaman. Variabel yang diamati yaitu waktu muncul tunas, persentase setek hidup, jumlah tunas, jumlah daun dan jumlah akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi air kelapa memberikan pengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan setek asal batang nanas pada media tanam Podsolik Merah Kuning.
PENGARUH DOLOMIT DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU PADA LAHAN GAMBUT Gunawan, Gunawan; Susana, Rini; Listiawati, Agustina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i2.62021

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu komoditas tanaman kacang-kacangan yang banyak di konsumsi oleh rakyat indonesia. Pemanfaatan tanah gambut untuk budidaya kacang hijau dihadapkan pada beberapa kendala yaitu sifat kimia (memiliki unsur hara yang rendah dan pH yang cukup rendah). Kendala tersebut dapat diatasi dengan pemberian salah satu bahan amelioran seperti pemberian dolomit untuk meningkatkan pH tanah serta pemberian pupuk NPK majemuk sebagai penambah unsur hara di dalam tanah. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan interaksi dosis dolomit dan pupuk NPK untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau yang terbaik ditanah gambut. Penelitian dilakukan di lahan gambut yang terletak di Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. Penelitian berlangsung selama ±4 bulan. Penelitian dilaksanakan pada 18 Juni 2022 "“ 26 Agustus 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu Dosis Dolomit sebanyak 3 taraf perlakuan. Faktor kedua pupuk NPK sebanyak 3 taraf perlakuan sehingga, total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang 3 kali sehingga jumlah seluruhnya yaitu 27 bedeng. Setiap bedengan terdiri dari 20 tanaman (6 sebagai tanaman sampel diantara 2 sebagai tanaman destruktif) sehinga jumlah sampel tanaman yaitu 162 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), berat kering tanaman (g), jumlah polong per tanaman (polong), berat kering polong per tanaman (g), berat 100 biji kering (g), dan hasil panen/tanaman dalam satu petak (g). Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara dolomit dan NPK pada semua variabel. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara dolomit dan NPK pada semua variabel. Hasil penelitian didapatkan bahwa rerata hasil biji kering kacang hijau dalam satu petak yaitu 71.58g setara dengan 795,33kg/ha dan hanya mencapai 43,22 %. Berdasarkan rerata hasil berat kering biji/petak pada pemberian 11 ton/ha dolomit dan 400kg/ha pupuk NPK yang menghasilkan berat kering biji terbesar yaitu 100,67g atau setara dengan 1,12ton/ha, hasil ini juga tidak mendekati hasil/Ha biji kering kacang hijau Vima 5 dan hanya mencapai 60,79.
Co-Authors - Maulidi, - ., Dody ramanda Achmad Mulyadi Achmadi Achmadi Acinake, Acinake Ade Elbani Ade Mirza Adrianton Adrianton Afrizal - Aktris Nuryanti, Aktris Alhadiansyah Amanda, Tasya Ambarsari, Dwi Putri Andi Ihwan Andika Andika Andriani, Titi Anelia, Yuni Anelia Anggoro, Robert Anggorowati, M.Sc, Ir. Dini Aping, Adrianus Asep Nursangaji Asnawat, Asnawat Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati ASNAWATI ASNAWATI Asnawati Asnawati Asnawati, * Asrari, Ryanda Aswandi - Basuni, Basuni Bistari Budi, MMA, Ir. Setia Budi, Setia Budi Candera, Raden Chairani Siregar Cholik, Abdul Clarissariyani, Christin Cordy Renantasyah Darussalam - Darussalam Darussalam, Darussalam Dian Asmarawati Dini Anggorowati diyani, Rahmi Dodi, Donatus Dwi Aryanti, Anik Dwi Zulfita dwi zulfita Dzulianningsih, Saulifah Edy Suasono Eleos Eleos elfini, mita Elly Suharlina Erlangga Tungga Dewa Erni Djun Astuti etriadi, etriadi Eva Dolorosa Evi Gusmayanti Evi Novianti Fatinah, Anisa Fitri Ferry Hadary Fitri Imansyah Fitri, Kurnilah Ary Fitriady, Teddy Akbar Ghivari, Haikal Gunawan Gunawan Gustami Gustami, Gustami Gustian Gustian Hadi, Irfan Setia Hamdani - Haniya, Jihan Hariyanti, Agus Henny Sulistyowati Herry Sujaini Imam Ghozali Indra, Indra Indra Inpurwanto Inpurwanto Ishak Dianisius Ismawartati - Jayanti, Meylani Dwi Kitri, Atirsa KURNIAWAN, YERIKHO JIMMY kurniawati, atika kusmawati, eni Lestari, Tri Indah lestawati, Lestawati LUCKY, MAYLANI Mahmud Mustaqim Marbun, Tiurida Mardhiyyaturrosyidah, Ummu Mariana Mariana MASYURA, RISKA Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi, Maulidi Maulidi Maulidia, Dea Meiran Panggabean Melsy, Clara Francini Memet Agustiar Meningai, Meningai Mochammad Meddy Danial Muanuddin - Muhammad Yusuf Muhsin Muhsin Murti Lestari Nagari, Angelic Kusuma Ngaing, Rhalmundus Sain Ningsih, Kurnia NORMALA, NORMALA Nur Arifin, Nur Nurbaiti R, Nurbaiti Nurmainah - Nurul Hafizah Padmarsari, F.X Widadi Pertiwi, Suciaty Pratama, Yoshafat Andika pratiwi, iin Prihartomo, Dwi Priyo Saptomo Purwaningsih - Putra, Rafi Adista Rachmawati Rahmidiyani - Rahmidiyani Rahmidiyani Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Ratna Herawatiningsih Redenta Manalu, Cristi REZA FAHLEVI rianda, mayu arya Riduansyah - Rini Susana Rini Wahyuni Rizky Hasanan Rohayeti, MMA, Ir. Yeti Rohima Rohima Rohmad Rohmad, Rohmad Rommy Patra Ronaldi, Yohanes RUSADI, IDRUS ARDI S.Hut., M.Si, Asnawati Safitri, Dwi Desri Sahwaldi, Sahwaldi Santoso, Eka Rahmawati SARI, ARTI PURNAMA Sari, Rinda Sari, Siska Ida Paninta sawati, ely septiarni, eni Setia Budi Setia Budi Sholva, Yus Siti Hadijah Siti Hadijah Siti Halidjah SRI RAHAYU Stepanus Sahala Sitompul Surachman - Surachman Surachman Surachman Surachman Surya, Muhammad Rasta Susanto, Ery Susiani Susiani, Susiani Sy. Hasyim Azizurrahman Syaifurrahman Syaifurrahman Syamswisna , Tantri Palupi Tarigas, Adrianus Banyu Tatang Abdurrahman, Tatang Tati Hartati Tri Indra Wijaya Urai Suci Yulies Vitri Indrawati Uslianti, Silvia Uti Asikin Vivi Bachtiar WALKIS, WALKIS Wardania, Wardania Warganda Warganda WASI'AN, WASI'AN Wasi’an, Wasi’an Wendy WI, INPURWANTO Windhu Putra Witarsa - Yeni Oktavia Yeti Rohayeti Yoga, Kristian Yohanes Gatot Sutapa yolla, nove neranda nadesta Yuline - Yulis Jamiah Yulise Vitri Indrawati, Urai Suci Yuspia tuti, Yuspia Yuspiatuti Yuspiatuti, Yuspiatuti YUSUF, KASIM PURNAMA Zed, Akhira Nurfansyah Zubaidah R