Claim Missing Document
Check
Articles

PEMETAAN STATUS UNSUR HARA FOSFOR (P) DAN KALIUM (K) PADA LAHAN KELAPA SAWIT MENGHASILKAN DI WILAYAH PERKEBUNAN PT.KARYASUKSES UTAMA PRIMA Susanto, Ery; Listiawati, Agustina; Basuni, Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.8175

Abstract

Perlunya inventarisasi status unsur hara P dan K untuk mengetahui sebaran beserta luasan yang terapat di PT. KSUP merupakan latar belakang dari penelitian ini. Status unsur hara di dalam tanah dapat diketahui melalui survei langsung dan analisis di laboratorium kemudian disajikan dalam bentuk peta untuk mengetahui sebaran dan luasannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan mendeskripsikan status unsur hara P dan K yang terdapat di lokasi penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei lapangan dengan mengambil sampel tanah secara komposit yang yang kemudian dilanjutkan dengan analisis laboratorium. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0-30 cm sebanyak 32 titik sampel, yaitu 31 titik diperoleh dari blok dan 1 titik pada area sekitar kebun (hutan).Hasil penelitian menunjukkan reaksi tanah (pH) lokasi penelitian sangat asam hingga asam 3,93-4,64, P-tersedia sangat rendah hingga rendah 6,42-25,24 ppm, P-total berkriteria sangat rendah hingga sangat tinggi 2,36-93,85 ppm, K-dd berkriteria sangat rendah hingga sedang 0,04-0,45 mg/100gr dan K-total berkriteria sangat rendah hingga sedang 3,01-30,28 mg/100gr. Hasil overlay menunjukkan status dengan kriteria sangat rendah hingga rendah yang didominasi oleh status sangat rendah 249 Ha (56,28 %). Kata kunci : Pemetaan Unsur Hara, Unsur Hara Fosfor dan Kalium, Tanaman Kelapa Sawit, Sistem Informasi Geografis
PENGARUH KOMPOS AMPAS TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT PADA TANAH ALLUVIAL R, Nurbaiti; Listiawati, Agustina; Palupi, Tantri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis kompos ampas tahu yangterbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah alluvial.Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian UniversitasTanjungpura Pontianak. Waktu pelaksanaan dari tanggal 21 Februari sampaitanggal 14 April 2014. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap yangterdiri dari 6 taraf perlakuan pemberian kompos ampas tahu yaitu, a1 (3,2 kg/petaksetara dengan 10 ha-1), a2 (6,4 kg/petak setara dengan 20 ton ha-1), a3 (9,6 kg/petaksetara dengan 30 ton ha-1), a4 (12,8 kg/petak setara dengan 40 ton ha-1), a5 (16,0kg /petak setara dengan 50 ton ha-1) dan a6 (19,2 kg/petak setara dengan 60 ton ha-1). Setiap petak percobaan terdiri dari 4 sampel tanaman dan masing-masingperlakuan diulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati dalam penelitian iniadalah volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), umur berbunga (hari setelahsemai), umur panen (hst), jumlah buah per tanaman (buah), bobot buah pertanaman (g), bobot per buah (g), diameter buah (cm), hasil per petak (kg). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa kompos ampas tahu mampu meningkatkanpertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah Alluvial. Dosis kompos ampastahu yang efektif untuk diberikan pada tanaman tomat adalah 9,6 kg/petak setaradengan 30 ton ha-1.
PENGARUH BOKASI AMPAS TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH ALLUVIAL Yuspiatuti, Yuspiatuti; Listiawati, Agustina; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10496

Abstract

Ampas tahu merupakan, bahan organik yang dapat digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah alluvial bagi pertumbuhan tanaman lobak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis bokasi ampas tahu yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah alluvial, yang dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Lahan yang digunakan merupakan lahan dengan jenis tanah alluvial, dengan lama penelitian 45 hari mulai dari persiapan media tanam sampai panen. Rancangan ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, dimana setiap ulangan terdiri dari 3 tanaman sampel. Perlakuan bokasi ampas tahu (B) yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi: b1 = 2,88 kg/petak atau setara dengan 15 ton/ha, b2= 5,76 kg/petak setara dengan 30 ton/ha, b3 = 8,64 kg/petak setara dengan 45 ton/ha, b4 = 11,52 kg/petak setara dengan 60 ton/ha dan b5 = 14,4 kg/petak atau setara dengan 75 ton/ha. Variabel pengamatan dalam penelitian ini meliputi : Luas Daun total (cm2), Kehijauan Daun (spad unit), Berat Kering Tanaman (g), Berat Segar Tanaman (g), Berat Umbi (g), Diameter Umbi (cm), Panjang umbi (cm), dan Hasil/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokasi ampas tahu sebesar 45 ton/ha merupakan perlakuan yang efektif bagi pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah alluvial.
PENGARUH BERBAGAI MEDIA DAN INOKULAN MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT ANGGREK Phalaenopsis sp HASIL KULTUR JARINGAN kusmawati, eni; Listiawati, Agustina; Rahayu, Sri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.12068

Abstract

Phalaenopsis sp has attracted a lot of people due to the beauty of its shape and colorful flower. Media was needed to seed this orchid, in this research, is easy to find; for example moss, fern, kadaka, and coconut coir. The use of mycorrhizal was beneficial for the orchid growth. The purpose of this research was to obtain the best result in the provision of mycorrhizal inoculants and get the various of media that is the best for the growth of Phalaenopsis sp seed. The research was conducted on the sample terrain of Agriculture Faculty Universitas Tanjungpura. This research used two factors Complete Randomized Design (RAL). The first factors is the m1: fern; m2: moss; m3: kadaka; and m4: coconut coir. The second factors were two degree of mycorrhizal inoculants; k0: without inoculant, k1: 100g of mycorrhizal inoculant. The parameters observed were percentage of survived plants, number of leaves increase, leaves width increase, leaves lenght increase leaves clorofile, number of roots, roots length, and percentage of infected roots. The research results showed that mycorrhizal inoculant given apparent result towards the leaves width increase, leaves lenght increase, leaves clorofile, number of roots, roots length, and percentage of infected roots, the use of media given apparent results towards roots length and leaves clorofile variable. Media treatment and mycorrhizal inoculants that there are no interaction of all the variables of observation. The best result given by moss media, having the best average variables in number of roots, roots length, and percentage of infected roots.Keywords: inoculant, mycorrhizal, media, Phalaenopsis sp
PENGARUH BERBAGAI MEDIA DAN INOKULAN MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT ANGGREK VANDA (Vanda sp) ASAL KULTUR JARINGAN septiarni, eni; listiawati, agustina; rahayu, sri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.12234

Abstract

Komoditas hortikultura, terutama tanaman hias anggrek merupakan kebutuhan manusia dalam memenuhi kepuasaan estetika. Banyak permintaan terhadap anggrek Vanda sp akan tetapi tidak diimbangi dengan produksi bibit yang memadai. Belum banyak penelitian tentang media yang memenuhi syarat pertumbuhan anggrek Vanda sp, sehingga perlu dilakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media dan inokulan mikoriza yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit anggrek Vanda sp asal kultur jaringan. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapang dalam bentuk Faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor, faktor pertama adalah jenis media tanam (M) yang terdiri dari 4 taraf yaitu m1 media arang kayu, m2 pakis, m3 serbuk gergaji dan m4 sabut kelapa dan faktor kedua adalah inokulasi mikoriza (C) yang terdiri dari 2 taraf yaitu c1 tanpa inokulan mikoriza dan c2 dengan inokulan mikoriza 100 g. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah persentase hidup, jumlah daun, pertambahan panjang daun, pertambahan lebar daun, jumlah akar, panjang akar dan persentase akar terinfeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara media dan inokulan mikoriza terhadap pertumbuhan bibit anggrek Vanda sp asal kultur jaringan. Tanaman dengan pemberian mikoriza tumbuh lebih baik dari pada tanaman tanpa pemberian mikoriza. Perlakuan media yang baik adalah media pakis dan serbuk gergaji, dengan penambahan inokulasi mikoriza 100 g. Kata kunci : Anggrek vanda, kultur jaringan, media tanam, mikoriza
PENGARUH KONSENTRASI BIOURINE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI MERAH PADA TANAH ALUVIAL Pertiwi, Suciaty; Listiawati, Agustina; Rohayeti, Yeti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.12389

Abstract

Pupuk biourine adalah hasil fermentasi urine sapi dan rempah-rempah dengan melibatkan peran mikroorganisme. Pupuk biourine selain berfungsi untuk penyubur tanaman, rempah-rempah yang terkandung dalam pupuk biourine juga sekaligus sebagai pestisida alami untuk tanaman. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi biourine terhadap pertumbuhan dan hasil cabai merah pada tanah alluvial. Penelitian ini dilaksanakan pada Tanggal 02 Februari 2015 sampai dengan 11 Mei 2015 di Jln. Arteri Supadio, Gang. Wonodadi 2, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari enam taraf perlakuan dan empat ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari empat tanaman sampel. Perlakuan dalam penelitian adalah pemberian biourine dengan konsentrasi: 2 cc/liter, 3 cc/liter, 4 cc/liter, 5 cc/liter, 6 cc/liter dan 7 cc/liter. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), berat kering tanaman (gram), waktu berbunga (hari), jumlah buah per tanaman (buah) dan berat buah per tanaman (gram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biourine dapat meningkatkan pertumbuhan cabai merah pada tanah alluvial. Pemberian biourine dengan konsentrasi 4 cc/liter merupakan konsentrasi terbaik terhadap pertumbuhan cabai merah pada tanah alluvial.
PENGARUH NAA DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN Coelogyne dayana (Rchb) DENGAN TEKNIK KULTUR JARINGAN ANDIKA, ANDIKA; LISTIAWATI, AGUSTINA; ARIFIN, NUR
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.14403

Abstract

Coelogyne dayana (Rchb.) merupakan salah satu anggrek spesies yang berpotensi mengalami kepunahan. Keberadaan Coelogyne dayana dapat dipertahankan melalui perbanyakan dengan teknik kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi berbagai konsentrasi NAA dan BAP pada media VW bagi pertumbuhan eksplan Coelogyne dayana menggunakan eksplan tunas anggrek hasil kultur jaringan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak yang berlangsung dari September hingga Desember 2015. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu NAA dan BAP masing-masing terdiri dari 4 taraf (0,0 ppm, 0,5 ppm, 1,0 ppm, 1,5 ppm). Variabel yang diamati adalah waktu terbentuk akar, jumlah akar, waktu terbentuk tunas, jumlah tunas dan pertambahan jumlah daun. Data pengamatan diolah dengan ANOVA dan uji lanjut BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi NAA dan BAP yang efektif terhadap pertambahan jumlah daun anggrek Coelogyne dayana adalah tanpa NAA dan tanpa BAP. Perlakuan tanpa NAA memberikan hasil yang efektif terhadap jumlah akar, jumlah tunas dan pertambahan jumlah daun. Pemberian NAA 1,5 ppm memberikan nilai rerata tertinggi terhadap jumlah akar (5,77 helai), jumlah tunas (3,25 tunas) dan pertambahan jumlah daun (8,71 helai). Perlakuan BAP 0,5 ppm memberikan hasil yang efektif terhadap jumlah tunas dan pertambahan jumlah daun. Perlakuan tanpa BAP memberikan hasil yang efektif dan nilai rerata terbaik terhadap waktu terbentuk akar (17,86 HST), jumlah akar (6,26 helai) dan waktu terbentuk tunas (30,85 HST).Kata kunci: Coelogyne dayana, BAP, NAA, kultur jaringan, VW.
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK PELENGKAP CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT ANGGREK Vanda sp ASAL KULTUR JARINGAN Acinake, Acinake; Listiawati, Agustina; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i3.17470

Abstract

ABSTRAK Anggrek Vanda merupakan salah satu genus anggrek yang banyak diminati dan sangat populer di berbagai kalangan. Pemeliharaan bibit anggrek menjadi tanaman dewasa masih banyak menemukan kendala karena bibit yang masih kecil sangat sensitif terhadap lingkungannya dan bibit tersebut sangat membutuhkan suplai unsur hara yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Pemberian Pupuk Pelengkap Cair (PPC) dapat memenuhi kebutuhan unsur hara bibit Anggrek Vanda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Pupuk Pelengkap Cair terhadap pertumbuhan bibit Anggrek hasil persilangan Vanda sanderiana dengan Vanda Coerolea asal kultur jaringan. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 taraf perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan dan setiap unit perlakuan terdiri dari 4 tanaman. Total keseluruhan diperoleh 100 sampel tanaman. Perlakuan yang digunakan adalah konsentrasi PPC , k1 : 0,1%, k2: 0,2%, k3 : 0,3%, k4 : 0,4% dan k5 : 0,5%. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah : persentase anggrek hidup (%), pertambahan jumlah daun (helai), panjang daun (cm), jumlah akar (helai) dan panjang akar (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi Pupuk Pelengkap Cair memberikan memberikan respon yang baik terhadap pertambahan jumlah daun dan jumlah akar, namun memberikan respon yang sama terhadap pertambahan panjang daun, pertambahan panjang akar dan persentase anggrek hidup terhadap pertumbuhan bibit Anggrek hasil persilangan Vanda sanderiana dengan Vanda coerolea asal kultur jaringan. Pada penelitian ini tidak ditemukan konsentrasi Pupuk Pelengkap Cair Grow Quick S yang terbaik tetapi konsentrasi efektif untuk pertumbuhan bibit Anggrek hasil persilangan Vanda sanderiana dengan Vanda coerolea asal kultur jaringan adalah pemberian Pupuk Pelengkap Cair konsentrasi 0,1 %. Kata kunci : Anggrek Vanda, Kultur Jaringan, Pupuk Pelengkap Cair
PENGARUH SLUDGE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING YUSUF, KASIM PURNAMA; listiawati, agustina; budi, setia
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.18389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Sludge serta dosis yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil cabai pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan pada Tanggal 3 Juni 2016 "“ 9 Oktober 2016 di Jl. Wonodadi 2 Gg. Permata Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima taraf perlakuan dan lima ulangan. Setiap ulangan terdiri dari empat tanaman sampel. Perlakuan dalam penelitian adalah pemberian Sludge dengan dosis: s1 = 10 ton/ha, s2 = 20 ton/ha, s3 = 30 ton/ha, s4 = 40 ton/ha, dan s5 = 50 ton/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah meliputi tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (gram), umur berbunga (hari), berat buah pertanaman (gram), jumlah buah pertanaman (buah) dan berat perbuah (gram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Sludge berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm), umur berbunga (hari), berat buah pertanaman (gram) dan berat perbuah (gram). Pemberian Sludge sebanyak 10 ton/ha merupakan dosis yang efektif. Kata kunci : Cabai, Sludge, Tanah Podsolik Merah Kuning
PENGARUH PAKET NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA SECARA HIDROPONIK Lestari, Murti; listiawati, Agustina; arifin, nur
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.19692

Abstract

Selada adalah salah satu tanaman hortikultura yang merupakan sumber vitaminn dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Ketersediaan lahan pada saat ini merupakan permasalahan utama yan menjadi penghambat kegiatan pertanian. Sefara teknis sistem hidroponik dapat digunakan sebagai cara budidaya dengan keterbatasan tersebut. Paket nutrisi untuk tanaman hidroponik dalam penelitian ini dapat merakit sendiri dan paket nutrisi yang memang sudah tersedia khusus untuk hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan paket nutrisi terbaik bagi pertumbuhan dan hasil selada secara hidroponik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2016 sampai Juli 2016. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan diulang sebanyak 6 dan setiap ulangan terdiri dari 5 sampel sehingga total pengamatan sebanyak 120 tanaman. Perlakuan tersebut adalah A (1/2 MS), B (MS), C (Good Plant), D (Hidrofarm Viggie A+B). Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah jumlah daun (helai), berat segar tanaman (g), volume akar (cm3) dan berat kering tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian paket nutrisi terhadap pertumbuhan dan hasil selada secara hidroponik memberikan pengaruh nyata terhadap variabel jumlah daun, berat segar dan volume akar, sedangkan pada berat kering berpengaruh tidak nyata. Pemberian paket nutrisi Hidrofarm viggie mix A+B dan Good Plant merupakan paket nutrisi lebih baik dibandingkan paket nutrisi lainnya. Kata Kunci : Paket Nutrisi, Hidroponik, Pertumbuhan dan Hasil, Selada.
Co-Authors - Maulidi, - ., Dody ramanda Achmad Mulyadi Achmadi Achmadi Acinake, Acinake Ade Elbani Ade Mirza Adrianton Adrianton Afrizal - Aktris Nuryanti, Aktris Alhadiansyah Amanda, Tasya Ambarsari, Dwi Putri Andi Ihwan Andika Andika Andriani, Titi Anelia, Yuni Anelia Anggoro, Robert Anggorowati, M.Sc, Ir. Dini Aping, Adrianus Asep Nursangaji Asnawat, Asnawat Asnawati Asnawati ASNAWATI ASNAWATI Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati, * Asrari, Ryanda Aswandi - Basuni, Basuni Bistari Budi, MMA, Ir. Setia Budi, Setia Budi Candera, Raden Chairani Siregar Cholik, Abdul Clarissariyani, Christin Cordy Renantasyah Darussalam - Darussalam Darussalam, Darussalam Dian Asmarawati Dini Anggorowati diyani, Rahmi Dodi, Donatus Dwi Aryanti, Anik dwi zulfita Dwi Zulfita Dzulianningsih, Saulifah Edy Suasono Eleos Eleos elfini, mita Elly Suharlina Erlangga Tungga Dewa Erni Djun Astuti etriadi, etriadi Eva Dolorosa Evi Gusmayanti Evi Novianti Fatinah, Anisa Fitri Ferry Hadary Fitri Imansyah Fitri, Kurnilah Ary Fitriady, Teddy Akbar Ghivari, Haikal Gunawan Gunawan Gustami Gustami, Gustami Gustian Gustian Hadi, Irfan Setia Hamdani - Haniya, Jihan Hariyanti, Agus Henny Sulistyowati Herry Sujaini Imam Ghozali Indra, Indra Indra Inpurwanto Inpurwanto Ishak Dianisius Ismawartati - Jayanti, Meylani Dwi Kitri, Atirsa KURNIAWAN, YERIKHO JIMMY kurniawati, atika kusmawati, eni Lestari, Tri Indah lestawati, Lestawati LUCKY, MAYLANI Mahmud Mustaqim Marbun, Tiurida Mardhiyyaturrosyidah, Ummu Mariana Mariana MASYURA, RISKA Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi, Maulidi Maulidi Maulidia, Dea Meiran Panggabean Melsy, Clara Francini Memet Agustiar Meningai, Meningai Mochammad Meddy Danial Muanuddin - Muhammad Yusuf Muhsin Muhsin Murti Lestari Nagari, Angelic Kusuma Ngaing, Rhalmundus Sain Ningsih, Kurnia NORMALA, NORMALA Nur Arifin, Nur Nurbaiti R, Nurbaiti Nurmainah - Nurul Hafizah Padmarsari, F.X Widadi Pertiwi, Suciaty Pratama, Yoshafat Andika pratiwi, iin Prihartomo, Dwi Priyo Saptomo Purwaningsih - Putra, Rafi Adista Rachmawati Rahmidiyani - Rahmidiyani Rahmidiyani Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Ratna Herawatiningsih Redenta Manalu, Cristi REZA FAHLEVI rianda, mayu arya Riduansyah - Rini Susana Rini Wahyuni Rizky Hasanan Rohayeti, MMA, Ir. Yeti Rohima Rohima Rohmad Rohmad, Rohmad Rommy Patra Ronaldi, Yohanes RUSADI, IDRUS ARDI S.Hut., M.Si, Asnawati Safitri, Dwi Desri Sahwaldi, Sahwaldi Santoso, Eka Rahmawati SARI, ARTI PURNAMA Sari, Rinda Sari, Siska Ida Paninta sawati, ely septiarni, eni Setia Budi Setia Budi Sholva, Yus Siti Hadijah Siti Hadijah Siti Halidjah SRI RAHAYU Stepanus Sahala Sitompul Surachman - Surachman Surachman Surachman Surachman Surya, Muhammad Rasta Susanto, Ery Susiani Susiani, Susiani Sy. Hasyim Azizurrahman Syaifurrahman Syaifurrahman Syamswisna , Tantri Palupi Tarigas, Adrianus Banyu Tatang Abdurrahman, Tatang Tati Hartati Tri Indra Wijaya Urai Suci Yulies Vitri Indrawati Uslianti, Silvia Uti Asikin Vivi Bachtiar WALKIS, WALKIS Wardania, Wardania Warganda Warganda WASI'AN, WASI'AN Wasi’an, Wasi’an Wendy WI, INPURWANTO Windhu Putra Witarsa - Yeni Oktavia Yeti Rohayeti Yoga, Kristian Yohanes Gatot Sutapa yolla, nove neranda nadesta Yuline - Yulis Jamiah Yulise Vitri Indrawati, Urai Suci Yuspia tuti, Yuspia Yuspiatuti Yuspiatuti, Yuspiatuti YUSUF, KASIM PURNAMA Zed, Akhira Nurfansyah Zubaidah R