Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KOMBINASI POC LIMBAH AMPAS TEBU DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Cholik, Abdul; Asnawati, Asnawati; Listiawati, Agustina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.85891

Abstract

Budidaya jagung manis di tanah podsolik merah kuning mengalami kendala yaitu rendahnya unsur hara di dalam tanah. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kandungan unsur hara di tanah podsolik merah kuning dengan menambahkan pupuk organik dan anorganik, antara lain melalui penggunaan pupuk organik cair limbah ampas tebu dan pupuk NPK. Konsentrasi pupuk organik cair limbah ampas tebu dan dosis pupuk NPK yang optimum akan memberikan dampak efektif pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis kombinasi yang terbaik dari POC limbah ampas tebu dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian Kabupaten Sintang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 5 perlakuan berupa POC limbah ampas tebu dengan NPK dan diulang sebanyak 5 kali. Setiap ulangan terdiri dari 5 tanaman sampel. Sehingga jumlah tanaman 125. Perlakuannya sebagai berikut: t1= konsentrasi POC 0 % + 100% NPK setara dengan 300 kg/ha, t2 = konsentrasi POC 25% + 75% NPK setara dengan 225 kg/ha, t3 = konsentrasi POC 50% + 50% NPK setara dengan 150 kg/ha, t4 = konsentrasi POC 75% + 25% NPK setara dengan 75 kg/ha, t5 = konsentrasi POC 100% + 0% NPK setara dengan 0 kg/ha. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, panjang tongkol, diameter tongkol, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot dan hasil perpetak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis kombinasi POC limbah ampas tebu dan pupuk NPK yang diujikan pada penelitian ini berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan pada tanaman jagung manis di tanah podsolik merah kuning.
RESPON PERTUMBUHAN ANGGREK HITAM PADA BERBAGAI KONSENTRASI EKSTRAK BAWANG MERAH DAN BAP PADA MEDIA MS SECARA IN VITRO Nagari, Angelic Kusuma; Asnawati, Asnawati; Listiawati, Agustina
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3922

Abstract

One alternative to preserve the existence of black orchid populations in nature is to carry out ex-situ conservation by multiplying them using in vitro culture methods. In vitro propagation requires the right composition of growth media, including the addition of growth regulators to stimulate shoot and root initiation, especially auxin and cytokinin groups at the right concentration. The aim of this research is to obtain the best interaction concentration of shallot extract and BAP for the growth of black orchids on MS media in vitro. The research was carried out at the Biotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak, which lasted for 3 months. This research used a factorial completely randomized design (CRD) with 2 factors. The first factor is shallot extract with 3 treatment levels, namely m₁= 15 g/l, m2 = 30 g/l, m3 = 45 g/l. The second factor is BAP with 3 treatment levels, namely b1 = 1 mg/l, b2 = 1.5 mg/l, b3 = 2 mg/l. The variables observed were shoot emergence time (MST), root emergence time (MST), increase in the number of shoots (buds), increase in the number of leaves (strands) and increase in the number of roots (roots). The research results showed that there was no interaction between shallot extract and BAP in influencing the growth of black orchids, of all the growth variables observed. The concentration of shallot extract independently had a significant effect on the variable of increasing the number of leaves, and the shallot extract concentration of 45g/l was an effective concentration, producing 4.55 leaves. Keywords : Black Orchid, BAP, In vitro, Shallot extract  INTISARISalah satu alternatif untuk melestarikan keberadaan populasi anggrek hitam di alam adalah dengan melakukan konservasi  secara ex- situ dengan memperbanyaknya menggunakan metode kultur in vitro.  Perbanyakan in vitro membutuhkan komposisi media tumbuh yang tepat, termasuk penambahan zat pengatur tumbuh untuk merangsang inisiasi tunas dan akar, terutama dari kelompok auksin dan sitokinin dengan konsentrasi yang tepat. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkan konsentrasi interaksi ekstrak bawang merah dan BAP yang terbaik untuk pertumbuhan anggrek hitam pada media MS secara in vitro. Penelitian telah dilaksanakan di Labolatorium Bioteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak yang berlangsung selama 3 bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu ekstrak bawang merah dengan 3 taraf perlakuan yaitu m₁= 15 g/l, m2 = 30 g/l, m3 = 45 g/l. Faktor kedua yaitu BAP dengan 3 taraf perlakuan  yaitu b1 = 1 mg/l, b2 = 1,5 mg/l, b3 = 2 mg/l. Variabel yang diamati yaitu waktu muncul tunas (MST), waktu munculnya akar (MST), pertambahan jumlah tunas (tunas), pertambahan jumlah daun (helai) dan pertambahan jumlah akar (akar). Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terjadi interaksi antara ekstrak bawang merah dan BAP dalam mempengaruhi pertunbuhan anggrek hitam, dari semua variable pertumbuhan yang diamati. Konsentrasi ekstrak bawang merah secara mandiri berpengaruh nyata terhadap variabel pertambahan jumlah daun, dan konsentrasi ekstrak bawang merah 45g/l merupakan konsentrasi yang efektif dengan menghasilkan 4,55 helai. Kata Kunci: Anggrek hitam, Ekstrak Bawang Merah, BAP, In vitro
PENGARUH BOKASI AMPAS TEBU DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI MERAH KERITING PADA TANAH ALUVIAL Fitri, Kurnilah Ary; Listiawati, Agustina; Zulfita, Dwi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3871

Abstract

Chili (Capsicum annum L.) is a vegetable commodity that is widely cultivated and is one of the most popular commodities in the world. Efforts made to meet the need for chilies involve improving alluvial land as marginal land by providing sugar cane bagasse and NPK fertilizer. The aim of this research is to obtain the best interaction between sugar cane bagasse and NPK for the growth and yield of curly red chili plants on alluvial soil. The research was carried out on land located on Jalan Purnama 2 Gg. Usaha Bersama, South Pontianak, West Kalimantan from 8 November 2022 - 23 February 2023. This research used a factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of 2 factors. Sugarcane bagasse bokasi factor (B) consists of 3 levels, namely b1 = 10 tons/ha, b2 = 20 tons/ha, b3 = 30 tons/ha and NPK fertilizer factor (N) consists of 3 levels, namely n1 = 250 kg/ha , n2 = 500 kg/ha, n3 = 750 kg/ha. The results showed that there was an interaction between the two factors on the growth and yield of curly red chilies on alluvial soil. Providing bagasse bokasi at a dose of 30 tons/ha or equivalent to 180 g/polybag and NPK fertilizer at a dose of 750 kg/ha or equivalent to 22 g/plant can increase the growth and yield of curly red chili plants best on alluvial soil. Keywords: Bokasi Bagasse, Curly Red Chili, NPK Fertilizer  INTISARICabai (Capsicum annum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas paling popular di dunia. Upaya yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan cabai melibatkan perbaikan tanah aluvial sebagai lahan marginal dengan pemberian bokasi ampas tebu dan pupuk NPK. Tujuan penelitiian ini untuk mendapatkan interaksi bokasi ampas tebu dan NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah keriting pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan yang terletak Jalan Purnama 2 Gg. Usaha Bersama, Pontianak Selatan, Kalimantan Barat dari 8 November 2022 - 23 Februari 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor bokasi ampas tebu (B) terdiri dari 3 taraf yaitu b1 = 10 ton/ha, b2 =  20 ton/ha, b3 =  30 ton/ha    dan factor pupuk NPK (N)  terdiri dari  3 taraf yaitu  n1 = 250 kg/ha, n2 = 500 kg/ha, n3 = 750 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara kedua faktor terhadap pertumbuhan dan hasil cabai merah keriting pada tanah alluvial. Pemberian bokasi ampas tebu dosis 30 ton/ha atau setara dengan 180 g/polybag dan pupuk NPK dengan dosis 750 kg/ha atau setara dengan      22 g/tanaman dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah keriting yang terbaik pada tanah aluvialKata Kunci : Bokasi Ampas Tebu, Cabai Merah Keriting, Pupuk NPK
PENGARUH ZPT DAN PUPUK KANDANG BEBEK TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK LADA ASAL SULUR PANJAT Santoso, Eka Rahmawati; Listiawati, Agustina; Wasi'an, Wasi'an
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.92749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk kandang bebek dan konsentrasi ZPT yang terbaik untuk pertumbuhan setek lada asal sulur panjat pada tanah Podsolik Merah Kuning atau PMK. Penelitian ini berlokasi di Jalan Sepakat 8, Kecamatan Pontianak Kota, Kabupaten Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan dari Agustus - November 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 5 tanaman sampel, sehingga terdapat 135 tanaman. Kombinasi perlakuan yang dimaksud yaitu : f1m1 = 100ppm ZPT dan 250 g/polybag pupuk kandang bebek, f2m1 = 200ppm ZPT dan 250 g/polybag pupuk kandang bebek, f3m1 = 300ppm ZPT dan 250 g/polybag pupuk kandang bebek, f1m2 = 100ppm ZPT dan 500 g/polybag pupuk kandang bebek, f2m2 = 200ppm ZPT dan 500 g/polybag pupuk kandang bebek, f3m2 = 300ppm ZPT dan 500 g/polybag pupuk kandang bebek, f1m3 = 100ppm ZPT dan 750 g/polybag pupuk kandang bebek, f2m3 = 200ppm ZPT dan 750 g/polybag pupuk kandang bebek, f3m3 = 300ppm ZPT dan 750 g/polybag pupuk kandang bebek. Variabel pengamatan meliputi tinggi tunas, jumlah daun, volume akar, dan persentase setek hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 300 ppm ZPT dan 500 g/polybag memberikan pertumbuhan setek lada terbaik pada media tanah PMK.
PENGARUH PEMBERIAN BIOSTIMULAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL OKRA PADA TANAH GAMBUT Candera, Raden; Listiawati, Agustina; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.98339

Abstract

Okra (Abelmoschus esculentum L) merupakan tanaman sayuran buah yang dikenal karena memiliki kandungan gizi dan manfaatnya. Tanah gambut sebagai media tumbuh okra dihadapkan pada beberapa kendala yaitu sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Upaya peningkatan produktivitas tanaman okra yaitu dengan penggunaan biostimulan dan pupuk NPK sebagai tambahan nutrisi dari luar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui interaksi serta mendapatkan dosis interaksi terbaik dari pemberian biostimulan dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil okra pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, berlangsung dari bulan Desember 2024 "“ Maret 2025. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Fakrorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi biostimulan (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu b1 = 10 ml/L, b2 = 20 ml/L dan b3 = 30 ml/L sedangkan faktor kedua adalah pupuk NPK (P) terdiri dari 3 tahaf yaitu p1 = 200 kg/ha, p2 = 300 kg/ha dan p3 = 400 kg/ha. Hasil penelitian menujukan bahwa terjadi interaksi antara pemberian biostimulan dan pupuk NPK terhadap volume akar tanaman okra pada tanah gambut. Pemberian biostimulan konsentrasi 20 ml/L dan pupuk NPK dosis 200 kg/ha menunjukkan dosis efisien terhadap volume akar yaitu 54,33 cm3.
PENGARUH BOKASI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNCIS PADA TANAH ALUVIAL Safitri, Dwi Desri; Listiawati, Agustina; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.95364

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris) adalah sayuran penting untuk kebutuhan gizi masyarakat. Bokasi TKKS yang ditambahkan ke dalam tanah diharapkan mampu memperbaiki sifat fisik tanah. Pemberian KCl memberikan tambahan kalium yang dibutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhan buah dan ketahanan terhadap stres lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi bokasi TKKS dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil buncis yang terbaik pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan Asrama Kabupaten Bengkayang Jl. Sepakat II, berlangsung mulai tanggal 1 September 2024 "“ 21 November 2024. Penelitian menggunakan rancangan faktorial acak lengkap ( RAL) dengan dua faktor, yaitu faktor pertama adalah bokasi TKKS yang terdiri dari 3 taraf dengan dosis t1= 20 ton/ha, t2= dengan 30 ton/ha, t3= 40 ton/ha dan faktor kedua adalah dosis pupuk Kalium yang terdiri dari 3 taraf dengan dosis k1 = 100 kg/ha, k2 = 200 kg/ha, k3 = 300 kg/ha. Terdapat 9 kombinasi perlakuan yang masing-masing diulang 3 kali, sehingga totalnya ada 27 unit percobaan dengan total 108 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian adalah umur berbunga, volume akar, jumlah kering, jumlah polong per tanaman, berat polong segar per tanaman, dan berat polong per polong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian pupuk kalium dengan dosis 200 kg/ha memberikan jumlah polong tertinggi dibandingkan dengan dosis yang lain.
Pengaruh Abu sekam Padi dan Pupuk K terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau pada Tanah Aluvial T Sari, Siska Ida Paninta; Listiawati, Agustina; Abdurrahman, Tatang
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i3.98307

Abstract

Tanaman kacang hijau adalah salah satu tanaman kacang -kacangan dan polong-polongan. Kacang hijau biasanya dikonsumsi sebagai sayur yang di buat sebagai kecambah, atau bahan tambahan dalam hidangan kuliner.Optimalisasi tanah aluvial sebagai media tanam dapat dilakukan dengan pemberian Abu sekam padi.Penggunaan Abu sekam padi dapat memperbaiki sifat kimia tanah, terutama dengan menambah ketersediaan unsur hara dan meningkatkan pH yang rendah pada tanah aluvial. Perbaikan sifat kimia tanah tersebut berdampak positif terhadap pertumbuhan akar dan penyerapan unsur hara di dalam tanah. Kalium (K) merupakan unsur hara makro esensial yang diperlukan dalam jumlah besar. Keberadaannya unsur K tidak dapat digantikan oleh unsur hara lainnya. Fungsi kalium bagi tanaman yaitu memperbaiki tersedianya unsur hara tanaman, membantu dalam memperkuat tubuh tanaman agar daun, bunga dan buah tidak mudah gugur serta kekuatan bagi tanaman dalam menghadapi kekeringan dan penyakit.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi Abu sekam padi dan pupuk K yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Sepakat 2, Kelurahan Bansir Darat, Kecematan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung selama 3 bulan, dimulai pada Maret 2025 sampai bulan Juni 2025. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu abu sekam padi (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, a1 = 50 ton/ha setara 30 gram/polibag, a2 = 10 ton/ha setara 60 gram/polibag, a3 = 150 ton/ha setara 90 gram/polibag. Faktor kedua yaitu pupuk K (K) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, k1 = 50 kg/ha setara 0,30 gram/polibag, k2 = 100 kg/ha setara 0,60 gram/polibag, k3 = 150 kg/ha setara 0,90 gram/polibag. Masing-masing diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman (2 , 3, 4, 5 MST) volume akar, berat kering, umur berbunga,jumlah cabang produktif,jumlah polong pertanaman, jumlah polong isi, persentase polong hampa, dan berat biji pertanaman dan bobot 100 biji.Berdasarkan hasil penelitian bahwa dosis terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau pada tanah aluvial adalah 15 ton/ha abu sekam padi dan 150 kg/ha pupuk kalium.
Penganekaragaman Produk Olahan Nenas dan Limbahnya Sebagai Alternatif Peningkatan Ekonomi Keluarga di Desa Semelagi Besar Listiawati, Agustina; Asnawati, Asnawati; Warganda, Warganda; Maulidi, Maulidi; Yulise Vitri Indrawati, Urai Suci
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3095

Abstract

Tanaman nenas merupakan  komoditas yang ditanam secara turun temurun di sela-sela kebun, dan biasanya  hasil panen nenas tersebut dikonsumsi sendiri ataupun dijual sebagai buah segar. Petani nenas, belum mengetahui tentang diversifikasi produk olahan buah nenas menjadi sirup, selai jams, bola-bola nenas, disertai cara pengemasan dan pelabelan, agar produk dapat disimpan lebih lama dan mudah dikenal. Selain itu, petani nenas juga belum memanfaatkan limbah kulit nenas menjadi Pupuk Organik Cair, yang berguna untuk meningkatkan kesuburan lahan nenas. Tujuan PKM ini adalah mentransfer teknologi pembuatan sirup, selai jams, bola-bola nenas, meningkatkan kemampuan petani untuk membuat Pupuk Organik Cair berbasis limbah nenas. Metode pelaksanaan PKM di Desa Semelagi Besar adalah metode sosialisasi dan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi dari kegiatan. Dari hasil kegiatan yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Ibu-ibu  PKK yang dilatih sudah dapat mengadopsi teknik pengolahan buah nenas segar menjadi sirop, jams dan bola-bola nenas. Ibu-ibu PKK di Desa Semelagi Besar  sangat berpotensi untuk dilakukan pembinaan menjadi UMKM, mengingat ketersediaan waktu luang yang banyak dan bahan berupa nenas yang merupakan komoditas setempat.
Pengolahan Limbah Ikan Menjadi Pupuk Organik Ramah Lingkungan Di Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah Asnawati, Asnawati; Listiawati, Agustina; Warganda, Warganda; Maulidi, Maulidi; Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3096

Abstract

Desa Malikian memiliki potensi yang cukup besar dalam memproduksi limbah ikan, dimana selama ini hanya dibuang begitu saja, sehingga cenderung mencemari lingkungan. Sementara itu bagi sebagian masyarakat yang berprofesi sebagai petani khususnya kelompok Tani Desa Malikian yang membudidayakan tanaman hortikultura, pupuk merupakan hal yang sangat dibutuhkan. Selama ini para petani tergantung pada penggunaan pupuk kimia untuk menunjang hasil pertanian hortikultura mereka. Berdasarkan analisis situasi ini, maka Tim PKM Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura memberikan solusi dengan inseminasi teknologi pengolahan limbah ikan sebagai potensi yang ada di Desa Malikian, menjadi pupuk organik cair maupun padat, serta cara aplikasinya pada tanaman. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi, pelatihan dan pendampingan pembuatan produk, serta monitoring dan evaluasi. Setelah  kegiatan PKM  ini diharapkan  kelompok tani desa Malikian sebagai mitra dapat memanfaatkan limbah ikan yang banyak tersedia disekitar daerah Malikian untuk membuat  pupuk organik. Hasil PKM ini yaitu pembuatan POC dan POP dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan ketersediaan hara makro dan mikro, membuat tanaman lebih sehat, dan meningkatkan produksi lebih optimal.  
Pelatihan Budidaya Anggrek Asal Bibit Kultur Jaringan Dengan Metode Semi Hidroponik Di Pontianak Selatan Listiawati, Agustina; Asnawati, Asnawati; Warganda, Warganda; Maulidi, Maulidi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi Mei- Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i3.3237

Abstract

Kecamatan Pontianak Selatan adalah daerah perkotaan, sehingga luasan halaman sangat terbatas atau bahkan tidak ada. Beberapa waktu terakhir Dasawisma RW 006 mulai mengenal dan ingin membudidayakan bibit anggrek hasil kultur jaringan yang dapat dibeli dengan harga yang relatif murah dibanding tanaman anggrek remaja apalagi dewasa. Permasalahan dalam mewujudkan keinginan tersebut adalah pengetahuan dan ketrampilan tentang karakteristik dan budidaya anggrek asal bibit kultur jaringan masih terbatas. Solusi yang ditawarkan oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat adalah melakukan budidaya secara semi hidroponik. Metode ini relatif mudah dan murah untuk dilakukan karena merupakan penyederhanaan dari system hidroponik, Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan mitra tentang karakteristik beberapa jenis anggrek dan ketrampilan budidaya secara semi hidroponik. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi orientasi lapangan, sosialisasi dan pelatihan teknologi yang didesiminasikan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta yang dilatih mampu mengadopsi teknik budidaya anggrek secara semi hidroponik, dengan tolok ukur peserta sudah dapat menggunakan jenis-jenis media dan nutrisi hidroponik dan dapat menggunakan TDS meter digital untuk mengukur konsentrasi larutan nutrisi.
Co-Authors - Maulidi, - ., Dody ramanda AA Sudharmawan, AA Achmad Mulyadi Achmadi Achmadi Acinake Acinake Ade Elbani Ade Mirza Adriantono Adriantono Adrianus Aping Afrizal - Agus Hariyanti Agus Hariyanti Aisyah Aisyah Akhira Nurfansyah Zed Aktris Nuryanti, Aktris Alhadiansyah Amanda, Tasya Ambarsari, Dwi Putri Andi Ihwan ANDIKA ANDIKA Andriani, Titi Anelia, Yuni Anelia Anik Dwi Aryanti ARTI PURNAMA SARI Asep Nursangaji Asnawat, Asnawat Asnawati . ASNAWATI ASNAWATI Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati S.Hut., M.Si Asnawati, * Aswandi - Atirsa Kitri Basuni Basuni Basuni, Basuni Bistari Budi, MMA, Ir. Setia Candera, Raden Chairani Siregar Cholik, Abdul Christin Clarissariyani Darussalam - Darussalam Darussalam, Darussalam Dea Maulidia Dian Asmarawati Dini Anggorowati Dini Anggorowati diyani, Rahmi Dwi Zulfita dwi zulfita Edy Suasono Eleos Eleos Elly Suharlina eni kusmawati eni septiarni Erlangga Tungga Dewa Erni Djun Astuti Ery Susanto etriadi, etriadi Eva Dolorosa Evi Gusmayanti Evi Novianti F.X Widadi Padmarsari Fitri Imansyah Fitri, Kurnilah Ary Fitriady, Teddy Akbar Fransiskus Darma Putra Gustami Gustami Gustian Gustian Hadary, Ferry Hamdani - Haniya, Jihan Henny Sulistyowati Herry Sujaini Imam Ghozali Indra Indra Indra Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri Inpurwanto Inpurwanto Ir. Setia Budi, MMA Ir. Warganda, MMA Ishak Dianisius Ismawartati - Jayanti, Meylani Dwi KASIM PURNAMA YUSUF kurniawati, atika lestawati, Lestawati LUCKY, MAYLANI Mahmud Mustaqim Marbun, Tiurida Mariana Mariana Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi, Maulidi Maulidi Meiran Panggabean Memet Agustiar Meningai, Meningai mita elfini Mochammad Meddy Danial Muanuddin - Muhammad Yusuf Muhsin Muhsin Murti Lestari Nagari, Angelic Kusuma Ningsih, Kurnia NORMALA NORMALA NUR ARIFIN Nur Arifin Nurbaiti R Nurmainah - pratiwi, iin Prihartomo, Dwi Priyo Saptomo Purwaningsih - Rachmawati Rafi Adista Putra Rahmidiyani - Rahmidiyani Rahmidiyani Ratna Herawatiningsih Redenta Manalu, Cristi rianda, mayu arya Riduansyah - Rini Susana Rini Susana Rini Wahyuni RISKA MASYURA Robert Anggoro Rohayeti, MMA, Ir. Yeti Rohima Rohima Rohmad Rohmad, Rohmad Rommy Patra RUSADI, IDRUS ARDI Safitri, Dwi Desri Sahwaldi, Sahwaldi Santoso, Eka Rahmawati Sari, Rinda Sari, Siska Ida Paninta Saulifah Dzulianningsih sawati, ely Setia Budi Setia Budi Setia Budi Setia Budi Setia Budi Budi Sholva, Yus Silvia Uslianti Siti Hadijah Siti Hadijah Siti Halidjah SRI RAHAYU Stepanus Sahala Sitompul Surachman - Surachman Surachman Surachman Surachman Susiani Susiani, Susiani Sy. Hasyim Azizurrahman Syaifurrahman Syaifurrahman Syamswisna , Tantri Palupi Tarigas, Adrianus Banyu Tatang Abdurrahman, Tatang Tati Hartati Tri Indah Lestari Tri Indra Wijaya Ummu Mardhiyyaturrosyidah Uti Asikin Vivi Bachtiar WALKIS WALKIS Wardania Wardania Warganda Warganda Warganda Warganda WASI'AN, WASI'AN Wasi’an, Wasi’an Wendy Windhu Putra Witarsa - Yeni Oktavia YERIKHO JIMMY KURNIAWAN Yohanes Gatot Sutapa Yohanes Ronaldi Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci Yuline - Yulis Jamiah Yulise Vitri Indrawati, Urai Suci Yuspia tuti, Yuspia Yuspiatuti Yuspiatuti Zubaidah R