Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Sistem Tanam Jajar Legowo Dan SRI Pada Budidaya Tanaman Padi Di Kecamatan Sungai Kakap Maulidi, Maulidi; Warganda, Warganda; Listiawati, Agustina; Asnawati, Asnawati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6456

Abstract

Sistem tanam jajar legowo adalah pola bertanam berselang-seling antara dua atau lebih baris tanaman padi dan satu baris kosong. Baris tanaman (dua atau lebih) dan baris kosongnya (setengah lebar di kanan dan di kirinya) disebut satu unit legowo. Keuntungan penerapan sistem tanam jajar legowo meliputi hasil panen lebih tinggi dibanding sistem tegel melalui peningkatan populasi tanaman, efisiensi pemupukan, pertumbuhan padi lebih merata, mempermudah pemeliharaan, menekan serangan hama (terutama tikus) dan penyakit. Permasalahan yang dihadapi oleh petani tanaman padi di Desa Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap yaitu minimnya pengetahuan dan keterampilan penerapan sistem tanam padi jajar legowo dan SRI. Teknologi yang diperkenalkan dan diinovasikan ini tidaklah rumit sehingga masyarakat petani tersebut diharapkan dapat menerima inovasi baru dan mengaplikasikannya. Kegiatan PKM bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penerapan sistem tanam jajar legowo dan SRI. Metode pelaksanaan PKM dilakukan untuk mengatasi permasalahan petani adalah metode ceramah dan diskusi, peragaan dan pelatihan serta pendampingan atau bimbingan dan evaluasi dari kegiatan. Hasil PKM menunjukkan bahwa peserta baru mengetahui sistem tanam jajar legowo dan SRI, Desa Punggur Kecil sangat berpotensi dalam pengembangan sistem tanam jajar legowo dan SRI dikarenakan sebagian besar mata pencarian masyarakat adalah petani padi serta masyarakat antusiasme terhadap inovasi teknologi penerapan sistem tanam jajar legowo, SRI, cara pembuatan pupuk dan sistem pembukuan usaha tani.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KUBIS BUNGA AKIBAT PEMBERIAN BOKASHI LIMBAH SAYUR DAN RED MUD PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Jayanti, Meylani Dwi; Susana, Rini; Basuni, Basuni; Listiawati, Agustina; Wasi’an, Wasi’an
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3498

Abstract

       Red-yellow podzolic soil has constraints for cauliflower cultivation because of its low soil fertility and acid soil.  One effort to fix this is by adding vegetable waste bokashi and red mud. This study aims to obtain the best interaction dose of bokashi vegetable waste and red mud for the growth and yield of cauliflower on red-yellow podzolic soil. This study used a completely randomized design (CRD) with two factors. The first factor is bokashi vegetable waste (S) consisting of s1 = 10 tons/ha, s2 = 20 tons/ha and s3 = 30 tons/ha. The second factor, namely red mud (R) consists of r1 = 0.5 ton/ha, r2 = 1 ton/ha and r3 = 1.5 ton/ha. The variables observed in this study were the number of leaves, root volume, plant dry weight, flower fresh weight, and flower diameter. The results showed that there was an interaction between the addition f vegetable waste bokashi and red mud on fresh weight of flowers with an effective dose of 30 tons/ha of vegetable waste bokashi and 1.5 tons/ha of red mud. Keywords: Cauliflower, Red Mud, Red-Yellow Podzolic,Vegetable Waste Bokashi INTISARITanah podsolik merah kuning memiliki kendala untuk budidaya kubis bunga karena tingkat kesuburan tanahnya rendah dan reaksi tanah yang masam. Satu diantara upaya untuk memperbaikinya adalah dengan pemberian bokashi limbah sayur dan red mud. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi bokashi limbah sayur dan red mud yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama, yaitu bokashi limbah sayur (S) terdiri dari s1 =  10 ton/ha, s2 = 20 ton/ha dan s3 = 30 ton/ha. Faktor kedua, yaitu red mud (R) terdiri dari r1 = 0,5 ton/ha, r2 = 1 ton/ha dan r3­­ = 1,5 ton/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun, volume akar, berat kering tanaman, berat segar bunga, dan diameter bunga. Hasil penelitian  menunjukkan terjadi interaksi antara  pemberian bokashi limbah sayur dan red mud terhadap berat segar bunga dengan dosis efektif 30 ton/ha bokashi limbah sayur dan 1,5 ton/ha red mud. Kata Kunci: Bokashi Limbah Sayur, Kubis Bunga, Podsolik Merah Kuning, Red Mud
EFISIENSI PEMUPUKAN NITROGEN PADA PENGGUNAAN Azospirillum sp. TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA TANAH GAMBUT Warganda, Warganda; Maulidi, Maulidi; Listiawati, Agustina; Surachman, Surachman; Asnawati, Asnawati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3531

Abstract

        Continuous use of inorganic N fertilizer for a long time in high doses can cause land degradation. Land productivity will decrease if land experiences degradation. The application of Azospirillum sp is an effort to reduce the use of inorganic N fertilizer. The aim of this research is to obtain the best dose of Urea and Azospirillum sp fertilizer as an effort to efficiently use inorganic N fertilizer on the growth and yield of sweet corn on peatlands. This research used a factorial randomized block design. The first factor is Azospirillum sp which consists of 2 levels and the second factor is Urea fertilizer which consists of 5 levels and each treatment combination is repeated 3 times with 5 plant samples. Variables observed included plant height (cm), number of leaves (strands), leaf greenness (spad unit), plant dry weight (g), total leaf area (cm2), N uptake, cob weight per plot (kg), weight cobs with husks (g), weight of cobs without lobs (g), cob length (cm), cob diameter (cm) and other supporting variables. There was no interaction between inoculation of Azospirillum sp. and Urea. Inoculation of Azospirillum sp. needs to be done for the efficiency of nitrogen fertilizers. Inoculation of Azospirillum sp. The treatment dose of urea of  75 kg/ha is an efficient treatment for increasing the growth and yield of sweet corn plants in peat soil. There was no interaction between inoculation of Azospirillum sp. and Urea. Inoculation of Azospirillum sp. needs to be done for efficient use of Nitrogen fertilizer. Inoculation of Azospirillum sp. The treatment dose of urea of 75 kg/ha is an efficient treatment in increasing the growth and yield of sweet corn plants on peat soil.Key words: Azospirillum sp., peat, sweet corn, nitrogenINTISARI Penggunaan pupuk N anorganik  secara terus menerus yang berlangsung lama dalam dosis yang tinggi dapat menyebabkan lahan terdegradasi. Produktivitas lahan akan menurun jika lahan mengalami degradasi.  Aplikasi Azospirillum sp merupakan upaya untuk mengurangi penggunaan pupuk N anorganik. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan  dosis pupuk Urea dan azospirillum sp yang terbaik sebagai upaya efisiensi penggunaan pupuk N an organik pada pertumbuhan dan hasil jagung manis pada lahan gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Faktor pertama yaitu Azospirillum sp yang terdiri dari 2 taraf dan factor kedua adalah pupuk Urea yang terdiri dari 5 taraf dan setiap kombinasi perlakuan diulang sejumlah 3 kali dengan sampel tanaman berjumlah 5 tanaman.   Variabel yang diamati antara lain tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), kehijauan daun (spad unit), bobot kering tanaman (g), luas daun total (cm2), serapan N, bobot tongkol per petak (kg), bobot tongkol berkelobot (g), bobot tongkol tanpa kelobot (g), panjang tongkol (cm), diameter tongkol (cm) dan variabel penunjang lainnya. Tidak  terdapat interaksi antara inokulasi Azospirillum sp. dan Urea. Inokulasi Azospirillum sp. perlu dilakukan untuk efisiensi pupuk Nitrogen. Inokulasi Azospirillum sp. pada perlakuan dosis urea 75 kg/ha merupakan perlakuan yang efisien untuk meningkatkankan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis di tanah gambut. Tidak  terdapat interaksi antara inokulasi Azospirillum sp. dan Urea. Inokulasi Azospirillum sp. perlu dilakukan untuk efisiensi penggunaan pupuk Nitrogen. Inokulasi Azospirillum sp. pada perlakuan dosis urea 75 kg/ha merupakan perlakuan yang efisien dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah gambut. Kata kunci : Azospirillum sp., gambut, jagung manis, nitrogen
PEMBERIAN KOTORAN KAMBING DAN PUPUK FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALUVIAL Sahwaldi, Sahwaldi; Listiawati, Agustina; Palupi, Tantri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3527

Abstract

Edamame is one type of soybean plant that has good enough potential to be developed, especially in West Kalimantan. Increasing edamame production needs to be done because of the large demand every year. Efforts to increase production can be done with the use of alluvial soil by giving goat manure as organic matter and Phosphorus (P) fertilizer plays a role in improving chemical properties. The purpose of this study was to determine the interaction between goat manure and fertilizer and to obtain the best dose of interaction between goat manure and P fertilizer in alluvial soil for the growth and yield of edamame plants. This research was carried out in an experimental garden, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. This research runs from February - May 2023. The design used in this study is a Factorial Complete Randomized Design (RAL) consisting of 2 treatment factors. The first factor of goat manure treatment (K) consists of 3 treatments, namely k1 20 tons / ha, k2 30 tons / ha, k3 40 tons / ha. Second factor (P) p1 100 kg/ha, p2 and p3 150 kg. The variables observed were plant height, flowering age, root volume, dry weight of the plant, number of pods per plant, weight of fresh pods per plant, number of filled pods and percentage of empty pods. Additional variables of content weight and porosity, air temperature, daily air humidity and precipitation. Based on the results of the research conducted, there was no interaction between the application of goat manure and P fertilizer and the best dose of interaction was not found in the application of goat manure and P fertilizer, but at a dose of 20 tons / ha of goat manure and P fertilizer 100 kg / ha is an efficient dose of growth and yield of edamame soybeans on alluvial soils. Keywords : Alluvial, Edamame, goat manure, phosphorus fertilizer            INTISARIEdamame merupakan salah satu jenis tanaman kedelai yang memliki potensi yang cukup baik untuk dikembangkan terutama di Kalimantan Barat. Peningkatan produksi edamame perlu dilakukan karena banyaknya permintaan tiap tahunnya. Upaya peningkatan produksi dapat dilakukan dengan penggunaan tanah aluvial dengan pemberian kotoran kambing sebagai bahan organik dan pupuk Fosfor (P) berperan untuk memperbaiki sifat kimia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interkasi antara kotoran kambing dan pupuk serta untuk mendapatkan dosis interaksi antara kotoran kambing dan pupuk P yang terbaik di tanah aluvial untuk  pertumbuhan dan hasil tanaman edamame. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini berlangsung dari Febuari - Mei 2023. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama perlakuan kotoran kambing (K) terdiri atas 3 perlakuan yaitu k1 20 ton/ha, k2 30 ton/ha, k3 40 ton/ha. Faktor kedua (P)  p1 100 kg/ha, p2  dan p3 150 kg. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, umur berbunga, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat polong segar per tanaman, jumlah polong isi dan persentase polong hampa. Variabel tambahan bobot isi dan porositas, suhu udara, kelembaban udara harian dan curah hujan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tidak terjadi interkasi antara pemberian kotoran kambing dan pupuk P dan tidak ditemukan dosis interkasi terbaik pada pemberian kotoran kambing dan pupuk P, namun pada dosis 20 ton/ha kotoran kambing  dan pupuk P 100 kg/ha merupakan dosis efesien terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah aluvial. Kata kunci : Aluvial, Edamame, kotoran kambing, pupuk fosfor
PENGARUH PUPUK KANDANG SAPI DAN BERBAGAI JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN PADA TANAH GAMBUT Marbun, Tiurida; Listiawati, Agustina; Zulfita, Dwi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4766

Abstract

Scallions ( Allium fistulosum L.) are a horticultural crop commodity that is worthy of intensive development in Indonesia, especially in Pontianak, West Kalimantan Province. Peat soil has great potential for the development and cultivation of spring onions. Efforts that can be made to overcome the very low availability of nutrients are cow manure. One cultivation technique that can be used to increase leek production is by adjusting plant spacing. This research was carried out on research land located on Jalan Sungai Raya Dalam, Alam Mulia Housing Complex starting on 15 September – 2 November 2023. This research aims to obtain the best dose of cow manure for the growth and yield of leek plants on peat soil and to obtain the best planting distance for the growth and yield of leek plants on peat soil. This research was carried out using a field experimental method with a Split Plot Design pattern , namely: The first factor is the distance between the plants for the main plot: j 1 = 20 cm x 20 cm, j 2 = 20 cm x 25 cm and j 3 = 20 cm x 30 cm. The second factor is cow manure as a sub plot: p 1 = 10 tonnes/ha, p 2 = 20 tonnes/ha and p 3 = 30 tonnes/ha. The observation variables consist of: Root Volume, Plant Dry Weight, Number of Leaves/clump, Plant Height, Number of Saplings/clump and Fresh Weight of the plant. From research that has been carried out, the interaction of using a planting distance of 20 x 25 cm and 10 tonnes/ha of cow manure shows the best growth and yield of leek plants on peat soil.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA AKIBAT PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK P PADA TANAH PMK Rohmad, Rohmad; Listiawati, Agustina; Darussalam, Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.74427

Abstract

Kubis bunga merupakan sayuran yang mempunyai nilai ekonomis dan prospek yang baik untuk dibudidayakan. Pengembangannya di Kalimantan Barat cukup baik dikarenakan sudah tersedianya varietas yang sesuai. Kalimantan Barat mempunyai lahan podsolik merah kuning(PMK) yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan budidaya kubis bunga. Pemanfaatan lahanPMK sebagai media tumbuh kubis bunga dihadapkan pada beberapa permasalahan sepertitingkat kesuburan dan produktivitas tanah rendah. Pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk P merupakan upaya dalam meningkatkan produktivitas tanah sehingga dapat digunakan untuk budidaya. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi terbaik pupuk kandang ayam dan pupuk P terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama 3 bulan dengan menggunakan pola faktorial Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 2 faktor perlakuan. Faktor (a) pemberian pupuk kandang ayam terdiri atas 3 taraf yaitu; a1 = 20 ton/ha, a2 = 30 ton/ha, a3 = 40 ton/ha. Faktor (p) pemberian SP-36 terdiri atas 3 taraf yaitu; p1 = 200 kg/ha, p2 = 250 kg/ha, p3 = 300 kg/ha. Variabel dalam penelitian ini terdiri atas jumlah daun, volume akar, berat kering tanaman, berat krop dan diameter krop kubis bunga. Variabel tambahan yaitu suhu, kelembaban udara, curah hujan, pH tanah, porositas dan bobot isi tanah PMK. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk P berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah PMK. Dosis pupuk kandang ayam 20 ton/ha dan pupuk P 200 kg/ha merupakan dosis efektif yang dapat digunakan untuk budidaya kubis bunga pada tanah PMK.
PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN NEPENTHES MIRABILIS Wahyuni, Rini; Listiawati, Agustina; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.72378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media tanam terbaik untuk pertumbuhan anakan Nepenthes mirabilis. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Nanga Mahap, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau dengan ketinggian tempat 10-1000 m di atas permukaan laut dan berlangsung pada tanggal Januari "“ Maret 2023 atau selama 4 bulan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan faktor perlakuan yaitu kombinasi media tanam (P) yang terdiri dari 8 tingkat perlakuan dan 4 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 3 sampel tanaman sehingga jumlah keseluruhan tanaman yaitu 96 polibag. Kombinasi media tanam yang dimaksud adalah A : Tanah gambut, B : Tanah gambut + Pupuk kotoran ayam 1 : 1 (v:v), C : Tanah gambut + Arang sekam 1:1 (v:v), D : Tanah gambut + Pupuk kotoran ayam + Arang sekam 1:1:1 (v:v), E : Tanah aluvial, F : Tanah aluvial + Pupuk kotoran ayam 1:1 (v:v), G : Tanah aluvial + Arang sekam 1:1 (v :v) dan H : Tanah aluvial + Pupuk kotoran ayam + Arang sekam 1:1:1 (v:v). Variabel pengamatan meliputi: pengamatan persentase tanaman yang hidup (%), pertambahan tinggi tanaman (cm), pertambahan jumlah daun (helai) dan pertambahan jumlah kantong yang terbentuk pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam Tanah gambut + Pupuk kotoran ayam + Arang sekam 1:1:1 merupakan media tanam terbaik terhadap pertumbuhan anakan Nepenthes mirabilis dan semua media variabel tinggi tanaman 12 MST, pertambahan jumlah daun 4-16 MST, dan pertambahan jumlah kantong 4 dan 16 MST bisa menggantikan tanah gambut.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH TERHADAP PEMUPUKAN KALIUM DAN KALSIUM PADA TANAH GAMBUT Sari, Rinda; Warganda, Warganda; Listiawati, Agustina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.70607

Abstract

Respon Pertumbuhan dan hasil bawang merah terhadap pemupukan kalium dan kalsium pada tanah gambut. Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari sebagai bumbu utama. Usaha untuk meningkatkan produksi agar lebih tinggi baik dari segi kualitas maupun kuantitas dapat dilakukan dengan usaha ektensifikasi. Pemanfaatan tanah gambut sebagai media dalam budidaya dihadapkan pada kendala yaitu sifat kimia tanah yang kurang baik. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi tanah gambut agar sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bawang merah adalah dengan memberikan pupuk kalium dan kalsium ke dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara pemberian pupuk kalium dan kalsium serta untuk mendapatkan kombinasi dosis terbaik untuk keseimbangan hara terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak. Waktu penelitian dimulai dari tanggal 30 September sampai dengan 30 November 2021. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu faktor pupuk kalium yaitu a1 = 1,2 g/polybag, a2 = 1,8 g/polybag dan a3 = 2,4 g/polybag dan faktor pupuk kalsium yaitu b1 = 5 g/polybag, b2 = 6 g/polybag dan b3 = 7 g/polybag. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman,   jumlah daun , jumlah umbi, berat segar umbi dan berat kering umbi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pengaruh interaksi pupuk kalium dan pupuk kalsium belum mampu mempengaruhi pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Pemberian pupuk kalium pada dosis 2,4 g/polybag mampu mempengaruhi pertumbuhan tinggi tanaman umur 5 MST dan jumlah daun umur 6 MST. Pemberian pupuk kalsium pada dosis 7 g/polybag memberikan pertumbuhan yang baik pada tinggi tanaman umur 5-6 MST. Pada hasil bawang merah menunjukkan pemberian pupuk kalium dan kalsium belum mampu meningkatkan hasil bawang merah pada tanah gambut.
Pengaruh Media Tumbuh Dan Frekuensi Penyiraman Terhadap Pertumbuhan Bibit Anggrek Hitam Hasil Kultur Jaringan Haniya, Jihan; Asnawat, Asnawat; Listiawati, Agustina
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.18658

Abstract

Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) adalah merupakan tanaman hias sebagai spesies  langka yang memiliki bunga yang unik. Perbanyakan anggrek hitam melalui kultur in vitro adalah metode untuk menangkal penurunan ketersediaannya. Tanaman yang ditanam in vitro dapat menyesuaikan melalui fase aklimatisasi yang terkait dengan elemen komponen seperti media pertumbuhan dan frekuensi penyiraman. Penelitian ini menggunakan desain kelompok acak faktorial yang dikelompokkan berdasarkan jumlah daun untuk memastikan hubungan antara frekuensi penyiraman yang ideal dan jenis media tumbuh pada pertumbuhan anggrek hitam hasil kultur jaringan. Ada dua komponen untuk penelitian ini. Pertama adalah media tumbuh, yaitu lumut dan pakis. Faktor kedua frekuensi penyiraman 1 hari sekali, 2 hari sekali,  5 hari sekali, dan 7 hari sekali. Terdapat 8 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan dan setiap unitnya terdiri 4 sample sehingga terdapat 96 satuan percobaan. Variabel yang diamati yaitu persentase jumlah tanaman hidup, pertambahan panjang akar,pertambahan jumlah akar, pertambahan jumlah daun, pertambahan tinggi tanaman dan warna daun. Media lumut memberikan hasil terbaik terhadap pertambahan jumlah akar, pertambahan panjang akar anggrek hitam dan frekuensi penyiraman 2 hari sekali menunjukan adanya pengaruh nyata terhadap variabel pertambahan jumlah daun.
PENGARUH BOKASI PAITAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Meningai, Meningai; Listiawati, Agustina; Sulistyowati, Henny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99273

Abstract

Tanaman lobak (Rhaphanus sativus L.) adalah sayuran berumbi asal Asia Barat dan Eropa, dengan varietas putih paling umum dikonsumsi. Umbinya kaya zat dan vitamin, sehingga dibudidayakan sebagai sayuran dan obat. Tanah podsolik merah kuning (PMK) memiliki kendala seperti struktur menggumpal, agregat tidak stabil, permeabilitas rendah, miskin unsur hara makro (N, P, K, Ca, Mg) dan mikro (Zn, Mo, Cu, B), serta bahan organik. Bokasi paitan digunakan untuk memperbaiki kerusakan tanah akibat pupuk anorganik dan meningkatkan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah PMK. Penelitian bertujuan menentukan dosis terbaik bokasi paitan dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan lobak di tanah PMK. Lokasi penelitian di Jalan W.R. Supratman Pontianak selama ±4 bulan, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor: bokasi paitan (30, 40, 50 ton/ha) dan pupuk NPK (300, 400, 500 kg/ha). Setiap kombinasi diulang 3 kali dengan 4 sampel tanaman, total 108 tanaman. Variabel yang diamati meliputi jumlah daun, berat segar dan kering umbi, diameter, serta panjang umbi. Hasil menunjukkan interaksi signifikan antara bokasi paitan dan pupuk NPK terhadap berat kering tanaman. Kombinasi bokasi 40 ton/ha dan NPK 500 kg/ha menghasilkan berat kering tertinggi, serta efisien pada variabel umbi lainnya.
Co-Authors - Maulidi, - ., Dody ramanda AA Sudharmawan, AA Achmad Mulyadi Achmadi Achmadi Acinake Acinake Ade Elbani Ade Mirza Adriantono Adriantono Adrianus Aping Afrizal - Agus Hariyanti Agus Hariyanti Aisyah Aisyah Akhira Nurfansyah Zed Aktris Nuryanti, Aktris Alhadiansyah Amanda, Tasya Ambarsari, Dwi Putri Andi Ihwan ANDIKA ANDIKA Andriani, Titi Anelia, Yuni Anelia Anik Dwi Aryanti ARTI PURNAMA SARI Asep Nursangaji Asnawat, Asnawat Asnawati . ASNAWATI ASNAWATI Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati S.Hut., M.Si Asnawati, * Aswandi - Atirsa Kitri Basuni Basuni Basuni, Basuni Bistari Budi, MMA, Ir. Setia Candera, Raden Chairani Siregar Cholik, Abdul Christin Clarissariyani Darussalam - Darussalam Darussalam, Darussalam Dea Maulidia Dian Asmarawati Dini Anggorowati Dini Anggorowati diyani, Rahmi Dwi Zulfita dwi zulfita Edy Suasono Eleos Eleos Elly Suharlina eni kusmawati eni septiarni Erlangga Tungga Dewa Erni Djun Astuti Ery Susanto etriadi, etriadi Eva Dolorosa Evi Gusmayanti Evi Novianti F.X Widadi Padmarsari Fitri Imansyah Fitri, Kurnilah Ary Fitriady, Teddy Akbar Fransiskus Darma Putra Gustami Gustami Gustian Gustian Hadary, Ferry Hamdani - Haniya, Jihan Henny Sulistyowati Herry Sujaini Imam Ghozali Indra Indra Indra Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri Inpurwanto Inpurwanto Ir. Setia Budi, MMA Ir. Warganda, MMA Ishak Dianisius Ismawartati - Jayanti, Meylani Dwi KASIM PURNAMA YUSUF kurniawati, atika lestawati, Lestawati LUCKY, MAYLANI Mahmud Mustaqim Marbun, Tiurida Mariana Mariana Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi, Maulidi Maulidi Meiran Panggabean Memet Agustiar Meningai, Meningai mita elfini Mochammad Meddy Danial Muanuddin - Muhammad Yusuf Muhsin Muhsin Murti Lestari Nagari, Angelic Kusuma Ningsih, Kurnia NORMALA NORMALA NUR ARIFIN Nur Arifin Nurbaiti R Nurmainah - pratiwi, iin Prihartomo, Dwi Priyo Saptomo Purwaningsih - Rachmawati Rafi Adista Putra Rahmidiyani - Rahmidiyani Rahmidiyani Ratna Herawatiningsih Redenta Manalu, Cristi rianda, mayu arya Riduansyah - Rini Susana Rini Susana Rini Wahyuni RISKA MASYURA Robert Anggoro Rohayeti, MMA, Ir. Yeti Rohima Rohima Rohmad Rohmad, Rohmad Rommy Patra RUSADI, IDRUS ARDI Safitri, Dwi Desri Sahwaldi, Sahwaldi Santoso, Eka Rahmawati Sari, Rinda Sari, Siska Ida Paninta Saulifah Dzulianningsih sawati, ely Setia Budi Setia Budi Setia Budi Setia Budi Setia Budi Budi Sholva, Yus Silvia Uslianti Siti Hadijah Siti Hadijah Siti Halidjah SRI RAHAYU Stepanus Sahala Sitompul Surachman - Surachman Surachman Surachman Surachman Susiani Susiani, Susiani Sy. Hasyim Azizurrahman Syaifurrahman Syaifurrahman Syamswisna , Tantri Palupi Tarigas, Adrianus Banyu Tatang Abdurrahman, Tatang Tati Hartati Tri Indah Lestari Tri Indra Wijaya Ummu Mardhiyyaturrosyidah Uti Asikin Vivi Bachtiar WALKIS WALKIS Wardania Wardania Warganda Warganda Warganda Warganda WASI'AN, WASI'AN Wasi’an, Wasi’an Wendy Windhu Putra Witarsa - Yeni Oktavia YERIKHO JIMMY KURNIAWAN Yohanes Gatot Sutapa Yohanes Ronaldi Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci Yuline - Yulis Jamiah Yulise Vitri Indrawati, Urai Suci Yuspia tuti, Yuspia Yuspiatuti Yuspiatuti Zubaidah R