Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penerapan Stimulasi Perkembangan Balita pada Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Candirejo Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Rini Susanti; Vistra Veftisia; Yulia Nur Khayati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 1 No. 2: September 2018
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.247 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v1i2.98

Abstract

Anak usia dibawah tiga tahun (batita) sangat energik dan aktif, penuh dengan energi yang tidak terbatas, antusias  dan selalu ingin tahu. Walaupun kecepatan pertumbuhan melambat selama tahap ini, perubahan perkembangan penting terbentuk. Peningkatan kemapuan motorik memungkinkan anak batita untuk bergerak sendiri, menjelajahi dan menguji lingkungannya. Perkembangan yang cepat dalam berbicara dan bahasa  berperan dalam meningkatkan kemampuan berpikir dan belajar yang lebih kompleks (Allen dan Marotz, 2010). Untuk mengetahui pengaruh penerapan stimulasi perkembangan balita pada ibu rumah tangga dikelurahan candirejo kecamatan ungaran barat kabupaten semarang. Penelitian ini menggunakan eksperimen random (Randomized Controlled trial, RCT) dengan rancangan Two Group Pre-test dan Post-test Desain. Ada pengaruh pendampingan stimulasi dengan peningkatan perkembangan anak pada ibu rumah tangga di Kelurahan Candirejo Kec.Ungaran Barat Kab. Semarang. Pengetahuan responden tentang stimulasi perkembangan anak dalam kategori baik 42 responden (70%). Bidan desa Mengaktifkan peran kader untuk mendampingi ibu yang memiliki balita dalam melakukan stimulasi perkembangan. Puskesmas memberikan promosi kesehatan tentang stimulasi perkembangan oleh orang tua
Analisis Pengetahuan Ibu Nifas tentang Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir di Wilayah Kabupaten Semarang Vistra veftisia; yulia nur khayati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 2 No. 1: March 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.423 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i1.160

Abstract

Penyebab AKB di Kabupaten Semarang tahun 2016 bila dilihat dari umur kematian bayi, kasus kematian terbanayk pada usia 7 hari (77 bayi), usia 8-28 hari (31 bayi), dan usia 29 hari – 11 bulan (43 kasus). Dengan penyebab terbesar AKB adalah BBLR (44 kasus), asfiksia (29 kasus), dan sisanya (78 kasus) karena infeksi, kelainan kongenital, aspirasi, tetanus, dan lain-lain. Berbagai upaya yang telah dilakukan untuk menekan Angka Kematian Bayi antara lain dengan pemberian makanan tambahan pada ibu hamil, pemberian informasi tentang perawatan BBL (Profil Kesehatan Kabupaten Semarang, 2016). Akan tetapi untuk informasi tentang tanda bahaya bayi baru lahir belum ada program khusus.Untuk Menganalisis Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir Di Wilayah Kabupaten Semarang. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 76 responden dengan pengambilan sampel  menggunakanPurposive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji chi Square. Dengan hasil tidak ada hubungan yang signifikan antara kepemelikan buku KIA, membaca buku KIA, Mendapat informasi, Usia ibu, pendidikan ibu dengan pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya bayi baru lahir, dan terdapat hubungan yang signifikan antara penjelasan tenaga kesehatan  dengan pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya bayi baru lahir. Tenaga kesehatan hendaknya selalu memberikan penjelasan tentang tanda bahaya bayi baru lahir baik pada waktu kunjungan antenatal maupun saat kunjungan post natal dan lebih memberikan dukungan pada ibu untuk membaca buku KIA yang berkaitan dengan tanda bahaya bayi baru lahir.
Hubungan Berat Badan Lahir dengan Pertumbuhan dan Perkembangan Yulia Nur Khayati; Sundari Sundari
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 2 No. 2: September 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.581 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i2.266

Abstract

Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan penyebab ke dua kematian bayi di Jawa tengah. Bayi yang lahir dengan BBLR perlu mendapatkan penanganan yang serius, karena pada kondisi tersebut bayi mudah sekali mengalami gangguan. Bayi dengan BBLR memiliki resiko untuk mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan dimasa depan (Kemenkes RI, 2016 ; Dinkes Jateng, 2016; Surami, 2003). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan berat badal lahir dengan pertumbuhan dan perkembangan balita.Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan crosssectional. Penelitian dilaksanakan  tanggal 11 Juli -21 Agustus 2019 diwilayah kerja Puskesmas Ungaran, Leyangan dan Banyubiru. Sampel penelitian ini adalah balita usia 0 – 5 tahun yang berjumlah 137 responden.Teknik pengumpulan data dengan pengukuran pertumbuhan dan perkembangan balita. Hasil Penelitian dianalisis bivariat menggunakan uji chi Square. Hasil penelitian menunjukkan responden dengan riwayat berat lahir normal 86 (62,8%), riwayat berat lahir rendah 51 (37,2%). Status pertumbuhan Normal 83 (60.6%), sangat pendek 45 (32,8%), dan pendek 9 (6,6%) responden. Status perkembangan dengan kategori normal 78 (56,9%) dan kategori suspect 59 (43,1%) responden. Berdasarkan hasil analisis statistik  denganchi square didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara berat badan lahir dengan pertumbuhan balita dengan p value = 0.025 dan OR = 0.415, dan terdapat hubungan secara statistik antara berat badan lahir dengan perkembangan balita dengan p value = 0.000 dan OR = 4.880.Terdapat hubungan antara berat badan lahir dengan pertumbuhan balita. Terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara berat badan lahir dengan perkembangan balita. Penelitian ini menyarankan kepada orang tua untuk lebih maksimal dalam melakukan stimulasi perkembangan anak dan bagi petugas kesehatan untuk melakukan deteksi dini prenatal untuk mencegah terjadinya BBLR.
Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi dengan Status Gizi Balita Sundari Sundari; Yulia Nur Khayati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 3 No. 1: March 2020
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.924 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v3i1.343

Abstract

 Abstrak Menurut Badan Penelitiandan Pengembangan Kesehatan dalam Riset Kesehatan Dasar 2013 tercatat jumlah balita di Indonesia sebanyak 26,7 juta. Dari jumlah tersebut 17,9% atau 4,7 juta balita menderita gizi kurang dan 5,4% atau 1,3 juta balita menderita gizi buruk. Gizi kurang berdampak langsung terhadap kesakitan, kematian dan juga berdampak terhadap pertumbuhan, perkembangan intelektual dan produktivitas.. Dampak lain dari gizi kurang adalah menurunkan produktivitas yang diperkirakan antara 20-30%. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan faktor pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan status gizi balita.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan crossectional. Penelitian dilaksanakan bulan Juni-Agustus 2019 di wilayah Desa Gogik, Kec. Ungaran Barat Kab. Semarang. Sampel dipilih dengan teknik Prposif sampling sebesar 80 ibu dan 80 balita berumur 13-60 bulan. Variabel bebas: pengetahuan. Variabel terikat: status gizi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah Chi square.Hasil penelitian menunjukkan karakteristik  subjek penelitian sebagian besar dalam kategori usia reproduksi sehat yaitu 68 (85%), sebanyak 53 (66%) adalah bekerja, sebanyak 39(48,8%) memiliki tingkat pendidikan dasar dan  sebanyak 44 (55%) memiliki pendapatan kurang dari UMR. Sebanyak 39 (48,8%) subjek penelitian  memiliki tingkat pengetahuan tentang gizi balita dalam kategori baik, sebanyak 58 (72.5%) subjek penelitian memiliki status gizi dalam kategori normal. Secara statistik terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi balita dengan nilai p = 0.000 < dari 0.05.Sebagian besar subjek penelitian memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik, dan sebagian besar subjek penelitian memiliki status gizi dalam kategori normal. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi balita.Kata Kunci : Pengetahuan, Gizi seimbang, Status Gizi, Balita
Pelatihan Pijat Bayi Bagi Kader Posyandu Balita Di Kelurahan Genuk Kec. Ungaran Barat Kab. Semarang Sundari Sundari; Yulia Nur Khayati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 1 No. 1 (2019): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.1 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.398 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v1i1.215

Abstract

Masyarakat seringkali melakukan pijat bayi apabila bayi mereka sedang sakit  saja pada dukun bayi, padahal  pijat  bayi  akan optimal  sebagai  stimulasi  tumbuh  kembang jika  dilakukan  secara  rutin. Kurangnya pengetahuan tentang Pijat bayi membuat kader kesehatan tidak memberikan informasi tentang pijat bayi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan utuk meningkatkan pengetahuan kader Posyandu mengenai pijat bayi  yang akan berpengaruh terhadap keterampilan melakukan pijat bayi.          Pengabdian ini dilakukan melalui kegiatan pelatihan pijat bayi pada 17 kader posyandu di kelurahan Genuk diawali dengan Pre Test  untuk mengetahui pengetahuan kader sebelum diberikan materi tentang pijat bayi, kemudian dilanjutkan penyampaian materi pijat bayi  dan diakhiri dengan Post Test. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2019.          Hasil pengabdian ini adalah setelah diberikna pelatihan pengetahuan kader tentang pijat bayi terdapat peningkatan yang cukup signifikan yaitu dari nilai rata-rata 80,82 menjadi 95,25. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan. Pada akhir kegiatan pengabdian ini dilakukan Pendampingan sosialisasi pijat bayi oleh kader kepada peserta kegiatan Posyandu          Diharapkan kader akan melakukan sosialisasi tentang pijat bayi bagi seluruh masyarakat khususnya yang memiliki bayi atau batita. Kata Kunci : Pelatihan, Pijat bayi, Kader
Stimulasi Perkembangan Bayi dan Balita di Desa Gogik Kec. Ungaran Barat, Kab. Semarang Yulia Nur Khayati; Sundari Sundari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 1 No. 2 (2019): Indonesian Journal of Community Empowerment November Vol.1 No.2
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.809 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v1i2.319

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan aspek penting dalam kehidupan seorang anak dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Masyarakat Desa Gogik masih belum mengetahui cara melakukan stimulasi perkembangan bayi dan balita yang baik, pemahaman bahwa anak akan dapat melakukan perkembangan dengan sendirinya masih menjadi pemikiran ibu- ibu di Desa Gogik.  Ibu yang memiliki bayi dan balita belum mendapatkan pendidikan kesehatan dan pendampingan cara stimulasi perkembangan bayi dan balita, hal ini dikarenakan Kader Kesehatan belum mendapatkan penyuluhan tentang stimulasi perkembangan bayi dan balita. Kurangnya pengetahuan tentang stimulasi perkembangan membuat kader kesehatan tidak memberikan informasi kepada orang tua yang mempunyai balita, sehingga orang tua tidak melakukan stimulasi  Pengabdian ini dilakukan melalui kegiatan pelatihan stimulasi perkembangan bayi dan balita pada 20 kader posyandu di Desa Gogik diawali dengan Pre Test  untuk mengetahui pengetahuan kader sebelum pelatihan, kemudian dilanjutkan penyampaian materi stimulasi perkembangan bayi dan balita  dan diakhiri dengan Post Test. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2019.  Hasil pengabdian ini adalah setelah diberikna pelatihan pengetahuan kader tentang pijat bayi terdapat peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan yaitu dari nilai rata-rata 75.4 menjadi 90,2. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan. Pada akhir kegiatan pengabdian ini dilakukan Pendampingan sosialisasi Stimulasi perkembangan bayi dan balita oleh kader kepada peserta kegiatan Posyandu. Diharapkan kader akan melakukan sosialisasi tentang Stimulasi perkembangan bayi dan balita bagi seluruh ibu yang memiliki bayi atau balita.
MENCEGAH PERNIKAHAN USIA DINI MELALUI PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN PADA SISWA MA TARBIYATUL ISLAMIYAH LENGKONG, BATANGAN, PATI Yulia Nur Khayati; Sundari Sundari; Maya Kurnia Dewi
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 2 No. 1 (2020): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.2 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.977 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v2i1.520

Abstract

Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh seseorang pada umur di bawah 18 tahun. Perempuan muda di Indonesia dengan usia 10-14 tahun menikah sebanyak 22.000 sudah menikah.(RISKESDAS 2010), hal ini menjadikan Indonesia menjadi Negara dengan presentase pernikahan usia dini tinggi tertinggi kedua di ASEAN. Sosialisasi program pendewasaan usia perkawinan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang upaya mencegah terjadinya pernikahan usia dini dilingkungan masyarakat, pengetahuan dapat mempengaruhi proses pembentukan perilaku pada remaja untuk mencegah terjadinya pernikahan di usia dini. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa MA Tarbiyatul Islamiyah tentang pendewasaan usia perkawinan. Pengabdian ini dilakukan melalui kegiatan penyuluhan pada 35 siswa di MA Tarbiyatul Islamiyah Kec. Batangan Kab. Pati diawali dengan Pre Test untuk mengetahui pengetahuan siswa sebelum diberikan materi tentang Pendewasaan Usia Perkawinan, kemudian dilanjutkan penyampaian materi dan diakhiri dengan Post Test. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 Januari 2020. Hasil pengabdian ini adalah setelah diberikna penyuluhan pengetahuan siswa tentang Pendewasaan Usia Perkawinan terdapat peningkatan yang cukup signifikan dari nilai rata-rata 72, 09 menjadi 83,46. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan. Pada akhir kegiatan pengabdian ini dilakukan sharing terkait dengan pengalaman siswa memasuki usia remaja. Diharapkan siswa dapat menerapkan pada diri masing-masing setelah mendapatkan informasi tentang  Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Kata Kunci           : Pernikahan dini, Pendewasaan Usia Perkawinan 
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu dalam Mengatasi Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Trimester III Vistra Veftisia; Yulia Nur Khayati; Ari Widayaningsih; Hapsari Windayanti; Titik Nor Hidayah; Meisya Tiara Herlina
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.938 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i2.1940

Abstract

Pregnancy is a transition between life before and after the birth of a child. This change is considered as a period of undergoing a process of preparation both physically and physiologically. Complaints caused by abdominal enlargement, anatomical changes and hormonal changes will cause complaints in pregnant women such as low back pain, back pain, swelling in the legs. This discomfort causes sleep disturbances and affects the fetus it contains. Efforts to overcome this include exercise and relaxation exercises that are suitable for pregnant women, namely prenatal care yoga. With this program, it is hoped that with this program there will be an increase in what pregnant women get with prenatal care yoga to deal with the discomfort they feel. The service activities will be carried out in June 2021 consisting of the first stage is a study of the knowledge of pregnant women, there is still a lack of knowledge of pregnant women about the problem of discomfort for pregnant women in the third trimester. the second is conducting counseling to pregnant women regarding discomfort in the 3rd trimester and conducting online training for pregnant women. The third stage is to provide online assistance to pregnant women in practicing prenatal yoga. Due to the COVID-19 pandemic, this activity was carried out online so as to reduce crowds. It was found that there was an increase in the knowledge of pregnant women about the discomfort of pregnant women in TM III and skills on how to overcome them.ABSTRAKKehamilan merupakan suatu transisi antara kehidupan sebelum dan sesudah kelahiran anak. Perubahan ini dipertimbangkan sebagai periode menjalani proses persiapan baik secara fisik maupun secara fisiologi. Keluhan yang diakibatkan pembesaran perut, perubahan anatomis dan perubahan hormonal akan menyebabkan munculnya keluhan-keluhan pada ibu hamil seperti nyeri pinggang, nyeri punggung, bengkak pada kaki. Ketidaknyamanan tersebut menyebabkan gangguan tidur dan berpengaruh terhadap janin yang dikandungnya. Upaya untuk mengatasi tersebut antara lain dengan olahraga dan latihan relaksasi yang sesuai untuk ibu hamil yaitu prenatal care yoga. Dengan dilakukannya diharapkan dengan adanya program ini ada peningkatan yang diperoleh ibu hamil dengan pernatal care yoga untuk menangani ketidaknyamanan yang dirasakan kegiatan pengabdian dilaksanakan juni 2021 terdiri dari Tahap pertama adalah kajian pengetahuan ibu hamil masih kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang masalah ketidaknyamanan ibu hamil trimester 3. Tahap kedua melaksanakan penyuluhan kepada ibu hamil terkait ketidaknyamanan pada trimester 3 dan melakukan pelatihan pada ibu hamil secara online. Tahap ketiga melaksanakan pendampingan secara online kepada ibu hamil dalam melakukan praktik prenatal yoga. Dikarenakan kondisi pandemi covid 19, kegiatan ini dilakukan secara online sehingga mampu mengurangi kerumunan. Didapatkan ada peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang ketidaknyamanan ibu hamil Trimester III dan ketrampilan cara mengatasinya. Sehingga pemberian informasi tentang ketidaknyamanan Trimester III perlu diberikan pada ibu hamil sehingga dapat meningkatkan pengetahuan pengetahuan ibu hamil tentang ketidaknyamanan ibu hamil Trimester III dan ketrampilan cara mengatasinya.
Yoga Ibu Hamil TM III untuk Mengurangi Nyeri Punggung dan Membantu Persalinan Aman dan Nyaman Moneca Diah Listiyaningsih; Nurul Khomariah; Azelia Dwijayanti; Yulia Nur Khayati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2299

Abstract

Prenatal yoga is a skill to cultivate the mind, in the form of a comprehensive personality development technique and readiness for pregnant women both physically, psychologically and spiritually. Pregnant women are said to be physically ready if they are not easily tired, weak, have increased flexibility and endurance and decreased back pain. Problems of third trimester pregnant women at PMB Fatma Baradja, STr.Keb Most mothers complain of lower back pain and feel anxious before delivery. Implementation at PMB Fatma Baradja, STr.Keb by providing health education about third trimester yoga for pregnant women to reduce back pain and help deliver safe and comfortable deliveries. At the time of conducting health education, demonstrations of third trimester yoga movements were also carried out for 15 pregnant women. The instrument used was a questionnaire about third trimester yoga knowledge in pregnant women. The knowledge of third trimester pregnant women about yoga before health education was carried out was still lacking, namely 10 mothers (66.67%), while 5 mothers (33.33%) had good knowledge. Knowledge after health education has increased knowledge, namely 15 mothers (100%) mothers with good knowledge about third trimester yoga as an effort to reduce back pain and mothers have understood and can practice third trimester yoga movements. Health education activities about yoga in the third trimester as an effort to reduce back pain and help safe and comfortable deliveries are a means of education and discussion that can provide many benefits for third trimester pregnant women so they can deal with back pain problems that are experienced independently. ABSTRAK Prenatal yoga merupakan keterampilan mengolah pikiran, berupa teknik pengembangan kepribadian secara menyeluruh dan kesiapan ibu hamil baik fisik, psikologis dan spiritual. Ibu hamil dikatakan siap secara fisikapabila tidak mudah lelah, lemas, fleksibilitas dan daya tahan tubuh meningkat dan penurunan nyeri punggung. Permasalahan ibu hamil Trimester III di PMB Fatma Baradja, STr.Keb sebagian besar ibu mengeluh nyeri punggung bawah dan merasa cemas saat menjelang persalinan. Pelaksanaan di PMB Fatma Baradja, STr.Keb dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang yoga ibu hamil Trimester III  untuk mengurangi nyeri punggung dan membantu persalinan aman dan nyaman. Pada saat melakukan pendidikan kesehatan juga dilakukan demonstrasi gerakan yoga trimester III pada 15 ibu hamil. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tentang pengetahuan yoga trimester III pada ibu hamil. Pengetahuan ibu hamil trimester III tentang yoga pada ibu hamil sebelum dilakukan pendidikan kesehatan masih kurang yaitu 10 ibu (66,67%), sedangkan 5 ibu (33,33%) pengetahuan baik. Pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan terjadi peningkatan pengetahuan yaitu 15 ibu (100%) ibu dengan pengetahuan baik tentang yoga trimester III sebagai upaya mengurangi nyeri punggung serta ibu telah memahami dan dapat mempraktikkan gerakan yoga trimester III. Kegiatan pendidikan kesehatan tentang yoga trimester III sebagai upaya mengurangi nyeri punggung dan membantu persalinan aman dan nyaman ini menjadi sarana edukasi dan diskusi yang dapat memberikan banyak manfaat bagi ibu hamil trimester III sehingga dapat mengatasi masalah nyeri punggung yang di alami secara mandiri
Hubungan Berat Badan Lahir dengan Pertumbuhan Bayi di TPMB Isnaningsih, S.Tr.Keb Kabupaten Semarang: The Relationship Between Birth Weight And Infant Growth At Tpmb Isnaningsih, S.Tr.Keb Semarang District In 2022 Cinta Nashita; yulia nur khayati
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i2.307

Abstract

The Infant Mortality Rate (IMR) is an indicator to determine the health status of a country throughout the world. IMR in Indonesia is still very high, according to the results of the Indonesian Demographic Health Survey (SDKI) that IMR in Indonesia in 2021 was 27,566 deaths, a decrease compared to 2020, which was 28,158 deaths. Of all infant deaths, 73.1% of them occurred in the neonatal period (20,154 deaths). The most common causes of neonatal death in 2021 are Low Birth Weight (LBW) conditions of 34.5% and asphyxia of 27.8%. Birth weight can be an indicator to see survival and growth. Birth weight is the baby's weight in the first 1 (one) hour after birth. The baby's weight is determined by the nutritional status of the fetus. The research method in this study is to use an observational analytic design, and use a cross sectional approach. The population in this study were all newborns from May-November 2022. The total sample was 60 people. The sampling technique used total sampling. The research instrument used was the newborn register book. The results of this study of the 40 respondents, there were normal birth weights with 66.7% results from univariate analysis. Based on the results of bivariate analysis with the chi square test, it was obtained a significant value with a value of p = 0.000 <a = 0.05 so that there was a relationship between birth weight and baby growth in the working area of ​​the TPMB midwife Isnaningsih Kab. Semarang. Conclusion There is a relationship between birth weight and baby growth in the work area of ​​the TPMB midwife Isnaningsih Kab. Semarang.   ABSTRAK Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator untuk mengetahui derajat kesehatan disuatu negara seluruh dunia. AKB di Indonesia masih sangat tinggi, menurut hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) bahwa AKB di Indonesia pada tahun 2021 sebanyak 27.566 kematian, menurun dibandingkan tahun 2020, yaitu sebanyak 28.158 kematian. Dari seluruh kematian bayi, 73,1% diantaranya terjadi pada masa neonatal (20.154 kematian). Penyebab kematian neonatal terbanyak pada tahun 2021 adalah kondisi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sebesar 34,5% dan asfiksia sebesar 27,8%. Berat badan lahir dapat menjadi indikator untuk melihat kelangsungan hidup dan pertumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara berat badan lahir dengan pertumbuhan bayi.. Metode penelitian dalam penelitian ini yaitu menggunakan rancangan yang bersifat analitik observasional, dan menggunakan desain  cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir dari bulan Mei-November tahun 2022. Jumlah sampel 60 bayi teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument peneliti yang digunakan yaitu master tabel dengan sumber data dari buku register bayi baru lahir. Hasil Univariate diketahui bahwa 40 responden berat badan lahir normal dengan hasil 66,7% dan didapatkan pertumbuhan bayi 60% Normal dan Gemuk. Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan uji chi square didapatkan nilai signifikan dengan nilai p=0,000 <a=0,05 sehingga terdapat hubungan antara berat badan lahir dengan pertumbuhan bayi di wilayah kerja TPMB bidan Isnaningsih Kab. Semarang. Simpulan Ada  hubungan antara  berat badan lahir dengan pertumbuhan bayi di wilayah kerja TPMB bidan Isnaningsih Kab. Semarang.
Co-Authors Adi Prayitno Adkha Putri Puspita Dewi Afriyani, Luvi Dian Agustina Sri Wahyuni Alfina Ifada Alif’fah Setiyana Putri Ameliana Friskia Rahmadini Ananda, Ayu Andaeni, Wahyu Retno Anggela, Ria Anggi Anggraini Khoirum Ningdiah Anik Sulistiyanti Aninda Nur Sinto Putri Anissa Regita Anita Dyah Listyarini Aprilia, Nia Ari Widayaningsih Ari Widyaningsih Arsy, Gardha Rias Asfarina Puspanagara Ashaima Paramita Devi Ayu Ananda Azelia Dwijayanti bellatika, sitasalsha Cahyaningrum Christania R.L Hawa Christlin Dika Kappu Cinta Nashita Dewi Sagitaria, Bian Dewita Dian Ayu Tias P Dina Hastiana Dina Nur Anggraini Ningrum Dwiyanti, Feni Een Nurhidayati Ekawati, Rahmi Ekayanti, Mila Elvi Elsa Umi Anisa Erna Widyastuti, Erna Evi Widowati Evy Yuliastuti Fani Rahmawati Fany Dwi Yulianti Feni Noviyani Feronika Askini Mirino Fitrianingsih, Sri Hajaratul Inayah Hapsari Windayanti Hasty Martha Wijaya Hawa, Christania R.L Heni Setyowati Heni Setyowati Heny Romdiyani Hidayanti, Nur Ilham Setyo Budi Imelda Jumita Seingo Inayah, Hajaratul Indriani Kasih Sabwan Intan Agustina Sukmajaya Ira Septiya Sari Isfaizah Istiqomah Izzah, Lu’luul Fitrotul Kasari, Miki Lalita Mafudiah Lidia Arjulia Sari Linda Listyaningsih, Moneca Diah Lu’luul Fitrotul Izzah Maria Pankrasia Maya Kurnia Dewi Maya Kurnia Dewi Maya Kurnia Dewi, Maya Kurnia Mega Riani Mangiwa Meisya Tiara Herlina Melna Mila Elvi Ekayanti Moneca Diah Listiyani Moneca Diah Listiyaningsih Mubaroq, Muhammad Husni Mulyani Mulyani Mulyani Mulyani Nia Aprilia Ninda Azifati Nurfitri Ninik Christiani Nova Harianti Nur Endang Sulastri Nur Hidayanti Nur Laila Nurul Khomariah Oktia Woro Kasmini Handayani Poncorini, Eti PRATIWI, WILDA Priskila, Antika Puji Catur Putri Ayuni Sari Putri Cahya Putri, Alif’fah Setiyana putri, yulinda yasa Qoni’atun Nurnaini Radja, Marselina Rafika Brian Maghfiroh Rahmadini, Ameliana Friskia Rina Pratiwi Rinawati Rinawati Rinawati Rinawati Rini Susanti Rini Susanti Riska Susanti Rizka Andinda Rizki, Milya Ruliana Isna Rosida Sabwan, Indriani Kasih Sari, Lidia Arjulia Sari, Murniati Sari, Putri Ayuni Setyoningsih, Heni Siti Adhoat Aristiani Siti Musarofah Sofiyanti, Ida Sri Murtiningsih, Sri Stefanie, Agnes Subiyatun Suciati Sundari Sundari Sundari Sundari Sundari Sundari Susanti, Vila Tandiyo Rahayu Titik Nor Hidayah Trianingsih Veftisia, Vistra Vera Yunita Wahyu Kristiningrum Wahyu Retno Andaeni Widyaningsih, Ari Wulan Murti Yenny Rahmawati Yuni Fitria Zahrotussalamah