Claim Missing Document
Check
Articles

Pijat Oksitosin sebagai Upaya Meningkatkan Produksi ASI di RS Ken Saras Dwiyanti, Feni; Mila Elvi Ekayanti; Putri Cahya; Ida Sofiyanti; Yulia Nur Khayati; Rini Susanti; Siti Musarofah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Exclusive breastfeeding for the first 6 months of a baby's life is crucial, yet many mothers still experience challenges with inadequate milk production. Oxytocin massage is one solution to increase breast milk production by stimulating the oxytocin hormone. This community service aims to improve postpartum mothers' knowledge and understanding of oxytocin massage as an effort to increase breast milk production.The method used was observation with 20 postpartum mother respondents at Ken Saras Hospital. The activity was conducted in three stages: 1) Assessment of mothers' initial knowledge about oxytocin massage, 2) Socialization and practice of oxytocin massage, 3) Evaluation of mothers' knowledge after the education.Pre-test results showed that mothers' initial knowledge was still lacking, especially regarding the definition, benefits, and techniques of oxytocin massage. Mothers' education and occupation factors influenced their knowledge level. After the education, there was a significant increase in knowledge. The average pre-test score of 50.83 increased to 81.66 in the post-test. Mothers gained a better understanding of oxytocin massage as an effort to increase breast milk production.In conclusion, education and practice of oxytocin massage effectively improved postpartum mothers' knowledge about the benefits and techniques of oxytocin massage for smooth breast milk production. The increase in knowledge is expected to encourage mothers to apply oxytocin massage independently. Recommendations include: 1) Conducting health promotion with village midwives and local health centers, 2) Providing education and training on oxytocin massage to posyandu cadres, 3) Conducting ongoing mentoring for postpartum mothers. With these efforts, it is hoped that exclusive breastfeeding coverage can be increased through optimization of mothers' breast milk production using the oxytocin massage method..   Abstrak Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi sangat penting, namun masih banyak ibu yang mengalami kendala produksi ASI yang tidak lancar. Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan produksi ASI dengan merangsang hormon oksitosin. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu nifas tentang pijat oksitosin sebagai upaya meningkatkan produksi ASI.Metode yang digunakan adalah observasi dengan 20 responden ibu nifas di RS Ken Saras. Kegiatan dilakukan dalam tiga tahap: 1) Kajian pengetahuan awal ibu tentang pijat oksitosin, 2) Sosialisasi dan praktik pijat oksitosin, 3) Evaluasi pengetahuan ibu setelah penyuluhan. Hasil pre-test menunjukkan pengetahuan awal ibu masih kurang, terutama terkait pengertian, manfaat, dan teknik pijat oksitosin. Faktor pendidikan dan pekerjaan ibu berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan. Setelah diberikan penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan. Nilai rata-rata pre-test 50,83 meningkat menjadi 81,66 pada post-test. Ibu menjadi lebih memahami tentang pijat oksitosin sebagai upaya meningkatkan produksi ASI.Kesimpulannya, penyuluhan dan praktik pijat oksitosin efektif meningkatkan pengetahuan ibu nifas tentang manfaat dan teknik pijat oksitosin untuk kelancaran produksi ASI. Peningkatan pengetahuan diharapkan dapat mendorong ibu untuk menerapkan pijat oksitosin secara mandiri. Saran yang diberikan antara lain: 1) Melakukan promosi kesehatan bersama bidan desa dan puskesmas setempat, 2) Memberikan penyuluhan dan pelatihan pijat oksitosin kepada kader posyandu, 3) Melakukan pendampingan berkelanjutan pada ibu nifas. Dengan upaya tersebut, diharapkan cakupan ASI eksklusif dapat meningkat melalui optimalisasi produksi ASI ibu dengan metode pijat oksitosin.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny V.U.A Umur 23 Tahun di Kelurahan Rinbesi Radja, Marselina; Yulia Nur Khayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are indicators to see the success of health efforts in Indonesia. In general, there was a decrease in maternal mortality during the 1991-2015 period from 390 to 305 per 100,000 live births and based on demographic data there was a decrease in IMR during the 1991-2017 period from 68 to 24 per 1000 live births (National Health Profile, 2018). Maternal Mortality Rate (MMR) is one indicator to see the success of maternal health efforts. AKI is the ratio of maternal deaths during pregnancy, childbirth and postpartum. One of the Sustainable Development Goal (SDG's) programs in 2030 is an effort to reduce MMR so that MMR reaches 95% or 70 maternal deaths per 100,000 live births (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2019).Research Objectives Providing Midwifery Care to NyV.U.A  comprehensive care for pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and neonates according to Varney's 7 steps of management and documentation using the SOAP method Methods In this care, the author uses data collection methods, namely through interviews, observation, physical examination, supporting examination, documentation study and bibliography study. This research starts from 09 October 2023 to 7 April 2024. In pregnancy care, complementary techniques were carried out according to the mother's needs, namely acupressure to treat nausea and vomiting. There was no coincidence between theory and practice, so that Mrs. V.U.A can carry out normal deliveries. Care during labor was found to be deliberate in the second stage, there are no gaps in care during childbirth . Midwifery care for mothers giving birth to Mrs. V.U.A Care for male newborns, no defects or danger signs were found. Then during postpartum monitoring the newborn baby walked normally. There is no deliberate care in the postpartum period. Conclusion From the management, comprehensive care has been provided for clients from pregnancy, childbirth and postpartum which are physiological without complications. The suggestion is that comprehensive care needs to be carried out so that the health of the mother and baby is monitored.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan di Indonesia. Secara umum terjadi penurunan kematian ibu selama periode 1991-2015 dari 390 menjadi 305 per 100.000 kelahiran hidup dan berdasarkan data demografi terjadi penurunan pada AKB selama periode 1991-2017 dari 68 menjadi 24 per 1000 kelahiran hidup (Profil Kesehatan Nasional, 2018). Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu. AKI adalah rasio kematian ibu selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas. Salah satu program Sustainable Development Goal (SDG’s) pada tahun 2030 yaitu upaya penurunan AKI agar AKI mencapai 95% atau 70 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup (Kemenkes RI, 2019) Tujuan penelitian Memberikan Asuhan Kebidanan Pada NyV.U.A secara  komprehensif dari asuhan kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus sesuai Menejemen Varney 7  langkah dan pendokumentasian dengan metode SOAP. Metode Dalam asuhan ini, penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dimulai sejak tanggal 09 Oktober 2023 sampai dengan 13 Mei 2024. Hasil Pada asuhan kehamilan dilakuka teknik komplementer sesuai kebutuhan ibu yaitu akupresure untuk menangani mual muntah tidak ditemukan kesengajaan antara teori dan praktik, sehingga Ny. V.U.A dapat menjalankan persalinan dengan normal. Asuhan pada persalinan tidak terdapat kesenjangan. Asuhan kebidanan pada ibu bersalin kepada Ny. V.U.A Asuhan pada bayi baru lahir berjenis kelamin laki-laki, tidak ditemukan adanya cacat serta tanda bahaya. Kemudian pada pemantauan nifas serta bayi baru lahir berjalan dengan normal. Asuhan masa nifas tidak terdapat kesengajaa Kesimpulan Dari penatalaksanaan telah dilakukan asuhan komprehensif pada klien dari kehamilan, persalinan, dan nifas yang fisiologis tanpa penyulit.Sarannya yaitu Asuhan komprehensif perlu dilakukan agar kesehatan ibu dan bayi terpantau.
Penerapan Akupresure untuk Mengurangi Nyeri Haid pada Remaja Putri Priskila, Antika; Rizki, Milya; Khayati, Yulia Nur; Veftisia, Vistra
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is a painful condition that occurs during menstruation and can significantly disrupt daily activities. This menstrual pain is a common complaint among many women and is considered a symptom rather than a disease. The primary cause of dysmenorrhea is the increase in prostaglandin F2 alpha levels in the body. When progesterone hormone levels decrease, prostaglandin levels rise, leading to increased uterine muscle tone and excessive uterine contractions. One midwifery care intervention to reduce menstrual pain or dysmenorrhea is acupressure, which involves massaging or applying pressure to specific meridian points on the body. Dysmenorrhea remains a prevalent issue among adolescent girls in Kenteng Village, yet there has been no intervention to address this problem. Menstrual pain or dysmenorrhea can affect the daily activities of adolescent girls, causing difficulty in concentration, emotional conflicts, tension, anxiety, disruption of the learning process, discomfort, and decreased participation in learning activities. Based on these issues, a community service activity was deemed necessary. The program began with an opening session and a pre-test, followed by the delivery of material on acupressure to reduce menstrual pain and a practical session on acupressure techniques. The activity concluded with a closing session and a post-test, attended by 17 adolescent girls. The results showed an increase in the knowledge of adolescent girls about acupressure to reduce menstrual pai.   Abstrak Dismenore adalah rasa nyeri yang terjadi saat menstruasi dan bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Nyeri haid ini merupakan keluhan umum yang dialami oleh banyak perempuan dan merupakan gejala, bukan penyakit. Penyebab utama dismenore adalah peningkatan prostaglandin F2 alfa dalam tubuh. Ketika kadar hormon progesteron menurun, prostaglandin akan meningkat, yang kemudian menyebabkan peningkatan tonus atau kekakuan otot rahim dan kontraksi rahim yang berlebihan. Salah satu asuhan kebidanan yang dapat diberikan untuk mengurangi nyeri haid atau dismenore adalah akupresure. Akupresure adalah pemijatan atau penekanan pada  titik-titik  meridian tubuh. Permasalahan nyeri haid atau dismenore ini masih banyak terjadi pada remaja putri di dusun kenteng namun belum ada penanganan untuk mengatasinya.  Padahal, nyeri haid atau dismenore dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari remaja putri diantaranya sulit berkonsentrasi, konflik emosional, ketegangan, kecemasan, dan mengganggu proses belajar, merasa kurang nyaman, penurunan keaktifan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan  masalah yang muncul, maka diperlukanlah kegiatan pengabdian masyarakat untuk mengatasi hal tersebut. Kegiatan diawali dengan pembukaaan dan pree test , kedua penyampaian materi tentang Akupresure untuk mengurangi nyeri haid pada remaja putri sekaligus praktik melakukan akupresure untuk mengurangi nyeri haid, ketiga penutup dan post tes yang di hadiri oleh 17 remaja putri. Dari kegiatan tersebut didapatkan ada peningkatan pengetahuan remaja putri tentang akupresure untuk mengurangi nyeri haid pada remaja putri.
Peningkatan Kesehatan Keluarga dengan Asuhan Kebidanan Komunitas Anggi; Imelda Jumita Seingo; Istiqomah; Yuni Fitria; Yulia Nur Khayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community midwives are midwives who work A community is a collection of people in large numbers who form a social group who work together to achieve common interests or goals, occupying a certain area for quite a long time and therefore producing a culture (customs, norms and values) that is common basis, thereby forming a social system that can fulfill its own needs, both the need for self-organization, self-reproduction and self-creation. Community midwifery practice at Ngudi Waluyo University was carried out on May 21 2024. At the end of the community service activities, students were able to carry out community midwifery services which included assessment, problem analysis, problem formulation, determining problem priorities, planning, implementing, and evaluating problems that arise in particular. in pregnant women, postpartum mothers and toddlers. The method used in community midwifery services is the problem solving circle ultrasound approach. Study, determine the problem, evaluate determine the solution determine implementation, the results of the activities that have been carried out are several problems that occur in 4 villages, namely the lack of knowledge of mothers who have toddlers about malnutrition, nutritional needs and food processing in children, lack of knowledge pregnant women about the importance of taking fe tablets regularly, consuming foods that contain iron, and the lack of knowledge of pregnant women about the dangers of pregnancy at <20 years of age, lack of knowledge of mothers about the types and importance of using contraceptives.   Abstrak Komunitas adalah suatu kumpulan orang-orang dalam jumlah yang banyak dan membentuk kelompok sosial yang bekerja sama untuk mencapai kepentingan atau tujuan bersama, menempati suatu wilayah tertentu dalam waktu yang cukup lama dan karenanya menghasilkan suatu kebudayaan  (adat istiadat, norma dan nilai) yang di jadikan dasar bersama, sehingga membentuk suatu sistem sosial yang dapat memenuhui kebutuhannya sendiri, baik kebutuhan untuk mengatur diri sendiri, reproduksi sendiri maupun penciptaan sendiri. Praktik komunitas kebidanan Universitas Ngudi Waluyo dilakukan pada tanggal 21 Mei 2024. Pada akhir kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa mampu melaksanakan pelayanan kebidanan komunitas yang meliputi pengkajian, Analisa masalah, perumusan masalah, menentukan prioritas masalah, melakukan perencanaan, melakukan pelaksanaan, dan mengevaluasi masalah yang muncul khususnya pada ibu hamil, ibu nifas dan balita. Metode yang digunakan dalam pelayanan kebidanan komunitas yakni dengan pendekatan problem solving circle USG. Pengkajian, menentukan  masalah, mengevaluasi menentukan penyelesaian menentukan implementasi, hasil dari kegiatan yang sudah dilakukan di dapatkan beberapa masalah yang terjadi di 4 Desa terdapat beberapa masalah yaitu kurangnya pengetahuan ibu yang memiliki balita tentang gizi buruk, kebutuhan nutrisi dan pengolahan makanan pada anak, kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya minum tablet fe secara teratur, mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, dan kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang bahaya kehamilan di usia <20 tahun, kurangnya pengetahuan ibu tentang jenis-jenis dan pentingnya penggunaan alat kontrasepsi.
Riwayat Preeklampsia, Usia dan Paritas Ibu Meningkatkan Resiko Preeklampsia, Studi Case Control di RSUD Gondosuwarno Ungaran: History of Preeclampsia, Age and Parity of The Mother Increase The Risk of Preeclampsia, Case Control Study at Gondosuwarno Ungaran Regional Hospital Anissa Regita; Yulia Nur Khayati
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 6 No. 2 (2024): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v6i2.483

Abstract

Preeclampsia is a symptom that occurs in women who are pregnant, giving birth and postpartum, characterized by hypertension, edema, and protein in the urine (proteinuria). Risk factors for preeclampsia include pregnancy, maternal and paternal factors. Several maternal factors that cause preeclampsia in mothers are maternal age, maternal parity and history of preeclampsia in previous pregnancies. The number of cases of preeclampsia in mothers treated at Dr. Gondo Suwarno Hospital in 2023 was 82 cases. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of preeclampsia in mothers at Dr. Gondo Suwarno Hospital Ungaran. The design of this study used case control. The population of this study were mothers giving birth at Dr. Gondo Suwarno Hospital Ungaran in January - December 2023 totaling 954 people. The sample used with a case and control ratio of 1:2 was 246 respondents, namely 82 cases and 164 controls. The sampling technique in the case used total sampling and control samples with simple random sampling. The data instrument used a master table. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis with the chi-square test. Univariate analysis of the category of respondents of non-risk age totaled 195 people (79.3%) and the age at risk totaled 51 people (20.7%), the category of primipara and multipara parity totaled 224 people (91.1%) and the parity of nullipara and grandemultipara totaled 22 people (8.9%), mothers giving birth with the category of no history of preeclampsia in previous pregnancies totaled 205 people (83.3%) and there was a history of preeclampsia in previous pregnancies totaled 41 people (16.7%). The results of the bivariate analysis between age and the incidence of preeclampsia obtained a p-value of 0.000 and OR 5.463, the results of the analysis between parity and the incidence of preeclampsia obtained a p-value of 0.000 and OR 2,856, the results of the analysis between the history of preeclampsia in previous pregnancies with the incidence of preeclampsia obtained a p-value of 0.000 and OR 5.260. There is a significant relationship between maternal age, maternal parity and history of preeclampsia in previous pregnancies with the incidence of preeclampsia. ABSTRAK   Preeklamsia merupakan gejala yang timbul pada wanita yang sedang hamil, bersalin dan masa nifas dengan ditandai adanya hipertensi, edema, dan adanya protein dalam urin (proteinuria). Faktor resiko penyebab preeklamsia meliputi faktor kehamilan, maternal dan paternal.  Beberapa faktor maternal yang menyebabkan preeklamsia pada ibu bersalin yaitu usia ibu, paritas ibu dan riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya. Jumlah kasus preeklamsia pada ibu bersalin yang ditangani RSUD dr. Gondo Suwarno tahun 2023 berjumlah 82 kasus. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklamsia pada ibu bersalin di RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran. Desain penelitian ini menggunakan case control. Populasi penelitian ini ibu bersalin di RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran pada bulan Januari - Desember 2023 berjumlah 954 orang. Sampel yang digunakan dengan perbandingan kasus dan control 1:2 sebanyak 246 responden yaitu 82 kasus dan 164 kontrol. Teknik sampling pada kasus menggunakan total sampling dan sampel kontrol dengan simple random sampling. Instrumen data menggunakan master tabel. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Analisis univariat kategori responden usia tidak beresiko berjumlah 195 orang (79,3%) dan usia beresiko berjumlah 51 orang (20,7%), kategori paritas primipara dan multipara berjumlah 224 orang (91,1%) dan paritas nullipara dan grandemultipara berjumlah 22 orang (8,9%), ibu bersalin dengan kategori tidak ada riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya berjumlah 205 orang (83,3%) dan ada riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya berjumlah 41 orang (16,7%). Hasil analisis bivariat antara usia dengan kejadian preeklamsia didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 dan OR 5,463, hasil analisis antara paritas dengan kejadian preeklamsia didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 dan OR 2,856, hasil analisis antara riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya dengan kejadian preeklamsia didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 dan OR 5,260. Terdapat hubungan signifikan antara usia ibu, paritas ibu dan riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya dengan kejadian preeklamsia.
Edukasi Gosok Gigi yang Baik dan Benar Untuk Anak Balita Khayati, Yulia Nur; Windayanti, Hapsari; Dewi, Maya Kurnia; Andaeni, Wahyu Retno; Putri, Alif’fah Setiyana; Rahmadini, Ameliana Friskia; Ananda, Ayu; Hawa, Christania R.L
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 2 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Community Empowerment November Vol.2 No.2
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.023 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v2i2.756

Abstract

Because of its importance, teaching children to brush their teeth properly is necessary to do since their childhood. Wrong behavior in brushing teeth can affect teeth and mouth’s health such as causing dental caries (Wiradona, 2013). Recently, many schools in Indonesia have already given the education about how to brush teeth properly through the program of School Health Dental Unit (UKGS) since 1951 (Kemenkes, 2012). One of the reasons to do this community empowerment was because there were children who were still reluctant to brush their teeth. It happened because their parents had lack knowledge about how to teach their children to brush teeth properly. To overcome this, the education about how to brush teeth properly was given by using leaflet and video given to the parents so that they could teach their children to do this, therefore the prevalence of dental caries in children could be reduced. After getting the education about how to brush teeth properly, it showed a significant increase of the knowledge indicating by the initial average value of 50 increasing to 95.AbtrakPentingnya perilaku menyikat gigi dengan benar haruslah diajarkan sejak dini, karena perilaku menyikat gigi yang salah akan berdampak terhadap kesehatan gigi dan mulut seseorang, salah satu dampak yang ditimbulkan adalah karies gigi (Wiradona, 2013). Saat ini sekolah-sekolah di Indonesia sudah memberikan pendidikan mengenai cara menyikat gigi melalui program UKGS yang sudah berjalan sejak tahun 1951 (Kemenkes, 2012). Salah satu alasan dilakukan pengabdian masyarakat ini karena masih ditemukan anak yang malas untuk menggosok gigi. Hal ini disebabkan karena orang tua belum tau caranya mengajarkan menggosok gigi pada anak. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan pemberian edukasi cara menggosok gigi yang benar dengan media leaflet dan video yang diberikan kepada orang tua agar dapat mengajarkan anaknya cara menggosok gigi yang benar sehingga prevalensi karies pada anak akan terus menurun. Setelah diberikan penyuluhan tentang menggosok gigi yang benar terdapat peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan yaitu dari nilai rata-rata 50 meningkat menjadi 95 setelah diberikan penyuluhan.
Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Penanganan Disminore Primer Khayati, Yulia Nur; Veftisia, Vistra; Widyaningsih, Ari; Windayanti, Hapsari; Dewi, Maya Kurnia; Hidayanti, Nur; Sari, Putri Ayuni; Rinawati, Rinawati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.3 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.319 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i1.964

Abstract

Menstruation happens when body discharges blood from the uterus periodically accompanied by desquamation of endometrium (Prawirohardjo, 2009). In general, this phase will occur normally, but in some individuals, it becomes a painful condition and interferes their activities called as dysmenorrhea. According to the World Health Organization (WHO), the average incidence of dysmenorrhea in the world is 16.8 - 81%. In Indonesia, the prevalence of dysmenorrhea in 2008 reached 64.25% consisting of 54.89% primary dysmenorrhea and 9.36% secondary dysmenorrhea. The incidence of dysmenorrhea is felt to be disturbing experienced by 50% of those at reproductive age, and 60-85% in teenagers (Keisya, 2009).Until now, the problem that often arises is the lack of knowledge of female teenagers in dealing with primary dysmenorrhea. In connection with the problem, an online education about it as an activity of community empowerment was conducted attended by 33 female teenagers. This activity was carried out in 3 stages; first by choosing the teenagers according to the target decided before, second by conducting a pre-test about dysmenorrhea followed by giving the digital information about dysmenorrhea and doing a post-test about dysmenorrhea, and third by evaluating the knowledge of the female teenagers about dysmenorrhea continued by giving the result of the evaluation to the party cooperated with this activity. The results of this activity is shown by the increase of knowledge of the female teenagers after getting the education about how to handle primary dysmenorrhea. AbstrakMenstruasi atau haid adalah pengeluaran darah secara periodik dan siklik dari uterus, disertai dengan pelepasan (deskuamasi) endometrium (Prawirohardjo, 2009). Secara umum fase ini akan berlangsung dengan normal, namun pada beberapa individu menjadi suatu keadaan yang sangat berat dan mengganggu aktivitas (dismenore). Menurut World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa rata-rata insidensi dismenore didunia sebesar 16,8 – 81%. Di Indonesia Prevalensi dismenore tahun 2008 mencapai 64.25 % yang terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36% disminore sekunder. Kejadian dismenore dirasakan mengganggu yaitu sebanyak 50% pada usia reproduksi, dan 60-85% pada remaja (Keisya, 2009).Sampai saat ini permasalahan yang sering muncul adalah kurangnya pengetahuan remaja putri dalam menangani dismenorea primer. Berkaitan dengan permasalahan mitra tersebut maka kami melakukan pengabdian kepada masyarakat tentang optimalisasi pemahaman dalam menangani dismenorea primer dengan cara daring melalui WA Group yang diikuti oleh 33 remaja putri.Pengabdian ini dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama adalah pemilihan sasaran remaja putri, Tahap Kedua adalah melakukan pre test tentang dismenorea, pemberian informasi digital tentang dismenorea,dan melakukan post test tentang dismenorea Tahap Ketiga adalah evaluasi pengetahuan remaja tentang dismeorea dan memberikan hasil pelaksanaan kepada mitra pengabdian. Hasil dari pengabdian digambarkan dengan peningkatan pengetahuan remaja setelah dilakukan penyuluhan tentang penanganan disminore primer.
Yoga untuk Mengurangi Nyeri Haid Primer pada Remaja Putri Windayanti, Hapsari; Khayati, Yulia Nur; Veftisia, Vistra; Widyaningsih, Ari; Dewi, Maya Kurnia; Izzah, Lu’luul Fitrotul; Mulyani, Mulyani; Aprilia, Nia; Sabwan, Indriani Kasih; Sari, Lidia Arjulia
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment November
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.44 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i2.1186

Abstract

The results of the study show that educational technology has a very important role in the 4.0 education era, as seen from the use of educational technology products such as E-learning, applications, self study platforms that are in line with the demands of education 4.0. especially during the covid-19 pandemic which requires everyone to be able to master technology to make it easier to get information. The information here is related to how to handle dysmenorrhea or primary menstrual pain which is usually experienced by women of childbearing age. Although most period pain can go away on its own, but if it lasts all day, it will interfere with activities. Primary dysmenorrhea is menstrual pain that is not based on pathological conditions, while secondary dysmenorrhea is menstrual pain based on pathological conditions such as the discovery of endometriosis or ovarian cysts. Through regular yoga practice, it will provide great benefits such as reducing pain during menstruation. Community service consists of several stages, namely the first stage of determining the sample consisting of 10 teenagers with the age of 12-19 years. The second stage determines the measuring instrument used is a questionnaire on the level of respondents' knowledge about the symptoms of menstrual pain and skills to reduce menstrual pain during menstruation. The third stage is lectures and discussions as well as online practice through Whatsapp Groups. The fourth stage is applying yoga by providing online assistance and evaluating how each teenager who is a sample sends a video of the application of yoga.ABSTRAKHasil studi menunjukan bahwa teknologi pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam era pendidikan 4.0, terlihat dari pemanfaaatan produk teknologi pendidikan seperti e-learning, aplikai, platform self study yang selaras dengan tuntutan pendidikan 4.0. terlebih pada masa pandemi covid-19 yang menuntut setiap orang untuk bisa menguasai teknologi agar lebih mudah mendapatkan informasi. Informasi disini terkait tentang cara penanganan disminore atau nyeri haid primer yang biasanya dialami wanita usia subur. Meskipun kebanyakan nyeri haid dapat hilang dengan sendirinya, tetapi jika berlangsung sepanjang hari, akan mengganggu aktivitas. Dismenore primer merupakan nyeri haid yang tidak didasari kondisi patologis, sedangkan dismenore sekunder merupakan nyeri haid yang didasari dengan kondisi patologis seperti ditemukannya endometriosis atau kista ovarium. Melalui latihan yoga secara teratur, akan memberikan manfaat yang besar seperti dapat mengurangi nyeri saat haid. Pengabdian masyarakat terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap pertama menentukan sampel terdiri dari 10 remaja dengan usia 12–19 Tahun. Tahap kedua menentukan alat ukur yang digunakan adalah kuesioner tingkat pengetahuan responden tentang gejala nyeri haid dan ketrampilan untuk mengurangi nyeri haid pada saat menstruasi. Tahap ketiga dilakukan ceramah dan diskusi maupun praktik secara online melalui WhatsappGrup. Tahap keempat mengaplikasikan yoga dengan melakukan pendampingan secara daring/online serta mengevaluasi dengan cara setiap remaja yang menjadi sampel mengirimkan video penerapan yoga.
Pemberian Terapi Akupresure terhadap Penurunan Nyeri Disminore pada Remaja Widyaningsih, Ari; Khayati, Yulia Nur; Windayanti, Hapsari; Veftisia, Vistra; Isfaizah, Isfaizah; Listyaningsih, Moneca Diah
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.186 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1653

Abstract

This complementary community service activity is carried out online/online media to increase the knowledge and understanding of teenagers about menstrual pain and provide tutorials to relieve menstrual pain. The implementation time of the activities is in the 1st and 2nd weeks. After the counseling, this complementary community service activity is expected to increase the knowledge and skills of adolescents in practicing acupressure to relieve menstrual pain.  The method used is online/online media and then conduct counseling about Acupressure to relieve Menstrual Pain using leaflets and videos.  During adolescence there are changes that occur such as hormonal, physical, psychological and social changes, where this condition is called puberty. One of the signs of puberty in adolescent girls is the occurrence of menstruation (Batubara, 2012). During menstruation, the problem experienced by most women is severe discomfort or pain. This is commonly known as menstrual pain (dysmenorrhea).ABSTRAKKegiatan pengabdian komplementer pada masyarakat ini dilakukan secara daring/media online untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para remaja tentang Nyeri Haid serta memberikan tutorial meringankan nyeri haid. Waktu pelaksanan kegiatan pada minggu ke 1 dan 2. Setelah adanya penyuluhan kegiatan pengabdian masyarakat komplementer ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam mempraktikan akupresure untuk meringankan Nyeri haid. Metode yang dilakukan adalah dengan cara daring/ media online kemudian melakukan penyuluhan tentang Akupresur untuk meringankan Nyeri Haid menggunakan leaflet dan video. Pada masa remaja terdapat perubahan-perubahan yang terjadi seperti perubahan hormonal, fisik, psikologis maupun sosial, dimana kondisi tersebut dinamakan dengan masa pubertas. Salah satu tanda pubertas pada remaja putri yaitu terjadinya menstruasi (Batubara, 2012). Pada saat menstruasi, masalah yang dialami oleh hampir sebagian besar wanita adalah rasa tidak nyaman atau rasa nyeri yang hebat. Hal ini biasa disebut dengan nyeri haid (dismenore).
Skrinning Status Gizi Remaja dan Upaya Pencegahan Anemia di SMK Perintis 29 Widyaningsih, Ari; Isfaizah; Moneca Diah Listiyaningsih; Yulia Nur Khayati; Wahyu Kristiningrum
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2564

Abstract

Iron deficiency anemia is estimated to be the single largest cause of morbidity and mortality in adolescents. Anemia that occurs can cause decreased reproductive health, motoric and mental development, hampered intelligence, decreased learning achievement, decreased fitness levels and not achieving maximum height. The results of interviews with the school principal and guidance and counseling teachers at SMK Perintis 29 showed that the problem currently faced by partners is that cases of anemia in adolescent girls have not been identified because Hb screening examinations have never been carried out which are known to be effective in identifying the incidence of anemia in adolescent girls. The solution to the problem is Hemoglobin screening to increase adolescent awareness about the importance of anemia and the factors that influence it. The anemia screening activity began with registration of 30 young female screen participants, followed by TB and BB checks, Hb and blood pressure checks. The results of the activity showed that all teenage girls in grades X and The next community service activity focuses on empowering students with adolescent anemia to increase adolescent diet knowledge and skills.   ABSTRAK                 Anemia defisiensi besi diperkirakan menjadi satu-satunya penyebab terbesar kesakitan dan kematian pada remaja. Anemia yang terjadi dapat menyebabkan menurunnya kesehatan reproduksi, perkembangan motorik, mental, kecerdasan terhambat, menurunnya prestasi belajar, tingkat kebugaran menurun dan tidak tercapainya tinggi badan maksimal. Hasil wawancara dengan kepala sekolah dan guru BK di SMK Perintis 29 didapatkan data bahwa masalah yang dihadapi mitra saat ini adalah belum teridentifikasinya kasus anemia pada remaja putri karena belum pernah dilakukan pemeriksaan skrinning Hb yang diketahui efektif mengidentifikasi kejadian anemia remaja putri. Solusi permasalahan yang dilakukan adalah skrinning Hemoglobin untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang pentingnya anemia serta faktor yang mempengaruhinya. Kegiatan skrinning anemia dimulai dengan registrasi peserta skrinnin sebanyak 30 remaja putri, dilanjutkan dengan pemeriksaan TB dan BB, Pemeriksaan Hb dan tekanan darah. Hasil kegiatan didapatkan bahwa semua remaja putri kelas X dan XI (100 %) di SMK Perintis 29 mengikuti kegiatan screening, 8 diantaranya mengalami anemia dan sebanyak 10 remaja berstatus gizi kurus. Kegiatan pengabdian masyarakat selanjutnya berfokus pada pemberdayaan siswa dengan anemia remaja untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan diet remaja.
Co-Authors Adi Prayitno Adkha Putri Puspita Dewi Afriyani, Luvi Dian Agustina Sri Wahyuni Alfina Ifada Alif’fah Setiyana Putri Ameliana Friskia Rahmadini Ananda, Ayu Andaeni, Wahyu Retno Anggela, Ria Anggi Anggraini Khoirum Ningdiah Anik Sulistiyanti Aninda Nur Sinto Putri Anissa Regita Anita Dyah Listyarini Aprilia, Nia Ari Widayaningsih Ari Widyaningsih Arsy, Gardha Rias Asfarina Puspanagara Ashaima Paramita Devi Ayu Ananda Azelia Dwijayanti bellatika, sitasalsha Cahyaningrum Christania R.L Hawa Christlin Dika Kappu Cinta Nashita Dewi Sagitaria, Bian Dewita Dian Ayu Tias P Dina Hastiana Dina Nur Anggraini Ningrum Dwiyanti, Feni Een Nurhidayati Ekawati, Rahmi Ekayanti, Mila Elvi Elsa Umi Anisa Erna Widyastuti, Erna Evi Widowati Evy Yuliastuti Fani Rahmawati Fany Dwi Yulianti Feni Noviyani Feronika Askini Mirino Fitrianingsih, Sri Hajaratul Inayah Hapsari Windayanti Hasty Martha Wijaya Hawa, Christania R.L Heni Setyowati Heni Setyowati Heny Romdiyani Hidayanti, Nur Ilham Setyo Budi Imelda Jumita Seingo Inayah, Hajaratul Indriani Kasih Sabwan Intan Agustina Sukmajaya Ira Septiya Sari Isfaizah Istiqomah Izzah, Lu’luul Fitrotul Kasari, Miki Lalita Mafudiah Lidia Arjulia Sari Linda Listyaningsih, Moneca Diah Lu’luul Fitrotul Izzah Maria Pankrasia Maya Kurnia Dewi Maya Kurnia Dewi Maya Kurnia Dewi, Maya Kurnia Mega Riani Mangiwa Meisya Tiara Herlina Melna Mila Elvi Ekayanti Moneca Diah Listiyani Moneca Diah Listiyaningsih Mubaroq, Muhammad Husni Mulyani Mulyani Mulyani Mulyani Nia Aprilia Ninda Azifati Nurfitri Ninik Christiani Nova Harianti Nur Endang Sulastri Nur Hidayanti Nur Laila Nurul Khomariah Oktia Woro Kasmini Handayani Poncorini, Eti PRATIWI, WILDA Priskila, Antika Puji Catur Putri Ayuni Sari Putri Cahya Putri, Alif’fah Setiyana putri, yulinda yasa Qoni’atun Nurnaini Radja, Marselina Rafika Brian Maghfiroh Rahmadini, Ameliana Friskia Rina Pratiwi Rinawati Rinawati Rinawati Rinawati Rini Susanti Rini Susanti Riska Susanti Rizka Andinda Rizki, Milya Ruliana Isna Rosida Sabwan, Indriani Kasih Sari, Lidia Arjulia Sari, Murniati Sari, Putri Ayuni Setyoningsih, Heni Siti Adhoat Aristiani Siti Musarofah Sofiyanti, Ida Sri Murtiningsih, Sri Stefanie, Agnes Subiyatun Suciati Sundari Sundari Sundari Sundari Sundari Sundari Susanti, Vila Tandiyo Rahayu Titik Nor Hidayah Trianingsih Veftisia, Vistra Vera Yunita Wahyu Kristiningrum Wahyu Retno Andaeni Widyaningsih, Ari Wulan Murti Yenny Rahmawati Yuni Fitria Zahrotussalamah