Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Gizi Seimbang untuk Pencegahan Stunting Wulan Murti; Yulia Nur Khayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a chronic malnutrition problem caused by chronic nutritional intake caused by insufficient nutritional intake for a long time due to the provision of food that does not meet nutritional needs. Stunting can occur as a result of malnutrition, especially during the first 1000 days of pregnancy, 270 days during pregnancy plus the first year of 365 days and the second year of 365 days. Those thousand days are a golden opportunity to form healthy and smart children. One way to prevent stunting is to fulfill nutrition and services for pregnant women. Malnutrition at an early age increases infant and child mortality rates, causing sufferers to get sick easily and have less than optimal posture as adults. The cognitive abilities of sufferers are also reduced, resulting in long-term economic losses for Indonesia. The purpose of this activity is to provide education to mothers of toddlers on how to prevent stunting in toddlers. The problem that arises is that the results of the KMS growth chart are below the red line (BGM). Community service will be carried out in 3 stages, namely the First Stage, selecting a group of mothers of toddlers in RT 14 Kampung Pelayaran, Prapatan Village, Balikpapan City. The second stage provides health education on balanced nutrition to prevent stunting. The third stage evaluates the delivery of information about balanced nutrition to prevent stunting. The evaluation results show that there is an increase in the knowledge of mothers of toddlers about balanced nutrition to prevent stunting. It is hoped that the community can improve their ability to understand balanced nutrition for toddlers as an effort to prevent stunting.   Abstrak Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting dapat terjadi sebagai akibat kekurangan gizi terutama pada saat 1000 hari pertama kehamilan, 270 hari selama kehamilan ditambah tahun pertama 365 hari dan tahun kedua 365 hari. Seribu hari itu merupakan kesempatan emas untuk membentuk anak yang sehat dan pintar. Salah satu cara mencegah stunting adalah pemenuhan gizi dan pelayanan pada ibu hamil kekurangan gizi pada usia dini meningkatkan angka kematian bayi dan anak, menyebabkan penderitanya mudah sakit dan memiliki postur yang tidak maksimal saat dewasa. Kemampuan kognitif para penderita juga berkurang, sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi jangka panjang bagi Indonesia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada ibu balita bagaimana pencegahan stunting pada balita. Masalah yang muncul adalah hasil KMS grafik pertumbuhan berada dibawha garis merah (BGM). Pengabdian masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama pemilihan kelompok ibu balita di RT 14 Kampung Pelayaran Kelurahan Prapatan Kota Balikpapan. Tahap Kedua memberikan penyuluhan kesehatan mengenai gizi seimbang untuk pencegahan stunting. Tahap Ketiga melakukan evaluasi terhadap penyampaian informasi tentang gizi seimbang untuk pencegahan stunting. Hasil evaluasi didapatkann hasil bahwa terdapat peningkatan pengetahuan ibu balita mengenai gizi seimbang untuk pencegahan stunting. Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kemampuannya dalam pemahaman mengenai gizi seimbang untuk balita sebagai salah satu upaya dalam pencegahan stunting.
Hubungan Pekerjaan Ibu Dengan Pemberian ASI Ekskusif Di Puskesmas Minggir, Sleman Yogyakarta Anggela, Ria; Khayati, Yulia Nur
Midwifery Science Care Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Midwifery Science Care Journal
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63520/mscj.v1i1.245

Abstract

Latar Belakang: Puskesmas Minggir mengalami penurunan cakupan pemberian asi eksklusif. Tahun 2019 yang semula 83,47% menjadi 70,82% di tahun 2020. 254 ibu di Puskesmas Minggir bulan januari sampai dengan oktober 2021, 206 orang ibu memberikan asi eksklusif dan 48 orang ibu tidak memberikan asi eksklusif. Berdasarkan latar belakang dan permasalahan dia atas, dapat dirumuskan “hubungan antara pekerjaan ibu dengan pemberian Asi Eksklusif di Puskesmas Minggir Sleman Yogyakarta”. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional yang bersifat analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 133 orang merupakan semua ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Minggir Sleman Yogyakarta. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Uji statistik chi square Hasil: Ibu menyusui sebagian besar ibu tidak bekerja atau ibu rumah tangga sebesar 55,6%. Ibu berstatus bekerja yaitu sebanyak 44,4%. pemberiam ASI eksklusif yaitu sebanyak 102 orang (76,7%) dan yang tidak bekerja dan memberikan asi eksklusif sebanyak 63 orang (61,8%). Didapatkan nilai p value 0,013 < α dan OR 0,34 Simpulan : Ada hubungan antara pekerjaan Ibu dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Minggir. Pemberian asi eksklusif, ibu yang bekerja beresiko 0,34 kali tidak memberikan ASI eksklusif kepada anaknya
Akupressure Titik Li4 Meningkatkan Kualitas Kontraksi pada Ibu dengan Ketuban Pecah Dini: Acupressure on The Li4 Meridian Point Improves Contraction Quality in Mothers With Premature Rupture of Membranes Evy Yuliastuti; Khayati, Yulia Nur; Vistra Veftisia
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i1.3868

Abstract

Premature rupture of membranes (PROM) is a complication that occurs when the amniotic sac ruptures before labor signs appear. The management of PROM includes labor induction or cesarean section if induction fails. One non-pharmacological method of labor induction is acupressure. Acupressure at the Li4 point stimulates the pituitary gland and hypothalamus to produce oxytocin, which in turn stimulates uterine contractions. With acupressure stimulation at the Li4 point as a complementary therapy alternative before medical induction, it is expected to serve as a natural labor induction and reduce dependence on pharmacological induction. The aim of this study is to determine the effectiveness of acupressure at the Li4 point on the quality of contractions in women with PROM. This research is a quantitative study with a quasi-experimental design, specifically a one-group pretest and posttest design. The sampling technique used is purpossive sampling, with a sample of 20 term pregnant women experiencing PROM at RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran. The research instruments include SOP for Li4 point acupressure, SOP for contraction quality assessment, and a contraction observation sheet. The analysis used was the Wilcoxon test. The research results showed that there was an effect of acupressure at the Li4 point on contraction frequency with a p-value of 0.000 (p < 0.05), and an effect on contraction duration with a p-value of 0.000 (p < 0.05). Therefore, it can be concluded that acupressure at the Li4 point affects contraction quality, as seen from the increased frequency and duration of contractions in women with PROM at RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran   Abstrak Ketuban pecah dini (KPD) merupakan salah satu komplikasi yang terjadi ketika selaput ketuban pecah sebelum tanda persalinan muncul.Tata laksana KPD meliputi induksi persalinan atau dilakukan sectio caesaria jika induksi gagal. Penggunaan metode induksi persalinan non-farmakologi salah satunya seperti akupresur. Akupresur pada titik Li4 dapat merangsang kelenjar hipofisis dan pituitary untuk memproduksi oksitosin yang pada gilirannya merangsang kontraksi rahim. Dengan stimulasi akupresur titik Li4 sebagai alternatif terapi komplementer sebelum induksi medis diharapkan dapat menjadi induksi alami persalinan dan mengurangi ketergantungan pada induksi farmakologi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan akupresur pada titik Li4 terhadap kualitas kontraksi pada ibu dengan ketuban pecah dini. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi eksperiment one group pretest dan posttest design, teknik pengambilan sampel purpossive sampling dengan sampel 20 ibu hamil aterm yang mengalami ketuban pecah dini di RSUD dr Gondo Suwarno Ungaran, Alat penelitian menggunakan SOP akupresur titik Li4, SOP penilaian kualitas kontraksi dan Lembar observasi kontraksi. Analisis yang digunakan yaitu uji willcoxon. Hasil penelitian  menunjukkan terdapat pengaruh akupresur titik LI4 terhadap frekuensi kontraksi dengan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05) serta terdapat pengaruh terhadap durasi kontraksi dengan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh akupresur titik Li4 terhadap kualitas kontraksi yang dapat dilihat dengan peningkatan  frekuensi dan durasi kontraksi pada ibu dengan ketuban pecah dini di RSUD dr Gondo Suwarno Ungaran.
Counter Pressure Massage untuk Mengurangi Nyeri Persalinan Kala I Alfina Ifada; Dian Ayu Tias P; Kasari, Miki; Cahyaningrum; Isfaizah; Yulia Nur Khayati; Puji Catur
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Childbirth is a physiological process that is often accompanied by intense pain, especially during the first active phase. Excessive pain can have a negative impact on the mother's physiology and psychology, prolong labor and increase the risk of complications. Counter pressure massage is an effective non-pharmacological method for reducing the intensity of labor pain. This study aims to determine the effect of counter pressure massage on reducing pain in the first stage of labor in the VK Room at Magelang City Hospital. The method used was pretest and posttest observation of 17 mothers giving birth, with measurement of pain levels using the Numerical Rating Scale (NRS). The research results showed that before the counter pressure massage was carried out, the majority of respondents experienced moderate (58.8%) and severe (41.2%) pain. After the intervention, there was a decrease in pain intensity, with 76.5% of respondents experiencing moderate pain and 23.5% experiencing mild pain. The average pain score before intervention was 2.41 and decreased to 1.76 after intervention. In conclusion, counter pressure massage is effective in reducing the intensity of labor pain in the first stage. This technique can be an alternative choice for health workers to help manage labor pain non-pharmacologically.   Abstrak Persalinan adalah proses fisiologis yang seringkali disertai nyeri intens, terutama pada kala I fase aktif. Nyeri yang berlebihan dapat berdampak negatif terhadap fisiologi dan psikologi ibu, memperpanjang persalinan, serta meningkatkan risiko komplikasi. counter pressure massage merupakan salah satu metode non-farmakologi yang efektif untuk mengurangi intensitas nyeri persalinan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menurunkan nyeri persalinan kala I di Ruang VK RSUD Kota Magelang. Metode yang digunakan dengan pemberian counter pressure massage dan menggunakan lembar observasi pretest dan posttest terhadap 17 ibu bersalin, dengan pengukuran tingkat nyeri menggunakan Numerical Rating Scale (NRS). Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa sebelum dilakukan counter pressure massage, mayoritas responden mengalami nyeri sedang (58,8%) dan berat (41,2%). Setelah intervensi, terjadi penurunan intensitas nyeri, dengan 76,5% responden mengalami nyeri sedang dan 23,5% mengalami nyeri ringan. Rata-rata skor nyeri sebelum intervensi adalah 2,41 dan menurun menjadi 1,76 setelah intervensi. Kesimpulannya, counter pressure massage efektif dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan kala I. Teknik ini dapat menjadi alternatif pilihan bagi tenaga kesehatan dalam membantu mengelola nyeri persalinan secara non-farmakologi.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) pada Ny. R Umur 30 Tahun di TPMB Siwi Indriatni Musarofah, Siti; Yulia Nur Khayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data information from PMB Siwi Indriatni in August - November 2024 there were high risk pregnant women patients. A total of 6 people with a history of SC, 2 people with a history of hypertension, 2 people with KEK, and 1 person with twin pregnancies. Through the implementation of comprehensive midwifery care, it is hoped that if there are abnormalities or complications, they can be prevented so as to reduce the morbidity and mortality rate of mothers and babies. Therefore, the author is interested in conducting comprehensive midwifery care on Mrs R, age 30 years G2P1A0 at PMB Siwi Indriatni. The method used is a case review study conducted at PMB Siwi Indriatni from November 2024 to February 2025. The subject used was a second trimester pregnant woman, followed by the process of childbirth, postpartum, LBW, neonates and family planning. Data collection techniques were carried out by interview, observation, examination, and documentation study. The results obtained: in pregnancy care Mrs R aged 30 years G2P1A0 was carried out starting from the gestational age of 29 - 38 weeks 2 days. During the assessment, the mother complained of leg and back pain, but the mother could cope well after being given health care. Delivery care for Mrs R with a gestational age of 38 weeks 2 days, vaginally normal. The baby was born spontaneously on 15 January 2025 at 13.08 WIB, immediately crying, moving actively, reddish skin, female sex. Birth weight of the baby Mrs. R 2900 grams, PB 49 cm, LD 32 cm, LK 33 cm, Lila 12 cm. Neonate assessment obtained the results of a healthy baby. In the assessment of the postpartum period, the results obtained that the postpartum period took place normally. In family planning midwifery care, Mrs R uses IUD birth control.   Abstrak Informasi data dari PMB Siwi Indriatni pada bulan Agustus – November 2024 terdapat pasien ibu hamil resiko tinggi. Sebanyak 6 orang dengan riwayat SC, 2 orang dengan riwayat hipertensi, 2 orang dengan KEK, dan 1 orang dengan kehamilan kembar. Melalui pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif diharapkan jika terdapat kelainan atau komplikasi, agar dapat di cegah sehingga mengurangi angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi. Oleh karena itu, penulis tertarik melakukan asuhan kebidanan komprerhensif pada Ny. R umur 30 tahun G2P1A0 di PMB Siwi Indriatni. Metode yang digunakan adalah Study penelaahan kasus yang dilaksanakan di PMB Siwi Indriatni pada bulan November 2024 sampai Februari 2025. Subyek yang digunakan yakni seorang ibu hamil trimester II, diikuti sampai proses persalinan, nifas, BBL, neonatus dan KB. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi, pemeriksaan, dan studi dokumentasi. Didapatkan hasil : pada asuhan kehamilan Ny. R umur 30 tahun G2P1A0 dilakukan mulai dari umur kehamilan 29 - 38 minggu 2 hari. Saat pengkajian ibu mengeluh pegel kaki dan pinggang, namun ibu bisa mengatasi dengan baik setelah diberikan penkes. Asuhan persalinan Ny. R dengan usia kehamilan 38 minggu 2 hari, secara normal pervaginam. Bayi lahir spontan tanggal 15 januari 2025 jam 13.08 WIB, langsung menangis, bergerak aktif, kulit kemerahan, jenis kelamin perempuan. BB lahir bayi Ny. R 2900 gram, PB 49 cm, LD 32 cm, LK 33 cm, Lila 12 cm. Pengkajian neonatus diperoleh hasil bayi sehat. Pada pengkajian masa nifas diperoleh hasil bahwa masa nifas berlangsung normal. Pada asuhan kebidanan keluarga berencana, Ny. R menggunakan KB IUD.
Optimalisasi Tumbuh Kembang pada Balita dengan Smartpunturdi Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat Heny Romdiyani; Feronika Askini Mirino; Elsa Umi Anisa; Intan Agustina Sukmajaya; Yulia Nur Khayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The toddler period is known as the golden age of child development, which significantly determines intelligence, personality, and social skills in later life. However, many children in Indonesia still experience developmental delays due to a lack of early stimulation. One alternative, effective, and safe stimulation method is the Smartpunktur technique, a non-invasive reflexology massage that can be performed by parents at home. This community service activity aimed to improve mothers' knowledge of child growth and development, as well as their skills in practicing the Smartpunktur massage technique as an early stimulation effort. The activity was conducted on June 10, 2025, in Nyatnyono Village, Ungaran Barat District, Semarang Regency, involving 14 mothers of toddlers. The implementation methods included health education, demonstrations, discussions, hands-on practice, pre-test, and post-test. Educational media used were PowerPoint presentations and instructional videos. The pre-test showed that most participants had a moderate level of knowledge (64.5%) and only 7% fell into the good category. After the educational session and demonstration, there was a significant increase in knowledge, with 85.7% of mothers reaching the good category and no participants remaining in the poor category. The activity was well-received, with active participation from all attendees. Health education and Smartpunktur training effectively increased mothers’ knowledge about early childhood growth and development stimulation. It is recommended that similar training be conducted regularly at Posyandu and be supported by cadres and local health authorities.   Abstrak Masa balita merupakan periode emas perkembangan anak yang sangat menentukan kecerdasan, kepribadian, dan kemampuan sosial di masa mendatang. Namun, masih banyak anak di Indonesia mengalami hambatan perkembangan akibat kurangnya stimulasi dini. Salah satu metode stimulasi alternatif yang efektif dan aman adalah teknik Smartpunktur, yaitu pijat pada titik refleksi tertentu tanpa jarum, yang dapat dilakukan oleh orang tua di rumah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang tumbuh kembang anak serta keterampilan melakukan teknik pijat Smartpunktur sebagai bentuk stimulasi dini. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada 10 Juni 2025 di Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, melibatkan 14 ibu balita. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, diskusi, praktik langsung, pre-test dan post-test. Media yang digunakan berupa PowerPoint dan video edukasi. Hasil pre-test menunjukkan mayoritas ibu memiliki pengetahuan cukup (64,5%) dan hanya 7% dalam kategori baik. Setelah penyuluhan dan demonstrasi, pengetahuan meningkat signifikan, dengan 85,7% ibu masuk kategori baik dan tidak ada peserta di kategori kurang. Selain itu, kegiatan berjalan lancar dengan partisipasi aktif seluruh peserta. Penyuluhan dan pelatihan teknik Smartpunktur efektif meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang stimulasi tumbuh kembang. Disarankan agar pelatihan serupa dilakukan secara rutin di Posyandu dan didukung pendampingan kader serta Dinas Kesehatan setempat.
Asuhan Kebidanan pada Ny. D Umur 33 Tahun G2P1A0 di PMB Nur Laila Nur Laila; Yulia Nur Khayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The role of midwives is very important in reducing maternal and child mortality rates through continuous midwifery care from preconception, pregnancy, childbirth, postpartum, to family planning, in accordance with midwifery standards that can be carried out independently, collaboratively, or through referrals. The descriptive research method and type of descriptive research used are case studies with documentation using the SOAP method. The case study was conducted on Mrs. D aged 33 years in November 2024 to March 2025 with data collection methods using observation, interviews and document studies. Midwifery care began from the third trimester pregnancy visit, the mother complained of frequent urination and difficulty sleeping at night. The efforts made were education about the discomfort she experienced was normal. Delivery was carried out spontaneously without complications at Puri Asih Hospital, Salatiga at 39 weeks of gestation. The baby's birth weight was within normal limits and no congenital abnormalities were found. Postpartum care was carried out 4 times and no gaps were found. Family Planning Services The mother chose to use 3-month injections. Continuity of Care (COC) or continuous midwifery care for Mrs. D can be carried out and is well received by the mother, husband and other family members. The mother and family feel the benefits so that the mother and family's knowledge increases.   Abstrak Peran bidan sangat penting dalam menurunkan AKI dan AKB melalui asuhan kebidanan berkesinambungan "continuity of care" dari masa prakonsepsi, kehamilan, persalinan, nifas, hingga KB, sesuai dengan standar kebidanan yang dapat dilakukan secara mandiri, kolaboratif, atau melalui rujukan.  Metode penelitian deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (Case Study) dengan Pendokumentasian dengan metode SOAP.   Studi kasus dilakukan pada Ny. D umur 33 tahun pada bulan November 2024 sampai Maret 2025 dengan metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumen. Asuhan kebidanan dimulai sejak kunjungan kehamilan Trimester III, ibu mengeluhkan sering buang air kecil dan kesulitan tidur pada malam hari. Upaya yang dilakukan adalah edukasi tentang ketidaknyamanan yang dialaminya adalah hal yang normal. Persalinan dilakukan secara spontan tanpa komplikasi di RS Puri Asih Salatiga pada usia kehamilan 39 minggu. Berat lahir bayi berada dalam batas normal dan tidak ditemukan kelainan kongenital. Asuhan masa nifas dilakukan sebanyak 4 kali dan tidak ditemukan adanya kesenjangan.  Pelayanan KB Ibu memilih menggunakan KB Suntik 3 bulan.  Continuity Of Care (COC) atau asuhan kebidanan berkesinambungan pada Ny. D ini dapat dilakukan dan diterima dengan baik oleh ibu, suami dan anggota keluarga lainnya. Ibu dan keluarga merasakan manfaatnya sehingga pengetahuan ibu dan keluarga semakin bertambah.
Mengurangi Nyeri Haid dengan Terapi Akupresure Disminorea Ninda Azifati Nurfitri; Vera Yunita; Christlin Dika Kappu; Mega Riani Mangiwa; Yulia Nur Khayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is a menstrual pain disorder that is commonly experienced by adolescent girls and can interfere with daily activities. Repeated use of painkillers can cause side effects, so safe and easy-to-apply non-pharmacological alternatives are needed. Acupressure is one alternative method that has been proven effective in relieving menstrual pain through stimulation of certain points on the body. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of adolescents in dealing with dysmenorrhea using acupressure techniques. The activity was carried out in desa Margadana Jawa Tengah,Village Suka Karya Kalimantan Barat,Kampung Merapun Kalimantan Timur serta Brau Kalimantan Timur.on June 8, 2025, involving 16 adolescent girls as participants. The implementation method consisted of five stages, namely: coordination, pretest, counseling, practice, and posttest. The results of the activity showed an increase in the average knowledge score from 38.7 (pretest) to 84.2 (posttest). All participants were also declared able to practice acupressure techniques independently and correctly. This activity proves that direct practice-based education is effective in improving adolescents' understanding and skills in managing dysmenorrhea, and can be applied as a promotive and preventive effort in adolescent health services.   Abstrak Dismenore merupakan gangguan nyeri saat menstruasi yang umum dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penggunaan obat pereda nyeri secara berulang dapat menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan. Akupresur adalah salah satu metode alternatif yang terbukti efektif meredakan nyeri haid melalui stimulasi titik-titik tertentu pada tubuh. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam menangani dismenore menggunakan teknik akupresur. Kegiatan dilaksanakan di desa Margadana Jawa Tengah,Desa Suka Karya Kalimantan Barat,Kampung Merapun Kalimantan Timur serta Brau Kalimantan Timur.pada 8 Juni 2025, dengan melibatkan 16 remaja putri sebagai peserta. Metode pelaksanaan terdiri atas lima tahap yaitu: koordinasi, pretest, penyuluhan, praktik, dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 38,7 (pretest) menjadi 84,2 (posttest). Seluruh peserta juga dinyatakan mampu mempraktikkan teknik akupresur secara mandiri dan benar. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis praktik langsung efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja dalam mengelola dismenore, serta dapat diterapkan sebagai upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan remaja.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. C Umur 22 Tahun G1P0A0 di PKD Desa Keji Alfina Ifada; Yulia Nur Khayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Midwifery care through Continuity of Care (COC) is a continuous service approach that covers the entire reproductive cycle of women, from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The method of midwifery care at PKD Keji Village is through home visits by providing counseling according to the mother's needs. Midwifery care provided to Mrs. C lasts from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates, to family planning with a frequency of 3 pregnancy visits, 4 postpartum visits, and 3 neonates. The method in this study uses data collection methods, namely using interviews, physical examinations, observations with primary and secondary data through the KIA Book, and this study started from November 2024 - May 2025, the research instrument used SOAP documentation. Based on the results of a Comprehensive case study (Continuity Of Care) on Mrs. C from the second trimester of pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and neonates. It was found that Mrs. C, 22 years old, G1P0A0, 19 weeks gestation. Mrs. C's delivery took place at the regional hospital, the postpartum period was normal, there was no abnormal bleeding, uterine contractions were good, and complementary therapy of oxytocin massage was given. The newborn baby had normal anthropometric examination results, and Mrs. C decided to use a 3-month injection of contraception. It is expected that the midwife profession in providing continuous midwifery care (continuity of care) will continue to apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care in accordance with midwifery service standards.   Abstrak Asuhan kebidanan secara Continuity of Care (COC) merupakan pendekatan pelayanan berkesinambungan yang mencakup seluruh siklus reproduksi wanita, mulai dari kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana. Metode asuhan kebidanan di PKD Desa Keji melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai dengan kebutuhan ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan kepada Ny. C berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus, sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 3 kali, nifas 4 kali, dan neonatus 3 kali. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan Interview, pemeriksaan fisik, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA, serta penelitian ini dimulai dari bulan November 2024 - Mei 2025 instrumen penelitian menggunakan dokumentasi SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara Komprehensif (Continuity Of Care) pada Ny. C dari kehamilan trimester II, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir dan neonates. Didapatkan Ny. C umur 22 Tahun G1P0A0 usia kehamilan 19 minggu. Persalinan pada Ny. C berlangsung di RSUD, masa nifas berlangsung normal tidak ada perdarahan yang abnormal, kontraksi uterus baik, dan diberikan terapi komplementer pijat oksitosin. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, dan Ny. C memutuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuhan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan.
Maternal Characteristics, Malnutrition, and Pregnancy Complications with the Incidence of Low Birth Weight in an Industrial Environment Khayati, Yulia Nur; Rahayu, Tandiyo; Handayani, Oktia Woro Kasmini; Widowati, Evi; Ningrum, Dina Nur Anggraini
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v21i1.27768

Abstract

Low Birth Weight is one of the leading causes of under-five deaths during the neonatal period. In Indonesia, the infant mortality rate is in the top 7 in the world. The industrial environment, where air pollution is high, is one of the factors causing LBW. The study aimed to identify the factors that influence the incidence of LBW in an industrial environment. Using data from a cohort of pregnant women in 2023, the study used a nested case-control design at Bergas Community Health Centre. The study population included all mothers who delivered live infants in 2023, totalling 832 respondents. Data from the study were analysed using Chi-Square for bivariate analysis and logistic regression for multivariate analysis. The results showed a relationship between maternal age, parity, maternal nutritional status, hypertension, preeclampsia, and anaemia with the occurrence of LBW with p < 0.0001. The multivariate analysis indicated a significant relationship between maternal age (OR 3.233, 95% CI 1.557 – 6.714), parity (OR 2.567, 95% CI 1.382 – 4.767), maternal nutritional status (OR 7.905, 95% CI 3.472 – 17.998), preeclampsia (OR 28.090, 95% CI 9.894 – 84.468), and maternal hemoglobin levels (OR 10.883, 95% CI 5.736 – 20.649) with the incidence of LBW. The most influential factor in LBW is the occurrence of preeclampsia in mothers.
Co-Authors Adi Prayitno Adkha Putri Puspita Dewi Afriyani, Luvi Dian Agustina Sri Wahyuni Alfina Ifada Alif’fah Setiyana Putri Ameliana Friskia Rahmadini Ananda, Ayu Andaeni, Wahyu Retno Anggela, Ria Anggi Anggraini Khoirum Ningdiah Anik Sulistiyanti Aninda Nur Sinto Putri Anissa Regita Anita Dyah Listyarini Aprilia, Nia Ari Widayaningsih Ari Widyaningsih Arsy, Gardha Rias Asfarina Puspanagara Ashaima Paramita Devi Ayu Ananda Azelia Dwijayanti bellatika, sitasalsha Cahyaningrum Christania R.L Hawa Christlin Dika Kappu Cinta Nashita Dewi Sagitaria, Bian Dewita Dian Ayu Tias P Dina Hastiana Dina Nur Anggraini Ningrum Dwiyanti, Feni Een Nurhidayati Ekawati, Rahmi Ekayanti, Mila Elvi Elsa Umi Anisa Erna Widyastuti, Erna Evi Widowati Evy Yuliastuti Fani Rahmawati Fany Dwi Yulianti Feni Noviyani Feronika Askini Mirino Fitrianingsih, Sri Hajaratul Inayah Hapsari Windayanti Hasty Martha Wijaya Hawa, Christania R.L Heni Setyowati Heni Setyowati Heny Romdiyani Hidayanti, Nur Ilham Setyo Budi Imelda Jumita Seingo Inayah, Hajaratul Indriani Kasih Sabwan Intan Agustina Sukmajaya Ira Septiya Sari Isfaizah Istiqomah Izzah, Lu’luul Fitrotul Kasari, Miki Lalita Mafudiah Lidia Arjulia Sari Linda Listyaningsih, Moneca Diah Lu’luul Fitrotul Izzah Maria Pankrasia Maya Kurnia Dewi Maya Kurnia Dewi Maya Kurnia Dewi, Maya Kurnia Mega Riani Mangiwa Meisya Tiara Herlina Melna Mila Elvi Ekayanti Moneca Diah Listiyani Moneca Diah Listiyaningsih Mubaroq, Muhammad Husni Mulyani Mulyani Mulyani Mulyani Nia Aprilia Ninda Azifati Nurfitri Ninik Christiani Nova Harianti Nur Endang Sulastri Nur Hidayanti Nur Laila Nurul Khomariah Oktia Woro Kasmini Handayani Poncorini, Eti PRATIWI, WILDA Priskila, Antika Puji Catur Putri Ayuni Sari Putri Cahya Putri, Alif’fah Setiyana putri, yulinda yasa Qoni’atun Nurnaini Radja, Marselina Rafika Brian Maghfiroh Rahmadini, Ameliana Friskia Rina Pratiwi Rinawati Rinawati Rinawati Rinawati Rini Susanti Rini Susanti Riska Susanti Rizka Andinda Rizki, Milya Ruliana Isna Rosida Sabwan, Indriani Kasih Sari, Lidia Arjulia Sari, Murniati Sari, Putri Ayuni Setyoningsih, Heni Siti Adhoat Aristiani Siti Musarofah Sofiyanti, Ida Sri Murtiningsih, Sri Stefanie, Agnes Subiyatun Suciati Sundari Sundari Sundari Sundari Sundari Sundari Susanti, Vila Tandiyo Rahayu Titik Nor Hidayah Trianingsih Veftisia, Vistra Vera Yunita Wahyu Kristiningrum Wahyu Retno Andaeni Widyaningsih, Ari Wulan Murti Yenny Rahmawati Yuni Fitria Zahrotussalamah