Claim Missing Document
Check
Articles

INOVASI DIGITAL BERBASIS WEBSITE DALAM LAYANAN PAJAK DAERAH DI BADAN PENDAPATAN DAERAH KOTA PADANG Risma Fitri; Safhira Izzatul Rahma; Yola Triana; Anya Larissa; Yulia Hanoselina
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digitalisasi layanan pajak daerah  menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas. Namun, implementasi inovasi digital di Bapenda Kota padang masih menjadi sejumlah permasalahan, seperti rendahnya literasi digital masyarakat, keterbatasan infrastruktur internet, serta regulasi yang masih mensyaratkan dokumen fisik. Permasalahan tersebut menghambat optimalisasi inovasi berbasis website yang telah dikembangkan pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan inovasi digital berbasis website dalam layanan pajak daerah di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan pajak daerah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui wawancara mendalam dengan pejabat fungsional penilai pajak serta observasi langsung terhadap penerapan sistem digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bapenda mengembangkan tiga sistem utama berbasis website, yakni Sistem Online Pajak Daerah (SOPD), Sistem Informasi Manajemen Objek Pajak (SISMIOP), dan Sistem Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (SBPHTB yang terintegrasi dengan payment gateway, layanan data Dukcapil dan BPN, serta tanda tangan elektronik, sehingga mampu mempercepat proses pelayanan, meningkatkan akurasi data, meminimalkan kesalahan administrasi, dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Namun, hambatan terkait aspek literasi digital masyarakat, keterbatasan infrastruktur internet, dan ketentuan administratif masih membatasi efektivitas inovasi ini. Bapenda merespon hambatan ini melalui strategi hybrid, edukasi digital, serta pengembangan fitur layanan seperti e-SPPT dan pembayaran non-tunai (cashless tax payment). Secara keseluruhan, digitalisasi pajak daerah di Kota Padang terbukti memperkuat efisiensi dan prinsip good governance, sekaligus menjadi model transformasi pelayanan publik berbasis website di tingkat daerah
APLIKASI PUSAT LAYANAN KEAGAMAAN (PUSAKA) KEMENTERIAN AGAMA SEBAGAI INOVASI LAYANAN KEAGAMAAN DI ERA TRANFORMASI DIGITAL Angel Tri Anjani; Dini Trimita; Hijri Nurul Ramadhan; Resty Aisyah Nurul Fadilla; Yulia Hanoselina
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital telah mendorong perubahan mendasar dalam penyelenggaraan layanan publik, termasuk sektor keagamaan yang menuntut inovasi berbasis teknologi untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kementerian Agama menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan berbagai layanan keagamaan yang sebelumnya terpisah-pisah dan menimbulkan ketidakefisienan bagi pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi aplikasi Pusat Layanan Keagamaan (PUSAKA) sebagai bentuk inovasi layanan keagamaan di Kementerian Agama Kota Padang dalam konteks transformasi digital, mencakup konsep inovasi yang diterapkan, strategi implementasi, sumber daya pendukung, serta tantangan yang dihadapi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam dengan Pranata Komputer Ahli Muda Kementerian Agama Kota Padang, serta data sekunder melalui studi literatur dari dokumen resmi dan publikasi ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi PUSAKA berhasil mengintegrasikan seluruh layanan keagamaan dalam satu platform terpadu yang dapat diakses 24 jam, meningkatkan efisiensi operasional, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan. Implementasi didukung oleh sumber daya manusia terlatih, infrastruktur digital memadai, dan strategi sosialisasi masif melalui media digital maupun pendekatan grassroot. Meskipun menghadapi tantangan literasi digital dan keterbatasan infrastruktur, upaya berkelanjutan melalui pelatihan dan pendampingan terus dilakukan untuk memastikan pemerataan akses. Pengembangan masa depan difokuskan pada penambahan fitur inovatif dan integrasi sistem eksternal untuk menciptakan ekosistem layanan digital yang lebih komprehensif mendukung visi Indonesia Emas 2045.
TUMPANG TINDIH KEWENANGAN ANTAR KEMENTERIAN: TANTANGAN KOORDINASI DALAM KABINET YANG EKSPANSIF Mutia fazilla; Syarfina Salnah; Yolandari Yolandari; Putri Febri Wialdi; Yulia Hanoselina; Jumiati Jumiati
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pemerintahan presidensial Indonesia dengan kabinet ekspansif sering menimbulkan tumpang tindih kewenangan antar kementerian, menyebabkan duplikasi program, inefisiensi birokrasi, dan rendahnya efektivitas kebijakan publik; penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk serta penyebab masalah tersebut guna merumuskan rekomendasi koordinasi pemerintahan. Metode kepustakaan (library research) diterapkan melalui pengumpulan dan analisis literatur ilmiah, regulasi pemerintah, serta kajian akademik terkait struktur kelembagaan Indonesia secara kualitatif deskriptif. Hasil menunjukkan akar masalah pada desain kelembagaan lemah, ego sektoral kementerian, dan faktor politik kabinet yang berdampak pada pemborosan anggaran serta akuntabilitas rendah; disarankan reformasi berbasis whole-of-government, Peran Kementerian Koordinator, digitalisasi sistem perencanaan dan pelaporan lintas kementerian, serta evaluasi struktur untuk tata kelola yang sinergis serta efektif
Pemanfaatan Aplikasi Sistem Informasi Terpadu Pencatatan Administrasi Kependudukan (SIRANCAK) dalam Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kota Padang Salsabila Yusdiani; Refa Desrina Putri; Wiftada Wiftada; Yulia Hanoselina
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dalam bidang teknologi informasi mendorong pemerintah untuk melakukan perubahan dalam lebih cepatnya pelaksanaan pelayanan publik, transparan, serta efisien melalui implementasi e-government. Salah satu terobosan dari Pemerintah Kota Padang yaitu dengan menciptakan aplikasi Sistem Informasi Terpadu Pencatatan Administrasi Kependudukan (SIRANCAK), dikembangkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Dasar penelitian ini berakar dari kebutuhan untuk mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan yang mudah diakses, efisien, serta mampu mengurangi proses birokrasi yang rumit. Tujuan dari penelitian ini salah satunya menganalisa penerapan aplikasi SIRANCAK dalam meningkatkan efektivitas pelayanan administrasi kependudukan di Kota Padang. Deskriptif kualitatif adalah sebagai metode yang digunakan, teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan wawancara dengan observasi, dan dokumentasi di area Disdukcapil Kota Padang. SIRANCAK sendiri dalam temuan penelitian diketahui bahwa dapat membantu mempermudah masyarakat dalam pengurusan berbasis online untuk dokumen administrasi kependudukan, mempercepat dan meningkatkan transparansi pelayanan, serta meningkatkan keamanan data. Namun, ada tantangan seperti terbatasnya akses internet, tingkat literasi digital yang rendah, dan layanan yang belum sepenuhnya terintegrasi masih menjadi kendala. Secara keseluruhan, aplikasi SIRANCAK berperan penting dalam mendorong transformasi digital pelayanan publik menuju pemerintahan dengan tata kelola yang modern, inklusif, dan responsif khususnya dalam kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah terus memperbarui sistem, meningkatkan kemampuan aparatur, dan bekerja sama dengan pihak terkait untuk memperbaiki infrastruktur digital.
Analisis Kriteria Promosi Pegawai Berbasis Meritokrasi dalam Sistem Manajemen ASN di Kantor Wali Kota Padang Wiftada Wiftada; Muhammad Zhafran Alhady; Anisyah Rizki; Yulia Hanoselina; Jumiati Jumiati; Putri Febri Wialdi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan kriteria meritokrasi dalam sistem manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) sangat penting untuk memastikan bahwa proses promosi jabatan berlangsung secara objektif, profesional, dan bebas dari intervensi non-teknis.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kriteria promosi pegawai berbasis meritokrasi di Kantor Wali Kota Padang dan sejauh mana kesesuaian peraturan dan praktik yang berlaku di lapangan.  Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan staf Administrasi dan Keuangan, serta penelitian literatur.  Data dianalisis dengan menggunakan proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan yang diusulkan oleh model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi, kinerja, integritas, dan pengalaman kerja telah digunakan untuk promosi ASN di Kantor Wali Kota Padang. Namun pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal karena pertimbangan administratif dan kewenangan terakhir kepala daerah.  Selain itu, transparansi proses masih terbatas pada jenjang tertentu, dan pendidikan dan pelatihan belum menjadi faktor utama dalam penentuan promosi.  Kegagalan utama terletak pada kemungkinan intervensi politik dan ketidak konsistenan penerapan prinsip manfaat.  Singkatnya, sistem promosi ASN di Kantor Wali Kota Padang telah bergerak menuju meritokrasi. Namun demikian, untuk memastikan bahwa promosi jabatan benar-benar mencerminkan kemampuan dan kinerja pegawai, diperlukan penguatan sistem pengawasan, digitalisasi informasi kepegawaian, dan transparansi.
PERANAN LEMBAGA MANAJEMEN KOLEKTIF NASIONAL (LMKN) DALAM PROGRAM ROYALTI LAGU SEBAGAI UPAYA UNTUK KEPASTIAN DAN PENGHARGAAN BAGI MUSISI Yola Triana; Tiara Anggraini; Sepvella Zaini Isra; Yulia Hanoselina; Jumiati Jumiati; Putri Febri Wialdi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem distribusi royalti lagu di Indonesia masih menghadapi bebagai permasalahan, seperti ketidaktransparanan perhitungan royalti, lemahnya penegakan hak cipta, dan kurangnya modernisasi teknologi dalam pengelolaan data. Kondisi ini berdampak pada ketidakpastian imbalan bagi musisi dan belum optimalnya perlindungan hak ekonomi pencipta lagu. Penelitian ini betujuan menganalisis peranan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) dalam program royalti lagu sebagai upaya untuk memberikan kepastian dan penghargaan yang layak bagi musisi di Indonesia. LMKN berfungsi sebagai pusat kliring royalti, pengawas lembaga manajemen kolektif, dan penentu tarif royalti yang adil, sehingga menjamin transparansi dan kepastian hukum bagi musisi. Metode deskriptif kualitatif dengan studi literatur digunakan untuk menganalisis kerangka hukum, fungsi, serta tantangan yang dihadapi LMKN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LMKN sangat strategis dalam membangun sistem distribusi royalti yang efisien dan transparan, meningkatkan perlindungan hak ekonomi musisi, serta mendorong penghargaan tidak hanya berupa kompensasi finansial tetapi juga pengakuan profesional melalui edukasi dan program sosial. Namun, masih diperlukan penguatan regulasi, modernisasi teknologi, dan peningkatan kesadaran publik agar sistem royalti dapat berjalan optimal dan berkeadilan. Studi ini menegaskan bahwa peran LMKN krusial untuk menciptakan ekosistem musik Indonesia yang sehat, berkelanjutan, dan mendukung keberlangsungan karir musisi sebagai bagian dari pembangunan ekonomi kreatif nasional.
PENYALAHGUNAAN WEWENANG DALAM BIROKRASI: STUDI KASUS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PELAYANAN PUBLIK DALAM LINGKUP WILAYAH SUMATERA BARAT Salsabil Husnah; Muhamad Ihsyan; Yulia Hanoselina
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/h9f3s193

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya penyalahgunaan wewenang dalam birokrasi di Indonesia, khususnya di Provinsi Sumatera Barat, yang berdampak langsung pada penurunan kualitas serta efektivitas pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai bentuk penyalahgunaan wewenang, menganalisis faktor-faktor penyebab yang melatarbelakanginya, serta menilai dampaknya terhadap tata kelola dan mutu layanan publik. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-analitis dengan studi kasus berbasis literatur, menggunakan sumber data dari laporan pemerintah, lembaga anti-korupsi, jurnal akademik, serta pemberitaan media massa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen, telaah literatur, dan analisis isi terhadap berbagai laporan resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penyalahgunaan wewenang dalam birokrasi meliputi praktik korupsi, nepotisme, penyimpangan anggaran, serta penggunaan jabatan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Faktor pemicunya antara lain lemahnya sistem pengawasan, kurang optimalnya akuntabilitas, serta budaya birokrasi yang masih permisif terhadap praktik koruptif. Dampak yang muncul mencakup penurunan kualitas pelayanan publik, rendahnya tingkat transparansi, dan meningkatnya ketidakpercayaan serta ketidakpuasan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya reformasi birokrasi yang menekankan penguatan pengawasan, peningkatan akuntabilitas, serta pembentukan budaya kerja yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik.
MEMPERTAHANKAN NETRALITAS ASN: ANTARA LOYALITAS DAN TANGGUNG JAWAB MASYARAKAT Jumaita Lestari; Rahma Tri Okwita; Ulfa Zahara; Varel Ivanda; Yulia Hanoselina; Putri Febri Wialdi; Jumiati Jumiati
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengkaji bagaimana konflik antara tugas publik dan loyalitas atasan dapat diselesaikan dengan tetap menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Demi menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah dan keahlian birokrasi, netralitas ASN sangat penting. Dengan menelaah berbagai sumber, termasuk buku, jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, dan temuan penelitian terdahulu yang relevan, penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kepustakaan. Untuk menentukan penyebab pelanggaran netralitas, jenis-jenis loyalitas ASN, dan hubungan antara loyalitas dan tanggung jawab publik, pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam analisis. Hasil studi menunjukkan bahwa budaya birokrasi yang paternalistik, penegakan hukum yang lemah, dan tekanan politik seringkali menjadi alasan di balik pelanggaran netralitas pegawai negeri sipil. Selain itu, penggunaan media sosial menciptakan hambatan baru dalam menegakkan profesionalisme pegawai negeri sipil. Untuk menghasilkan pegawai negeri sipil yang netral, berdedikasi kepada pemerintah, dan bertanggung jawab kepada publik, studi ini menyoroti perlunya regulasi yang lebih ketat, internalisasi etika profesi, kepemimpinan birokrasi yang jujur, dan penerapan sistem meritokrasi
Ekspansi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Penanggulangan Stunting dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Nur Kamalawati; Nur Rachmah Febrina; Nina Wijayanti; Yulia Hanoselina; Putri Febri Wialdi; Jumiati Jumiati
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting masih menjadi persoalan nasional yang memengaruhi kesehatan dan kualitas sumber daya manusia, sebagai hasilnya diperlukan intervensi gizi yang efektif. Penelitian ini bertujuan menilai peran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam membantu penurunan stunting dan meningkatkan kondisi belajar anak. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan mengumpulkan data dari jurnal, laporan pemerintah, dan buku yang relevan. Temuan studi mengindikasikan bahwa MBG dapat memperbaiki status gizi, meningkatkan konsentrasi belajar, menurunkan absensi siswa, serta memberi dampak ekonomi lokal. Namun, tantangan tetap muncul pada kesiapan infrastruktur, distribusi pangan, dan kebutuhan pengawasan anggaran. Secara keseluruhan, MBG memiliki potensi besar sebagai investasi jangka panjang dalam penguatan kualitas SDM Indonesia.
TRANSFORMASI PELAYANAN JASA INDUSTRI MELALUI TEKNOLOGI INTERNET OF THING(IOT) DI BALAI STANDARDISASI DAN PELAYANAN JASA INDUSTRI KOTA PADANG Safira Dinna Armadan; Elsa Oktaviani; Nur Hafizah Putri Indriani; Nesa Fristi Ardi; Yulia Hanoselina
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong lembaga pelayanan publik untuk melakukan transformasi sistem kerja menuju layanan yang lebih efisien, transparan, dan responsif. Penelitian ini menganalisis proses transformasi pelayanan jasa industri melalui penerapan Internet of Things (IoT) di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Padang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi guna memperoleh gambaran komprehensif mengenai implementasi IoT dalam layanan teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan IoT telah meningkatkan efisiensi operasional melalui digitalisasi dokumen, pemantauan real-time perangkat laboratorium, percepatan administrasi, serta peningkatan akurasi data pengujian.Transformasi digital juga diwujudkan dalam pengembangan aplikasi SIPPT yang menggantikan sistem lama dan memungkinkan pelayanan terpadu berbasis data. Meskipun demikian, implementasi IoT dalam pelayanan publik bukan tanpa tantangan. Ketersediaan infrastruktur digital yang memadai, kesiapan sumber daya manusia, perlindungan data dan keamanan sistem, serta penyesuaian prosedur kerja menjadi faktor krusial yang menentukan keberhasilan penerapannya. Selain itu instansi publik harus mampu mengelola perubahan organisasi agar inovasi teknologi tidak berhenti pada modernisasi alat, tetapi benar-benar menghasilkan peningkatan kualitas layanan dan transparansi kinerja. Secara keseluruhan, IoT memberikan dampak positif bagi kualitas layanan dan memperkuat peran BSPJI Padang sebagai lembaga pelayanan industri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi
Co-Authors Abdul Hakim Adam Permana Yudha Adrianus Tafoguna Hia Afrina Welni Afrizalni, Irva Agel Efendi Agung Ramadhan Ahmad Fauzi Aisyah Humairah Aksel April Yanda Alfisha Putri Alisa Sani Mardia Allya Sepria Utami Alvin Alkhaira Alvito Nikola Melindryan Alwi Abrar Rusli Alya Yusi Apriliani Amirah Sakinah Angel Tri Anjani Angelina Safitri Anggun Natasya Anggun Patricia Anisyah Rizki Annisa Noviyani Annisa Raudah Anya Larissa Aprilya Gempani Apriyana Rahayu Aqila Zakira Ariyan Pagera Athifah Syaidah Atia Gea Audrey Amanda Audri Putri Zalino Aulia Bunga Adri Elisa Aura Fadhilah Aziza Ramayanti Azzahra Ulhusna Belinda Yulianti Bisis Manita Bunga Febrilla Putri Bunga Frenandes Cattleya Selma Concetta Pardede Chelsea Defista Chelsia Turnip Clara Auliana Daniel Arief Hendrawan Dea Salsabilla Deffano Yunico Delvian Narendra Deti Rahmah Hidayati Dhea Restu Ramadhani Sopali Dhea Syafira Dhiva Nadya Maharani Dian Permata Sari Diana Mareta Dina Atika Hesti Dini Trimita Diva Meirista Diva Nurfadhilah Dwi Aulia Fitri Dyra Delfira Dzakiyah Aflah Elga Frichila Yalsika Elsa Oktaviani Fadilah Permata Yora Fadilah Zikri Fadillah Aulia Fahira Syailindri Faizah Laila Hanum Fariska Wina Utari Alwi Fatimah Azzahra Fazwa Maura Zacky Febrian Mukharromah Febrina Dwi Daniati Feby Salsabilla Ferdiansyah Filza Sabrila Fitri Fitri fitri Hayani Ghea Septiani Ajiman Giva Febria Esa Rahman Grimonia Ozora Haikal Efendi Hanum, Nurfadillah Harpi Ibranaldi Hazella Vioma Rizka Hijri Nurul Ramadhan Hirva Yonanda Huriyatul Husna Ilmi Okcya Pratami Indah Oktavia Intan Nurdiatna Putri Irma Cahyani Ismi Rahmadani Izuya Khairani Islamy Jumaita Lestari Jumiati Jumiati Kasih Hidayatullah Kencana Firjatullah Kusuma Latifa Hannum Laurra Acsa Liani Lilis Weldayenti Lisa Safitri M. Thfeil Arabbi M.Irfan Marta Uli Hutagaol Maulani Azizah Melani Putri Melani Yunanda Meliani, Meliani Melisa Diah Melvi Chania Michael Brian Bhayu Nainggolan Miken Wulandari Muhamad Ihsyan muhammad irfan Muhammad Randu Muhammad Surya Imam Muhammad Teguh Ghozali Muhammad Zamzami Muhammad Zhafran Alhady Muthia Fadhilla Muthia Julian Zahra Mutia fazilla Mutiara Diva Efendi Mutiara Nurul Amalia Mutiara Rizkina Aliya Pulungan Nabila Coti Nanda Aulia Pratama Nesa Fristi Ardi Nina Wijayanti Nisa Afni Noffitri Yetti Nofriadi Eka Putra Nova Via Fitri Yanti Nur Hafizah Putri Indriani Nur Kamalawati Nur Rachmah Febrina Nur ‘Azah Nursuci Aryana Belpani Nurul Suci Rahmadhani Nurul Zahra Andini Oktazenia Ramadhani Permata Saria, Novita Pitri Andini Puja Enjelika Sefitri Putri Andalusia Putri Febri Wialdi Putri, Navasha Hadiya Rachel Nandisya Rafli Dwi Putra Rahadhatul Aisyi Rahma Dhea Ernaldi Rahma Fitri Azzahra Rahma Tri Okwita Rahmadani Rahmadani Rahmadhona Fitri Rahmadhona Fitri Helmi Rahmadona Fitri Helmi Rahmi Wahyuni Raisa Adilla Ramadhani, Nurul Suci Randi Kurniawan Randy Wilyan Putra Ranti Sania Rahmi Raudhatul Jannah Raudhatul Natasya Annur Rayhana Clarisa Refa Desrina Putri Resmi Ririn Resti Melani Resty Aisyah Nurul Fadilla Retna Pebrianti Reysa Yuliandarini Ridhatul Khairunnisa Rido Ilahi Riffa Dwi Berliana Riki Fernando Helmi Rindu Oktavia Rini Azuri Risma Fitri Rizky Syafril Rosa Afriyani Sabhena Binta Hadira Safhira Izzatul Rahma Safira Dinna Armadan Salaisya Amani Fatiha Salsabil Husnah Salsabila Yusdiani Sari Zaman Wulandari Sayidah Nurul Zikri Septa Adri Fania Sepvella Zaini Isra Serli Marshanda Shabira Ramadhani Shelvi Arma Yudha Shifa Aishahila Silvia Silvia Sindi Rahma Sari Sisca Ramadhani Siska Siska Sisri Nauratul Ilmi Siti Nurhaliza Suci Rahma Novitri Suci Rahmadini Syafril, Rizki Syafrina Azzahra Syahda Revolis Syahrul Waldi Syahrunisya Salsabila Putri Syarfina Salnah Syifa Sabilillah Syukri Ananda Dwi Zulfa Tahani Haura Novari Tasya Yukhi Putri Tefani Yelzah Putri Tegar Gustianda Putra Tiara Anggraini Tiffani Mediana Tiffany Melia Putri Ulfa Zahara Vania Moza Khalila Vanny Vadilla Mendra Varel Ivanda Venti Mayranda Silalahi Vika Fania Ayu Melani Viola Desmita Viqy Andrian Ningsih Vira Astuti Vira Cahayani Karmila Widya Oktarina Widya Ramadhani Wiftada Wiftada Wilda Handayani Winda Fransiska Winni Ahatri Wireziyan Fadhilla yohana yohana Yohanna Maharani Jelita Yola Triana Yolandari Yolandari Yudistira Ananda Zahara Erita Zahratun Nisa Zakila Henjel Mizia Zaky Almer Rizal Zalita Zalita