Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-faktor yang mempengaruhi kelengkapan vaksinasi dasar pada balita usia 9-24 bulan Samino, Samino; Rahmandini, Hafizhah Harjiati; Lukman, Iing; Amirus, Khoidar; Riyanti, Riyanti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 9 (2024)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i9.13984

Abstract

Background: Basic vaccination is the first type of vaccination that must be given to babies from birth to protect their bodies from certain diseases. The vaccination program is part of an effort to reduce morbidity, morbidity and mortality in infants and toddlers. In 2019-2020, basic vaccination achieved 95% according to the target, and from mid-2020 to the end of 2021 it was only 76% and in 2022 there will be an increase of around 85%.Purpose: To determine the determinants of the completeness of basic vaccinations for toddlers aged 9-24 months at the UPTD of the Capable Poned Inpatient Health Center in Tulang Bawang Barat in 2023.Method: Quantitative analytical research with a cross-sectional design. The technique for taking the sample size was purposive sampling, and those who met the inclusion criteria were 108 people. Data analysis used the chi square test and multivariate analysis used multiple logistic regression.Results: Analysis shows that mothers have low education (51.9%), receive family support (54.6%), access to affordable vaccination services (75.9%), receive support from the role of health workers (63.9%). There is a significant relationship between education level (p–value=0.026), family support (p–value=0.000), accessibility of vaccination services (p–value= 0.000), support from the role of health workers (p–value=0.000) and completeness of vaccination base. Multivariate analysis of family support is the dominant variable in the completeness of basic vaccinations in children compared to the role of health workers and access to health services (p-value=0.000).Conclusion: The most dominant influencing factor on the completeness of basic vaccination is the family support factor compared to the mother's education factor, service access factor, and the support factor of the role of health workers.Suggestion: There is a need to increase outreach and education about the importance of basic vaccinations for the health and immunity of babies to avoid dangerous diseases, to increase knowledge among the public, especially mothers and their families, so they can understand the purpose and benefits of vaccination for the health of their toddlers. Keywords: Children; Vaccinations; Toddlers. Pendahuluan: Vaksinasi dasar merupakan jenis vaksinasi pertama yangg harus diberikan pada bayi sejak lahir untuk melindungi tubuhnya dari penyakit tertentu. Program vaksinasi termasuk dalam upaya untuk menurunkan angka kesakitan, kecatatan dan kematian pada bayi dan balita. Pada tahun 2019-2020 awal pencapaian vaksinasi dasar 95% sesuai target, dan pertengahan tahun 2020 sampai akhir tahun 2021 menjadi hanya 76% dan pada tahun 2022 mengalami kenaikan sekitar 85%.Tujuan: Untuk mengetahui determinan kelengkapan vaksinasi dasar pada balita usia 9-24 bulan di UPTD Puskesmas Rawat Inap Mampu Poned Dayamurni Tulang Bawang Barat tahun 2023.Metode: Penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan Cross-Sectional. Teknik pengambilan jumlah sampel purposive  sampling, dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 108 orang. Analisa data menggunakan uji chi square dan analisa multivariat menggunakan regressi logistic ganda.Hasil: Analisis diperoleh bahwa ibu berpendidikan rendah (51.9%), mendapat dukungan keluarga (54.6%), aksesibilitas pelayanan vaksinasi yang terjangkau (75.9%), mendapatkan dukungan peran petugas kesehatan (63.9%). Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p–value=0.026), dukungan keluarga (p–value=0.000), Aksesibilitas Pelayanan Vaksinasi (p–value= 0,000),dukungan peran petugas kesehatan(p–value=0,000) dengan kelengkapan vaksinasi dasar. Analisa multivariate dukungan keluarga merupakan variabel dominan terhadap kelengkapan vaksinasi dasar pada anak dibandingkan dengan peran petugas kesehatan dan akses pelayanan kesehatan ( p–value=0.000).Simpulan: Faktor berpengaruh yang paling dominan terhadap kelengkapan vaksinasi dasar adalah faktor dukungan keluarga dibandingkan dengan faktor pendidikan ibu, faktor akses pelayanan, dan faktor dukungan peran petugas kesehatan.Saran: Perlu ditingkatkan lagi penyuluhan dan edukasi tentang pentingnya vaksinasi dasar untuk kesehatan dan kekebalan tubuh bayi agar terhindar dari penyakit berbahaya, untuk meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu dan keluarganya sehingga bisa mengerti apa tujuan dan manfaat dari vaksinasi untuk kesehatan balitanya. Kata Kunci: Anak-anak; Balita; Vaksinasi Dasar. 
Pengaruh peran keluarga, pendidikan, pengetahuan dan lingkungan sosial terhadap kepatuhan penerapan prokes 6m dimasa pandemi covid-19 Beauty, Belinda Apriannanti; Swastika, Henindita Anggra; Dalfian, Dalfian; Amirus, Khoidar
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 1 No. 2 (2022): October Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v1i2.325

Abstract

Background: One of the effective efforts to avoid contracting the covid-19 epidemic is to break the chain of transmission. In order to overcome the transmission of covid-19, prevention efforts were carried out, namely by implementing the 6M covid-19 health protocol. However, based on the survey results, 7 (70%) of the 10 respondents were not compliant in carrying it out. Purpose: To find out the relationship between family roles, education, level of knowledge and social environment towards adherence to implementing the 6M covid-19 health protocol in the community in the working area of ​​the Rajabasa Indah Health Center (RBI) Bandar Lampung. Methods: this research is a quantitative study using a research design in the form of an analytic survey with a cross sectional approach. The population and sample in this study were people who visited the Puskesmas. Results: There is a significant relationship (p-value <0.05) between the role of the family (p-value = 0.000), knowledge (p-value = 0.008), and social environment (p-value = 0.000) on community compliance in implementing the protocol 6M covid-19. There was no significant relationship (p-value > 0.05) between the education level of the respondents (p-value = 0.171) to community compliance. The probability of respondents complying with implementing the protocol is based on the results of the Odd Ratio (OR) values ​​sequentially from the highest, namely the social environment (7.091), the role of the family (5.552) and knowledge of health programs and covid-19 (2.095). Conclusion: The role of the family, education level, level of knowledge and the social environment of the respondents as a whole are good and obedient in implementing health protocols.   Keywords: Family Role; Education; Knowledge; Social environment; 6M Prokes Compliance.   Pendahuluan: Salah satu upaya yang efektif untuk menghindari tertular penyakit wabah covid-19 adalah dengan memutus rantai penularannya. Dalam rangka mengatasi penularan covid-19 maka dilakukan upaya pencegahan yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan 6M covid-19. Namun berdasarkan hasil presurvei didapatkan 7 (70%) responden dari 10 responden tidak patuh dalam melaksanakannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan peran keluarga, pendidikan, tingkat pengetahuan dan lingkungan sosial terhadap kepatuhan melaksanakan protokol kesehatan 6M covid-19  pada masyarakat wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Indah (RBI) Bandar Lampung. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian berupa survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas. Hasil: Ada hubungan yang signifikan (p-value <0,05) antara peran keluarga (p-value= 0,000), pengetahuan  (p-value= 0,008), dan lingkungan sosial (p-value= 0,000) terhadap kepatuhan masyarakat menerapkan protokol 6M covid-19.  Tidak ada hubungan yang signifikan (p-value > 0,05) antara tingkat pendidikan responden (p-value= 0,171), terhadap kepatuhan masyarakat. Besarnya peluang  responden yang patuh menerapkan protokol tersebut berdasarkan hasil nilai Odd Ratio (OR) secara berurutan dari tertinggi adalah  lingkungan sosial (7,091), peran keluarga (5,552) dan pengetahuan tentang prokes dan covid-19 (2,095). Simpulan: Peran keluarga, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan dan lingkungan sosial responden secara keseluruhan sudah baik dan patuh dalam menerapkan protokol kesehatan.
Determinan Terjadinya Stunting pada Anak Usia 0-24 Bulan di Kabupaten Aceh Besar Maysura, Futry; Samino, Samino; Amirus, Khoidar; Lensoni, Lensoni; Nurdin, Ambia
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i4.17562

Abstract

Menurut data UNICEF 2020, prevalensi global stunting pada anak kecil pada tahun 2019 menunjukkan bahwa sekitar 21,3% atau 144 juta anak di bawah usia lima tahun masih stunting, Menurut data yang terdapat di Dinas Kesehatan jumlah angka stunting itu sangat tinggi. Pada tahun 2019 22,4%, tahun 2020 (16,7%), tahun 2021 (14,1%), tahun 2022 (17,9%) dan 2023 (15,3%). Tujuan Penelitian untuk mengetahui apa Saja Determinan Terjadinya Stunting Pada Anak  Usia  0-24 Bulan Di Kabupaten Aceh Besar Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain potong lintang (Cross Sectional Study), Jumlah sampel yang digunakan adalah 384 responden dengan pengukuran sampel menggunakan rumus lameslow. Hasil Dari Kesimpulan ini adalah Berdasarkan pada table akhir yang menjadi variable dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting terdapat pada variable ketahanan pangan dengan nilai Or 1.668 artinya ketahanan pangan beresiko 1.668 lebih besar untuk kejadian stunting. untuk variable penyakit infeksi dan pengetahuan orang tua menjadi variable convonding karna nilai P-Value 0.05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kesimpulan dari penelitian ini adalah Untuk penelitian ini terdapat 7 variabel yang semua yang signifikan nilai P-value 0, nilai α 0,05. 
Metode Deteksi Stunting secara Otomatis pada Balita 0-24 Bulan dengan Menggunakan Metode Antropometri Berbasis Arduino Arham, Noeroel; Samino, Samino; Amirus, Khoidar; Lensoni, Lensoni; Nurdin, Ambia
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i4.17561

Abstract

Stunting merupakan keadaan status gizi dinilai dengan berdasarkan indeks panjang badan menurut umur (PB/U) atau tinggi badan menurut umur (TB/U) dengan z-score -2 SD. Tujuan penelitian ini untuk mempermudah dan mempercepat dalam melaksanakan pengukuran Stunting sesuai berdasarkan dengan standar antropometri penilaian status gizi anak dengan menggunakan Automatic Stunting Meter. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi analitik eksperimen diperlakukan dengan cara Quasi experiment dan pengembangan atau lebih dikenal dengan Research and Development (RD). Populasi balita umurnya 0 bulan sampai umur 24 bulan di wilayah Puskesmas Gampong Cot Ba’u Kecamatan Sukajaya Kota Sabang berjumlah 125 balita yang diambil merupakan anak balita berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Dari hasil pengukuran antara manual dan otomatis dengan alat automatic stunting meter ada perbedaan secara signifikan durasi diantara 2 kelompok tersebut, rata-rata durasi pengukuran manual dengan waktu 62,69 detik sedangkan rata-rata durasi pengukuran otomatis dengan waktu 22,55 detik. Sedangkan pengukuran rata-rata status gizi pada balita presentase keberhasilan adalah 99,94 % dan terjadinya presentase error sebesar 0,05 %. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa sistem alat ukur stunting otomatis dengan metode antropometri berbasis arduino  serta konektivitas antara perangkat lunak dengan perangkat keras dapat bekerja dengan baik serta durasi pengukuran lebih sedikit dibandingkan dengan manual.
Evaluasi Penerapan Sistem Keselamatan Gedung C Universitas Abulyatama Aceh Amanda, Mansura Feby; Samino, Samino; Amirus, Khoidar; Lensoni, Lensoni; Nurdin, Ambia
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i4.17564

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek yang tidak dapat diabaikan dalam setiap lingkungan kerja, termasuk di dalam gedung-gedung perkantoran, komersial, maupun industri. Penerapan sistem keselamatan pada peralatan K3 menjadi landasan utama dalam menjaga kondisi kerja yang aman dan produktif bagi semua penghuni Gedung. Tujuan Penelitian untuk mengetahui bagaimana evaluasi penerapan system keselamatan Gedung c universitas abulyatama aceh Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan penilaian terhadap evaluasi penerapan siitem keselamatan gedung C Universitas Aulyatama Aceh, Jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 6 orang narasumber. implementasi sistem keselamatan di Gedung Abulyatama Aceh belum sepenuhnya memenuhi standar keselamatan yang berlaku. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, ditemukan sejumlah kekurangan signifikan dalam berbagai aspek keselamatan, termasuk penempatan dan ketersediaan peralatan keselamatan, serta prosedur tanggap darurat, tetapi sekarang dari pihak Universitas Abulyatama sedang melakukan perbaikan dari berbagai aspek terhadap perlatan tersebut.
Analisis Spasial Kasus Diare Pada Balita Berdasarkan Penerapan Pilar 1 Dan Pilar 5 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Di Puskesmas Labuhan Ratu Dinarti, Wita; Amirus, Khoidar; nuryani, Dina Dwi; Perdana, Agung Aji
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.21745

Abstract

Diare merupakan penyakit endemis yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan masih menjadi salah satu penyebab utama kematian balita di Indonesia. Upaya pencegahan telah dilakukan melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), namun efektivitasnya perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi spasial kasus diare pada balita serta keterkaitannya dengan penerapan STBM pilar 1 (Stop Buang Air Besar Sembarangan) dan pilar 5 (Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga) di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Ratu tahun 2025. Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 99 rumah tangga yang memiliki balita. Data diperoleh melalui survei dan catatan puskesmas, kemudian dianalisis secara univariat dan spasial menggunakan perangkat lunak QGIS. Hasil menunjukkan bahwa seluruh kelurahan telah mencapai status Open Defecation Free (ODF) dengan capaian lebih dari 75%, namun penerapan pilar 5 masih rendah di beberapa kelurahan, yaitu Labuhan Ratu (41,9%), Labuhan Ratu Raya (42,9%), dan Sepang Jaya (45,8%). Analisis spasial memperlihatkan bahwa kasus diare cenderung terkonsentrasi di wilayah dengan pengelolaan limbah yang belum optimal serta drainase terbuka yang rusak akibat banjir. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan STBM pilar 1 belum cukup untuk menurunkan kejadian diare apabila tidak diikuti dengan penerapan pilar 5 secara komprehensif.
Determinan Kejadian Tuberkulosis pada Anak Balita di Indonesia: Analisis Data Sekunder dari SSGI 2022 Wayan Aryawati; Yogi Ari Ghopican; Nova Muhani; Samino Samino; Khoidar Amirus
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52442

Abstract

Abstract Tuberculosis (TB) in toddlers remains a serious public health problem in Indonesia, especially among vulnerable groups. This study aims to analyze the determinants of TB incidence in toddlers using secondary data from the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) through a cross-sectional design. Of the 334,848 toddlers interviewed in 33 provinces and 486 districts/cities, after data cleaning, a final sample of 42,379 toddlers was obtained. Univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (binary logistic regression) analyses showed that only poor nutritional status (p=0.013; OR=1.983) and untimely provision of complementary foods (p=0.049; OR=0.704) were significantly associated with TB incidence. Other variables such as exclusive breastfeeding (p=0.068), access to health services (p=0.129), drinking water sources (p=1.000), and completeness of immunizations (p=0.475) were not significant. Poor nutritional status is the strongest risk factor, almost doubling the likelihood of developing TB. Therefore, improving nutritional status, providing timely complementary foods, promoting exclusive breastfeeding, and increasing coverage of complete basic immunization through promotive and preventive approaches are priority strategies to reduce TB incidence among toddlers in Indonesia. Keywords: Tuberculosis, toddlers, SSGI
PENYULUHAN PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN MENGKONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH (FE) DI POSYANDU KARTINI LABUHAN RATU Nurhalina Sari; Lolita Sary; Khoidar Amirus; Eka Yuliana; Aulyya Rahmah; Delima Selviyani Putri; Echa Rafika; Sri Wulandari; Febrianti Febrianti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.515-519

Abstract

Kematian ibu disebabkan oleh berbagai faktor risiko yang terjadi dimulai dari fase sebelum hamil yaitu pada wanita usia subur yang mengalami anemia, obesitas, tuberculosis, kurang energi kronis, dan lain–lain.Berdasarkan riskesdas tahun 2018 didapatkan data bahwa persentase ibu hamil yang mengalami anemia sebesar 48,9 %. Dari jumlah persentase anemia pada ibu hamil mengartikan bahwa sekitar 5 dari 10 ibu hamil di Indonesia mengalami anemia . Tujuan penyuluhan ini yaitu Ibu hamil mengetahui manfaat mengkonsumsi tablet Fe, Ibu hamil dapat mengerti tentang bahaya jika kurang mengkonsumsi Tablet Fe. Metode penyuluhan ini menggunakan media leaflet dan kuesioner untuk mengukur tingkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu hamil sebelum dan sesudah diadakanya penyuluhan . Hasil kegiatan yang didapat dari kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan di Posyandu Kartini Labuhan Ratu yaitu sebelum dilakukan penyuluhan 30% ibu hamil memahami tentang Tablet Fe. Setelah diberikan materi terkait Tablet Fe terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil yaitu terdapat 90% ibu memahami terkait Tablet Fe. Untuk mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil selain disebabkan karena kekurangan zat besi diharapkan tenaga kesehatan lebih rutin memberikan penyuluhan mengenai tablet Fe. Ibu hamil juga diharapkan dapat meningkatkan kesadarannya untuk mengkonsumsi tablet Fe minimal minum 90 tablet Fe selama hamil. Dengan dilakukanya penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu hamil untuk mengkonsumsi tablet Fe.
Pengaruh Container Index Dan Analisis Spasial Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Wilayah Kerja Puskesmas Pagelaran Jovasco Allenfaza; Agung Aji Perdana; Khoidar Amirus; Fitri Ekasari
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i1.22475

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Pada tahun 2023, Kabupaten Pringsewu mencatat 297 kasus dengan IR sebesar 67,2 per 100.000 penduduk, menjadikannya salah satu kabupaten dengan kasus tertinggi di Provinsi Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh indikator entomologi Container Index dan analisis spasial terhadap kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Pagelaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 55 rumah yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar checklist, dianalisis dengan uji chi-square dan pemetaan spasial. Hasil menunjukkan 51% rumah terdeteksi positif jentik, dan 40% rumah memiliki Container Index tinggi. Uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara Container Index dengan kejadian DBD (p-value = 0,018). Pemetaan spasial menunjukkan pola persebaran kasus bersifat clustered. Penelitian ini menunjukan pentingnya pengendalian lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk sebagai upaya pencegahan DBD yang efektif.
Efektivitas Pemberian Air Rebusan Jahe Merah terhadap Penurunan Intensitas Dismenorea pada Remaja Putri di MTS Darul Falah Kecamatan Abung Tengah Kabupaten Lampung Utara Wiwin Lestari; Ana Mariza; Susilawati Susilawati; Khoidar Amirus
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.11614

Abstract

ABSTRACT Dysmenorrhea is a symptom of pain or discomfort in the lower abdomen during menstruation so that it can interfere with daily activities, which is most often found in young and reproductive women in Indonesia. Dysmenorrhea is also a complaint that is often found in young women. In Indonesia, the incidence of menstrual pain in 2018 was 107,673 people (64.24%), consisting of 59,671 people (54.89%) experiencing primary menstrual pain and 9,496 people (9.36%) experiencing secondary menstrual pain. Research objective: to determine the effectiveness of giving Red Ginger boiled water to reduce the intensity of dysmenorrhea in young women at Mts Darul Falah, Abung Tengah District, North Lampung Regency in 2023. The type of research used was pre-experimental with a one-group pre-test and post-test design approach. Research population The population in this study were all young women in grades VII, VIII, IX at Mts Darul Falah in the 2023 academic year. The sample in this study was 37 people. Analysis using the Wilcoxon test. The result are the average level of dysmenorrhea before administration of red ginger boiled water (zingibers officinale) in young women was 3.65 with a standard deviation of 0.716. Minimum 3 (mild pain) and maximum 5 (moderate pain). The average level of dysmenorrhea after red ginger cooking (zingibers officinale) in young women was 1.65 with a standard deviation of 0.484. Minimum 1 (mild pain) and maximum 2 (mild pain). There is a significant difference between giving ginger concoction to the level of dysmenorrhea pain in young women at Mts Darul Falah, Abung Tengah District, North Lampung Regency p value 0.000 (α 0.05). Suggestion of the study, it is suggested to use red ginger for dysmenorrhea. Keywords: Dysmenorrhea, Red Ginger, Young Women   ABSTRAK Dismenore merupakan suatu gejala rasa sakit atau rasa tidak enak diperut bagian bawah pada masa menstruasi sampai dapat menggangu aktifitas sehari-hari yang paling sering ditemui pada wanita muda dan reproduktif di Indonesia dismenore juga merupakan keluhan yang sering ditemukan pada wanita usia muda. Di Indonesia angka kejadian nyeri haid tahun 2018 sebanyak 107.673 jiwa (64,24%), yang terdiri dari 59.671 jiwa (54,89%) mengalami nyeri haid primer dan 9.496 jiwa (9,36%) mengalami nyeri haid sekunder. Tujuan penelitian : untuk mengetahui efektivitas pemberian air rebusan Jahe Merah terhadap penurunan intensitas dismenorea  pada remaja putri  di Mts Darul Falah Kecamatan Abung Tengah   Kabupaten Lampung Utara  Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre eksperiment dengan pendekatan one group pre test and post test desaign. Populasi penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh Remaja Putri kelas VII, VIII, IX di  Mts Darul Falah tahunajaran 2023. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 orang. Analisa menggunkan uji Wilcoxon. Hasil penelitian diketahui Rata-rata Tingkat Disminore sebelum Pemberian Air Rebusan Jahe Merah (zingibers officinale) pada remaja putri 3.65 dengan Standar Deviasi 0,716. Minimal 3 (Nyeri ringan) dan maksimal 5 (nyeri sedang). Rata-rata Tingkat Disminore Sesudah Pemberian Air Rebusan Jahe Merah (zingibers officinale) pada remaja putri 1,65 dengan Standar Deviasi 0,484. Minimal 1 (Nyeri ringan) dan maksimal 2 (Nyeri ringan). Kesimpulan : Ada perbedaan yang signifikan antara pemberian ramuan jahe terhadap tingkat nyeri disminore pada remaja putri di Mts Darul Falah Kecamatan Abung Tengah   Kabupaten Lampung Utara  p value 0,000 (α 0,05) . Disarankan untuk memanfaatkan jahe merah untuk dismenore. Kata Kunci: Disminore, Jahe merah, Remaja Putri
Co-Authors Abnurama, Lu'lu Nabila Achmad Farich Adelia, Martha Adli, Mulki Agung Aji Perdana AHMAD ANSORI Akhmad Kheru Dermawan Akhmalbih, Muhamad Aknes Yulyanto Alharomain, Eko M. Atiq Alwa Ayu Azzahra Alwa Ayu Azzahra Amanda, Mansura Feby Ambar Budi yanto Ambia Nurdin Amir Sariffudin Andoko Andoko Anisa, Zahra Anita Anita Aprianita Aprianita Apriwesa, Teloe Ardana, Veronika Arham, Noeroel Ari Budianto Arlindova, Ardinda Aryawati, Wayan ashari, Hernandi Astriana Astriana Aulyya Rahmah Awaliyah, Kharismatul Beauty, Belinda Apriannanti Belinda Apriannanti Beauty Bernika Mutiara Chanita Sari Manulang Chanita Sari Manulang Christin Angelina Febriani Christin Angelina Febrianti Dainty Maternity Dalfian Dalfian Dalfian Dalfian Dalfian, Dalfian Damayanti, Septiyana Dekotyanti, Trivira Delima Selviyani Putri Deni Ardiansyah Desi Paramita Desna Sari Putri Dhini Easter Yanyi Diah Adelia Emilda Diah Astika Winahyu Dias Dumaika Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Dinarti, Wita Dwi Nuryani, Dina Dwi Ruth Rahayuning Asih Budi Easter Yanti, Dhiny Easter Yanti, Dhiny Echa Rafika Eka Sari Siregar, Fitri Eka Yuliana Ekasari, Fitri Eko Purnanto Eliza Eka Nurmala Elsa Rizki Lilian Nofita Sari Elva Nuryanti Eni Herleni Ermasari, Anissa Erna Safitri Evayanti, Lely Farah Ulya Suryadana Farich, Achmad Fatma Helna Fazirah, Aldy Febriani Putri, Devita Febriani, Christin Febrianti Febrianti Ferizal Masra Fina Apriliana Fitri Eka Sari Siregar Fitri Ekasari Fitri Ekasari Gunawan Irianto Hafiratul Fitri Usfa Hardini Ariningrum Hasbie, Neno Fitriyani Heni Herdanela Henindita Anggra Swastika Henri Setiawan Hermawan, Dessy Hikmah Ifayanti Ida Maya Meika Sari Iing Lukman Ika Sudirahayu Indra Kumala Indriyani, Annisa Irianto, Torry Duet Iskandar, Fryiska Fauziah Islalia, Indah Ismunarti, Diah Ita Paramitha Jovasco Allenfaza Karbito Karbito Karbito Karbito, Karbito Lathifah, Neneng Siti Lensoni Lensoni Lina Oktavia Lolita Sari Lolita Sary Luci Andriani M. Arifki Zainaro Majid, Ijlal Manulang, Chanita Sari Mariawati Mariawati Mariza, Ana Marleza Adriyani Marliyana Marliyana Masdiana Masdiana Maysura, Futry Meliyana, Rossy Milanisa Nur Azizah Mira Puspita Mislianti Mislianti Mochammad Aulia Febriansyah Monica Ramadayanti, Desty Muhani, Nova Muslim Amin Nani Soleha Nelya Retika Niputu Sudiadnyani Nova Muhani Nova Muhani Nova Muhani Nova Nur Aziyah Zamil Nur Maya Sari Nurdin, Ambia Nurfazira, Nurfazira Nurhalina Sari Pangaribuan, Betseba Natalia Prayoga Yushananta Prihantoro Prihantoro Purnama, Ade Sinta Putri, Desna Sari Putri, Ratna Dewi Rahmandini, Hafizhah Harjiati Ramadhani, Andesta Rega Wahyudi Retika, Nelya Retnaningsih, Agustina Ria Putriono Ridwan Ridwan Rika Yulendasari Ririn Wulandari Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Romadon, Fiqri Ardiansyah Saeffurqon Saeffurqon Safitri, Devi Nilam Laila Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Saputri, Firdha Azzahra Saradiah Mariana Natapradja Sari, Fitri Eka Siti Mariam Sri Wulandari Sunarsih Sunarsih Suri, Biantara Susilawati Susilawati SUWITO SUWITO Swastika, Henindita Anggra Taufiqqurokhim Taufiqqurokhim terta, Riesca lavenia trio pranoto Trisia Dira Yuniar Trisna Nur Aqilla Fadia Haya Usfa, Hafiratul Fitri Uswatul Hasanah, Uswatul Vera Lesmana Vera Yulyani Vivi Septiana Wahyu Karhiwikarta Wayan Aryawati Welly Rizkianti Winahyu, Diah Astika Wiwin Lestari Yahdhiani Nurindahsari Yanti, Dhiny Yanti, Dhiny Easter Yogi Ari Ghopican Yuli Yandara Yuli Yantina Yulianti Yulianti Yulyani, Vera Yuniar Herdarini Utami Yuniar, Trisia Dira Yuviska, Ike Ate Zaenal Abidin Zaitunah Zaitunah Zatalini, Nabila Zitunah, Zitunah