Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat di tatanan sekolah SDN 1 Karang Maritim Bandar Lampung Sari, Nurhalina; Winahyu, Diah Astika; Ariningrum, Hardini; Amirus, Khoidar; Putri, Desna Sari; Manulang, Chanita Sari; Usfa, Hafiratul Fitri; Yuniar, Trisia Dira
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.309

Abstract

Pendahuluan: Munculnya berbagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah (usia 6-10) ternyata umumnya berkaitannya dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), untuk itu diperlukannya edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat kepada anak mulai sejak usia 6-10 tahun. Tujuan: Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan terkait pentingnya menerapkan PHBS di lingkungan tatanan sekolah, hal ini dilakukan agar upaya untuk menurunkan penyakit yang muncul akibat kurangnya menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Metode: Metode yang dilakukan adalah dengan cara edukasi dengan menggunakan media video, berupa video animasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Penyuluhan ini di khususkan bagi siswa-siswi kelas 3 SDN 1 Karang Maritim Bandar Lampung. Hasil: Dalam penyuluhan ini dijelaskan pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, edukasi membuang sampah pada tempatnya, dan memberikan contoh  cara mencuci tangan dengan baik dan benar. Simpulan: Dari penyuluhan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa siswa-siswi SDN 1 karang Maritim dapat meningkatkan pengetahuan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat cara mencuci tangan dengan baik dan benar dan membuang sampah pada tempatnya. Kata kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat; Siswa; Edukasi.
IDENTIFYING RISK FACTORS FOR THE SPREAD OF DRUG-RESISTANT TUBERCULOSIS IN LAMPUNG IN 2023: A CASE-CONTROL STUDY: Analisis Faktor Risiko Penyebaran Tuberkulosis Resisten Obat di Provinsi Lampung Tahun 2023 Awaliyah, Kharismatul; Farich, Achmad; Muhani, Nova; Amirus, Khoidar; Eka Sari Siregar, Fitri
Jurnal Berkala Epidemiologi Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Berkala Epidemiologi (Periodic Epidemiology Journal)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbe.V13I12025.93-101

Abstract

Background: Drug-resistant tuberculosis (DR-TB) is a growing health concern in Lampung, where the low rate of DR-TB case detection and high treatment failure rates emphasize the necessity of identifying risk factors to strengthen control measures for DR-TB. Purpose: This study aimed to identify the dominant risk factors for the spread of drug-resistant tuberculosis among patients in Lampung Province in 2023. Methods: Using a case-control study design, the research utilized secondary data from the Tuberculosis Information System (SITB) Lampung Province. A total sampling method was employed, with 126 respondents in the case group and a 1:1 ratio, making the total sample size 252 respondents. Data matching was done for gender and age variables. Statistical analysis included univariate, bivariate chi-square, and multivariate logistic regression tests. Results: Univariate analysis showed that 57.90% of respondents were male, 57.90% were in the at-risk age group, 58.30% were employed, 81.30% did not have diabetes (DM) comorbidity, 97,20% did not have HIV comorbidity, 67,50% had no prior TB treatment history. Bivariate analysis indicated significant associations with occupation (p-value 0.04), DM comorbidity (p-value 0.02), and treatment history (p-value 0.00). Gender, age, and HIV comorbidity showed no significant associations. The multivariate analysis showed a significant effect of the TB treatment history variable (p-value 0.00, OR=9.04) and the HIV comorbidity variable (p-value 0.03, OR= 0.08). Conclusion: TB treatment history is the dominant factor that can affect the spread of drug-resistant tuberculosis in Lampung Province in 2023. Future researchers are encouraged to focus on studying the types of treatment failures.
Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Pekon Tugurejo Kabupaten Tanggamus Pangaribuan, Betseba Natalia; Hermawan, Dessy; Sari, Fitri Eka; Amirus, Khoidar; Anita, Anita
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i1.17032

Abstract

Stunting atau balita pendek merupakan permasalahan gizi pada balita yang masih banyak ditemukan di berbagai negara saat ini. Indonesia termasuk negara urutan kedua dengan kasus stunting tertinggi di Kawasan Asia Tenggara setelah Timor Leste. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting  pada balita di Pekon Tugurejo Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus. Penelitian ini menggunakan metode Crossectional. Subjek penelitian terdiri dari 83 responden dengan menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian ini diperoleh variabel yang terdapat hubungan signifikan adalah variabel berat badan lahir dengan kejadian stunting dengan p value  0,000, usia saat melahirkan p value  0,014, paritas p value 0,001 dan riwayat imuniasasi dasar  p value 0,005. Pada analisis multivariate di dapatkan nilai Exp (B) tertinggi yaitu pada BBLR dengan nilai 3.825 dengan  (95% CL 1.207-12.117) yang berarti BBLR memiliki risiko 3.8 kali mengalami kejadian stunting. Berat badan lahir rendah, usia saat melahirkan, paritas dan riwayat imunisasi dasar  merupakan variabel yang memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada balita di Pekon Tugurejo Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus
Hubungan Keberadaan Jentik Dan Container Index Dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue Di Wilayah Kerja Puskesmas Kemiling Kota Bandar Lampung Tahun 2023 Meliyana, Rossy; Aji Perdana, Agung; Easter Yanti, Dhiny; Amirus, Khoidar
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i3.2189

Abstract

Demam Berdarah Dengue disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang diketahui membawa virus Dengue. Di Bandar Lampung, kecamatan Kemiling menjadi wilayah tertinggi pesebaran kasus DBD dengan jumlah 23,7% kasus pertahun 2022. Salah satu upaya penurunan DBD dengan melakukan identifikasi keberadaan jentik dan Container Index (CI). Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah guna mengetahui hubungan antara Keberadaan Jentik dan hubungan antara Container Index (CI) dengan Kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Kemiling. Jenis penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel pada kajian ini memakai perbandingan 1:1, yaitu kelompok kasus atau penderita DBD sebanyak 27 responden dan kelompok kontrol atau non penderita DBD sebanyak 27 responden, dengan total 54 responden. Analisis data univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keberadaan Jentik (p-value = 0,001) dan Container Index (p-value = 0,001) berpengaruh terhadap kasus DBD. Saran kepada masyarakat Kecamatan Kemiling adalah melaksanakan 3M apabila masyarakat menemukan jentik pada container di rumah untuk memutus rantai DBD. Terutama pada container seperti ember bekas, kaleng bekas, dan container yang tidak dipakai kembali
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Di Desa Cipadang Kecamatan Gedong Tataan Tahun 2023 Islalia, Indah; Amirus, Khoidar; Nuryani, Dina Dwi; Sari, Fitri Eka
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i3.2475

Abstract

Pendahuluan: Menurut data WHO dan UNICEF Indonesia berada di negara kedua yang penduduknya masih berperilaku BABS. Menurut data monev STBM kemkes 2020 Provinsi Lampung berada pada urutan 28 dengan data 82.75%. Desa Cipadang memiliki jumlah BABS 68 kepala keluarga dan menjadi jumlah BABS tertinggi. Menurut RPJMN 2020–2024 Indonesia memiliki target 90% akses sanitasi layak dan 0% BABS. Tujuan: penelitian untuk diketahui penyebab perilaku BABS di Desa Cipadang Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran pada tahun 2023. Metode: Jenis penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional untuk jumlah sampel 248 dengan teknik pusrposive sampling, menggunakan uji analisis univariat, bivariat, dan uji chi square. Hasil: hasil univarit yang memiliki pengetahuan buruk sebanyak 50,4%, sikap buruk 54,0% dan perilaku buruk sebanyak 51,6%. Berdasarkan hasil bivariat ada hubungan antara pengetahuan terhadap perilaku BABS yaitu nilai p value = 0,000 (OR : 5,325) atau p = <0,05 dan ada hubungan sikap dengan perilaku BABS yaitu nilai p value = 0,000 (OR : 10,788) atau p = < 0,05. Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku BABS. Perlu adanya upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat agar tidak berperilaku BABS berupa adanya penyuluhan terkait dampak negatif jika tetap berperilaku BABS, meningkatkan kesadaran akan pentingnya kepemilikan jamban sebagai sarana keluarga untuk hidup bersih dan sehat, oleh karena itu arisan jamban bisa menjadi solusi yang tepat bagi masyarakat kurang mampu agar bisa mempunyai jamban
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Tenaga Kesehatan Terhadap Perilaku Pemisahan Sampah Medis di RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Monica Ramadayanti, Desty; Dwi Nuryani, Dina; Amirus, Khoidar; Riyanti, Riyanti
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i1.2480

Abstract

The potential hazard in medical waste starts from the process of sorting, collecting, storing, transporting, disposing to destruction. WHO estimates that around 1.67 million cases of hepatitis B, 315,120 cases of hepatitis C, and 33,877 cases of HIV are caused by unsafe needles and improper medical waste disposal systems. In addition, staff who handle medical waste are at risk of contracting AIDS, skin infections, anthrax, meningitis, dengue fever, bacteremia, and candidemia. The aim of the research is to know the relationship between knowledge and attitudes of health workers towards medical waste separation behavior. This research is a quantitative type with a cross sectional design with a total population of 253 health workers and a sample of 60 respondents. The sampling technique used was purposive sampling and used univariate and bivariate analysis with statistical tests using the Chi Square test. Respondents who had bad knowledge regarding the separation of medical waste were 46.7% and those who had a negative attitude were 80.8% and those who had bad behavior were 56.7%. There is a relationship between the knowledge of health workers (p-value = 0.007) and OR 4,385 (1,447 – 13,288) and there is a relationship between the attitudes of health workers (p-value = 0.001) and OR 6,785 (2,052 – 22,429) on the behavior of separating medical waste. It is hoped that there will be a need for supervision of the separation of medical waste so that the implementation of the SOP can be implemented correctly. Keywords: Knowledge, Behavior and Attitudes
Pengaruh Faktor Lingkungan terhadap Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung Safitri, Devi Nilam Laila; Putri, Devita Febriani; Amirus, Khoidar; Nuryani, Dina Dwi; Ekasari, Fitri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i4.14217

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis is a disease caused by Mycobacterium tuberculosis. The number of TB cases at the Kedaton Community Health Center in 2020 was 271 cases, in 2021 there were 193 cases, in 2022 there were 250 cases. Objective to determine the influence of environmental factors on the incidence of pulmonary tuberculosis in the working area of the Kedaton Bandar Lampung health center. This study used a case control design with 148 samples. In univariate statistical tests, bivariate chi-square, and multivariate logistic regression.In the univariate test results low income was 116 (78.4%), residential density met the requirements 85 (57.4%), ventilation did not meet the requirements 95 (64.2%), humidity met the requirements of respondents 81 (54.7%), temperature does not meet requirements 82 (55.4%), lighting does not meet requirements 76 (51.4%). Bivariate test results for variables that have a significant relationship with the incidence of pulmonary tuberculosis are residential density p-value 0.008, ventilation p-value 0.006, humidity p-value 0.003, temperature p-value 0.005, lighting p-value 0.000, while income does not have a significant relationship. p-value 0.550. The results of the multivariate analysis test showed that the dominant factor in the incidence of pulmonary tuberculosis was lighting (OR 5.759). Conclusion there is no significant relationship between income and the incidence of pulmonary tuberculosis, there is a significant relationship between residential density, ventilation, humidity, temperature and lighting and the incidence of tuberculosis. The dominant factor in the incidence of pulmonary tuberculosis is lighting. Keywords: Risk Factors, Home Environmental Health, Pulmonary Tuberculosis  ABSTRAK Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan Mycobacterium tuberkulosis. Jumlah kasus tuberculosis di Puskesmas Kedaton tahun 2020 berjumlah 271 kasus, tahun 2021 berjumlah 193 kasus, tahun 2022 berjumlah 250 kasus.Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh faktor lingkungan terhadap kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas Kedaton Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan desain case control dengan 148 sampel. Di uji statistik univariat, bivariat chi-square, dan multivariat regresi logistic. Pada hasil uji univariat pendapatan rendah 116 (78,4%), kepadatan hunian yang memenuhi syarat 85 (57,4%), ventilasi yang tidak memenuhi syarat 95 (64,2%), kelembaban yang memenuhi syarat responden 81 (54,7%), suhu yang tidak memenuhi syarat 82 (55,4%), pencahayaan tidak memenuhi syarat 76 (51,4%). Hasil uji bivariat variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian tuberculosis paru yaitu kepadatan hunian p-value 0,008 ventilasi p-value 0,006, kelembaban p-value 0,003, suhu p-value 0,005, pencahayaan p-value 0,000, sedangkan yang tidak memiliki hubungan bermakna yaitu pendapatan p-value 0,550. Hasil uji analisis multivariat menunjukkan faktor dominan terhadap kejadian tuberkulosis paru adalah pencahayaan (OR 5,759). Kesimpulannya tidak terdapat hubungan bermakna antara pendapatan dengan kejadian tuberkuosis paru, terdapat hubungan bermakna antara kepadatan hunian, ventilasi, kelembaban suhu dan pencahayaan dengan kejadian tuberculosis. Factor dominan terhadap kejadian tuberkulosis paru adalah pencahayaan. Kata Kunci: Faktor Risiko, Kesehatan Lingkungan Rumah, Tuberkulosis Paru
Hubungan Status Gizi, Keterpaparan Rokok Dan Riwayat Kontak Serumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung Alwa Ayu Azzahra; Achmad Farich; Khoidar Amirus; Nurhalina Sari; Agung Aji Perdana
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.719

Abstract

Abstrak TB adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Status gizi, keterpaparan asap rokok, dan riwayat kontak serumah merupakan faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena TB. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan status gizi, mencegah keterpaparan asap rokok, dan mengurangi riwayat kontak serumah dengan penderita TB dapat membantu menurunkan angka kejadian TB. Puskesmas kedaton menduduki urutan pertama dengan kasus tuberkulosis paru se Kota Bandar Lampung pada tahun 2020-2022. Pada tahun 2022 puskesmas kedaton memiliki jumlah kasus terbanyak dengan jumlah 90 (77%) kasus. Pada tahun 2023 dari bulan januari sampai juni kasus tuberkulosis paru sebanyak 112 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh status gizi, keterpaparan rokok dan riwayat kontak serumah dengan kejadian tuberkulosis paru pada pasien tuberkuloasis paru di wilayah kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan case control. Teknik untuk pengambilan jumlah sampel yaitu Purposive sampling, dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 132 orang. Analisa data menggunakan uji chi square dan analisa multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Didapatkan sebagian besar responden memiliki status gizi cukup sebanyak 93 orang (70.5%), keterpaparan rokok sebanyak 81 orang (61.4%), riwayat kontak sebanyak 78 orang (59.1%). Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan kejadian (p–value = 0,000), keterpaparan (p–value = 0,001), riwayat kontak (p–value = 0,000) dengan kejadian tuberkulosis paru. Riwayat kontak merupakan faktor dominan (p-value= 0,002) yang dapat mempengaruhi kejadian tuberkulosis paru sehingga masyarakat di himbau agar dapat menghindari kontak secara langsung dengan pasien tuberkulosis paru tanpa menggunakan pelindung diri seperti masker dikarnakan tuberkulosis paru menyebar melalui percikan dahak yang dikeluarkan pasien ketika batuk ataupun bersin. Kata kunci: Status gizi, keterpaparan rokok, riwayat kontak serumah, kejadian tuberkulosis paru
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Pengobatan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung Iskandar, Fryiska Fauziah; Putri, Devita Febriani; Amirus, Khoidar
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i2.21003

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang terus meningkat, terutama di negara dengan status ekonomi menengah ke bawah. Kepatuhan dalam pengobatan menjadi faktor kunci dalam mengelola kondisi ini dan mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan DM tipe 2 di Puskesmas Gedong Air, Bandar Lampung dengan menggunakan pendekatan Health Belief Model (HBM). Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dengan metode purposive sampling, melibatkan 188 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi kerentanan (p= 0,015), persepsi keparahan (p= 0,001), persepsi manfaat (p= 0,014), persepsi hambatan (p=0,003), dan kepercayaan diri (p= 0,022) dengan kepatuhan pengobatan. Faktor dominan yang paling mempengaruhi kepatuhan adalah persepsi hambatan dengan odds ratio (OR) 2,330 setelah dikontrol oleh variabel persepsi kerentanan. Persepsi hambatan meliputi kendala fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi yang dihadapi pasien dalam menjalani pengobatan. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi berbasis edukasi, dukungan psikososial, dan kemudahan akses layanan kesehatan.
Relationship Between Knowledge Level And Nutritional Status With Anemia Incidence In Pregnant Women Susilawati, Susilawati; Amirus, Khoidar; Mariza, Ana; Sunarsih, Sunarsih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.17904

Abstract

Anemia merupakan kondisi menurunnya kadar hemoglobin, hematokrit, dan jumlah eritrosit di bawah nilai normal. Menurut World Health Organization (WHO), 20% dari 515.000 kematian ibu di seluruh dunia disebabkan oleh anemia. Ibu hamil dengan anemia yang mengalami anemia di Puskesmas Gedung Menheng pada tahun 2022 sebanyak 43 dari 210 ibu hamil. Angka tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan persentase anemia pada ibu hamil pada tahun sebelumnya, yakni tahun 2021 yang hanya sebanyak 38 dari 198 ibu hamil.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil bulan Juli di Puskesmas Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang sebanyak 42 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling Analisis Univariat dan Bivariat dengan uji Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden yang mengalami anemia tidak mengalami anemia yaitu 16 orang (53,3%), pengetahuan sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang 15 orang (50%), status gizi sebagian besar responden baik yaitu 16 responden (53,3%). Ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia pada ibu hamil, diperoleh nilai p sebesar 0,001 (<0,05) OR 26.000 Ada hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil, diperoleh nilai p sebesar 0,000 (<0,05). OR yang diperoleh 42.000. Disarankan bagi ibu hamil untuk mencegah anemia dengan cara mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti ikan, telur, daging, bayam, tomat, tahu/tempe, kacang merah, dan lain-lain serta mengonsumsi tablet FeKata Kunci: Anemia, Pengetahuan, Status Gizi, Ibu Hamil ABSTRACTAnemia is a condition of decreased hemoglobin, hematocrit and erythrocyte count below normal values. According to the World Health Organization (WHO), 20% of the 515,000 maternal deaths worldwide are caused by anemia. Pregnant women with anemia who experienced anemia at the Gedung Menheng Health Center in 2022 were 43 out of 210 pregnant women. This figure has increased when compared to the percentage of anemia in pregnant women in the previous year, namely 2021, which was only 38 out of 198 pregnant women. The purpose of the study was to determine the relationship between the level of knowledge and nutritional status with the incidence of anemia in pregnant women at the Gedung Meneng Health Center, Tulang Bawang Regency in 2023.The type of research used was analytical research with a cross-sectional approach. The population in this study were pregnant women in July at the Gedung Meneng Health Center, Tulang Bawang Regency, as many as 42 people. The sample in this study was 30. The sampling technique used was purposive sampling Univariate and Bivariate Analysis with the Chi Square test.The results of the study showed that most of the respondents who experienced anemia did not experience anemia, namely 16 people (53.3%), the knowledge of most respondents had insufficient knowledge 15 people (50%), the nutritional status of most respondents was good, namely 16 respondents (53.3%). There is a relationship between knowledge and the incidence of anemia in pregnant women, obtained a p.value of 0.001 (<0.05) OR 26,000 There is a relationship between nutritional status and the incidence of anemia in pregnant women, obtained a p.value of 0.000 (<0.05). OR obtained 42,000. It is recommended for pregnant women to prevent anemia by eating foods containing iron such as fish, eggs, meat, spinach, tomatoes, tofu/tempeh, red beans, and others and consuming Fe tablets Keywords: Anemia, Knowledge, Nutritional Status, Pregnant Women
Co-Authors Abnurama, Lu'lu Nabila Achmad Farich Adelia, Martha Adli, Mulki Agung Aji Perdana Agung Aji Perdana AHMAD ANSORI Akhmad Kheru Dermawan Akhmalbih, Muhamad Aknes Yulyanto Alharomain, Eko M. Atiq Alwa Ayu Azzahra Alwa Ayu Azzahra Ambar Budi yanto Amin, Muslim Amir Sariffudin Andoko Andoko Anisa, Zahra Anita Anita Aprianita Aprianita Apriwesa, Teloe Ardana, Veronika Ardiansyah, Deni Ari Budianto Arlindova, Ardinda Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan ashari, Hernandi Astriana Astriana Aulyya Rahmah Awaliyah, Kharismatul Beauty, Belinda Apriannanti Belinda Apriannanti Beauty Bernika Mutiara Chanita Sari Manulang Christin Angelina Febriani Christin Angelina Febrianti Dalfian Dalfian Dalfian Dalfian Dalfian, Dalfian Damayanti, Septiyana Dekotyanti, Trivira Delima Selviyani Putri Deni Ardiansyah Desi Paramita Desna Sari Putri Dhini Easter Yanyi Diah Adelia Emilda Diah Astika Winahyu Dias Dumaika Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Dwi Nuryani, Dina Dwi Nuryani, Dina Dwi Ruth Rahayuning Asih Budi Easter Yanti, Dhiny Easter Yanti, Dhiny Echa Rafika Eka Sari Siregar, Fitri Eka Yuliana Eka Yuliana Ekasari, Fitri Eko Purnanto Eliza Eka Nurmala Elsa Rizki Lilian Nofita Sari Elva Nuryanti Eni Herleni Ermasari, Anissa Evayanti, Lely Farah Ulya Suryadana Farich, Achmad Fatma Helna Fazirah, Aldy Febriani Putri, Devita Febriani, Christin Febrianti Febrianti Febrianti Febrianti Ferizal Masra Fina Apriliana Firdayunsari, Firdayunsari Fitri Eka Sari Fitri Eka Sari Fitri Eka Sari Fitri Ekasari Gunawan Irianto Hafiratul Fitri Usfa Hardini Ariningrum Hasbie, Neno Fitriyani Heni Herdanela Henindita Anggra Swastika Henri Setiawan Hermawan, Dessy Hikmah Ifayanti Iing Lukman Ika Sudirahayu Indra Kumala Indriyani, Annisa Irianto, Torry Duet Iskandar, Fryiska Fauziah Islalia, Indah Ismunarti, Diah Ita Paramitha Karbito Karbito, Karbito Lathifah, Neneng Siti Lestari, Wiwin Lolita Sari Lolita Sary Luci Andriani Majid, Ijlal Manulang, Chanita Sari Mariawati Mariawati Mariza, Ana Marleza Adriyani Marliyana Marliyana Masdiana Masdiana Maternity, Dainty Meika Sari, Ida Maya Meliyana, Rossy Milanisa Nur Azizah Mira Puspita Mislianti Mislianti Mochammad Aulia Febriansyah Monica Ramadayanti, Desty Muhani, Nova Nani Soleha Nelya Retika Niputu Sudiadnyani Nova Muhani Nova Muhani Nova Muhani Nova Nur Aziyah Zamil Nur Maya Sari Nurdin, Ambia Nurfazira, Nurfazira Nurhalina Sari Pangaribuan, Betseba Natalia Prayoga Yushananta Prihantoro Prihantoro Purnama, Ade Sinta Putri, Desna Sari Putri, Ratna Dewi Rafika, Echa Rahmah, Aulyya Rahmandini, Hafizhah Harjiati Ramadhani, Andesta Retika, Nelya Retnaningsih, Agustina Ridwan Ridwan Ririn Wulandari Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Romadon, Fiqri Ardiansyah Saeffurqon Saeffurqon Safitri, Devi Nilam Laila Safitri, Erna Samino Samino Samino Samino Samino Samino Saputri, Firdha Azzahra Saradiah Mariana Natapradja Sari, Fitri Eka Selviyani Putri, Delima SITI MARIAM Siti Mariam Sri Wulandari Sri Wulandari Sunarsih Sunarsih Suri, Biantara Susilawati, Susilawati SUWITO SUWITO Swastika, Henindita Anggra Taufiqqurokhim, Taufiqqurokhim terta, Riesca lavenia trio pranoto Trisia Dira Yuniar Trisna Nur Aqilla Fadia Haya Usfa, Hafiratul Fitri Uswatul Hasanah, Uswatul Vera Lesmana Vivi Septiana Wahyu Karhiwikarta Wahyudi, Rega Welly Rizkianti Winahyu, Diah Astika Yahdhiani Nurindahsari Yanti, Dhiny Yanti, Dhiny Easter Yulendasari, Rika Yuli Yandara Yuli Yantina Yulianti Yulianti Yulyani, Vera Yuniar Herdarini Utami Yuniar, Trisia Dira Yuviska, Ike Ate Zaenal Abidin Zatalini, Nabila Zitunah, Zitunah