Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Dampak Lingkungan Fisik terhadap Kejadian Malaria di Desa Hanura Zaitunah Zaitunah; Samino Samino; Khoidar Amirus; Fitri Eka Sari Siregar
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.23597

Abstract

ABSTRACT Malaria remains a significant health problem in coastal areas, including Hanura Village, Teluk Pandan Subdistrict, Pesawaran Regency. Physical environmental factors such as light intensity, air temperature, humidity, and water pH play a role in the development of Anopheles vectors and malaria incidence. This study aimed to analyze the relationship between physical environmental factors and malaria occurrence in Hanura Village in 2024. A cross-sectional study was conducted involving 339 households in Hanura Village. Environmental variables were directly measured in the field: light intensity (lux meter), air temperature (digital thermometer), humidity (hygrometer), and water pH (pH meter). Malaria occurrence data were obtained from medical records and Rapid Diagnostic Tests (RDT). Data were analyzed using univariate, bivariate (Chi-Square test), and multivariate (logistic regression) analyses, including interaction tests. Bivariate analysis showed that air temperature and water pH were associated with malaria occurrence. Multivariate analysis indicated that air temperature (OR = 0.193; p = 0.010) was the dominant factor influencing malaria incidence, followed by water pH (OR = 0.563; p = 0.025). Light intensity was not directly significant but acted as a confounding variable. The interaction between air temperature and water pH was also not significant. Air temperature and water pH are significant environmental factors influencing malaria incidence in Hanura Village. The findings of this study can be utilized for environmentally based control strategies in efforts to prevent malaria in Hanura Village. Keywords: Malaria, Air Temperature, Water pH, Light Intensity, Hanura Village.  ABSTRAK Malaria merupakan masalah kesehatan di Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Faktor lingkungan fisik seperti intensitas cahaya, suhu udara, kelembapan udara, dan pH air berperan dalam perkembangan vektor Anopheles dan kejadian malaria. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan fisik dengan kejadian malaria di Desa Hanura tahun 2024. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pengambilan sampel sebanyak 339 rumah di Desa Hanura. Variabel lingkungan diukur langsung di lapangan: intensitas cahaya (lux meter), suhu udara (termometer digital), kelembapan udara (hygrometer), dan pH air (pH meter). Data kejadian malaria diperoleh dari rekam medis dan pemeriksaan RDT. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (uji Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik), termasuk uji interaksi antarvariabel. Analisis bivariat menunjukkan bahwa suhu udara dan pH air berhubungan dengan kejadian malaria. Analisis multivariat memperlihatkan bahwa suhu udara (OR = 0,193; p = 0,010) merupakan faktor dominan yang memengaruhi kejadian malaria, diikuti pH air (OR = 0,563; p = 0,025). Intensitas cahaya tidak berpengaruh signifikan secara langsung, tetapi berperan sebagai variabel confounding. Uji interaksi antara suhu udara dan pH air juga tidak signifikan. Suhu udara dan pH air merupakan faktor lingkungan fisik yang signifikan memengaruhi kejadian malaria di Desa Hanura. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk strategi pengendalian berbasis lingkungan dalam upaya pencegahan malaria di wilayah Desa hanura. Kata Kunci: Malaria, Suhu Udara, PH Air, Intensitas Cahaya, Desa Hanura
Hubungan Indeks Risiko Sanitasi dengan Kejadian Stunting di Kelurahan Pesawahan Kota Bandar Lampung Rega Wahyudi; Khoidar Amirus; Vera Yulyani
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i7.12957

Abstract

ABSTRACT  Stunting is a condition where toddlers have a long body or height that is less when compared to age. The prevalence of stunting in the city of Bandar Lampung is (36.1%), data at UPT Pasar Ambon Health Center, Bandar Lampung city, the prevalence of stunting in the Pesawahan sub-district is 44 (2, 14%). This study aims to determine the relationship between the risk of the sanitation index and the incidence of stunting in the rice fields of Bandar Lampung City in 2022. This type of research uses a quantitative study with a cross-sectional design using a total of 92 respondents. The sampling technique used was purposive sampling technique. univariate and bivariate analysis test with chi square test. The results of the stunting detection analysis detected 28 (30.4%) respondents. Sanitation risk index. Water source risk was 23 (36.5%) respondents. Domestic wastewater sanitation risk index was 5 (71.4%) respondents. The risk sanitation index for clean and healthy behavior is at risk of 3 (75.0%) respondents. The results of the bivariate analysis showed that there were 2 variables related to stunting, namely the domestic waste sanitation risk index (p value 0.014 Odds Ratio 6.739), sanitation risk index clean and healthy living behavior (p value 0.048 Odds Ratio 7.560). The variable that is not related to stunting is the air source sanitation risk index (p value 0.062). Research suggestions based on research results show that there is a relationship between the sanitation index of risk of domestic wastewater and the sanitation index of clean and healthy living behavior with the incidence of stunting, it is necessary to improve awareness of reduced domestic wastewater treatment and the importance of awareness of clean and healthy living behavior. Keywords: Stunting, Sanitation, IRS  ABSTRAK Stunting merupakan kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan  yang kurang jika dibandingkan dengan umur, Prevalensi kejadian stunting dikota Bandar Lampung sebesar (36,1%), data di UPT Puskesmas Pasar Ambon kota Bandar Lampung prevalensi stunting di kelurahan Pesawahan sebanyak 44 (2,14%).  Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan indeks risiko sanitasi dengan kejadian stunting di kelurahan pesawahan kota bandar lampung tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional menggunaan sebanyak 92 responden. Tenik sampling yang digunakan dengan Teknik purposive sampling. uji analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil analisis menunjukan terdeteksi stunting sebanyak 28 (30,4%) responden, Indeks risiko sanitasi Sumber air berisiko sebanyak 23 (36,5%) responden, Indeks risiko sanitasi air limbah domestik berisiko 5 (71,4 %) responden. Indeks risiko sanitasi perilaku hidup bersih dan sehat berisiko sebanyak 3 (75,0%) responden. Hasil analasis bivariat menunjukan bahwa terdapat 2 variabel yang berhubungan dengan stunting, yaitu indeks risiko sanitasi limbah domestik (p value 0,014 Odds Ratio 6,739), indeks risiko sanitasi prilaku hidup bersih dan sehat (p value 0,048 Odds Ratio sebesar 7,560). Variabel yang tidak berhubungan dengan stunting adalah indeks risiko sanitasi sumber air (p value 0,062). Saran penelitian berdasarkan hasil penelitian didapatkan hubungan indeks risiko sanitasi air limbah domestik dan indeks risiko sanitasi prilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian stunting maka perlunya dilakukan perbaikan kesadaran akan pentingnya pengolahan air limbah domestik dan pentingnya kesadaran  prilaku hidup bersih dan sehat.  Kata Kunci: Stunting, Sanitasi, IRS
Behavioral Factor Analysis of Blood Supplement Tablet Consumption in Adolescent Girls as an Effort to Prevent Stunting Ida Maya Meika Sari; Dhiny Easter Yanti; Nurul Aryastuti; Khoidar Amirus
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 6 (2023): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i6.3532

Abstract

The provision of blood supplement tablets (TTD) for adolescent girls is one of the special interventions being pursued by the government to improve the compliance of adolescent girls in taking blood supplement tablets. The government collaborates with health services and educational institutions in distributing TTD. SMP Negeri 2 Bumi Ratu Nuban is a pilot school in the working area of Puskesmas Inpatient Wates. However, the lack of awareness and support provided makes adolescent girls irregular in consuming TTD. The purpose of this study was to analyze the behavioral factors of blood supplement tablets consumption in adolescent girls in an effort to prevent stunting. This type of analytical observational research with a cross sectional design, the population of all adolescent girls. sampling using total sampling with the number of respondents 117 adolescent girls who have menstruated at SMPN 2 Bumi Ratu Nuban. Data collection using a questionnaire. Data analysis using the Chi-Square test. Based on the results of the chi-square test there is a relationship between knowledge (P-Value= 0.002; OR= 7.5; 95%; CL= 1.93-29), attitude (P-Value= 0.039; OR= 2.42, I= 1.116-5. 252), health worker support (P-Value = 0.003; OR = 3.68; 95%; CI = 1.62-8.36) and parental support (P-Value= 0.000; OR= 8.2; 95%; CI= 3.44-19.6) with the consumption behavior of blood supplement tablets in adolescent girls. It is expected that educational activities and monitoring of my health report card book are carried out continuously by health workers who can involve teachers and parents directly.
Influence of Community Knowledge and Attitude with Dengue Fever Prevention Behavior (DHF) in the Padang Cermin Health Center Working Area Chanita Sari Manulang; Samino; Khoidar Amirus; Fitri Eka Sari
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 6 (2023): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i6.3827

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a type of acute febrile illness caused by one of the four serotypes of the virus again with the genus Flavivirus known as the dengue virus which is characterized by bleeding fever 2 to 7 days without clear cause weakness, lethargy, anxiety, heartburn accompanied by signs of bleeding in the skin in the form of bleeding spots. The purpose of this study was to determine the effect of community knowledge and attitudes on dengue prevention behavior in the working area of the padang cermin health center.This type of research uses quantitative research with a cross sectional approach.The study population was the head of the family in the health center working area with a sample of 145 families selected by purposive sampling using a questionnaire. The results showed that there was an influence of knowledge obtained a value of knowledge (r=0.604; P Value 0.001 <0.05) attitude (r=0.732; P value 0.001 <0.05) with dengue prevention behavior. The results of hypothesis testing are that there is a positive relationship between knowledge and attitude with dengue prevention behavior. Suggestions from researchers, namely, the need to increase public knowledge by the Puskesmas through socialization and education activities to prevent dengue hemorrhagic fever routinely once a month, promotion to the community can be done with social media such as WhatsApp, Instagram and Facebook so that information can reach the community more quickly.
Analysis of Occupational Health and Safety Risks in the Surgical Inpatient Room at Hospital Siti Mariam; Agung Aji Perdana; Riyanti Riyanti; Khoidar Amirus; Fitri Eka Sari
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 8 (2023): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i8.4174

Abstract

According to the latest report from the International Labor Organization, more than 1.8 million people died in Asia-Pacific. At the Asian level, as many as two-thirds of the global population of more than 2.78 million people die every year due to work accidents or occupational diseases. Meanwhile, based on the National Safety Council (NSC) report, it shows that 41% of accidents in hospitals are greater than in other industries. . The purpose of this study was to determine the level of occupational safety and health risks in the surgical inpatient room of X Hospital Bandar Lampung. This study uses a semi-quantitative method that refers to AS/NZS: 2004 and a method for identifying risk using job hazard analysis (JHA) and multiplying the values​​of consequence, likelihood, exposure to determine the level of risk. The research results obtained with a substantial risk level of 1 risk and an acceptable level of 10 risks.
The Relationship between Knowledge and the Role of Community Leaders on the Incidence of DHF Deni Ardiansyah; Khoidar Amirus; Nova Muhani; Samino
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 10 (2023): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i10.4197

Abstract

Lampung Province recorded 3,484 cases of Dengue Fever (DHF) or 435 cases in a month. Or there are 14 cases a day. South Lampung recorded 185 people who experienced DHF from January to August 2022. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and the role of community leaders on the incidence of DHF in the working area of the Hajimena Health Center, South Lampung Regency in 2023. This type of research is quantitative with a cross sectional approach with a population of 96 respondents and the number of samples is the same as the population because it uses total sampling tectics because the population is less than 100 the entire population is sampled using univariate and bivariate analysis tests. To determine the frequency distribution of the dependent variable (DHF incidence) and to determine the relationship between the independent variables (knowledge and the role of community leaders). The results of univariate research are that there are 26 people who experience DHF, there are 55 respondents who have good knowledge and there are 42 respondents who have poor knowledge, and the role of community leaders is 65 respondents who play a good role and there are 32 respondents who do not play a good role. Bivariate results There is a significant relationship between the knowledge of community leaders on the incidence of DHF (pvalue = 0.011) and There is a significant relationship between the role of community leaders on the incidence of DHF (pvalue = 0.000) in the working area of the Hajimena Health Center in 2023. To improve the knowledge and role of community leaders in paying attention to the condition of the community environment and eradicating mosquito nests, support from health agencies such as health centers and health offices is needed.
Efektivitas Penurunan Kadar Besi (Fe) pada Sumur Gali dengan Metode Filtrasi Erna Safitri; Samino Samino; Khoidar Amirus; Lensoni Lensoni; Ambia Nurdin
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i3.17560

Abstract

Kebutuhan akan air bersih adalah hak setiap makhluk hidup, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi standar kualitas air yang tersedia dan memahami tantangan yang dihadapi dalam memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah tersebut. Metode pengumpulan data meliputi observasi langsung dan analisis baku mutu air. Hasil awal menunjukkan bahwa kualitas air dari sumur gali masih menjadi perhatian utama, dengan potensi risiko terhadap kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian adalah diketahui efektivitas metode  filtrasi dengan waktu pengambilan sampel air pada menit 1, menit ke 5 dan menit ke 10  dalam menurunkan kadar besi (Fe) air tanah. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian berupa pretes-postest with control group. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh air sumur yang terdapat di Gampong Anoi Itam Kota Sabang. Berdasarkan uji statistik diketahui bahwa nilai p-value 0,05 yang artinya terdapat pengaruh sesudah di berikan perlakuan filtrasi dalam menurunkan kadar besi (Fe) air sumur gali. Diharapkan metode aerasi dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pengolahan air untuk menurunkan kadar besi (Fe).
Faktor yang Berhubungan dengan Resiko Kecelakaan Kerja pada Pekerja Kontruksi Bangunan di Universitas Abulyatama Muslim Amin; Samino Samino; Khoidar Amirus; Lensoni Lensoni; Ambia Nurdin
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i3.17563

Abstract

Masalah keselamatan dan kesehatan kerja (k3) secara umum di indonesia masih sering terabaikan angka kecelakaan kerja berdasarkan data BPJS ketenagakerjaan, terdapat 123.000 kasus kecelakaan kerja di tahun 2017 dan 157.313 kasus kecelakaan kerja dan angka ini terus naik setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang resiko kecelakaan karena tidak mengunakan alat pelindung diri (APD) pada pekerja bangunan Universitas Abulyatama. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey analitik dengan metode cross sectional, pengambilan data menggunalkan kuesioner dengan jumlah sampel enam puluh tiga sampel. Variable yang paling dominan pada penelitian ini yaitu variable ketersediaan APD hasil ini didapatkan setelah melakukan tahap seleksi akhir pada anasisi multivariat dikarenakan hanya terdapat dua variable saja. Pada tahap seleksi akhir ini didapatkan hasil variable ketersedian APD dengan nilai p-value 0,005 dan nilai Odd Ratio 15.160 Artinya variable ketersediaan APD merupakan variable dominan dengan besaran resiko 15 kali   lebih besar ketidak sediaan APD itu dapat menyebabkan resiko kecelakaan kerja. Disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan guna mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap kecelakaan kerja di industri konstruksi, serta untuk mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif.
Analisis Faktor Host dan Health Belief Model sebagai Determinan Penerimaan Terhadap Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada Kontak Serumah Pasien Tuberkulosis di Kota Metro Tahun 2026 Ria Putriono; Wayan Aryawati; Khoidar Amirus; Karbito Karbito
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61596

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, sedangkan penerimaan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada kontak serumah pasien TB belum optimal. Faktor host dan persepsi berdasarkan Health Belief Model (HBM) diduga memengaruhi penerimaan TPT. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor host dan HBM sebagai determinan penerimaan TPT pada kontak serumah pasien tuberkulosis di Kota Metro Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional pada 120 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data meliputi uji univariat, bivariat dengan Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan 52,5% responden menerima TPT. Sikap berhubungan dengan penerimaan TPT (p<0,001; OR=8,49; 95%CI=3,71–19,40) dan persepsi berdasarkan HBM berhubungan secara signifikan (p<0,001; OR=14,64; 95%CI=6,03–35,47), sedangkan pekerjaan (p=0,680), pengetahuan (p=0,100), dan komorbid (p=0,342) tidak berhubungan. Analisis multivariat menunjukkan persepsi berdasarkan HBM merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi penerimaan TPT (Adjusted OR=11,784; 95%CI=4,428–31,362; p<0,001). Penguatan edukasi dan konseling berbasis HBM diperlukan untuk meningkatkan penerimaan TPT pada kontak serumah pasien tuberkulosis.
Capaian indikator kapitasi berbasis kinerja (KBK) dan faktor yang menghambat Taufiqqurokhim Taufiqqurokhim; Khoidar Amirus; Nurhalina Sari; Nova Muhani
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 2 No. 2 (2025): April Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v2i2.672

Abstract

Background: Performance-Based Capitation Payments, hereinafter referred to as KBK Payments, are adjustments to the amount of capitation rates based on the results of an assessment of achievement of agreed individual health service indicators in the form of performance results of First Level Health Facilities in the context of improving service quality. The indicators referred to are the number of contacts, the ratio of non-specialist outpatient referrals and the ratio of controlled prolanis participants. Purpose: To determine Performance-Based Capitation Indicator Achievements (Kbk) and Inhibiting Factors Method: This study uses a qualitative case study approach using in-depth interviews, observation, and document review as a way to collect data. There were five informants in this study, namely the Head of the Health Center, General Practitioner, PIC JKN, PIC P-Care, PIC Prolanis. Data analysis in qualitative research consists of the stages of data reduction, data presentation, drawing conclusions, and verification. Results: The contact number indicator was not achieved because people were afraid to go to the puskesmas for treatment and health visit activities were not carried out during the COVID-19 pandemic so that sick visits and health visits decreased. Conclusion: The outpatient referral ratio for non-specialist cases was not achieved more due to the lack of understanding of the participants regarding the referral flow. Prolanis activities did not run optimally such as medical consultations, education of prolanis participant groups and monitoring of health status while home visits, SMS Gateway reminders and club activities did not done.   Keywords: Indicators; Inhibiting Factors; Performance-Based Capitation (CBC).   Abstrak   Pendahuluan: Pembayaran Kapitasi Berbasis Kinerja, yang selanjutnya disebut dengan Pembayaran KBK, adalah penyesuaian besaran tarif kapitasi berdasarkan hasil penilaian pencapaian indikator pelayanan kesehatan perseorangan yang disepakati berupa hasil kinerja Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dalam rangka peningkatan mutu pelayanan. Adapun indikator   dimaksud   adalah   angka   kontak,   rasio   rujukan   rawat   jalan   non spesialistik dan rasio peserta prolanis terkendali. Tujuan: Untuk mengetahui Capaian Indikator Kapitasi Berbasis Kinerja (Kbk) Dan Faktor Yang Menghambat Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen sebagai cara untuk mengumpulkan data. Informan penelitian ini berjumlah lima orang, yaitu Kepala Puskesmas,Dokter umum, PIC JKN, PIC P-Care, PIC Prolanis. Analisis data dalam penelitian kualitatif terdiri dari tahap reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasie. Hasil: Tidak tercapainya indikator angka kontak disebabkan karena masyarakat takut berobat ke puskesmas dan tidak terlaksananya kegiatan kunjungan sehat pada masa pandemi COVID-19 sehingga kunjungan sakit dan kunjungan sehat menurun. Simpulan: Rasio rujukan rawat jalan kasus non spesialistik tidak tercapai lebih di sebabkan oleh belum pahamnya peserta terkait alur rujukan,  Kegiatan prolanis tidak berjalan optimal seperti konsultasi medis, edukasi kelompok peserta prolanis dan pemantauan status kesehatan sedangkan home visit, reminder SMS Gateway dan aktivitas klub tidak terlaksana.    Kata Kunci : Faktor Penghambat; Indikator; Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK).
Co-Authors Abnurama, Lu'lu Nabila Achmad Farich Adelia, Martha Adli, Mulki Agung Aji Perdana AHMAD ANSORI Akhmad Kheru Dermawan Akhmalbih, Muhamad Aknes Yulyanto Alharomain, Eko M. Atiq Alwa Ayu Azzahra Alwa Ayu Azzahra Amanda, Mansura Feby Ambar Budi yanto Ambia Nurdin Amir Sariffudin Andoko Andoko Anisa, Zahra Anita Anita Aprianita Aprianita Apriwesa, Teloe Ardana, Veronika Arham, Noeroel Ari Budianto Arlindova, Ardinda Aryawati, Wayan ashari, Hernandi Astriana Astriana Aulyya Rahmah Awaliyah, Kharismatul Beauty, Belinda Apriannanti Belinda Apriannanti Beauty Bernika Mutiara Chanita Sari Manulang Chanita Sari Manulang Christin Angelina Febriani Christin Angelina Febrianti Dainty Maternity Dalfian Dalfian Dalfian Dalfian Dalfian, Dalfian Damayanti, Septiyana Dekotyanti, Trivira Delima Selviyani Putri Deni Ardiansyah Desi Paramita Desna Sari Putri Dhini Easter Yanyi Diah Adelia Emilda Diah Astika Winahyu Dias Dumaika Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Dinarti, Wita Dwi Nuryani, Dina Dwi Ruth Rahayuning Asih Budi Easter Yanti, Dhiny Easter Yanti, Dhiny Echa Rafika Eka Sari Siregar, Fitri Eka Yuliana Ekasari, Fitri Eko Purnanto Eliza Eka Nurmala Elsa Rizki Lilian Nofita Sari Elva Nuryanti Eni Herleni Ermasari, Anissa Erna Safitri Evayanti, Lely Farah Ulya Suryadana Farich, Achmad Fatma Helna Fazirah, Aldy Febriani Putri, Devita Febriani, Christin Febrianti Febrianti Ferizal Masra Fina Apriliana Fitri Eka Sari Siregar Fitri Ekasari Fitri Ekasari Gunawan Irianto Hafiratul Fitri Usfa Hardini Ariningrum Hasbie, Neno Fitriyani Heni Herdanela Henindita Anggra Swastika Henri Setiawan Hermawan, Dessy Hikmah Ifayanti Ida Maya Meika Sari Iing Lukman Ika Sudirahayu Indra Kumala Indriyani, Annisa Irianto, Torry Duet Iskandar, Fryiska Fauziah Islalia, Indah Ismunarti, Diah Ita Paramitha Jovasco Allenfaza Karbito Karbito Karbito Karbito, Karbito Lathifah, Neneng Siti Lensoni Lensoni Lina Oktavia Lolita Sari Lolita Sary Luci Andriani M. Arifki Zainaro Majid, Ijlal Manulang, Chanita Sari Mariawati Mariawati Mariza, Ana Marleza Adriyani Marliyana Marliyana Masdiana Masdiana Maysura, Futry Meliyana, Rossy Milanisa Nur Azizah Mira Puspita Mislianti Mislianti Mochammad Aulia Febriansyah Monica Ramadayanti, Desty Muhani, Nova Muslim Amin Nani Soleha Nelya Retika Niputu Sudiadnyani Nova Muhani Nova Muhani Nova Muhani Nova Nur Aziyah Zamil Nur Maya Sari Nurdin, Ambia Nurfazira, Nurfazira Nurhalina Sari Pangaribuan, Betseba Natalia Prayoga Yushananta Prihantoro Prihantoro Purnama, Ade Sinta Putri, Desna Sari Putri, Ratna Dewi Rahmandini, Hafizhah Harjiati Ramadhani, Andesta Rega Wahyudi Retika, Nelya Retnaningsih, Agustina Ria Putriono Ridwan Ridwan Rika Yulendasari Ririn Wulandari Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Romadon, Fiqri Ardiansyah Saeffurqon Saeffurqon Safitri, Devi Nilam Laila Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Saputri, Firdha Azzahra Saradiah Mariana Natapradja Sari, Fitri Eka Siti Mariam Sri Wulandari Sunarsih Sunarsih Suri, Biantara Susilawati Susilawati SUWITO SUWITO Swastika, Henindita Anggra Taufiqqurokhim Taufiqqurokhim terta, Riesca lavenia trio pranoto Trisia Dira Yuniar Trisna Nur Aqilla Fadia Haya Usfa, Hafiratul Fitri Uswatul Hasanah, Uswatul Vera Lesmana Vera Yulyani Vivi Septiana Wahyu Karhiwikarta Wayan Aryawati Welly Rizkianti Winahyu, Diah Astika Wiwin Lestari Yahdhiani Nurindahsari Yanti, Dhiny Yanti, Dhiny Easter Yogi Ari Ghopican Yuli Yandara Yuli Yantina Yulianti Yulianti Yulyani, Vera Yuniar Herdarini Utami Yuniar, Trisia Dira Yuviska, Ike Ate Zaenal Abidin Zaitunah Zaitunah Zatalini, Nabila Zitunah, Zitunah