Claim Missing Document
Check
Articles

Pembentukan Satuan Tugas Bebas Asap Rokok di Dusun II Desa Sukajaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Amirus, Khoidar; Indriyani, Annisa; Arlindova, Ardinda; Suri, Biantara; Majid, Ijlal; Zatalini, Nabila; Nurfazira, Nurfazira; Zitunah, Zitunah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.21301

Abstract

ABSTRAK Praktik Belajar Lapangan (PBL) merupakan salah satu metode pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam mengidentifikasi dan mengatasi permasalahan kesehatan di masyarakat. Kegiatan PBL ini dilaksanakan di Dusun II, Desa Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, dengan fokus utama pada intervensi kesehatan berbasis komunitas melalui pembentukan Satgas Bebas Asap Rokok. Inisiatif ini didasari oleh tingginya angka perokok di lingkungan rumah tangga serta kurangnya kesadaran akan bahaya asap rokok bagi kesehatan masyarakat, terutama bagi anak-anak dan lansia. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat, sosialisasi mengenai dampak rokok terhadap kesehatan, serta pelatihan bagi kader Satgas. Satgas Bebas Asap Rokok yang dibentuk terdiri dari perwakilan masyarakat setempat, tokoh agama, dan tenaga kesehatan yang bertugas dalam mengedukasi serta mengawasi penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lingkungan rumah tangga, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya. Kata Kunci: Satgas Bebas Asap Rokok, Kawasan Tanpa Rokok, Kesehatan Masyarakat, Intervensi Komunitas.  ABSTRACT Field Learning Practice (PBL) is one of the learning methods that aims to improve students' understanding in identifying and overcoming health problems in the community. This PBL activity was carried out in Dusun II, Lempasing Village, Teluk Pandan District, Pesawaran Regency, with the main focus on community-based health interventions through the formation of a Smoke-Free Task Force. This initiative is based on the high number of smokers in the household environment and the lack of awareness of the dangers of cigarette smoke to public health, especially for children and the elderly. The methods used in this activity include field observation, interviews with the community, socialization regarding the impact of cigarettes on health, and training for Task Force cadres. The Smoke-Free Task Force that was formed consists of representatives of the local community, religious leaders, and health workers who are tasked with educating and supervising the implementation of Smoke-Free Areas (KTR) in the household environment, places of worship, and other public facilities. Keywords: Smoke-Free Task Force, Smoke-Free Area, Public Health, Community Intervention.
Analysis Of Factors Of Diabetes Mellitus Type 2 Incidence Setiawan, Henri; Putri, Devita Febriani; Amirus, Khoidar
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i7.21041

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi DM tipe 2 terus mengalami peningkatan setiap tahun. Menurut WHO jumlah penderita di Indonesia akan menglami peningkatan dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi 21,3 juta ditahun 2030. Provinsi Lampung tahun 2021 belum mencapai target yang telah ditetapkan dalam penurunan kasus DM. Pada tahun 2020 capaian sebesar 68,32%. Puskesmas Gedong Air pada tahun 2022 kejadian DM sebanyak 1768 penderita dan tahun 2023 sebanyak 1126 penderita. Tujuan penelitian untuk Analisis Faktor Kejadian Diabetes Melitus TIPE 2 Di Wilayah Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi seluruh masyarakat yang berobat yang berusia ≥ 25 tahun sampai usia ≤ 40 tahun pada bulan mei- juni tahun 2024. Sampel berjumlah 180 orang dengan teknik purposive sampling. Analisis data dengan univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistic berganda).Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa Responden yang mengalami diabetes mellitus tipe 2 sebanyak 67.7%, yang memiliki aktifitas fisik sedang sebanyak 63.3%, yang memiliki pola makan baik sebanyak 59.6%, yang menderita obesitas sebanyak 56.9% dan tidak menderita obesitas sebanyak 43.1% serta yang menderita hipertensi sebanyak 47.9% dan tidak hipertensi 52.1%. Terdapat hubungan pola makan (p-value 0.010), aktivitas fisik (p-value 0.026), obesitas (p-value 0.000) hipertensi (p-value 0.000) dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2. Variabel yang paling mendominan kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 yaitu variable obesitas (p-value 0.000) OR 5.366.Saran: Diharapkan masyarakat menerapkan gaya hidup yang lebih baik dengan memperbaiki pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik. Kata kunci : Diabetes Mellitus, Pola Makan, Aktifitas Fisik, Hipertensi, Obesitas ABSTRACT Background: The prevalence of type 2 DM continues to increase every year. According to WHO, the number of sufferers in Indonesia will increase from 8.4 million in 2000 to 21.3 million in 2030. Lampung Province in 2021 has not reached the target that has been set in reducing DM cases. In 2020 the achievement was 68.32%. In 2022, the Gedong Air Health Center had 1768 DM sufferers and in 2023 there were 1126 sufferers. The purpose of the study was to Analyze Factors for the Incidence of Type 2 Diabetes Mellitus in the Gedong Air Health Center Area, Bandar Lampung.Method: Quantitative research type with a cross-sectional design. The population of all people who seek treatment aged ≥ 25 years to ≤ 40 years in May-June 2024. The sample was 180 people with a purposive sampling technique. Data analysis with univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (multiple logistic regression).Results: This study shows that respondents who experience type 2 diabetes mellitus are 67.7%, who have moderate physical activity are 63.3%, who have a good diet are 59.6%, who suffer from obesity are 56.9% and do not suffer from obesity are 43.1% and who suffer from hypertension are 47.9% and do not have hypertension 52.1%. There is a relationship between diet (p-value 0.010), physical activity (p-value 0.026), obesity (p-value 0.000) hypertension (p-value 0.000) with the incidence of type 2 diabetes mellitus. The most dominant variable in the incidence of Type 2 Diabetes Mellitus is the obesity variable (p-value 0.000) OR 5.366.Suggestion: It is expected that the community will implement a better lifestyle by improving diet and increasing physical activity Keywords: Diabetes Mellitus, Diet, Physical Activity, Hypertension, Obesity. 
Hubungan Sumber Air Bersih Dan Perilaku Cuci Tangan Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Kelurahan Labuhan Ratu Ardana, Veronika; Nuryani, Dina Dwi; Amirus, Khoidar; Ekasari, Fitri
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.21823

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada balita yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah, termasuk di Kelurahan Labuhan Ratu. Data Puskesmas setempat menunjukkan peningkatan kasus dari 169 kasus pada tahun 2023 menjadi 497 kasus pada tahun 2024, yang mengindikasikan adanya permasalahan pada faktor-faktor risiko yang memengaruhi kejadian diare. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sumber air bersih dan perilaku cuci tangan ibu dengan kejadian diare pada balita. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang ini melibatkan 85 ibu yang memiliki balita berusia 1–5 tahun, dengan analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (60%) menggunakan sumber air bersih yang tidak memenuhi syarat kesehatan, dan 60% ibu memiliki perilaku cuci tangan yang kurang baik. Kejadian diare ditemukan pada 67,1% balita, dengan hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara sumber air bersih dengan kejadian diare (p=0,0001; OR=10,154) serta antara perilaku cuci tangan ibu dengan kejadian diare (p=0,0001; OR=10,154). Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan akses terhadap air bersih dan promosi perilaku cuci tangan yang benar sebagai upaya pencegahan diare pada balita.
PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF Abnurama, Lu'lu Nabila; Putri, Ratna Dewi; Yantina, Yuli; Amirus, Khoidar
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 1 (2021): Volume 1 Nomor 1,Maret 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i1.3457

Abstract

Introduction        : Labor pain is inherent physiology and is felt by every mother in labor. Pain management in labor with non-pharmacological methods is Aromatherapy, the aroma of essential lavender can provide comfort and relaxation to the body and mind of the mother, can stimulate the release of endorphin hormones so as to relieve labor pain. This study aims to determine the effect of lavender aromatherapy on the intensity of labor in the first phase of active labor in PMB. Mardiana, S.ST, Kec.Menggala, Kab. Tulang Bawang 2019.Research methods           : This type of research is quantitative, with a research design Quasi Experiment Design using the design of Two Group Pre-Post Test Design. The sampling technique used is Non Probability Sampling with Accidental Sampling techniques. This study uses a minimum sample of experimental research that is as many as 15 respondents per group (15 experimental groups and 15 control groups) to mothers in the first phase of active phase, where data collection uses observation sheets and SOP. Analysis of the data used is the Independent Sample T Test.Results and Conclusions           : From the results of research conducted by the author, it is known that the average value of labor pain intensity in the experimental group (Lavender Aromatherapy) was 5.27 (moderate pain), while in the control group results the average pain intensity was 7.53 (pain severe / severe) and a significance value of 0.000, P value α α (0.05) means that there is an influence of Lavender Aromatherapy on the intensity of labor pain during the active phase. The use of essential oils by inhalation is a fast, simple, and effective way to get the benefits of treatment. This non-pharmacological therapy provides many advantages and does not cause side effects or interference with the mother and fetus so lavender can be used as an alternative for the management of labor pain by midwives to improve service quality. Keywords            : Labor pain, Lavender Aromatherapy. 
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis Purnama, Ade Sinta; Irianto, Torry Duet; Nuryani, Dina Dwi; Samino, Samino; Amirus, Khoidar
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 5 (2025): October Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i5.1349

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) is an infectious disease that remains a public health problem. Community behavioral factors such as smoking, contact with TB patients, and not opening windows are suspected to contribute to the high incidence of TB. Controlling TB risk factors is one of the Indonesian government's strategies in developing a strategic plan to end TB. Therefore, monitoring risk factors in the community is crucial to inform policymakers in developing prevention programs. Purpose: To analyze the relationship between TB incidence factors. Method: This quantitative study used a case-control design. The sampling technique used purposive sampling, resulting in a sample of 120 respondents divided into 60 case groups and 90 control groups. Data analysis used the chi-square test and multiple logistic regression. Results: There was a significant association between smoking behavior (p=0.000; OR=5.500), contact with TB patients (p=0.000; OR=29.571), and not opening windows (p=0.000; OR=3.754) and TB incidence. Contact behavior with TB patients (p=0.000; OR=24.665) was the most dominant factor influencing tuberculosis incidence. Conclusion: There is a relationship between smoking behavior, contact with TB patients, and not opening windows and TB incidence.   Keywords: Contact with TB Patients; Opening Windows; Smoking Behavior; Tuberculosis.   Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Faktor perilaku hidup masyarakat seperti merokok, kontak dengan penderita TB, serta tidak membuka jendela rumah diduga berperan dalam tingginya kejadian TB. Salah satu strategis pemerintah Indonesia dalam mengembangkan rencana strategis untuk mengakhiri TB adalah mengendalikan faktor risiko TB, sehingga pemantauan faktor risiko di masyarakat sangat penting untuk memberi informasi kepada para pembuat kebijakan untuk pengembangan program pencegahan. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara Faktor kejadian TB. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan case control. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga sampel diperoleh sebanyak 120 responden yang dibagi menjadi kelompok kasus sebanyak 60 responden dan kelompok kontrol sebanyak 90 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil: Ada hubungan signifikan antara perilaku merokok (p=0.000; OR=5.500), kontak dengan penderita TB (p=0.000; OR=29.571), serta tidak membuka jendela (p=0.000; OR=3.754) terhadap kejadian TB. Perilaku Kontak dengan penderita TB dengan nilai (p=0.000; OR=24.665) merupakan faktor yang paling dominan yang dapat mempengaruhi kejadian tuberculosis Simpulan: Ada hubungan perilaku merokok, kontak dengan penderita TB, dan tidak membuka jendela terhadap kejadian TB. Kata Kunci: Kontak Penderita TB; Membuka Jendela; Perilaku Merokok; Tuberkulosis.
Pengaruh faktor risiko yang dapat dan tidak dapat dimodifikasi terhadap kejadian diabetes melitus tipe 2 tanpa komplikasi Ansori, Ahmad; Irianto, Torry Duet; Amirus, Khoidar; Perdana, Agung Aji; Sari, Fitri Eka
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 5 (2025): October Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i5.1420

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a chronic metabolic disease with increasing prevalence globally and a major challenge to public health systems. Purpose: To determine the influence of modifiable risk factors (such as physical activity, diet, and obesity) and non-modifiable risk factors (age, sex, and heredity) on the incidence of uncomplicated T2DM. Method: This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. A purposive sampling technique was used, and 358 individuals met the inclusion criteria. Data were analyzed using the chi-square test and multivariate analysis using multiple logistic regression. Results: Most respondents did not experience type 2 diabetes (69.8%), were female (82.4%), were aged ≥41 years (79.6%), had no family history of type 2 diabetes (76.5%), were in the light physical activity group (60.6%), had a good diet (75.7%), and were not obese (73.7%). There was a relationship between age (p-value = 0.006), gender (p-value = 0.049), heredity (p-value = 0.027), physical activity (p-value = 0.000), diet (p-value = 0.000), and obesity (p-value = 0.000) with the occurrence of type 2 diabetes. The results of the multivariate analysis showed that physical activity was the dominant factor that could influence the occurrence of type 2 diabetes (OR = 4.26). Conclusion: Age, gender, heredity, physical activity, diet, and obesity are risk factors for type 2 diabetes.   Keywords: Age; Diet; Gender; Hereditary; Obesity; Physical Activity; Type 2 DM.   Pendahuluan: Diabetes mellitus tipe 2 (DM tipe 2) merupakan penyakit metabolik kronis yang mengalami peningkatan prevalensi secara global dan menjadi tantangan utama sistem kesehatan masyarakat. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh faktor risiko yang dapat dimodifikasi (seperti aktivitas fisik, pola makan dan  obesitas) serta faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi (usia, jenis kelamin, dan herediter) terhadap kejadian DM tipe 2 tanpa komplikasi. Metode: Penelitian dengan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Menggunakan  teknik purposive  sampling dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 358 orang. Analisa data menggunakan uji chi square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil: Sebagian besar responden tidak mengalami DM tipe 2 sebanyak (69,8%), berjenis kelamin perempuan (82,4%), kelompok usia ≥41 tahun (79,6%),  tidak memiliki riwayat keluarga DM tipe 2 (76,5%), kelompok dengan aktivitas fisik ringan (60,6%), memiliki pola makan baik (75,7%), dan tidak mengalami obesitas  (73,7%). Ada hubungan antara usia (p-value=0.006), jenis kelamin (p-value= 0.049), herediter (p-value=0.027), aktivitas fisik (p-value=0.000), pola makan (p-value=0.000) dan obesitas (p-value=0.000) terhadap terjadinya penyakit dm tipe 2. Hasil analisis multivariate aktivitas fisik merupakan faktor dominan yang dapat mempengaruhi terjadinya penyakit dm tipe 2 (OR=4.26). Simpulan: Usia, jenis kelamin, herediter, aktivitas fisik, pola makan, dan obesitas merupakan faktor resiko terhadap penyakit dm tipe 2.   Kata Kunci : Aktivitas Fisik; DM tipe 2; Herediter; Jenis Kelamin; Obesitas; Pola Makan;  Usia.
Influence Of Date Fruit Consumption On Breast Milk Production In Breastfeeding Mothers Ramadhani, Andesta; Amirus, Khoidar; Mariza, Ana; Ermasari, Anissa
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i9.15478

Abstract

Latar Belakang : Menyusui bukan sekadar pengalaman menjalin ikatan antara ibu dan anak; itu juga merupakan sumber nutrisi penting bagi bayi. Namun banyak ibu yang mengalami kendala dalam mempertahankan pemberian ASI eksklusif karena produksi ASI yang tidak mencukupi. Nutrisi ibu hamil memainkan peran penting dalam mengatasi masalah ini, dan salah satu solusi yang sering diabaikan adalah konsumsi kurma. Kurma, yang secara ilmiah dikenal sebagai Phoenix dactylifera, telah terkenal karena manfaat nutrisinya selama berabad-abad. Kaya akan galaktagog, protein, dan kalori, kurma telah menunjukkan potensi menjanjikan dalam meningkatkan produksi ASI. Artikel ini mendalami penelitian yang dilakukan di wilayah Puskesmas Kotabumi II pada tahun 2023.Tujuan penelitian : Diktetahui pengaruh konsumsi buah kurma terhadap produksi ASI ibu menyusui.Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental dengan menggunakan metodologi two-group test-post test. Populasi penelitian adalah ibu nifas di wilayah Puskesmas Kotabumi II, dengan jumlah sampel yang dikumpulkan pada bulan Agustus 2023 sebanyak 30 orang. Melalui purposive sampling, 15 orang ibu dimasukkan ke dalam kelompok intervensi, sedangkan 15 orang lagi menjadi kelompok kontrol.Hasil Penelitian :Analisis statistik, menggunakan uji Mann-Whitney, menunjukkan nilai p signifikan sebesar 0,028<0,05. Hasil ini menunjukkan adanya pengaruh nyata konsumsi buah kurma terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui di wilayah Puskesmas Kotabumi II pada tahun 2023. Temuan ini menggarisbawahi potensi kurma sebagai solusi alami untuk meningkatkan tingkat keberhasilan menyusui.Kesimpulan adanya pengaruh nyata konsumsi buah kurma terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu menyusuiSaran :Dengan dosis anjuran 100 gram atau kurang lebih 8 buah kurma setiap hari selama 7 hari, ibu bisa memanfaatkan manfaat alternatif non farmakologi ini. Kata Kunci: ASI, ASI, Buah Kurma, Ibu ABSTRACT  Background: Breastfeeding is not just a bonding experience between a mother and her child; it's also a vital source of nutrition for the infant. However, many mothers face challenges in maintaining exclusive breastfeeding due to insufficient breast milk production. Maternal nutrition plays a crucial role in addressing this issue, and one often-overlooked remedy is the consumption of dates. Dates, scientifically known as Phoenix dactylifera, have been celebrated for their nutritional benefits for centuries. Rich in galactagogue, protein, and calories, dates have shown promising potential in boosting breast milk production. This article delves into a study conducted in the Kotabumi II Community Health Center area in 2023. Purpose : The aim of this research is to determine the effect of dates on breast milk productionMethod: Exploring the influence of date fruit consumption on breastfeeding mothers' milk production. The research employed a quantitative approach with a pre-experimental design, utilizing a two-group test-post test methodology. Postpartum mothers in the Kotabumi II Community Health Center area constituted the study population, with a total of 30 samples collected in August 2023. Through purposive sampling, 15 mothers were assigned to the intervention group, while another 15 formed the control group.Result : Statistical analysis, employing the Mann-Whitney test, revealed a significant p-value of 0.028<0.05. This outcome suggests a tangible influence of date fruit consumption on the smoothness of breast milk production among breastfeeding mothers in the Kotabumi II Community Health Center area in 2023. These findings underscore the potential of dates as a natural solution to enhance breastfeeding success rates.Concluison a tangible influence of date fruit consumption on the smoothness of breast milk production among breastfeeding mothersSuggestion dosage of 100 grams or approximately 8 pieces of dates daily for a duration of 7 days, mothers can harness the benefits of this non-pharmacological alternative. Keywords: Breastfeeding, Breast Milk, Date Fruit, Mother,
HUBUNGAN PENGENDALIAN BIOLOGIS DENGAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMILING Fazirah, Aldy; Irianto, Torry Duet; Amirus, Khoidar; Karbito, Karbito; Nuryani, Dina Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29964

Abstract

Penelitian ini membahas tentang hubungan pengendalian biologis dengan penyakit Demam Berdarah Dengue  (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Kemiling. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Case-control. Populasi dalam penelitian ini adalah wilayah kerja Puskesmas Kemiling yang terdata Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan 4.100  Kartu Keluarga dengan sampel sebanyak 136 responden, secara konklusif sampling. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengendalian biologis dengan penyakit Demam Berdarah Dengue  (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Kemiling. Hasil penelitian menunjukan hubungan signifikan hubungan pengendalian biologis dengan penyakit Demam Berdarah Dengue.
COUNSELING AND SCREENING FOR RISK FACTORS FOR HYPERCHOLESTEROLEMIA IN CLASS II A WOMEN'S CORRECTIONAL INSTITUTIONS BANDAR LAMPUNG CITY IN 2024 Amirus, Khoidar; Muhani, Nova; Sari, Fitri Eka; ashari, Hernandi; Saputri, Firdha Azzahra; Terta, Riesca Lavenia
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v8i1.2255

Abstract

The prevalence of hypercholesterolemia worldwide reaches around 45%. In the Southeast Asia region, the prevalence rate of hypercholesterolemia is around 30%, while in Indonesia it reaches 35%. Then the prevalence of high cholesterol levels in Lampung Province in 2018 reached 53.2%, this shows that in Lampung Province people with dyslipidemia are still high. The aim of this service is health screening and counseling to increase the knowledge of inmates regarding cholesterol disease. The service method is to carry out health screening such as checking blood pressure, weight, height and BMI then carrying out counseling activities related to preventing cholesterol disease. The service was carried out on January 19 2024 with a sample size of 235 inmates. at the Class IIA Women's Correctional Institution in Bandar Lampung City. The results of the service showed that those with good knowledge were 70.6% and those with poor knowledge were 29.4%. 21.7% of their families had a history of cholesterol and 78.3% of those did not have a history of cholesterol. experienced an increase in cholesterol levels by 72.8% and those who did not experienced an increase in cholesterol levels by 26.0%. had a BMI of very thin (0.9%), thin (69.8%), normal (22.1%) and fat (7.20%). The education level of the people who most often participate in this service is high school (66.0%). The people who most often participate in this service are aged 25-35 years (33.6%) and aged 36-45 years (32.3%). It is hoped that health workers can continue to improve health education and education regarding NCDs, especially cholesterol.
Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Perempuan Dalam Mengambil Keputusan Rumah Tangga di Indonesia Anisa, Zahra; Sari, Nurhalina; Amirus, Khoidar
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 2 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i2.931

Abstract

Latar Belakang: Target sasaran kesetaraan perempuan yang tertuang dalam tujuan SDGs nomor 5 yaitu mengenai, tercapainya pemberdayaan perempuan yang salah satunya adalah partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan sebesar 100%, sedangkan laporan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017, sebanyak 68% perempuan yang sudah menikah berpartisipasi dalam pengambilan keputusan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan rumah tangga di Indonesia berdasarkan SDKI 2017. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, desain penelitian analitik, dengan pendekatan cross sectional. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan chi-square. Populasi penelitian adalah 59.100 wanita berstatus kawin dan pernah kawin berdasarkan SDKI 2017, dengan sampel sebanyak 34.010 responden yang diambil dari masyarakat dari kelompok tertentu, seperti pengambilan sampel pada penelitian ini dengan kriteria WUS berusia 15-49 tahun. Hasil: Terdapat 30.055 (88,4%) WUS yang berpartisipasi. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa distribusi frekuensi kuintil kekayaan sebagian besar berada pada kategori terendah yaitu 7.671 (22,6), jenis pekerjaan WUS adalah sales 6.836 (20,1%), daerah perkotaan 17.189 (50,5%), dan tingkat pendidikan tertinggi adalah tingkat pendidikan menengah 17.708 (52,1%). Analisis bivariat, terdapat hubungan antara kuintil kekayaan (p-value 0,00 dengan OR 1,3), jenis pekerjaan (p-value 0,00 dengan OR 2,5), wilayah tempat tinggal (p-value 0,00 dengan OR 1,139), dan tingkat pendidikan (p-value 0,00 dengan OR 2,2) terhadap pengambilan keputusan rumah tangga pada wanita. Kesimpulan: Dari penelitian yang dilakukan, faktor kuintil kekayaan, pekerjaan dan pendidikan berpengaruh terhadap partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan rumah tangga. Variabel yang paling berpengaruh adalah pada kuintil pekerjaan manajerial dan administrasi. Kata kunci: Partisipasi perempuan; Keputusan; Rumah tangga; SDKI  
Co-Authors Abnurama, Lu'lu Nabila Achmad Farich Adelia, Martha Adli, Mulki Agung Aji Perdana AHMAD ANSORI Akhmad Kheru Dermawan Akhmalbih, Muhamad Aknes Yulyanto Alharomain, Eko M. Atiq Alwa Ayu Azzahra Alwa Ayu Azzahra Amanda, Mansura Feby Ambar Budi yanto Ambia Nurdin Amir Sariffudin Andoko Andoko Anisa, Zahra Anita Anita Aprianita Aprianita Apriwesa, Teloe Ardana, Veronika Arham, Noeroel Ari Budianto Arlindova, Ardinda Aryawati, Wayan ashari, Hernandi Astriana Astriana Aulyya Rahmah Awaliyah, Kharismatul Beauty, Belinda Apriannanti Belinda Apriannanti Beauty Bernika Mutiara Chanita Sari Manulang Chanita Sari Manulang Christin Angelina Febriani Christin Angelina Febrianti Dainty Maternity Dalfian Dalfian Dalfian Dalfian Dalfian, Dalfian Damayanti, Septiyana Dekotyanti, Trivira Delima Selviyani Putri Deni Ardiansyah Desi Paramita Desna Sari Putri Dhini Easter Yanyi Diah Adelia Emilda Diah Astika Winahyu Dias Dumaika Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Dinarti, Wita Dwi Nuryani, Dina Dwi Ruth Rahayuning Asih Budi Easter Yanti, Dhiny Easter Yanti, Dhiny Echa Rafika Eka Sari Siregar, Fitri Eka Yuliana Ekasari, Fitri Eko Purnanto Eliza Eka Nurmala Elsa Rizki Lilian Nofita Sari Elva Nuryanti Eni Herleni Ermasari, Anissa Erna Safitri Evayanti, Lely Farah Ulya Suryadana Farich, Achmad Fatma Helna Fazirah, Aldy Febriani Putri, Devita Febriani, Christin Febrianti Febrianti Ferizal Masra Fina Apriliana Fitri Eka Sari Siregar Fitri Ekasari Fitri Ekasari Gunawan Irianto Hafiratul Fitri Usfa Hardini Ariningrum Hasbie, Neno Fitriyani Heni Herdanela Henindita Anggra Swastika Henri Setiawan Hermawan, Dessy Hikmah Ifayanti Ida Maya Meika Sari Iing Lukman Ika Sudirahayu Indra Kumala Indriyani, Annisa Irianto, Torry Duet Iskandar, Fryiska Fauziah Islalia, Indah Ismunarti, Diah Ita Paramitha Jovasco Allenfaza Karbito Karbito Karbito Karbito, Karbito Lathifah, Neneng Siti Lensoni Lensoni Lina Oktavia Lolita Sari Lolita Sary Luci Andriani M. Arifki Zainaro Majid, Ijlal Manulang, Chanita Sari Mariawati Mariawati Mariza, Ana Marleza Adriyani Marliyana Marliyana Masdiana Masdiana Maysura, Futry Meliyana, Rossy Milanisa Nur Azizah Mira Puspita Mislianti Mislianti Mochammad Aulia Febriansyah Monica Ramadayanti, Desty Muhani, Nova Muslim Amin Nani Soleha Nelya Retika Niputu Sudiadnyani Nova Muhani Nova Muhani Nova Muhani Nova Nur Aziyah Zamil Nur Maya Sari Nurdin, Ambia Nurfazira, Nurfazira Nurhalina Sari Pangaribuan, Betseba Natalia Prayoga Yushananta Prihantoro Prihantoro Purnama, Ade Sinta Putri, Desna Sari Putri, Ratna Dewi Rahmandini, Hafizhah Harjiati Ramadhani, Andesta Rega Wahyudi Retika, Nelya Retnaningsih, Agustina Ria Putriono Ridwan Ridwan Rika Yulendasari Ririn Wulandari Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Romadon, Fiqri Ardiansyah Saeffurqon Saeffurqon Safitri, Devi Nilam Laila Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Saputri, Firdha Azzahra Saradiah Mariana Natapradja Sari, Fitri Eka Siti Mariam Sri Wulandari Sunarsih Sunarsih Suri, Biantara Susilawati Susilawati SUWITO SUWITO Swastika, Henindita Anggra Taufiqqurokhim Taufiqqurokhim terta, Riesca lavenia trio pranoto Trisia Dira Yuniar Trisna Nur Aqilla Fadia Haya Usfa, Hafiratul Fitri Uswatul Hasanah, Uswatul Vera Lesmana Vera Yulyani Vivi Septiana Wahyu Karhiwikarta Wayan Aryawati Welly Rizkianti Winahyu, Diah Astika Wiwin Lestari Yahdhiani Nurindahsari Yanti, Dhiny Yanti, Dhiny Easter Yogi Ari Ghopican Yuli Yandara Yuli Yantina Yulianti Yulianti Yulyani, Vera Yuniar Herdarini Utami Yuniar, Trisia Dira Yuviska, Ike Ate Zaenal Abidin Zaitunah Zaitunah Zatalini, Nabila Zitunah, Zitunah