p-Index From 2021 - 2026
11.765
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Litera Buletin Al-Turas AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA IJLECR (International Journal of Language Education and Cultural Review) PENA SAINS Al Ishlah Jurnal Pendidikan JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) Jurnal Basicedu AT-TA`DIB Journal on Education JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Jurnal Basataka (JBT) Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Gema Wiralodra Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Sasindo Unpam Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Filsafat Indonesia Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru International Journal of Educational Management and Innovation (IJEMI) Jurnal Cahaya Mandalika Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Journal of Instructional and Development Researches JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Jurnal Pendidikan Indonesia Gemilang DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Cakrawala Pendas Kajian Linguistik dan Sastra Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Jurnal Basicedu Studies in English Language and Education Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan PPSDP International Journal of Education Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies Journal of Professional Elementary Education Jurnal Inovasi dan Teknologi Pendidikan Jurnal Cendekia Ilmiah Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra dan Pengajarannya
Claim Missing Document
Check
Articles

Tindak Tutur Ilokusi pada Podcast “Supaya Sembuh dari Trauma” oleh Raditya Dika dan dr. Jiemi Ardian : Penelitian Eka Dwi Sasmita Putri; Nurfalida; Haura Zhafira Nur Azizah; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3435

Abstract

This study aims to analyze the form and function of illocutionary speech acts in the podcast "Supaya Sembuh dari Trauma," hosted by Raditya Dika and Dr. Jiemi Ardian. The focus of this research is to understand how language plays a role as a therapeutic communication medium in the trauma recovery process. The research method used was a qualitative descriptive approach. Data were obtained through listening and note-taking of the utterances in the podcast conversations, then analyzed using Searle's speech act theory, which includes five categories: assertive, directive, expressive, commissive, and declarative. The analysis revealed nine utterances containing illocutionary elements: two assertive utterances that function to convey information, three directive utterances that serve to request or inquire, two expressive utterances that indicate the speaker's feelings, one commissive utterance containing a statement of commitment, and one declarative utterance that establishes a decision. These findings indicate that directive and assertive speech acts are the most dominant forms because they play a role in building empathy, conveying education, and encouraging listener engagement. Thus, the use of language in this podcast not only serves as an informative tool but also has social and psychological dimensions that support the communicative healing process of trauma.
The Urgency of Digital Literacy in Improving Teacher Performance: A Case Study In Lebak Regency, Indonesia Karim, Abdul; Sudadio, Sudadio; Juansah, Dase Erwin
International Journal of Educational Management and Innovation Vol. 7 No. 1 (2026): in press
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/ijemi.v7i1.14684

Abstract

Background. The rapid development of information and communication technology has transformed the educational landscape, requiring teachers to possess adequate digital literacy skills to optimize the learning process. In Lebak Regency, the diversity of geographical conditions and technological infrastructure raises questions about the extent to which digital literacy affects teacher performance. This study aims to analyze the effect of digital literacy on junior high school teachers’ performance in the region. Methods. Using a quantitative approach and a correlational survey method, data were collected from 120 purposively sampled teachers representing three geographical zones. The research instrument was validated and tested for reliability before use. Data analysis employed descriptive statistics and simple linear regression. Results. The results showed that digital literacy had a significant and positive effect on teacher performance, contributing 48.6%. Teachers with high digital literacy demonstrated better abilities in planning, implementing, and evaluating learning activities. Most respondents were in the high digital literacy category, although a small portion remained at a low level, particularly in areas with limited technological access. Conclusion. This study provides novelty by quantitatively analyzing this relationship within a specific subnational context (Lebak Regency) characterized by significant geographical and infrastructural disparities, a gap often overlooked by previous national-level or urban-focused research. The findings imply a critical need for a dual intervention policy that requires local government to not only improve equitable ICT infrastructure but also design adaptive professional development programs focused on contextual digital pedagogy to bridge the persistent competency gap
Analisis Makna Deiksis dalam Pesan di Platform E-Commerce Shopee Indriyani Indriyani; Dwi Lutfiah Aini; Vara Agitya Eka Prawita; Dase Erwin Juansah; Dodi Firmansyah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2439

Abstract

Bahasa berfungsi sebagai media vital dalam menyampaikan pesan dan merupakan objek kajian linguistik, khususnya pragmatik, yang mempelajari makna berdasarkan konteks, di mana deiksis memiliki peran krusial dengan acuannya yang berubah sesuai situasi tutur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk serta menganalisis kesalahan penggunaan deiksis dalam komunikasi digital di platform e-commerce Shopee melalui metode deskriptif kualitatif, menganalisis data tekstual dari percakapan penjual dan pembeli yang dikumpulkan via dokumentasi dan observasi nonpartisipatif, dengan fokus pada deiksis persona, tempat/ruang, dan waktu. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan deiksis dalam interaksi Shopee sering mengalami pergeseran makna akibat perbedaan konteks partisipan, sehingga ditemukan tiga bentuk utama deiksis yang menimbulkan ambiguitas pragmatik karena penutur kurang mempertimbangkan konteks komunikasi digital. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya kesadaran konteks dalam penggunaan deiksis untuk mencapai efektivitas komunikasi digital, sekaligus berkontribusi pada pengembangan kajian pragmatik modern dengan memperluas analisis deiksis ke ranah e-commerce.
Ilokusi dan Ujaran Kebencian Warganet pada Kasus Julia Prastini (Jule) Muarif Khusyandi; Keisha Aulia Majid; Isnayni Kalamsyah; Dase Erwin Juansah; Dodi Firmansyah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2474

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, jenis, dan makna tindak tutur ilokusi dalam ujaran kebencian warganet pada kolom komentar media sosial Instagram, TikTok, dan Twitter/X terkait kasus Julia Prastini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data berupa komentar warganet yang mengandung ujaran kebencian dianalisis berdasarkan teori tindak tutur ilokusi Searle (1980) dan kategori ujaran kebencian menurut SE Kapolri No. SE/6/X/2015. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima bentuk ujaran kebencian, yaitu penghinaan, penistaan, pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan, dan pemprovokasian, serta lima jenis tindak tutur ilokusi, yakni asertif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif. Setiap tindak tutur memiliki fungsi pragmatis berbeda, mulai dari menyampaikan pendapat, mengekspresikan emosi negatif, hingga memengaruhi opini publik terhadap pihak yang disinggung. Secara umum, penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial menjadi ruang terbuka bagi ekspresi tindak tutur yang tidak hanya bersifat komunikatif, tetapi juga dapat menjadi bentuk kekerasan verbal yang menimbulkan dampak sosial
Analisis Deiksis dalam Tuturan “Ada Podcast” Arafah Rianti, Halda, dan Sadam Permana: Kajian Pragmatik Eka Fitriyani; Keti Wahdania; Aura Shafa Apriliana; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan deiksis dalam tuturan Arafah Rianti, Halda, dan Sadam Permana pada tayangan “Ada Podcast” dengan menggunakan pendekatan pragmatik berdasarkan klasifikasi Yule (1996), meliputi deiksis persona, tempat, dan waktu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa kata dan frasa deiktis yang diperoleh dari tuturan dalam video “Ada Podcast” yang diunggah pada 11 Agustus 2025. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan tahapan analisis data kualitatif menurut Seidel (1998), yaitu pencatatan dan pengodean data, pengklasifikasian berdasarkan jenis deiksis, serta analisis hubungan antardata untuk menggali makna dan fungsi deiksis dalam konteks tuturan. Keabsahan data diperkuat melalui teknik triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 18 data deiksis, terdiri atas 10 deiksis persona, 5 deiksis tempat, dan 3 deiksis waktu. Deiksis persona merupakan jenis yang paling dominan digunakan untuk menunjukkan identitas pembicara dan lawan bicara, sedangkan deiksis tempat dan waktu digunakan untuk menandai lokasi relatif dan waktu kejadian yang bergantung pada konteks situasional. Temuan ini menegaskan bahwa pemaknaan deiksis sangat dipengaruhi oleh konteks interaktif dan pengetahuan bersama dalam komunikasi podcast. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi kajian pragmatik bahasa serta pengembangan materi pembelajaran terkait deiksis.
Analisis Tindak Tutur Ilokusi Ekspresif pada Tokoh Utama Animasi “Jumbo” Kaman Jaya Saputra; Fauziyah Azizah; Dase Erwin Juansah; Dodi Firmansyah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2541

Abstract

Penelitian ini menganalisis hubungan antara tindak tutur ekspresif dan makna konotatif dalam dialog film animasi "Jumbo". Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk menganalisis data dialog film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Don dominan menggunakan tindak tutur ekspresif berupa permintaan maaf dalam berbagai konteks. Makna konotatif yang terkandung dalam tuturan tersebut, seperti ketulusan dan penyesalan, berperan penting dalam memperkuat pesan moral film tentang empati dan pertumbuhan pribadi. Integrasi analisis pragmatik dan semantik terbukti efektif dalam mengungkap bagaimana bahasa membangun nilai-nilai dalam film.
Deiksis dalam Cerpen “Harum” Karya Raditya Dika: Kajian Pragmatik Salsabila Azahra; Annisa Putri Ramadhini; Elsa Agustina Manurung; Dase Erwin Juansah; Dodi Firmansyah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2556

Abstract

Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana lima kategori deiksis persona, tempat, waktu, wacana, dan sosial dapat digunakan untuk mengembangkan plot, memperjelas referensi, serta menciptakan hubungan antar karakter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan peran dari kelima kategori deiksis tersebut serta menjelaskan kontribusinya terhadap pemahaman pragmatik dalam teks sastra. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik baca dan catat untuk mengumpulkan data yang berupa unsur kebahasaan yang memiliki tanda deiksis. Data dianalisis melalui tahapan identifikasi, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan sesuai dengan teori deiksis yang dikemukakan oleh Levinson. Temuan penelitian menunjukkan bahwa deiksis persona menjadi tipe yang paling menonjol, terutama melalui penggunaan kata aku, kamu, dan dia yang merefleksikan sudut pandang pencerita, kedekatan antar karakter, serta penggambaran tokoh perempuan misterius dalam cerita tersebut. Deiksis tempat digunakan untuk menunjuk lokasi-lokasi signifikan seperti kuburan, perpustakaan, dan berbagai ruang naratif lain yang muncul melalui ingatan karakter. Deiksis waktu berfungsi untuk menjelaskan urutan kejadian dengan menggunakan penanda seperti hari itu, sore itu, dan dua tahun kemudian. Deiksis wacana muncul melalui penggunaan kata ini dan itu yang memperkuat kesinambungan naratif, sedangkan deiksis sosial terlihat dari sapaan seperti Pak, mas-mas, dan anak magang yang mencerminkan struktur sosial dan etika berbahasa. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa deiksis memiliki peranan krusial dalam membentuk konteks, hubungan, serta makna pragmatis dalam cerpen “Harum”, dan memberikan kontribusi untuk kajian pragmatik dalam sastra Indonesia modern.
Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Lirik Lagu “Tiga Titik Hitam” Karya Burgerkill Uzma Amalia; Ainisa Liana Putri; Dase Erwin Juansah; Dodi Firmansyah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2563

Abstract

Penelitian ini membahas penggunaan tindak tutur ilokusi dalam lirik lagu "Tiga Titik Hitam" karya Burgerkill dan bertujuan untuk mengetahui bentuk dan realisasi tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam lirik lagu berdasarkan teori Searle. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi. Data diperoleh dari lirik lagu dan dianalisis dengan teori tindak tutur ilokusi Searle yang terdiri dari tidak tutur afektif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat tindak tutur ilokusi yang ditemukan dalam lirik lagu “Tiga Titik Hitam” karya Burgerkill yaitu kategori asertif, direktif, komisif, dan ekspresif. Kategori-kategori tersebut tersebar ke dalam beberapa jenis yang memiliki fungsinya masing-masing.
Analisis Deiksis Waktu dan Tempat dalam Percakapan di Channel YouTube Najwa Shihab pada Segmen “Poin Penting Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Media” Adinda Samihah Salma; Cici Juvian; Annisa Nur Baety; Dase Erwin Juansah; Dodi Firmansyah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2584

Abstract

Penelitian ini menganalisis penggunaan deiksis waktu dan tempat dalam dialog antara Presiden Prabowo Subianto dan para pemimpin media yang ditayangkan pada kanal YouTube Najwa Shihab. Bahasa dalam komunikasi publik sangat dipengaruhi oleh konteks, dan deiksis berperan penting dalam mengaitkan ujaran dengan acuan situasional. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, peneliti mengumpulkan data melalui teknik observasi dan pencatatan, dengan fokus pada identifikasi bentuk-bentuk deiksis berdasarkan teori pragmatik. Hasil analisis menemukan 28 kemunculan deiksis, terdiri atas 9 deiksis waktu dan 19 deiksis tempat. Deiksis tempat muncul lebih dominan, menunjukkan bahwa penutur sangat bergantung pada ekspresi lokasi dan posisi-baik secara literal maupun metaforis-untuk membingkai pesan politik, menegaskan otoritas, dan mengarahkan interpretasi pendengar terhadap suatu peristiwa. Deiksis waktu berfungsi untuk menempatkan peristiwa dalam kerangka waktu, menyoroti urgensi, dan menjaga koherensi naratif.Temuan ini menunjukkan bahwa deiksis digunakan secara strategis dalam komunikasi politik untuk memperkuat tujuan retorika, membentuk persepsi publik, dan memperjelas makna kontekstual. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian pragmatik dengan menghadirkan wawasan mengenai bagaimana deiksis bekerja dalam wacana publik berintensitas tinggi yang disebarluaskan melalui media digital. Namun, penelitian ini terbatas pada satu video YouTube dan hanya menelaah dua jenis deiksis, sehingga temuan belum dapat digeneralisasi pada seluruh konteks komunikasi politik. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi jenis deiksis lainnya atau membandingkan penggunaan deiksis pada berbagai penutur, platform, atau format media guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.
Analisis Implikatur Percakapan dalam Komentar pada Polemik Trans7 dan Pesantren Lirboyo Sintia Agustin; Muhamad Suhepi; Saffanah Dhiyaan; Dase Erwin Juansah; Dodi Firmansyah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2619

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan implikatur percakapan umum dalam komentar publik yang menanggapi video klarifikasi Trans7 di TikTok setelah kritik terhadap salah satu program siarannya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi jenis implikatur percakapan yang muncul dalam komentar pengguna dan (2) menjelaskan makna tersirat yang disampaikan melalui respons positif dan negatif. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, mendengarkan, mencatat, dan mengambil tangkapan layar komentar dari akun TikTok resmi Trans7. Teori implikatur percakapan Grice digunakan untuk mengungkap makna tersirat dalam interaksi pengguna. Menurut hasil penelitian, komentar mengandung berbagai pesan tersirat, seperti dukungan, penolakan, sarkasme, kritik, dan pembelaan. Komentar yang mendukung biasanya mengkritik Trans7 karena menyampaikan informasi faktual dan mengejek audiens yang dianggap terlalu sensitif, seringkali dengan humor atau hiperbola. Komentar kritis, di sisi lain, menunjukkan ketidakpuasan dengan klarifikasi, mengejek tanggapan Trans7, atau membela komunitas pesantren yang terkena dampak. Secara keseluruhan, studi ini menyimpulkan bahwa media sosial adalah tempat wacana publik yang terus berubah, dan bahwa faktor-faktor tertentu memengaruhi bagaimana pengguna menggunakan media, mengekspresikan sikap mereka, dan menegosiasikan makna dan respons tanggung jawab media terhadap isu-isu publik yang sensitif.
Co-Authors Aan Hendrayana Abdul Karim Ade Anggraini Kartika Devi Ade Husnul Mawadah Ade Siti Haryanti Adinda Sabila Adinda Samihah Salma Afdal Eki Pratama Afiyah Firiyani Apiyah Agnes Christina Napitupulu Ainisa Liana Putri Aisyah Hamidiyah Akhmad Baihaqi Akhmad Baihaqi Ananda, Alfatika Alya Andini, Cahya Putri Andriyani, Eka Edinda Yuliana Anggraeni, Ririn Dwi Ani, Ani Minarti Annisa Novianti, Annisa Annisa Nur Baety Annisa Putri Ramadhini Apriliani, Rizkia Arif Rahman Arum Handayani Asep Muhyidin Asep Muhyidin Asmaarobiyah, Ratu Aulia Nur Afifah Aura Shafa Apriliana Aurelia, Veren Basuki Basuki Berlian, Liska Cahya Muliana Sari Cici Juvian Dalilah Dalilah Dea Fitriani Debora, Lidya Lauren Decinta Nesa Karisma Didik Iskandar Didik Iskandar Diwansyah, Fitria Anggraini Dodi Firmansyah Dodi Firmansyah Dodi Firmansyah Dodi Firmansyah Dwi Lutfiah Aini Dwi Yunianto Nugroho Eka Dwi Sasmita Putri Eka Fitriyani Eliza Anasera Br Bangun Eliza Anasera Br Bangun Elly Purnamasari Elly Purnamasari Elsa Agustina Manurung Emzir, E Erwin Salpa Riansi Erwin Salpa Riansi Fachrunnisa, Dine Ayu Fachry Abda El Rahman Fahada Naina Hakim Fahmie Firmansyah Fareha Rahmatul Zahra Farid Ibnu Wahid Fauziah, Mulya Tiara Fauziyah Azizah Fenti Farleni Firmansyah, Dodi Fitria Sari Fitria Sari Gracella, Arinda Hanin Mumtazah Putri Widyaningtyas Hasanah, Windatul Haura Zhafira Nur Azizah Heni Pujiastuti Herlin Sulistyo Rini Hermansah Hermansah, Hermansah Hidayat, Sholeh Ila Rosmilawati Ilmi Solihat Ilmi Solihat Indriyani Indriyani Iriyansah, Muhammad Rinzat Ismi Aunia Isnayni Kalamsyah Istiqomah Eka Diyanti Istiqomah, Firly John Pahamzah Kaman Jaya Saputra Kamilatun Nabilah Keisha Aulia Majid Keti Wahdania Kurniasih, Septi Lathifah, Aqilatul Lela Fadilah Lela Fadilah Liska Berlian Lukman - Nulhakim Lukman Nulhakim Lukman Nulhakim Lukman Nulhakim Marjohan Marjohan Marlinda, Silviani Mar’atus Sholiha Muarif Khusyandi Muhamad Suhepi Muldawati*, Muldawati Mulya Tiara Fauziah Mulyani, Rizkia Mulyani, Siti Muhasitoh Mutia Nabilla, Syifa Aulia Nada Shofa Lubis Nadea Juliana Najwa Salma Difa Nisrina, Ajeng Nida Noper, Amanda Devina Nugroho, Astria Novianti Nulhakim, Lukman Nurazizah Nurazizah, Nurazizah Nurfalida Nurkaila Navita Nurkhofifah, Nanda Odien Rosidin Oktania, Sella Permata Sari, Tia Pertiwi, Gadis Niyanti Pirgayani, Tiara Melya Putri Raudhah Heros Rahmania, Firli Azkiya Raihany, Faiza Riansi, Erwin Salpa Rifdah, Husna Rima Sahaya Riska Herawati Riska, Nina Rosidi, Odin Rosidin, Odien Ro’fah, Deviyatul Rudi Haryadi Saffanah Dhiyaan Said Mursalin Salsabil Najwa Azhari Salsabila Azahra Santomi, Santomi Saroh Saroh Septi Kurniasih Sintia Agustin Siti Aulia Hamidah Siti Malihah SITI NURJANAH Solihat, Ilmi Subihah Subihah Sudadio Sudadio Sukoco, Indri Wulandari Sulisthya Dewi Sulthaanika Ferdy Syahwardi Sundawati Tisnasari Sundawati Tisnasari Suprani Suprani Suseno, Asterina Akbariani Syahwardi, Sulthaanika Ferdy Syifani Widya Jayanti Tarigan, Yansen Yehuda Taufik, Annisa Novianti Tiara Fauziah, Mulya Ujang Jamaludin Ujang jamaludin, Ujang Ulfatun Hasanah , Eneng Uzma Amalia Vara Agitya Eka Prawita Vivi Intan Pangestuti Wahyuana Endah Setianingrum Yuly Suryandari Yuniar, Erni Yunita, Elis Yuyu Yuhana Zahro Aj-Jauharoh, Mufidatuz