p-Index From 2021 - 2026
13.789
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Farabi Teknosains: Media Informasi Sains dan Teknologi Jurnal Diskursus Islam Inspiratif Pendidikan Jurnal Adabiyah PALITA: Journal of Social - Religion Research AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah IQRO: Journal of Islamic Education Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) Jurnal Tabarru': Islamic Banking and Finance Widya Balina :Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Jurnal Ilmu Manajemen Profitability Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan ELFALAKY: Jurnal Ilmu Falak Sunan Kalijaga International Journal on Islamic Educational Research Sophist Jurnal Sosial Politik Kajian Islam dan Tafsir JURNAL ILMIAH EDUKATIF Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Jurnal Manajemen dan Organisasi Review (MANOR) Indonesian Journal of Islamic Economics and Business Jurnal Studi Ekonomi dan Bisnis Islam (SEBI) Journal of Instructional and Development Researches Oikos - Nomos : Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Alif Lam: Journal of Islamic Studies and Humanities Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an Tasamuh: Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Pappasang Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana JAMBURA: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN BISNIS Banco: Jurnal Manajemen dan Perbankan Syariah Mauriduna : Journal of Islamic studies Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Adl Islamic Economic Jurnal Islam Nusantara Jurnal Al-Kharaj: Studi Ekonomi Syariah, Muamalah, dan Hukum Ekonomi Al-Iqtishad : Jurnal Ekonomi ELOQUENCE: Journal of Foreign Language Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam El-Maqra' : Tafsir, Hadis dan Teologi QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Economics and Business Journal Innovative: Journal Of Social Science Research Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Al Rikaz : Jurnal Ekonomi Syariah AL-SULTHANIYAH Lathaif: Literasi Tafsir, Hadis dan Filologi Al-Bayyinah Journal of Management and Innovation Entrepreneurship (JMIE) RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Jalsah: The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Journal of Mujaddid Nusantara Ecopreneur : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam PESHUM Balance: Jurnal Ekonomi Dirosah Islamiyah: Jurnal Studi Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Potensi Kelautan Bagi Perekonomian dan Etika Eksploitasinya Dalam Perspektif AL-Qur`an Zaputra, Reo; Haddade, Hasyim; Abubakar, Achmad
Widya Balina Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : widya balina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/wb.v8i1.173

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki wilayah laut yang terluas di dunia. Laut merupakan anugerah Allah yang menyimpan kekayaan alam yang sangat besar untuk dimanfaatkan bagi kesejahteraan umat dengan cara eksploitasi. Namun, eksploitasi laut seringkali dilakukan secara tidak bertanggung jawab misalnya penangkapan ikan yang dilakukan di wilayah yang dilarang, tidak adanya izin operasi, dan penggunaan alat tangkap yang dilarang. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan potensi laut dan menformulasikan etika eksploitasinya menurut pandangan Al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Berdasarkan penelitian ini, diperoleh bahwa potensi kelautan memiliki arti yang amat penting bagi perekonomian yaitu sebagai sumber penghidupan dan penghasilan bagi nelayan, sebagai penghasil perhiasan yang bernilai jual tinggi, sebagai salah satu kawasan cadangan minyak Bumi dan gas alam, sebagai penghasil energi, objek wisata, dan lain sebagainya. Di antara ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung pesan mengenai pemanfaatan potensi kelautan adalah Q.S. Al-Insyirah: 7, Q.S. An-Nahl: 14, Q.S. Ar-Rum: 41, Q.S. Asy-Syura: 32, Q.S. Lukman: 31, Q.S. Al-Maidah: 96, dan Q.S. Fathir: 12. Adapun etika eksploitasi potensi kelautan berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an antara lain dengan cara berpegang teguh pada prinsip tauhid, optimalisasi sumber daya, melaksanakan eksploitasi berkelanjutan, menjaga dan mempertahankan kedaulatan wilayah laut, dan menaati regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah selaku ulil amri.
Resolving Household Conflict from al-Qur'an Perspective: Study of Tahlili QS. An-Nisa/4:35 Ramadani, Ira; Abubakar, Achmad; Irham , Muhammad
Sunan Kalijaga International Journal on Islamic Educational Research Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Pascasarjana Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/skijier.2024.81.05

Abstract

Dalam artikel ini berfokus kepada QS. An-Nisa/4:35, surah ini menjelaskan penyelesaian ketika terjadi persengketaan dalam rumah tangga yakni dengan menghadirkan dua orang hakim baik itu dari pihak laki-laki (suami) ataupun dari pihak perempuan (istri). Tujuan dari artikel ini untuk menggali pemahaman terkait konflik rumah tangga (suam-istri) dalam sudut padang Al-Qur'an. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan, yang sumber rujukannya melalui buku, jurnal dan juga penelitian terdahulu yang memiliki keterkaitan dengan surah an-Nisa. Tulisan ini menggunakan metode tahlili dalam menafsirkan ayat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik yang terjadi dalam rumah tangga diselesaikan antara suami-istri dan merujuk pada penyelesaian atau solusi yang diberikan (dijelaskan) dalam al-Qur’an sebagaimana yang terdapat dalam QS. An-Nisa ayat 35 sehingga dapat membangun keluarga yang Sakinah, mawaddah dan warahmah. Penelitian ini sangat berimplikasi bahwa tidak dapat dipungkiri setiap rumah tangga memiliki ujian dan problem masalah yang berbeda-beda. Namun setiap masalah tentu memiliki jalan keluar apakah itu dengan bersabar dan membangun kemabli keluarga yang di impikan ataukah kemudian berpisah dengan cara yang baik.
Islamic Business Ethics in Online Commerce: A Perspective from Maqashid Shariah by Imam Haramain Albar, Kholid; Abubakar, Achmad; Arsyad, Aisyah
JURNAL ISLAM NUSANTARA Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Ta'lif wa An-Nasyr (LTN) PBNU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33852/jurnalnu.v7i2.501

Abstract

This research aims to understand the maslahah principle in the maqashid sharia concept, which is used as a basis for making laws for justice and prosperity, and how this principle is applied in Islamic economics and business. This research uses a qualitative approach with data analysis techniques such as field notes to conclude. This research tool measures events and collects data based on information from the parties involved (sellers and buyers). The data collected is based on observations of consumers and sellers' followers. The research results show that in online buying and selling transaction activities, it is essential to pay attention to the principles of justice in order to avoid things that can harm other parties and can be held accountable. In this case, the mu'amalah relationship that is the main thing in transactions in online buying and selling is the contract and "an taroodhin". According to Imam al-Juwainy, the implementation of maqashid sharia in online buying and selling transactions in the marketplace has been fulfilled. However, several other minor aspects still need to be fulfilled, such as protecting assets, both for the seller and the buyer.  
Konsep Pengendalian Inflasi dalam Perspektif Al-Qur’an Iryanto, Muhammad; Abubakar, Achmad; Inat, Fathy
AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/alquds.v7i1.5416

Abstract

The Concept of Inflation Control in the Perspective of the Qur'anThis study aims to understand the concept of inflation control in the perspective of the Qur'an, using Tafsir Maudhu'i and analyzed with an analytical descriptive approach to examine the symptoms of inflation and the causes that are the background of inflation. The findings of this study confirm inflation as a symptom of economic disequilibrium that brings damage. Any damage (in whatever form) caused by human hands is condemned by the Qur'an. While the contemporary economic system exhibits ribawi-speculative practices that are driven by excessive consumption desires. As a result, inflation with its destructive power is difficult to avoid.The Qur'an and the Sunnah of the Holy Prophet (peace be upon him) as a guide to life lead to make changes towards balance for the good of mankind. The Qur'an calls on people to return to the right path, which is to represent the consciousness of the balance of life in the world and the Hereafter according to the guidance of the Qur'an and the Sunnah of the Holy Prophet (peace be upon him). By striving to build new empirical facts in the form of an economic system with an objective balance of justice: interest-free and speculation-free, expenditure control, and consumerism restraint. This value foundation supports operational policy to control inflation through fiscal and monetary instruments
Maslahah Najmuddin Al-Thufi: A Framework for Fintech Benefit Realization in Indonesia Hasan, Nugraha; Abubakar, Achmad; Haddade, Hasyim; Kurniati, Kurniati; Nurjannah, Nurjannah; Sabbar, Sabbar Dahham
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 22, No 1 (2024)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v22i1.2100

Abstract

This study explores the concept of maslahah, according to Najmuddin Al-Thufi, as a realization of fintech development in Indonesia. Najmuddin Al-Thufi developed a theory of maslahah that emphasizes flexibility and adaptability to dynamic socio-economic contexts. This study integrates the theory with the development of fintech in Indonesia. This descriptive and qualitative research provides a more comprehensive picture of the concept of maslahah at-Thufi and the phenomenon of fintech in detail and in-depth and using a phenomenological approach. Data sources come from secondary data from books and relevant and reliable journals related to the discussion of Maslahah Najmuddin at-Thufi and fintech. The results showed that applying Najmuddin al-Thufi's maslahah concept to the development of fintech in Indonesia can be implemented for effective regulation and support the growth of fintech in an inclusive, safe, and equitable manner. The maslahah principle, which focuses on the public good, can deal with challenges such as consumer protection, data security, financial inclusion, and business ethics. By applying this principle, regulations can be more adaptive and responsive to technological dynamics, ensuring that the real benefits to society are always prioritized in every regulatory decision.
Munasabah antara Ayat-Ayat Al-Qur’an dalam Konsep Ketakwaan Adawiyah, Rabiatul; Abubakar, Achmad; Ilyas, Hamka; Rif’ah, Muh. Azka Fazaka
Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 3 No 2 (2023): Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munasabah of the Qur'an is a very important principle when trying to understand the Qur'an because we can understand the correlation between verses and the relationship between surahs. The purpose of this research is to understand and understand the correlation of verses in the Koran in faith. The research method used is library research (libray research), namely research by collecting various kinds of data obtained from books which are used as data sources. Understanding munasabah and makes it easier for us to study the Al-Qur'an both in relation to the correlation between one verse and another or the correlation between surahs in the Al-Qur'an. Munasabah Al-Qur'an also plays an important role in obligations in carrying out the teaching and learning process and how to improve teachers' abilities in teaching.
Kalimat Larangan dalam Al-Qur’an (Analisis Terhadap Larangan Durhaka Kepada Kedua Orang Tua dalam Qs. Al-Isra Ayat 23) Said, Ibnu Furkan; Abubakar, Achmad; Irham, Muhammad
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.144

Abstract

This research aims to analyze the definition of prohibited sentences in the Koran. A prohibition is a demand to abandon an action from a higher party. This article explains the various structures of prohibitive sentences in the Al-Qur'an, which give rise to various variations in meaning depending on the perspective from which a commentator analyzes them. Apart from that, this article also explores the prohibition on disobedience to parents in Qs. al-Isra/17:23 based on the interpretation of the ulama. This research provides results with the first main interpretation, the prohibition sentence is a demand to abandon an action from a higher party, namely a demand to abandon something ordered by Allah SWT. Second, the prohibition sentence has several forms including; Prohibited sentences are in the form of sharih (clear), non-sharih, rhetorical form of kalam khabar (statement), and rhetorical form of kalam istifham (question). Third, in Qs. al-Isra/17:23, there are also obligations of a child to his parents, namely not to speak harshly or not to shout at them for bad actions, to speak good words to them, to humble themselves before their parents, and to ask for love from Allah for them. both, namely praying for both of them to be given grace.
Dialektika Tradisi dan Tafsir: Kritik Daud Ismail terhadap Tradisi Bugis dalam Tafsir Al-Munir Rif'ah, Azka Fazaka; Abubakar, Achmad; Mahfudz, Muhsin; Kurniati, Kurniati
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 3 No. 1 (2023): April
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v3i1.401

Abstract

Subyektivitas penafsir tidak melulu menjadi faktor utama dibalik sikap penafsir terhadap tradisi. Sentralisasi subyektivitas penafsir dalam merespons tradisi mengakibatkan pengabaian peran rujukan tafsir sebagai elemen penting atas sikap yang diberikan. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan konstruksi kritik terhadap tradisi yang dilakukan oleh Daud Ismail dalam Tafsir al-Munir yang berangkat dari argumen bahwa tafsir klasik yang dijadikan rujukan memiliki posisi yang sangat penting atas sikap apresiatif dan resistensi yang dihadirkan penafsir terhadap tradisi. Untuk mencapai tujuan tersebut, studi ini menggunakan metode kualitatif dengan teori intertekstualitas. Studi di atas menunjukkan bahwa bentuk tradisi yang dikritik oleh Daud Ismail dalam Tafsir al-Munir merupakan bentuk kesyirikan, yaitu paham animisme dan dinamisme yang mengakar di masyarakat Bugis. Dalam mengkritik tradisi kadangkala Ismail memberikan penekanan pada aspek kecaman dan kadang juga menekankan pada aspek konsekuensi dari tradisi tersebut. Aksentuasi yang berbeda diberikan Ismail disebabkan keterpengaruhannya terhadap AGH Muhammad As’ad yang memahami ayat-ayat akidah secara literalis. Dalam menerapkan metode yang digunakan oleh Muhammad As’ad di atas, Ismail menggunakan tafsir klasik sebagai dasar atas pemaknaan ayat secara harfiah.
Jual Beli Online dalam Prespektif Alquran Galib, Mukhtar; -, Maulana; Abubakar, Achmad; Irham, Muhammad
Indonesian Journal of Islamic Economics and Business Vol. 9 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN STS Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/ijoieb.v9i1.2350

Abstract

Abstract The purpose of this research is to gain a comprehensive understanding of online buying and selling practices from the perspective of the Quran. This study involves the analysis of principles outlined in the Quran that can be applied to online commerce in the present-day context. The research findings demonstrate that online transactions, when examined through the lens of the Quran, should adhere to principles of justice, honesty, transparency, avoidance of usury, consumer protection, and contract fulfillment. While the Quran does not explicitly address online buying and selling, the principles contained within it can be effectively applied to ensure that these transactions align with Islamic values. The research underscores the significance of consulting qualified experts in interpretation (tafsir) and Islamic jurisprudence (fiqh) to attain a deeper understanding of these principles within the specific context of online commerce. By adhering to the Quranic principles, individuals engaging in online buying and selling can foster an environment of fairness, integrity, and ethical conduct. This research serves as a valuable guide for Muslims seeking to navigate the realm of online commerce in a manner that upholds the teachings and values of Islam. It highlights the importance of incorporating the Quranic principles into contemporary business practices and emphasizes the need for continuous consultation with experts to ensure a comprehensive understanding of these principles in the context of online buying and selling. Keywords: Online transactions, Quranic perspective, Principles, Islamic values
PERNIKAHAN LINTAS AGAMA DALAM BUDAYA ABANGAN PERSPEKTIF AL-QUR’AN (KAJIAN TAHLILI QS. AL-BAQARAH AYAT 221 DAN AL-MA’IDAH AYAT 5) Andriani, Hesti; Abubakar, Achmad; Irham , Muhammad
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v9i1.2779

Abstract

Penelitan ini bertujuan membahas tentang pernikahan lintas agama budaya abangan dalam perspektif al-Qur’an dengan mengkaji QS. al-Baqarah ayat 221 dan al-Mai’dah ayat 5 melalui kajian tafsir tahlili. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersumber dari beberapa literatur dan bahan-bahan pustaka, sehingga penelitian ini menggunakan metode penelitian library research. Penelitian ini meliputi kajian makna mufradat ayat, munasabah ayat dan penafsiran ayat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan QS. Al-Baqarah ayat 221 dan al-Mai’dah ayat 5 berkaitan dengan pernikahan lintas agama. Dalam al-Baqarah ayat 221 Allah swt memerintahkan orang muslim (perempuan dan laki-laki) agar tidak menikahi orang musyrik. Sedangkan, dalam QS. al-Mai’dah ayat 5, Allah swt membolehkan laki-laki muslim menikahi perempuan Ahli Kitab dan melarang perempuan muslim menikahi laki-laki Ahli Kitab. Kedua ayat ini menimbulkan perbedaan pendapat tentang kebolehan orang muslim menikahi seseorang dari agama lain. Masyarakat abangan merupakan sebutan untuk golongan yang tidak taat beragama di daerah Jawa. Lemahnya religiusitas menimbulkan berkembangnya budaya abangan yang memicu terjadinya pernikahan beda agama. Sikap moral yang terkandung dalam ayat tersebut merupakan implementasi dari ajaran Islam yang rahmatan lil’alamin, yang senantiasa menerpakan nilai-nilai kedamaian. Hal ini sangat dibutuhkan dalam mengatasi perbedaan pendapat tentang pernikahan lintas agama.
Co-Authors -, Maulana ., Rosmiyati A. Muin, Muhammad Irham Abd. Rahim Abd. Rahman Abdul Rauf Muhammad Amin Abdullah, Dudung Adistian, Adistian Ahmad Ahmad Ahmad Dani Ahmed Hasob, Hamza Abdulrahim Aisyah Arsyad Albahri, Albahri Alim Mu'min, Muh Dian Nur Alimin, Muh AM, Memi Pratiwi Amir, Nurazizah Amrah Kasim Andriani, Hesti Aprianti, Sheila Arafah, Muh Arief, Fitriani Arifin, Asriadi Arviana, Pipi Asfar, Khaerul Asirah, Siti Aswan, Ahmad Rathomi Ayu Gintari Ayu Oktoviasari, Vera Baharuddin Baharuddin Baharuddin, Nur Alisa Chalik, Sitti Aisyah Dahlan, Firdaus Dedi Susanto Eka Febrianti, Eka Fadhil, Andi Fazaka Rif’ah, Muh. Azka Febrian, Rifki Febrianti Febrianti Firdaus Firdaus Firdaus Firman, Firmansyah Galib, M Galib, M. GHANY, ABDUL Hafid, Abd Hafid Halimah Basri Hamrana, Rachmat Ghafur Hamzah Harun Al-Rasyid Harjana, Dwi Harwis Alimuddin Hasan, Adnan Hasan, Nugraha Hasniati, Hasniati Hasri, Muammar Hasyim Haddade Hidayatulah Galib, Ahmad Syarif HT, A. Qadir Gassing Husain Nasir Hutagaluh, Oskar Idah Suaidah Ilyas, Hamka Imam, Muh. Abdi Inat, Fathy Irham , Muhammad Irsan Irsan Iryanto, Muhammad Islamul Haq Iwani, Fatimah Nurlala Jalal Ikram, Abdi Dzul Jamaluddin Jayawarsa, A.A. Ketut Juliasti, Evin K, M. Yusuf Kamaluddin Abunawas Karim, Ahmad Kartika Kasjim Salenda Kazuba, Mahfudz Kholid Albar Khumaidi Ali, Muh. Kurniati Kurniati Kurniati M, M.Galib M., M. Ghalib Mahfudz, Muhsin Mahmudah Mahmudah Mardan Mas’ud , Mukhtar Maulana Maulana Mayyadah, Mayyadah Mi’rat, Muhammad Muh. Aswad Muh. Ilham Majid Dohe Muh. Nasruddin A Muh. Sofyan Muhammad Ali Rusdi Bedong Muhammad Galib Muhammad Irham Muhammad Yaumi Muhammad Yusuf Muhsin Mahfudz Mukhlishah Sam Mukhtar Galib Munir Munir Munir, Munir Musafir Pababbari Muthmainnah, Muthia Muzakkir Muzakkir Nadila, Nadila Nasution Zakariah, Abdul Haris Nawas, Kamaluddin Abu Nur, Amiruddin Z. Nurdin, Dewi Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurmiati Nurmiati Paramata, Adhayani Mentari Parhani, Aan Pebry, Rasti Qarinah, Qarinah R, Baso Rabiatul Adawiyah Rahim, Yusuf Rahim, Zakiyuddin Rahman, Muh. Akbar Rahmat Hidayat Rahmawati, Rahmawati Ramadani, Ira Ramadhani, Syamsinar Ramli Rasnawati, Rasnawati Rayyahun, Annisa Ria Renita, Ria Rif'ah, Azka Fazaka Rifah, Afwaz Fafaza Rifai, Andi Ruhbanullaila Rif’ah, Muh. Azka Fazaka Rif’ah, Andi Muh. Afwaz Fafaza Rif’ah, Muh. Azka Fazaka Rif’ah, Muh.Azka Fazaka Rusmin, Saifullah Rusydi Khalid S, Putriyani Sabbar, Sabbar Dahham Sabri, Muhammad Sadiq Sabry, Muhammad Sadiq Saddang, Muhammad Safruddin, Rhay Said, Ibnu Furkan Said, Wardana Sandi, Ahmad Sayyid Amir, Muh Ikraam Siraj, Arifuddin Sofyan, Idha Fadhilah Sohra, Sohra Sohrah Srigandawati, Srigandawati Sudarmi Sultan, Zulfadli Sunantri, Sri Supardin Sutriawal Syahruddin Syahruddin, Siti Masyita Syaifuddin, La Ode Muhamad Syaiful Muhyidin Syam, Arham Fajrul Syam, Ilma Radia Syamsuddin Syamsuddin Syarif, Muhammad Fazlurrahman Syarifuddin Ondeng Syatar, Abdul Tahir, Juraeri Tammar, Ardiansyah Tammulis Tarmizi Tarmizi Tomadehe, Sumiati Trisno Wardy Putra Umar, M. Sabir Wahyuni, Susi Eka Warliana, Lisna Widianti, Anyta Widodo, Panggih Yuniarti, Desi Zabidi, Ahmad Zaputra, Reo