p-Index From 2021 - 2026
13.319
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Farabi Teknosains: Media Informasi Sains dan Teknologi Jurnal Diskursus Islam Jurnal Adabiyah PALITA: Journal of Social - Religion Research AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Tafaqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah IQRO: Journal of Islamic Education Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law Jurnal Ilmiah AL-Jauhari Jurnal Studi Islam dan Interdisipliner Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) Jurnal Tabarru': Islamic Banking and Finance Widya Balina :Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Jurnal Ilmu Manajemen Profitability Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan ELFALAKY: Jurnal Ilmu Falak Sunan Kalijaga International Journal on Islamic Educational Research FiTUA : Jurnal Studi Islam JURNAL ILMIAH EDUKATIF Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Jurnal Manajemen dan Organisasi Review (MANOR) Indonesian Journal of Islamic Economics and Business Jurnal Studi Ekonomi dan Bisnis Islam (SEBI) TASAMUH: Jurnal Studi Islam Journal of Instructional and Development Researches Oikos - Nomos : Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Jurnal Penkomi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi Alif Lam: Journal of Islamic Studies and Humanities Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an Tasamuh: Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Pappasang Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana JAMBURA: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN BISNIS Mauriduna : Journal of Islamic studies Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Adl Islamic Economic Jurnal Islam Nusantara Jurnal Al-Kharaj: Studi Ekonomi Syariah, Muamalah, dan Hukum Ekonomi Al-Iqtishad : Jurnal Ekonomi ELOQUENCE: Journal of Foreign Language Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Economics and Business Journal Innovative: Journal Of Social Science Research Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Al Rikaz : Jurnal Ekonomi Syariah AL-SULTHANIYAH Lathaif: Literasi Tafsir, Hadis dan Filologi Al-Bayyinah Journal of Management and Innovation Entrepreneurship (JMIE) RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Journal of Innovative and Creativity TAFAKKUR : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Jalsah: The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Journal of Mujaddid Nusantara Ecopreneur : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Mafatih: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir PESHUM Balance: Jurnal Ekonomi
Claim Missing Document
Check
Articles

Dialektika Tradisi dan Tafsir: Kritik Daud Ismail terhadap Tradisi Bugis dalam Tafsir Al-Munir Rif'ah, Azka Fazaka; Abubakar, Achmad; Mahfudz, Muhsin; Kurniati, Kurniati
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 3 No. 1 (2023): April
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v3i1.401

Abstract

Subyektivitas penafsir tidak melulu menjadi faktor utama dibalik sikap penafsir terhadap tradisi. Sentralisasi subyektivitas penafsir dalam merespons tradisi mengakibatkan pengabaian peran rujukan tafsir sebagai elemen penting atas sikap yang diberikan. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan konstruksi kritik terhadap tradisi yang dilakukan oleh Daud Ismail dalam Tafsir al-Munir yang berangkat dari argumen bahwa tafsir klasik yang dijadikan rujukan memiliki posisi yang sangat penting atas sikap apresiatif dan resistensi yang dihadirkan penafsir terhadap tradisi. Untuk mencapai tujuan tersebut, studi ini menggunakan metode kualitatif dengan teori intertekstualitas. Studi di atas menunjukkan bahwa bentuk tradisi yang dikritik oleh Daud Ismail dalam Tafsir al-Munir merupakan bentuk kesyirikan, yaitu paham animisme dan dinamisme yang mengakar di masyarakat Bugis. Dalam mengkritik tradisi kadangkala Ismail memberikan penekanan pada aspek kecaman dan kadang juga menekankan pada aspek konsekuensi dari tradisi tersebut. Aksentuasi yang berbeda diberikan Ismail disebabkan keterpengaruhannya terhadap AGH Muhammad As’ad yang memahami ayat-ayat akidah secara literalis. Dalam menerapkan metode yang digunakan oleh Muhammad As’ad di atas, Ismail menggunakan tafsir klasik sebagai dasar atas pemaknaan ayat secara harfiah.
Jual Beli Online dalam Prespektif Alquran Galib, Mukhtar; -, Maulana; Abubakar, Achmad; Irham, Muhammad
Indonesian Journal of Islamic Economics and Business Vol. 9 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN STS Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/ijoieb.v9i1.2350

Abstract

Abstract The purpose of this research is to gain a comprehensive understanding of online buying and selling practices from the perspective of the Quran. This study involves the analysis of principles outlined in the Quran that can be applied to online commerce in the present-day context. The research findings demonstrate that online transactions, when examined through the lens of the Quran, should adhere to principles of justice, honesty, transparency, avoidance of usury, consumer protection, and contract fulfillment. While the Quran does not explicitly address online buying and selling, the principles contained within it can be effectively applied to ensure that these transactions align with Islamic values. The research underscores the significance of consulting qualified experts in interpretation (tafsir) and Islamic jurisprudence (fiqh) to attain a deeper understanding of these principles within the specific context of online commerce. By adhering to the Quranic principles, individuals engaging in online buying and selling can foster an environment of fairness, integrity, and ethical conduct. This research serves as a valuable guide for Muslims seeking to navigate the realm of online commerce in a manner that upholds the teachings and values of Islam. It highlights the importance of incorporating the Quranic principles into contemporary business practices and emphasizes the need for continuous consultation with experts to ensure a comprehensive understanding of these principles in the context of online buying and selling. Keywords: Online transactions, Quranic perspective, Principles, Islamic values
PERNIKAHAN LINTAS AGAMA DALAM BUDAYA ABANGAN PERSPEKTIF AL-QUR’AN (KAJIAN TAHLILI QS. AL-BAQARAH AYAT 221 DAN AL-MA’IDAH AYAT 5) Andriani, Hesti; Abubakar, Achmad; Irham , Muhammad
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v9i1.2779

Abstract

Penelitan ini bertujuan membahas tentang pernikahan lintas agama budaya abangan dalam perspektif al-Qur’an dengan mengkaji QS. al-Baqarah ayat 221 dan al-Mai’dah ayat 5 melalui kajian tafsir tahlili. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersumber dari beberapa literatur dan bahan-bahan pustaka, sehingga penelitian ini menggunakan metode penelitian library research. Penelitian ini meliputi kajian makna mufradat ayat, munasabah ayat dan penafsiran ayat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan QS. Al-Baqarah ayat 221 dan al-Mai’dah ayat 5 berkaitan dengan pernikahan lintas agama. Dalam al-Baqarah ayat 221 Allah swt memerintahkan orang muslim (perempuan dan laki-laki) agar tidak menikahi orang musyrik. Sedangkan, dalam QS. al-Mai’dah ayat 5, Allah swt membolehkan laki-laki muslim menikahi perempuan Ahli Kitab dan melarang perempuan muslim menikahi laki-laki Ahli Kitab. Kedua ayat ini menimbulkan perbedaan pendapat tentang kebolehan orang muslim menikahi seseorang dari agama lain. Masyarakat abangan merupakan sebutan untuk golongan yang tidak taat beragama di daerah Jawa. Lemahnya religiusitas menimbulkan berkembangnya budaya abangan yang memicu terjadinya pernikahan beda agama. Sikap moral yang terkandung dalam ayat tersebut merupakan implementasi dari ajaran Islam yang rahmatan lil’alamin, yang senantiasa menerpakan nilai-nilai kedamaian. Hal ini sangat dibutuhkan dalam mengatasi perbedaan pendapat tentang pernikahan lintas agama.
Korelasi antara Tartib Al-Ayat dan Fawatih Al-Suwar dalam Struktur Al-Qur’an Mutmainnah, Andi; Syam, Arham Fajrul; Abubakar, Achmad; Abdullah, Dudung
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 8 No. 2 (2024): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v8i2.216

Abstract

This research aims to understand the structure of the preparation of the Al-Qur'an by looking at the tartib al-ayat and fawatih al-suwar with several problematic methods. Regarding the method of compiling the Qur'an, there are several opinions that use the tauqifi method, ijtihad, or combine the two, tauqifi and ijtihad of the Companions. So in this article we will discuss in more depth about tartib al-ayat and fawatih al-suwar in the structure of the preparation of the Qur'an. The methodology used is qualitative, namely emphasizing analysis on the deductive inference process. The data analysis used in this writing is a comprehensive analysis known as manhaj tahlili, which means analyzing the interpretation in depth of various linguistic elements and elements of rules. The results of the research are that the systematic arrangement of verses and surahs of the Koran is tauqifi, that is, it is the prerogative of Allah SWT. Allah has instructed his apostle through revelation which places each verse in a letter in a position that corresponds to the events that occurred during the time of the apostle. So, the arrangement of the verses of the Qur'an is tauqifi in accordance with the statements put forward regarding the arrangement of verses in the Qur'an based on the instructions set by the Prophet.
Malulo Tradition in the Wedding Ceremony of Tolaki People in North Kolaka Perspective of Urf Febrianti, Febrianti; Abubakar, Achmad; Abdul Syatar; Kurniati, Kurniati; Syarif, Muhammad Fazlurrahman
Journal of Mujaddid Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): Journal of Mujaddid Nusantara September, 2024
Publisher : Institute of Education and Social Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62568/jomn.v1i3.155

Abstract

Malulo, a traditional dance of the Tolaki people, is integral to various religious and social activities such as harvests, weddings, and aqiqah. This research explores the cultural significance of the Malulo dance in Kecamatan Lambai, Kabupaten Kolaka Utara, and examines its alignment with Islamic values, particularly regarding interactions between men and women. The study addresses whether the physical contact in the dance contradicts Islamic teachings and offers solutions to preserve the tradition while adhering to religious principles. Using a qualitative approach, interviews with religious leaders, cultural practitioners, and community members were conducted, alongside an analysis of Islamic legal perspectives on urf (customs). The findings show that while Malulo fosters community cohesion and has deep cultural roots, the practice of hand-holding between non-mahram men and women is seen as inconsistent with Islamic teachings. The research suggests modifications, such as separating men and women during the dance, to preserve the tradition without violating religious values. The study's originality lies in its attempt to reconcile a local cultural tradition with Islamic jurisprudence, offering a balanced solution that respects both heritage and religious principles. This approach highlights the broader importance of harmonizing cultural practices with religious norms, particularly in multi-ethnic and multi-religious societies, and could serve as a model for resolving similar conflicts elsewhere.
Tafsir Tematik Al-Qur'an tentang Hak Asasi Manusia: Analisis Konstruksi Nilai-Nilai Universal Hasniati, Hasniati; Abubakar, Achmad; A. Muin, Muhammad Irham
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab VOLUME 5 ISSUE 3, SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.v5i3.51678

Abstract

Human rights are unique and universal rights for humans from birth. Human rights in Islam or from the perspective of the Koran mean unique human rights. This is a natural and fundamental obligation given by Allah SWT. From an Islamic perspective, human rights are related to the concept of equality. This is Q.S. Al Hujjarat verse 13. This article uses a research method with a qualitative approach and a literature review by collecting some information related to library research as a data source. Several theoretical studies deal with understanding human rights, human rights and obligations, and equality and legal status from an Islamic perspective. The conclusion of the author's article is that from an Islamic perspective, human rights are born directly from God Almighty and cannot be taken away or taken away, so they existed long before they became basic rights inherent in individuals. Therefore, values Human rights and their universal principles are part of the spirit and values of Sharia law.
Konsep Al-Mass dalam Al-Qur'an (Suatu Kajian Tafsir Maudu’i) Asirah, Siti; Abubakar, Achmad; Hidayatulah Galib, Ahmad Syarif
Jurnal Diskursus Islam Vol 12 No 2 (2024): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v12i2.45334

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian terhadap konsep al-mass dalam Al-Qur’an, untuk menyelami ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan makna al-Mass­ sebagai landasan dalam memahami Al-Qur’an, sekaligus mengimplementasikan petunjuknya dalam memandu manusia kepada jalan yang diridhai Allah swt. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hakikat, wujud serta urgensi al-mass dalam Al-Qur'an. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian pustaka dengan pendekatan deskriptif. Pendekatan yang diterapkan adalah ilmu tafsir dan teologis. Penelitian ini juga mengadopsi pola tafsir Mauḍū’i dalam mengolah data yang terkumpul. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, hakekat al-mass dalam Al-Qur’an digunakan untuk menunjuk adanya hubungan dengan sesuatu, baik terkait fisik maupun non fisik, baik yang menyenangkan maupun yang menyulitkan. Meskipun pada umumnya digunakan untuk menunjuk kepada hal-hal yang menyulitkan, baik jasmani maupun rohani. Kedua, wujud al-mass dalam Al-Qur’an yaitu penimpaan dalam bentuk al-ba’sā’ dan al-darrā’. menggambarkan respon manusia terhadap penderitaan. Ketika terbebas, manusia cenderung lupa dan menyatakan kebebasannya sebagai hasil kepintarannya. Sebaliknya, saat ditimpa penderitaan, manusia berdoa dan berserah sepenuhnya kepada Allah. Ketiga, urgensi al-mass sebagai pengajaran bagi umat manusia agar terhindar dari kesulitan, penderitaan dan siksaan baik dari segi duniawi maupun ukhrawi. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi renungan bersama terkait gambaran perilaku manusia saat menghadapi penderitaan, dengan harapan menghindari siksaan sebagaimana diceritakan dalam Al-Qur'an pada masa lalu. Kemudian penelitian ini penulis juga berharap dapat menambah wawasan pembaca terkait objek kajian yang terkandung dalam al-Qur’an.
DISKURSUS TEOLOGI QADARIAYAH DAN JABARIAH : TAWAKAL DALAM TINJUAN FILOSOFIS DAN SURVEY MASYARAKAT MODERN J, Irwan Supriadin; Abubakar, Achmad; Arsyad, Aisyah
FiTUA: Jurnal Studi Islam Vol 5 No 2 (2024): December
Publisher : STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitua.v5i2.662

Abstract

This study examines the concept of tawakkul (trust in Allah) from the perspective of Islamic theology, specifically through the views of Qadariyah and Jabariyah, as well as its application in modern society. Tawakkul is defined as a balance between maximal effort (ikhtiar) and full reliance on Allah SWT. Using a multidisciplinary approach, this research includes an analysis of Qur'anic verses such as QS Ali Imran: 159 and QS At-Talaq: 3, along with a survey on the understanding of tawakkul among modern individuals aged 17–45. The aim is to explore the understanding of tawakkul in various aspects of life, including the workplace, stress management, and social relationships. The survey results reveal that 84.2% of respondents perceive tawakkul as a combination of effort and reliance, while 52.6% believe that tawakkul can help manage stress and enhance solidarity. The study finds that while Qadariyah emphasizes human free will and Jabariyah prioritizes divine predestination, both share the same ultimate goal of glorifying Allah. Furthermore, the research suggests that a moderate approach between these two theological perspectives is more relevant in addressing modern challenges such as social anxiety and workplace dynamics. By proposing an adaptive concept of tawakkul, this study contributes to improving the mental and spiritual well-being of Muslims in contemporary times.
Menggali Nilai Kejujuran Melalui Tafsir Bayani: Solusi Al-Qur'an Terhadap Hoaks di Era Digital Safruddin, Rhay; Abubakar, Achmad; Irham, Muhammad; Alimin, Muh
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 6 No 1 (2025): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, January 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai kejujuran melalui pendekatan tafsir bayani dengan fokus pada analisis kebahasaan QS. Al-Ahzab: 70 dan QS. Al-Baqarah: 42. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kejujuran dalam Al-Qur'an, seperti sidq dan qawl sadid, memiliki implikasi sosial yang luas, termasuk untuk menangkal hoaks. Pendekatan bayani memberikan pedoman penting tentang klarifikasi informasi (tabayyun). Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa tafsir bayani dapat memberikan solusi praktis bagi tantangan moral di era digital, terutama dalam membentuk budaya literasi yang Islami. This study aims to explore the value of honesty through the bayani tafsir approach, focusing on the linguistic analysis of QS. Al-Ahzab: 70 and QS. Al-Baqarah: 42. The research method employed is a library study. The findings show that the concept of honesty in the Qur'an, such as sidq and qawl sadid, has broad social implications, including combating hoaxes. The bayani approach provides important guidance on the clarification of information (tabayyun). This study concludes that bayani tafsir offers practical solutions to moral challenges in the digital era, especially in fostering an Islamic literacy culture.
Property Rights In The Perspective Of The Qur'an (A Comparison Of Ownership In The Capitalist, Socialist And Islamic Economic Systems) Sudarmi; Abubakar, Achmad; Irham, Muhammad
Economics and Business Journal (ECBIS) Vol. 3 No. 2 (2025): January
Publisher : PT. Maju Malaqbi Makkarana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/ecbis.v3i2.169

Abstract

Islamic views on property ownership depart from the notion that individuals have an innate desire to possess property (fithrah), as Islamic societies depend on other people to function. The riches or money that Allah SWT has bestowed upon this universe is a gift to humanity and should be used as efficiently as possible to ensure everyone's financial security. One topic covered in economics classes, including socialism, capitalist, and Islamic economics, is ownership rights. Ownership rights are determined by certain characteristics of each economic system. The number of assets (goods and services) that can be owned is limited under a socialist economy, but the method of acquisition (quality) remains unconstrained. This suggests that you can distribute it in whatever way you want. Meanwhile, the capitalist economic system views property ownership as unlimited, both in terms of quantity and quality; that is, any kind of property ownership is acceptable as long as it does not restrict the freedom of others. Islam acknowledges, but does not fully give, the right of humans to own the materials they use for production and consumption, in contrast to socialism and capitalist economic systems.
Co-Authors -, Maulana A. Muin, Muhammad Irham Abd. Rahim Abd. Rahman Abdullah, Dudung Adistian, Adistian Ahmad Ahmad Ahmad Dani Ahmed Hasob, Hamza Abdulrahim Aisyah Arsyad, Aisyah Alim Mu'min, Muh Dian Nur Alimin, Muh Alimuddin, Harwis AM, Memi Pratiwi Amin, Abd. Rauf Muhammad Amir, A. M. Nur Atma Amir, Nurazizah Andriani, Hesti Aprianti, Sheila Arafah, Muh Arief, Fitriani Arifin, Asriadi Arviana, Pipi Asfar, Khaerul Asirah, Siti Aswan, Ahmad Rathomi Ayu Gintari Ayu Oktoviasari, Vera Baharuddin Baharuddin Baharuddin, Nur Alisa Basri , Halimah Basri, Halima Bedong, M. Ali Rusdi Dahlan, Firdaus Dedi Susanto Ditya, Fajar Ananda Dohe, Muh. Ilham Majid Eka Febrianti, Eka Fadhil, Andi Fajriany S, Imaniar Nur Fazaka Rif’ah, Muh. Azka Febrian, Rifki Febrianti Febrianti Firdaus Firdaus Firdaus Firman, Firmansyah Galib, M. Galib, Muhammad GHANY, ABDUL Haddade, Hasyim Hafid, Abd Hafid Halimah Basri Hamrana, Rachmat Ghafur Harjana, Dwi Harun, Hamzah Hasan, Nugraha Hasniati, Hasniati Hasri, Muammar Hayat, Saeed Fayzul Hidayatulah Galib, Ahmad Syarif HS, Muhammad Alwi Husain Nasir Hutagaluh, Oskar Ilyas, Hamka Imam, Muh. Abdi Inat, Fathy Irham , Muhammad Irsan Irsan Irwan Supriadin J Iryanto, Muhammad Islamul Haq Iwani, Fatimah Nurlala Jalal Ikram, Abdi Dzul Jamaluddin Jayawarsa, A.A. Ketut Juliasti, Evin K, M. Yusuf Kartika Kasim, Amrah Kholid Albar Khumaidi Ali, Muh. Kurniati Kurniati Kurniati La Ode Ismail Ahmad, La Ode Ismail M, M.Galib Mahfudz, Muhsin Mahfuz, Muhsin Mahmudah Mahmudah Majdy Amiruddin, Muhammad Mardan Maulana Maulana Mayyadah, Mayyadah Mi’rat, Muhammad Muammar Bakry Muflih, Andiman Muh. Aswad Muhammad Amin, Abd. Rauf Muhammad Irham Muhammad Sarjan Muhammad Syarif Hasyim Muhammad Yaumi, Muhammad Muhammad Yusuf Mukhtar Galib munandar, Feri Mundzir, Chaerul Munir Muthmainnah, Muthia Nadila, Nadila Nawas, Kamaluddin Abu Nurdin, Dewi Nurjannah Nurjannah Nurmiati Nurmiati Pababbari, Musafir Paramata, Adhayani Mentari Parhani, Aan Parninsih, Iin Pebry, Rasti Putra, Trisno Wardy R, Baso Rabiatul Adawiyah Rahim, Yusuf Rahman, Muh. Akbar Rahmat Hidayat Rahmawati, Rahmawati Ramadani, Ira Ramadhani, Syamsinar Ramli Rasnawati, Rasnawati Rayyahun, Annisa Ria Renita, Ria Rif'ah, Azka Fazaka Rifah, Afwaz Fafaza Rifai, Andi Ruhbanullaila Rif’ah, Muh. Azka Fazaka Rif’ah, Muh. Azka Fazaka Rif’ah, Muh.Azka Fazaka S, Putriyani Sabbar, Sabbar Dahham Sabri, Muhammad Sadiq Sabry, Muhammad Sadiq Safruddin, Rhay Said, Ibnu Furkan Said, Wardana Saleng, Ahmad Dani Sam, Mukhlishah Sandi, Ahmad Sayyid Amir, Muh Ikraam Sofyan, Idha Fadhilah Sohra, Sohra Sohrah Sohrah Sohrah, Sohrah Srigandawati, Srigandawati Sudarmi Sultan, Zulfadli Sunantri, Sri Supardin Supardin, Supardin Syahruddin Usman, Syahruddin Syahruddin, Siti Masyita Syakur, Muh. Asyraf Syam, Arham Fajrul Syam, Ilma Radia SYAMSUL QAMAR, SYAMSUL Syarif, Muhammad Fazlurrahman Syatar, Abdul Tammar, Ardiansyah Tammulis Tarmizi Taufik Ajuba, Taufik Thulfitrah B, Nurlathifah Tomadehe, Sumiati Wahyuddin Wahyuddin Wahyuni, Susi Eka Warliana, Lisna Widianti, Anyta Widodo, Panggih Yuniarti, Desi Zaputra, Reo