Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertujuan meningkatkan pengetahuan ekologis dan mendorong praktik ramah lingkungan di Pondok Pesantren Hadza Min Fadhli Robby, Karawang. Urgensi program berangkat dari temuan awal berupa rendahnya kesadaran ekologis santri, belum terintegrasinya isu lingkungan dalam pembelajaran, serta ketiadaan kebijakan dan sistem pengelolaan sampah yang terstruktur. PKM menggunakan dua pendekatan utama: ceramah fiqh lingkungan untuk memberikan landasan normatif-teologis tentang tanggung jawab menjaga alam dalam perspektif Islam, serta metode Coaching untuk membentuk dan menguatkan komunitas santri pecinta lingkungan PEPELING. Analisis dilakukan dengan kerangka context–input–process–output–outcome (CIPOO). Hasil menunjukkan bahwa pada level konteks dan input, dukungan pengelola, kesiapan sarana minimal, serta keterlibatan dosen–mahasiswa menjadi modal penting intervensi. Pada tataran proses, santri menunjukkan antusiasme dalam dua kajian fiqh lingkungan, tiga sesi pelatihan, dan serangkaian aksi nyata seperti pemilahan sampah, “Jumat Hijau”, “Bank Sampah Mini”, dan penghijauan. Output utama adalah terbentuknya komunitas PEPELING yang aktif, media edukatif visual, serta lahirnya kebijakan internal terkait kebersihan dan penggunaan air. Outcome menunjukkan perubahan perilaku santri dan pengajar dalam menjaga kebersihan, meningkatnya praktik pemilahan sampah, perbaikan sanitasi, serta komitmen pesantren menjadikan fiqh lingkungan sebagai materi dakwah rutin. Implikasi program ini menegaskan bahwa integrasi fiqh lingkungan dan Coaching komunitas efektif sebagai model penguatan Ecological Intelligence dan dapat direplikasi pada pesantren lain yang ingin bertransformasi menuju eco-pesantren berbasis nilai keislaman.