p-Index From 2021 - 2026
7.789
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal of Marine Research Jurnal Dakwah Tabligh JITRO (Jurnal Ilmiah dan Teknologi Peternakan Tropis) AGRICOLA Professional : Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Jurnal Biologi Tropis urnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi International Journal of Language Teaching and Education Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region JPPI (Jurnal Pendidikan Islam Pendekatan Interdisipliner) Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Musamus Journal of Agribusiness Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian REiLA: Journal of Research and Innovation in Language PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Administrative Reform Jurnal Abdi Insani Budimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Agrica: Journal of Sustainable Dryland Agriculture Jurnal Scientia Jurnal Sosial dan Teknologi ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities Ahmar Metastasis Health Journal (AMHJ) Tata Kelola AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis PREDIKSI : Jurnal Administrasi dan Kebijakan Journal International of Lingua and Technology Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Journal of Innovation Research and Knowledge Abdimas Polsaka: Jurnal Pengabdian Masyarakat Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Jurnal Sosial dan Sains Jurnal Pepadu Jurnal Indonesia Sosial Sains Jurnal Sosial-Politika Innovative: Journal Of Social Science Research International Journal of Education and Humanities Journal International Dakwah and Communication International Journal of Educational Narratives International Journal of Health Sciences Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Abdimas Mandalika International Conference on Islamic Economic Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Balance: Jurnal Ekonomi Prima Eksakta
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Marine Research

Efisiensi Teknik Sampling dalam Penentuan Indeks Keanekaragaman Polychaeta di Padang Lamun Pantai Sire, Lombok Utara Rahman, Ibadur; Nurliah, Nurliah; Larasati, Chandrika Eka
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i2.30533

Abstract

Padang lamun merupakan salah satu ekosistem yang berperan sebagai tempat tinggal, tempat mencari makan, tempat pembesaran dan daerah pemijahan bagi sejumlah besar biota asosiasinya, termasuk polychaeta. Selain mengambil manfaat dari tumbuhan lamun, polychaeta juga berperan terhadap kesuburan substrat lamun karena kemampuannya dalam menguraikan serasah dan meningkatkan kadar oksigen dalam sedimen melalui aktivitas bioturrbasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks keanekaragaman polychaeta di padang lamun Pantai Sire, Lombok Utara menggunakan 2 (dua) teknik sampling yang berbeda. Pengamatan data lamun dilakukan menggunakan kuadran 50x50 cm2, dengan 3 (tiga) transek dimana masing-masing terdapat 10 titik pengamatan. Pengambilan sampel polychaeta dilakukan menggunakan alat Ekman Grab dan PVC sediment corer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 (lima) jenis lamun dan 17 famili polychaeta di perairan padang lamun Pantai Sire, dimana Capitellidae merupakan jenis dengan rerata kelimpahan tertinggi (1.046±32,34  - 1.430±37,82 individu/m2). Hasil uji-t menunjukkan bahwa perbedaan teknik sampling berpengaruh terhadap total kelimpahan polychaeta di padang lamun, dimana teknik sampling menggunakan PVC sediment corer memiliki hasil yang lebih optimal dibandingkan mengunakan Ekman Grab. Hal tersebut menandakan bahwa alat PVC sediment corer lebih efisien digunakan untuk pengambilan sampel polychaeta di lamun karena sesuai dengan karakteristik substrat lamun yang berpasir. Sedangkan alat Ekman Grab lebih baik digunakan pada substrat berlumpur dan pada perairan yang cenderung dalam. Seagrass bed is one of the ecosystems that act as a place to live, foraging for food, rearing and spawning areas for a large number of associated biota, including polychaeta. Apart from taking advantage of seagrass, polychaeta also plays a role in the fertility of seagrass substrate because of its ability to break down litter and increase oxygen levels in the sediment through bioturbation activity. This study aims to determine the diversity index of polychaeta in seagrass bed at Sire Beach, North Lombok using 2 different sampling techniques. Seagrass data observation was carried out using a 50x50 cm2 quadrant, with 3 transects, each of which had 10 observation points. Polychaeta samples were taken using the Ekman Grab and the PVC sediment corer. The results showed that there were 5 specieses of seagrass and 17 families of polychaeta in seagrass of the Sire Beach, where Capitellidae was the species with the highest average abundance (1,046 ± 32.34 - 1,430 ± 37.82 individuals / m2). The t-test result shows that the different sampling techniques have a correlation to the total abundance of polychaeta, where PVC sediment corer has more optimal results than using Ekman Grab. This indicates that the PVC sediment corer is more efficient to use for polychaeta sampling in seagrass because of its suitability to the characteristics of sandy seagrass substrate. Meanwhile, the Ekman Grab is better to use on muddy substrates and in a deep water. 
Keanekaragaman Jenis Lamun Di Perairan Gili Gede, Lombok Barat Rahman, Ibadur; Nurliah, Nurliah; Himawan, Mahardika Rizki; Jefri, Edwin; Damayanti, Ayu Adhita; Larasati, Chandrika Eka
Journal of Marine Research Vol 10, No 4 (2021): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i4.32282

Abstract

Padang lamun merupakan salah satu ekosistem laut yang penting karena berfungsi sebagai habitat beragam jenis, sebagai pemerangkap substrat perairan, peredam gelombang, pendaur ulang zat hara, dan sebagai penyerap sejumlah besar karbon dari atmosfer (blue cabon). Dewasa ini kondisi kesehatan ekosistem lamun senantiasa mengalami penurunan/degradasi, padahal ekosistem lamun menopang sejumlah besar kelangsungan hidup makhluk hidup lainnya bahkan beberapa di antaranya berdampak langsung terhadap manusia. Maka dari itu, perlu dilakukan kajian mengenai kondisi padang lamun yang hasilnya dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pembuatan kebijakan yang berkaitan dengan penataan kawasan perairan agar tetap berorientasi pada upaya pelestarian ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji stuktur komunitas lamun di perairan Gili Gede, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Pengamatan jenis dan persentase penutupan lamun menggunakan kuadran transek berukuran 50cm x 50cm. Pengukuran nilai parameter kualitas air dilakukan secara insitu di lapangan dan di Laboratorium Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Sekotong, Lombok Barat. Hasil penelitian menujukkan bahwa komunitas padang lamun di perairan Gili Gede tersusun atas 4 (empat) jenis, yaitu: Halophilla pinifolia, Cymodocea rotundata, Enhalus acoroides, dan Thalassia hemperichii dengan persentase penutupan berkisar antara 17-47%, dan rerata penutupan sebesar 35%. Jenis lamun Enhalus acoroides merupakan jenis yang memiliki kontribusi paling tinggi dalam komunitas padang lamun di perairan Gili Gede.  Seagrass is an important marine ecosystem because of its function as habitat for various species, as substrate trapper, wave reducer, nutrient recycler, and as an absorber of large amounts of carbon from the atmosphere (blue cabon). Today, the condition of seagrass ecosystems is constantly decreasing, even though seagrass ecosystems support a large number of other living things, some of which have a direct impact on humans. Therefore, it is necessary to conduct a study on seagrass community structure whose the results can be taken into consideration in making policies related to the arrangement of water areas so that it remain oriented towards ecosystem conservation efforts. This study aims to examine the structure of the seagrass community in Gili Gede, Sekotong District, West Lombok Regency. Observation of the type and percentage of seagrass cover using a 50cm x 50cm transect quadrant. The analysis of water quality parameter was carried out at the Laboratory of Marine Cultivation Fisheries Center (BPBL) Sekotong, West Lombok. The results showed that the seagrass communities in Gili Gede were composed of 4 (four) species, namely: Halophilla pinifolia, Cymodocea rotundata, Enhalus acoroides, and Thalassia hemperichii with a cover percentage ranging from 17-47%, and an average cover of 35%. The seagrass species, Enhalus acoroides, is the species that has the highest contribution to the seagrass community in Gili Gede 
Co-Authors , Michael, Kwan Abd Saddam Mujib Abdul Rizal Adrianus Adrianus Agustian, Jaka Farih Agustini, Tri Alfando WS, Johantan Amaliah, Nurul Amrullah, Fakhri Andari, Gardis Ari Andayani Asdar Asdar Asep Sunandar Ashari, Rowi Ayu Adhita Damayanti Bagus Dwi Hari Setyono Baiq Hilda Astriana, Baiq Hilda bin Tuan Kechik, Tuan Nordin Boer, Kheyenne Molekandella Chandrika Eka Larasati, Chandrika Eka Dani, Ibrahim Dawapa, Merry Dewi Putri Lestari, Dewi Putri Dian Fitriani Dwivayani , Kadek Dristiana Dwivayani, Kadek Dristiana Dzulkipli, Dzulkipli Erdiawati Arief Euis Nurlaela Fachrizal, Riza Fadillah, Nazmiah Nur Fadli Syamsuddin Fauzi, Fadhillah Nur Fibiantoro, Imam Firdaus, Muhammad Nur Firmawati Firmawati Fitriyana, Cindy Gigentika, Soraya Ginting, Nina Maksimiliana Gunarmi Gunarmi, Gunarmi Hairunnisa Hairunnisa Hapzah, Hapzah Hasan, Tri Amaliya Hasanuddin Hasanuddin Hernawati Hernawati Himawan, Mahardika Rizki Idawati Idawati Ilmi, Muhammad Rizqan Imawan, Ahmat Alex Teguh Ineke Nursih Widyantari, Ineke Nursih Irwan, Zaki Jam'an, Jam'an Jayawarsa, A.A. Ketut Jefri, Edwin Jubhari, Yuristson Junaenah, Een Kaharto, Kaharto Kamila, Adissa Cahya Kezia Arum Sary Kheyene Molekandella Boer Kristian, Dony Kurniati, Widya Latjompoh, Kurniawan Adisaputra lestariningsih, Wiwid Lestariningsih, Wiwid Andriyani Limbong, Sunarlia M, Asia Mahardika Rizqi Himawan Martanina, Martanina Muhammad Hasyim, Muhammad Muhammad Sumsanto Muhammad, Harry Isra Muntaha, Yasirul Murdin, Lalu Ferdi Alfarisi Mus, Abdul Rahman Muslyha, Amilia Najdah, Najdah Nastiti, Ninda Neto, Emilia Tinci Nisa, Andi Khaerun Nur Hikmah Nurani Syaamanda Maulika Oeij Nurbaya Nurbaya Nurbaya Nurbaya, Nurbaya Nursalam Nursalam Pabidang, Siswanto Paryono Pertiwi, Hanna Purwanti, Silviana Puspita Sari, Yanita Puspita, Aria Putra, Fajar Ade Putri, Axel Faradila RACHMAT HIDAYAT Rahmadani, Jeri Rahmadhani, Adinda Rahman Ma'rifatullah, Fathur Rahman, Ibadur Ramadhani, Fathanah Tri Rasmaniar, Rasmaniar Retni, Ani Rhojim Wahyudi Rifayanti, Rina Rina Juwita Rini, Ferdiansyah Rizky, Muhammad Alfa Robiansyah, Yani Rohmah, Ainun Ni'Matu Romadhani, Tri Rosmiaty Rosmiaty Sadikin Amir Sahra, Jihan Fatimatus Sajriawati Sajriawati Sakina, Sholihati Lathifa Sakinah, Sholihati Lathifa Saptono Waspodo Sary, Kezia Arum Sasabone, Luana Sedana, Ganda Sari Sianturi, Reny Simbala, Iskandar Siti Aisyah Sitti Hilyana Sri Yulianti Suci Ananda, Andi Sucipta, Johantan Alfando Wikandana Sucipta, Wikandana Sunarni Sunarni Syahriani, A. Tenri Syamsuddin, Agustan Syukur, Sabirin B Talango, Sakinah Taufiq, Anwar Thamrin Tahir Tondang, Edoardo Untari Untari W.S., Johantan Alfando Wahab, Annisa Patricia Wahyudi, Rojim Wesa Nurrahim, Irsalinda Wijayanto, Ahmad Wikandana Sucipta, Johantan Alfando WS, Johantan Alfando Xaferius, Fransiskus Yosehi Mekiuw, Yosehi Yudhistira, Agung Yudianti, Yudianti Yuriatson, Yuriatson Ziya Ibrizah