Kesejahteraan finansial tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi juga oleh kemampuan mengelola pengeluaran, utang, tabungan, dan tujuan keuangan. Identifikasi awal menunjukkan bahwa sebagian guru di Kota Palembang telah memiliki penghasilan rutin dari gaji dan tunjangan sertifikasi, tetapi belum menyusun anggaran secara konsisten, masih melakukan pembelian impulsif, memiliki beban cicilan yang cukup besar, serta belum menyiapkan dana darurat dan investasi secara memadai. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat financial well-being guru melalui pelatihan manajemen keuangan pribadi. Kegiatan diikuti oleh 68 guru sekolah dasar dari berbagai sekolah di Kota Palembang, dengan SD Negeri 225 Palembang sebagai mitra pelaksana. Pelatihan dilaksanakan selama satu hari secara daring melalui Zoom Meeting oleh tiga dosen Manajemen bersertifikasi Certified Financial Planner. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan ABCD yang dipadukan dengan pre-test, post-test, pemaparan materi, studi kasus, simulasi, diskusi, dan lembar kerja digital. Hasil kegiatan menunjukkan pergeseran pemahaman ke kategori Baik dan Sangat Baik pada seluruh aspek. Setelah pelatihan, 63 peserta mencapai kedua kategori tersebut pada pemahaman financial well-being, 61 peserta pada penyusunan anggaran dan pengendalian pembelian impulsif, 60 peserta pada pengelolaan cicilan dan dana darurat, serta 58 peserta pada tujuan keuangan dan investasi dasar. Sebanyak 88,2% peserta menilai materi sangat relevan dan 83,8% menyatakan sangat puas terhadap kualitas pelatihan. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan yang kontekstual dan praktis dapat menjadi langkah awal dalam mendukung perilaku keuangan guru yang lebih terarah