Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Konsep Pemasaran Pendidikan Putri, Anjellie Dasviana; Mahdayeni, Mahdayeni; Aprianto, Iwan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5772

Abstract

Kemajuan teknologi dan meningkatnya persaingan telah mendorong lembaga pendidikan untuk menerapkan strategi pemasaran yang lebih terencana dan inovatif guna mempertahankan keberlangsungan serta meningkatkan daya saing. Pendidikan tidak lagi dipandang semata sebagai kegiatan sosial, tetapi juga sebagai layanan jasa yang harus memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, tujuan, tantangan, strategi, dan segmentasi pasar dalam pemasaran pendidikan, khususnya dalam konteks lembaga pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis melalui studi pustaka terhadap karya para pemikir Islam dan literatur kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran pendidikan berperan penting dalam membangun citra lembaga, meningkatkan kepercayaan publik, serta menarik dan mempertahankan peserta didik. Tujuan utama pemasaran pendidikan meliputi peningkatan kepuasan pelanggan, minat masyarakat, dan efektivitas promosi lembaga. Namun, pemasaran pendidikan menghadapi berbagai tantangan, seperti stigma negatif terhadap istilah pemasaran, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta rendahnya kompetensi digital tenaga pendidik. Oleh karena itu, strategi pemasaran perlu memanfaatkan teknologi digital, diferensiasi layanan, serta pendekatan berbasis data dan nilai. Segmentasi pasar pendidikan, baik demografis, geografis, psikografis, maupun perilaku, menjadi kunci dalam merancang layanan yang relevan dan efektif. Dengan penerapan strategi pemasaran yang tepat dan berkelanjutan, lembaga pendidikan dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia.
Strategi Sinergi Manajemen Humas dan Pemasaran dalam Meningkatkan Citra Lembaga Pendidikan Lisaryadi, Lisaryadi; Istikarani, Mutya; Aprianto, Iwan; Mahdayeni, Mahdayeni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5785

Abstract

Di era kompetisi global dan digitalisasi yang semakin kompetitif, lembaga pendidikan menghadapi tantangan besar dalam membangun citra positif dan meningkatkan daya saing guna menarik minat masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep dasar manajemen hubungan masyarakat (humas) dan pemasaran pendidikan, serta menganalisis keterkaitan strategis di antara keduanya dalam memperkuat eksistensi lembaga. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan teknik analisis deskriptif-kualitatif terhadap berbagai literatur primer dan sekunder yang relevan dengan tema manajemen pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen humas berfungsi sebagai mediator komunikasi strategis yang membangun hubungan harmonis antara lembaga dan publik, serta menciptakan saling pengertian yang mendalam. Sementara itu, pemasaran pendidikan berperan dalam menciptakan, menyampaikan, dan mengomunikasikan nilai keunggulan lembaga secara inovatif untuk memenuhi ekspektasi pelanggan pendidikan. Sinergi antara humas dan pemasaran ditemukan pada kolaborasi strategi komunikasi yang selaras dan konsisten melalui pemanfaatan teknologi digital untuk membangun branding lembaga. Humas berkontribusi secara signifikan pada pembentukan opini publik dan kepercayaan, yang menjadi aset utama bagi keberhasilan strategi promosi dan pemasaran. Implementasi strategi yang tepat, seperti pendekatan pemasaran berbasis nilai (value-based marketing) dan publikasi kegiatan yang transparan, terbukti krusial dalam meningkatkan daya tarik institusi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi fungsi humas yang efektif dan pemasaran yang adaptif mampu memperkuat reputasi, menjaga loyalitas pemangku kepentingan, serta menjamin keberlanjutan lembaga pendidikan di tengah persaingan yang semakin ketat
Strategi Komunikasi Humas dalam Memitigasi Opini Publik Negatif terhadap Perilaku Menyimpang Siswa di Sekolah Dasar Firdaus, Ahmad Sofwan; Fatmawati, Fatmawati; Aprianto, Iwan; Mahdayeni, Mahdayeni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Hubungan Masyarakat (Humas) dalam memitigasi opini publik negatif yang muncul akibat perilaku menyimpang siswa, seperti kenakalan dan kebiasaan membolos, di lingkungan sekolah dasar. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana sekolah mengelola persepsi masyarakat di tengah keterbatasan pengawasan orang tua dan kondisi sosial ekonomi pedesaan yang menantang. Studi kasus dilakukan di SD Negeri 105/I Tanjung Pasir, di mana ditemukan adanya peningkatan kasus siswa membolos dan perilaku tidak disiplin yang mulai merusak citra lembaga di mata masyarakat. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penggunaan strategi komunikasi dua arah yang transparan dan berbasis nilai kemanusiaan berhasil menurunkan tingkat pelanggaran disiplin secara signifikan dan memulihkan kepercayaan publik. Kesimpulannya, efektivitas Humas di lembaga pendidikan tidak hanya bergantung pada kemampuan publikasi, tetapi pada peran sebagai mediator dan fasilitator sosial yang mampu membangun sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Keberhasilan pemulihan citra sekolah di mata masyarakat ditandai dengan munculnya dukungan dari tokoh desa yang mengusulkan sekolah tersebut sebagai percontohan pembinaan karakter di wilayahnya. Analisis peran Humas menunjukkan efektivitas fungsi sebagai mediator dalam menengahi konflik melalui pendekatan dialogis dan fasilitator sosial yang mampu menciptakan kerja sama lintas sektor. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi pendidikan yang berbasis pada prinsip human relations dan nilai-nilai akhlak, seperti kejujuran serta adab, merupakan instrumen krusial dalam menghadapi arus opini publik yang dinamis di era digital
Amanah-Based Public Relations and Digital Trust in Islamic Private Universities Aprianto, Iwan; Mawardi, Mawardi; Suparno, Suparno; Jamrizal
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v14i1.2383

Abstract

Public trust has emerged as a critical challenge for Private Islamic Universities (PTIS) in the digital era, particularly regarding the translation of Islamic ethical values from symbolic claims into concrete institutional practices. This study examines how the value of Amanah (trust) is internalized within Public Relations (PR) practices at PTIS in Jambi, positioning trust as both a religious-ethical principle and a professional standard that guides governance, communication, and digital engagement. Using a qualitative multi-site case study design, data were collected through in-depth interviews with institutional leaders, PR personnel, academic staff, administrative officers, and students, complemented by observation of institutional digital platforms. Data were analysed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings reveal that Amanah functions as an internal governing logic, shaping leadership integrity, policy transparency, participatory communication, and digital accountability. Trust is further strengthened through inclusive leadership, open communication channels, transparent academic and administrative policies, and responsible digital governance. However, the study also identifies persistent challenges, including inconsistent leadership modelling, weak oversight mechanisms, limited digital literacy, and concerns regarding academic data security. These results indicate that ethical values alone are insufficient to sustain digital trust without structural reinforcement and accountable digital systems. Ultimately, this study contributes to the field by conceptualizing Amanah as an operational PR principle that integrates Islamic ethics with contemporary digital trust governance in higher education.