Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Electronic Public Relations dalam Pengelolaan Komunikasi Digital Organisasi Desy Sasmita; M. Syahid Anggi. ER; Iwan Aprianto; Mahdayeni
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pemanfaatan Electronic Public Relations (EPR) dalam pengelolaan komunikasi digital organisasi di era perkembangan teknologi informasi. Kajian ini berangkat dari meningkatnya kebutuhan organisasi terhadap strategi komunikasi yang mampu menjangkau publik secara luas, cepat, dan interaktif melalui media digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode library research (studi kepustakaan), yang bersumber dari buku, artikel jurnal ilmiah, serta dokumen akademik yang relevan dengan konsep Electronic Public Relations dan komunikasi digital. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, pengklasifikasian, penelaahan kritis, serta sintesis terhadap berbagai sumber pustaka yang digunakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Electronic Public Relations berperan strategis dalam mendukung efektivitas penyampaian informasi, membangun citra positif organisasi, serta memperkuat hubungan antara organisasi dan publik melalui media digital. Selain itu, EPR mendorong terciptanya komunikasi dua arah yang lebih interaktif dan berkelanjutan. Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa Electronic Public Relations merupakan bagian penting dalam pengelolaan komunikasi organisasi di era digital dan perlu dikembangkan secara terencana serta berbasis kajian teoretis yang komprehensif.
MULTIKULTURALISME DALAM PERSPEKTIF ISLAM: PENGERTIAN, URGENSI, DAN ANALISIS Eva Maya Sari; Nini Maswati; Muktar Asroni; Ansori Ansori; Iwan Aprianto
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i3.13160

Abstract

ABSTRACT Indonesia's highly diverse society, characterized by differences in ethnicity, culture, language, and religion, continues to face challenges such as intolerance, social polarization, radicalism, and hate speech, indicating that diversity has not yet been managed inclusively. This condition highlights the need to examine multiculturalism from an Islamic perspective as a conceptual foundation for fostering harmonious social life. This study aims to analyze the concept of multiculturalism in Islam, examine its significance for plural societies, and explore the historical, theological, and contextual foundations supporting its implementation. This research employed a qualitative library research approach. Data were collected from the Qur'an, Hadith, academic books, and scholarly journal articles published between 2016 and 2026 and were analyzed using content analysis. The findings identified six major themes: the concept of multiculturalism, Islamic fundamental values, the significance of multiculturalism, historical perspectives, theological perspectives, and contemporary challenges. The study concludes that diversity is regarded as sunnatullah and should be managed through the principles of al-ta'aruf, al-tasamuh, al-'adalah, and ukhuwah insaniyah. Furthermore, the integrative analysis demonstrates that Islamic multiculturalism provides a relevant framework for strengthening religious moderation, social cohesion, and multicultural Islamic education in promoting a peaceful, inclusive, and just society. ABSTRAK Keberagaman masyarakat Indonesia yang ditandai oleh perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama masih dihadapkan pada berbagai persoalan seperti intoleransi, polarisasi sosial, radikalisme, dan ujaran kebencian yang menunjukkan belum optimalnya pengelolaan keberagaman secara inklusif. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya kajian mengenai multikulturalisme dalam perspektif Islam sebagai landasan konseptual dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep multikulturalisme dalam perspektif Islam, mengkaji urgensinya bagi masyarakat plural, serta menelaah landasan historis, teologis, dan kontekstual yang mendukung penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research. Data diperoleh dari Al-Qur'an, hadis, buku, dan artikel ilmiah periode 2016–2026, kemudian dianalisis menggunakan content analysis. Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema utama, yaitu konsep multikulturalisme, nilai dasar Islam, urgensi multikulturalisme, perspektif historis, perspektif teologis, dan tantangan kontemporer. Temuan menunjukkan bahwa keberagaman dipandang sebagai sunnatullah yang dikelola melalui prinsip al-ta'aruf, al-tasamuh, al-'adalah, dan ukhuwah insaniyah. Analisis integratif juga menegaskan bahwa multikulturalisme Islam memiliki relevansi dalam memperkuat moderasi beragama, kohesi sosial, serta pendidikan Islam multikultural untuk mewujudkan masyarakat yang damai, inklusif, dan berkeadilan.
KEBUDAYAAN DAN KEARIFAN LOKAL SUKU MELAYU JAMBI, BATAK, DAN JAWA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN Achmad Sarwani; Nur Azizah Kurnia Utami; Liza Audya; Ansori Ansori; Iwan Aprianto
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i3.13161

Abstract

ABSTRACT Indonesia possesses rich cultural diversity that has significant potential as a source of values for character education development. However, globalization and modernization have created challenges for the preservation of local culture and the internalization of noble values among younger generations. This study aims to analyze the culture and local wisdom of the Jambi Malay, Batak, and Javanese ethnic groups from an educational perspective and to identify the educational values embedded within them. The study employed a qualitative approach using a library research method. Data were collected through documentation studies of books, scientific journal articles, research reports, and other relevant academic sources. Data were analyzed using content analysis techniques through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that Jambi Malay Seloko Adat contains religious, moral, social, cultural, and intellectual values; the Batak philosophy of Dalihan Na Tolu embodies values of respect, responsibility, solidarity, and social concern; while Javanese culture emphasizes mutual cooperation, tolerance, harmony, and humility. These forms of local wisdom are highly relevant to strengthening character education, multicultural education, and the implementation of the Merdeka Curriculum through the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5). This study concludes that local wisdom can serve as an effective contextual learning resource for developing students' character while simultaneously reinforcing cultural identity amid the challenges of globalization. ABSTRAK Indonesia memiliki keragaman budaya yang sangat kaya dan berpotensi menjadi sumber nilai dalam pengembangan pendidikan karakter. Namun, arus globalisasi dan modernisasi telah menimbulkan tantangan terhadap pelestarian budaya lokal dan internalisasi nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebudayaan dan kearifan lokal Suku Melayu Jambi, Suku Batak, dan Suku Jawa dalam perspektif pendidikan serta mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap buku, artikel jurnal, hasil penelitian, dan berbagai sumber ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Seloko Adat Melayu Jambi mengandung nilai religius, moral, sosial, budaya, dan intelektual; falsafah Dalihan Na Tolu masyarakat Batak mengandung nilai penghormatan, tanggung jawab, solidaritas, dan kepedulian sosial; sedangkan budaya Jawa menonjolkan nilai gotong royong, toleransi, kerukunan, dan rendah hati. Ketiga bentuk kearifan lokal tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan penguatan pendidikan karakter, pendidikan multikultural, serta implementasi Kurikulum Merdeka melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kearifan lokal dapat menjadi sumber belajar kontekstual yang efektif dalam membentuk karakter peserta didik sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah dinamika globalisasi.
KONSEP, BATASAN, DAN JALUR PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADIS Sari Ramadani Basa; Defni Bukhari; Ansori Ansori; Iwan Aprianto
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i3.13162

Abstract

ABSTRACT Islamic education carries a strategic role in shaping individuals who are faithful, knowledgeable, and morally upright. Yet, the currents of modernization, secularization, and digital disruption have pushed its meaning toward mere ritual instruction, often sidelining its function in character formation and the integration of knowledge and practice. This problem underlines the need for a comprehensive study that fully integrates three dimensions commonly discussed separately: the concept, scope, and pathways of Islamic education, so that understanding of it remains holistic rather than partial. This study aims to describe the concept of Islamic education encompassing tarbiyah, ta’lim, and ta’dib; to explain the scope of Islamic education in terms of its domain, principles, and characteristics; and to identify its pathways from both classical and contemporary international perspectives. A qualitative library research method was employed, examining Qur’anic verses, Prophetic hadith, and national and international scholarly literature thematically, analyzed through content analysis. The findings indicate that the concept of Islamic education originates from the Qur’an, hadith, and ijtihad, with the primary goal of forming insan kamil (the perfect human being); the scope of Islamic education covers aqidah, worship, and morality grounded in tawhid, the integration of knowledge and practice, and physical-spiritual balance; and the pathways of Islamic education consist of formal education (madrasah, pesantren, Islamic higher education), non-formal education (majelis taklim, religious courses), and informal education (family education), all of which are complementary. The study concludes that synergy among these pathways is key to the success of Islamic education in confronting modernization and digitalization without losing its Islamic identity, while also enriching the discourse of Islamic education within a global context. ABSTRAK Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak, namun kajian mengenai konsep, batasan, dan jalur pendidikan Islam masih banyak dibahas secara parsial sehingga belum menunjukkan keterkaitan antarketiganya dalam satu kerangka yang utuh. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konsep pendidikan Islam, menjelaskan batasannya, serta mengidentifikasi jalur pendidikan Islam berdasarkan Al-Qur'an, Hadis, dan perkembangan diskursus pendidikan Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Data diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur'an, hadis, serta literatur ilmiah nasional dan internasional yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui pengodean, kategorisasi, dan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Islam dibangun melalui keterpaduan tarbiyah, ta'lim, dan ta'dib yang mengarah pada pembentukan insan kamil. Batasan pendidikan Islam mencakup ruang lingkup akidah, ibadah, dan akhlak yang diselenggarakan berdasarkan prinsip tauhid, integrasi ilmu dan amal, keseimbangan jasmani dan rohani, serta nilai-nilai ilahiyah. Implementasi pendidikan Islam berlangsung melalui jalur formal, nonformal, dan informal yang saling melengkapi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep, batasan, dan jalur pendidikan Islam membentuk kerangka integratif yang dapat menjadi landasan konseptual bagi pengembangan kajian maupun praktik pendidikan Islam.
The Discovery Learning Method: An Islamic Religious Education Instructor's Strategy for Character Development Nurjali Nurjali; Al Munip; Maimunah Maimunah; Iwan Aprianto
Zabags International Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2024): Islamic Studies
Publisher : Zabags Qu Publish

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61233/zijis.v1i1.2

Abstract

This study is to investigate how Islamic Religious Education instructors at SMP Negeri 24 Tanjung Jabung Timur can mold students' personalities using the Discovery Learning learning methodology. The research methodology for this study is qualitative deductive. Information about the learning of Islamic Religious Education and the development of students' character was gathered through observation, interviews, and documentation. The data collection, data condensation, data presentation, and conclusion-making based on the data obtained are among the data analysis methodologies employed in this study. According to the study's findings, the Islamic Religious Education instructors at SMP Negeri 24 Tanjung Jabung Timur employed the following strategies: 1. There were methods for planning, carrying out, and overseeing instruction. 2. The practice of reading Sholawat before taking classes. 3. Teachers invited students to participate in after-school programs. It is proposed that for students to develop their character, parents, teachers, and the administrator must work together as much as possible. It is intended that more studies concentrating on how student organization shapes student character will be conducted
Accountability in Islamic Law for Damage or Loss of Goods in Service Transactions: A Systematic Literature Review Dimas Iin Ricky Prasetiyo; Wargo; Kurniawan; Iwan Aprianto
Zabags International Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies
Publisher : Zabags Qu Publish

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61233/zijis.v2i2.13

Abstract

This article examines the accountability of service providers in cases of loss or damage to goods from the perspective of Islamic law. The study aims to analyze the extent to which classical jurisprudence and contemporary scholarship offer a coherent foundation for resolving modern service-related issues. Employing a systematic literature review approach, data were gathered from open-access journal publications, focusing on works that specifically address the principles of amanah (trust) and daman (liability) within contractual frameworks. The review identifies several thematic categories, including the interpretation of accountability in classical texts, the application of liability in financial and logistics services, and the adaptation of shariah principles in contemporary service sectors. Findings reveal that accountability in Islamic law not only concerns contractual obligations but also embodies ethical and spiritual responsibilities, thereby reinforcing the protection of consumer rights in alignment with the objectives of maqasid al-shariah. The study contributes to the development of academic discourse on liability and accountability in Islamic jurisprudence while providing practical insights for policymakers and service providers in formulating fair and shariah-compliant service agreements.
KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN DALAM PENDIDIKAN ISLAM: ANALISIS DALIL NAQLI TENTANG KEPEMIMPINAN Siti Arifah; Sirli Yuliani; Fitriani Fitriani; Ansori Ansori; Iwan Aprianto
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i3.13156

Abstract

ABSTRACT Leadership is a key factor in ensuring the effectiveness of Islamic educational institutions. In the Islamic perspective, leadership is not merely the ability to manage an organization but also a trust (amanah) that must be exercised based on the values of the Qur'an and Hadith. This study aimed to analyze the concept of leadership in Islamic education from the perspective of naqli (revealed) sources and to identify the leadership values that serve as the foundation for educational leadership and management. This research employed a qualitative approach using a library research method. Data were collected from the Qur'an, Hadith, books, and relevant scientific journal articles and analyzed through content analysis involving data reduction, data presentation, interpretation, and conclusion drawing. The findings reveal that Islamic educational leadership is founded upon five core values: trustworthiness (amanah), justice, consultation (shura), exemplary conduct, and responsibility. These values function not only as ethical principles but also as practical guidelines for educational management, including planning, decision-making, implementation, and evaluation. The study concludes that integrating Qur'anic and Prophetic leadership values into educational management provides a relevant framework for developing professional, ethical, and value-based leadership capable of addressing contemporary educational challenges. ABSTRAK Kepemimpinan merupakan faktor strategis dalam keberhasilan penyelenggaraan pendidikan Islam, tetapi kajian yang mengintegrasikan landasan normatif Al-Qur'an dan Hadis dengan praktik manajemen pendidikan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep kepemimpinan dalam pendidikan Islam berdasarkan dalil-dalil naqli serta mengidentifikasi nilai-nilai kepemimpinan yang terkandung di dalamnya sebagai landasan pengembangan kepemimpinan dan manajemen pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari Al-Qur'an, Hadis, buku, artikel jurnal, dan literatur relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan pendidikan Islam berlandaskan lima nilai utama, yaitu amanah, keadilan, musyawarah, keteladanan, dan tanggung jawab. Kelima nilai tersebut tidak hanya memiliki dimensi normatif, tetapi juga terintegrasi dengan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengambilan keputusan, pelaksanaan program, dan evaluasi dalam manajemen pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai kepemimpinan berbasis dalil naqli dengan fungsi manajemen pendidikan memberikan landasan konseptual bagi pengembangan kepemimpinan pendidikan Islam yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap tantangan pendidikan kontemporer.
MANAJEMEN KONFLIK DALAM PENMANAJEMEN KONFLIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL: INTEGRASI PENDEKATAN MODERN DAN NILAI-NILAI ISLAM DIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL: INTEGRASI PENDEKATAN MODERN DAN NILAI-NILAI ISLAM Dedi Hendriyanto; H. Naswin; M. Zakaria; Ansori Ansori; Iwan Aprianto
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i3.13157

Abstract

ABSTRACT The cultural, ethnic, linguistic, and religious diversity within multicultural Islamic educational institutions has the potential to generate conflicts that may affect the effectiveness of educational management. However, conflict should not merely be viewed as a negative phenomenon but also as an opportunity for organizational learning and improvement when managed appropriately. This article aims to analyze the concept of conflict management in multicultural Islamic education, identify the forms and sources of conflict, examine conflict management strategies through the integration of modern management approaches and Islamic values, and explain the role of leadership in fostering an inclusive, harmonious, and sustainable educational environment. This study employed a qualitative approach using a Systematic Literature Review (SLR) based on library research. Relevant literature was selected according to predetermined inclusion criteria and analyzed using content analysis techniques. The findings indicate that conflicts in multicultural Islamic education primarily arise from differences in values, culture, communication, interests, organizational structure, and religious understanding. Effective conflict management requires the integration of modern management strategies with Islamic values, including shura (consultation), tabayyun (verification), tasamuh (tolerance), ishlah (reconciliation), and 'adl (justice), supported by inclusive leadership and multicultural education. The study concludes that the synergy between multicultural education, Islamic values, and inclusive leadership forms a comprehensive conceptual framework for conflict management that promotes a culture of peace and enhances the quality of Islamic educational institutions. ABSTRAK Keberagaman budaya, etnis, bahasa, dan pemahaman keagamaan dalam lembaga pendidikan Islam multikultural berpotensi memunculkan konflik yang memengaruhi efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Konflik tidak selalu bersifat negatif, tetapi dapat menjadi sarana pembelajaran organisasi apabila dikelola secara tepat. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep manajemen konflik dalam pendidikan Islam multikultural, mengidentifikasi bentuk dan sumber konflik, mengkaji strategi pengelolaan konflik melalui integrasi pendekatan manajemen modern dengan nilai-nilai Islam, serta menjelaskan peran kepemimpinan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) melalui studi kepustakaan. Literatur yang relevan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik dalam pendidikan Islam multikultural terutama dipengaruhi oleh perbedaan nilai, budaya, komunikasi, kepentingan, struktur organisasi, dan pemahaman keagamaan. Pengelolaan konflik yang efektif memerlukan integrasi strategi manajemen modern dengan nilai-nilai Islam, seperti syura, tabayyun, tasamuh, ishlah, dan 'adl, yang diperkuat melalui kepemimpinan inklusif serta pendidikan multikultural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara pendidikan multikultural, nilai-nilai Islam, dan kepemimpinan inklusif membentuk kerangka konseptual yang komprehensif dalam manajemen konflik sehingga mampu mendukung terciptanya budaya damai dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan Islam.
KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF SUKU Widya Hastuti; Siti Munawwaroh; Feni Husnul Fatimah; Ansori Ansori; Iwan Aprianto
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i3.13158

Abstract

ABSTRACT Islamic educational leadership plays a crucial role in directing and managing educational institutions to achieve educational goals oriented toward the intellectual, moral, and spiritual development of learners. Within Indonesia's multicultural society, leadership practices in Islamic education are influenced by cultural values and local wisdom embedded in diverse ethnic communities. This study aims to analyze the concept of Islamic educational leadership from an ethnic perspective, identify the forms of integration between Islamic values and local cultural values, and explain their implications for the administration of Islamic educational institutions. This study employed a qualitative approach using the library research method. Data were collected from books, scientific journal articles, research reports, and other relevant academic documents, and were analyzed using content analysis through the stages of data reduction, data presentation, interpretation, and conclusion drawing. The findings reveal that Islamic leadership principles, including trustworthiness (amanah), justice, consultation (shura), exemplary conduct, and responsibility, are closely aligned with the leadership values found in various Indonesian ethnic traditions, such as mutual cooperation (gotong royong), social solidarity, togetherness, and respect for customary traditions. The integration of these values produces a conceptual leadership model that is religious, contextual, participatory, and adaptive to multicultural communities. This study concludes that Islamic educational leadership based on an ethnic perspective has the potential to strengthen character education, enhance the effectiveness of educational governance, and serve as an alternative leadership model that preserves both Islamic values and local wisdom in the face of globalization. ABSTRAK Kepemimpinan pendidikan Islam memiliki peran penting dalam mengarahkan dan mengelola lembaga pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan intelektual, moral, dan spiritual peserta didik. Dalam masyarakat Indonesia yang multikultural, praktik kepemimpinan pendidikan dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang berkembang dalam berbagai kelompok suku. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep kepemimpinan pendidikan Islam dalam perspektif suku, mengidentifikasi bentuk integrasi nilai-nilai Islam dengan budaya lokal, serta menjelaskan implikasinya bagi penyelenggaraan lembaga pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Data diperoleh dari buku, artikel jurnal ilmiah, hasil penelitian, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip kepemimpinan Islam, seperti amanah, keadilan, musyawarah, keteladanan, dan tanggung jawab, memiliki keselarasan dengan nilai-nilai kepemimpinan berbagai suku di Indonesia, seperti gotong royong, solidaritas, kebersamaan, dan penghormatan terhadap adat. Integrasi tersebut menghasilkan model konseptual kepemimpinan yang religius, kontekstual, partisipatif, dan adaptif terhadap masyarakat multikultural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan pendidikan Islam berbasis perspektif suku berpotensi memperkuat pendidikan karakter, meningkatkan efektivitas pengelolaan lembaga pendidikan, serta menjadi alternatif pengembangan kepemimpinan yang mampu menjaga nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal di tengah tantangan globalisasi.
Konsep Protokoler Kehumasan di MIN 2 Batanghari Iwan Aprianto; Mahdayeni Mahdayeni; Jamilah Jamilah; Repolinda Repolinda; Nurjanah Nurjanah; Nur Asikin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.5745

Abstract

Protokoler kehumasan berbasis nilai Islami merupakan unsur penting dalam membangun ketertiban, profesionalisme, dan citra positif lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi protokoler kehumasan di MIN 2 Batanghari dengan menelaah tata tempat, tata upacara, tata penghormatan, dokumentasi, integrasi nilai adab, amanah, dan ihsan, serta dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap sepuluh informan, observasi nonpartisipan pada empat kegiatan resmi, dan analisis dokumen berupa SOP, laporan humas, catatan protokol, serta publikasi digital tahun 2023-2025. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan, triangulasi sumber, member checking, dan peer debriefing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan protokoler telah berjalan tertib melalui pengaturan tempat duduk, urutan acara, ketepatan waktu, penyambutan tamu, serta dokumentasi yang konsisten melalui Instagram dan grup WhatsApp. Nilai adab tercermin pada keramahan dan penghormatan, amanah terlihat dalam pengelolaan dokumentasi dan perlindungan data siswa, sedangkan ihsan diwujudkan melalui persiapan acara yang rinci. Implementasi tersebut meningkatkan partisipasi wali murid, respons positif di media sosial, kepercayaan masyarakat, dan pendaftaran siswa baru. Area penguatan mencakup penyusunan SOP tertulis, checklist nilai Islami, pelatihan petugas, peningkatan sarana dokumentasi, serta evaluasi pasca-acara. Penelitian menegaskan bahwa protokoler kehumasan berbasis nilai Islami berfungsi sebagai sistem administrasi, pendidikan karakter, komunikasi publik, dan penguatan reputasi madrasah secara berkelanjutan.
Co-Authors Abdul Mutalib Achmad Sarwani Ahmad Zulinto Al Munip Alim, Khoirul Amiruddin, A Andri Astuti ANDRI ASTUTI Anggi E.R., M. Shahid Ansori Ansori Ansori Ansori Ansori Ansori Ansori Ansori Ansori Ansori Arawan Ardaini, Ardaini Ayu Gita Lestari Dadang Muhammad Hasyim Dany Dwiki Saputra David D Perrodin Dedi Hendriyanto Defni Bukhari Dessy Sasmita Desy Sasmita Dimas Iin Ricky Prasetiyo Dinda Khairunnisa, Dinda Ediansyah Ediansyah Een Yayah Haenilah Eva Maya Sari Fathoni, Wildan Fathul Anwar Fathul Anwar Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Fauzi, Hairul Feni Husnul Fatimah Firdaus, Ahmad Sofwan Fitriani Fitriani Fitriansyah, Ahmad G. Gunawan Gelileo, Mia Angela Gitty Loviani H. Naswin Hadiyanto Zulbasri Hairul Fauzi Hairul Fauzi Hardianty, Sri Hariandi, Ahmad Hawasyi, Luqmanul Hakim Hendri Budi Utama Herliani, Pakinah Heru Setiawan Heru Setiawan I Gusti Agung Ayu Mas Oka Istikarani, Mutya Iswanto Iswanto Iswanto Iswanto J, Jamrizal Jamilah Jamilah Jamrizal Jamrizal, Jamrizal Kholid Ansori Kholid Ansori Kurniawan Kurniawaty, Dwi Kuswanto Kuswanto L, Lisaryadi Lisaryadi, Lisaryadi Liza Audya M. Shoffa Saifillah Al Faruq M. Syahid Anggi. ER M. Zakaria Mahdayeni Mahdayeni Mahdayeni Mahdayeni, Mahdayeni Maimunah Maimunah Maisah Maisah Maisarah Gusvita Marzani Marzani Marzani Marzani Muhammad Kristiawan Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Yusup Muhammad Yusup Muhammad Yusup Muhammad Yusup Muktar Asroni Muntholib Muntholib Nasution, Imam Wahyudi Nini Maswati Nur Asiah Nur Asikin Nur Azizah Kurnia Utami Nurjali Nurjali Nurjanah Nurjanah Prasetyo Adi Nugroho Putri Mezzaluna Putri, Anjellie Dasviana Rahayu, Windi Ramadan, Fariz Repolinda Repolinda Retno Mukti Ridayani, Ridayani Risnita Risnita Ritonga, Nurhayani Rizki Amelia Rochbani, Ita Tryas Nur Saputra, Ramadhan Sari Ramadani Basa Sarinah Sarinah Siminto Siminto, Siminto Sirli Yuliani Siti Aisyah Siti Arifah Siti Munawwaroh Slamet Riyadi Sri Wahyuni Sugeng Riyadi Sukatin SUKATIN - Sukatin, Sukatin Sulaminingsih, Sulaminingsih Suryana, Toha Syukron, M. Taupiq Taupiq Wachidi Wahyuni , Sri Wargo Widya Hastuti Yanti, Rika Putri Zaenal Abidin Zulqarnain, Z