Claim Missing Document
Check
Articles

Strengthening Student Character through Yasinan Tradition: The Role of Local Wisdom in State of Madrasah Ibtidaiyah (MIN) Ansori Ansori; Muhammad Sofa Saifillah al-Faruq; Muhammad Yusup; Heru Setiawan; Iwan Aprianto
EDUTEC : Journal of Education And Technology Vol. 8 No. 2 (2025): March 2025
Publisher : STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/edu.v8i3.1120

Abstract

This study aims to analyze how the Yasinan tradition in MIN 4 Batang Hari contributes to instilling character values in students. The research method used is qualitative with a descriptive approach. Data was obtained through interviews with teachers and students, direct observation, and documentation of Yasinan's activities. The results of the study show that Yasinan activities are an effective means of shaping students' character, such as discipline, order, and other Islamic values. Teachers play a role model in guiding students, but there are several obstacles, such as lack of parental attention and the influence of social media that can affect student behavior. Therefore, synergy is needed between Madrasah and parents to optimize the formation of student character through sustainable religious activities.
The Influence of Intrinsic and Extrinsic Rewards on Middle School Teachers’ Job Satisfaction Ansori Ansori; Iwan Aprianto; Muhammad Yusup; Kholid Ansori; Marzani Marzani
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 4 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v14i4.2162

Abstract

This study aims to determine the effect of intrinsic and extrinsic rewards on teacher job satisfaction at a junior high school in Batanghari. This research is a quantitative study. The population of this study is the number of all teachers who teach at that school, with a sample of 32 teachers. The analysis used is multiple regression analysis, and the data is processed with the help of the SPSS version program 20.0. The results showed that intrinsic reward significantly affected job satisfaction with count t table (4,564 1699). This shows Ha is rejected and Ho is accepted, which means the extrinsic reward had a significant effect on job satisfaction with the value tcount ttable (3.213 1699). This shows that Ha is rejected and Ho is accepted. It can be said that there is a partial influence between intrinsic reward and extrinsic reward on job satisfaction by looking at the results of the coefficient of determination (r square) of 0.965, which means that the intrinsic reward and extrinsic reward variables can increase job satisfaction by 96.5% and 3.5% are variables residual (residual) which are influenced by other variables.
Manajemen Humas dan Pemasaran Pendidikan Aprianto, Iwan; Mahdayeni, Mahdayeni; Riyadi, Sugeng; Wahyuni , Sri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5285

Abstract

The education sector today faces increasingly complex and dynamic challenges driven by rapid global changes, digital technological advancements, and rising public expectations for high-quality education. Intense competition among educational institutions requires innovative and adaptive management strategies to build a positive image, strengthen public trust, and attract prospective students. In this context, public relations (PR) management and educational marketing play essential and mutually supportive roles in maintaining institutional reputation and sustainability. PR functions as a strategic connector between institutions and stakeholders through two-way communication, information transparency, media management, and crisis communication, all of which contribute to building a positive public image. Meanwhile, educational marketing focuses on identifying needs, creating value, and promoting institutional strengths such as academic achievements, facilities, and alumni success through both conventional and digital platforms. The integration of PR and marketing enables consistent, ethical, and data-driven communication strategies that translate public trust into increased student enrollment and competitive advantage. The effectiveness of these strategies is strongly influenced by external factors such as technological development and globalization, as well as internal factors including the competence of human resources. Therefore, the synergy between PR and educational marketing becomes a key strategy in improving institutional quality, reputation, competitiveness, and long-term sustainability in the rapidly evolving global education landscape.
Strategi Pembangunan Citra Publik Lembaga Pendidikan melalui Optimalisasi Media Digital dan Partisipasi Masyarakat Ramadan, Fariz; Syukron, M.; Aprianto, Iwan; Mahdayeni, Mahdayeni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5614

Abstract

Pencitraan publik merupakan strategi krusial bagi lembaga pendidikan untuk membangun legitimasi, kepercayaan, dan dukungan masyarakat di era digital yang kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model kepemimpinan ideal yang mengintegrasikan nilai spiritualitas Islam dengan prinsip manajemen modern, serta menganalisis tahapan strategis dalam membangun citra positif lembaga secara berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode riset kepustakaan (library research), penelitian ini mengkaji berbagai literatur manajemen pendidikan, jurnal ilmiah, serta dokumen kebijakan terkait yang relevan dengan pengembangan institusi pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan citra publik yang efektif melibatkan empat tahapan utama yang sistematis: (1) riset dan analisis citra awal untuk memetakan persepsi stakeholder, (2) penetapan identitas dan positioning sebagai pembeda dari lembaga lain, (3) implementasi program komunikasi yang konsisten di berbagai lini, serta (4) evaluasi berkala untuk mengukur efektivitas pesan. Studi kasus pada MAS Darusy Syafi’iyah memperkuat temuan ini, di mana lembaga tersebut berhasil menerapkan strategi komunikasi hibrida. Melalui kombinasi optimal antara pemanfaatan media digital (Facebook, Instagram, dan TikTok) untuk menjangkau audiens luas serta penguatan kegiatan partisipasi masyarakat seperti pengajian bulanan, lembaga mampu meningkatkan jumlah pendaftar baru dan dukungan pemangku kepentingan secara signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pencitraan pendidikan tidak hanya terletak pada kecanggihan teknologi komunikasi, tetapi sangat bergantung pada keselarasan antara narasi yang dikomunikasikan dengan integritas serta kontribusi nyata lembaga di lapangan. Kepemimpinan yang berbasis nilai spiritual menjadi ruh yang memastikan bahwa citra yang ditampilkan tetap autentik dan berorientasi pada pengabdian masyarakat.
Membangun Komunikasi yang Baik dalam Hubungan Masyarakat Nasution, Imam Wahyudi; Asiah, Nur; Aprianto, Iwan; Suryana, Toha
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5758

Abstract

Komunikasi merupakan elemen fundamental dalam membangun dan menjaga hubungan masyarakat (public relations) antara lembaga dan publiknya. Melalui komunikasi yang efektif, lembaga dapat menyampaikan informasi secara jelas, membangun kepercayaan, serta membentuk citra positif di tengah masyarakat. Perkembangan globalisasi dan teknologi informasi telah menyebabkan arus komunikasi menjadi semakin cepat, terbuka, dan kompleks, sehingga menuntut lembaga untuk mampu mengelola pesan secara tepat, etis, dan bertanggung jawab. Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan konsep komunikasi yang baik dalam hubungan masyarakat, mengidentifikasi prinsip-prinsip dan etika komunikasi yang efektif, menganalisis faktor-faktor penghambat dalam proses komunikasi, serta mendeskripsikan strategi dalam membangun komunikasi yang harmonis dan produktif dengan masyarakat. Metode penulisan yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai sumber literatur yang relevan, baik berupa buku, jurnal ilmiah, maupun referensi pendukung lainnya. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa komunikasi dua arah yang dilandasi oleh kejelasan pesan, keterbukaan informasi, empati, dan kejujuran merupakan kunci utama dalam membangun hubungan masyarakat yang sehat dan berkelanjutan. Selain itu, tantangan komunikasi di era digital, seperti penyebaran informasi palsu (hoaks) dan krisis opini publik, dapat diatasi melalui peningkatan literasi digital, transparansi informasi, serta penerapan manajemen komunikasi yang profesional. Dengan demikian, komunikasi yang efektif tidak hanya berfungsi sebagai sarana pertukaran informasi, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam memperkuat kepercayaan publik, membangun citra positif lembaga, dan menciptakan hubungan sosial yang berkelanjutan.
Strategi Sinergi Manajemen Humas dan Pemasaran dalam Meningkatkan Citra Lembaga Pendidikan Lisaryadi, Lisaryadi; Istikarani, Mutya; Aprianto, Iwan; Mahdayeni, Mahdayeni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5785

Abstract

Di era kompetisi global dan digitalisasi yang semakin kompetitif, lembaga pendidikan menghadapi tantangan besar dalam membangun citra positif dan meningkatkan daya saing guna menarik minat masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep dasar manajemen hubungan masyarakat (humas) dan pemasaran pendidikan, serta menganalisis keterkaitan strategis di antara keduanya dalam memperkuat eksistensi lembaga. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan teknik analisis deskriptif-kualitatif terhadap berbagai literatur primer dan sekunder yang relevan dengan tema manajemen pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen humas berfungsi sebagai mediator komunikasi strategis yang membangun hubungan harmonis antara lembaga dan publik, serta menciptakan saling pengertian yang mendalam. Sementara itu, pemasaran pendidikan berperan dalam menciptakan, menyampaikan, dan mengomunikasikan nilai keunggulan lembaga secara inovatif untuk memenuhi ekspektasi pelanggan pendidikan. Sinergi antara humas dan pemasaran ditemukan pada kolaborasi strategi komunikasi yang selaras dan konsisten melalui pemanfaatan teknologi digital untuk membangun branding lembaga. Humas berkontribusi secara signifikan pada pembentukan opini publik dan kepercayaan, yang menjadi aset utama bagi keberhasilan strategi promosi dan pemasaran. Implementasi strategi yang tepat, seperti pendekatan pemasaran berbasis nilai (value-based marketing) dan publikasi kegiatan yang transparan, terbukti krusial dalam meningkatkan daya tarik institusi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi fungsi humas yang efektif dan pemasaran yang adaptif mampu memperkuat reputasi, menjaga loyalitas pemangku kepentingan, serta menjamin keberlanjutan lembaga pendidikan di tengah persaingan yang semakin ketat
Strategi Komunikasi Humas dalam Memitigasi Opini Publik Negatif terhadap Perilaku Menyimpang Siswa di Sekolah Dasar Firdaus, Ahmad Sofwan; Fatmawati, Fatmawati; Aprianto, Iwan; Mahdayeni, Mahdayeni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Hubungan Masyarakat (Humas) dalam memitigasi opini publik negatif yang muncul akibat perilaku menyimpang siswa, seperti kenakalan dan kebiasaan membolos, di lingkungan sekolah dasar. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana sekolah mengelola persepsi masyarakat di tengah keterbatasan pengawasan orang tua dan kondisi sosial ekonomi pedesaan yang menantang. Studi kasus dilakukan di SD Negeri 105/I Tanjung Pasir, di mana ditemukan adanya peningkatan kasus siswa membolos dan perilaku tidak disiplin yang mulai merusak citra lembaga di mata masyarakat. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penggunaan strategi komunikasi dua arah yang transparan dan berbasis nilai kemanusiaan berhasil menurunkan tingkat pelanggaran disiplin secara signifikan dan memulihkan kepercayaan publik. Kesimpulannya, efektivitas Humas di lembaga pendidikan tidak hanya bergantung pada kemampuan publikasi, tetapi pada peran sebagai mediator dan fasilitator sosial yang mampu membangun sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Keberhasilan pemulihan citra sekolah di mata masyarakat ditandai dengan munculnya dukungan dari tokoh desa yang mengusulkan sekolah tersebut sebagai percontohan pembinaan karakter di wilayahnya. Analisis peran Humas menunjukkan efektivitas fungsi sebagai mediator dalam menengahi konflik melalui pendekatan dialogis dan fasilitator sosial yang mampu menciptakan kerja sama lintas sektor. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi pendidikan yang berbasis pada prinsip human relations dan nilai-nilai akhlak, seperti kejujuran serta adab, merupakan instrumen krusial dalam menghadapi arus opini publik yang dinamis di era digital
Program Hubungan Masyarakat dalam Membangun Citra dan Kepercayaan Publik di Lembaga Pendidikan Alim, Khoirul; Yanti, Rika Putri; Aprianto, Iwan; Mahdayeni, Mahdayeni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5611

Abstract

Program Hubungan Masyarakat (humas) memiliki peran strategis dalam membangun citra positif dan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas yang semakin tinggi. Lembaga pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai penyelenggara proses pembelajaran, tetapi juga sebagai institusi publik yang harus mampu menjalin hubungan harmonis dengan berbagai pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual peran program humas dalam membangun citra dan kepercayaan publik di lembaga pendidikan melalui pemahaman konsep dasar, tujuan, serta peran dan fungsi humas. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah relevan yang membahas humas dan komunikasi organisasi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa program humas yang dirancang secara sistematis, berbasis komunikasi dua arah, serta berorientasi pada kepentingan publik mampu meningkatkan citra kelembagaan dan memperkuat kepercayaan masyarakat. Tujuan utama program humas di lembaga pendidikan tidak hanya sebatas penyampaian informasi, tetapi juga mencakup pembangunan relasi, pengelolaan opini publik, serta penciptaan pemahaman dan dukungan terhadap kebijakan dan program pendidikan. Dengan demikian, humas berfungsi sebagai mediator, fasilitator komunikasi, dan pengelola reputasi lembaga pendidikan. Artikel ini diharapkan dapat menjadi rujukan konseptual bagi pengelola lembaga pendidikan dalam mengoptimalkan program humas sebagai bagian dari strategi manajemen pendidikan yang berkelanjutan.
Konsep Pemasaran Pendidikan Putri, Anjellie Dasviana; Mahdayeni, Mahdayeni; Aprianto, Iwan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5772

Abstract

Kemajuan teknologi dan meningkatnya persaingan telah mendorong lembaga pendidikan untuk menerapkan strategi pemasaran yang lebih terencana dan inovatif guna mempertahankan keberlangsungan serta meningkatkan daya saing. Pendidikan tidak lagi dipandang semata sebagai kegiatan sosial, tetapi juga sebagai layanan jasa yang harus memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, tujuan, tantangan, strategi, dan segmentasi pasar dalam pemasaran pendidikan, khususnya dalam konteks lembaga pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis melalui studi pustaka terhadap karya para pemikir Islam dan literatur kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran pendidikan berperan penting dalam membangun citra lembaga, meningkatkan kepercayaan publik, serta menarik dan mempertahankan peserta didik. Tujuan utama pemasaran pendidikan meliputi peningkatan kepuasan pelanggan, minat masyarakat, dan efektivitas promosi lembaga. Namun, pemasaran pendidikan menghadapi berbagai tantangan, seperti stigma negatif terhadap istilah pemasaran, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta rendahnya kompetensi digital tenaga pendidik. Oleh karena itu, strategi pemasaran perlu memanfaatkan teknologi digital, diferensiasi layanan, serta pendekatan berbasis data dan nilai. Segmentasi pasar pendidikan, baik demografis, geografis, psikografis, maupun perilaku, menjadi kunci dalam merancang layanan yang relevan dan efektif. Dengan penerapan strategi pemasaran yang tepat dan berkelanjutan, lembaga pendidikan dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia.
Strategi Manajemen Hubungan Masyarakat dalam Penguatan Kemitraan Stakeholder pada Lembaga Pendidikan Ayu Gita Lestari; Arawan; Iwan Aprianto; Mahdayeni
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen hubungan masyarakat (humas) dalam penguatan kemitraan stakeholder pada lembaga pendidikan dari perspektif teoretis dan konseptual. Lembaga pendidikan membutuhkan strategi komunikasi yang efektif untuk membangun dan memelihara hubungan dengan berbagai stakeholder, termasuk siswa, orang tua, tenaga pendidik, pemerintah, dan masyarakat luas. Manajemen humas berperan strategis dalam memastikan komunikasi yang transparan, partisipatif, dan berkelanjutan, sehingga mendukung pencapaian tujuan pendidikan dan memperkuat citra lembaga. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan library research, melalui kajian literatur mendalam terhadap buku, artikel jurnal, laporan penelitian, dan dokumen relevan mengenai manajemen humas dan kemitraan stakeholder di lembaga pendidikan. Analisis dilakukan secara deskriptif-kritis untuk mengidentifikasi konsep, prinsip, dan strategi humas yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen humas yang efektif meliputi perencanaan komunikasi yang terstruktur, pelaksanaan program humas partisipatif, pemeliharaan hubungan berkelanjutan, dan evaluasi rutin terhadap interaksi dengan stakeholder. Implementasi strategi ini meningkatkan dukungan masyarakat, memperkuat legitimasi lembaga, dan memfasilitasi kolaborasi yang produktif. Kesimpulannya, manajemen humas yang berbasis komunikasi dua arah, transparansi, partisipasi, dan kolaborasi strategis menjadi kunci dalam membangun kemitraan stakeholder yang produktif dan berkelanjutan pada lembaga pendidikan.
Co-Authors Abdul Mutalib Achmad Sarwani Ahmad Zulinto Al Munip Alim, Khoirul Amiruddin, A ANDRI ASTUTI Andri Astuti Anggi E.R., M. Shahid Ansori Ansori Ansori Ansori Ansori Ansori Ansori Ansori Ansori Ansori Arawan Ardaini, Ardaini Ayu Gita Lestari Dadang Muhammad Hasyim Dany Dwiki Saputra David D Perrodin Dedi Hendriyanto Defni Bukhari Dessy Sasmita Desy Sasmita Dimas Iin Ricky Prasetiyo Dinda Khairunnisa, Dinda Ediansyah Ediansyah Een Yayah Haenilah Eva Maya Sari Fathoni, Wildan Fathul Anwar Fathul Anwar Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Fauzi, Hairul Feni Husnul Fatimah Firdaus, Ahmad Sofwan Fitriani Fitriani Fitriansyah, Ahmad G. Gunawan Gelileo, Mia Angela Gitty Loviani H. Naswin Hadiyanto Zulbasri Hairul Fauzi Hairul Fauzi Hardianty, Sri Hariandi, Ahmad Hawasyi, Luqmanul Hakim Hendri Budi Utama Herliani, Pakinah Heru Setiawan Heru Setiawan I Gusti Agung Ayu Mas Oka Istikarani, Mutya Iswanto Iswanto Iswanto Iswanto J, Jamrizal Jamilah Jamilah Jamrizal Jamrizal, Jamrizal Kholid Ansori Kholid Ansori Kurniawan Kurniawaty, Dwi Kuswanto Kuswanto L, Lisaryadi Lisaryadi, Lisaryadi Liza Audya M. Shoffa Saifillah Al Faruq M. Syahid Anggi. ER M. Zakaria Mahdayeni Mahdayeni Mahdayeni Mahdayeni, Mahdayeni Maimunah Maimunah Maisah Maisah Maisarah Gusvita Marzani Marzani Marzani Marzani Muhammad Kristiawan Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Yusup Muhammad Yusup Muhammad Yusup Muhammad Yusup Muktar Asroni Muntholib Muntholib Nasution, Imam Wahyudi Nini Maswati Nur Asiah Nur Asikin Nur Azizah Kurnia Utami Nurjali Nurjali Nurjanah Nurjanah Prasetyo Adi Nugroho Putri Mezzaluna Putri, Anjellie Dasviana Rahayu, Windi Ramadan, Fariz Repolinda Repolinda Retno Mukti Ridayani, Ridayani Risnita Risnita Ritonga, Nurhayani Rizki Amelia Rochbani, Ita Tryas Nur Saputra, Ramadhan Sari Ramadani Basa Sarinah Sarinah Siminto Siminto, Siminto Sirli Yuliani Siti Aisyah Siti Arifah Siti Munawwaroh Slamet Riyadi Sri Wahyuni Sugeng Riyadi Sukatin SUKATIN - Sukatin, Sukatin Sulaminingsih, Sulaminingsih Suryana, Toha Syukron, M. Taupiq Taupiq Wachidi Wahyuni , Sri Wargo Widya Hastuti Yanti, Rika Putri Zaenal Abidin Zulqarnain, Z