This Author published in this journals
All Journal Al-Lisan Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Madura Equilibrium: Jurnal Pendidikan Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vidya Karya Jurnal Mirai Management MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Jurnal Ilmiah AL-Jauhari Jurnal Studi Islam dan Interdisipliner JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Istighna : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Qiro'ah: Jurnal Pendidikan Agama Islam EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Journal of Islamic Civilization Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam KONSEP DAN TUJUAN PADA TINJUAN BISNIS SYARIAH ASANKA: Journal of Social Science And Education Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Al-Hijr: Journal of Adulearn World Jurnal Bilqolam Pendidikan Islam al-fikrah: Jurnal Manajemen Pendidikan Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Tafahus: Jurnal Pengkajian Islam HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Action Research Journal Indonesia (ARJI) Jurnal Sejarah Peradaban Islam RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Bustanul Ulum Journal of Islamic Education EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EduImpact: Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Cendekia: Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam SAKALIMA: Pilar Pemberdayaan Masyarakat Pendidikan Dampeng: Journal of Art, Heritage and Culture Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah ATTANWIR: Jurnal Keislaman dan Pendidikan Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Model Creative Problem Solving terhadap Kreativitas Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa SMP Putri Perli Marjusa; Ahmad Fatoni; Uswatun Hasanah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3035

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kreativitas belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara strategi guru dan kebutuhan siswa akan pendekatan yang lebih interaktif dan menstimulasi kreativitas. Minimnya kajian tentang efektivitas model Creative Problem Solving (CPS) dalam pembelajaran PAI tingkat SMP, sementara penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada bidang sains, teknologi, dan kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas CPS dalam meningkatkan kreativitas belajar PAI. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain Posttest-Only Control Group Design, melibatkan dua kelas yang dipilih melalui simple random sampling: kelas VIII D sebagai kelas eksperimen dan VIII B sebagai kelas kontrol. Instrumen berupa angket 15 butir yang telah teruji valid dan reliabel dengan koefisien 0,764. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji-t. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (t = –2.126; p = 0.038), sehingga CPS terbukti efektif meningkatkan kreativitas belajar PAI. Temuan ini menegaskan bahwa CPS tidak hanya relevan bagi pembelajaran sains, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan pedagogi PAI melalui peningkatan berpikir kreatif, kemampuan pemecahan masalah, dan internalisasi nilai moral.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning dengan Pendekatan Teaching at The Right Level terhadap Keaktifan Belajar Peserta Didik Nuril Laili Qomarul Husna; Siti Zulaikhah; Uswatun Hasanah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3036

Abstract

Keaktifan belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI masih menjadi permasalahan yang signifikan, terutama karena proses pembelajaran di sekolah cenderung didominasi metode ceramah, kurangnya penggunaan media pembelajaran, dan partisipasi peserta didik yang rendah. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa indikator keaktifan dalam mengajukan pertanyaan hanya mencapai 23%, sehingga kemampuan untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi masih jauh dari optimal. Meskipun penelitian sebelumnya telah membuktikan efektivitas PBL, belum banyak studi yang mengintegrasikan pendekatan TARL, khususnya pada pembelajaran PAI tingkat SMP, sehingga terdapat kesenjangan penelitian (research gap) yang menjadi kebaruan penelitian ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model pembelajaran PBL dengan pendekatan TARL terhadap keaktifan belajar peserta didik. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Experimental Posttest-Only Control Group, melibatkan dua kelas VII di SMP Negeri 1 Jati Agung, masing-masing sebagai kelompok eksperimen (PBL-TARL) dan kontrol (konvensional). Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok dan model PBL-TARL efektif meningkatkan keaktifan belajar. Kesimpulannya, integrasi PBL dan TARL mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, adaptif, dan inklusif, sehingga meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam bertanya, berdiskusi, dan mengemukakan pendapat. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan ilmu pendidikan melalui inovasi desain pembelajaran yang responsif dan relevan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran PAI.
IMPLEMENTASI METODE PROBLEM SOLVING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIQIH Sintia Irayati; Uswatun Khasanah; Agus Susanti
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9264

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Problem Solving method in Fiqh learning and its contribution to improving students’ critical thinking skills. The research employed a descriptive qualitative approach with a field research design. The study was conducted at Madrasah Aliyah Darul Ulum Sukoharjo, Pringsewu, involving Fiqh teachers and eleventh-grade students as research subjects. Data were collected through observation, interviews, and documentation, while data analysis used an interactive analysis model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of the Problem Solving method was carried out through systematic lesson planning, the presentation of contextual Fiqh-related problems, and evaluation processes that emphasized problem-solving activities. This method contributed positively to the improvement of students’ critical thinking skills, as reflected in the aspects of interpretation, analysis, evaluation, inference, and explanation in determining Fiqh rulings. The study concludes that the Problem Solving method is effective in Fiqh learning to encourage student participation and to develop critical thinking skills gradually. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode Problem Solving dalam pembelajaran Fiqih serta kontribusinya terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain penelitian lapangan (field research). Lokasi penelitian bertempat di Madrasah Aliyah Darul Ulum Sukoharjo, Pringsewu, dengan subjek penelitian guru mata pelajaran Fiqih dan peserta didik kelas XI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode Problem Solving dilaksanakan melalui perencanaan pembelajaran yang sistematis, penyajian permasalahan Fiqih yang kontekstual, serta evaluasi yang menekankan proses pemecahan masalah. Implementasi metode ini berkontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik yang terlihat pada aspek interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan eksplanasi dalam menentukan hukum Fiqih. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Problem Solving efektif digunakan dalam pembelajaran Fiqih untuk mendorong keaktifan peserta didik dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis secara bertahap.
From Allies to Enemies: The Dynamics of the Relationship Between the Sultanate of Palembang and Britain, 1810-1812 Wisnu Febriano; Uswatun Hasanah; Agus Mahfudin Setiawan
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/juspi.v9i2.26128

Abstract

This article examines the dynamics between the Palembang Sultanate and the British from 1810 to 1812. Initially a strategic alliance, the relationship deteriorated into a confrontation due to conflicts of colonial interest in monopolizing the region's main commodities. This research employs a systematic historical method, encompassing heuristics, source criticism, interpretation, and historiography to analyze conflicting interests as the primary factor behind the relationship's breakdown. Primary sources include Raffles' letters, colonial archives, and memoirs, which are combined with secondary sources. The findings indicate that Raffles' letters successfully influenced Sultan Mahmud Badaruddin II to ally against the Franco-Dutch forces, culminating in a mass massacre in September 1811. Subsequently, Raffles exploited this situation to seize the tin-rich Bangka Island after the Sultan refused to hand it over. This refusal triggered Raffles' attack on Palembang. As the British fleet entered the Musi River and occupied Borang Island Fort, Sultan Mahmud Badaruddin II and his family fled. Raffles then appointed Raden Husin Dhiauddin as Ahmad Nadjamuddin II, establishing him as a British puppet. This conflict reflects colonial exploitation that remains relevant to this day.
Efektivitas Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining terhadap Kemandirian Belajar Peserta Didik Fikri Aziz; Uswatun Khasanah; Zahra Rahmatika
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.9166

Abstract

Penelitian ini didasari permasalahan yang terjadi di SMP PGRI 6 Bandar Lampung mengenai kemandirian belajar peserta didik khusus nya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, maka dari itu peneliti mengambil model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFE) untuk mengukur tingkat kemandirian belajar peserta didik tersebut. Dengan menggunakan metodologi kuantitatif dengan jenis model desain eksperimental dan instrumen berupa kuesioner yang diuji menggunakan uji T, normalitas dan reliabilitas di SPSS 25. Pendekatan pembelajaran SFE secara signifikan meningkatkan kemandirian belajar peserta didik, menutrut data penelitian. Analisis yang menggunakan baris pertama hasil uji T dianggap sah karena nilai signifikansi uji Levene sebesar 0,884 menunjukkan bahwa asumsi kesamaan varians terpenuhi. Dengan derajat kebebasan (df) = 50 dan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p< 0,05), nilai t sebesar 6,146 menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pendekatan SFE mampu mendorong kemandirian belajar sebaik mungkin dan telah berhasil memotivasi peserta didik untuk lebih terlibat, percaya diri dan bertanggung jawab dalam proses belajar.
Transformative Female Leadership: Solichah Wahid Hasyim's Contribution at Muslimat NU 1950-1994 Agus Mahfudin Setiawan; Masrokah; Uswatun Hasanah
Journal of Islamic Civilization Vol 7 No 1 (2025): Journal of Islamic Civilization
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jic.v7i1.7753

Abstract

Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) was established to enhance the role of Muslim women in religious, social, and educational spheres. As a key figure, Solichah Wahid Hasyim played a pivotal role in transforming Muslimat NU from its early form as Nahdlatul Oelama Moederbond (NOM) into an autonomous NU body with a clear organizational vision. Guided by transformative leadership theory and gender and development perspectives, this study examines her leadership strategies in institutionalizing Muslimat NU through the establishment of local branches, member capacity building, and program innovation. This study employs historical research methods encompassing four stages: heuristic (collecting archival records and treatises), source criticism (evaluating authenticity and credibility), interpretation (contextualizing contributions within Indonesia's socio-political landscape), and historiography (systematic narrative construction). The findings reveal that Solichah challenged the entrenched domestic stigma faced by women from Islamic boarding schools by initiating campaigns to eradicate illiteracy, promoting vocational training, and advancing health education, while aligning these initiatives with Islamic values. Her influence extended nationally through active participation in the Indonesian Women's Congress (KOWANI) and the national parliament, where she advocated for policies related to women's rights and education. This study underscores the importance of integrating religious legitimacy with transformative leadership to achieve sustainable women's empowerment. The findings not only enrich leadership and gender studies within the Islamic context but also highlight Solichah Wahid Hasyim's enduring legacy as a role model for contemporary Muslim women leaders in Indonesia.
IMPLEMENTASI SERVICE LEARNING DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMK NEGERI 2 BANDAR LAMPUNG Ade Putri Az Zahra; Uswatun Hasanah; Era Octafiona; Sa’idy; Umi Hijriyah
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1099

Abstract

Service learning merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan kegiatan akademik dengan pelayanan masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran sosial, empati, dan tanggung jawab peserta didik. Penelitian-penelitian sebelumnya mengenai service learning umumnya berfokus pada pendidikan umum dan belum banyak diterapkan dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI). Selain itu, masih sedikit yang membahas bagaimana model service learning dapat diintegrasikan dengan nilai, materi, dan tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Berdasarkan kesenjangan berikut artikel ini membahas implementasi service learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Negeri 2 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan service learning mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai keagamaan melalui pengalaman langsung, terutama dalam kegiatan sosial, bakti masyarakat, dan proyek kolaboratif. Guru berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan teori agama dengan aksi sosial. Meski demikian, ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan waktu pembelajaran, sarana prasarana, serta koordinasi antar pihak yang belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa service learning dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat pengembangan karakter dan spiritual peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
INTEGRATION OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) IN AQIDAH AKHLAQ EDUCATION: ITS CONTRIBUTION TO THE ACHIEVEMENT OF THE SDGS Shindy Dwi Lestari; Uswatun Khasanah; Agus Susanti
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1207

Abstract

This study aims to examine the utilization of artificial intelligence (AI) in Aqidah Akhlaq instruction at MAN 2 Bandar Lampung. In the digital age, challenges surrounding morality are becoming increasingly complex, necessitating innovative approaches to education. This study introduces the AI-Integrated Moral Learning Approach, which bridges the conceptual gap between technology and the internalization of affective moral values. Employing a descriptive qualitative approach, the research utilized observation, in-depth interviews, and documentation to collect data regarding the implementation of AI in religious education. The study participants included Aqidah Akhlaq teachers, students, and digital program administrators within the madrasah. The collected data were thematically analyzed to explore AI’s contribution to fostering a more personalized, adaptive, and morally relevant learning process. The findings indicate that AI, through various applications such as ChatGPT, Gemini, and Quizizz, can enhance students’ comprehension of the material and enrich the assessment process. Although challenges related to infrastructure readiness and digital literacy persist, the use of AI has been shown to positively impact the development of students’ Islamic character. This study offers a novel approach integrating AI into moral education and provides significant contributions toward advancing more adaptive Islamic education in the digital era.
A TAHSIN-BASED PEDAGOGICAL FRAMEWORK FOR ENHANCING PHONETIC ACCURACY IN QUR’ANIC RECITATION: A QUALITATIVE STUDY AT MA’HAD AL-JAMI’AH UIN RADEN INTAN LAMPUNG Alifia Karomatus Syifa; Wan Jamaluddin Z; Uswatun Hasanah
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1209

Abstract

This study aims to provide a comprehensive description of the implementation of the tahsin program in enhancing Qur’anic reading proficiency at Ma’had Al-Jami’ah, UIN Raden Intan Lampung. It focuses on the pedagogical framework of the tahsin learning process, which is conducted in halaqah sessions held after the dawn prayer (ba’da Subuh), after the sunset prayer (ba’da Maghrib), and during evening classes. The research employed a descriptive qualitative approach, with the research population encompassing all tahsin activities conducted within the Ma’had. The sample was purposively selected and consisted of tahsin instructors (muallimah), the qirā’ah–tahfidz coordinator, Ma’had administrators, and active student participants. The research instruments included observation guidelines, interview protocols, and documentation sheets. Data were collected through direct observation of instructional procedures, in-depth interviews regarding coaching methods, and documentation such as activity photos and assessment archives to strengthen the findings. The results indicate that the primary method employed is the Yanbu’a approach, structured progressively from letter recognition to reading fluency, and reinforced with the talaqqi–musyafahah method to ensure accuracy of articulation (makhraj), phonetic characteristics, and the proper application of tajwīd rules. Evaluation is conducted through multiple layers, including oral recitations, reading tests, and routine coaching for muallimah. The main challenges include heterogeneous initial abilities, regional dialect interference, and fluctuating learner motivation. These challenges are addressed through placement tests, level-based grouping, remedial guidance, and teacher training. The study concludes that the methodological integration of Yanbu’a with talaqqi–musyafahah effectively improves the Qur’anic reading quality of students, offering a pedagogical approach that is both progressive and adaptive to the diverse needs of learners.
OPTIMALISASI PENDIDIKAN AKHLAK BERBASIS TADZKIYATUN NAFS Eka Nurul Safitri; Baharudin Baharudin; Beti Susilawati; Uswatun Hasanah; Waluyo Erry Wahyudi
Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 1 (2025): MARCH
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/ilmuna.v7i1.1935

Abstract

Moral education at MTs Nurul Islam plays a significant role in shaping students' character through the approach of Tazkiyatun Nafs. This research aims to optimize moral education by focusing on three main aspects: implementation, supporting and inhibiting factors, and the outcomes of the learning process. This study uses a phenomenological approach and a qualitative research methodology. Interviews, observations, and documentation were used to gather data. The findings demonstrate that moral education is conducted in an organized way, where teachers utilize various interactive teaching methods to maximize the moral education process. This study seeks to develop a moral education model based on Tazkiyatun Nafs at MTs Nurul Islam. This approach focuses on purification of the soul and moral enhancement through the development of self-awareness, emotional control, and the formation of positive character. Supporting factors include student motivation and adequate facilities, while inhibiting factors involve students’ difficulties in understanding the material. Overall, moral education based on Tazkiyatun Nafs at MTs Nurul Islam has been able to produce positive changes in students' behavior, making them more aware of moral actions and contributing to society. This research recommends improving teaching methods and providing environmental support to further optimize the moral education process in the madrasah.
Co-Authors A. Fatoni Abd. Rahman Hamid Ade Putri Az Zahra Adinda Thalia Agnila Farasi Agus Mahfudin Setiawan Agus Mahfudin Setiawan Agus Susanti Ahmad Basyori Ahmad Syafak Khoirut Tobib Aisyah Hilwa Nabila Ajeng Uswatun Hasanah Akbar Handoko Ali Murtadho Alif Dhio Putra Alifia Karomatus Syifa Alvia Damayanti Aminah Nur Kauthar Binti Zawawi Andika Eko Prasetiyo Asghar Abbas Asma dewi Ayu Reza Ningrum Baharudin Baharudin Beti Susilawati Budianto, Aan Cesaria Ria Oktaviani Deden Makbuloh Della Dwi Lestari Devi Sela Eka Selvia Dewi Masitoh Dhana Alfia Melati Dimas Puja Kusuma Eka Nurul Safitri Eka Putri Prasasti Era Octafiona Erfha Nurrahmawati Erni Yusnita Evi Febriani Fadli Fadli Fais Nurul Hadi Fajar Firdaus Fan Kurniawati Sukma Bulan Fauziah Ahmad Fikri Aziz Fitriani Fitriani Heni Verawati Husen Ismae Ida Faridatul Hasanah Intan Muflihah Irham Fajriansyah Istiazah Ulima Hakim Jalaluddin Jalaluddin Jihan Nur Azizah Khoirul Umam Addzaky Khoirul Umam Addzaky Kurfati Aminun Lailatul Fajriah Leni Riski Hayati, Fatih Fuadi, Muhammad Iqbal Lulu Hidayatun Nafi&#039;ah Luthfina M. Mawardi J Masrokah Masrokah Masrokah Melani Putri Meza Meza Ismiani Minhah Makhzuniyah Muhammad Akhdan Hariizan Muhammad Akmansyah Muhammad Muchsin Afriyadi Muhammad Sukri Nabilla Nirva Diana Nor Rochmatul Wachidah Nukhbatul Bidayati Haka Nur Hidayah Nuril Laili Qomarul Husna Nurilmi Nurul Fadilah Nurul Fadilah Nurul Sulfa Mania Nur’aini Ordelia Putri Perli Marjusa Rika Wulandari Nasution Romlah Rosmiyati Rosmiyati Sandy Kurniawan Santi Nurafiani Sasti Nur Saidah Sa’idy Seja Riyandani Septuri Serli Puspita Sari Shindy Dwi Lestari Sintia Irayati Siti Khomsiyati Siti Masykuroh Siti siti Anisa Siti Zulaikhah Sri Suci Suryawati Subandi Subandi Sugeng Riyadi Syaiful Anwar Syifana Auliani Jaiz Ulfa Amalia Firda Ulya Fuhaidah Umi Hijriyah Wahyu Iryana Waluyo Erry Wahyudi Wan Jamaluddin Z Wan Jamaluddin Z Wisnu Febriano YULI YANTI Zahra Rahmatika Zaki Faddad SZ