p-Index From 2021 - 2026
8.103
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Litera MODUL Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Beyond Words : a journal on language education, applied linguistics and curriculum & instructions LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Jurnal Celtic NALARs LingTera Englisia Journal Prosiding Semnastek JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN FISIKA AL BIRUNI Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Journal of English and Education EDULITE: Journal of English Education, Literature and Culture Journal of Foreign Language Teaching and Learning Journal of Language and Literature International Journal of Science and Applied Science: Conference Series Jurnal Arsitektur KOMPOSISI International Journal of Built Environment and Scientific Research PURWARUPA Jurnal Arsitektur Script Journal: Journal of Linguistic and English Teaching INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Eralingua : Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Journal of Islamic Architecture Journal of Architectural Research and Design Studies Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Arsitektur ZONASI Voices of English Language Education Society Journal of English Language Teaching and Linguistics REiLA: Journal of Research and Innovation in Language Border: Jurnal Arsitektur Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Journal of Architectural Design and Development (JAD) Lakar: Jurnal Arsitektur JOLLT Journal of Languages and Language Teaching JAS: Journal of Architecture Students Indonesian Journal of EFL and Linguistics DIMENSI: Journal of Architecture and Built Environment Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) AGORA : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Studies in English Language and Education International Journal of Contemporary Studies in Education Indonesian Journal of Advanced Research (IJAR) Jurnal Pengabdian West Science Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Journal of Literature Language and Academic Studies (J-LLANS) Journal of Environment and Sustainability Education Journal of Development and Integrated Engineering Jurnal Pendidikan Progresif
Claim Missing Document
Check
Articles

PERUBAHAN BENTUK ARSITEKTUR MASJID BERSEJARAH ALMUKARROMAH KAMPUNG BANDAN DI JAKARTA Ashadi Ashadi; Anisa Anisa; Finta Lissimia
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas dan bentuk merupakan dua aspek penting dalam arsitektur. Aktivitas diwadahi dalam suatu bentuk (ruang) arsitektur. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis perubahan bentuk arsitektur dengan mengambil obyek masjid bersejarah yang ada di Jakarta serta mencari faktor penyebab perubahan tersebut. Masjid bersejarah yang dijadikan kasus studi adalah masjid Jami’ Al Mukarromah Kampung Bandan yang sering dikenal dengan sebutan Masjid Keramat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif interpretatif. Pendataan lapangan dilakukan dengan cara: mengamati perubahan bentuk arsitektur Masjid Jami’ Al Mukarromah yang dilengkapi dengan wawancara nara sumber utama yang merupakan keturunan langsung Habib Abdurahman bin Alwi Asy-Syatiri yang bernama Habib Alwi bin Ali As-Syatiri. Hasil dari penelitian ini adalah: terdapat perubahan bentuk arsitektur pada masjid Jami’ Al Mukarromah Kampung Bandan namun tidak merubah bentuk asli. Bentuk asli adalah pilar Sembilan yang berada tepat di samping makam Habib Mohammad bin Umar Al-Qudsi, Habib Ali bin Abdurrahman Ba’ Alwi, dan Habib Abdurahman bin Alwi Asy-Syathiri. Perubahan bentuk disebabkan oleh tiga hal, pertama karena kebutuhan tempat sholat dan tempat ziarah yang sudah tidak mencukupi. Kedua, kondisi lokasi yang terkena banjir Rob, sehingga merubah bentuk masjid dengan meninggikan lantai. Ketiga, karena kebutuhan untuk memisahkan antara ruang untuk sholat dan ruang ziarah, dimana dua aktivitas tersebut adalah aktivitas sakral yang dilakukan di masjid Jami’ AlMukarromah Kampung Bandan.
Correlation Between the Mosque and Traditional House Architecture in Kudus, Indonesia Ashadi Ashadi
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol 1, No 01 (2017): International Journal of Built Environment and Scientific Research
Publisher : Department of Architecture Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijbesr.1.01.17-26

Abstract

The spread of Islam and the rise of the cigarette industry that began in the nineteenth century are two factors that influence the transformation of mosque and traditional houses in the old city center of Kudus. This study aims to find out how the correlation between the architecture of the mosque Menara Kudus and traditional houses in the city of Kudus. The object of the study is first, the mosque Menara Kudus, and secondly, the traditional house around the mosque, which is type of single and type of series. The method used is a combination of historical documentary and architectural descriptive with survey technique. The analysis should be viewed within the framework of Javanese culture. The results of the study show that in general the traditional house architecture has no significant correlation with the architecture of mosque Menara Kudus, but it has more significant correlation with traditional Javanese house architecture.
Mixing of Traditional and Modern Forms in Architecture of Sunan Ampel Mosque, East Java, Indonesia Ashadi Ashadi
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol 1, No 2 (2017): International Journal of Built Environment and Scientific Research
Publisher : Department of Architecture Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijbesr.1.2.53-60

Abstract

The architectural form of Sunan Ampel mosque was alleged that there was mixing of traditional and modern forms. Traditional forms were shown by local forms, while its modern forms were shown by non local forms. This study aimed to understand mixing of traditional and modern forms in architecture of Sunan Ampel mosque. The method used in this study was descriptive, analytical, and interpretive, based on empirical evidence. The steps of analysis and interpretation were as follows. The first step, was opening architectural forms consisting of under cover, side cover, and top cover. The second step, was comparing the architectural forms of Sunan Ampel mosque with the reference of architectural forms. The third step, was analyzing and interpreting that comparing. The results of this study concluded that mixing occurred in architectural form of Sunan Ampel mosque showed domination of traditional forms to modern forms. This study was expected to contribute knowledge about mixing of traditional and modern forms in architecture of mosques in Indonesia, and could position it in global context. 
PERANCANGAN STASIUN KERETA API DAN TERMINAL BUS TERPADU DI KOTA DEPOK DENGAN KONSEP ARSITEKTUR HIJAU wahyu hidayat; Ashadi Ashadi; Luqmanul Hakim
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 3 (2019): Purwarupa Vol 3 No 3 Special Edition#2 Juli 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1671.155 KB)

Abstract

ABSTRAK. Kawasan terminal depok merupakan kawasan padat transportasi pada waktu siang hari yang diakibatkan oleh berhentinya angkot di sembarang tempat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Oleh karna itu, terminal bus dan stasiun kereta api merupakan solusi untuk mengatasi kemacetan di kawasan kota Depok. Dengan adanya terminal maka jumlah angkutan umum dapat ditata agar tidak ada angkutan umum yang berhenti di sembarang tempat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Terminal bus yang akan direncanakan adalah terminal dalam kota dan antar kota. Konsep yang akan direncanakan dalam mendesain suatu kawasan transportasi di kota Depok adalah menggabungkan dua moda transportasi yaitu stasiun kereta api dan terminal bus dalam satu kawasan dengan konsep arsitektur hijau yang saling berhubungan dengan fasilitas-fasilitas yang memadai dan lengkap. Permasalahan yang dihadapi dalam merancang adalah bagaimana merancang dan merencanakan stasiun kereta api dan terminal terpadu di kota Depok yang sesuia dengan konsep-konsep arsitektur hijau. Kata Kunci: Arsitektur Hijau, Depok, Stasiun Kereta Api, Terminal Bus ABSTRACT. Depok Terminal is an intensive area of transportation during the day which is caused by the stop of public transportation in any place to pick the passengers up and down. Because of it, bus terminal and train station are the solution to resolve the traffic’s problem in Depok. By the terminal, the number of public transportation can be arranged so that there is no public transportation stop in any place. Bus terminal which will be planned is an inner city and inter city terminals. The concept that will be planned in design of transportation area in Depok is combining two kinds of the public transportation which are train station and bus terminal in an area with green architecture concept which are connected to the complete facilities. The problem which is faced in designing is how to create and plan the train station and integrated terminal in Depok in accordance with the green architecture concept. Keywords: Green Architecture, Depok, Railway Station, Bus Station
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR EKOLOGI PADA PERANCANGAN KAWASAN WISATA AIR DANAU SUNTER DI JAKARTA Syaid Adi Putro; Ashadi Ashadi; Lukmanul Hakim
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 2, No 2 (2018): Purwarupa Vol 2 No 2 September 2018
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.248 KB)

Abstract

Area resapan Air di Provinsi DKI Jakarta masih sangat sedikit jumlahnya. Danau Sunter merupakan salah satu resapan air yang ada di Jakarta Utara. Namun, keadaannya sekarang danau Sunter semakin menurun karena menjadi penampungan limbah yang notabene berada di tengah-tengah kawasan pabrik dan pergudangan. Hal ini mengakibatkan degradasi kualitas air danau karena penanganan limbah yang secara langsung dibuang ke danau tersebut membuat ekosistem danau Sunter menjadi terganggu dan berakibat penurunan fungsi ekologi di kawasan tersebut. Tujuan perencanaan dan perancangan ini untuk mengatasi masalah penanganan limbah dan sebagai sarana rekreasi wisata air. Dengan pendekatan arsitektur ekologi, maka diharapkan hasil rancangan akan meminimalisir kawasan tersebut menjadi kawasan yang dapat mengolah limbah dan berkelanjutan. Dari latar belakang di atas, maka pada tugas akhir ini penulis akan menyusun konsep perencanaan dan perancangan penataan kawasan wisata air danau Sunter dengan konsep arsitektur ekologi di Jakarta.
PERANCANGAN LANSEKAP KAMPUS UMJ DENGAN PENDEKATAN KONSEP ANALOGI LAFADZ MUHAMMAD Syafrial Jamin; Ashadi Ashadi; Luqmanul Hakim
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 1, No 1 (2017): Purwarupa Vol 1 No 1 Maret 2017
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.599 KB)

Abstract

ABSTRAK. Seiring dengan peningkatan jumlah mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Jakarta dari tahun ke tahun, peningkatan kualitas pendidikan dan penambahan sarana dan prasarana harus dilakukan untuk mendukung proses belajar mengajar yang mengikuti perkembangan era kontemporer modern dan memadai tanpa kehilangan identitas Islam Muhammadiyah dengan tujuan memurnikan ajaran agama Islam diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Kampus UMJ sebagai salah satu pusat kegiatan pendidikan strategis untuk melakukan pembangunan sesuai dengan strategi dan rencana kota dan rencana wilayah pemerintah kota Tangerang Selatan. Kampus UMJ sebagai pusat kegiatan pendidikan ciputat timur merupakan salah satu kampus terbesar daerah dengan daya tarik tinggi. Kata Kunci: kampus, islami, pendidikan, modern, kontemporer ABSTRACT. Along with the increase in the number of students at the University of Muhammadiyah Jakarta from year to year, the improvement of the quality of education and the addition of facilities and infrastructure should be made to support the teaching and learning process that follows the development era of contemporary modern. It should be adequate without losing the Islamic identity of the Muhammadiyah with the purpose of purifying the religious teachings of Islam that was revealed to the Prophet Muhammad. UMJ campus as one of the centers of educational activity is strategic to developin accordance with the strategy and the city plan and government areas plan of South Tangerang city. UMJ campus as a center of educational activities in East Ciputat is one of the area's largest campus with high attraction. Keywords: campus, islamic, education, modern, contemporary
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR KONTEMPORER DEKONSTRUKSI PADA BANGUNAN PERTUNJUKAN TEATER JAKARTA guntur ismawan; Ashadi Ashadi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 5, No 1 (2021): Purwarupa Vol 5 No 1 Maret 2021
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Arsitektur Kontemporer Dekonstruksi merupakan konsep sebuah desain arsitektur yang lebih maju/ terbaharukan dengan menggunakan bentukan geometri yang tidak lazim. Konsep ini muncul akibat kebosanan dan kejenuhan pada gaya arsitektur modern dan mulai diterapkan pada bangunan pertunjukan di era modern ini untuk menghilangkan rasa kebosanan terhadap geometri pada umumnya. Hal tersebut membuat geometri pada bangunan pertunjukan dirasa cocok sebagai media penerapan konsep arsitektur kontemporer dekonstruksi di era modernisasi. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini berusaha mengkaji konsep arsitektur kontemporer dekonstruksi pada bangunan pertunjukan Teater Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan pengumpulan data menggunakan studi literatur terkait dengan arsitektur kontemporer dekonstruksi. Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan prinsip desain arsitektur kontemporer dekonstruksi, menghasilkan kajian bahwa Teater Jakarta menerapkan konsep arsitektur kontemporer dekonstruksi berdasarkan penerapan prinsip bentuk hybrid (bentuk campuran), bentuk yang complexity (kompleks), memiliki estetika dan ornament, pro simbolik, disorder (ketidakteraturan), disharmony (tidak harmoni), methaphor (metafora), distorsi (distortion) dan kontras (contrast). Kata Kunci: arsitektur, dekonstruksi, kontemporer. pertunjukan. ABSTRACT. Deconstruction Contemporary Architecture is the concept of a more advanced / updated architectural design using unusual geometric formations. This concept emerged as a result of boredom and boredom in modern architectural styles and began to be applied to performance buildings in this modern era to eliminate the sense of boredom towards geometry in general. This makes the geometry of the performance building suitable as a medium for implementing the contemporary architectural concept of deconstruction in the modernization era. Based on this background, this study seeks to examine the contemporary architectural concept of deconstruction in the Jakarta Theater performance building. The method used in this research is descriptive qualitative method and data collection using literature studies related to contemporary architecture deconstruction. The analysis was carried out using a contemporary architectural design principle approach to deconstruction, resulting in a study that the Jakarta Theater applies a contemporary architectural concept of deconstruction based on the application of the principle of hybrid expression, forms that are complex, have aesthetics and ornament, pro symbolic, disorder, disharmony, metaphor, distortion and contrast. Keywords: Architecture, Deconstruction, Contemporary, theatre 
Penerapan Konsep Arsitektur Analogi Pada Bangunan Museum Purna Bhakti Pertiwi Muhammad Muslimin; Ashadi Ashadi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 2 (2020): Purwarupa Vol 4 No 2 September 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Museum merupakan bangunan yang menyimpan benda-benda bersejarah, karya seni dan yang bersifat edukasi lainya. Dalam perencanaanya setiap museum memiliki desain yang berbeda tergantung apa yang dipamerkan didalam museum, diantara pendekatan yang digunakan dalam perancangan museum adalah pendekatan konsep arsitektur analogi, konsep ini sudah banyak digunakan oleh para arsitek dalam perancangan karya dan menghasilkan karya yang spektakuler. Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam tentang makna arsitektur analogi dan bagaimana penerapan prinsip-prinsip arsitektur analogi kedalam bangunan museum, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu dengan mengumpulkan teori-teori dari beberapa ahli dan observasi studi kasus secara langsung, hal ini memungkinkan peneliti mendapatkan data secara lebih akurat. penerapan prinsip arsitektur analogi selalu menghasilkan desain yang unik dan kontras terhadap bangunan disekitar nya, benang merah dalam penerapan prinsip arsitektur analogi ini adalah bahwa dalam penerapan nya tidak secara langsung menjiplak objek analogi akan tetapi diperlukan analisis mendalam sehingga tercipta bentuk yang sesuai.Kata kunci: Arsitektur Analogi, Museum, Museum Purna Bhakti Pertiwi ABSTRACT. The museum is a building that holds historic objects, senior artwork and that opposes other education. In each museum has a different design depending on what is exhibited in the museum, between what is used in the design of the museum is the concept of analogy architecture, this concept has been widely used by architects in the design of works and produce spectacular works. This study aims to discuss more about the meaning of analogy architecture and the application of the principles of analogy to building a museum, the method used in this research is a descriptive qualitative method relating to gathering theories from several experts and direct case study observations, this allows researchers get data accurately. The application of analogy architecture produces a unique design and contrast to the building concerned, the common thread in the application of this analogy architecture is that in its application it does not directly trace the object of the analogy it will require the necessary analysis so that an appropriate shape is created.Keywords: Analogy Architecture, Museum, Museum Purna Bhakti Pertiwi
KONSEP ARSITEKTUR EKOLOGI PADA PENATAAN KAWASAN WISATA CANDI CANGKUANG DI GARUT, JAWA BARAT Abdul Azis Muslim; Ashadi Ashadi; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 2, No 2 (2018): Purwarupa Vol 2 No 2 September 2018
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.017 KB)

Abstract

Kawasan Wisata Candi Cangkuang merupakan salah satu destinasi wisata di kabupaten Garut. Kawasan ini termasuk ke dalam kawasan strategis wilayah kabupaten yang penataannya diprioritaskan. Tempat ini banyak didatangi pengunjung ataupun peziarah dari berbagai daerah untuk berwisata, melaksanakan ibadah di Candi Cangkuang dan ziarah ke makam Syeh Arief Muhammad yang menyebarkan agama Islam di kawasan Cangkuang. Tempat ini memiliki potensi besar untuk mejadi destinasi wisata unggulan, akan tetapi pada kenyataannya jumlah wisatawan yang berkunjung kesini jumlahnya sedikit bila dibandingkan dengan wisata sejenis di daerah lain. Berdasarkan latar belakang tersebut maka diperlukan penataan ulang  pada kawasan wisata Candi Cangkuang ini dengan menerapkan konsep arsitektur ekologi yang ramah lingkungan dan memaksimalkan potensi alam yang ada. Penataan ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan. Metode yang digunakan dalam penelitian dan perancangan ini dilakukan dengan wawancara serta observasi untuk mendapatkan data eksisting dan data penunjang. Penataan Kawasan Wisata Candi Cangkuang dengan konsep arsitektur ekologi diharapkan dapat membuat citra kawasan wisata ini semakin menarik untuk dikunjungi, masyarakat sekitar kawasan menjadi lebih sejahtera karena dengan meningkatnya jumlah wisatawan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar akan tetapi tetap mengedepankan desain yang ramah terhadap lingkungan.
SENTUHAN ETNIK JAWA PADA PERENCANAAN DESAIN BANDARA INTERNASIONAL DI TULUNGAGUNG, JAWA TIMUR DENGAN KONSEP HYBRID Candik Fahtu Siam Agung; Ashadi Ashadi; Luqmanul Hakim
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 1, No 1 (2017): Purwarupa Vol 1 No 1 Maret 2017
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.851 KB)

Abstract

ABSTRAK. Sebuah Bandara Udara Internasional merupakan bangunan yang melayani transportasi udara penerbangan lokal atau domestik dan Internasional. Pembangunan Bandara udara di Tulungagung merupakan suatu kebutuhan dewasa ini dikarenakan belum tersedianaya Bandara Udara Internasional untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat didaerah Tulungagung dan sekitarnya. Dengan adat Jawa yang masih dijunjung tinggi maka pembangunan Bandara Udara Internasional dengan unsur kearifan lokal masyarakat Tulungagung lebih tepat untuk sebuah konsep Bandara Udara di daerah Tulungagung. Kebutuhan ruang dan kelengkapan fasilitas Bandara Udara harus memenuhi standar syarat sebuah Bandara Internasional yang telah ditetapkan oleh pihak yang berwenang dalam hal ini Kementerian Perhubungan.Kata Kunci : Bandara Udara Internasional, Tulungagung, Budaya Jawa, Hybrid ABSTRACT. International Airport is a building that serve air transportation including domestic and International flight. Internasional airport build in Tulungagung is a urgently need lately due to the absent of International airport to accomodate people’s need in Tulungagung and around. The Javanese culture still being uphold in Tulungagung society, so International Airport with local genius from Tulungagung Society for a concept of International Airport in Tulungagung considered appropriate. Space needs and facilities in International Airport have to fulfill Standard of International Airport, in this case standard from Ministry of Transportation.Keyword : International Airport, Tulungagung, Javanese Culture, Hybrid
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Azis Muslim Adawiyah, Siti Lutfiah Rabiyatul Ade Sumiahadi, Ade Adhima Faidir, Muhammad Fauzan Adi Hermawan Afied Dien Haqsaleh Agniaturrizki, Agniaturrizki Ahmad Taufiq Ahmad Yusuf Aini, Rahma Akmal, Muhamad Faiz Al-Muniry, Faizah Thiwala Dahri Ammar, Faris Faisal Anggana Fitri Satwikasari anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Annisa Nurul Firdausi Ardlillah, Queen Fiqi Ari Widyati Purwantiasning Ariansyah, Ahmad Ariesinta, Dimiar Assa'adah, Putri Alvy Atik Puji Rahayu Aziza, Nur Azizah, Shofiah Nur Bakti Mulyani Bimatukmaru, Rustama Fasda Budi Utami Candik Fahtu Siam Agung Candra, Ayu Dwi Chairunisa Ayu Saputri choirul umom Dedi Hantono Dedi Hantono Delly Rachman Dewanto Harjunowibowo Dewi, Arista Novia Dzul Rachman, Dzul Edy, Nur Azizah Dikastuti Eka Fajar Nugraha Ekan Fitrianto Erna Andriyanti Fadhillah, Hilman Faiqoh, Avita Elok Fathin, Sayyid Muhammad Fatnalaila, Fatnalaila Feri, Zefki Okta Fikri, Ahmad Rifat Finta Lissimia Finta Lissimia, Finta Galih Prakasa Gultom, Aryadi Manuel Guntur is mawan guntur ismawan Handri Saputra Haryono Haryono Havidz, Ichsan I Putu Indra Kusuma Ibrahim, Muhammad Luthfi Idam Ragil Widianto Atmojo Indah Tri Susilowati Ista Maharsi Izwan Ariq Nursandi Jamilah Jamilah Jannatussholihah, Siti Karjo, Karjo Kus Sri Martini Lukmanul Hakim Luluk Fajri Luqmanul Hakim Luqmanul Hakim Luqmanul Hakim Lusi Nurhayati Lutfi Prayogi M. Masykuri Maman Suryaman Margana Margana Marlin, Sri Masykuri Masykuri Micco Elfandi Mohammad Masykuri Muhammad Muslimin Muhammad Rivai Mulyantoro, Ahmad Azis N Nelfiyanti Nana Setiawan Nana Setiawan, Nana Ni Wayan Surya Mahayanti Norasiah, Norasiah Norma Eralita Noviyanti, Anggi Nur Ikhsan Nurfidianty Annafi Nursandi, Izwan Ariq Pertiwi, Octaviani Putri Pertiwi Prakasa, Galih Pranoto Pranoto Pratiwi, Rinta Dian Pratomo Widodo Priambudi Dwi Prasetyo PUGUH KARYANTO Raharja, Ernita Ratna Dewi Nur'aini Rifka Houtrina Rifka Houtrina, Rifka Rohmiyati, Nazillatur Rosyidah, Dyana Maftuhatu Rustama Fasda Bimatukmaru Rustama Fasda Bimatukmaru Saeful Bahri Saiful Anwar Sajidan Sajidan Sajiwo, Wahyu Tri Saragih, Rode Arta Yuliani Sari, Desy Mutia Sarjono, Alfiyan Wahyudianto Sarwanto Sarwanto Sentot Budi Rahardjo Sentot Budi Raharjo Setyoningrum, Vita Diah Siti Mukminatun, Siti Sri Indriani Solehah Sri Mulyani Sri Widoretno Sri Yamtinah Sugirin Sugirin Sugiyarto Sugiyarto Suharsono Suharsono Sukarmin Sulis Triyono Sulistyo Saputro Suparno, Joko Suriani Ngah Abdul Wahab Suryadi Budi Utomo Syafrial Jamin Syaid Adi Putro Tanjung, Pradana Akbar Taufik Hidayat Thoriq Septiawan Titik Sudartinah Tri Aulia Mutia Rahma Guritno, Tri Aulia Mutia Tri Nanik Wulandari, Tri Nanik Umar, Nasir Wahab, Suriani Ngah Abdul Wahyu Hidayat wahyu hidayat Waly, Muchamad Muchibbuddin Wardani, Umi Sismia Widha Sunarno Winarno, Widha Wipsar Siwi Dona Ikasari Wulan Nugraheni Wulandari, Nunik Herani Yeni Artanti Yeptadian Sari Zam, Fakhruddin Zam