p-Index From 2021 - 2026
8.657
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Litera MODUL Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Beyond Words : a journal on language education, applied linguistics and curriculum & instructions LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Jurnal Celtic NALARs LingTera Englisia Journal Prosiding Semnastek JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN FISIKA AL BIRUNI Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Journal of English and Education EDULITE: Journal of English Education, Literature and Culture Journal of Foreign Language Teaching and Learning Journal of Language and Literature Jurnal Arsitektur KOMPOSISI International Journal of Built Environment and Scientific Research PURWARUPA Jurnal Arsitektur Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Eralingua : Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Journal of Islamic Architecture Journal of Architectural Research and Design Studies Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat International Journal of Language Teaching and Education Jurnal Arsitektur ZONASI Voices of English Language Education Society Journal of English Language Teaching and Linguistics Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: e-Saintika REiLA: Journal of Research and Innovation in Language Border: Jurnal Arsitektur Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Journal of Architectural Design and Development (JAD) Lakar: Jurnal Arsitektur JOLLT Journal of Languages and Language Teaching JAS: Journal of Architecture Students Indonesian Journal of EFL and Linguistics DIMENSI: Journal of Architecture and Built Environment Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) AGORA : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti International Journal of Contemporary Studies in Education Indonesian Journal of Advanced Research (IJAR) Jurnal Pengabdian West Science Journal of Literature Language and Academic Studies (J-LLANS) Journal of Environment and Sustainability Education Journal of Development and Integrated Engineering Jurnal Pendidikan Progresif
Claim Missing Document
Check
Articles

HISTORICAL ATTACHMENT SEBAGAI KONSEP PENATAAN KAWASAN LUAR BATANG JAKARTA UTARA Handri Saputra; Ashadi Ashadi; Ratna Dewi Nur'aini
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 2 No. 1 (2018): Purwarupa Vol 2 No 1 Maret 2018
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.2.1.51-58

Abstract

ABSTRAK.Kawasan Kampung Luar Batang merupakan sebuah kawasan permukiman yang memiliki nilai sejarah yang tinggi yang masih dapat dirasakan sampai saat ini adalah keberadaan Masjid dan Makam Keramat Luar Batang sebagai bangunan Cagar Budaya yang ditetapkan oleh pemerintah DKI Jakarta. Akan tetapi kondisi kawasan saat ini sangatlah memperihatinkan. Hal ini dikarenakan tingkat pertumbuhan bangunan hunian dikawasan ini tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan untuk hunian tersebut. Sehingga pembangunan bangunan pada kawasan ini sudah tidak sesuai dengan Peraturan Tata Ruang Kota yang mengakibatkan tidak teraturnya tata letak guna massa bangunan pada kawasan ini dan tidak mendukung keberadaan bangunan masjid yang memiliki nilai sejarah. Untuk itu perlunya penataan untuk mengembalikan pola tata letak guna ruang/massa bangunan yang sesuai dengan Peraturan Tata Guna Lahan Kota dan memiliki kelakatan dalam segala aspek dengan bangunan masjid yang bersejarah. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan pengumpulan data dari studi literatur, preseden, dan observasi lapangan. Setelah itu melakukan analisis untuk mendapatkan konsep penataan Kawasan Luar Batang Jakarta Utara dengan Pendekatan Kelekatan Sejarah yang dapat mempertahankan nilai dan rasa sejarah dari bangunan dan kawasan di dalam Kampung Luar Batang.  Kata Kunci: Kawasan, Kelekatan, Luar Batang, Penataan, Sejarah   ABSTRACT. Kampung Luar Batang district is a residential area with high historical value that can still be felt up till now is the existence of Mosque and Makam Keramat Luar Batang as the building of Cultural Heritage that be appointed by the government of DKI Jakarta. However, the existing condition of the district is very worrying. This is because the growth rate of residential buildings in this area is not matched with the availability of land for the dwelling. As of the construction of buildings in this area is not suitable with the City Spatial Regulations that resulted in irregular layout for the mass of buildings in this area and does not support the existence of mosque buildings that have historical value. Therefore, the necessity for structuring to restore the layout pattern for the space/mass of buildings in accordance with the City Land Use Rules and have the talent in all aspects with the building of the historic mosque. The method used is to collect data from literature studies, precedents, and field observations. After doing the analysis to get the concept of the arrangement of North Jakarta Batang Luar Batang with the Approach to Historical Attachment that can retain the value and sense of history of the buildings and areas inside Kampung Luar Batang.. Keywords: Area, Arrangement, Attachment, History, Luar Batang
TELAAH KONSEP ARSITEKTUR DEKONSTRUKSI Galih Prakasa; Ashadi Ashadi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 4 No. 1 (2020): Purwarupa Vol 4 No 1 Maret 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4904.911 KB) | DOI: 10.24853/purwarupa.4.1.75-80

Abstract

ABSTRAK. Arsitektur merupakan bidang ilmu yang akan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa. Perkembangan tersebut melahirkan banyak aliran atau gaya dari Arsitektur itu sendiri. Salah satu gaya yang menyita perhatian dengan banyaknya pro dan kontra terkait gayanya yang tidak biasa, adalah Arsitektur Dekonstruksi. Gaya tersebut terinspirasi oleh dua peristiwa yang sedang popular pada waktu itu yaitu paham deconstruction Derrida terkait tata bahasa dan gerakan Konstruktivisme di Rusia di bidang seni rupa. Gaya yang tidak biasa pada Arsitektur Dekonstruksi bisa diketahui melalui konsepnya. Dalam telaah konsep Arsitektur Dekonstruksi ini menggunakan metode analisis terhadap isi dari pandangan, komentar, umpan balik dan pemikiran mengikuti taktik dari studi kualitatif. Studi analisis dilakukan pada karya-karya Daniel Libeskind, Zaha Hadid dan Frank O. Gehry. Telaah tersebut mengarahkan pada satu benang merah yaitu setiap tokoh-tokoh Arsitektur dekonstruksi sama-sama tidak mau terkekang pada satu aturan baku dan menuntut hal-hal yang baru pada setiap desainnya. Kata Kunci: Dekonstruksi, Dekonstruktivis ABSTRACT. Architecture is a field of science that will continue to experience development from time to time. These developments create many styles of architecture itself. One style that has drawn attention with the pros and cons of its unusual style is Deconstruction Architecture. The style was inspired by two events that were popular at the time, namely Derrida's deconstructionism related to grammar and the Constructivism movement in Russia in the field of fine arts. The unusual style of Deconstruction Architecture can be known through the concept. In the study of the concept of Deconstruction Architecture uses the method of analysis of the contents of the views, comments, feedback and thoughts following the tactics of qualitative studies. Analysis studies were carried out on the works of Daniel Libeskind, Zaha Hadid and Frank O. Gehry. The study leads to a conclusion that each deconstruction architectural figure does not want to be restrained by one standard rule and demands new things in each design. Keywords: deconstruction, deconstructivism, avant garde,
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR PERILAKU PADA KAWASAN WISATA ISLAM KAMPUNG BANDAN JAKARTA UTARA Thoriq Septiawan; Ashadi Ashadi; Ratna Dewi Nur'aini
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 2 No. 2 (2018): Purwarupa Vol 2 No 2 September 2018
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.397 KB) | DOI: 10.24853/purwarupa.2.2.37-42

Abstract

Kawasan Wisata Islam Masjid Al- Mukkarromah Kampung Bandan banyak didatangi pengunjung ataupun peziarah dari berbagai daerah untuk melaksanakan ibadah dan ziarah ke makam Habib yang menyebarkan agamaIslam di kawasan Kampung Bandan. Dengan terbatasnya lahan terbuka di area masjid sehingga banyak kendaraan pengunjung tidak tertampung, selain itu masyarakat di sekitar masjid tersebut juga diuntungkan dengan membuka peluang usaha untuk meningkatkan perekonomian dengan cara berdagang untuk dijualkan ke pengunjung atau peziarah. Untuk memenuhi kebutuhan para pengunjung dan peziaraha dilakukan penataan kawasan wisata Islam Masjid Al-Mukkarromah Kampung Bandan dengan konsep arsitektur perilaku. Penataan Kawasan Wisata Islam dengan konsep arsitektur perilaku di Kampung Bandan bertujuan untuk mempertahankan  dan memperlihatkan nilai bangunan bersejarah pada kawasan Kampung Bandan. Metode yang digunakan dalam penyusunan ini dilakukan dengan wawancara serta observasi untuk mendapatkan data. Penataan Kawasan Wisata Islam dengan konsep arsitektur perilaku mempermudah aktifitas pengunjung dan peziarah agar lebih tertata untuk berkunjung ataupun berziarah di kawasan Masjid Al- Mukkarromah Kampung Bandan.
PENCAMUPURAN ARSITEKTUR TRADISIONAL DAN MODERN PADA PERENCANAAN TAMAN WALISONGO DI CIREBON Delly Rachman; Ashadi Ashadi; Luqmanul Hakim
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 2 No. 1 (2018): Purwarupa Vol 2 No 1 Maret 2018
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.2.1.29-34

Abstract

ABSTRAK.Perencanaan dan perancangan “Taman Wisata Walisongo di Cirebon dengan Konsep Percampuran Arsitektur Tradisional dan Modern” bertujuan untuk mewadahi kegiatan edukasi, tempat beribadah umat Islam dan tempat wisata budaya dan religi dalam bidang arsitektur maupun bagian yang menunjang bidang arsitektur, serta tempat untuk berdiskusi dan menambah wawasan tentang sejarah walisongo. Metode penyusunan konsep yang digunakan adalah metode desktiptif kualitatif, yaitu metode dengan menggunakan landasan teori yang terkait, baik secara arsitektural maupun non arsitektural, dimulai dari pengumpulan data, sampai dengan pengolahan data secara faktual untuk penyusunan konsep perancanaan dan perancangan Taman Wisata Walisongo. Perencanaan dan perancangan Taman Wisata Walisongo di Cirebon dengan Konsep Percampuran Arsitektur Tradisional dan Modern diharapkan dapat menjadi tempat Wisata yang mempunyai nilai edukasi terhadap warisan budaya Walisongo dalam segi arsitektur dan non arsitektur. Menjadi wadah yang dapat menampung kegiatan beribadah umat Islam dan kegiatan wisata di Kota Cirebon. Kata kunci : Taman Wisata, Walisongo, Cirebon ABSTRACT.Planning and designing "Walisongo Tourism Park in Cirebon with the Concept of Mixing of Traditional and Modern Architecture" aims to accommodate educational activities, places of worship of Muslims and cultural and religious tourism places in the field of architecture and sections that support the field of architecture, as well as a place to discuss and add insight about the history of walisongo. The method of preparing the concept used is descriptive qualitative method, that is the method by using the related theoretical foundation, both architectural and non architectural, starting from data collection, until factual data processing for the drafting and design concept of Walisongo Park. Planning and design of Walisongo Park in Cirebon with the Concept of Mixing of Traditional and Modern Architecture is expected to be a place that has an educational value to Walisongo cultural heritage in terms of architecture and non architecture. Being a container that can accommodate the activities of Muslim worship and tourism activities in the city of Cirebon.Keywords: Taman Wisata, Walisongo, Cirebon
PENERAPAN KONSEP REUSE PETI KEMAS PADA HUNIAN DAN PERKANTORAN DI KAWASAN BONGKAR MUAT PELABUHAN Ekan Fitrianto; Ashadi Ashadi; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 1 No. 1 (2017): Purwarupa Vol 1 No 1 Maret 2017
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.213 KB) | DOI: 10.24853/purwarupa.1.1.29-32

Abstract

ABSTRAK. Peti kemas bekas mungkin bukan termasuk limbah yang merusak lingkungan, karena peti kemas bekas masih tetap digunakan kembali (reuse), didaur ulang (recycle). Peti kemas memiliki modul yang sama persis, mudah dirangkai, jumlahnya yang banyak dan harga yang murah dapat menjadi inovasi baru sebagai ruang hunian manusia dengan pengamanan yang benar dan penerapan ilmu kenyamanan thermal dalam bangunan. Keberadaannya yang melimpah dan mudah dibongkar pasang menjadikanya material berkelanjutan dan hemat energi sebagai material daur ulang. Peti kemas sangat mungkin dijadikan unit dasar dalam perencanaan dan perancangan Arsitektur hunian dan perkantoran. Tujuan adanya perencanaan dan perancangan Hunian dan Perkantoran di kawasan Pelabuhan Priok membuat kawasan hunian dan perkantoran dengan konsep reuse peti kemas, membuat bangunan dengan bahan daur ulang peti kemas yang masih layak pakai, merancang dan menata kawasan hunian dan perkantoran dimana fungsi-fungsi yang ada dapat berintegrasi dan saling mendukung. Lokasi proyek berada di Semper Timur kecamatan Cilincing Jakarta Utara. Kata Kunci: Hunian, Perkantoran, Pelabuhan, Reuse, Peti Kemas, Recycle ABSTRACT. Used container may not include waste that is damaging to the environment, because used container can be reused, recycled. Containers have exact same modules, easily assembled, their numbers are many and low prices. These could be seen as the new innovation as a human dwelling space with the correct security and the application of thermal comfort in buildings. Container existence is abundant and easy to be overhauled makes it sustainable and energy efficient as recycled material. Container are likely to be used as the basic unit in the planning and design of residential and office. The purpose of the planning and design of Residential and Office Building in the Port area Priok with container reused concept is to make the building with recycled containers that are still worth taking, designing and managing residential areas and offices where the functions can be integrated and mutually supportive. The project location is in Semper Timur, Cilincing Jakarta Utara. Keywords: Residential, Offices, Ports, Reuse, Container, Recycle
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR REGIONALISME PADA BANGUNAN AULA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Sri Indriani Solehah; Ashadi Ashadi
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.329 KB) | DOI: 10.30998/lja.v4i1.9033

Abstract

Distinctive features in architecture need to be preserved because it is part of the ancestral cultural heritage that is now one of the privileges and richness of the nation's culture. Along with the times and technological advances, the architecture of typical buildings in each area has changed over time. Developments in life lines make human needs more complex, thus demanding to create a more supportive space. Bandung Institute of Technology (ITB) campus hall building is one of the buildings that is suspected to have a distinctive regional element. Seeing that, it is necessary to review the application of the concept of regionalism architecture in the building of ITB Bandung campus hall, in order to know how the application of regionalism architecture elements. With qualitative descriptive methods, the author will analyze the data by identifying and assessing the existence of architectural principles in case studies.
KAJIAN ARSITEKTUR KONTEMPORER DEKONSTRUKSI PADA BANGUNAN PERTUNJUKAN (Studi Kasus : Harbin Opera House, Tiongkok) Guntur is mawan; Ashadi Ashadi
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3535.522 KB) | DOI: 10.30998/lja.v4i1.8940

Abstract

Dengan perkembangan zaman yang terus berkembang, konsep hadir dan terus bermunculan dari berbagai kalangan baik ilmuan ataupun dari sang arsitek sendiri. Sehingga memunculkan konsep baru untuk memberikan penyegaran terhadap konsep yang telah ada sebelumnya. Konsep tersebut yaitu  kontemporer dekonstruksi. Istilah kontemporer sama artinya dengan modern yang kekinian, sehingga dapat dikatakan sebuah hal yang terbaharukan. Penerapan gaya kontemporer sendiri salah cara untuk membentuk suatu identitas dan ciri yang baru melalui desain massa dan elemen visual. Sejalan dengan itu, gaya-gaya arsitektur juga mulai tumbuh dan terus mengalami perkembangan, lebih tepatnya dengan adanya gaya baru untuk menggantikan gaya lama yang tampak membosankan. Gaya tersebut yaitu arsitektur kontemporer dekontruksi, gaya ini muncul akibat kebosanan dan kejenuhan yang ada pada gaya arsitektur modern. Dekonstruksi hadir sekitar pada tahun 1970-an dibarengi oleh berbagai langgam arsitektur yang masuk pada masa postmodernism atau langgam post-modern (Ghofur, 2010). Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan serta mengetahui penerapan Arsitektur Kontemporer Dekonstruksi pada bangunan pertunjukan Harbin Opera House.
Penerapan Konsep Arsitektur Semiotika Pada Bangunan Masjid Al – Irsyad Satya Eka Fajar Nugraha; Ashadi Ashadi
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol 1 No 2 (2020): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v1i2.844

Abstract

Kajian ini membahas penerapan arsitektur semiotika pada bangunan Masjid. Semiotika dalam arsitektur merupakan bahasa simbol yang memberi dan memahami informasi kepada pengamat lewat bentuk-bentuk dan pesan tertentu. Hal yang melatarbelakangi pentingnya kajian ini adalah proses pemaknaan sebuah bangunan yang ingin di sampaikan, setidaknya akan mampu dihayati oleh masyarakat umum dan pengamat bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan tanda berdasarkan semiotika Peirce: Ikon, Indeks, dan Simbol pada bangunan Masjid Al- Irsyad Satya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yaitu dengan mengamati fenomena secara lebih rinci tentang keadaan bangunan Masjid Al-Irsyad Satya yang dianggap sebagai tanda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Masjid Al-Irsyad Satya termasuk yang menerapkan konsep Arsitektur Semiotika dengan klasifikasi berdasarkan Ikon, Indeks, dan Simbol.
Mengkaji Konsep Desain Generatif Dalam Dunia Konstruksi Kontemporer Pada Bangunan Great Court Di London Rustama Fasda Bimatukmaru; Ashadi Ashadi
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol 2 No 2 (2021): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v2i2.6100

Abstract

The Great Court building is a contemporary-style building that is thought to have applied the generative concept to its construction. The purpose of this research is to understand the generative design concept in the contemporary construction world, to the characteristics and application of the Great Court building. Through qualitative methods and descriptive approaches in this study to gain knowledge of generative concepts in the world of contemporary construction, to case studies of the Great Court building. The Great Court building has the characteristics of a generative concept characteristic of building construction elements. The results of this study indicate that the generative concept of contemporary construction has several principles that exist in buildings, such as complex and complex shapes; a unified form; dynamic form; complex curved geometric shapes; and forms of repetition and symmetry.
Kajian Konsep Dekonstruksi pada Bangunan Fasilitas Publik Galih Prakasa; Ashadi Ashadi
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol 1 No 1 (2020): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v1i1.719

Abstract

Perkembangan Arsitektur yang begitu dinamis, melahirkan aliran-aliran Arsitektur dari masa ke masa. Mulai dari Arsitektur Klasik hingga Arsitektur Postmodern. Dari sekian banyak aliran Arsitektur yang ada, Arsitektur Dekonstruktivis menjadi aliran yang paling kontroversial, dimana terdapat pro dan kontra. Namun keberadaan Arsitektur Dekonstruktivis menjadi fenomenal, mengingat karya-karya yang terbangun sering menjadi ikon atau landmark suatu tempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang menjadi prinsip-prinsip Arsitektur Dekonstruktivis dan Bagaimana penerapannya pada Bangunan Fasilitas Publik yang ada di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yaitu dengan mengamati fenomena secara lebih rinci tentang suatu keadaan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa yang menjadi prinsip-prinsip Arsitektur Dekonstruktivis adalah instability, disorder, impure, disharmony, fragmentation, conflict, fluid, metaphor, distortion, in context, contrast. Dari sebelas prinsip tersebut hanya tujuh yang terdapat pada bangunan studi kasus.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Azis Muslim Adawiyah, Siti Lutfiah Rabiyatul Ade Sumiahadi Adi Hermawan Afied Dien Haqsaleh Agniaturrizki, Agniaturrizki Agustin, Tari Ahmad Azis Mulyantoro Ahmad Yusuf Aini, Rahma Akmal, Muhamad Faiz Al-Muniry, Faizah Thiwala Dahri Ammar, Faris Faisal Anggana Fitri Satwikasari anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Annisa Nurul Firdausi Ardlillah, Queen Fiqi Ari Widyati Purwantiasning Ariansyah, Ahmad Ariesinta, Dimiar Assa'adah, Putri Alvy Atik Puji Rahayu Aziza, Nur Azizah, Shofiah Nur Bakti Mulyani Bimatukmaru, Rustama Fasda Budi Utami Candik Fahtu Siam Agung Candra, Ayu Dwi Chairunisa Ayu Saputri choirul umom dafa raditya Dedi Hantono Dedi Hantono Delly Rachman Dewanto Harjunowibowo Dzul Rachman, Dzul Edy, Nur Azizah Dikastuti Eka Fajar Nugraha Ekan Fitrianto Erna Andriyanti Fadhillah, Hilman Faiqoh, Avita Elok Fatnalaila, Fatnalaila Feri, Zefki Okta Fikri Wahyudi Fikri, Ahmad Rifat Finta Lissimia Finta Lissimia, Finta Galih Prakasa Gultom, Aryadi Manuel Guntur is mawan guntur ismawan Handri Saputra Haryono Haryono Havidz, Ichsan Hilman Fadhillah I Putu Indra Kusuma Ibrahim, Muhammad Luthfi Idam Ragil Widianto Atmojo Indah Tri Susilowati Izwan Ariq Nursandi Izwan Ariq Nursandi Jamilah Jamilah Jannatussholihah, Siti Jon, Roy Boy Kus Sri Martini Lilawati Ab Wahab Lukmanul Hakim Luluk Fajri Luqmanul Hakim Luqmanul Hakim Luqmanul Hakim Lusi Nurhayati Lutfi Prayogi M. Masykuri M. Zaenal Abidin Malisa, Malisa Maman Suryaman Margana Margana Marlin, Sri Masykuri Masykuri Micco Elfandi Mohammad Masykuri Muhammad Fauzan Adhima Faidir Muhammad Muslimin Muhammad Rivai N Nelfiyanti Nana Setiawan Nana Setiawan, Nana Nazira, Arni Ni Wayan Surya Mahayanti Norasiah, Norasiah Norma Eralita Noviyanti, Anggi Nur Ikhsan Nurfidianty Annafi Nursandi, Izwan Ariq Prakasa, Galih PRANOTO Pratiwi, Rinta Dian Pratomo Widodo Priambudi Dwi Prasetyo PUGUH KARYANTO Raharja, Ernita Rahim, Chabib Abdul Ratna Dewi Nur'aini Ratna Dewi Nur'aini Ratna Dewi Nur'aini Ratna Dewi Nur'aini Rifka Houtrina Rifka Houtrina, Rifka Rohmiyati, Nazillatur Rosyidah, Dyana Maftuhatu Rustama Fasda Bimatukmaru Rustama Fasda Bimatukmaru Saeful Bahri Saiful Anwar Sajidan Saragih, Rode Arta Yuliani Sari, Desy Mutia Sarjono, Alfiyan Wahyudianto Sentot Budi Rahardjo Sentot Budi Raharjo Siti Mukminatun, Siti Sri Indriani Solehah Sri Mulyani Sri Yamtinah Suharsono Suharsono Sukarmin Sulis Triyono Sulistyo Saputro Suriani Ngah Abdul Wahab Suriani Ngah Abdul Wahab Suryadi Budi Utomo Syafrial Jamin Syaid Adi Putro Tanjung, Pradana Akbar Taufik Hidayat Thoriq Septiawan Titik Sudartinah Tri Aulia Mutia Rahma Guritno, Tri Aulia Mutia Tri Nanik Wulandari, Tri Nanik Umar, Nasir Wahyu Hidayat wahyu hidayat Waly, Muchamad Muchibbuddin Wardani, Umi Sismia Winarno, Widha Wipsar Siwi Dona Ikasari Wulandari, Nunik Herani Yeptadian Sari Zam, Fakhruddin Zam