p-Index From 2021 - 2026
8.037
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Litera MODUL Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Jurnal Pendidikan Kimia Beyond Words : a journal on language education, applied linguistics and curriculum & instructions LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Jurnal S2 Pendidikan Sains Jurnal Celtic NALARs Prosiding Pendidikan Sains LingTera Englisia Journal Prosiding Semnastek Alchemy Jurnal Penelitian Kimia JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN FISIKA AL BIRUNI Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Journal of English and Education EDULITE: Journal of English Education, Literature and Culture Journal of Foreign Language Teaching and Learning Journal of Language and Literature Jurnal Arsitektur KOMPOSISI International Journal of Built Environment and Scientific Research PURWARUPA Jurnal Arsitektur Script Journal: Journal of Linguistic and English Teaching INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan PAEDAGOGIA Eralingua : Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Journal of Islamic Architecture Journal of Architectural Research and Design Studies Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Arsitektur ZONASI Voices of English Language Education Society Journal of English Language Teaching and Linguistics Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series REiLA: Journal of Research and Innovation in Language Border: Jurnal Arsitektur Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Journal of Architectural Design and Development (JAD) Lakar: Jurnal Arsitektur JOLLT Journal of Languages and Language Teaching JAS: Journal of Architecture Students Indonesian Journal of EFL and Linguistics DIMENSI: Journal of Architecture and Built Environment Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) AGORA : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Studies in English Language and Education International Journal of Contemporary Studies in Education Indonesian Journal of Advanced Research (IJAR) Jurnal Pengabdian West Science Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Journal of Literature Language and Academic Studies (J-LLANS) Journal of Environment and Sustainability Education Journal of Development and Integrated Engineering Jurnal Pendidikan Progresif
Claim Missing Document
Check
Articles

DAKWAH WALI SONGO PENGARUHNYA TERHADAP PERKEMBANGAN PERUBAHAN BENTUK ARSITEKTUR MESJID DI JAWA (STUDI KASUS : MESJID AGUNG DEMAK) Ashadi Ashadi
NALARs Vol 12, No 2 (2013): Nalars Volume 12 Nomor 2 Juli 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.12.2.%p

Abstract

ABSTRAK. Perkembangan Islam awal di Jawa tidak terlepas dari dakwah Wali Songo dengan menggunakan pendekatan kompromis terhadap kebudayaan lama, sehingga terjadilah sinkretisme antara ajaran Islam dengan kepercayaan Animisme, Hindu dan Budha. Mesjid sebagai sarana dakwah Wali Songo kemudian menjadi penting bagi dunia penelitian karena perubahan-perubahan yang terjadi padanya selama beberapa abad sejak didirikan pada zaman Wali Songo hingga sekarang ini. Salah satu aspeknya adalah perkembangan perubahan bentuk arsitektur mesjid Wali Songo, yang bisa diketahui sejauh mana dakwah Wali Songo mempengaruhi perkembangan itu.            KATA KUNCI : Dakwah Wali Songo, Sinkretisme, Perubahan Bentuk Arsitektur ABSTRACT. Initial Islamic development in Java cannot be separated from Wali Songo’s missionary by using compromise approach to old culture. This condition will affect the appearance of cyncretism between Islam and animism, Hindu and Budhist. Mosque as a facility for walisongo’s missionary become something significant for research because the changes had been happened to the mosque for centuries since had been built at walisongo’s period untill recently. One of the aspect is the development of architectural form changing of walisongo’s mosque which had been known how far walisongo’s missionary will affect the development. Keywords : walisongo’s missionary, sincretism, architectural form changing.
PERKEMBANGAN ARSITEKTUR MESJID WALISONGO DI JAWA : PERUBAHAN RUANG DAN BENTUK Ashadi Ashadi
NALARs Vol 11, No 2 (2012): NALARs Volume 11 Nomor 2 Juli 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.11.2.%p

Abstract

ABSTRAK. Seiring dengan perkembangan jaman dan semakin meningkatnya kebutuhan-kebutuhan masyarakat muslim, arsitektur mesjid sebagai sarana tempat ibadah umat Islam cenderung pula mengalami perubahan-perubahan. Perubahan-perubahan ini terjadi pula pada mesjid-mesjid awal perkembangan Islam di Jawa yang pada umumnya disangkutpautkan dengan para mubaligh Wali Songo. Dengan pendekatan historis, tulisan ini berusaha memperlihatkan perubahan-perubahan ruang dan bentuk dalam arsitektur mesjid Wali Songo melalui tema-tema keruangan dan modernitas. Kata kunci : Keruangan memusat, tradisionalitas, modernitas ABSTRACT. As period of time changes all the time and as the needs of moslem community had increased, an architecture of mosque as a prayer facility for moslem has tend to be changed as well. Those changes had happened to mostly mosques within early Islam development in Java, which generally had been related to “Wali Songo”. By using historical approach, this paper is trying to seek the changes of architectural space and form within architecture of Wali Songo’s mosque through spatial themes and modernity.  Keywords : centered space, traditionality, modernity
EKSPLORASI POTENSI PENGEMBANGAN WISATA DI SEKITAR BANGUNAN BERSEJARAH MASJID LUAR BATANG Ashadi Ashadi; Anisa Anisa; Ratna Dewi Nur'aini
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan bersejarah masjid Luar Batang mempunyai beberapa aktivitas yang dapat dijadikan wisata. Wisata utama adalah wisata religi yaitu kegiatan peziarahan pada masjid dan makam yang ada di dalamnya. Wisata utama yang sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya tersebut memicu timbulnya wisata lain yang berkembang di sekitarnya. Penelitian ini mengeksplorasi potensi wisata yang dapat dikembangkan di sekitar bangunan bersejarah masjid Luar Batang beserta pertimbangan kekhasannya yang terletak di daerah pemukiman yang padat penduduk.  Analisis yang dilakukan adalah menggali potensi pengembangan wisata berdasarkan keadaan permukiman sekitarnya. Metode penelitian menggunakan deskriptif interpretatif untuk menafsirkan fenomena yang menjadi temuan berkaitan dengan wisata dan mengkaitkannya dengan kondisi Kampung Luar Batang saat ini. Kesimpulan yang di dapatkan dari penelitian ini adalah adanya ada beberapa wisata yang dapat dikembangkan selain wisata religi kegiatan peziarahan pada masjid dan makam. Wisata yang dimaksud antara lain wisata kuliner, wisata belanja dan wisata bahari. Wisata kuliner pada sekitar masjid Luar Batang bukan hanya kuliner khas Betawi saja, karena permukiman sekitarnya dihuni oleh beberapa etnis dari Indonesia maka wisata kuliner dapat dikembangkan lebih banyak lagi. Selain itu wisata belanja yang selama ini diamati hanya berupa bazaar atau pasar malam saja, bisa dikembangkan menjadi wisata belanja souvenir dan oleh-oleh khas Luar Batang pada lingkungan permukiman dan rumah-rumah yang berada di jalan utama. Wisata bahari bisa dikaitkan dengan wisata pada pelabuhan sunda kelapa maupun wisata kota tua secara keseluruhan. Pengembangan yang dilakukan adalah membuat jalur khusus atau transportasi khusus yang mewadahi wisata bahari tersebut.
Kajian Konsep Generatif Dalam Dunia Konstruksi Kontemporer Pada Bangunan Heydar Aliyev Center di Azerbaijan Rustama Fasda Bimatukmaru; Ashadi Ashadi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan Heydar Aliyev Center merupakan bangunan bergaya kontemporer yang diduga menerapkan konsep generatif pada konstruksinya. Tujuan penelitian ini untuk memahami konsep generatif dalam dunia konstruksi kontemporer, terhadap karakteristik dan penerapan pada bangunan Heydar Aliyev Center. Melalui metode kualitatif dan pendekatan deskriptif pada penelitian ini untuk memperoleh pengetahuan terhadap konsep generatif dalam dunia konstruksi kontemporer, terhadap studi kasus bangunan Heydar Aliyev Center. Bangunan Heydar Aliyev Center memiliki karakteristik dari ciri konsep generatif terhadap elemen konstruksi bangunan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep generatif terhadap konstruksi kontemporer memiliki beberapa prinsip yang ada pada bangunan, seperti bentuk yang rumit dan kompleks; bentuk yang unity; bentuk yang dinamis; bentuk geometri lengkung yang kompleks; dan bentuk pengulangan dan simetri.
Kajian Konsep Arsitektur Kontemporer pada Bangunan Jewish Museum Berlin di Jerman Izwan Ariq Nursandi; Ashadi Ashadi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan museum merupakan jenis bangunan yang berfungsi sebagai tempat edukasi dan sarana pendidikan untuk mengenalkan sejarah, peristiwa, makhluk hidup, dan lain sebagainya. Tujuan museum sendiri ialah untuk mengedukasi hal-hal tersebut pada generasi-generasi di masa mendatang, sehingga ilmu pengetahuan pada sebuah peradaban tidak akan terputus dan hilang. Seiring berjalannya waktu, bangunan museum juga memiliki desain arsitektur yang beragam. Salah satunya konsep arsitektur kontemporer yang memiliki gaya desainnya tersendiri dan tidak mengikat pada sebuah gaya tertentu. Bangunan museum dengan penerapan konsep arsitektur kontemporer dapat menjadikan bangunan dengan karakteristik tersebut yang berciri khas dan berkarakter. Dari hal tersebut, muncul permasalahan mengenai bagaimana penerapan konsep arsitektur kontemporer pada bangunan museum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan arsitektur kontemporer pada bangunan Jewish Museum Berlin. Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa metode deskriptif kualitatif dengan tahapan analisis bentuk teori berdasarkan ciri-ciri atau karakteristik arsitektur kontemporer terhadap penerapan pada studi kasus bangunan museum. Hasil akhir pada penelitian ini berupa kesimpulan dari penerapan konsep arsitektur kontemporer terhadap museum.
PERUBAHAN BENTUK ARSITEKTUR MASJID BERSEJARAH ALMUKARROMAH KAMPUNG BANDAN DI JAKARTA Ashadi Ashadi; Anisa Anisa; Finta Lissimia
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas dan bentuk merupakan dua aspek penting dalam arsitektur. Aktivitas diwadahi dalam suatu bentuk (ruang) arsitektur. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis perubahan bentuk arsitektur dengan mengambil obyek masjid bersejarah yang ada di Jakarta serta mencari faktor penyebab perubahan tersebut. Masjid bersejarah yang dijadikan kasus studi adalah masjid Jami’ Al Mukarromah Kampung Bandan yang sering dikenal dengan sebutan Masjid Keramat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif interpretatif. Pendataan lapangan dilakukan dengan cara: mengamati perubahan bentuk arsitektur Masjid Jami’ Al Mukarromah yang dilengkapi dengan wawancara nara sumber utama yang merupakan keturunan langsung Habib Abdurahman bin Alwi Asy-Syatiri yang bernama Habib Alwi bin Ali As-Syatiri. Hasil dari penelitian ini adalah: terdapat perubahan bentuk arsitektur pada masjid Jami’ Al Mukarromah Kampung Bandan namun tidak merubah bentuk asli. Bentuk asli adalah pilar Sembilan yang berada tepat di samping makam Habib Mohammad bin Umar Al-Qudsi, Habib Ali bin Abdurrahman Ba’ Alwi, dan Habib Abdurahman bin Alwi Asy-Syathiri. Perubahan bentuk disebabkan oleh tiga hal, pertama karena kebutuhan tempat sholat dan tempat ziarah yang sudah tidak mencukupi. Kedua, kondisi lokasi yang terkena banjir Rob, sehingga merubah bentuk masjid dengan meninggikan lantai. Ketiga, karena kebutuhan untuk memisahkan antara ruang untuk sholat dan ruang ziarah, dimana dua aktivitas tersebut adalah aktivitas sakral yang dilakukan di masjid Jami’ AlMukarromah Kampung Bandan.
Correlation Between the Mosque and Traditional House Architecture in Kudus, Indonesia Ashadi Ashadi
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol 1, No 01 (2017): International Journal of Built Environment and Scientific Research
Publisher : Department of Architecture Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijbesr.1.01.17-26

Abstract

The spread of Islam and the rise of the cigarette industry that began in the nineteenth century are two factors that influence the transformation of mosque and traditional houses in the old city center of Kudus. This study aims to find out how the correlation between the architecture of the mosque Menara Kudus and traditional houses in the city of Kudus. The object of the study is first, the mosque Menara Kudus, and secondly, the traditional house around the mosque, which is type of single and type of series. The method used is a combination of historical documentary and architectural descriptive with survey technique. The analysis should be viewed within the framework of Javanese culture. The results of the study show that in general the traditional house architecture has no significant correlation with the architecture of mosque Menara Kudus, but it has more significant correlation with traditional Javanese house architecture.
Mixing of Traditional and Modern Forms in Architecture of Sunan Ampel Mosque, East Java, Indonesia Ashadi Ashadi
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol 1, No 2 (2017): International Journal of Built Environment and Scientific Research
Publisher : Department of Architecture Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijbesr.1.2.53-60

Abstract

The architectural form of Sunan Ampel mosque was alleged that there was mixing of traditional and modern forms. Traditional forms were shown by local forms, while its modern forms were shown by non local forms. This study aimed to understand mixing of traditional and modern forms in architecture of Sunan Ampel mosque. The method used in this study was descriptive, analytical, and interpretive, based on empirical evidence. The steps of analysis and interpretation were as follows. The first step, was opening architectural forms consisting of under cover, side cover, and top cover. The second step, was comparing the architectural forms of Sunan Ampel mosque with the reference of architectural forms. The third step, was analyzing and interpreting that comparing. The results of this study concluded that mixing occurred in architectural form of Sunan Ampel mosque showed domination of traditional forms to modern forms. This study was expected to contribute knowledge about mixing of traditional and modern forms in architecture of mosques in Indonesia, and could position it in global context. 
PERANCANGAN STASIUN KERETA API DAN TERMINAL BUS TERPADU DI KOTA DEPOK DENGAN KONSEP ARSITEKTUR HIJAU wahyu hidayat; Ashadi Ashadi; Luqmanul Hakim
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 3 (2019): Purwarupa Vol 3 No 3 Special Edition#2 Juli 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1671.155 KB)

Abstract

ABSTRAK. Kawasan terminal depok merupakan kawasan padat transportasi pada waktu siang hari yang diakibatkan oleh berhentinya angkot di sembarang tempat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Oleh karna itu, terminal bus dan stasiun kereta api merupakan solusi untuk mengatasi kemacetan di kawasan kota Depok. Dengan adanya terminal maka jumlah angkutan umum dapat ditata agar tidak ada angkutan umum yang berhenti di sembarang tempat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Terminal bus yang akan direncanakan adalah terminal dalam kota dan antar kota. Konsep yang akan direncanakan dalam mendesain suatu kawasan transportasi di kota Depok adalah menggabungkan dua moda transportasi yaitu stasiun kereta api dan terminal bus dalam satu kawasan dengan konsep arsitektur hijau yang saling berhubungan dengan fasilitas-fasilitas yang memadai dan lengkap. Permasalahan yang dihadapi dalam merancang adalah bagaimana merancang dan merencanakan stasiun kereta api dan terminal terpadu di kota Depok yang sesuia dengan konsep-konsep arsitektur hijau. Kata Kunci: Arsitektur Hijau, Depok, Stasiun Kereta Api, Terminal Bus ABSTRACT. Depok Terminal is an intensive area of transportation during the day which is caused by the stop of public transportation in any place to pick the passengers up and down. Because of it, bus terminal and train station are the solution to resolve the traffic’s problem in Depok. By the terminal, the number of public transportation can be arranged so that there is no public transportation stop in any place. Bus terminal which will be planned is an inner city and inter city terminals. The concept that will be planned in design of transportation area in Depok is combining two kinds of the public transportation which are train station and bus terminal in an area with green architecture concept which are connected to the complete facilities. The problem which is faced in designing is how to create and plan the train station and integrated terminal in Depok in accordance with the green architecture concept. Keywords: Green Architecture, Depok, Railway Station, Bus Station
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR EKOLOGI PADA PERANCANGAN KAWASAN WISATA AIR DANAU SUNTER DI JAKARTA Syaid Adi Putro; Ashadi Ashadi; Lukmanul Hakim
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 2, No 2 (2018): Purwarupa Vol 2 No 2 September 2018
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.248 KB)

Abstract

Area resapan Air di Provinsi DKI Jakarta masih sangat sedikit jumlahnya. Danau Sunter merupakan salah satu resapan air yang ada di Jakarta Utara. Namun, keadaannya sekarang danau Sunter semakin menurun karena menjadi penampungan limbah yang notabene berada di tengah-tengah kawasan pabrik dan pergudangan. Hal ini mengakibatkan degradasi kualitas air danau karena penanganan limbah yang secara langsung dibuang ke danau tersebut membuat ekosistem danau Sunter menjadi terganggu dan berakibat penurunan fungsi ekologi di kawasan tersebut. Tujuan perencanaan dan perancangan ini untuk mengatasi masalah penanganan limbah dan sebagai sarana rekreasi wisata air. Dengan pendekatan arsitektur ekologi, maka diharapkan hasil rancangan akan meminimalisir kawasan tersebut menjadi kawasan yang dapat mengolah limbah dan berkelanjutan. Dari latar belakang di atas, maka pada tugas akhir ini penulis akan menyusun konsep perencanaan dan perancangan penataan kawasan wisata air danau Sunter dengan konsep arsitektur ekologi di Jakarta.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Azis Muslim Adawiyah, Siti Lutfiah Rabiyatul Ade Sumiahadi, Ade Adhima Faidir, Muhammad Fauzan Adi Hermawan Afied Dien Haqsaleh Agniaturrizki, Agniaturrizki Agus Widyantoro Ahmad Taufiq Ahmad Yusuf Aini, Rahma Akmal, Muhamad Faiz Ammar, Faris Faisal Anggana Fitri Satwikasari anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Annisa Nurul Firdausi Ardlillah, Queen Fiqi Ari Widyati Purwantiasning Ariansyah, Ahmad Ariesinta, Dimiar Assa'adah, Putri Alvy Atik Puji Rahayu Aziza, Nur Azizah, Shofiah Nur Bakti Mulyani Bimatukmaru, Rustama Fasda Budi Utami Candik Fahtu Siam Agung Candra, Ayu Dwi Chairunisa Ayu Saputri choirul umom Dedi Hantono Dedi Hantono Delly Rachman Dewanto Harjunowibowo Dewi, Arista Novia Dzul Rachman, Dzul Edy, Nur Azizah Dikastuti Eka Fajar Nugraha Ekan Fitrianto Erna Andriyanti Fadhillah, Hilman Faiqoh, Avita Elok Fathin, Sayyid Muhammad Fatnalaila, Fatnalaila Feri, Zefki Okta Fikri, Ahmad Rifat Finta Lissimia Finta Lissimia, Finta Galih Prakasa Gultom, Aryadi Manuel Guntur is mawan guntur ismawan Handri Saputra Haryono Haryono Havidz, Ichsan I Putu Indra Kusuma Ibrahim, Muhammad Luthfi Idam Ragil Widianto Atmojo Indah Tri Susilowati Ista Maharsi Izwan Ariq Nursandi Jamilah Jamilah Jannatussholihah, Siti Kus Sri Martini Lukmanul Hakim Luluk Fajri Luqmanul Hakim Luqmanul Hakim Luqmanul Hakim Lusi Nurhayati Lutfi Prayogi M. Masykuri Maman Suryaman Margana Margana Marlin, Sri Masykuri Masykuri Micco Elfandi Mohammad Masykuri Muhammad Muslimin Muhammad Rivai Mulyantoro, Ahmad Azis N Nelfiyanti Nana Setiawan Nana Setiawan, Nana Ni Wayan Surya Mahayanti Norasiah, Norasiah Norma Eralita Noviyanti, Anggi Nur Ikhsan Nurfidianty Annafi Nursandi, Izwan Ariq Pertiwi, Octaviani Putri Pertiwi Prakasa, Galih Pranoto Pranoto Pratiwi, Rinta Dian Pratomo Widodo Priambudi Dwi Prasetyo PUGUH KARYANTO Raharja, Ernita Ratna Dewi Nur'aini Rifka Houtrina Rifka Houtrina, Rifka Rohmiyati, Nazillatur Rosyidah, Dyana Maftuhatu Rustama Fasda Bimatukmaru Rustama Fasda Bimatukmaru Saeful Bahri Saiful Anwar Sajidan Sajidan Salsabil, Annisa Jihan Saragih, Rode Arta Yuliani Sari, Desy Mutia Sarjono, Alfiyan Wahyudianto Sentot Budi Rahardjo Sentot Budi Raharjo Setyoningrum, Vita Diah Siti Mukminatun, Siti Sri Indriani Solehah Sri Mulyani Sri Yamtinah Sugirin Sugirin Suharsono Suharsono Sukarmin Sulis Triyono Sulistyo Saputro Suriani Ngah Abdul Wahab Suriani Ngah Abdul Wahab Suryadi Budi Utomo Syafrial Jamin Syaid Adi Putro Tanjung, Pradana Akbar Taufik Hidayat Thoriq Septiawan Titik Sudartinah Tri Aulia Mutia Rahma Guritno, Tri Aulia Mutia Tri Nanik Wulandari, Tri Nanik Umar, Nasir Wahyu Hidayat wahyu hidayat Waly, Muchamad Muchibbuddin Wardani, Umi Sismia Winarno, Widha Wipsar Siwi Dona Ikasari Wulandari, Nunik Herani Yeni Artanti Yeptadian Sari Zam, Fakhruddin Zam