p-Index From 2021 - 2026
5.415
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

ACTUATING PENDIDIKAN DALAM PANDANGAN AL-QUR’AN DAN HADITS Abusama, Qomaria; Asiah, Siti; Yasin, Zohra
Journal of Islamic Education Management Research Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Islamic Education Management Research (JIEMER)
Publisher : Pasca Sarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/jiemr.v1i1.242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep actuating dalam pandangan Al-Qur’an dan Hadits. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka dengan menggunakan metode kajian tafsir tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits. Hasil penelitian menemukan bahwa term actuating pendidikan dalam Al-Qur’an dan Hadits banyak ditunjukkan dengan kata fa’ala yaf’alu yang menunjukkan kata mengerjakan atau melaksanakan. Dalam Islam, pelaksanaan (actuating) pendidikan bertujuan untuk menyeimbangkan pertumbuhan dan perkembangan dari total kepribadian seorang insan manusia melalui pendidikan spiritual, intelektual, jasmani dan rohani manusia sehingga mampu meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Actuating pendidikan dalam Al-Qur’an dan hadits terdiri dari prinsip-prinsip, strategi dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberlangsungannya. Kepemimpinan, motivasi kerja, komunikasi, musyawarah, kerja sama hingga tanggung jawab didalam menanamkan nilai-nilai pendidikan secara hakiki merupakan komponen dalam pelaksanaan (actuating) pendidikan dalam AL-Qur’an dan Hadits.  
PENGELOLAAN KELAS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Wirnawati; Asiah, Siti; Otaya, Lian G
Journal of Islamic Education Management Research Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Islamic Education Management Research (JIEMER)
Publisher : Pasca Sarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/jiemr.v2i1.686

Abstract

Tujuan dari materi ini adalah untuk mengetahui pengelolaan kelas terhadap hasil belajar siswa.  Hasil penelitian di lapangan mengenai pengaruh pengelolaan kelas terhadap hasil belajar siswa adalah sebagai berikut: Pertama, guru selalu merencanakan pengelolaan  kelas agar mendapatkan hasil belajar yang baik. Pengelolaan kelas yang dilakukan guru meliput pengaturan fasilitas, pengaturan pengajaran dan pengaturan peserta didik. Kedua, untuk mendapatkan hasil belajar yang baik dapat dilakukan dengan memberikan apresiasi dan persepsi terhadap siswa sebelum mulai pembelajaran di kelas,memberikan rasa aman dan nyaman dalam kelas untuk dapat mengikuti pembelajaran, menciptakan hubungan yang baik sesama siswa serta siswa dengan guru sehingga tercipta suasana kekeluargaan antar warga sekolah pada umumnya dan warga kelas pada khususnya. kesimpulan bahwa Pengelolaan Kelas merupakan suatu ilmu yang mengatur bagaimana proses dari pembelajaran yang ada di kelas, baik dalam hal pengaturan kelas, pengaturan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa dan guru untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama yaitu mencapai hasil yang di inginkan.
Pendampingan Belajar Anak Melalui Program “Ujar Dacil” Dengan Environmental-Based Learning Ulwiyah, Nur; Mutaqin, Imam; Widiana, Galuh Tisna; Asiah, Siti; Nurjanah, Eka; Maftuhatin, Lilik; Syafi’i, Muhammad; Hakim, Dhikrul
Jurnal Dedikasi Pengabdian Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2025): Januari
Publisher : CV Najmi Edu Creative

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64008/50j9fw58

Abstract

Pendampingan belajar anak melalui program Unipdu Mengajar di Daerah Terpencil (Ujar Dacil) di Dusun Mungut bertujuan untuk meningkatkan minat belajar, keterampilan akademik, dan karakter anak-anak dengan memanfaatkan pendekatan environmental-based learning. Pendampingan ini dilaksanakan selama tiga bulan yaitu November 2024 s/d Januari 2025, dengan diikuti 32 responden. Program ini dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna melalui eksplorasi lingkungan sekitar sebagai sumber utama pembelajaran. Pendekatan ini diambil karena lingkungan memiliki potensi besar sebagai media belajar yang interaktif dan dapat membantu anak-anak memahami konsep-konsep abstrak secara nyata. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pendampingan ini yaitu ABCD (Assets Based Community Development). Metode ABCD adalah konsep pengembangan masyarakat yang didasarkan pada aset lokal yang terdapat di Dusun Munggut. Metode ini diaktualisasikan melalui eksplorasi lingkungan, diskusi kelompok, permainan edukatif, dan kegiatan kreatif berbasis alam. Anak-anak diajak mengenali elemen lingkungan, seperti tumbuhan dan ekosistem lokal, serta memanfaatkannya dalam aktivitas belajar. Selain itu, program ini juga melibatkan masyarakat lokal, termasuk tokoh masyarakat, guru TPQ, dan pengurus karang taruna, untuk menciptakan suasana belajar yang kolaboratif. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan minat belajar anak-anak, membangun kreativitas, serta menanamkan nilai-nilai karakter, seperti kerja sama, tanggung jawab, dan cinta lingkungan. Anak-anak menjadi lebih antusias dalam mengikuti kegiatan, memahami konsep pembelajaran dengan lebih baik, serta menunjukkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Kesimpulannya, program ini berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu meningkatkan kualitas belajar anak-anak di Dusun Mungut melalui pendekatan berbasis lingkungan. Program ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dengan membangun kolaborasi antara berbagai pihak. Pendekatan environmental-based learning dapat dijadikan model pembelajaran di daerah terpencil lainnya untuk menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pendidikan Keluarga dalam Kematangan Sosial Remaja yang Berstatus Anak Tunggal Nursalim, Eko; Mubaidilla, Miftakhul Rizal; Asiah, Siti; Nurminah, Nurminah; Jannah, Miftahul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14317

Abstract

Penelitian ini mengkaji bentuk kematangan sosial dan pendidikan keluarga terhadap kematangan sosial remaja yang berstatus sebagai anak tunggal. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dalam metodenya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman subjektif remaja tunggal yang berfokus pada aspek kematangan sosial. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga remaja yang berstatus sebagai anak tunggal. Hasilnya menunjukkan bahwa remaja tunggal memiliki kemampuan mandiri dalam mengurus kebutuhan sehari-hari dan mengelola keuangan, waktu, serta barang. Pendidikan keluarga, seperti pemberian struktur, dukungan emosional, dan kebebasan, berkontribusi pada pembentukan kematangan sosial mereka. Implikasi teoritis dan praktis dari penelitian ini didiskusikan dalam konteks perkembangan remaja tunggal.
Kompetensi Guru Dalam Mendidik Murid di Indonesia (Tinjauan Normatif Berbasis Paradigma Ulama Timur Sebagai Pendekatan) Asiah, Siti; Resky, Muhammad; Pratama, Yosse Amanda
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, Mei 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v5i2.2264

Abstract

The quality of education in Indonesia is one of the most important factors in achieving the goal of quality education. Various methods are applied if without competent and professional teachers, it is impossible for educational goals to be achieved. The purpose of this study is to explore the views of Eastern scholars, such as Imam an-Nawawi and al-Ghazâlî, on the traits and competencies that must be possessed by a teacher in educating students. The method in this research uses the literature study method, which begins with data collection, recording, and classification based on relevance. Then, the descriptive analysis approach is used to find facts and results of ideas, which are then generalised in the form of descriptions. After that, the researcher draws conclusions to prove the issues discussed. The results showed that based on the synthesis of the thoughts of Imam Ghazali, Imam Nawawi and Imam Amin Kurdi related to teacher competence, namely the pedagogical aspect, which includes mastery of material, understanding of students, curriculum development, and learning assessment. Personality aspects, which include a mature, wise, wise, patient, sincere, and authoritative personality. Professional aspects, which include mastery of various sciences related to the field of study they teach. Social aspects, which include the ability to communicate, work together, and build relationships.
Relevansi Semboyan Ki Hajar Dewantara Sebagai Pedoman Guru Asiah, Siti; Nafiah, Nafiah; Muliawati, Indah Shaum; Ramadhani, Muhammad Syakhil Afkar
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, Mei 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v5i2.2273

Abstract

This research aims to determine the relevance of Ki Hajar Dewantara's motto as a teacher's guide. The method applied in this research is qualitative by conducting literary research using journals and books available on the internet. The results of the research show that the three mottos coined by Ki Hajar Dewantara are Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Having a strong bond, with the teacher as a facilitator, must be a role model for students, because in the world of formal education, it is the teacher who controls students' cognitive, emotional and psychomotor development. There is a very strong influence on the education system in Indonesia which no longer applies like the education system outside but has implemented a character and culture education system in the world of education. Due to the existence of an education system, an ideal educator can be a role model for his students so that they can determine the true future of the world.
The Values of Islamic Education in The Tradition of Tolabalango and Madduta Asiah, Siti
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 20, No 2 (2018): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v20i2.4719

Abstract

Motolobalango and Madduta-Mamanu-manu customs in the courtship tradition of Gorontalo tribe and Bugis tribe have institutionalized in society. Motolobalango is carried out when the families of both parties have carried out dulohupa (meeting), while Madduta-Mamanu-manu is carried out when a boy proposes to a girl. These two customs have their own characteristics, yet in certain cases the process has similarities and differences. This study discusses the implementation of courtship tradition in Islamic perspective and analyses the values of Islamic education contained in this tradition. The values of Islamic education are the attributes inherent in education to achieve the purpose of human life, namely to serve God, the Almighty. The value in Islamic education is something which is helpful and useful for humans after undergoing a process of effort carried out consciously and intentionally, so that the behavior of a person or society changes from a certain state to a better state. The results of the analysis showed that courtship tradition contains the value of tolerance and cooperation, as well as social, economic and religious values. Tradisi Motolobalango dan Madduta-Mamanu-manu dalam adat peminangan suku Gorontalo dan masyarakat suku Bugis merupakan tradisi yang telah melembaga dalam kehidupan bermasyarakat. Proses Motolobalango dilakukan ketika keluarga kedua belah pihak telah melakukan dulohupa (perjumpaan). Sementara Madduta-Mamanu-manu dilakukan dalam meminang atau melamar gadis. Dua tradisi adat ini memiliki karakter yang dalam hal-hal tertentu prosesinya memiliki persamaan dan perbedaan. Kajian ini mengangkat tentang penyelenggaraan tradisi adat peminangan dalam perspektif Islam serta menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tradisi tersebut. Nilai-nilai pendidikan Islam adalah sifat-sifat yang melekat pada pendidikan untuk mencapai tujuan hidup manusia yaitu mengabdi pada Allah SWT. Jadi, nilai dalam pendidikan Islam adalah sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi manusia setelah menjalani proses upaya yang dilakukan secara sadar dan sengaja sehingga perilaku seseorang atau masyarakat berubah dari keadaan tertentu ke suatu keadaan yang lebih baik. Hasil analisis menunjukkan bahwa tradisi peminangan tersebut memiliki nilai toleransi, kerjasama, sosial, ekonomi dan religi.
GURU DALAM PANDANGAN BUYA HAMKA Asiah, Siti; Islami, Tasya Bilkis; Anisa, Nur; Marpuah, Dewi Siti; Aldiansyah, Muhammad
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.26474

Abstract

Dalam dunia pendidikan guru menjadi tokoh utama yang sangat berperan penting. Dalam penulisan makalah ini mengangkat topik tentang pendidik atau guru, adab belajar pengajar, dan guru profesional dalam sudut pandang Buya Hamka. Hamka, merupakan sebagai tokoh yang mencetus beberapa hal yang terkait dengan pendidikan. Tujuan dari penulisan makalah ini ialah untuk mengetahui bagaimana Pandangan Buya Hamka tentang guru, adab belajar dan pengajar, guru profesional. Hasil dalam penulisan mununjukan bahwa, pendidik merupakan seseorang yang bertanggung jawab dalam mempersiapkan dan mengantarkan peserta didik agar memiliki ilmu pengetahuan yang luas, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi lingkungan masyarakat secara menyeluruh. seseorang yang sedang menuntut ilmu tidak akan mendapatkan ilmunya dan tidak akan mendapatkan sebuah kemanfaatan dari ilmu tersebut, kecuali dengan taat atau menakzimkan ilmu dan para ahlinya, dan juga memuliakan dan menghormati kepada setiap gurunya. Dalam keberhasilan dalam tujuan pembelajaran menunjukan seorang guru mampu menjalankan tugasnya dengan secara baik.
Co-Authors Abd. Rahman Abdul Aziz Abdul Aziz, Malik Abusama, Qomaria Acep Mulyadi Ahmad Saepurohman, Aam Ainur Rofieq Aldiansyah, Muhammad Amin, Fathul Ana Amalia, Ana Angrian Permana, Angrian apriani, sri Arifin, Muhammad Husni Aulawi, Muhammad Aulia Ayu Rohayah Ayu Puji Rahayu Dewi Liesnoor Setyowati Dhikrul Hakim Dian Apricellina, Hafizah Eka Nurjanah Eko Nursalim, Eko Erni Suharini Faisal Hakim, Muhammad Fauzi, M. Ismul Firmansyah, Ridwan Fitria, Mawaddatul Fitriani, Mustika Gunawan, Syahrul Harmaen, Harmaen Hashim, Mohmadisa Hayaturraiyan, Hayaturraiyan Hsb, Akmal Rizki Gunawan Ilyas Idris Imam Mutaqin, Imam Imron Rosyadi Inggriyani, Feby Islami, Tasya Bilkis Komala Sari, Lulu Lian G Otaya Liana, Risma Lilik Maftuhatin, Lilik Lubis, Rabiyannur Mahfud Ifendi Marpuah, Dewi Siti Masithoh, Masithoh Maulidina, Ana Meinal, Istari Rezkia Miftahul Jannah Mubaidilla, Miftakhul Rizal Muhammad Fadhil Muhammad Khairil MUHAMMAD SAID Muhammad Yunus Muliawati, Indah Shaum Muqoramaturrahmah, Qori Mustapa  Khamal  Rokan Musyaffa, A A Musyaffa, AA Muttaqin, Izanatul Nafiah, Nafiah Naila, Syafiatu Nandika, Riko Ilham Nani Hidayati, Nani Nayan, Nasir Nur Anisa Nur Asikin nur ulwiyah Nurminah, Nurminah Nurusshobah, Nurusshobah Paizin, Khaerul Pauzan Haryono Pratama, Yosse Amanda Priyambudi, Setyo Tri Purnama Putra, Purnama Rabiannur, Rabiannur Rahma Sari, Rahma Ramadhani, Muhammad Syakhil Afkar Rapiko Ratna Komalasari, Ratna Rendi Rendi, Rendi Reno Firdaus Resky, Muhammad Riana, Wanda Rizki Gunawan Hsb, Akmal Rosnawati Rustandi, Tata Saepulloh, Aep Selmi, Selmi Setiawati Setiawati Shalihah, Imraatus Sinaga, Ricky Aldiansyah Siswati, Maya Siti Latifah Siti Latipah Suci Wulandari Sukma Ria Qurrota Ayun, Zuzun Sukrin, Sukrin Surya Iswan, Ahmad Safwan Sya, Mega Febriani Syafi’i, Muhammad Syahrizan, Wan Dedy Tahir, Muh. Tarmizi Tuti Supriyanti Asofi Ubaidah, Siti Widiana, Galuh Tisna Wirnawati Yahya, Fizian Yarmi, Gusti Yayat Suharyat Yeni Juarsih, Neng Yoyo Hambali Yulia, Rini Yuliana, Rosnita Zakia Arafat, Litsa Zakirak, Zayidi Zohra Yasin, Zohra Zulfandi, Zulfandi