Articles
PERSEPSI MASYARAKAT MENGENAI CULTURE DIVERSITY LITERACY DI KASEPUHAN SINAR RESMI KECAMATAN CISOLOK KABUPATEN SUKABUMI
Rusmana, Agus;
Siti Khadijah, Ute Lies;
Rizal, Edwin;
Anwar, Rully Khairul
Prosiding Magister Ilmu Komunikasi Buku A- Komunikasi Publik Dan Dinamika Masyarakat Lokal
Publisher : Prosiding Magister Ilmu Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (208.389 KB)
Kearifan lokal merupakan pemahaman masyarakat dalam memahami tata nilai kehidupan yang menyatu dalam bentuk religi, budaya dan adat istiadat. Dalam perkembangannya masyarakat melakukan adaptasi dengan lingkungann sehingga memahami konsep kearifan dalam wujud pengetahuan atau ide, peralatan, dipadu dengan norma adat, nilai budaya, aktivitas mengelola lingkungan guna bersinergi dengan lingkungan sebagai tempat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Konsep pola adaptasi masyarakat diwariskan secara turun temurun menjadi pedoman dalam melestarikan hutan yang berada dalam pengawasan komunitas dan kepemilikan masyarakat di Kesepuhan Sinar Resmi terletak di Desa Sirna Resmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi yang terletak diantara perbatasan Provinsi Jawa Barat dan Banten. Daerah ini kategori daerah Adat yang dikenal dengan sebutan âKesatuan Adat Banten Kidul Kasepuhan Sinar Resmiâ. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pemanfaatan kelembagaan dapat menjadi sarana yang efektif jika disesuaikan dengan definisi masyarakat tentang kelembagaan yang dimilikinya. makna subyektif masyarakat terhadap hutan memiliki posisi sentral bagi pelestarian dan pemanfaatan hutan untuk berkehidupan masyarakat sekitarnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Partisipatory Rural Aprisal (PRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kasepuhan Sinar Resmi memiliki literasi cukup mengenai keragaman budaya masyarakat dari luar kasepuhan dan bersedia menerima kehadiran masyarakat, dan selanjutnya bersedia bekerjasama dan mendukung program pemerintah selama dinilai selaras dengan budaya dan tradisi kasepuhan.
APRESIASI MASYARAKAT DESA TERHADAP PENYEBARAN INFORMASI PUBLIK MELALUI MEDIA TRADISIONAL (Studi Kasus pada Masyarakat Pedesaan di Desa Pangalengan Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung)
Anwar, Rully Khairul;
Budiono, Agung;
Budiono, Agung;
Khadijah, Ute Lies;
Khadijah, Ute Lies
Prosiding Magister Ilmu Komunikasi Buku B - Komunikasi Publik Dan Dinamika Masyarakat Lokal
Publisher : Prosiding Magister Ilmu Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (117.394 KB)
Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya temuan di lapangan, terkait penggunaan media tradisional di tengah-tengah masyarakat sebagai media informasi. Keberadaan media tradisional tersebut menjadi penunjang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dengan mudah. Penelitian ini dilakukan di desa Pangalengan Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Di desa Pangalengan Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, ada sebuah fenomena menarik, dimana warga masyarakatnya kerap menggunakan media tradisional berupa wayang golek, alunan musik tradisional untuk mengkomunikasikan pesan-pesan pembangunan. Penelitian ini bertujuan, Perta, untukuk mengetahui apresiasi masyarakat di desa Pangalengan terhadap keberadaan media tradisional. Kedua, untuk mengetahui pendapat masyarakat desa Pangalengan terhadap materi informasi dalam media tradisional, dan Ketiga, untuk mengetahui peran media tradisional dalam penyebaran informasi pembangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu berusaha menggambarkan secara cermat suatu fenomena tertentu. Penelitian ini berusaha mengembangkan konsep dan menghimpun fakta tetapi tidak melakukan hipotesa. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan adalah riset terpancang (Embeded Qualitative Research), yaitu suatu pendekatan penelitian yang memusatkan studi pada beberapa aspek yang dipilih berdasarkan kepentingan, tujuan dan minat penelitian atau sering juga disebut sebagai studi kasus.
Kata Kunci: Apresiasi, masyarakat desa, informasi publik, media tradisional
APRESIASI MASYARAKAT DESA TERHADAP PENYEBARAN INFORMASI PUBLIK MELALUI MEDIA TRADISIONAL (Studi Kasus pada Masyarakat Pedesaan di Desa Pangalengan Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung)
Anwar, Rully Khairul;
Budiono, Agung;
Budiono, Agung;
Khadijah, Ute Lies;
Khadijah, Ute Lies
Prosiding Magister Ilmu Komunikasi Buku B - Komunikasi Publik Dan Dinamika Masyarakat Lokal
Publisher : Prosiding Magister Ilmu Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (117.394 KB)
Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya temuan di lapangan, terkait penggunaan media tradisional di tengah-tengah masyarakat sebagai media informasi. Keberadaan media tradisional tersebut menjadi penunjang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dengan mudah. Penelitian ini dilakukan di desa Pangalengan Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Di desa Pangalengan Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, ada sebuah fenomena menarik, dimana warga masyarakatnya kerap menggunakan media tradisional berupa wayang golek, alunan musik tradisional untuk mengkomunikasikan pesan-pesan pembangunan. Penelitian ini bertujuan, Perta, untukuk mengetahui apresiasi masyarakat di desa Pangalengan terhadap keberadaan media tradisional. Kedua, untuk mengetahui pendapat masyarakat desa Pangalengan terhadap materi informasi dalam media tradisional, dan Ketiga, untuk mengetahui peran media tradisional dalam penyebaran informasi pembangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu berusaha menggambarkan secara cermat suatu fenomena tertentu. Penelitian ini berusaha mengembangkan konsep dan menghimpun fakta tetapi tidak melakukan hipotesa. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan adalah riset terpancang (Embeded Qualitative Research), yaitu suatu pendekatan penelitian yang memusatkan studi pada beberapa aspek yang dipilih berdasarkan kepentingan, tujuan dan minat penelitian atau sering juga disebut sebagai studi kasus.
Kata Kunci: Apresiasi, masyarakat desa, informasi publik, media tradisional
PENYEBARAN INFORMASI KESEHATAN MELALUI TAMAN BACAAN MASYARAKAT AL-HIDAYAH DESA CITIMUN KABUPATEN SUMEDANG
Budiono, Agung;
Sukaesih, Sukaesih;
Khadijah, Ute Lies Siti
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (497.478 KB)
Taman bacaan masyarakat (TBM) merupakan jantung pendidikan masyarakat
sehingga diharapkan mampu memotivasi dan mengembangkan minat, kegemaran
hingga pada informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pengembangan Taman
Bacaan Masyarakat (TBM) tidak hanya ditentukan oleh keinginan dan sikap
masyarakat terhadap lingkungan kondisi masyarakat, tetapi juga ditentukan oleh
ketersediaan dan kemudahan akses terhadap informasi yang dapat diperoleh.
Kemudahan akses adalah tersedianya sarana dan prasarana dimana masyarakat dapat
dengan mudah memperoleh informasi tentang kesehatan. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk memberikan gambaran tentang penyebaran literasi informasi kesehatan
melalui kegiatan yang ada di TBM Desa Citimun Kecamatan Cimalaka Kabupaten
Sumedang. Urgensi penelitian adalah meningkatkan pemahaman literasi
kesehatanyang menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan kualitas manusia dan
produktivitas. Penelitian ini akan mengidentifikasi peran pemahaman masyarakat
terhadap kesehatan.Penelitian ini akan menggunakan metoda action research atau
penelitian tindakan yang akan dibagi ke dalam dua tujuan kegiatan. Tujuan pertama,
untuk melakukan assessment kondisi eksisting upaya pemahaman masyarakat
terhadap kesehatan yang saat ini dilakukan; termasuk di dalamn ya cara
mengidentifikasi pemahaman masyarakat dalam mengadaptasi media;
mengidentifikasi efektifitas media komunikasi untuk memperoleh informasi yang
digunakan saat ini; dan mengidentifikasi komponen TBMdengan melakukan
kerjasama dalam menyebarkan kesehatan. Tahap kedua, bertujuan untuk
merumuskan model keberadaan TBM dalam konsep penyebaran literasi kesehatan.
Kata Kunci: Literasi Kesehatan, Penyebaran Informasi, Taman Bacaan Masyarakat
KEGIATAN PRESERVASI DI MUSEUM DALAM MELESTARIKAN BUDAYA
Damayani, Ninis Agustini;
Rusmana, Agus;
Khadijah, Ute Lies Siti
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (613.312 KB)
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang tindakan pencegahan kerusakan pada
koleksi manuskrip yang dimiliki Musium Sri Baduga. Pendokumentasian dengan
upaya untuk melestarikan nilai budaya yang terkandung dalam manuskrip. Penelitian
ini menggunakan metode deskpriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui 3 metode yaitu studi pustaka, interview dan observasi. Pengamatan yang
akan dilakukan selain pemahaman dalam konteks budaya juga melihat pada aspek
teknis yaitu penyimpanan dengan suhu dan kelembaban udara yang tepat,
pelaksanaan perawatan yang sesuai dengan budaya yang dianut, maka keberadaan
manuskrip dapat dipertahankan dan dihindarkan dari kerusakan. Selain itu tindakan
alih bentuk ke media digital juga dilakukan untuk menghindarkan kerusakan fisik
koleksi manuskrip, walaupun isi manuskrip tetap dapat dimanfaatkan untuk berbagai
keperluan. Nilai guna manuskrip dari pendokumentasian ini tidak hanya bersifat
informatif, historis dan edukatif, tetapi lebih banyak bernuansa budaya karena
memang tujuan dari pendokumentasian ini lebih banyak diarahkan untuk tujuan
pengembangan budaya dalam hal pengenalan masyarakat terhadap pemahaman nilai
guna manuskrip sebagai aset dan warisan yang tidak ternilai. Melalui metode
penelitian kualitatif, dengan informan sebanyak sepuluh orang yang bekerja di
museum, maka diperoleh hasil bahwa penyimpanan dengan suhu dan kelembaban
udara yang tepat serta fumigasi yang teratur, maka keberadaan manuskrip dapat
dipertahankan dan dihindarkan dari kerusakan.
Kata Kunci: Pelestarian, Museum, Budaya
PENGETAHUAN LOKAL MASYARAKAT DAN KELANGSUN-GAN WARISAN BUDAYA NASKAH KUNO DI KABUPATEN CIAMIS
Khadijah, Ute Lies Siti;
-, Sukaesih;
Rejeki, Diah Sri
EDUTECH Vol 16, No 3 (2017): PERGESERAN DAN PERAN MEDIA DIGITAL
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/e.v16i3.8507
Abstract.The manuscript that has been found in Ciamis Regency is 15 manuscripts, and only 3 manuscripts have been inventoried and clearly described the form and content. This proves there are still many ancient manuscripts that have not been identified by the agency or the researchers, so there is no picture of the form or content of the manuscript. Seeing the atti-tude of different owners of the manuscript, and still very minimal efforts to save the ancient man-uscripts physically the possibility of extinction manuscripts that are in the community is very large. One of the activities that support the preservation of cultural heritage is preservation by documenting. The purpose of this research is to know the status and condition of ancient manu-script in order to support documentation activity. The research method used is qualitative with the design of action research. The results showed that (1) Identify the existence of ancient manu-scripts scattered in Kabupaten Ciamis. (2) Identification of ancient manuscripts viewed from a socio-cultural point of view (3) Treatment of local people against ancient manuscripts. The con-clusion of this study is the status and condition of the ancient manuscripts in Ciamis Regency is still apprehensive because people's understanding of the importance of the ancient script for the continuity of cultural heritage is still low. Thus, further actions on the importance of loving the cultural heritage of our own country is needed, one of it documentation activities.Abstrak. Naskah yang sudah berhasil di temukan keberadaannya di Kabupaten Ciamis berjumlah 15 naskah, dan baru 3 naskah yang sudah di inventarisasi dan dideskripsikan bentuk dan isinya secara jelas. Hal ini membuktikan masih banyak naskah-naskah kuno yang belum teridentifikasi keberadaannya oleh dinas ataupun pihak peneliti, sehingga tidak ada pula gam-baran mengenai bentuk ataupun isi naskah tersebut. Melihat sikap pemilik naskah yang berbeda-beda, serta masih sangat minimnya upaya penyelamatan naskah-naskah kuno secara fisik maka kemungkinan kepunahan naskah yang berada di masyarakat sangat besar. Salah satu kegiatan yang mendukung kelestarian warisan budaya adalah pelestarian dengan cara mendokumentasi-kan. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui status dan kondisi naskah kuno guna menunjang kegiatan dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Identifikasi keberadaan naskah kuno yang tersebar di Kabupaten Ciamis. (2) Identifikasi naskah kuno dilihat dari sudut pandang sosial budaya (3) Perlakuan masyarakat lokal terhadap naskah kuno. Kes-impulan dari penelitian ini adalah status dan kondisi naskah kuno di Kabupaten Ciamis masih memprihatinkan karena pemahaman masyarakat terhadap arti penting naskah kuno bagi ke-langsungan warisan budaya masih rendah. Maka diperlukan suatu tindakan lebih lanjut mengenai pentingnya mencintai warisan budaya yang dimiliki negri sendiri, salah dengan kegiatan dokumentasi.
IDENTIFIKASI FAKTOR PERUSAK PADA NASKAH KUNO KABUYUTAN CIBURUT GARUT
Khadijah, Ute Lies siti;
Rizal, Edwin;
Sri Rejeki, Diah
Edulib Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/edulib.v9i2.17865
Naskah kuno lebih rentan rusak dibandingkan dengan benda cagar budaya yang lain. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui identifikasi faktor perusak pada naskah kuno Kabuyutan Ciburuy, Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun hasil dari penelitian menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor perusak, antara lain: (1) faktor iklim dan tempat penyimpanan, (2) faktor cahaya, (3) faktor biota, (4) faktor kima dan (5) faktor bencana. Kesimpulannya naskah kuno perlu perawatan dan penanganan yang sesuai standar agar dapat terpelihara dengn baik.
THE IMPACT OF USING INSTAGRAM SOCIAL MEDIA ON STUDENT CONSUMPTIVE BEHAVIOR
Anwar, Rully Khairul;
Sjoraida, Diah Fatma;
Khadijah, Ute Lies Siti;
Rahman, M. Taufiq
Record and Library Journal Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : D3 Perpustakaan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20473/rlj.V6-I1.2020.80-88
Background of the study: The online shop is a process of buying and selling transactions conducted by the public through the internet media. We don't have to leave the house, people can have the items they want through an online shop. The use of the internet by students cannot be separated, including using in consumption patterns through online shops. The existence of the development of telecommunications technology, online shop currently makes it easy for students to make transactions or market products, goods and services. They are not only consumers, but also online shop business people.Purpose: This study aims to determine the impact of the use of Instagram on consumptive behavior of Islam-based students in Bandung.Method: This qualitative research uses a descriptive method by taking a location on an Islamic-based campus in Bandung.Findings: There is a rationalization behind the use of Instagram of female students, in addition it was also found that female students use Instagram mainly for the improvement and adjustment of lifestyle with trending topics, especially the style of the artist. For those who have more money, the students also make online transactions to buy clothes they like.Conclusion: 1) Instagram is a phenomenal social media among female college students because users are spoiled with various features available on Instagram, 2) the campus provides a large bandwidth so they can access Instagram more easily, and 3) the impact of expanding access to the internet becomes they are more consumptive to do transactions face to face.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Generasi Y Mengenai Aktivitas Wisata Trekking
Dewi, Susianty Natalia;
Khadijah, Ute Lies Siti;
Munajat, Enjat
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 4, No 2 (2021): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (October Edition)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jithor.v4i2.36301
ABSTRACTThe increasing need for tourism amidst limited wiggle room during the COVID-19 pandemic makes tourists look for alternative tourism. One of them is by trying adventure tourism in the form of trekking. Trekking is a sports activity with sports characteristics that physically leads to a healthy lifestyle while having an element of travel. But there are still many people who don’t know not even understand the information about trekking tourism. The purpose of this research is to see an overview of the level of knowledge of generation Y people regarding trekking tourism. The selection of generation Y people as respondents in this study is because generation Y society has more experience, high understanding and mastering digitalization. This research is a quantitative descriptive method. Data collection techniques using questionnaire with 200 respondents, then the data was analyzed with univariate analysis using Guttman Scale. The results showed that the general description of knowledge about trekking tourism showed a high level of knowledge, which is 80.1% from 100%, while the specifically description of knowledge about trekking tourism showed a relatively less level of knowledge, which is 73.63% from 100%. In general, the average percentage of both shows a high level of knowledge of respondents in understanding the description of trekking tourism which is 76.87% from 100%.Keywords : Trekking; Adventure tourism; Sports tourism; Generation Y. ABSTRAKMeningkatnya kebutuhan pariwisata di tengah terbatasnya ruang gerak selama pandemi COVID-19 membuat wisatawan mencari alternatif wisata. Salah satunya dengan mencoba wisata petualangan berupa trekking. Trekking merupakan suatu kegiatan olahraga dengan karakteristik sportif yang secara fisik mengarah pada gaya hidup sehat sekaligus memiliki unsur berwisata. Namun masih banyak masyarakat yang belum mengenal bahkan tidak memahami informasi mengenai wisata trekking. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran tingkat pengetahuan masyarakat generasi Y mengenai wisata trekking. Dipilihnya masyarakat kategori generasi Y sebagai responden dalam penelitian ini dikarenakan masyarakat generasi Y memiliki lebih banyak pengalaman, pemahaman tinggi dan menguasai digitalisasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan 200 responden, kemudian data dianalisis dengan analisis univariat menggunakan Skala Guttman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran tingkat pengetahuan secara umum mengenai wisata trekking menunjukkan tingkatan pengetahuan yang tinggi, yaitu sebesar 80,1% dari 100%, sedangkan gambaran tingkat pengetahuan secara khusus mengenai wisata trekking menunjukkan tingkatan pengetahuan yang masih relatif kurang, yaitu sebesar 73,63% dari 100%. Secara garis besar rata-rata dari persentase keduanya menunjukkan tingkat pengetahuan responden yang cukup tinggi dalam memahami gambaran wisata trekking yaitu 76,87% dari 100%.Kata Kunci : Trekking; Wisata petualangan; Wisata olahraga; Generasi Y.
Perubahan Pola Komunikasi dalam Proses Pembelajaran di Pondok Pesantren pada Masa Pandemi Covid-19
Fakhri Zakaria;
Deddy Mulyana;
Tine Silvana Rachmawati;
Ute Lies Siti Khadijah;
Ilham Gemiharto;
Hanny Hafiar
CoverAge: Journal of Strategic Communication Vol 12 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35814/coverage.v12i2.2349
Situasi pandemi Covid-19 mengubah pola pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh berbasis virtual. Perubahan dalam waktu singkat ini merupakan pengalaman baru bagi insitusi pendidikan, termasuk pondok pesantren. Karakter khusus pondok pesantren mulai dari aspek ruang fisik hingga pola komunikasi menjadi pembelajaran yang berani sebagai kondisi baru yang menuntut adanya adaptasi. Artikel ini memetakan perubahan pola komunikasi di pondok pesantren serta masalah-masalah yang timbul melakui analisis pada tingkatan meso dan mikro dengan melakukan kajian literatur jurnal nasional dan internasional yang membahas pola komunikasi dalam proses pembelajaran di pondok pesantren selama masa pandemi Covid-19 dengan obyek metode pembelajaran, pola komunikasi, dan kebijakan institusional pondok pesantren. Dari hasil analisis, terdapat pola komunikasi baru yang muncul sebagai imbas pola pembelajaran yang baru pondok pesantren serta keberadaan teknologi komunikasi dan informasi yang menyertainya. Pemahaman terhadap perubahan pola komunikasi ini dapat membantu dalam merumuskan kebutuhan pola pembelajaran yang juga ikut berubah.