p-Index From 2021 - 2026
6.318
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Praktik Sosiokultural Hegemoni dalam Buku Teks Bahasa Indonesia SMA Kelas XII Kurikulum 2013 Anwar, Amriyadi; Santoso, Anang; Martutik, Martutik; Alifian, Muhammad Afnani
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2024): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v8i2.3482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai 1) aspek situasional hegemoni, (2) aspek institusional hegemoni, dan (2) aspek sosiokultural hegemoni dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas XII kurikulum 2013. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Orientasi teoretis yang digunakan sebagai analisis penelitian adalah Analisis Wacana Kritis (AWK) menurut Norman Fairclough. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga teknik, yaitu teknik dokumentasi, teknik baca, dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis wacana kritis yang dikembangkan oleh Fairclough (2013). Terdapat tiga tahapan dalam teknik analisis wacana kritis Fairclough, yaitu deskripsi, interpretasi, dan eksplanasi. Hasil penelitian ini Terdapat upaya hegemoni dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas XII kurikulum 2013 dalam tiga aspek, yaitu situasional, institusional dan sosiokultural. Rekomendasi untuk penelitian berikutnya diharapkan dapat memperluas bahan kajian sehingga mampu memberikan kontribusi untuk evaluasi buku teks sebagai pedoman pembelajaran di sekolah.  Kata Kunci: Praktik; Sosiokultural; Hegemoni; Buku Teks; Bahasa Indonesia
Principal-shared instructional leadership in differentiated instruction classrooms: its effect on pedagogical practices Astutik, Pipit Pudji; Setyosari, Punaji; Santoso, Anang; Hadi, Syamsul; Kusumaningrum, Shirly Rizki
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 10, No 3 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020243790

Abstract

This article examines the effect of principal-shared instructional leadership, learners’ characteristics, and differentiated instruction strategies support on the quality of pedagogical practices mediated by classroom interventions. This instructional strategy is used along with the implementation of the independent curriculum, and teachers have to pay attention deeply to students’ learning needs. This study was conducted as explanatory research on mover teachers throughout Indonesia, and 890 teachers participated voluntarily. Path analysis is utilized to estimate variables relationships. The study revealed that principal-shared instructional leadership and differentiated strategies positively and directly affect the quality of pedagogical practices, and learners’ characteristics only contribute to an indirect effect. The findings suggest that school principals have significant roles in mobilizing stakeholders and facilitating learning resources for providing classroom interventions appropriately for students to learn. As an implication, accomplishing the quality of pedagogical practices will be able to achieve students’ learning performances.
Pengalaman dalam Bahasa Indonesia: Kategorisasi dan Metafora Konseptual Hanum Lintang Siwi Suwignyo; Anang Santoso; Martutik
Linguistik Indonesia Vol. 43 No. 1 (2025): Linguistik Indonesia
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/li.v43i1.754

Abstract

Riset ini bertujuan untuk menelusuri konsep pengalaman sebagai dasar pemikiran linguistik kognitif secara umum dalam bahasa Indonesia. Data bebas konteks dalam penelitian ini adalah 300 kata pengalaman yang berasal dari korpus menu kolokasi di laman KOIN (Korpus Indonesia oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi) dan 42 data terikat konteks dari kata pengalaman yang berasal dari cuitan di Twitter. Kategorisasi dianalisis dengan menyusun seluruh data lalu dinalarkan berdasarkan kesamaan dan keterkaitan hal yang melingkupinya. Reduksi data dilakukan untuk data yang tidak memiliki kesamaan  dengan yang lain. Setelah itu data disimpulkan dengan menggunakan teori kategorisasi Rosch (1978). Metafora konseptual dianalisis dengan mendaftar ekspresi bahasa yang masuk dalam kategori yang sama. Kemudian unsur dasar pengalaman dipilah sebagai unsur utamanya, dan unsur penjelasnya digunakan sebagai backgrounding. Setelah itu, makna ekspresi kebahasaannya dipetakan satu persatu dan  ditarik kesimpulannya. Data dianalisis secara lebih dalam dengan menggunakan teori metafora konseptual oleh Lakoff (1990). Hasilnya ditemukan kategori pengalaman inderawi dan kategori emosi sebagai kategori sentral. Kategori pengalaman inderawi memiliki kategori periferal berupa kategori personal dan kuantitatif, sedangkan kategori pengalaman emosi berupa kategori emosional, spiritual, dan material. Ada enam metafora konseptual pengalaman dalam bahasa Indonesia yang ditemukan, yakni PENGALAMAN ADALAH GURU, PENGALAMAN ADALAH INTERAKSI, PENGALAMAN ADALAH WARISAN, PENGALAMAN ADALAH RUANG, PENGALAMAN ADALAH TAHAPAN, dan PENGALAMAN ADALAH VARIABEL MATEMATIS.
Errors in Descriptive Essay Text for Fifth-Grade Elementary School Students Abdurahim, Antasary; Santoso, Anang; Harsiati, Titik
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 11 No. 2 (2023): August
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v11i2.68956

Abstract

Writing activities make students active in learning and stimulate the ability to put words together. However, teachers need help guiding students in learning to write. This research analyzes errors in the descriptive text of fifth-grade elementary school students. This type of research is qualitative descriptive research. The research design used is a qualitative descriptive design. The population in this study was 20 fifth-grade students at an elementary school. This research data collection method uses document recording. The research instrument used in this research is documentation notes. The data analysis technique used is descriptive qualitative. The research results showed 14 errors in word formation (morphology), including one error in the prefix, five errors in using the di- form, and one in reduplication. Sentence (syntax) errors totaled 15, including sentences without a subject totaling five errors, doubling the subject amounting to one error, illogical sentences totaling three errors, ambiguous sentences or ambiguous sentences totaling two errors, deletion of conjunctions totaling one error, sentence order incorrectly logically amounted to one error, and sentences influenced by foreign language structures amounted to one error. There were 25 spelling errors, including four errors in the use of capital letters in the title of the essay, nine errors in the use of capital letters at the beginning of sentences, eight errors in the use of capital letters in the middle of sentences, and four errors in the use of abbreviations and acronyms.
Problematika Prasarana Penunjang Pendidikan Sekolah Dasar di Indonesia Rokhmah, Ummi Nur; Santoso, Anang; Dewi, Radeni Sukma Indra
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 9, No. 2 (April 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v9i2.4857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalis problematika prasarana penunjang pendidikan sekolah dasar di Indonesia serta mengkaji permasalahan dalam pengadaan prasarana khususnya gedung sekolah, ruang kelas, dan sanitasi sekolah di sekolah dasar. Metode penelitian yang diterapkan dalam artikel ini adalah metode penelitian studi pustaka (library research). Peneliti mengumpulkan data dari buku Statistik Pendidikan tahun 2018 sampai 2021 dan diperkuat dengan artikel-artikel tentang problematika prasarana pendidikan di sekolah dasar yang ada di Indonesia. Hasil penelitian diketahui bahwa kualitas prasarana berupa ruang kelas, dan sanitasi sekolah selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Namun demikian masih terdapat beberapa prasarana yang masih dikatakan belum layak seperti masih terdapat ruang kelas yang mengalami rusak berat, sumber air, dan toilet yang kurang memadai. Terdapat sejumlah problematika dalam pengelolaan prasarana pendidikan berupa gedung sekolah, ruang kelas, dan sanitasi air di sekolah dasar. Dengan memahami berbagai hambatan yang terjadi, maka dapat diambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan dukungan dan mengatasi kendala-kendala yang ada. Perlu adanya perbaikan dan pembaruan kualitas sarana prasarana yang tepat, sekolah dasar dapat menjadi lingkungan yang lebih baik untuk pertumbuhan dan perkembangan siswa serta menciptakan masa depan yang lebih baik.
Pattern of critical literacy learning planning in boarding schools based Dewi Tryanasari; Anang Santoso; Djoko Saryono; Titik Harsiati
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol. 14 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/pe.v14i2.19301

Abstract

Planning learning is stages important in learning. Planning good learning is one guaranteed aspect quality learning. Literacy critical teach importance see A text as representation of the world that is not neutral. this article discuss about pattern planning learning literacy critical especially in writing critical at school medium the first to take shelter below foundation owned by boarding school Islamic boarding schools are very thick with Islamic religious rules and observance against clerics as leader whereas literacy critical teach freedom For think and question text as something that is tendentious. With thereby topic literacy critical at school based boarding school is unique phenomenon. this article based approach _ study qualitative phenomenology with object and subject study learning research conducted by teachers in grade 8. From the results study can concluded that planning learning literacy critical at school based boarding school adhere backward design pattern where results end learning determined especially formerly Then new done analysis need as well as step learning For reach objective end. Learning literacy critical at school based boarding school teach students to think critically and objectively by taking into account social, cultural and character values that are not contrary to the Islamic religion.
BEBERAPA CATATAN TENTANG BAHASA PEREMPUAN: PERSPEKTIF WACANA KRITIS Santoso, Anang
Diksi Vol. 14 No. 2: DIKSI JULI 2007
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diksi.v14i2.6593

Abstract

It is already generally assumed that women possess characteristicsdistinguishing them from men. One of these characteristics is in their languageuse. Women's language is considered different from men's. In this context, theterm sexist appears. Sexist language represents women and men differently. Suchlanguage also represents women's and men's stereotypes, which is sometimesharmful to both sexes but is more often harmful to women only. Understandingwomen's language involves at least four perspective. First, women's language isperceived as a system of representation, meaning that it is a method of stating orverbalizing a certain event, experience, view, and reality in life. Second, women'slanguage is perceived as a site for social struggle containing a variety of women'sideologies. Third, women's language is perceived as showing women's corneredposition. Fourth, women's language is perceived as showing a relation betweenlanguage and gender where there is asymmetry in language representationbetween men and women.Keywords : women's language, representation, theory of domination, theory ofdifference, gender analysis
Critical Discourse Analysis: Representation of Religious Ideology and Social Morality in The Novel Dalam Mihrob Cinta by Habiburrahman El Shirazy Wicaksono, Helmi; Fawzi, Ary; Santoso, Anang; Syahri, Mochammad
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4790.13-27

Abstract

This study aimed to reveal the representation of religious ideology and social morality in the novel Dalam Mihrab Cintaby Habiburrahman El Shirazy using the Critical Discourse Analysis (CDA) approach of the Norman Fairclough model. This study used a descriptive qualitative method with a three-dimensional analysis framework: textual (linguistic), discourse practice (interpretation), and social practice (explanation). The findings revealed that the novel constructed a religious value hegemony through symbols, language patterns, and narrative structures emphasizing repentance, honesty, responsibility, and the roles of women and communities in character formation. Additionally, the Islamic boarding school setting and the author’s identity as a da’i further reinforced the religious ideology embedded in the text. The study also found that the novel offered a critique of social inequality framed through religious morality, positioning literature as an effective medium for disseminating conservative values in modern society. These findings carried implications for character education, religious literature curricula, and the development of discourse-based critical literacy. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi ideologi religius dan moralitas sosial Novel Dalam Mihrab Cinta karya Habiburrahman El Shirazy dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Norman Fairclough. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis tiga dimensi, yaitu teks (linguistik), praktik wacana (interpretasi), serta praktik sosial (eksplanasi). Hasil analisis menunjukkan bahwa novel secara eksplisit membangun hegemoni nilai religius melalui simbol, struktur bahasa, dan konstruksi narasi yang menekankan pada tobat, kejujuran, tanggung jawab, serta peran perempuan, dan komunitas dalam pembentukan karakter. Selain itu, latar pesantren dan identitas pengarang sebagai da’i turut memperkuat ideologi religius yang diinternalisasi dalam teks. Penelitian ini juga menemukan bahwa novel ini mengkritik ketimpangan sosial dengan bingkai keadilan melalui moralitas religius, serta menjadikan sastra sebagai medium penyebaran nilai-nilai konservatif yang efektif dalam masyarakat modern. Temuan ini berimplikasi pada pengembangan pendidikan karakter, kurikulum sastra religius, dan literasi kritis berbasis wacana.
Ideological Shifts in Representing Gemblak: A Faircloughian Critical Discourse Analysis of Media and Fictional Texts Rahmawati, Ida Yeni; Santoso, Anang; Syahri, Moch.; Cahyawati, Rina Susi; Ritenour, Makenna
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol. 20 No. 1 (2025): April
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/sa.v20i1.26156

Abstract

Ideological change in the representation of gemblak is an important issue in social discourse studies. This research uses Fairclough's Critical Discourse Analysis (CDA) to examine the representation of gemblak in mass media and the novel Gemblak: Tragedi Cinta Budak Homoseks by Enang Rokajat Asura. The research objective is to reveal the language and ideology that shape the image of gemblak. The method used is qualitative with a discourse analysis approach. Data in the form of words, phrases, clauses, and sentences were collected through interviews and document studies. The results show that Detik News portrays gemblak positively as a figure who deserves respect, teaches politeness, and is good at socializing. In contrast, the novel frames gemblak as a negative figure, leading to bad judgment from society. This difference reflects the dynamics of power and changing social values in shaping the meaning of gem-blak. In conclusion, mass media and fiction have different ideological constructions in representing gemblak in the public sphere.
Sistem Transitivitas dalam Wacana Berita Tragedi Kanjuruhan Malang Sukiman, Sukiman; Santoso, Anang; Taufiqurrahman, Febri
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i2.16184

Abstract

Transitivity System in The Kanjuruhan Malang Tragedy News Discourse ABSTRAKMedia massa menyajikan informasi dari sudut pandang penulis, sehingga cenderung menimbulkan persepsi yang berbeda dari pembaca. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk ketransitifan dalam wacana berita Tragedi Kanjuruhan dari tiga media massa online. Metode yang digunakan, yaitu kualitatif dengan pendekatan analisis wacana tentang ketransitifan dari Halliday. Data penelitian ini bersumber dari tiga media massa, yaitu Kompas, Detiknews, dan Tempo. Analisis data menggunakan model ketransitifan dari teori Linguistik Sistemik Fungsional. Dari hasil penelitian ditemukan jenis proses, yaitu material, perilaku, mental, dan relasional. Pada berita “Kontras Temukan Kejanggalan Tragedi Kanjuruhan: Aparat Dimobilisasi Pertengahan Babak Ke-dua ” ditemukan 6 proses material, 5 proses perilaku, dan 1 proses mental. Berita “4 Hal Temuan Terkini TGIPF di Tragedi Kanjuruhan” ditemukan 14 proses material, 6 proses perilaku, 1 proses mental, dan 5 proses relasional. Pada berita “8 Fakta Temuan Polri dalam Tragedi Kanjuruhan Malang” ditemukan  4 proses material, 14 proses perilaku, dan 1 proses relasional. Hal ini menunjukkan bahwa dalam penyajian berita, penulis lebih dominan menggunakan proses material dan perilaku untuk membangun narasi kepada pembaca sedangkan sirkumstan yang ditemukan menunjukkan tempat, waktu, penyerta, penyebab, dan masalah.Kata kunci: Transitivitas, Wacana, Berita, Tragedi KanjuruhanABSTRACTThe mass media presents information from the author's point of view, so it tends to generate different perceptions from readers. Thus, this study aims to examine the form of transitivity in the Kanjuruhan Tragedy news discourse from three online mass media. The method used is qualitative with a discourse analysis approach on transitivity from Halliday. The research data comes from three mass media, namely Kompas, Detiknews, and Tempo. Data analysis used the transitivity model of Systemic Functional Linguistics theory. From the research results found the types of processes, namely material, behavioral, mental, and relational. In the news "Contrast Finds Awkwardness in the Kanjuruhan Tragedy: Officials are Mobilized in the Middle of the Second Half" found 6 material processes, 5 behavioral processes, and 1 mental process. The news "4 Things TGIPF's Latest Findings in the Kanjuruhan Tragedy" found 14 material processes, 6 behavioral processes, 1 mental process, and 5 relational processes. In the news "8 Facts of Police Findings in the Kanjuruhan Malang Tragedy" found 4 material processes, 14 behavioral processes, and 1 relational process. This shows that in presenting news, the author is more dominant in using material processes and behavior to build narratives for readers while the circumstance found shows place, time, accompaniment, causes, and problems.Keyword: Transitivity, Discourse, News, Kanjuruhan Tragedi
Co-Authors - Martutik A. H. Rofi'uddin Abdul Syukur Ibrahim Abdurahim, Antasary Adi Probo Laksono Afdhal Kusumanegara Ah. Rofi'uddin Alif Mudiono Alifian, Muhammad Afnani Andriyani, Noni Antok Risaldi Anwar, Amriyadi Ari Sapto Ary Fawzi, Ary Asmah Amir Asri Ismail Astutik, Pipit Pudji Aswan Aswan Azizatuz Zahro Cahyawati, Rina Susi Cicik Tri Jayanti Dawud Dawud Destrianika Binoto Dewi Puji Lestari Dewi Tryanasari Dewi, Susana Eka Didin Widyartono Djoko Saryono Efi Nilasari Ery Tri Djatmika RWW Ery Try Djatmika Faizatul Lutfia Yasmin Farid, Mujahidin Febri Taufiqurrahman Febrianita Putri Solihah Fitriani Fitriani Fuad, Akhmad Dzukaul Furaidah Gatut Susanto Gheanurma Ekahasta Novarina Hanum Lintang Siwi Suwignyo Hasan Suaedi Henik Nur Khofiyah Heriwanty Heriwanty Hikma, Nurul Hyink, Sean Ida Yeni Rahmawati Ifit Novita Sari Imam Suyitno Imam Syafi’i Ixsir Eliya Khalida Rozana Ulfah Kusubakti Andajani Lailatul Fitriah fitri Lazuardi Imaniar Lusi Ari Agustin Madu Trisna Devi Marlinda Ramdhani Mety Toding Bua, Mety Toding Moh. Ali Yafi Mohammad Setyo Wardono Muakibatul Hasanah Mudjianto Mudjianto Nabilla Nabilla NFN Aswan Nihayatul Luaili Nina Septia Rahmawati Noorhana Noorhana Novi Eka Susilowati Nurchasanah Nurul Hikma Pandu Meidian Pratama Punadji Setyosari Punaji Setyosari Radeni Sukma Indra Dewi Rahmawati, Ida Yeni Rifa Hanifah Risaldi, Antok Risca Candra Vinalistyosari Ritenour, Makenna Roekhan Roekhan Rokhmah, Ummi Nur Roni Wibowo Rusdiyana Ulfa Sa'dun Akbar Sainee Tamphu Sari, Cut Purnama Sean Hyink Shirly Rizki Kusumaningrum Sholikhah, Himmatus Sigit Priatmoko Silvy Dwi Yulianti Silvy Dwi Yulianti, Silvy Dwi Siska Nurma Yunitasari Siti Maisaroh Sitti Aliffatul Hasanah Sugeng Utaya Sugerman Sugerman Sukiman Sukiman Sukiman Sukiman Sulthoni Sumadi Sumadi Sunoto Sunoto Sunoto Sunoto Suparno Suparno Suparno Suparno Syahri, Moch. Syamsudin Syamsudin Syamsul Hadi Syukur Ghazali Teguh Tri Wahyudi Titik Harsiati Trio Erawati Siregar Uswatun Hasanah Utami Widiati Wahyudi Siswanto Wicaksono, Helmi Widiastuti, Yuanita Wiku Aji Sugiri Yuni Pratiwi Yunina Resmi Prananta Yunita Wildaniati, Yunita