p-Index From 2021 - 2026
10.412
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EKUIVALEN - Pendidikan Matematika E-Jurnal Medika Udayana Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Journal of Nutrition College Althea Medical Journal Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Jurnal Biometrika dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population) JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi JCES (Journal of Character Education Society) Jurnal Kreativitas PKM Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Media Karya Kesehatan INDONESIAN JOURNAL OF MEDICAL LABORATORY SCIENCE AND TECHNOLOGY Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal) NURSING UPDATE JURNAL ILMIAH ILMU KEPERAWATAN Jurnal Vokasi Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh International Journal of Research in Community Services MAHESA : Malahayati Health Student Journal Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research JESBIO : Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Jurnal Keperawatan BSI Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Asian Journal of Healthcare Analytics Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Journal of Public Health Concerns DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN Jurnal Pengmas Kestra (JPK) Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) MEDALION JOURNAL: Medical Research, Nursing, Health and Midwife Participation Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Jurnal Ilmiah Kesehatan JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vitamedica: Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Academica : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Malikussaleh Mengabdi Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery) Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Kolaborasi Masyarakat Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Claim Missing Document
Check
Articles

Prevalence and Factors associated with Anxiety among Uncontrolled Hypertensive Patients in Public Health Centers in Lhokseumawe, Aceh, Indonesia Rahayu, Mulyati Sri; Wahyuni, Sri
Althea Medical Journal Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15850/amj.v10n2.2981

Abstract

Background: Patients with hypertension frequently experience intense emotions in addition to the physiological effects of the disease, which tend to increase the risk of developing mental health issues such as anxiety. However, the connection between hypertension and anxiety remains uncertain. This study aimed to evaluate the prevalence and factors associated with anxiety in uncontrolled hypertensive patients in public health facilities.Methods: This cross-sectional study was conducted in four public health centers in Lhokseumawe City, Aceh Province, Indonesia. Subjects were selected using consecutive sampling. Data on sociodemographic factors and comorbid conditions were obtained. Blood pressure was recorded, and severity was classified according to the JNC-7 guidelines. The Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A) was used to detect anxiety in each participant. Data were analyzed using used the chi-square test.Results: Of 60 respondents, consisting of men (31.7%) and women (68.3%), 34 (56.7%) had mild anxiety, 22 (36.7%) had moderate anxiety, and 3 (5%) had severe anxiety. There was a significant association (p = 0.007) between anxiety and duration of hypertension. On the contrary, no association in age, gender, level of education, and type 2 diabetes comorbidities (p> 0.05).Conclusions: Anxiety is common among hypertensive patients in primary healthcare settings and is associated with the duration of hypertension. Primary care physicians must be on the front lines in finding anxiety disorders, and making the necessary referrals or therapy.
Manajemen Pengelolaan Identifikasi dan Daur Ulang Sampah Guna Mencegah Penyakit Dbd Di Desa Uteunkot Sawitri, Harvina; Maulina, Nora; Rahayu, Mulyati Sri; Lutfi, T Yocana; Rahmi, Nita
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v2i1.9326

Abstract

Sampah merupakan permasalahan yang umum dihadapi masyarakat Indonesia. Sampah bisa menjadi  masalah jika tidak dikelola dengan baik. Pengelolaan sampah masih menjadi permasalahan di Kota Lhokseumawe. Lingkungan yang kotor dan pencemaran limbah dapat berdampak buruk bagi manusia dan lingkungan. Kejadian DBD (Deman Berdarah Dengue) erat kaitannya dengan faktor lingkungan yang menyebabkan tersedianya tempat perkembangbiakan vektor nyamuk Aedes aegypti. Tempat perkembangbiakan merupakan faktor pendorong perkembangbiakan vektor DBD berupa reservoir di dalam dan di sekitar rumah, semakin banyak tempat  nyamuk berkembang biak dan berkembang biak maka risiko terjadinya infeksi DBD semakin besar. Pengetahuan dan praktik yang dilakukan masyarakat dalam pengelolaan sampah dapat mengurangi barang bekas yang dapat digunakan nyamuk berkembang biak. Solusi yang ditawarkan adalah pemaparan mengenai sampah organik, jenis sampah organik dan dampak yang dapat ditimbulkan jika sampah tidak dikelola dengan baik, daur ulang sampah dan pembentukan kader di masyarakat. Luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai pengertian sampah, karakteristik sampah, pengelolaan sampah, perencanaan pengelolaan sampah yang baik dan benar, meningkatnya pengetahuan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga, khususnya sampah anorganik menjadi kerajinan daur ulang dan meningkatnya keterampilan masayarakat dalam mendaur ulang sampah. Pengabdian telah dilakukan pada tanggal 27 Oktober 2022 dengan dihadiri oleh 50 orang masyarakat desa uteunkot. Pemaparan dilakukan dengan media presentasi menggunakan slide dan pemutaran video daur ulang sampah. Hasil yang didapatkan adalah terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi.
Sosialisasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Rumah Guna Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Desa Uteunkot Maulina, Nora; Sawitri, Harvina; Rahayu, Mulyati Sri; Zakiyya, Najwa; Syifa, Siti
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v2i1.9327

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lansia menimbulkan konsekuensi yang kompleks. Berbagai tantangan yang diakibatkan penuaan penduduk telah mencakup setiap aspek kehidupan. Untuk dapat menyikapi kondisi tersebut, dibutuhkan suatu program evaluasi pencegahan kelanjutusiaan yang mampu mengayomi kehidupan lansia di Indonesia dengan cara mengakomodasi adanya kebutuhan terhadap potensi dan sumber daya penduduk lansia di Indonesia. mengenai kelanjutusiaan, di antaranya: kondisi kesehatan, potensi ekonomi, keadaan sosial, dan akses penduduk lansia terhadap berbagai fasilitas perlindungan dan pemberdayaan bagi peningkatan kualitas hidupnya. Resiko jatuh adalah suatu kejadian yang dilaporkan penderita atau keluarga yang melihat kejadian yang mengakibatkan seseorang mendadak terbaring, terdudk dilantai atau tempat yang lebih rendah dengan atau tanpa hilang kesadaran dengan atau tanpa luka. Jatuh dapat mengakibatkan berbagai jenis cedera, kerusakan fisik dan psikologis. Kerusakan fisik yang paling ditakuti dari kejadian jatuh adalah patah tulang panggul. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan edukasi pengetahuan kepada masyarakat desa Uteunkot terkait pentingnya pertolongan pertama pada lansia saat kecelakaan di rumah, mengarahkan anggota keluarga lansia agar  lebih memperhatikan kesehatan lansia terkait kecelakaan dirumah agar kualitas hidup lansia dapat terjaga dan sosialisasi pengetahuan yang dapat meningkatkan kualitas hidup lansia. Melalui program pengabdian ini, pengetahuan masyarakat desa Uteunkot lebih baik lagi dalam penanggulangan trauma pada lansia, meningkatnya kesadaran dari keluarga dan lansia sendiri agar dapat lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas sehari-hari guna mencegah trauma dan terbentuknya kesadaran lansia untuk terus menjaga kesehatan lansia agar kualitas hidup baik
Penerapan Model Prediksi Risiko Penyakit Jantung Koroner melalui Skrining Kadar Gula Darah, Kadar Kolesterol dan Tekanan Darah serta Pemanfaatan Buku Saku sebagai Panduan Pencegahan dan Early Diagnosis pada Masyarakat Desa Reuleut Timu Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara Harvina Sawitri; Nora Maulina; Mulyati Sri Rahayu; Cut Sidrah Nadira; Shania Alifya Gustri; Sasqia Auliza Rizki
Jurnal Vokasi Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Vokasi (November)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i3.5613

Abstract

Provinsi Aceh memiliki prevalensi kejadian penyakit jantung koroner di atas rata-rata nasional. Ditinjau dari gaya hidup masyarakat Aceh, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kejadian penyakit jantung koroner terutama bila dilakukan secara berlebihan, antara lain pola makan tidak sehat dan kurangnya aktifitas fisik serta tidak mampu mengendalikan stress. Pada umumnya, masyarakat di Indonesia belum sepenuhnya memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat, tak terkecuali masyarakat desa Reuleut Timu. Sehingga kondisi demikian akan sangat berpotensi terkena penyakit jantung koroner. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam deteksi dini penyakit jantung koroner dengan melakukan pemeriksaan kesehatan dini. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit jantung koroner, melakukan deteksi dini penyakit jantung koroner dan menghasilkan sebuah model prediksi untuk deteksi dini penyakit jantung koroner pada masyarakat desa Reuleut Timu. Kegiatan dilakukan dengan metode edukasi, pemeriksaan kesehatan dan pembagian buku saku yang dihadiri oleh 50 orang masyarakat dan kader. Hasil dari pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai deteksi dini penyakit jantung koroner (pv = 0,001), tersedianya buku saku pedoman pencegahan penyakit jantung koroner sebagai pedoman pencegahan dan deteksi dini, terdapatnya kader yang akan membantu dalam mendidik masyarakat untuk melakukan deteksi dini penyakit jantung koroner dan menghasilkan sebuah model prediksi untuk deteksi dini penyakit jantung koroner. Rata-rata usia masyarakat desa Reuleut timu adalah 51,5 tahun, tekanan darah 139 mmHg, kadar kolesterol 217 mg/dl dan IMT 25,83 menunjukkan bahwa usia, tekanan darah, kadar kolesterol dan indeks massa tubuh merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner pada masyarakat desa Reuleut Timu.
Histological Study of Effect of Oral Administration of Monosodium Glutamate (MSG) on Duodenum of Wistar Rats Rahayu, Mulyati Sri; Perwira Awaludin, Lambang Rizki; Wahyuni, Sri
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Volume 10 No.2 November 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v10i2.17993

Abstract

Monosodium glutamate (MSG) is a widely marketed flavor enhancer that is regularly consumed. MSG is toxic to several organs including the small intestine. Previous studies have reported the effects of high doses of MSG; however, these findings are not directly applicable to equivalent human intakes. This study aimed to investigate the effect of MSG on the duodenum in rats administered with human average daily intake (ADI). Twenty-four adult male Wistar rats weighing 150-250 g at the age of 8-12 weeks were divided into four experimental groups (n = 6): normal control group (C), group 1 (0.378 mg/g b.wt), group 2 (0.756 mg/g b.wt), and group 3 (1.512 mg/g b.wt) oral MSG per day for 21 days. Duodenaltissue was dissected and stained with hematoxylin and eosin (HE) for histological examination. Data analysis was performed using the Kruskal-Wallis test (p < 0.05). The average height of the villus was calculated for each group: control (1047.40 ± 158.0 µm), Group 1 (850.68 ± 202.38 µm), Group 2 (906.29 ± 416.63 µm), and Group 3 (877.55 ± 154.65 µm). There was a difference in the height of the villi between all groups; however, there was no statistically significant difference compared with the control group (p = 0.384). The control group showed a normal appearance of the duodenal mucosa without inflammatory cells. In contrast, the treatment group showed inflammatory cell infiltration and lacked distinct brush-border structures. Our study showed that administration of MSG at an estimated dose of human ADIresulted in histological damage to the duodenum. 
Efektifitas therapy aktivitas kelompok terhadap kecemasan pada lansia penderita diabetes melitus Indarna, Asep Aep; Rahayu, Sri Mulyati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 3 No 2 (2023): December Edition 2023: Penanggulangan penyakit berpotensi kejadian luar biasa
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v3i2.383

Abstract

Background: Elderly people with chronic illnesses are prone to experiencing anxiety, one of which is diabetes mellitus sufferers. Efforts made to overcome anxiety in the elderly can come from family factors, environmental factors, and group activity therapy (GAT). Purpose: To determine the effectiveness of group activity therapy (GAT on anxiety levels in elderly people with diabetes mellitus at PKM Cibiru, Bandung City. Method: With a quasi-experiment research design with a pre-posttest one-group design approach. The population of all elderly people suffering from diabetes mellitus is 40, with a sample of all elderly people suffering from diabetes mellitus of 40 taken using the total sampling method. The independent variable is group activity therapy (GAT), and the dependent variable is anxiety. The instruments used were questionnaire sheets and observation sheets. Statistical tests used the Wilcoxon test with a significance value of α = 0.05. The research results before the group activity therapy (GAT) activity from 40 respondents showed a moderate anxiety level of 65.5%. After the group activity therapy (GAT) activity, there was a ligth anxiety level of 72.5%. The Wilcoxon Sign Rank test in the treatment group showed ρ = 0.001, ρ < α. Conclusion: Meaning that group activity therapy (GAT) was effective in reducing anxiety levels in elderly people with diabetes mellitus Keywords: Anxiety; Elderly; Group Activity Therapy (GAT). Pendahuluan: Lansia dengan penyakit kronis, rentan mengalami kecemasan salah satunya adalah penderita diabetesmelitus. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi kecemasan pada lansia bisa dari faktor keluarga, kemudian faktor lingkungan dan terapi aktivitas kelompok (TAK). Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas terapi aktivitas kelompok (TAK) terhadap tingkat kecemasan pada lansia penderita diabetes melitus di PKM Cibiru Kota Bandung. Metode: Desain penelitianQuasy-Experiment dengan pendekatanpre posttest one group design. Populasi seluruh lansia penderita diabetes melitus sebanyak 40 orang dengan sampel seluruh lansia penderita diabetes melitussebesar 40 diambil menggunakan metode total sampling. Variabel independen terapi aktivitas kelompok (TAK), variabel dependen adalah kecemasan. Instrument yang digunakan adalah lembar kuesioner dan lembar observasi. Uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon Sign Rankdengan nilai kemaknaan α = 0,05. Hasil: Sebelum kegiatan terapi aktivitas kelompok (TAK) dari 40 responden terdapat tingkat kecemasan sedang 65,5 %, dan setelah kegiatan terapi aktivitas kelompok (TAK)terdapat tingkat kecemasan ringan72,5 %. Uji Wilcoxon Sign Rank pada lansia penderita diabetes melitus menunjukkan ρ = 0,001, ρ<α. Simpulan: Terapi aktivitas kelompok (TAK) efektif dilakukan untuk menurunkan tingkat kecemasan pada lansia penderita diabetes melitus.
Perbedaan efektifitas pemberian teh hijau dan bawang hitam (garlic) terhadap kadar gula darah pasien DM Herawati, Ade Tika; Rahayu, Sri Mulyati; Jamiyanti, Anggi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i2.471

Abstract

Background: Increased blood sugar levels due to impaired glucose absorption due to insulin deficiency or reduced cell sensitivity to glucose absorption are the main symptoms in DM patients. The fluctuating increase and decrease in blood sugar depends on several factors, one of which is food consumption.  Various efforts are made to reduce blood sugar levels, such as adjusting diet, exercising, doing physical activity, consuming anti-DM drugs, and controlling blood sugar regularly. Diet management is done by reducing the amount of sweet foods, carbohydrates, or foods high in glucose. Apart from that, consuming food or herbal medicines such as consuming green tea and consuming black onions (Garlic) can reduce the blood sugar levels of DM patients. Purpose: To determine the effectiveness of giving green tea and black garlic in reducing blood sugar levels in DM patients. Method: This research was a Quasi-experimental with a control group which was carried out on two groups, namely model A group which was given green tea and model B group which was given black onions regularly for 1 month. Participants in this study were DM patients in the working area of ​​the Panyileukan Community Health Center who were actively prolanist. The intervention of giving green tea was carried out twice a day in the morning and evening, while the intervention was giving 2 cloves of black onion twice a day for 1 month. Data analysis using SPSS with Paired T-Test. Results: The average blood sugar level in model A group before giving green tea was 125.7 mg/dl and in model B group given black onion (Garlic) was 155.1 mg/dl. After being given the intervention, blood sugar levels decreased, in model A group the average blood sugar level was 118.3 mg/dl and in model B group it was 131.4 mg/dl. Based on the results of the analysis carried out on the two groups, it was found that blood sugar levels decreased. The average reduction in model A group was 7.4 mg/dl and in model B group was 23.7. Conclusion: Giving green tea and black garlic can reduce blood sugar levels in DM patients. However, of the two interventions, giving black garlic was more effective in reducing blood sugar levels in DM patients than giving green tea. Suggestion: DM sufferers are advised to consume black garlic as an additional alternative to lower blood sugar levels.   Keywords: Black Garlic; Blood Sugar Levels; Green Tea.   Pendahuluan: Peningkatan kadar Gula darah akibat terganggunya penyerapan glukosa akibat kekurangan insulin atau berkurangnya kepekaan sel terhadap penyerapan glukosa merupakan gejala utama pada pasien DM. Peningkatan dan penurunan gula darah secara fluktuatif tergantung dari beberapa faktor, salah satunya adalah konsumsi makanan.  Berbagai Upaya dilakukan untuk menurunkan kadar gula darah tersebut seperti pengaturan diet, olahraga , melakukan aktivitas fisik, konsumsi obat-obatan anti DM, dan kontrol gula darah secara rutin. Pengaturan diet dilakukan dengan mengurangi jumlah makanan manis, karbohidrat, atau makanan tinggi glukosa. Selain itu, mengkonsumsi makanan atau obat-obatan herbal seperti mengkonsumsi teh hijau dan mengkonsumsi bawang hitam (Garlic) dalam mengurangi kadar gula darah pasien DM. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas pemberian teh hijau dan bawang hitam dalam penurunan kadar gula darah pasien DM. Metode: Penelitian ini adalah Quasi eksperiment dengan grup kontrol yang dilakukan pada dua kelompok yaitu kelompok model A dengan pemberian teh hijau dan kelompok model B pemberian bawang hitam secara teratur selama 1 bulan. Partisipan pada penelitian ini adalah pasien DM yang berada di wilayah kerja Puskesmas Panyileukan yang aktif prolanis. Intervensi pemberian teh hijau dilakukan 2x sehari pagi dan sore hari, sedangkan intervensi pemberian bawang  hitam 2x sehari sebanyak 2 siung selama 1 bulan. Analisa data menggunakan SPSS dengan pengujian Paired T-Test.   Hasil: Rata-rata kadar gula darah pada kelompok model A sebelum dilakukan pemberian teh hijau adalah 125.7 mg/dl dan pada kelompok model B yang diberikan bawang hitam (Garlic) adalah 155.1 mg/dl. Setelah diberikan intervensi terjadi penurunan kadar gula darah, kelompok model A rata-rata kadar gula darah sebesar 118.3 mg/dl dan pada Kelompok model B adalah 131.4 mg/dl. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada kedua kelompok didapatkan penurunan kadar gula darah. Rata-rata penurunan pada kelompok model A sebesar 7.4 mg/dl dan pada kelompok model B sebesar 23.7. Simpulan: Pemberian teh hijau dan bawang hitam dapat menurunkan kadar gula darah pasien DM. Namun dari kedua intervensi tersebut, pemberian bawang hitam lebih efektif menurunkan kadar gula darah pada pasien DM dari pada pemberian teh hijau. Saran: Penderita DM disarankan untuk mengkonsumsi bawang hitam sebagai alternatif tambahan untuk menurunkan kadar gula darah.   Kata Kunci : Kadar Gula Darah; Teh Hijau; Bawang Hitam
CERVICAL CANCER SCREENING AND ASSOCIATED FACTORS AMONG WOMEN OF REPRODUCTIVE AGE IN LHOKSEUMAWE, ACEH Rahayu, Mulyati Sri; Maulina, Nora; Nadhira, Cut Sidrah; Sawitri, Harvina; Kautsar, Muhammad; Sakinah, Nur
Jurnal Biometrika dan Kependudukan Vol. 13 No. 2 (2024): JURNAL BIOMETRIKA DAN KEPENDUDUKAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbk.v13i2.2024.202-210

Abstract

Cervical cancer is the second most prevalent cause of cancer-related mortality among women worldwide. Indonesia has the second-highest incidence of cervical cancer worldwide. The etiology of cervical cancer in women is multifactorial. This study aimed to investigate the Pap smear screening tests and analyze the risk factors associated with cervical cancer in women of reproductive age in Lhokseumawe, Aceh, Indonesia. This quantitative study used a cross-sectional design. The data source comprised secondary data collected between January and September 2023 at a clinical laboratory in Lhokseumawe, Aceh, Indonesia. The study sample consisted of 100 women who underwent the Pap smear test. The independent variables examined were age, age at first childbirth, age at menarche, parity, menstrual cycle, history of contraceptive use, and history of miscarriage, whereas the dependent variable was the Pap smear test results. Chi-square analysis demonstrated significant correlations between miscarriage history (p=0.05), parity (p=0.001), menstrual cycle duration (p=0.049), and Pap smear cytological results. Logistic regression revealed that women with a previous miscarriage, more than two children, and menstrual cycles exceeding 28 days were 3.46, 1.32, and 2.53 times more likely, respectively, to have abnormal Pap smear results. Therefore, high-risk women should undergo regular cervical cancer screening to detect the precancerous lesions.
Pengetahuan tentang penanganan pertama cedera olahraga pada siswa akademi sepak bola Rahayu, Sri Mulyati; jamil, Maria Ulfah; Dirgahayu, Inggrid; Budiana, Wempi; Husein, Herlina; Ulfah, Diana
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.327

Abstract

Introduction: Football is a form of physical activity that can be played by both men and women. This sport is inseparable from the use of the feet which involve body structures such as joints and muscles. The problem that often occurs in soccer players is experiencing injuries that can occur to the ankles due to sprains or collisions between players. Serious injury can occur if there is a hard impact on the neck and head area. Sports injuries can cause disturbances in physical activity, psychology, and achievement. The solution to dealing with repetitive sports injuries is by providing education about the first treatment for soccer sports injuries. Purpose: To increase knowledge in the first handling of soccer sports injuries to students at the Ebod Jaya Football Academy and Cimahi FC. Methods: Descriptive with pre-test and post-test design. Population is 60 students, sample is 35 students, with purposive sampling technique. Results: The results obtained were that more than half of the respondents had insufficient knowledge about the first handling of soccer sports injuries before being given education (54%) and more than half of the respondents had sufficient knowledge about the first handling of soccer sports injuries after being given education (69%). Conclusion: Half of the respondents had sufficient knowledge about the first treatment for soccer sports injuries after being given education.   Keywords: Knowledge; First Handling; Injury; Football.   Pendahuluan: Olahraga sepak bola merupakan bentuk aktivitas fisik yang  bisa dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan. Olahraga ini tidak terlepas dari penggunaan kaki yang melibatkan struktur tubuh seperti sendi dan otot. Permasalahan yang sering terjadi pada pemain sepak bola adalah mengalami cedera yang dapat terjadi pada pergelangan kaki akibat terkilir atau benturan antar pemain. Cedera berat dapat terjadi jika ada benturan keras pada daerah leher dan kepala. Cedera olahraga dapat menimbulkan gangguan aktivitas fisik, psikis, dan prestasi. Solusi untuk mengatasi cedera olahraga berulang dengan diberikan edukasi tentang penanganan pertama cedera olahraga sepak bola.  Tujuan:  Untuk meningkatkan pengetahuan dalam penanganan pertama cedera olahraga sepak bola pada siswa Akademi sepak bola Ebod Jaya dan Cimahi FC. Metode: Deskriptif dengan pre-test dan post-test design. Populasi 60 siswa, sampel 35 siswa, dengan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil yang didapatkan lebih dari setengah responden memiliki pengetahuan kurang  tentang penanganan pertama cedera olahraga sepak bola sebelum diberikan edukasi (54%) dan lebih dari setengah responden memiliki pengetahuan cukup tentang penanganan pertama cedera olahraga sepak bola setelah diberikan edukasi (69%). Simpulan: Setengah responden memiliki pengetahuan cukup tentang penanganan pertama cedera olahraga sepak bola setelah diberikan edukasi.
Edukasi Gizi Remaja dan Pencegahan Stunting Anggi Jamiyanti; Widyawati; Sri Mulyati Rahayu; Irisanna Tambunan; Eki Pratidina
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i1.1680

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke remaja. Trend masalah kesehatan pada remaja antara lain kekurangan zat besi (anemia), kurang tinggi badan, kurang energi kronis dan obesitas. Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita dengan ditandai tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya. Penyebab stunting multidimensi dimana salah satunya adalah gizi ibu mulai dari masa remaja. Gizi Remaja putri yang buruk menyebabkan peningkatan kejadian stunting. Pengetahuan tentang gizi pada remaja sangat penting karena akan berdampak pada jangka panjang terhadap derajat kesehatan. Pengetahuan remaja yang baik tentang gizi berkolerasi dengan kesehatan dilihat dari status gizi yang juga baik. Untuk membekali remaja dalam pengetahuan gizi dan pencegahan stunting maka pengabdian masyarakat perlu dilakukan. Kegiatan bertujuan untuk peningkatan pengetahuan dan kesadaran dalam menerapkan gizi seimbang pada remaja dan pencegahan stunting di Pesantren Yayasan Lima Menara. Pemberian edukasi dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi. Evaluasi pre dan post-test dilakukan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan. Hasil yang diperoleh adanya peningkatan pengetahuan sebagian besar (70%) cukup, dengan nilai rata-rata 71,8. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi/penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan para peserta. Adolescent Nutrition Education and Stunting Prevention Adolescence is a transition period from children to teenagers. Trends in health problems in adolescents include iron deficiency (anemia), lack of height, chronic lack of energy and obesity. Stunting is a chronic nutritional problem in toddlers characterized by shorter body height compared to children their age. The causes of stunting are multidimensional, one of which is maternal nutrition starting from adolescence. Poor nutrition among young women causes an increase in the incidence of stunting. Knowledge about nutrition in adolescents is very important because it will have a long-term impact on health status. Adolescents' good knowledge about nutrition is correlated with health as seen from their good nutritional status. To equip teenagers with nutritional knowledge and stunting prevention, community service needs to be carried out. The activity aims to increase knowledge and awareness in implementing balanced nutrition for teenagers and preventing stunting at the Lima Menara Foundation Islamic Boarding School. Education is provided using lecture and discussion methods. Pre and post-test evaluations are carried out to determine increases in knowledge. The results obtained were that the majority (70%) had a sufficient increase in knowledge, with an average value of 71.8. This shows that education/counseling can increase the knowledge of participants.
Co-Authors Ade Tika Herawati Adi Rizka Afifah Izzatul Zahra Ali Hamzah Amini, Nadia Ushfuri Andriansyah, Ivan Anggi Jamiyanti Anna Millizia Anna Millizia Anri M Shaleh Deana, Anri M Shaleh Arvinda, Aufa Dery Azhar, Daffa Ananda Budiana, Wempi Cut Alia Natasha Cut Asmaul Husna, Cut Asmaul Cut Khairunnisa Cut Sidrah Nadira Cut Sidrah Nadira Denni Fransiska Helena Diana Ulfah Diana Ulfah dirgahayu, inggrid Divaulhaq, Afiqah Dwi Fitri Eki Pratidina Eneng Yeti Erwan Setiyono Eva Vidella Fachraniah, Fachraniah Fitria, Elli Ghina Nurul Tasha Habibi, Rojulan Ilham Hafifah Hafifah Harvina Sawitri Harvina Sawitri hasanah, Rizqi uswatun Helena, Denni Fransiska Herawati, Ade Tika Herlina Husein Hidayatullah, Anna Ikhsan Husein, Herlina Husna Lubis, Rehani Ikhsan, Maulana Imam, Haerul INDARNA, ASEP AEP Indra Zachreini Inggrid Dirgahayu Irawan, Susan Isronijaya, Mohamad Jamil, Maria Ulfah Jamiyanti, Anggi Jamiyanti, Anggi Jihan Nabila Julia Fitriany, Julia Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa Z Khotimah, Nur Intan Husnul Lia Nurlianawati Lutfi, T Yocana M. Isronijaya Manaf, Manaf Maria Ulfah Jamil Marlina, Yani Maulana, Ary Fadhil Maulina Debbyousha Maulina, Nora Meda Yuliani Meda Yuliani Mesya Mesya Meutia Maulina Mohamad Mimbar Topik Muhammad Arvin Harwansya Muhammad Kautsar, Muhammad Muhammad, Oktaduta Muslim, Dede Nur Aziz Muslim, Dede Nur Aziz Nabil Ibnu Sina Nadhira, Cut Sidrah Nadira, Cut Sidrah Nasywa Fawwaza Nenden Lesmana Wati Nisha Nambiar Nora Maulina, Nora Noviana Zara Nur Fardian Nur Intan Hayati Nur Intan Hayati Husnul Khotimah Nur Sakinah Nurmanda, Raudhatul Pasha, ED. Yunisa Mega Perwira Awaludin, Lambang Rizki Pratama, Reza Rahima, Yusriah Fitri Rahmi Surayya Rahmi, Nita Rani Aprilita Rani Mulya Safitri Reni Anggraeni Rizka, Adi Rizki Akbar, Rizki Rizki Muliani Rizki Muliani Roni, Asep Safani, Dira Sandra Lantika Asih Sarah Rahmayani Siregar Sasqia Auliza Rizki Sawitri, Harvina Shania Alifya Gustri Sidrah Nadira, Cut Simanjuntak, Muhammad Rizky Sri Ramdaniati Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sumbara Sumbara Suprapti, Tuti Susri, Wendy Sutrisno, Entris Syahira, Debita Syifa, Siti Syukran, Rahmad Tambunan, Irisanna Tukimin Bin Sansuwito Utariningsih, Wheny Vina Fatmasyithah Vina Fatmasyithah, Vina Vina Vitniawati Vina Vitniawati Vitniawati, Vina Widyawati Widyawati Widyawati Widyawati Wizar Putri Mellaratna Wizar Putri Mellaratna Wulan Ayu Utami Yani Mulyani Yofinda Aurelia Rizkita Yuziani Yuziani Yuziani Yuziani Yuziani Yuziani Yuziani Yuziani, Yuziani Zachreini, Indra Zachreini, Indra Zakiyya, Najwa Zubir Zubir