Articles
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL INTERAKTIF MENGGUNAKAN PENDEKATAN CTL DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU TERHADAP HASIL BELAJAR DAN MOTIVASI SISWA SD
Lisa Syupriyanti;
Firman Firman;
Neviyarni Neviyarni
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 1, No 3 (2019): December Pages 97- 137
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (442.91 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v1i3.54
Tujuan – untuk membuktikan adanya pengaruh media audio visual interaktif dengan menggunakan pendekatan CTL terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran tematik terpadu di kelas V SD. Metodologi – penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimen. Sampel dalam penelitian ini ialah Kelas V SD. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes. Uji hipotesis pada penelitian ini ialah dengan menggunakan rumus t-test. Hasil – berdasarkan perhitungan uji t (t-test) pada post test diperoleh thitung (2,7689) > ttabel (1,9977). Hal ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Implikasi – Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif media audio visual interaktif dengan menggunakan pendekatan CTL terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran tematik terpadu di kelas V SD
Analisis Bahassa ditinjau dari Karakteristik, Isu Belajar dan Teori Bahasa
Yessa Maulida;
Neviyarni Neviyarni
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2021): February, Pages 1-260
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i1.186
This article discusses language in terms of children, issues and theories of language learning. Language is the special capacity that exists in humans to obtain and use complex communication systems, and a language is a specific example of such a system. Issues in language include language development, language and thought processes, language and animals, cultural differences in language and the relationship between the brain and language. Then the two theories of language learning approaches, namely the conditioning approach in language learning, have a basic assumption that language is studied in accordance with the principles of conditioning and a psycholinguistic approach.
PENGARUH BAHAN AJAR TEMATIK TERPADU TERHADAP PENCEGAHAN BULLYING DI SEKOLAH DASAR
Ida Safitri;
Firman Firman;
Neviyarni Neviyarni
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 1, No 3 (2019): December Pages 97- 137
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (672.416 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v1i3.59
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan bahan ajar tematik terpadu terhadap pencegahan bullying siswa kelas IV SDN 20 Indarung melalui tes hasil belajar, metode peneltian yang digunakan adalah eksperimen dengan disain pra eksperimen dengan satu kelompok pre-test dan desain post-test. Subjek penelitian adalah 28 siswa terdiri dari 15 laki-laki dan 13 perempuan . Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah skor hasil belajar siswa pada tes akhir pada sub tema indahnya keragaman negeriku, dari hasil yang diperoleh didapatkan informasi bahwa penggunaan bahan ajar tematik terpadu berpengaruh terhadap pencegahan bullying siswa kelas IV SD. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pembelajaran siswa hasil dari 73,28. Hasil hipotesis (uji-t) diperoleh t hitung 9,23 dengan db = 28 -1 =27 dengan taraf signifikan (α) = 5% diperoleh ttabel sama dengan 1,703 Karena t hitung sama dengan 9,23 > ttabel sama dengan 1,703 maka hipotesis yang dinyatakan diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan ajar tematik terpadu berpengaruh terhadap pencegahan bullying di IV SD.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DI SEKOLAH DASAR
Frandy Pratama;
Firman Firman;
Neviyarni Neviyarni
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 1, No 3 (2019): December Pages 97- 137
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (199.543 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v1i3.63
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan bahan ajar tematik terpadu terhadap peningkatan Abstrak: Motivasi adalah salah satu hal yang berpengaruh pada kesuksesan aktifitas pembelajaran siswa. Tanpa motivasi, proses pembelajaran akan sulit mencapai kesuksesan yang optimum. Artikel ini ditujukan untuk menyelidiki pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPA siswa. Penelitian korelasi deskriptif ini dilakukan sebagai studi kasus terhadap siswa kelas empat Sekolah Dasar dan tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan level dari pengaruh motivasi siswa terhadap prestasi belajar IPA. Terdapat total 11 siswa kelas IV Sekolah Dasar dari SD 01 Pasar Tiku Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam yang dijadikan sample dalam penelitian ini. Data-data dikumpulkan melalui questionare instrument dari variable motivasi belajar dan juga hasil test siswa sebagai variable rata-rata pencapaian siswa. Hasil dari data-data diproses melalui perhitungan statistic dan korelasi rata-rata, Data menunjukkan interprestasi tingkat reliabilitas tinggi besarnya pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPA didapat thitung -1,64 sedangkan ttabel 1,81 dengan taraf signifikan 0,05. Berarti thitung(-1,64) > ttabel (1,81) sehingga Ha diterima dan Ho ditolak, jadi kesimpulannya terdapat pengaruh motovasi belajar siswa terhadap prestasi belajar IPA di Sekolah Dasar
Pembelajaran Keterampilan Motorik
Yufa Ficanysha;
Neviyarni Neviyarni
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2021): February, Pages 1-260
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i1.180
Manusia merupakan makhluk hidup yang memiliki sifat dasar dinamis, yang mana sifat dinamis ini memberikan ciri khas kepada manusia itu sendiri dengan senantiasa elakukan tindakan bergerak. Dalam perkembangan pergerakan yang dialami oleh setiap individu dari proses umur bayi hingga masa dewasa, proses perkembangan gerak yang terjadi akan mengalami beberapa proses yang bertahap. Dan proses perkembangan gerak ini memiliki perbedaan antara individu yang satu dengan individu yang lain. Selain proses yang berbeda, perkembangan pergerakan manusia juga terbagi kedalam beberapa bagian. Dimana dalam arti sederhana, semua pergerakan yang dilakukan oleh manusia adalah gerak motorik. Gerak motorik dipengaruhi oleh otot, otak, dan syaraf. Keterampilan Motorik dapat didefenisikan sebagai keterampilan gerak seseorang dari hasil belajar, kemampuan motorik banyak diwarnai bawaan, Pembelajaran keterampilan motorik telah memainkan peranan yang besar didalam sejarah manusia. Pembelajaran keterampilan motorik (motoric skill learning) mengacu kepada semua kegiatan dimana proses pembelajaran menghendaki suatu urutan respon motorik (gerak tubuh).
PENGARUH BAHAN AJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN OPEN ENDED PROBLEM TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF SISWA DI SEKOLAH DASAR
Faridatul Umi;
Firman Firman;
Neviyarni Neviyarni;
Irdamurni Irdamurni
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 1, No 3 (2019): December Pages 97- 137
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.965 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v1i3.61
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan bahan ajar matematika menggunakan pendekatan Open Ended Problem untuk meningkatkan kemampuan berfikir kreatif siswa kelas V SD melalui tes hasil belajar, metode peneltian yang digunakan adalah eksperimen. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Plus Marhamah Kota Padang, dengan sampel penelitian yaitu siswa kelas VA sebagai kelas kontrol dan kelas VB sebagai kelas eksperimen. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah skor hasil belajar siswa pada tes akhir pada materi pecahan dari hasil yang diperoleh didapatkan informasi bahwa penggunaan bahan ajar matematika berpengaruh terhadap peningkatann kemampuan berfikir kreatif siswa kelas V SD. Pada tes akhir diperoleh rata-rata kelas eksperimen sebesar 78,182 dan kelas kontrol sebesar 67,727. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen dan hasil perhitungan uji-t diperoleh thitung 2,434 dan ttabel 2,020 ini artinya thitung > ttabel, Ho ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan ajar matematika berpengaruh terhadap kemampuan berfikir kreatif siswa kelas V SD.
Analisis Belajar Keterampilan Motorik
Edil Rohisfi;
Neviyarni Neviyarni
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2021): February, Pages 1-260
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i1.196
This article discusses the analysis of learning motor skills using references from relevant literature studies, in the concept that learning motor skills is learning by the development of a student's bodily ability which includes gross motoric development and fine motor skills.There are four characteristics of learning motor skills, namely: (1) sequential response, (2) perceptual-motor coordination, (3) response regulation, (4) feedback.Learning motor skills can be divided into three phases or stages, namely (1) the initial or cognitive phase, (2) the fixation or associative phase, and (3) the final or autonomous phase.
HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU YANG DIGUNAKAN GURU DALAM PENINGKAATAN MOTIF ALTRUISTIK SISWA DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN KOTO TANGAH
Atika Putri;
Firman Firman;
Neviyarni Neviyarni
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 1, No 3 (2019): December Pages 97- 137
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (145.668 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v1i3.55
Motif altruistik merupakan suatu tindakan sukarela untuk membantu orang lain baik melalui fisik, materi atau psikologis yang diberikan secara murni, tulus tanpa mengharapkan imbalan apapun untuk dirinya yang didasari motif untuk meningkatkan kesejahteraan dan keselamatan orang lain. Hal ini disebabkan motif altruistik juga merupakan penilaian sikap dalam kurikulum pendidikan. Namun kenyataannya motif altruistik yang terjadi di Sekolah Dasar terutama di kelas rendah motif altruistik masih rendah. Sedangkan motif altruistik ini perlu dikembangkan pada proses pembelajaran terutama pada pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman belajar bermakna kepada peserta didik di SD kelas rendah. Penulisan artikel bertujuan (1) Untuk mengetahui motif altruistik dalam penggunaan media pembelajaran tematik. (2) Untuk mengetahui hubungan penggunaan media pembelajaran tematik dalam meningkatkan motif altruistik siswa di Sekolah Dasar. Selain itu, pemanfaatan media pembelajaran yang digunakan oleh guru belum optimal. Oleh karena itu diperlukan kemampuan guru untuk menggunakan media pembelajaran untuk dapat meningkatkan motif altruistik siswa di Sekolah Dasar.
Hakikat Belajar Konsep pada Peserta Didik
Biasri Suarim;
Neviyarni Neviyarni
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2021): February, Pages 1-260
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i1.214
Artikel ini membahas tentang analisis tahapan dalam belajar konsep menggunakan rujukan dari kajian literatur yang relevan, dalam konsepnya belajar konsep merupakan kegiatan manusia itu dapat mengkategorikan berbagai stimulus-stimulus yangmereka hadapi. Konsep-konsep merupakan kategori-kategori yang kita berikan padastimulus-stimulus yang ada dilingkungan kita. konsep yang ada di dalam strukturkognitif individu merupakan hasil dari pengalaman yang ia peroleh. Jika keadaannyademikian, sebagian konsep yang dimiliki individu merupakan hasil dari proses belajaryang mana proses dari hasil belajar ini akan menjadi pondasi (building bloks) dalamstruktur berfikir individu.
INOVASI PROGRAM LAYANAN BK BERBASIS DIGITAL PADA MASA PANDEMI COVID-19
Yuli Permatasari;
Neviyarni Suhaili;
Firman Firman
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 7, No 1 (2021): Januari-juni 2021
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/atj.v7i1.2921
Pandemi Covid-19 memaksa siapapun untuk beradaptasi dengan suasana baru semenjak melanda dunia. Sektor pendidikan yang selalu indentik dengan kegiatan tatap muka dengan guru di kelas harus belajar dengan metode jarak jauh. Guru Bimbingan dan Konseling juga harus beradaptasi dengan kondisi ini, yang berdampak terhadap program dan layanan yang diberikan. Kajian ini bertujuan untuk menggali inovasi-inovasi program layanan Bimbingan dan Konseling yang dapat dilakukan pada masa pandemi. Metode yang digunakan adalah systematic literature review. Hasil kajian menemukan bahwa; pertama program dan layanan Bimbingan dan Konseling sangat urgen di masa pandemi, mengingat tidak semua orang bisa beradaptasi dengan mudah dan cepat dengan kondisi dan lingkungan baru. Kedua, guru Bimbingan dan Konseling harus melakukan berbagai inovasi agar program layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah tetap berjalan di masa pandemi sesuai kondisi lingkungan dengan mempertimbangkan sarana dan prasarana yang telah tersedia di sekolah. Ketiga, guru Bimbingan dan Konseling dapat melakukan program layanan Bimbingan dan Konseling berbasis digital di masa pandemi seperti E-Counseling yang merupakan sebuah situs atau berupa aplikasi yang dapat mempermudahpeserta didik melakukan berbagai layanan konseling jarak jauh.