Articles
The effectiveness of information service with quantum learning models using music to improve student learning
Rahmat Wahyudi;
Neviyarni Neviyarni;
Agus Irianto
Journal of Counseling and Educational Technology Vol 2, No 1 (2019): Journal of Counseling and Educational Technology
Publisher : RedWhite Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (534.348 KB)
|
DOI: 10.32698/0311
This research is motivated by still found learners who have no motivation to learn. One of the efforts made to improve learners’ motivation is in learning by giving information service. This study aims to examine the effectiveness of information services with quantum learning model using music to improve learners’ motivation is in learning. This research uses quasi experiment, with quasi experiment form is non-equivalent control group design or non-randomized pretest-posttest control group design. The subjects of this study are the learners’of Islamic Senior High School 1 Payakumbuh as a group of experiments and the learners’ of Islamic Senior High School 2 Payakumbuh as a control group. The research instrument used is Likert Scale model, then will be analyzed using Paired Samples t-test and Independent Samples Test with SPSS version 20.00. The result of the research shows that: (1) there is a significant difference of learning motivation of the students in the experimental group before and after being given information service with quantum learning model using music; (2) there is a difference of learning motivation learners’ in control group before and after given information service without a quantum learning model using music, and (3) there is a difference learning motivation learners’ between the experimental group provided with information service with quantum learning model using music and control group given information service without quantum learning model using music.
Analisis Tahapan dalam Belajar Verbal (Verbal Learning)
Hasan Basri;
Neviyarni Neviyarni
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i1.171
Artikel ini membahas tentang analisis tahapan dalam belajar verbal menggunakan rujukan dari kajian literatur yang relevan, dalam konsepnya belajar verbal ( Verbal Learning) merupakan kegiatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk memberikan respon terhadap materi verbal seperti sebuah kata dan tanggapan- tanggapan yang bersifat verbal, ruang lingkup belajar verbal terdiri dari materi dan prosedur yang terurai dalam konteks- konteks pengembangan yaitu, Serial Learning, Paired Assosiated Learning, Free Recall,dan Recognation Learning. adapun tahap- tahap dalam belajar verbal yaitu, Respon and Stimulus Learning, stimulus and Descrimination, stimulus selection, dan stimulus Coding.
Ingatan II : Pengorganisasian,Lupa dan Model-Model Ingatan
Alfun Sandi;
Neviyarni Neviyarni
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i1.191
Dramawan abad ke-20 Tennessee William pernah mengatakan bahwa hidup adalah memori kecuali momen sekarang yang berlalu demikian cepat sehingga kita sulit untuk mengingatnya, jadi apa itu memori? Memori atau ingatan adalah retensi informasi dari waktu ke waktu yang melibatkan encoding, penyimpanan dan pengambilan kembali. Para psikolog pendidikan mempelajari bagaimana informasi diletakan atau disimpan dalam memori, bagaimana ia dipertahankan atau disimpan setelah disandikan (encoded), dan bagaimana ia ditemukan atau diungkapkan kembali untuk tujuan tertentu dikemudian hari. Memori membuat diri kita terasa berkesinambungan. Tanpa adanya memori, kita tidak mampu menghubungkan apa yang terjadi kemarin dengan apa yang sedang kita alami sekarang. Otak merupakan perangkat yang paling komleks di dunia. Trilyunan sel otak memiliki fungsi spesifik tetapi saling berhubungan. Mengendalikan seluruh aspek fisik dan psikis manusia. Baik secara sadar maupun tak sadar. Kapasitas penyimpanan memori di dalam otak jauh melebihi kapasitas hardisk computer terbesar sekalipun. Otak memiliki kemampuan menangani algoritma rumit secara bersamaan dalam jumlah tak terbatas, jauh melebihi kemampuan prosesor komputer tercanggih sekalipun. Tapi sayangnya manusia tidak mampu mengoptimalkan seluruh potensi otak tersebut, sehingga otak tidak memungkinkan semua jejak ingatan itu tersimpan terus dengan sempurna, melainkan berangsur-angsur akan menghilang. Tetapi ketika orang yang bersangkutan diminta untuk mengingat kembali hal yang sudah diingatnya, terkadang mulai terlupakan sebagiannya. Dalam makalah ini akan dibahas hal-hal yang berhubungan dengan memori seperti pengorganisasian, lupa, model memori serta kebiasaan belajar dan ingatan.
Fenomena Stress dan Pembiasaan Belajar Daring dimasa Pandemi Covid-19
Yadi Jatira;
Neviyarni S
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i1.187
Pembelajaran daring yang dilaksanakan selama masa pandemi pada semua tingkat pendidikan banyak menyebabkan stress dalam proses pembiasaan belajar yang dilaksanakan. Artikel ini membahas tentang stress dan pembiasaan belajar daring dimasa pandemi covid 19. Beberapa konsep tentang Pembiasaan Belajar, stress, digunakan untuk menganalisa pembiasaan pembelajaran pada masa pandemi covid 19 ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi stress dan pembiasaan belajar daring agar pembelajaran daring ini tetap efektif dan tujuan pembelajarannya tersampaikan. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggambarkan keadaan apa adanya, menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa: pertama pembelajaran daring dimasa pandemi covid 19 ini menyebabkan peserta didik mengalami stress, kedua pembiasaan pembelajaran daring ini menyebabkan peserta didik menjadi bosan dan pemalas dikarenan beberapa gangguan yang mungkin terjadi dalam pembiasaan pembelajaran daring.
Efektivitas Teknik Cognitive Restructuring Setting Kelompok Untuk Meningkatkan Kebiasaan Belajar Siswa di SMKN 6 Padang
Apriana Nofriastuti Rasdiany;
Neviyarni S
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 3 (2022): June Pages 3201-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v4i3.2933
Penurunan kebiasaan belajar dari tahun ke tahun yang menghantarkan seseorang kepada kegagalan akademik. Kebiasaan belajar merupakan faktor penentuan keberhasilan belajar. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perilaku kebiasaan belajar siswa adalah dengan memberikan perlakuan teknik cognitive restructuring setting kelompok untuk meningkatkan kebiasaan belajar siswa. Sampel penelitian ini adalah 16 orang siswa yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu 8 siswa kelompok eksperimen dan 8 siswa kelompok pada kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah instrumen nontes, yaitu kuesioner. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas teknik cognitive restructuring setting kelompok untuk meningkatkan kebiasaan belajar siswa. Temuan penelitian ini yakni: (1) terdapat perbedaan yang signifikan perilaku kebiasaan belajar kelompok eksperimen sebelum dan sesudah diberikan perlakuan teknik cognitive restructuring setting kelompok, (2) terdapat perbedaan yang signifikan perilaku kebiasaan belajar kelompok kontrol sebelum dan sesudah diberikan perlakuan layanan bimbingan kelompok tentang perilaku kebiasaan belajar tanpa perlakuan khusus, (3) Adanya perbedaan perilaku kebiasaan belajar siswa kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan teknik cognitive restructuring setting kelompok dengan kelompok kontrol yang diberikan perlakuan layanan bimbingan kelompok tentang perilaku kebiasaan belajar tanpa perlakuan khusus, hal ini terlihat pada skor rata-rata postest kelompok eksperimen naik lebih tinggi dari pada skor rata-rata posttest kelompok kontrol
Tinjauan dari Belajar Pembiasaan
Indah Etika Putri;
Neviyarni Neviyarni
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2021): February, Pages 1-260
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i1.202
Pada artikel menganalisa belajar pembiaasaan ini menggunakan rujukan dari kajian literatur yang relevan dan terpercaya. Dari pembahasan mengenai belajar pembisaan merupakan sebuah kegiatan bentuk pembelajaran yang telah diamati dalam organisme yang lebih rendah dari manusia, merupakan bentuk yang paling dasar dari proses belajar dari pada pembelajaran konsep, dalam memahami pembiasaan membutuhkan asumsi dan prinsip yang lebih sedikit dibandingkan dengan fenomena yang lebih kompleks. Dalam belajar pembiasaan terurai beberapa materi seperti, pembiasaan dan pembelajaran manusia, prosedur dasar pembiasaan, konsep penguatan, prinsip-prinsip dasar penguatan,dan penerapan prinsip pembiasaan.
Teori Belajar Bahasa
Sri Hastuti;
Neviyarni Neviyarni
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2021): February, Pages 1-260
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i1.179
Artikel ini membahas tentang teori belajar bahasa menggunakan rujukan dari kajian literatur yang relevan, dalam konsepnya bahasa merupakan alat dasar yang digunakan manusia untuk berpikir. Karateristik bahasa terdiri dari fungsi bahasa, unit dasar bahasa:fonem dan morfem, level tertinggi dari analisis bahasa, struktur frase dalam kalimat, Struktur permukaan dan struktur dalam. Adapun isu-isu dalam bahasa yaitu, perkembangan bahasa, bahasa dan proses berpikir, bahsa pada hewan, perbedaan budaya dalam bahasa, berbicara dan otak manusia. Adapun teori-teori belaar bahasa yaitu, pendekatan pengkondisian, dan pendekatan psikolinguistik.
Alumni Views and The Potential of Social Impact on Career Counselling Guidance Policy at The University Level
Wienda Gusta;
Zakirman Zakirman;
Neviyarni Suhaili
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 6 (2021): December Pages 3500-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i6.1609
Work is related to one's life and social level in society. The current high unemployment rate can be caused by the lack of preparedness of graduates of education institutions, especially university graduates facing the world of work. To overcome this problem several universities have implemented career counseling guidance services. This study aims to see how far the benefits felt by alumni and the potential social impact caused by the implementation of career counseling guidance services at the University level. This type of research is descriptive qualitative, with samples taken are some graduates from two leading universities in West Sumatra, namely IAIN Batusangkar and UIN IB Padang. Data in the study were collected using a questionnaire distributed randomly to 42 respondents online. After filling out the questionnaire online, it can be done by analyzing the data related to the social impact felt by the alumni after the implementation of career counseling activities by the university. Based on the data analysis that has been carried out, it can be concluded that career counseling guidance activities according to the alumni proved to be very effective in assisting in obtaining jobs. Indirectly with the existence of career counseling guidance services can reduce the unemployment rate so that it will have a significant impact socially in the community environment.
Konsep Manajemen Bimbingan dan Konseling
Andika Fawri;
Neviyarni Neviyarni
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2021): February, Pages 1-260
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i1.266
Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 diterbitkan untuk menjadi acuan baru pelaksanaan tata kelola bimbingan dan konseling mulai dari planning, organizing, staffing, leading dan controlling. Melaksanakan program pendidikan yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjadikan generasi yang memiliki kopetensi sangatlah menjadi tanggung jawab seorang pendidik. Seorang konselor tepatnya guru bimbingan dan konseling harus memiliki manajemen yang baik (pengelolaan dan pengaturan) agar memiliki langkah langkah yang baik dalam pelaksanaan program yang akan di buat. Guru bimbingan dan konseling perlu untuk membuat rancangan program tahunan, semesteran, bulanan, mingguan bahkan harian dan agar program berjalan maka perlu untuk menyesuaikan dengan fungsi dari manajemen, harus benar benar tercapai secara ideal adapun fungsi pelaksanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan. Organisasi dan personalia adalah masalah yang sangat sering dijumpai di instansi pendidikan dengan tidak adanya kesesuaian dengan tenaga kerja pendidik sehingga menjadikan sebuah hambatan untuk terlaksananya kinerja yang baik. Permasalah yang timbul ini dilihat dari jumlah data sekunder yang didapatkan dari berbagai hasil penelitian baik itu dengan menggunakan observasi dan wawancara kepada tenaga pendidik
Analisis Terhadap Perhatian Dan Belajar Perseptual Dalam Aktivitas Belajar Siswa
Ilham Wahyudi;
Neviyarni Neviyarni
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2021): February, Pages 1-260
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i1.231
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis terhadap perhatian dan belajar perseptual dalam ativitas belajar pada siswa, metode yang di gunakan adalah dengan kajian literatur kepustakaan yang relevan dalam mengembangkan dan menganalisis terkait dengan perhatian dan belajar perseptual dalam aktivitas belajar siswa, Perhatian dan belajar perseptual berperan dalam membentuk pola perilaku siswa dalam menerima pembelajaran, dimana perhatian dan belajar perseptual merupakan bentuk sarana pendukung individu dalam menerima dan memproses rangsangan stimulus yang diberikan guru ketika pembelajaran berlangsung. Perhatian dan belajar perseptual dalam aktivitas belajar siswa merupakan sebuah metode pembelajaran yang dapat mendukung proses belajar mengajar agar efektif dan merupakan langkah dalam mencapai tujuan pembelajaran.