Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : JURNAL PENGABDI

Pengembangan Teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Angin Untuk Nelayan Guna Meningkatkan Kapasitas Ikan Tangkapan Arsyad, M. Iqbal; Imansyah, Fitri; Marpaung, Jannus; Ratiandi, Redi
Jurnal Pengabdi Vol 4, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v4i1.44472

Abstract

Peningkatan kemampuan dan kemauan masyarakat pesisir pantai untuk meningkatkan muatan iptek dalam usahanya perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pihak lain yang berkepentingan dengan pembinaan nelayan.  Tugas tersebut memang tidak mudah mengingat masih rendahnya tingkat pendidikan mereka. Perlu juga jadi perhatian bahwa penerapan, pengembangan dan penguasaan iptek perikanan juga menuntut perubahan sikap dari masyarakat umum, khususnya para konsumen produk perikanan. Iptek perikanan sangat diperlukan utamanya untuk mendukung program pembangunan perikanan, termasuk di dalamnya pengelolaan sumber daya perikanan, mendukung terwujudnya jaringan agribisnis dan agroindustri yang tangguh dan berkelanjutan. Pembangunan sistem pembangkit energi listrik yang memanfaatkan sumber daya energi terbarukan, terutama pemanfaatan energi angin banyak diterapkan di daerah pantai, sebagian besar dari pembangunan tersebut berupa proyek-proyek percontohan. Pada dasarnya pembangkit listrik tenaga angin bekerja dengan mengubah energi angin menjadi energi kinetik yang kemudian melalui generator dijadikan energi listrik. Permasalahan kegiatan ini adalah bagaimana merancang komponen-komponen bagian dari kincir angin seperti poros, roda gigi maupun rangka sehingga kincir angin dapat menghasilkan energi listrik sesuai yang diinginkan. Pembangkit listrik tenaga angin ini menggunakan kincir angin sumbu horizontal tipe multiblade 8 sudu. Kincir berputar mengikuti arah datangnya angin menggunakan transmisi dan generator DC. Kapasitas energi listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga angin ini adalah 300 W DC, 12 V pada kecepatan 5 m/s, dengan sistem penyaluran listrik terkontrol dan proses penyimpanan dalam akumulator. Selanjutnya dari hasil penyimpanan tersebut dapat dimanfaatkan nelayan untuk mencharge accu yang dapat dibawa ke bagan nelayan mereka untuk dapat disambungkan ke lampu.
Perencanaan Pengembangan Sentra Industri (Agrotechnopark Gula Aren) Kabupaten Landak Imansyah, Fitri -
Jurnal Pengabdi Vol 3, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v3i2.40813

Abstract

Target/sasaran yang ingin dicapai terkait dengan pelaksanaan perencanaan pengembangan sentra industri agrotechnopark gula aren Kabupaten Landak adalah tersedianya dokumen perencanaan pengembangan sentra IKM gula aren yang menunjukkan informasi perencanaan dan pengembangan yang terpetakan secara spasial dan tersedianya rumusan kebijakan kegiatan pengembangan sentra IKM berdasarkan kondisi eksisting. Berdasarkan hasil produksi tanaman aren di Kabupaten Landak, maka komoditas ini dinyatakan sebagai komoditas yang dapat diunggulkan bagi peningkatan perekonomian masyarakat setempat. Lokasi sebaran hinterland sebagai daerah penghasil komoditas aren adalah di Desa Kumpang Tengah Kecamatan Sebangki. Kabupaten Landak merupakan wilayah yang memiliki potensi sumber daya alam yang memadai untuk suatu pembangunan kawasan agrotechnopark. Selain memiliki potensi sumber daya alam pertanian berupa padi, aren, dan tanaman perkebunan lainnya, Kabupaten Landak juga memiliki lahan yang masih luas yang memang diperuntukkan untuk kawasan peruntukan pertanian tanaman pangan.
Pengolahan Limbah Ikan Menjadi Produk Bernilai Ekonomis Tinggi Dengan Sentuhan Teknologi Tepat Guna Mesin Pembuat Tepung Ikan Ratiandi, Redi -; Imansyah, Fitri; T. Mooniarsih, Neilcy
Jurnal Pengabdi Vol 3, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v3i1.40742

Abstract

Besarnya potensi perikanan di Kabupaten Mempawah berbanding terbalik dengan taraf hidup dan tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan, khususnya di daerah Sungai Kunyit. Menurut data-data Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Mempawah dan hasil survey di lapangan yang telah dilakukan pada mitra Sumber Alam kelompok nelayan pengolah limbah ikan dan Borneo Arwana (Budidaya ikan keramba), ditemukan bahwa kondisi dan permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah: Kelompok nelayan pengolah limbah ikan laut mempunyai sarana dan prasarana penunjang yang sangat terbatas (tidak tersentuh teknologi); Limbah ikan (ikan rucah) hasil tangkapan sebagian besar tidak termanfaatkan atau dibuang sia-sia; (3) Keterbatasan pemahaman dan keterampilan kelompok masyarakat nelayan dalam pengembangan usaha sektor perikanan laut. Solusi yang diajukan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat kelompok usaha pengolahan ikan laut maka dilakukan transfer ipteks dan memberikan keterampilan penerapan Teknologi Tepat Guna Mesin Pembuat Tepung Ikan dengan memanfaatkan besarnya potensi limbah ikan yang tersedia. Target luaran dari kegiatan ini adalah: Dengan diberikannya keterampilan pemanfaatan teknologi tepat guna tersebut diharapkan dapat memberikan peluang usaha dengan prospek yang menjanjikan yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat meningkat, khususnya kelompok masyarakat yang bergerak dalam bidang usaha pengolahan dan budidaya ikan.
Penerapan Teknologi Lampu Celup Bawah Air (Lacuba) Untuk Nelayan Bagan Tancap Guna Meningkatkan Kapasitas Ikan Tangkapan imansyah, fitri
Jurnal Pengabdi Vol 4, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v4i2.46823

Abstract

ABSTRAK: Bagan merupakan salah satu jenis alat tangkap yang menggunakan lampu sebagai alat bantu pengumpul ikan. Cahaya lampu diharapkan dapat merangsang ikan untuk datang dan berkumpul disekitar sumber cahaya sampai pada suatu catchable area tertentu, lalu penangkapan dilakukan dengan alat jaring maupun pancing. Penggunaan lampu untuk penangkapan ikan saat ini berkembang pesat, hampir semua alat tangkap menggunakan lampu sebagai alat bantu pengumpul  ikan.  Aplikasi  teknologi  ini  bertujuan  untuk  meningkatkan  hasil  tangkapan  ikan nelayan bagan tancap di Kecamatan Sungai Kunyit melalui penerapan teknologi lampu celup bawah air (lacuba) berbasis lampu LED. Lampu celup bawah air diterapkan pada bagan tancap dengan intensitas dan  warna  tertentu  untuk  mencari  intensitas  cahaya  dan  warna  yang  memberikan  hasil tangkapan yang terbaik. Pemakaian lampu celup bawah air pada alat penangkapan ikan, dapat diketahui bahwa sumber kekuatan sumber cahaya dan intensitas cahaya mempunyai pengaruh besar dalam usaha memikat ikan. Demikian juga dengan letak lampu di atas permukaan air (surface lamp) dan di dalam air (underwater lamp) serta jarak sumber cahaya dengan permukaan air. Pada intensitas cahaya yang sama tetapi pada jarak yang berbeda akan memberikan hasil tangkapan yang berbeda akan memberikan hasil tangkapan yang berbeda pula hasil tangkapan yang diberikan. Dalam memanfaatkan teknologi tepat guna berupa lampu celup bawah air diharapkan dapat mewujudkan modernisasi usaha perikanan yang diikuti alokasi sarana dan prasarana yang diperlukan agar nelayan mampu mengembangkan usahanya sebagai usaha yang tangguh dan memiliki daya saing yang kuat, serta meningkatkan produktivitas dan modernisasi usaha sehingga dicapai perbaikan sistem pengembangan usaha perikanan serta pengolahan dan pemanfaatan sumber daya alam yang ada di lokasi usaha perikanan agar ketersediaan ikan selalu terpenuhi.
Sistem Informasi Geografis Kondisi Eksisting dan Rencana Penataan Persebaran Sekolah Kabupaten Pontianak fitri imansyah; Redi Ratiandi Yacoub; Jannus Marpaung; Eka Kusumawardhani; Leonardus Sandy Ade Putra
Jurnal Pengabdi Vol 5, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v5i2.55739

Abstract

Dalam rangka membantu untuk merencanakan pengeleloaan di bidang pendidikan khususnya penataan persebaran sekolah, dipandang perlu memanfaatkan sistem informasi geografis (SIG). Untuk membangun SIG diperlukan data utama yaitu data spasial (peta) dan data atribut (statistik). Kedua jenis data harus tersedia secara bersama-sama untuk memberikan informasi yang akurat. Masalah yang muncul bagaimana mentransformasikan kondisi real ke domain SIG, bagaimana manajemen datanya, dan bagaimana membangun aplikasi SIG yang bermanfaat sebagai salah satu unsur penunjang dalam pengambilan keputusan. Pemetaan tersebut dibuat dalam bentuk SIG untuk memperoleh informasi mengenai persebaran data sekolah dengan cepat, akurat, dan dapat diakses oleh siapa saja, dimana saja, kapan saja tanpa mengenal jarak dan waktu. Sasaran kegiatan ini adalah membangun suatu sistem bank data terutama data pendidikan yang terkonsentrasi dalam satu sistem yang terintegrasi dengan semua format data lainnya, sehingga data spasial dapat di setting untuk terkorelasi dengan data grafis, data tekstual, data tabel, data foto dan data semua prasarana dan sarana pendidikan tersebut dikaitkan dengan kebutuhan akan prasarana dan sarana lainnya. Hasil yang diharapkan melalui kegiatan ini adalah berbentuk laporan pemetaan persebaran sekolah disertai dengan rekomendasi tentang jumlah dan penentuan sebaran lokasi pembangunan dan atau renovasi sekolah maupun ruang dalam rangka menunjang program pemerataan dan perluasan akses pendidikan dasar dan menengah bagi penduduk Kabupaten Mempawah.
PENINGKATAN KAPASITAS TEKNOLOGI PENGOLAHAN BUAH PINANG DAN LIMBAH TANAMAN PINANG PADA MASYARAKAT DESA SUNGAI KUPAH Ivan sujana; Fitri imansyah; Noveicalistus h djanggu; Eka priadi
Jurnal Pengabdi Vol 6, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v6i1.64391

Abstract

Salah satu kelompok masyarakat yang ada di Desa Sungai Kupah yang berusaha dibidang perkebunan pinang adalah Kelompok Tani Teluk Pinang yang fokus pada kegiatan produksi berupa komoditas biji buah pinang kering. Buah pinang hasil panen yang dimiliki oleh Kelompok Tani Teluk Pinang tersebut sampai saat ini belum diolah dengan optimal, begitu juga dengan limbah berupa pelepah pinang dan serabut buah pinangnya belum dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah untuk peningkatan perekonomian mereka. Berdasarkan permasalahan tersebut maka kegiatan pengabdian masyarakat ini perlu dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kelompok Petani Teluk Pinang khususnya dan masyarakat Desa Sungai Kupah pada umumnya, melalui penerapan dan hibah teknologi tepat guna berupa mesin pengering buah pinang dan  pengolahan limbah pelepah pinang dan limbah sabut buah pinang menjadi arang briket menggunakan mesin pres pencetak arang briket. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dan evaluasi tindak lanjut, terekam beberapa manfaat yang diperoleh oleh Kelompok Petani Teluk Pinang. Mereka mendapatkan informasi yang jelas dan utuh mengenai hakekat pemberdayaan masyarakat dari segi pengetahuan dan keterampilan, proses pengeringan buah pinang menjadi lebih cepat dan efektif. Selain itu limbah pelepah pinang dan limbah sabut buah pinang tidak lagi mengotori lingkungan pekarangan rumah dan kebun masyarakat karena telah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah berupa arang briket, sehingga bermanfaat untuk pengembangan industri rumah tanggga dan peningkatan perekonomian mereka.
Rancang Bangun Mesin Penepung Guna Mendukung Pemanfaatan Ampas Kelapa Di Desa Jeruju Besar fitri imansyah
Jurnal Pengabdi Vol 6, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v6i2.64511

Abstract

Desa Jeruju Besar yang terletak di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat ini memiliki beberapa hasil perkebunan dan pertanian yang berpotensi layak untuk dikembangkan lebih lanjut. Salah satu hasil perkebunan yang menarik perhatian adalah kelapa. Setelah dilakukan survey, diketahui bahwa warga Desa Jeruju Besar hanya menjual kelapa utuh atau diolah menjadi santan saja, sedangkan ampas kelapa yang sudah diperas dibuang begitu saja. Ampas kelapa juga kadang dijadikan sebagai pakan ternak namun masih jarang masyarakat  mengelolahnya karena masih diperlukannya beberapa bahan campuran lain yang tidak bisa didapatkan dengan mudah. Ampas kelapa yang dibuang tersebut tertimbun di samping rumah warga sehingga menimbulkan bau tidak sedap dalam kurun waktu yang cukup lama. Berdasarkan kondisi tersebut, tim kemudian memiliki ide untuk membuat mesin penepung ampas kelapa guna mengembangkan UMKM masyarakat desa sehingga desa dapat memasarkan hasil kelapa secara lebih luas. Melalui program pengabdian masyarakat, tim mengusulkan Rancang Bangun  Mesin Penepung Ampas Kelapa, diharapkan masyarakat dapat menggunakan serta memanfaatkan mesin penepung ampas kelapa ini dengan baik. Selain itu, diharapkan pula hasil ampas kelapa ini dapat dijual dengan harga yang tinggi, berkualitas baik dan terkenal diberbagai daerah sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Jeruju Besar.
Peningkatan Income Generating Kelompok Mentari Desa Sungai Kupah Melalui Peningkatan Kapasitas Dan Inovasi Produk Berbahan Baku Udang Merah Anggela, Pepy; Imansyah, Fitri; Taufiqurrahman, Muhammad
Jurnal Pengabdi Vol 7, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v7i1.71029

Abstract

Mitra Kelompok Mentari dibentuk tahun 2016, dan memiliki 8 orang anggota yang diketuai oleh Ibu Muharni. Komoditas produk yang dihasilkan mitra Kelompok Mentari desa Sungai Kupah adalah produk stik udang yaitu snack berbahan baku utama dari udang. Setiap bulan mitra hanya menghasilkan sekitar 1.600 kemasan stik udang berukuran 100 gram/bungkus, dan dijual dengan harga Rp.10.000/kemasan. Biaya produksi yang dibutuhkan untuk menghasilkan 100 gram stik udang siap jual adalah sekitar Rp.8.000 "“ Rp.8.500 tergantung fluktuasi harga bahan baku, sehingga keuntungan yang bisa diperoleh sekitar Rp.1.500 "“ Rp.2.000/kemasan. Pengolahan stik udang sampai saat ini dilakukan mitra dengan peralatan produksi yang sederhana, misalnya pada proses pencampuran dan pengadukan bahan baku stik udang masih menggunakan tenaga manusia, sehingga membutuhkan waktu yang realtif lama dan melelahkan. Selain itu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh mitra juga terbatas, sehingga yang dihasilkan hanya berupa produk stik udang. Pemasaran produk stik udang masih dilakukan secara konvensional oleh mitra. Konsumen tetap produk stik udang milik mitra sampai saat diantaranya baru pihak minimarket Mitra Anda, Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kabupaten Kubu Raya, Pengelola Wisata Mangrove Desa Sungai Kupah, dan Koperasi Karyawan (Kopkar) Pertamina Kabupaten Kubu Raya, dengan total mencapai sekitar 500 kemasan ukuran 100 gram. Selain itu, diketahui dalam 1 bulan sebanyak kurang lebih 48 kg berupa limbah cangkang (kulit) dan kepala udang dihasilkan dari proses produksi pengolahan stik udang, yang sampai saat ini belum dimanfaatkan oleh mitra untuk diolah menjadi produk lain yang memiliki nilai tambah bagi peningkatan perekonomian mitra. Pada kegiatan PKM ini, solusi yang diberikan merupakan diseminasi dari hasil penelitian dan dilakukan melalui hibah produk teknologi tepat guna berupa mesin pengaduk bahan baku, alat pencetak stik udang dan mesin deep fryer, serta pelatihan tentang manajemen dan kewirausahaan.  
Optimalisasi Sistem Informasi Pemetaan Untuk Mendukung Keputusan Dalam Pengentasan Penduduk Miskin imansyah, fitri
Jurnal Pengabdi Vol 7, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v7i2.81164

Abstract

Banyak faktor yang dapat menghambat pengentasan kemiskinan mulai dari program-program pengentasan kemiskinan yang masih dipertanyakan keberhasilannya. Faktor lain adalah pelaksana di lapangan atau eksekutor yaitu instansi teknis dari pusat sampai ke instansi terendah (kelurahan) yang masih "rawan" dengan penyelewengan atau penyalahgunaan sehingga program yang dicanangkan tidak menyentuh kepada masyarakat yang memerlukan. Demikian juga budaya dan sikap dari penduduk miskin itu sendiri yang menerima keadaan miskin sebagai suatu takdir yang harus dijalani sehingga tidak ada motivasi dari dalam dirinya untuk keluar dari lingkaran kemiskinan. Salah satu pendekatan alternatif untuk pengentasan kemiskinan adalah pendekatan spasial yang berbasis pada data pemetaan kemiskinan (poverty mapping). Dengan pendekatan ini data tempat tinggal penduduk miskin direpresentasi dengan simbol titik (point feature) dan direlasikan dengan data atribut atau data deskriptif sehingga pengelolaan dan akurasi data menjadi lebih baik. Analisis spasial dilakukan pada wilayah administrasi yang kecil (small area) yaitu wilayah kelurahan/desa untuk mendapatkan profil penduduk miskin pada wilayah tersebut sehingga rekomendasi program kemiskinan dapat diberikan berdasarkan karakteristik pada wilayah yang dianalisis. Hasil pemetaan kemiskinan tersebut direpresentasikan sebagai data spasial dimana setiap daerah digambarkan dalam peta digital yang memiliki informasi tingkat atau prosentase kemiskinan tiap daerah. Fitur data spasial yang digunakan adalah area (polygon) yang menunjukkan rekapitulasi dari data statistik tiap daerah, namun belum mampu untuk menunjukkan lokasi rumah tinggal atau permukiman penduduk miskin. Berdasarkan hal ini dikembangkan suatu sistem yang mampu memberikan dukungan khususnya informasi spasial (pemetaan) bagi pelaksana program pengentasan kemiskinan dalam mengambil keputusan atau spatial decision support systems (SDSS). Fitur data spasial yang digunakan adalah titik (point) yang menunjukkan rumah atau tempat tinggal penduduk miskin dengan demikian sistem ini akan mendukung program pengentasan kemiskinan pada tingkat teknis di lapangan. Dengan fitur titik sebagai representasi tempat tinggal penduduk miskin akan diketahui secara tepat keberadaan penduduk miskin yang menjadi sasaran program, selain itu masyarat baik secara perorangan atau melalui lembaga kemasyarakatan seperti RT/RW akan dapat melakukan pengawasan terhadap upaya-upaya penyimpangan atau manipulasi data penduduk miskin. Penduduk miskin yang belum terdata dapat dimasukkan atau diusulkan oleh RT/RW ke Kepala Kelurahan untuk selanjutnya data dikelola melalui sistem yang telah dikembangkan dalam kegiatan ini.
Co-Authors - Jalaludin - Jekki - Kamaludin - Martripagelardo - Masdi - Padlillah - Salimun -, Syaifurrahman A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmadi Achmadi Ade Elbani Ade Irawan Ade Mirza Ade Putra, Leonardus Aditya Rizky Wildani Adytia Warman Afrizal - Agung Budianto Agustina Listiawati Ahmad Supriyogo Ajeng Triana Agus Legitawati Aktris Nuryanti, Aktris Al Muflihin, Amru Hisyam Alfarizi, Pandu Alhadiansyah Alpianto Noti Lante Amanda Setia Wani Aminuyati Andi Ihwan Andi, Supratman Angga Kusuma Yuda Anggela, Pepy Apriza, Uray Dini Ari Pardani Arpiandi, Muhammad Rizky Arsyad, M Iqbal Arsyad, Muhammad Iqbal Asep Nursangaji Aswandi - Aulia, Nizza Ayong Hiendro Azhar, Muhammad Reynaldi Azis, Rahman B Arnold Simangunsong Badriansyah, M. Billie Limnan Bistari Bomo Wibowo Sanjaya Bonar Sirait Christian Handoko Damanik, Aufar Martanggi Damayanti, Elok Danial - Darmadi, Dedy Dedi Suryadi Dedy Darmadi Dedy Suryadi Dedy Suryadi Delima Saptun Susilawati Sinaga Delsy Zarnavannie Sagita Dewi Sinta Djanggu, Noveicalistus H. Djuachiriaty, Yuni Doddy Cahyadi Saputra Dul Fitri Dwi Zulfita Edwardus Roby Edy Suasono Eka Priadi Eko Julianto Eko Sarwono Elang Derdian Marindani Elki Dwi Yanto Elly Suharlina Erni Djun Astuti Eva Dolorosa F. Trias Pontia W Fahmi, M. Agil Faisal, Muhammad Fahmi Fajar Ramadhani Fakhry Hizballah fathi Raziq Ashari Fauziah, Hanifah Nur Febri Prima Febrianti, Putri Adhelia Ferry Hadary Fikri Shaumanadri Fransiskus, - Gusti Hardiansyah Hadary, Ferry Hafzoh Batubara Hajirin, - Hamdani - Handoko, Christian Hari Haryani Haryani, Hari Herawati, Tita Heri Priyanto Herry Sujaini Herry Sujaini I Gusti Bagus Wiksuana Igo Zepriyadi Ilham Tambuan Putra Imam Ghozali Iqbal Arsyad Iqbal Arsyad Iqbal Arsyad Iqbal Arsyad Irfan Mahdi Ismail Yusuf, Ismail Ismawartati - Ivan Sujana Ivan Sujana Ivan Sujana Ivan Sujana Ivan Sujana Ivan Sujana Ivan sujana Jalaludin, - James Oloan Panggabean Jannus Marpaung Jannus Marpaung Jecksen Fresley Jekki, - Jemi Ristiawan Johan Johari Johari, Johan Juliani Okta Farida, Juliani Okta Kamaludin, - kamaruzaman, syarif KHARISMA ARIO SETIADI Kharisma Juda, Imam Firdaus Kristian Umbu Lakinau Kusumawardhani, Eka Lante, Alpianto Noti Lora Simir Lukmanul Hakim M. Agil Fahmi M. Iqbal Arsyad M. Iqbal Arsyad Mariyadi mariyadi Masdi, - Maulana, Fachri Maulana, Rigo Maulana, Sadikin Meiran Panggabean Meliani Benedikta Memet Agustiar Miftahul Huda Mochamad Setya Fajar Mochammad Meddy Danial Muanuddin - Mubaarak, Mochammad Rifqi Muhammad Angga Muhammad Fahmi Muhammad Nugrah Kusumah Muhammad Saleh Muhammad Saleh Muhammad Syamsuddin Muhammad Taufiqurrahman Muhammad Taufiqurrahman, Muhammad Muhammad Yusuf Muhsin Muhsin Mulyana, Syarifuddin Muzammil, Ahmad Rabi’ul Nabila Dwi Laksono Nachwan Mufti Adriansyah Nadia Arista Neilcy Tjahja Mooniarsih Ningsih, Kurnia Noraldo, Advendri Nova Argita Damayanti Noveicalistus H Djanggu Noveicalistus H. Djanggu Nurmainah - Nurus Sabah Oktariani, Ade Padlillah, - Pakpahan, Kristin Karuniawaty Pangalayo, Jhoni David Pardani, Ari Pepy Anggela Pitri, Putra Aditya Pontia W, F. Trias Pontia, Trias Pradhesta, Lena Endriana Pratama, Aditya Cahya Pratama, Bayu Angga Pratomo, Muhammad Riski Prio Utomo Priyo Saptomo Pulungan, Annisa Kynamehule Purwaningsih - Purwoharjono Purwoharjono Putra, Leonardus Sandy Ade Putra, Ramadhan Thalib Putri, Venny Manca Rachmawati Rahmidiyani - Rajaguguk , Managam Ramadhani, Rizky Rangga Hari Utama Ratna Herawatiningsih Redi Ratiandi Yacoub Remianda, - Reza Yansah Ria Guswana Riduansyah - Rina Pudji Astuti Ristiawan, Jemi Rizki Hakiki, Alif Nur Islam Gemilang Rizki, Muhammad Nur Roby, Edwardus Rohmat Wiyono Rommy Patra Rudi Kurnianto Rudy Gianto, Rudy Sabah, Nurus Sagita, Delsy Zarnavannie Salimun, - Saputra, Aldi Rio Seda, Yudokus Frans Setia Budi SETIADI, KHARISMA ARIO Setyawan, Wondo Eki Sholva, Yus Silaban, Taripar David Silvia Uslianti Sinta, Dewi Siregar, Niko Siti Hadijah Siti Halidjah Stepanus Sahala Sitompul Steven Pragestu, Steven Suhardi . Sujana , Ivan Supratman Andi Supriadi, - Surachman - Susilawati Sinaga, Delima Saptun Sy. Hasyim Azizurrahman Syahlianti, Safitri Syaifurrahman Syaifurrahman Syamsul Anwar Syamsul Anwar, Syamsul Syamswisna , Syarifuddin Mulyana Tatama, Victor Theodorus Barahama, Alfodaniel Tomy Aswin Tri Wahyudi Usman A. Gani Utama, Rangga Hari Uti Asikin Vivi Bachtiar W, F. Trias Pontia Wahyudi, Tri Warman, Adytia Wendy Widi Agezi Wigyarianto, F.Trias Pontia Wijayanto, Dedi Windhu Putra Witarsa - Wiyono, Rohmat Wondo Eki Setyawan Wulandari, Nuria Yacoub, Redi Yacoub, Redi Retiandi Yohanes Gatot Sutapa Yosua Perdana Sianturi Yudhi Wiranto Yuline - Yulis Jamiah Yusuf, M. Ismail Zubaidah R